Anda di halaman 1dari 44

KATA PENGANTAR

Terlebih dahulu marilah kita ucapkan rasa puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.Atas rahmat dan karunia-Nya penulis telah mampu
menyelesaikan laporan studi literatur mengenai proses dan kreatifitas dalam arsitektur dan studi
referensi bangunan dengan konsep rancangan yang menarik.

Penulis menyadari bahwa dalam laporan ini masih jauh dari kesempurnaan.Hal ini tidak
terlepas dari keterbatasan penulis sebab sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan
kekhilafan.Oleh sebab itu,penulis saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan laporan ini.

Dalam penulisan laporan ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak.Dalam
kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan rasa terima kasih terutama kepada kepada Bapak
Wahyu Hidayat,ST.,MURP sebagai dosen pembimbing dan kepada teman-teman kelompok yang
sudah berjuang menyelesaikan laporan ini dan berbagai pihak yang membantu menyempurnakan
laporan ini.

Pekanbaru, 24 Maret 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................1

DAFTAR ISI .....................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.......................................................................................................3

1.2 Tujian Penelitian....................................................................................................3

1.3 Manfaat Penelitian.................................................................................................3

BAB II STUDI LITERATUR

2.1 Arsitektur Tropis...................................................................................................4

2.2 Elemen Metreologi yang berhubungan dengan iklim....................................4

2.3 Hubungan elemen iklim dengan kenyamanan termal bangunan ...................7

BAB III STUDI KASUS

3.1 Karya arsitektur di negara negara tropis......................................................................16

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan..................................................................................................................41

4.2 Saran.41

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................42

2
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Permasalahan dalam mendesain rumah tinggal yang umumnya dihadapi,adalah


tidakselamanya keadaaan iklim mendukung setiap aktivitas manusia. Kadangkala perbedaan
iklim dan cuaca membatasi aktivitas manusia

Adapun fungsi bangunan ialah untuk mengantisipasi permasalahan, sehingga manusia


tetap dapat melakukan aktivitasnya tanpa harus terganggu oleh permasalahan iklim.Iklim satu
daerah dapat berbeda dengan daerah lainnya.

Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara,beriklim tropis dan memiliki dua musim
yaitu musim hujan dan musim panas.Adanya perbedaan iklim tersebut, mengakibatkan
permasalahan yang berbeda pula. Perbedaan ini membuat rancangan arsitektur harus
diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan bangunan di iklim daerah tertentu.

Oleh karena itu, negara beriklim tropis seperti Indonesia memerlukan bangunan
dengan rancangan arsitektur tropis.Selain dapat mengatasi permasalahan iklim, sebuah rumah
tinggal umumnya juga memiliki sebuah konsep pemikiran dibalik rancangannya.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengantar Arsitektur dan review karya arsitektur di negara negara tropis

1.3 Manfaat Pengamatan

1.Menambah wawasan mengenai arsitektur tropis dan elemen elemen meterologi yang
berkaitan dengan iklim serta hubungannya dengan kanyamanan termal bangunan

2.Dapat mengamati berbagai karya arsitektur di negara negara tropis dan penerapan konsep
arsitektur tropis

3
BAB II

STUDI LITERATUR

2.1 Arsitektur Tropis

2.1.1.Pengertian Arsitektur Tropis

Tropis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu tropikos yang berarti garis
balik yang meliputi sekitr 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Garisgaris balik ini adalah
garis lintang 2327 Utara dan Selatan. Daerah tropis didefinisikan sebagai daerah yang
terletak diantara garis isotherm 20 di sebelah bumi Utara dan Selatan (Lippsmeier, 1994).

Dengan kata lain, arsitektur tropis merupakan arsitektur yangberada di daerah tropisdan telah
beradaptasi dengan iklim tropis. Negara dengan iklmi tropismemberikan pengaruh yang
cukup signifikan terhadap bentuk bangunan rumah tinggal,dalam hal ini khususnya rumah
tradisional. Kondisi iklim seperti temperature udara, radiasimatahari, angin, kelembaban,
serta curah hujan, mempengaruhi disain dari rumah-rumahtradisional.

Masyarakat pada jaman dahulu dalam membangun rumahnya berusaha untukmenyesuaikan


kondisi iklim yang ada guna mendapatkan disain rumah yang nyaman danaman.

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim tropis,dimana
kondisi tropis membutuhkan penanganan khusus dalam desainnya. Pengaruh terutama dari
kondisi suhu tinggi dan kelembaban tinggi, dimana pengaruhnya adalah pada tingkat
kenyamanan berada dalam ruangan. Tingkat kenyamanan seperti tingkat sejuk udara dalam
rumah, oleh aliran udara, adalah salah satu contoh aplikasi konsep rumah tropis.

Meskipun konsep rumah tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk
(tipologi) bangunan terhadap iklim, banyak juga interpretasi konsep ini dalam tren yang
berkembang dalam masyarakat; sebagai penggunaan material tertentu sebagai representasi
dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yangdiekspos
lainnya.

1.2.Ciri ciri Bangunan arsitektur tropis

4
Ciri-ciri bentuk bangunan secara umum, seperti :

1) Mempunyai atap yang relatif tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di
bawah atap berguna untuk meredam panas.
2) Mempunyai teritisan / overstek atap yang cukup lebar untuk mengurangi efek tampias
dari hujan yang disertai angin. Juga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk ke
dalam bangunan.
3) Mempunyai lubang / bukaan untuk ventilasi udara secara silang, sehingga suhu di
dalam ruangan bisa tetap nyaman.
4) Pada daerah tertentu, rumah panggung menjadi ciri utama yang kuat untuk antisipasi
bencana alam dan ancaman binatang buas.
5) Penggunaan material lokal yang sumbernya bisa didapat di sekitarnya.

2.1.2. Iklim tropis

Climate (iklim) berasal dari bahasa Yunani, klima yang berdasarkan kamus Oxford berarti
region (daerah) dengan kondisi tertentu dari suhu dryness (kekeringan), angin, cahaya dan
sebagainya. Dalam pengertian ilmiah, iklim adalah integrasi pada suatu waktu (integration in
time) dari kondisi fisik lingkungan atmosfir, yang menjadi karakteristik kondisi geografis
kawasan tertentu. Sedangkan cuaca adalah kondisi sementara lingkungan atmosfer pada
suatu kawasan tertentu. Secara keseluruhan, iklim diartikan sebagai integrasi dalam suatu
waktu mengenai keadaan cuaca (Koenigsberger, 1975:3).

Pada iklim ini terjadi sedikit sekali perubahan musim dalam satu tahun, satu-satunya tanda
terjadi pergantian musim adalah banyak atau sedikitnya hujan, dan terjadinya angin besar.
Karakteristik warm humid climate (iklim panas lembab) adalah sebagai berikut (Lippsmiere.
1980:28)

Landscap, rain forest (hutan hujan) terdapat sepanjang pesisir pantai dan dataran rendah
daerah ekuator.

Kondisi tanah, merupakan tanah merah atau coklat yang tertutup rumput.

Tumbuhan, zona ini tumbuhan sangat bervariasi dan lebat sepanjang tahun.Tumbuhan
tumbuh dengan cepat karena pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu udara yang panas.

5
Musim. Terjadi sedikit perbedaan musim. Pada bulan panas kondisi panas dan lembab
sampai basah. Pada belahan utara, bulan dingin terjadi pada Desember-Januari,
bulanpanas terjadi pada Mei sampai Agustus. Pada belahan selatan bulan dingin terjadi
pada April sampai Juli, bulan panas terjadi pada Oktober sampai Februari.

