Anda di halaman 1dari 125

PERENCANAAN

BATANG TEKAN
SI-3212 Struktur Baja
Muhammad Riyansyah, ST., Ph.D.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 1


Penampang Struktur untuk Tekan

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 2


SNI 1729:2015
BAB E Desain Komponen Struktur untuk Tekan
Definisi struktur tekan
Tekuk pada struktur tekan
Panjang efektif dan batas kelangsingan komponen struktur
tekan
Tekuk lentur dari komponen struktur tanpa elemen
langsing
Tekuk torsi dan tekuk torsi-lentur dari komponen struktur
tanpa elemen langsing
Komponen struktur tekan siku tunggal
Komponen struktur tekan tersusun
Komponen struktur dengan elemen langsing

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 3


Struktur Tekan
Komponen (member) struktur yang hanya
menerima gaya aksial tekan, yang bekerja
pada centroid penampang
Diasumsikan:
Tegangan terdistribusi merata di seluruh penampang
Eksentrisitas (akibat ketidaksempurnaan)
pembebanan diabaikan
Tegangan tidak merata akibat tegangan residual
diabaikan

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 4


Tekuk pada Struktur Tekan
Tekuk lentur (tekuk Euler), fenomena komponen struktur
tekan tiba-tiba menerima lentur (bending) ketika
komponen struktur menjadi tidak stabil
Tekuk lokal, terjadi ketika sebagian atau seluruh bagian
dari penampang komponen struktur sangat tipis sehingga
bagian tersebut mengalami tekuk lebih dahulu
Tekuk lentur-torsi, terjadi pada komponen struktur
dengan penampang tertentu; komponen struktur
mengalami kombinasi dari lentur dan torsi pada saat
bersamaan

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 5


Tekuk Global vs Tekuk Lokal

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 6


Sumbu Utama Penampang

Arah tekuk

Arah tekuk

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 7


Sumbu Utama Penampang

Sumbu-kuat dan sumbu-lemah ditentukan oleh jari-jari girasi

>
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 8
Hasil Test Pembebanan Struktur Tekan

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 9


Beban Tekuk Kritis Euler
Beban tekuk kritis

=
( )
dan karena = / atau = maka

= =
( )
Jika dikaitkan dengan definisi sumbu-kuat dan
sumbu-lemah, untuk nilai yang sama, beban
tekuk kritis untuk sumbu-lemah akan lebih kecil
(lebih kritis/menentukan)
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 10
Tegangan Kritis Euler

Ideal

Kondisi real

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 11


Panjang Efektif
Panjang pada persamaan Euler adalah
jarak antara titik perubahan arah tekuk (inflection
point) panjang efektif
Titik perubahan arah tekuk (inflection point) juga
merupakan titik di mana terjadi momen sama
dengan 0 (zero-moment)
Selain panjang komponen, juga dipengaruhi oleh
kondisi ujung-ujung struktur tekan (end/boundary
conditions)
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 12
Panjang Efektif

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 13


Panjang Efektif
Dalam SNI 1729:2015,
=
faktor panjang efektif
panjang tak terkekang (unbraced) dari komponen

Tabel C-A-7.1
(AISC 360-10)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 14


Panjang Tak Terkekang (Unbraced Length)
Panjang tak terkekang, , untuk masing-
masing sumbu tekuk bisa berbeda
Kekangan lateral (lateral bracing) harus
cukup kaku sehingga komponen struktur
tidak bisa bergerak dalam arah lateral
maupun berputar (torsi)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 15


Pembatasan Kelangsingan Komponen
Disarankan untuk membatasi kelangsingan
komponen struktur tekan (Pasal E2),

200

Untuk struktur tekan dengan kelangsingan yang


melebihi 200, harus ada penanganan khusus
(extra special care) , baik untuk fabrikasi,
transportasi, maupun pelaksanaan di lapangan

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 16


Tegangan Kritis vs Kelangsingan Komponen

=
1.0 ( )
Fy

Fcr =
0.658 Fe F
y
Fcr/F y

0.39 F cr = 0.877 Fe

Hanya memperhitungkan E KL
4.71
TEKUK GLOBAL Fy r

Penampang komponen tekan
tidak ada yang langsing

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 17


Review 1
BATANG TEKAN mode keruntuhannya adalah TEKUK
Tegangan pada saat TEKUK adalah TEGANGAN
KRITIS. Tegangan pada penampang komponen batang
tekan tidak bisa melebihi TEGANGAN KRITIS (batas
maksimum).
TEGANGAN KRITIS bergantung pada, salah satunya,
adalah KELANGSINGAN KOMPONEN STRUKTUR
KELANGSINGAN KOMPONEN STRUKTUR bergantung
pada PANJANG TAK TERKEKANG, KONDISI UJUNG,
dan JARI-JARI GIRASI