Kondisi langit, hampir sepanjang tahun keadaan langit berawan. Lingkungan awan berkisar
60%-90%. Luminance (lumansi) maksimal bisa mencapai 7000 cd/m2 sedangkan luminasi
minimal 850cd/m2.

Radiasi dan panas matahari, pada daerah tropis radiasi matahari dikategorikan tinggi.
Sebagian dipantulkan dan sebagian disebarkan oleh selimut awan,meskipun demikian
sebagian radiasi yang mencapai permukaan bumi mempunyai dampak yang besar dalam
mempengaruhi suhu udara.

Temperatur udara, terjad fluktuasi perbedaan temperatur harian dan tahunan.Rata-rata


temperatur maksimum tahunan adalah 30,50C. temperatur rata-rata tahunan untuk malam hari
adalah 250C tetapi umumnya berkisar antara 21-270C. sedangkan selama siang hari berkisar
27-320c. kadang-kadang lebih dari 320C.

Curah hujan sangat tinggi selama satu tahun, umumnya menjadi sangat tinggi dalam
beberapa tahun tertentu. Tinggi curah hujan tahunan berkisar antara 2000-5000 mm, pada
musim hujan dapat bertambah. Sampai 500 mm dalam sebulan. Bahkan pada saat badai bisa
mencapai 100 mm per jam.

Kelembaban, dikenal sebagai RH (Relative humidity), umumnya rata-rata tingkat


kelembaban adalah sekitar 75%, tetapi kisaran kelembabannya adalah 55% sampai hampir
100%. Absolute humidity antara 25-30 mb.

Pergerakan udara, umumnya kecepatan angin rendah, tetapi angin kencang dapat terjadi
selama musim hujan. Arah angin biasanya hanya satu atau dua.

Karakteristik khusus, tingginya kelembaban mempercepat pertumbuhan alga dan lumut,


bahan bangunan organik membusuk dengan cepat dan banyaknya serangga. Evaporasi tubuh
terjadi dalam jumlah kecil karena tingginya kelembaban dan kurangnya pergerakan udara
(angin). Rata-rata badai adalah 120-140 kali dalam satu tahun.

2.1.3 .Jenis jenis arsitektur tropis

Daerah dengan iklim tropis didunia terdiri 2 jenis, yaitu daerah dengan iklim tropis kering,
sebagai contoh adalah di negara-negara Timur Tengah, Meksiko, dan sekitarnya, serta daerah
dengan iklim tropis lembab, yang terdapat pada sebagian besar negara-negara di Asia,
termasuk Indonesia, walaupun untuk beberapa daerah di Indonesia, misalnya beberapa bagian
pulau Nusa Tenggara mengarah pada kondisi tropis kering

2.2 Elemen Metreologi yang berhubungan dengan iklim

Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk keperluan
prakiraan cuaca.Elemen metreologi yang berhubungan dengan iklim sebagai berikut:

1.Curah Hujan

6
Curah hujan merupakan rata-rata jumlah volume air hujan yang turun dihitung per jam dalam
suatu daerah tertentu. Intensitas curah hujan dapat dikelompokkan menurut tingkat
presipitasinya, yaitu:

Gerimis ketika tingkat presipitasinya kurang dari 25 mm (0.98 in) per jam

Hujan sedang ketika tingkat presipitasinya antara 25 mm (0.98 in) hingga 76 mm (3.0 in) atau
10 mm (0.39 in) per jam

Hujan deras ketika tingkat presipitasinya lebih dari 76 mm (3.0 in) per jam atau antara 10 mm
(0.39 in) dan 50 mm (2.0 in) per jam dan

Hujan badai ketika tingkat presipitasinya lebih dari 50 mm (2.0 in) per jam.

2.Temperatur dan Suhu

Temperatur adalah ukuran panas atau dingin nya dari suatu benda atau keadaan di bumi.
Dalam meteorology temperature berpengaruh pada suhu udara pembentuk cuaca di atmosfer
bumi. Temperatur juga bisa diartikan besarnya derajat kepanasan yang dimiliki oleh udara.

3.Tekanan Udara

Tekanan Udara adalah tekanan di atmosfer bumi yang umum nya hampir sama dengan
tekanan hidrostatik yang disebabkan oleh berat udara di atasnya. Massa udara dipengaruhi
tekanan udara umum di dalamnya, Massa udara inilah yang menciptakan daerah dengan
tekanan tinggi (antisiklon) dan tekanan rendah (depresiatausiklon). Daerah bertekanan rendah
memiliki massa atmosfer diatasnya lebih sedikit sedangkan daerah bertekanan tinggi memiliki
massa atmosfer lebih besar di atasnya. Tekanan tinggi dan tekanan rendah mempengaruhi
cuaca di bumi.

4.Kelembaban Udara

Jumlah kelembaban di udara juga disebut sebagai kelembaban relatif; yaitu persentase total
udara uap air yang dapat bertahan pada suhu udara tertentu. Jumlah uap air yang dapat
ditahan udara sebelum melembab dan membentuk awan bergantung pada suhunya. Udara
yang lebih panas memiliki lebih banyak uap air dari pada udara dingin sebelum melembab.

5.Kecepatan angin

Kecepatan angin adalah seberapa cepat angin melewati pengamat yang diam, kecepatan angin
ini juga mendapat pengaruh dari seberapa besar tekanan yang terjadi antara daerah yang satu
dengan daerah yang lain. Semakin besar tekanan di suatu wilayah, semakin besar angin yang
bergeser kewilayah lain dengan tekanan yang lebih kecil.

6.Radiasi matahari

Radiasi matahari berhubungan dengan lama penyinaran matahari di permukaan bumi, yang
berakibat pada lamanya siang dan malam, sinar matahari juga berpengaruh terhadap
perubahan musim di bumi .

7
2.3 Hubungan elemen iklim dengan kenyamanan termal bangunan

Kenyamanan manusia di dalam suatu bangunan dapat dibedakan menjadi kenyamanan


termal/suhu, kenyamanan visual/cahaya dan kenyamanan akustik/suara. Kenyamanan ini
bersifat subjektif tergantung dari kondisi fisik seseorang, seperti usia, jenis kelamin, warna
kulit dan kemampuan beradaptasi serta kondisi lingkungan. Akan tetapi kenyamanan ini
memiliki standar yang sama di setiap tempat yang harus dipenuhi oleh suatu bangunan.
Kenyamanan thermal adalah suatu kondisi thermal yang dirasakan oleh manusia bukan oleh
benda, binatang, dan arsitektur, tetapi dikondisikan oleh lingkungan dan benda-benda di
sekitar arsitekturnya.

-Kriteria dan Prinsip Kenyamanan Thermal

Standar internasional mengenai kenyamanan thermal ( suhu) ISO 7730 : 1994

menyatakan bahwa sensasi thermal yang di alami manusia merupakan fungsi dari 4 faktor
iklim yaitu: suhu udara, radiasi, kelembaban udara, kecepatan angin, serta faktor-faktor
individu yang berkaitan dengan laju metabolisme tubuh, serta pakaian yang di gunakan.

Untuk mencapai kenyamanan thermal haruslah di mulai dari Kualitas udara di sekitar kita
yang harus memiliki kriteria :

Udara di sekitar rumah tinggal tidak mengandung pencemaran yang berasal dari asap sisa
pembakaran sampah, BBM, sampah industru, debu dan sebagainya.

Udara tidak berbau, terutama bau badan dan bau dari asap rokok yang merupakan masalah
tersendiri karena mengandung berbagai cemaran kimiawi walaupun dalam variable proporsi
yang sedikit.

Prinsip dari pada kenyamanan thermal sendiri adalah, teciptanya keseimbangan antara suhu
tubuh manusia dengan suhu tubuh sekitarnya. Karen jika suhu tubuh manusia dengan
lingkungannya memiliki perbedaan suhu yang signifikan maka akan terjadi ketidak nyamanan
yang di wujudkan melalui kepanasan atau kedinginan yang di alami oleh tubuh .

Usaha untuk mendapatkan kenyamana thermal terutama adalah mengurangi perolehan panas,
memberikan aliran udara yang cukup dan membawa panas keluar bangunan serta mencegah
radiasi panas, baik radiasi langsung matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.

Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai
tahan panas yang besar, sehingga laju aliran panas yang menembus bahan tersebut akan
terhambat. Permukaan yang paling besar menerima panas adalah atap. Sedangkan bahan atap
umumnya mempunyai tahanan panas dan kapasitas panas yang lebih kecil dari dinding. Untuk
mempercepat kapasitas panas dari bagian atas agaksulit karena akan memperberat atap.

Tahan panas dari bagian atas bangunan dapat diperbesar dengan beberapa cara, misalnya
rongga langit-langit, penggunaan pemantul panas reflektif juga akan memperbesar tahan
panas. Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain yaitu:

A. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat.

B. Melindungi dinding dengan alat peneduh.

8
Perolehan panas dapat juga dikurangi dengan memperkecil penyerapan panas dari permukaan,
terutama untuk permukaan atap. Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang
kecil sedang warna gelap adalah sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan
temperature permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara luar. Hal
ini menyebabkan perbedaan temperatur yang besar antara kedua permukaan bahan, yang akan
menyebabkan aliran panas yang besar.

-Sirkulasi Udara

Prinsip upaya perancangan bangunan pada daerah beriklim tropis yang benar harus
mempertimbangkan pemanfaatan sebanyak mungkin kondisi alam, diantaranya adalah
pengupayaan pemikiran penghawaan alami untuk memenuhi kebutuhan udara dan kelancaran
sirkulasi udara pada bangunan tersebut.

Brown (1987:123) menyebutkan bahwa prinsip terjadinya aliran udara adalah, mengalirnya
udara dari daerah bertekanan tinggi kearah daerah yang bertekanan rendah. Perbedaan
tekanan udara terjadi karena adanya perbedaan temperatur pada masing-masing daerah
tersebut, dimana secara horizontal akan menimbulkan perbedaan tekanan dan secara vertikal
akan menimbulkan perbedaan berat jenis.

Dalam upaya pemanfaatan penghawaan alami, perlu diperhatikan bahwa pengaliran udara
yang perlahan-lahan namun kontinyu sangat mutlak diperlukan, agar udara didalam ruangan
selalu diganti dengan udara yang bersih, sehat, segar dan terasa nyaman. Pada kegiatan rumah
tinggal, pergantian udara bisa dikatakan baik apabila udara didalam ruangan dapat selalu
berganti sebanyak 15 m3/orang/jam, semakin kecil ukuran ruang, maka frekuensi pergantian
udara harus semakin sering.

Keterlambatan atau kekurangan volume pergantian udara didalam ruang akan meningkatkan
derajat kelembaban ruang, yang akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, disamping itu
udara kotor sisa gas buang yang tidak secepatnya tersalur keluar akan sangat merugikan
kesehatan pemakai ruang. Sebagai pedoman, suatu ruang akan terasa nyaman untuk tubuh
apabila kelembaban didalam ruang tersebut berkisar antara 40 60%. Pada ruang-ruang yang
jarang terkena pengaruh panas sinar matahari, maka pengendalian kelembaban sangat
ditentukan oleh kelancaran sirkulasi udara yang mengalir didalam ruang tersebut.

9
Kelembaban tinggi, disamping disebabkan oleh kurang lancarnya sirkulasi udara didalam
ruang dan kurangnya pengaruh sinar matahari, juga disebabkan oleh faktor-faktor:

Air hujan:

Akibat merembesnya air hujan dari luar dinding kedalam dinding bangunan,

Akibat merembesnya air hujan yang disebabkan oleh sistem talang air hujan yang tidak benar,
misalnya talang datar yang teletak diatas dinding memanjang,

Penyusupan air hujan melalui sela daun pintu, jendela dan lain-lain yang tidak rapat sempurna
dan masih terkena tampias air hujan.

Kondisi air tanah

Akibat merembesnya air dari tanah melalui pondasi dan dinding ke lantai secara kapilerisasi.

Dengan demikian pemecahan teknis akibat adanya kelembaban tinggi secara rinci juga
tergantung dari penyebab utama timbulnya hal tersebut.

Sirkulasi Udara Dengan Sistem Ventilasi Horisontal

Perancangan tata ruang yang benar harus dengan memperhatikan kelancaran sirkulasi atau
pengaliran udara yang dapat melalui seluruh ruang-ruang yang dirancang. Kelancaran aliran/
sirkulasi udara pada suatu susunan ruang bisa diperoleh dengan:

Membuat lubang-lubang ventilasi pada bidang-bidang yang saling berseberangan (cross


ventilation),

Memanfaatkan perbedaan suhu pada masing-masing ruang, karena udara akan mengalir dari
daerah dengan suhu rendah (yang mempunyai tekanan tinggi) kedaerah dengan suhu tinggi
(yang mempunyai tekanan rendah).

Dengan memperhatikan dua hal diatas, dalam perancangan tata ruang, perlu dipikirkan 1).
Spesifikasi arah angin dominan pada suatu lokasi dimana bangunan akan didirikan, dan 2).
Dengan memperhitungkan perancangan tata ruang yang dapat menghasilkan ruang dengan
kondisi suhu ruang yang bervariasi, untuk mengarahkan dan memperlancar sirkulasi udara
ruang, yaitu dengan upaya pengolahan pelubangan-pelubangan yang berbeda-beda.

Pada kasus-kasus tertentu dapat terjadi, angin yang datang masuk ke ruangan ternyata terlalu
kencang, sehingga justru menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Untuk mengatasi hal ini
perlu dipikirkan dan diupayakan adanya semacam louvre atau kisi-kisi yang dipasang pada
lubang tersebut. Kisi-kisi tersebut berfungsi sebagai sarana untuk membelokkan dan
memperlambat kecepatan angin yang masuk ruangan, sehingga ruangan bisa terasa nyaman.
Brown (1987:87) menyatakan bahwa dengan dipasangnya louvre atau kisi-kisi tersebut, dapat
mengurangi kecepatan angin dari 9 - 40 km/jam menjadi 5 7,5 km/jam.

Sirkulasi Udara Dengan Sistem Ventilasi Vertikal.

Mangunwijaya (1980:153) menyebutkan bahwa prinsip perancangan ventilasi vertikal adalah


berdasarkan suatu teori bahwa udara kotor dan kering akan selalu mengalir keatas secara

10
alamiah, sedangkan udara segar dengan berat jenis yang lebih besar akan selalu mengalir
kebawah atau selalu mendekati lantai.

Prinsip diatas harus diperhatikan dalam upaya perancangan tata ruang, sehingga pembuangan
udara kotor keluar ruangan dan suplai udara segar ke dalam ruangan dapat terpenuhi.

Penerapan prinsip-prinsip tersebut pada perancangan fisik ruang mencakup:

Pelubangan dan atau kisi-kisi pada langit-langit, yang memungkinkan udara kotor dan kering
bisa menerobos keluar ruangan secara vertikal,

Adanya pori-pori pada atap, aplikasinya pada susunan genting yang masih mempunyai sela-
sela.