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 18


Kelangsingan pada Struktur Tekan
Kelangsingan komponen (member) struktur
tekan

Kelangsingan salah satu bagian (elemen) atau


seluruh bagian penampang komponen struktur
tekan (Pasal B4.1)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 19


Elemen Penampang

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 20


Batas Kelangsingan Penampang Struktur Tekan
Pembatasan kelangsingan penampang bertujuan untuk
menghindari terjadinya tekuk lokal
Terjadinya tekuk lokal, membuat penampang tidak
mampu mencapai tegangan kritis di seluruh
penampang
Batas kelangsingan penampang, , nilainya
bergantung pada Modulus Elastisitas, , dan
Tegangan Leleh Minimum,
Batasan kelangsingan penampang untuk berbagai jenis
penampang yang umum terdapat pada Tabel B4.1

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 21


Batas Kelangsingan Penampang Struktur Tekan

Tabel B4.1a

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 22


Batas Kelangsingan Penampang Struktur Tekan

Tabel B4.1a (lanjutan)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 23


Batas Kelangsingan Penampang Struktur Tekan

Tabel B4.1a (lanjutan)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 24


Review 2
BATANG TEKAN mode keruntuhannya adalah TEKUK
Tegangan pada saat TEKUK adalah TEGANGAN KRITIS. Tegangan
pada penampang komponen batang tekan tidak bisa melebihi
TEGANGAN KRITIS (batas maksimum).
TEGANGAN KRITIS bergantung pada
Kelangsingan komponen struktur, dan
Kelangsingan penampang
KELANGSINGAN KOMPONEN STRUKTUR bergantung pada
Panjang tak terkekang
Kondisi ujung, dan
Jari-jari girasi
KELANGSINGAN PENAMPANG bergantung pada
Rasio lebar-tebal
Rasio diameter-tebal
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 25
Kuat Tekan Komponen Struktur Tekan
Kuat tekan nominal ditentukan sebagai
nilai terendah dari kuat tekan nominal
berdasarkan (Pasal E1) :
Kondisi batas tekuk lentur
Kondisi batas tekuk torsi
Kondisi batas tekuk torsi-lentur

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 26


KUAT TEKAN TEKUK LENTUR
TANPA ELEMEN LANGSING
SNI 1729:2015 Pasal E3

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 27


Kuat Tekan Tekuk Lentur (Tanpa Elemen Langsing) Pasal E3

Kapasitas tekan berdasarkan kondisi batas tekuk lentur


Pers. E3-1 =
= 0.90
tegangan kritis (MPa)


Pers. E3-2 4.71 atau 2.25 = 0.658

Pers. E3-3 > 4.71 atau > 2.25 = 0.887

Pers. E3-4 Tegangan tekuk Euler =

Catatan:
Nilai ( / ) yang digunakan adalah yang paling menentukan dan relevan

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 28


KUAT TEKAN
TEKUK TORSI & LENTUR-TORSI
TANPA ELEMEN LANGSING
SNI 1729:2015 Pasal E4

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 29


Kuat Tekan Tekuk Torsi & Lentur-Torsi (Tanpa Elemen Langsing) Pasal E4

Kapasitas tekan berdasarkan kondisi batas tekuk torsi dan tekuk torsi-lentur
Diterapkan untuk komponen struktur simetris tunggal dan asimetris, atau
komponen struktur simetris ganda tertentu
Pers. E4-1 =
= 0.90

Untuk siku ganda dan profil T

Pers. E4-2 = 1 1

dihitung dengan Pers. E3-2 atau Pers. E3-3 untuk tekuk lentur terhadap

sumbu-y, dengan = untuk profil T, atau = dari Pasal E6


untuk siku ganda

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 30


Kuat Tekan Tekuk Torsi & Lentur-Torsi (Tanpa Elemen Langsing) Pasal E4

Untuk siku ganda dan profil T (lanjutan)

Pers. E4-3 =

modulus geser baja, 77,200 MPa


konstanta torsi, mm4
radius girasi polar di pusat geser, mm

= + +

= 1

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 31


Kuat Tekan Tekuk Torsi & Lentur-Torsi (Tanpa Elemen Langsing) Pasal E4

Untuk kasus lainnya (selain siku ganda dan profil T)


dihitung menggunakan Pers. E3-2 atau Pers. E3-3, tapi tegangan tekuk,
dihitung dengan formula berikut

Untuk komponen struktur dengan penampang simetris ganda

Pers. E4-4 = +

Untuk komponen struktur dengan penampang simetris tunggal, di mana


sumbu-y adalah sumbu simetris

Pers. E4-5 = 1 1

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 32


Kuat Tekan Tekuk Torsi & Lentur-Torsi (Tanpa Elemen Langsing) Pasal E4

Untuk kasus lainnya (selain siku ganda dan profil T) (lanjutan)


dihitung menggunakan Pers. E3-2 atau Pers. E3-3, tapi tegangan tekuk,
dihitung dengan formula berikut