Penerapan skylight,yaitu upaya memanfaatkan sinar matahari dengan sistem pencahayaan


dari atap, yang dikombinasikan dengan lubang-lubang ventilasi vertikal pada daerah tersebut,
dengan demikian panas akibat adanya radiasi sinar matahari dari skylight bisa berfungsi
sebagai penyedot udara, hal ini disebabkan didaerah tersebut terjadi tekanan udara rendah
akibat timbulnya kenaikan suhu udara,

Mangunwijaya juga menyebutkan bahwa, perencanaan penghawaan alami pada perencanaan


bangunan akan lebih efektif apabila merupakan penggabungan antara sistem ventilasi
horisontal dengan sistem ventilasi vertikal, karena kedua sistem tersebut akan saling
menunjang. Berdasarkan penelitian, upaya tersebut ternyata bisa menaikkan tingkat
keberhasilan 10% dibandingkan apabila sistem tersebut diterapkan secara terpisah.

Kegunaan dari aliran udara atau ventilasi adalah :


A. Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan yaitu penyediaan oksigen untuk pernafasan,
membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas-gas dan bakteri serta
menghilangkan bau.

B. Untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan thermal, mengeluarkan panas, membantu


mendinginkan bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan temperatur antara
udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang ventilasi. Kedua gaya
ini dapat dimanfaatkan sebaikbaiknya untuk mendapatkan jumlah aliran udara yang
dikehendaki. Jumlah aliran udara dapat memenuhi kebutuhan kesehatan pada umumnya lebih
kecil daripada yang diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama
sebaiknya digunakan lubang ventilasi tetap yang selalu terbuka. Untuk memenuhi yang
kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.

Penerangan Alami pada Siang Hari

Di Indonesia seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya cahaya ini untuk penerangan


siang hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya matahari langsung tidak
dikehendaki masuk ke dalam bangunan karena akan menimbulkan pemanasan dan
penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari. Cahaya langit yang sampai pada bidang
kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen :

A. Komponen langit.

11
B. Komponen refleksi luar

C. Komponen refleksi dalam

Dari ketiga komponen tersebut komponen langit memberikan bagian terbesar pada tingkat
penerangan yang dihasilkan oleh suatu lubang cahaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah :

A. Luas dan posisi lubang cahaya.

B. Lebar teritis

C. Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya

D. Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.

E. Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.

Pemanfaatan Sinar Matahari

Secara umum sinar matahari yang masuk kedalam ruangan bisa dibedakan dalam beberapa
jenis:

1. Sinar Matahari Langsung, yang masuk kedalam ruang tanpa terhalang oleh apapun,

2. Sinar matahari yang berasal dari pantulan awan,

Untuk nomor 1 dan 2 biasa disebut sinar langit.

3. Sinar matahari refleksi luar, yaitu sinar matahari hasil pantulan (refleksi) cahaya dari
benda-benda yang berada diluar bangunan, dan masuk kedalam ruangan melalui lubang-
lubang cahaya. Termasuk disini adalah sinar matahari yang terpantul dari tanah, perkerasan
halaman, rumput, pohon yang selanjutnya terpantul kebidang kerja didalam ruangan (bidang
kerja adalah suatu bidang khayal atau anggapan, setinggi 75 cm dari lantai, yang
dipergunakan sebagai titik tolak perhitungan penyinaran).

4. Sinar matahari refleksi dalam, yaitu sinar matahari pantulan cahaya dari benda-benda
atau elemen-elemen didalam ruang itu sendiri.
Sinar matahari yang bermanfaat karena terangnya, juga akan mendatangkan panas, atau
setidak-tidaknya akan menaikkan suhu ruang, dengan demikian perlu diperhatikan
kenyataan:

1) Bahwa gangguan sinar matahari datang dari silau sinarnya, dan kemudian sengatan
panasnya,
2) Sinar matahari disamping memberi terang juga memberi panas.

Dari kedua kenyataan diatas, perlu diambil langkah-langkah dalam upaya perancangan tata
ruang sebagai berikut:

12
o Dalam memanfaatkan sinar matahari, seoptimal mungkin kita memanfaatkan sinarnya,
namun sekaligus mengupayakan langkah-langkah untuk bisa mengurangi panas yang timbul,

o Dalam memanfaatkan potensi sinar matahari, kita tidak mengupayakan cahaya langsung,
tapi cukup cahaya pantulan atau cahaya bias.

o Untuk mendapatkan cahaya pantul/bias, lubang cahaya harus diletakkan didaerah bayang-
bayang.

o Pemanfaatan cahaya langsung didalam ruang biasanya hanya dipergunakan pada suatu
kasus atau keadaan khusus, yang memerlukan suatu effek arsitektural khusus, kesan
aksentuasi, atau untuk suatu fungsi-fungsi tertentu saja.

Menurut Dirjend Cipta Karya, (1987:12), disebutkan bahwa standard minimal lubang cahaya
untuk ruang-ruang kegiatan sehari-hari adalah 1/8-1/10 dari luas lantai. Dalam ungkapan
fisik, biasanya disain lubang cahaya merupakan pemikiran yang tidak terpisahkan dari disain
lubang ventilasi, dengan demikian rincian bentuk maupun perletakannya perlu dijabarkan
lagi dengan lebih detail dengan mempertimbangkan kedua aspek tersebut.

Derajat / tingkat Penyinaran.

Dalam kegiatan perancangan bangunan, upaya pemikiran pemanfaatan sinar matahari perlu
memperhitungkan 3 faktor yang akan mempengaruhi derajat/tingkat penyinaran suatu ruang,
yaitu:

o Ketinggian lubang cahaya

Yang dimaksud ketinggian lubang cahaya adalah jarak vertikal yang diperhitungkan dari
bidang kerja kearah ambang atas maupun ambang bawah lubang cahaya.
o Lebar Lubang Cahaya Lebar lubang cahaya merupakan dimensi horizontal dari lubang
cahaya tersebut.

o Kedalaman ruang

Kedalaman ruang adalah jarak batas ruang terluar dengan batas datang sinar (misalkan:
panjang oversteck dimuka ruang).

Berkaitan dengan ketiga faktor tersebut, menurut Soetiadji, (1986;23), ternyata terdapat
kaitan antara ketinggian lubang cahaya dengan tingkat/derajat penyinaran pada ruangan
berdasarkan tabel dibawah ini:

DERAJAT/TINGKAT PENYINARAN

KETINGGIAN LUBANG CAHAYA

JENDELA JENDELA DUA


SATU SISI SISI

1. Dikurangi 15 % Turun 19 % Turun 9,5 %

2. Dikurangi 30 % Turun 38 % Turun 25 %

13
3. Dikurangi 40 % Turun 63 % Turun 44 %

Menurut Soetiadji, lebar lubang cahaya juga memberi pengaruh pada derajat/tingkat
penyinaran sesuai tabel dibawah ini:

LEBAR LUBANG CAHAYA DERAJAT/TINGKAT


PENYINARAN

1. Dikurangi 22 % Turun 7 %

2. Dikurangi 50 % Turun 25 %

Dari tabel diatas, dapat dinyatakan bahwa ketinggian lubang cahaya ternyata lebih berperan
dalam menentukan derajat/tingkat penyinaran ruang dibandingkan dengan kelebaran
(dimensi horisontal) lubang cahaya.

Ungkapan diatas bisa dijabarkan lebih jelas sebagai berikut:

1. Bahwa walaupun lubang cahaya sudah cukup lebar, namun apabila ketinggian lubang
tersebut kurang memenuhi syarat, tidak akan menghasilkan tingkat penyinaran ruang yang
efektif.

2. Makin tinggi lubang cahaya, akan makin efektif tingkat penyinaran yang dihasilkan pada
suatu ruang.

Sedangkan pengaruh antara panjang/lebar oversteck dimuka lubang cahaya terhadap


derajat/tingkat penyinaran didalam ruang adalah sebagai berikut:

DERAJAT/TINGKAT PENYINARAN

PANJANG OVERSTECK

SISI DEKAT SISI JAUH

1. 60,00 CM Turun 14 % Turun 7,5 %

2. 120,00 CM Turun 24 % Turun 15 %

3. 180,00 CM Turun 39 % Turun 22 %

Dari tabel tersebut bisa dinyatakan bahwa oversteck dimuka lubang cahaya sangat
mempengaruhi derajat/tingkat penyinaran pada suatu ruang, dengan demikian perlu
perhitungan yang matang dalam perencanaan oversteck diatas/dimuka lubang cahaya, supaya
tidak merugikan kwalitas penyinaran pada ruang tersebut

14
4. Radiasi Panas Sinar Matahari.

Disamping memancarkan sinar/cahaya, matahari juga akan mengeluarkan panas. Panas


inilah yang harus ditanggulangi dalam upaya perancangan bangunan, setidak-tidaknya
dikurangi sehingga suhu ruangan bisa sesuai dengan yang diharapkan.

Beberapa pemikiran perancangan ruang sebagai upaya untuk mengurangi efek panas yang
disebabkan oleh radiasi panas sinar matahari adalah berdasarkan suatu prinsip memasang
lubang cahaya didaerah bayang-bayang/bias cahaya matahari.

Aplikasinya dalam ungkapan fisik sebagai berikut:

1. Memasang tabir sinar matahari pada bagian luar ruang/lubang cahaya. Cara ini bisa
mereduksi radiasi panas sebesar 90 95 %

2. Memasang tabir sinar matahari dibagian dalam ruang/lubang cahaya. Cara ini dapat
mereduksi radiasi panas sinar matahari sebesar 60 70 %

Tabir sinar matahari bisa berupa tabir horisontal (horizontal blind), atau tabir sinar matahari
vertikal (vertical blind), yang pemasangannya bisa dengan cara pemasangan dengan bentuk
permanen, atau yang bersifat adjustable/moveable, yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Pada penerapannya dalam ungkapan fisik, fungsi tabir sinar matahari bisa berfungsi ganda,
yaitu disamping sebagai sarana untuk mereduksi radiasi panas sinar matahari, juga sebagai
sarana pengatur derajat/tingkat penyinaran ruang, dengan demikian sebaiknya tabir sinar
matahari tersebut diberi warna yang terang/cerah untuk dapat memberi effek bias yang
maksimal.

Beberapa jenis shading device

15
BAB III

STUDI KASUS

Bangunan dengan konsep arsitektur tropis dari berbagai negara

3.1 Holy Stadium Semarang (Ratna Dilla Sukma)

Lokasi Penelitian : Holy Stadium JKI injil kerajaan, Arteri Grand Marina

Bangunan holy stadium adalah bangunan bentang lebar berfungsi sebagai gereja dengan luas
total 1,8 hektar mampu menampung 16.000 jemaat, gedung ini diarsiteki oleh Jimmy Priatman
dari Surabaya.

3.1.1Analisis Arsitektur Tropis

A. Analisis Respon Terhadap Matahari

16
Pergerakan matahari dan orientasi bangunan holy stadium

(sumber: google earth)

Bangunan berorientasi menghadap ke utara dan selatan, sehingga pemanasan yang


terjadi pada bangunan relatif sedikit ditambah pada sisi timur dan barat bangunan diberi
selimut (double layer) pada prinsipnya double layer mampu menahan panas dari
matahari karna memberikan ruang hampa udara dengan maksud menahan panas
agartidak cepat merambat sampai kedalam. Yang menarik bangunan holy stadium
malah justru membuat bukaan yang sangat besar pada bagian timur dan barat, tujuan
dari hal ini adalah untuk mendapatkan pencahayaan alami yang maksimal, mengingat
bangunan ini merupakan bentang lebar sehingga bagian tengah cenderung sulit
mendapatkan `; pencahayaan alami Untuk mendapatkan pencahayaan alami juga
cukup mengesankan yakni dengan memanfaatkan struktur atap yang dibuat roof
monitor sehingga sepanjang bangunan mendapatkan pencahayaan alami yang merata.

17
Tampak timur dan barat bangunan

(sumber: dokumen pribadi)

Atap bangunan dengan menggunakan zinc yangkemudian diberi insulasi panas yang
juga sebagai pengendali akustik dalam bangunan. Pencahayaan alami juga
dimanfaatkan pada ruangan holystadium

Lampu lobby

(sumber: dokumen holy stadium)

18
Pencahayaan alami lobby holy stadium

(sumber : dokumen pribadi)

Pencahayaan alami holy stadium dalam greja

(sumber : dokumen pribadi)

Holy Stadium ini juga menggunakan space truss double layer dengan sambungan
mero/ball join, dengan penutup zinc, space truss didesain juga sebagai tempat instalasi
lampu dan diantara gording dan terdapat insulasi panas yang juga berfungsi sebagai
peredam suara.

Peredam suara dan raging lampu

(sumber : dokumen pribadi)

19
Gambar denah atap

(sumber : dokumen pribadi)

AC di holy stadium di desain tanpa ducting sekalipun total diameternya yang mencapai
75 meter, pendingin udara dalam ruangan dengan desain aerasi nozzle jet, nozzle jet
dipasang disekeliling dinding holy stadium, melalui nozel jet dapat udara dingin yang
disemprotkan mencapai hingga 38 meter. Total nozzle jet yang dipasang 156
disekeliling gereja dan 36 lainnya ditempatkan pada dinding belakang altar . Udara
Breezy disemprotkan keluar dari nozeljet merembes ke bawah untuk memberikan aerasi
segar dan sejuk untuk seluruh jemaat . Pada bawah nozel jet juga terdapat lubang
lubang yang fungsinya untuk meloloskan udara panas keluar dari bangunan sehingga
penggunaan energy ac dapat lebih effisien, Kekuatan suply listrik ac berasal dari diesel
yang diletakan diluar bangunan.

Gambar nozel jet

(sumber : dokumen pribadi)

20
Gambar nozel jet

(sumber : dokumen pribadi)

B. Analisis Respon Terhadap Aliran Angin

Holy stadium berorientasi ke barat dan timur, posisi ini disesuaikan dengan hembusan
angin laut yang berhembus ke tanah pada siang hari dan hembusan angin gunung yang
berhembus ke laut pada waktu malam hari, hal ini membantu penghapusan panas pada
bangunan, terutama pada koridor holy stadium, dengan koridor yang memanfaatkan
bukaan pintu udara dapat terus mengalir sehingga pada bangunan lobby tidak
menggunakan ac. Respon terhadap aliran angin, angin yang bertiup disekitar holy
stadium yakni angin darat dan angin laut, karena daerahnya yang sangat dekat dengan
pantai, hal ini juga berdampak buruk bagi kesehatan besi dan baja, karena angin juga
membawa banyak kandungan garam dan uap air yang menyebabkan terjadinya karatdan
korosi, hal ini ditanggulangi dengan membuat ruang terbuka hijaudisebelah utara
bangunan yang ditanami barier vegetasi untukmenyaring uap air dan garam akibat
aliran angin dari arah pantai.