Untuk komponen struktur dengan penampang tidak simetris, maka adalah


akar terendah dari persamaan pangkat-3 berikut:

Pers. E4-6


=0

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 33


Kuat Tekan Tekuk Torsi & Lentur-Torsi (Tanpa Elemen Langsing) Pasal E4

Keterangan:
konstanta pilin (warping constant), mm4
Untuk profil-I simetris ganda, = /4 di mana adalah jarak
antara titik berat sayap, sebagai pengganti dari analisis lebih teliti.
Untuk T dan siku-ganda, = 0 ketika menghitung dan =0
, tegangan tekuk terhadap sumbu-x, dan -y, MPa

= =

tegangan tekuk torsi (sumbu-z), MPa

= +

, koordinat pusat geser sehubungan dengan titik berat, mm

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 34


Review 3
Flowchart Desain Komponen Struktur untuk Tekan
Step 1 Hitung kuat perlu
Step 2 Pilih penampang dan cek elemen penampang:
Langsing atau Tidak Langsing
, / , /
Step 3 Tentukan kelangsingan komponen
/ terhadap sumbu-x, -y
Step 4 Jika Step 2: Tidak Langsing
Hitung Kuat Tekan Tekuk Lentur (Pasal E3)
Hitung Kuat Tekan Tekuk Torsi & Tekuk Torsi-Lentur (Pasal E4)
Kuat tekan adalah yang minimum di antara keduanya
Jika Step 2: Langsing kuliah-kuliah berikutnya

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 35


CONTOH SOAL

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 36


Contoh 1
Desain komponen struktur untuk tekan
Tentukan penampang profil yang
menerima beban aksial sebesar
DL = 140 kips (623 kN)

LL = 420 kips (1868 kN)

Panjang kolom adalah 30 ft (9.14 m)


dengan kondisi ujung adalah sendi-
sendi, baik untuk arah sumbu kuat
maupun sumbu lemah (lihat gambar)
Gunakan profil I (W-shape)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 37


Contoh 1
Step 1 Hitung kuat perlu Ru

f Rn Ru (Sgi Qi )
1.4 D Comb. 1
1.2 D + 1.6 L + 0.5 (La atau H) Comb. 2
1.2 D + 1.6 (La atau H) + (gL L atau 0.8 W) Comb. 3
Ru = max
1.2 D + 1.3 W + gL L + 0.5 (La atau H) Comb. 4
1.2 D 1.0 E + gL L Comb. 5
0.9 D (1.3 W atau 1.0 E) Comb. 6

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 38


Contoh 1
Step 1 Hitung kuat perlu Ru
D = 623 kN
L = 1868 kN
Combo 1: 1.4D = 1.4(623 kN) = 872.2 kN
Combo 2: 1.2D+1.6L = 1.2(623)+1.6(1868) = 3736.4 kN
Maka, Ru = 3736.4 kN

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 39


Contoh 1
Step 2 Pilih penampang dan cek elemen
penampang
Profil yang dipilih W14x132, ASTM A992
Tinjau hanya kondisi tekuk lentur
Fy = 50 ksi (345 MPa)
Fu = 65 ksi (448 MPa)
Ag = 38.8 in2 (25,032.2 mm2)
bf = 373 mm, tf = 23.9 mm
d = 373 mm, tw = 16.4 mm
rx = 6.28 in (159.5 mm)
ry = 3.76 in (95.5 mm)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 40


Contoh 1
Step 2 Pilih penampang dan cek elemen
penampang
Cek kelangsingan elemen penampang (Tabel B4.1a)

. ,
Kasus 1: = = 7.8 0.56 = 0.56 = 13.48
.

( . ) ,
Kasus 5: = .
= 19.8 1.49 = 1.49 = 35.88

Maka penampang tidak langsing

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 41


Contoh 1
Step 3 Tentukan kelangsingan
komponen
Panjang tak terkekang terhadap sumbu kuat dan sumbu lemah adalah
sama
= = 9.14
Kondisi batas ujung-ujung terhadap sumbu kuat dan lemah adalah
sama: sendi-sendi
= = 1.0
Karena panjang tak terkekang dan kondisi batas ujung-ujung adalah
sama, maka yang paling menentukan adalah kelangsingan terhadap
sumbu lemah atau sumbu-y
. ,
= = 95.71
.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 42


Contoh 1
Step 4 Hitung kuat tekan tekuk lentur
Perbandingan nilai kelangsingan komponen terhadap nilai batas