Roof monitor sky light

(sumber: dokumen pribadi)

Sedangkan angin dari arah selatan diamnfaatkan sebagai penghawaan alami, aliran
angin yang cukup besar, direspon dengan masa lingkaran yang ada didalam bangunan

21
sebagai aero dinamis sehingga angin yang masuk tidak menabrak bidang datar, tapi
mengikuti bidang lengkung dari massa, sehingga dapat mengalir keseluruh lobby
bangunan.

denah

(sumber: dokumen pribadi)

C. Analisis Respon Terhadap Kenyamanan Thermal

Pada bangunan holy stadium temperature udaranya pada kisaran 28 - 30C dengan
kelembaban udaranya ada padakisaran 58 62% bangunan ini terasa cukup sejuk,
bermacamteknology penunjang bangunan ini antara lain:

1. kaca anti ultra violet untuk bukaan yang menghadap ke arah matahari, sehingga
sifatnya reflektif

2. selimut bangunan, penerapan double layer padabangunan holy stadium sehingga


bangunan inti tidak langsung berhadapan dengan sinar matahari

3. insulasi pada atap untuk menahan panas turun kebagian bawah bangunan

4. pintu yang berfungsi untuk mengalirkan udara masuk.

tampak timur dan barat bangunan

Merupakan sisi yang diberi perlindungan dengan double layer

(sumber : dokumen pribadi)

22
effek shading bangunan

(sumber : dokumen pribadi)

Kenyamanan thermal bangunan, Pada bangunan holy stadium temperature udaranya


pada kisaran 28 - 30C dengan kelembabanudaranya ada pada kisaran 58 62%
bangunan ini terasa cukupsejuk, ditengah teriknya sinar matahari dan panasnya iklim
mikropada siang hari karna berada didaerah pantai untuk mencapai thermalyang baik
maka agar dapat mencapai passive building yang baikmaka, bangunan perlu ditunjang
dengan teknologi terkini yangmampu mewujudkan kenyamanan thermal tersebut,
diantaranya:

1. Kaca anti ultra violet

kaca anti ultra violet ditempatkan pada bagian utara dan selatan, tujuannya untuk
memasukan cahaya tanpa memasukan panas kedalam bangunan, bukaan ini dilakukan
pada 2 bukaan besar pada sisi barat dan timur pada holy stadium, agar dapat
memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari, dan pada bagian lobby utara yakni
area office

2. Selubung bangunan

menahan panas, juga melindungi kekokohan struktur bangunan, agar tidak teroksidasi
air dan garam yang dibawa oleh angin laut.

Kaca yang merefleksi sinar ultraviolet

23
(sumber: dokumen pribadi)

3. Insulasi atap

pada bagian ini terjadi fenomena fisika yang cukup menarik, bagian atap diberi insulasi
panas sedangkan bagian atap yang menonjol tidak diberi, tujuannya agar panas yang

terakumulasi pada atap bangunan dapat ditahan oleh insulasi panas sehingga tidak
membesar sampai kebawah, dan panas yang ada pada atap mendukung terjadinya stack
effect melalui lubang lubang tribun, sehingga angin dari koridor dapat mengalir
kedalam ruang peribadatan dan diharapkan pergerakan angin juga dapat mencapai atap
untuk membuang hawa panas tersebut keluar dari dalam bangunan.

Gambar selubung double layer

(sumber: www.indonesiadesign.com)

Gambar selubung double layer

(sumber: www.indonesiadesign.com)

4. Pintu sebagai lubang penghawaan

yang unik dari bangunan holy stadium yaitu jendela bukan sebagai lubang penghawaan
utama melainkan pintu pintu lobby hal ini lebih memungkinkan angi yang masuk
menjadi lebih besar, apalagi angin menuju laut yang memang relatif sudah cukup besar.

D. Analisis Respone Terhadap Air Hujan

Respone terhadap air hujan pada bangunan ini dapat ditunjang terlihat dengan adanya
elemen-elemen sebagai berikut:

24
1.Kanopi polycarbonat

Kanopi ini didesain transparan, sehingga pemanfaatannya bukanlah sebagai


perlindungan terhadap sianar matahari, melainkan perlindungan terhadap hujan, karna
pada lobby utaradifungsikan sebagai dropoff

2.Pipa talang air hujan

Mengingat daerah tropis yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi maka desain
pipa talang perlu diperhatikan apalagi atap holy stadium yang tinggi jika air turun
secara langsung limpahannya yang besar juga dapat mempersulit akses masuk kedalam
bangunan. Yang sayang dari talang ini, talang tidak didesain estetis, malah
justruberkesan memperburuk visualisasi dari bangunan holy stadium sendiri.

Kanopi polycarbonat

(sumber: dokumen pribadi

25
3.2 Tan VillaMarryn Road 40a(Uci Yusri Novita)

1.Deskripsi
Marryn road adalah sebuah bangunan rumah tinggal yang singapore yang dibangun tahun
2008,rumah ini milik Mr Andrian Tan.,tan memberi nama bangunan ini taman villa
tan,bangunan ini sudah di desain sejak tahun 2001 .bangunan ini memenangkan gelar
bergengsi Singapura Institute of Architech Design Award tahun 2004
Rumah tropis yang indah ini dirancang oleh Aamer architect. Rumah ini adalah rumah
ketiga yang dimiliki tan,awalnya dia sudah memiliki 2 buah rumah untuk masa depan kedua
anaknya
2.Konsep

Idenya adalah rumah baru ini didesain selaras dengan rumah sebelunya tetapi
berbeda.Adrian secara khusus meminta adanya taman dan kolom ikan koi .Oleh karena itu ,
kolam renang dirancang di atap dengan pandangan menakjubkan dan di bagian atas ada
perkebunan sedangkan lantai pertama dan kedua adalah ruang pokok

3.Analisa arsitektur tropis

Bangunan ini terdiri atas 3 lantai

1.Kenyamanan Termal

Berada di antara Indonesia dan Malaysia, negara Singapura beriklim sama yaitu iklim
tropis, hangat dan lembab sepanjang tahun, suhu rata-rata sekitar 23C 32C. Musim hujan
biasanya dimulai dari bulan November hingga Januaris

26
Penggunaan kayu dan beton serta dan granites marmer sebagai bahan bangunan sangat
terlihat disini . Kayu adalah Penjaga panas dan dingin.Kayu menjaga agar energi yang bocor
dari rumah jauh lebih sedikit. Kayu akan menciptakan kehangatan dan kesejukan di dalam
rumah , kayu adalah alternatif yang paling tepat dibandingkan dengan batu bata atau beton.
Kayu merupakan isolasi panas yang paling ekonomis

Di lantai 1 dipasang kanopi yang cukup lebar untuk menahan air langsung dari
atas,kanopi ini terbuat dari kaca,sehingga panas matahari tidak terhalang masuk ke dalam
rumah

Di lantai 3 bangunan ini dimanfaatkan sebagai kolom renang sehingga tidak diberi
atap ,hanya ruangan bersantai di samping kolom renang yang menggunakan atap,dengan

27
adanya kolom renang di lantai 3 akan menjadikan udara di lantai bawah menjadi lebih sejuk

Ruang bukaan hijau banyak dijumpai di rumah ini,walaupun dengan ukuran yang tidak
terlalu besar,namun memberikan efek sejuk dan pertukaran udara yang baik antar ruangan

Bangunan ini ditumbuhi tanaman merambat yang melilit vertikal kayu trellises yang
membentang di atas atap kolam renang

Rumah ini ditanami tumbuhan hijau di sekelilingnya ,yang berfungsi sebagai pelindung dari
cahaya matahari langsung dan sumber udara bersih sehingga udara di sekitar bangunan tetap
stabil

28
2.Aliran udara

Rumah ini dilengkapi dengan pintu kaca di dekat ruangan terbuka hijau yang dapat
dibuka ,yang menyebabkan sirkulasi angin dapat terjadi dengan baik,sehingga ruangan tidak
pengap.

Untuk mengakses lantai 2 dan lantai 3 dapat melewati tangga yang ada di samping
bangunan ,tangga ini di desain sedemikian rupa sehingga tidak menghalangi udara untuk ke
dalam ruangan

3.Penerangan

Pada siang hari rumah ini menggunakan pencahayaan alami dari sinar matahari,cahaya
matahari mampu masuk keseluruh ruang karena desain bangunan yang dibuat sedemikian

29
rupa.Penggunaan kaca sebagai jendela juga memungkinkan cahaya matahari masuk ke dalam
rumah

Pada malam hari menggunakan penerangan dari lampu lampu

Dinding beton dikombinasikan dengan kaca sehingga cahaya dari luar tetap masuk ke
dalam rangan sehingga tidak perlu penerangan tambahan

Di lantai 3 adalah kolom renang tanpa atap dan juga terdapat ruangan untuk bersantai bagi
anggota keluarga,cahaya matahari langsung masuk ke dalam ruangan

30
Kamar mandi juga di bangun dari batu granit dengan dinding kaca sehingga sinar matahari
dapat masuk ke dalam kamar mandi

Begitu juga di lantai 1 ,Penggunaan kaca pada jendela di seluruh bangunan


memnungkinkan cahaya dapat masuk ke dalam ruangan

Bangunan ini mempunyai bukaan kecil di kamar mandi guna membuat cahaya alami dari
luar dapat masuk dan udara segar di dalam ruang

31
3.3 THE NEW CASA WABI FOUNDATION ( Tiara Desmalina)

Location : puerto escondido, oaxaca, mexico

Architect : tadao ando

Founder : bosco sodi

Directior : patricia martin

Casa wasabi foundation adalah proyek bidang objektif untuk menuangkan ide, membuka
posteran konstruksi antara nasional dan internasional seniman di berbagai bisnis dan disiplin
ilmu.

32
Casa wasabi berasal dari bahasa Jepang yaitu wabi sabi, artinya seni yang memancarkan
kecantikan yang tersirat, dalam peristiwa dan jauh didalam alam. Berlokasi sejauh 500ml
dari kota Meksiko, diekat pantai pasifik Oaxaca, diluar dari kota puerto escondido.

Bertempat diantara gunung dan lautan, casa wabi telah didesain oleh arsitek jepang tadao
ando. Fasilitas didalamnya terdapat ruang multifungsi, 6 ruang studio asrama, dan sebuah
taman.

Pada bagian2 dari casa wasabi digunakan tembok yang terbuat dari beton untuk menghindari
panas dari sinar matahari saat siang hari, dan atap yang terbuat dari jerami untuk menyerap
panas matahari . Banyak terdapat bukaan untuk mengoptimalkan cross ventilation.

Casa wabi adalah desain sebagai ruang bagi para seniman untuk konferensi melalui program
kependudukan, taman sculpture dan film series.Menjelajahi dan pertukaran ide baru dan
konsep dengan sesama seniman, para partisi akan menemukan ide mereka sendiri untuk
pengembangan profesional .

33
Tujuannya adalah untuk mempromosikan kesatuan, bersamaan dengan inovasi dan keunikan,
dan koleksi baru dari seni yang tidak tersaring, pencahayaan dari aspek manusia dari
hubungan antara seni dan alam .

Pengembangan dari museum mengembangkan ekspresi estetik berbeda dari museum gallery,
dan mendorong interaksi antara alam , seni kontemporer , arsitektur dan komunitas lokal
yang membuat seni yang unik dan inovatif.

Kombinasi material dan teknik arsitektur modern dan tradisional, struktur beto, mengikuti
gaya dari tadao ando tapi juga mengunakan wilayah tradisional konstruksi palapa.

34
Ini adalah paviliun terbuka yang dipadukan dengan atap yang terbaut dari daun palm yang
dikeringkan yang berasal dari area meksiko. A 67- acre kebun botanik diatur untuk menjadi
pondasi luar yang kontemporer yang merupakan koleksi lengkap dari skema.

35
3.4 Willow House, singapura (Jenita Septia Ningrum)

Willow house, sebuah residen untuk keluarga yang berda di atas bukit di Singapore.
Keuntungan diambil dengan mengusahakan memasukkan angin dengan menghilangkan
sistem ruang massive tertutup dan menggantinya menjadi sistem teras, sedikit menggunakan
dinding, serta memperbanyak bukaan. Sehinga setiap ruangan pada Willow House pasti akan
memperoleh angin segar alami dan cahaya matahari yang cukup. Salah satu metode untuk
memperluas bangunan lainnya adalah dengan mengaktifkan ruang atap menjadi green roof
yang dapat dipergunakan untuk aktivitas lain. Dan terdapat perpaduan elemen-elemen
geometris batu dan kayu dengan unsur pohon di tengahnya.

Bangunan ini dibangun oleh Guz architects, guz menciptakan konsep home with soul pada
desainnya

Bangunan ini termasuk salah satu bangunan hemat energy karena banyak nya bukaan pada
setiap ruangnya dan merupakan bangunan ramah lingkugan, kesehatan dan kenyamanan
terdapat didalamnya

36
3.5 MASJID NEGARA MALAYSIA (Salsabila Rivani)

Sesuai dengan namanya, Masjid Negara merupakan Masjid Nasional Malaysia yang berada di
Ibukota Negara, Kuala Lumpur. Masjid Negara mampu menampung 15 ribu jamaah
sekaligus, menjadikannya sebagai masjid terbesar di Malaysia pada saat selesai dibangun,
sampai kemudian Masjid Biru di Shah Alam berdiri. Tak hanya luas, besar, dan megah, tapi
juga dikelilingi oleh taman yang ditata begitu apik dan indah. Masjid Negara merupakan
lambang keagungan Islam, sebagai agama resmi di Malaysia.
Masjid Negara dirancang oleh tiga arsitek, masing masing adalah Howard Ashley dari
departemen pekerjaan umum Inggris dan dua Arsitek pribumi, Hisham
Albakri dan Baharuddin Kassim. Dibangun tahun 1965 dilokasi Gereja Venning Road
Brethren Gospel Hall yang sudah berdiri disana sejak tahun 1922 kemudian diambil alih oleh
pemerintah Malaysia untuk membangun Masjid Negara. Bangunan masjid negara Malaysia
dibangun sebagai masjid moderen dan megah dengan struktur beton bertulang serta
menyimbolkan aspirasi bangsa Malaysia yang ketika itu baru saja memperoleh kemerdekaan
dari Inggris.

Arsitektural Masjid Negara

Kawasan Masjid Negara menempati lahan seluas 13 hektar dan bangunan utamanya seluas
lebih kurang 3 hektar. Seluruh kawasan masjid di kelilingi sebahagian besar oleh tembok
konkrit dan sebagian lagi oleh pagar. Dilengkapi tujuh pintu masuk. Fasilitas untuk
pengunjung non muslim juga disediakan termasuk toilet umum. Pintu masuk khusus
wisatawan luar dan dalam negeri berada berdekatan dengan Dewan Bandaraya Kuala
Lumpur.
Secara umum, Masjid Negara dibangun bergaya masjid moderen. Arsitektural masjid ini
dikenali dengan sebuah menara setinggi 73 meter dan kubah di atap masjid yang bila dilihat
dari udara berbentuk bintang 16. Kubah dengan bentuk bintang 16 ini cukup unik, bila dilihat
dari samping sangat jelas terlihat bahwa kubah Masjid Negara berbentuk payung yang sedang
terbuka sebagian, sinonim dari pelindung terhadap sengatan panasnya matahari tropis juga
melambangkan aspirasi negara yang independen. Kubah berbentuk payung di Masjid Negara
berukuran tinggi 84ft dan diameter 200ft.

37
Tampak Masjid Negara Malaysia.Bangunan putih di bagian depan adalah makam para
pahlawan Malaysia.

Sisi dalam kubah payung dihias dengan ukiran kaligrafi ayat suci Al-quran
dari bahan alumuium menyimbolkan kesultanan di Malaysia dan terlihat begitu indah
dari dalam masjid. Sedangkan bagian puncak bangunan menaranya menyerupai
bentuk payung yang sedang tertutup. Digunakannya struktur beton bertulang pada
atap utama adalah untuk mendapatkan ruang yang lega bagi ruang sholat utama.
bangunan masjid ini terpantul dengan indah dari kolam dan pancuran air yang sengaja
dibangun disekeliling masjid.
Konsep bangunan masjid yang rampung dikerjakan selama tiga tahun, sejak
1962 hingga 1965 ini, menyerupai rumah panggung Melayu yang berdiri kokoh di
atas tonggak dari beton. Beton yang menjadi bagian utama badan masjid ini diberi
variasi berupa lubang dengan desain yang menarik, sehingga tak hanya berfungsi
sebagai sirkulasi udara. Konsep yang demikian konon adalah karakter arsitektur tropis
modern yang khas lokal. .

Tak jauh dari Masjid Negara terdapat Taman Makam Pahlawan Nasional
Malaysia, tempat dimakamkannya beberapa politisi malaysia diantaranya adalah Tun
Abdul Razak, Tun Hussain Onn dan lain lain. Maosoleum Makam Pahlawan dibangun
dengan atap berbentuk tujuh bintang tujuh bila dilihat dari udara.

Interior Masjid Negara Malaysia pada siang hari.

38
Bentuk kubah masjid dari dalam.

Fasilitas Masjid Negara

Ruang sholat Masjid Negara memiliki luas sekitar 22,500 kaki persegi, dilengkapi
juga dengan ruang sidang, Makam Pahlawan, perpustakaan umum, ruang kantor,
halamanluas, menara, ruang khusus kerajaan dan ruang imam. Disediakan juga ruang
khusus untuk radio dan televisi, dan keseluruhan ruang sholat di Masjid Negara
dilengkapi penyejuk udara. Makam tujuh pahlawan negara yang disebut di awal tadi
terletak di baagian barat Masjid.
Masjid Negara dilengkapi dengan 3 pintu besar dan satu pintu khusus untuk
keluarga kerajaan, pejabat tinggi pemerintah dan tamu negara. Lobi masjid ada di
lantai bawah, satu lantai dengan tempat berwudhu, kamar mandi tempat menyimpan
alas kaki dan ruang istirahat bagi jamaah yang datang dari luar kota. Sebelum sampai
ke ruang sholat utama di tingkat pertama terdapat halaman besar. Di bagian tengah
halaman ini terdapat payung dari beton berukuran 48 ft, plus kolam-kolam beserta
beberapa buah pancuran.

Ruang sholat Utama Masjid Negara Malaysia. Bukaan kaca segitiga bermozaik
warna biru itu merupakan celah diantara lekukan kubah berbentuk payung di atap
masjid.

Ruang sholat utama bertembok konkrit bertulang dan ditutup dengan marmar
Itali. Ruang utama masjid dapat di akses melalui 7 pintu dari Jalan Lembah, Jalan
Perdana, Jalan Kinabalu and Jalan Cenderasari. Tersedia juga terowongan bawah

39
tanah yang menghubungkan masjid dengan stasiun kereta api di jalan Hishamuddin.
Fasilitas untuk pengunjung non muslim juga disediakan termasuk fasilitas toilet yang
dibangun oleh Kuala Lumpur City Hall.
Diatas masing masing pintu ini dipasang kaligrafi ayat ayat suci Al-Quran dengan
mozaik bewarna biru dan keemasan. Di atas ruang sholat utama ini tempat kubah
payung masjid berada. Dibagian bawah kubah, selain dihias dengan kaligrafi juga
dihias dengan kaca mozaik dan emas putih.

Kubah Masjid Negara ditopang oleh 16 tiang utama berdiameter 3 ft. Sebelum di
renovasi, mihrab Masjid Negara tadinya berbentuk bersegi seperti pintu namun
kemudian di ubah berbentuk melengkung seperti gerbang. Mihrab ini bertatahkan
ayat-ayat al-Quran bernuansa Maroko. Paras tembok yang mengelilingi mihrab ini
juga seni bangunan Maroko. Mimbar, tempat imam berkhutbah terletak di sebelah
kanan mihrab. Mimbar yang berbentuk seperti beranda ini dibuat dari kayu. 16
chandelier turut menghias interior Masjid Negara. Lampu lampu tersebut merupakan
sumbangan dari para Sultan, Gubernur dan bekas Yang Di Pertuan Negara Singapura.

Kolam kolam air disekitar masjid Negara

40
BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan & Saran

1.Holy Stadium Semarang

Holy stadium termasuk bangunan high tech karena memenuhi 5 dari 6 kriteria high tech
Material kaca bukan penyebab utama pemanasan terhadap bangunan yang dibuktikan dengan
pembangunan holy stadium yang 30% dari eksteriornya menggunakan material transparan.
Penerapan bangunan high tech terhadap iklim tropis sudah terpenuhi mulai dari matahari,
hujan, dan angin.
Bagi seorang arsitek harus biisa mengefektifkan penggunaan energi bangunan

2.Marryn Road Villa

Adalah bangunan yang berhasil menerapkan konsep arsitektur tropis


Pemilihan material kayu dan batu granit untuk menjaga suhu ruangan tetap stabil,rumah ini
memiliki banyak bukaan kaca dan ruang terbuka hijau untuk sirkulasi udara
Respon bangunan terhadap cahaya matahari dan hujan, sirkulasi udara, dan penerangan
sesuai dengan iklim tropis di Singapura

3.The new Casa wabi foundation

Merupakan bangunan yang berhasil menerapkan konsep arsitektur tropis


Bangunan ini memberikan respon yang baik, Dari segi pencahayaan dapat teratasi dengan
banyak nya bukaan, dan jendela sebagai jalan masuk cahaya matahari, kemudian atap yang
terbuat dari daun palm kering, kolam, serta taman disekitarnya membantu menyejukkan
kondisi sekitar bangunan yang beriklim tropis kering.

4.Willow House

Adalah hunian di Singapura yang menerapkan konsep arsitektur tropis


Rumah ini memiliki banyak bukaan agar udara dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam
rumah
Rumah ini memiliki sedikit sekat antara ruangannya

5.Masjid Negara Malaysia

Merupakan masjid yang menggunakan konsep modern dimana bangunan tersebut berhasil
menerapkan konsep arsitektur tropis
Penggunaan beton sebagai material utama, pencahayaan yang memadai untuk aktivitas siang
hari sehingga dapat menghemat energi, dan kolam yang berada dilingkungan masjid guna
memberi kesan sejuk.

41
DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/8904965/200873785-penerapan-arsitektur-tropis-pada-bangunan-high-tech-
pdf

http://Merryn Road 40 Aamer Architects _ ArchDaily.html

http://aasarchitecture.com/2014/11/casa-wabi-foundation-tadao-ando.html

http://media.rooang.com/2015/01/ini-7-rumah-tropis-termegah-disingapura-bagian-1/

http://bujangmasjid.blogspot.co.id/2011/2004/masjid-negara-mesjid-nasional-malaysia.html?m=1

42
43
44