,
Pers. E3-2 = 95.71 4.71 = 4.71 = 113.4


= 0.658

( , )
Pers. E3-4 = = .
= 215.5

.
= 0.658 345 = 176.5
Pers. E3-1 =
= 0.90 176.5 25,032.2 = 3976.4

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 43


Contoh 1
Step 5 Kesimpulan
Kuat tekan (mekanisme tekuk lentur) W14x132 ASTM
A992 adalah 3976.4 kN, mencukupi untuk menerima
beban kuat perlu 3736.4 kN.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 44


Contoh 2
Desain komponen struktur untuk tekan
Tentukan penampang profil yang menerima
beban aksial sebesar
DL = 140 kips (623 kN)
LL = 420 kips (1868 kN)
Panjang tak terkekang kolom terhadap sumbu
kuat (sumbu-x) adalah 30 ft (9.14 m)
Panjang tak terkekang kolom terhadap sumbu
lemah (sumbu-y) adalah 15 ft (4.57 m)
Kondisi ujung adalah sendi-sendi, baik untuk
arah sumbu kuat maupun sumbu lemah (lihat
gambar)
Gunakan profil I (W-shape)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 45


Contoh 2
Step 1 Hitung kuat perlu Ru

f Rn Ru (Sgi Qi )
1.4 D Comb. 1
1.2 D + 1.6 L + 0.5 (La atau H) Comb. 2
1.2 D + 1.6 (La atau H) + (gL L atau 0.8 W) Comb. 3
Ru = max
1.2 D + 1.3 W + gL L + 0.5 (La atau H) Comb. 4
1.2 D 1.0 E + gL L Comb. 5
0.9 D (1.3 W atau 1.0 E) Comb. 6

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 46


Contoh 2
Step 1 Hitung kuat perlu Ru
D = 623 kN
L = 1868 kN
Combo 1: 1.4D = 1.4(623 kN) = 872.2 kN
Combo 2: 1.2D+1.6L = 1.2(623)+1.6(1868) = 3736.4 kN
Maka, Ru = 3736.4 kN

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 47


Contoh 2
Step 2 Pilih penampang dan cek elemen
penampang
Profil yang dipilih W14x90, ASTM A992
Tinjau hanya kondisi tekuk lentur
Fy = 50 ksi (345 MPa)
Fu = 65 ksi (448 MPa)
Ag = 26.5 in2 (17,096.7 mm2)
bf = 368 mm, tf = 18.0 mm
d = 356 mm, tw = 11.2 mm
rx = 156 mm
ry = 94 mm

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 48


Contoh 2
Step 2 Pilih penampang dan cek elemen
penampang
Cek kelangsingan elemen penampang (Tabel B4.1a)

. ,
Kasus 1: = = 10.2 0.56 = 0.56 = 13.48

( ) ,
Kasus 5: = .
= 28.6 1.49 = 1.49 = 35.88

Maka penampang tidak langsing

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 49


Contoh 2
Step 3 Tentukan kelangsingan komponen
Panjang tak terkekang terhadap sumbu kuat dan sumbu lemah
= 9.14
= 4.57
Kondisi batas ujung-ujung terhadap sumbu kuat dan lemah adalah sama:
sendi-sendi
= = 1.0
Karena panjang tak terkekang adalah tidak sama, maka perlu dicek untuk
masing-masing sumbu
. ,
= = 58.59

. ,
= = 48.61

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 50


Contoh 2
Step 4 Hitung kuat tekan tekuk lentur
Perbandingan nilai kelangsingan komponen terhadap nilai batas

,
Pers. E3-2 = 58.59 4.71 = 4.71 = 113.4


= 0.658

( , )
Pers. E3-4 = = .
= 575


= 0.658 345 = 268.4
Pers. E3-1 =
= 0.90 268.4 17,096.7 = 4129.9

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 51


Contoh 2
Step 5 Kesimpulan
Kuat tekan (mekanisme tekuk lentur) W14x90 ASTM
A992 adalah 4129.9 kN, mencukupi untuk menerima
beban kuat perlu 3736.4 kN.

Adanya kekangan pada arah sumbu lemah (sumbu-


y), membuat kuat tekan meningkat. Memungkinkan
penggunaan profil yang lebih kecil (sebelumnya
W14x132).

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 52


Contoh 3
Desain komponen struktur untuk tekan
Verifikasi kuat tekan profil siku-ganda
2L4x3x LLBB (s = ) ASTM A36
dengan kondisi:
DL = 20 kips (89 kN)
LL = 60 kips (266.9 kN)
Panjang tak terkekang kolom terhadap
sumbu kuat dan sumbu lemah (sumbu-x
dan -y) adalah 8 ft (2.44 m)
Kondisi ujung adalah sendi-sendi, baik
untuk arah sumbu kuat maupun sumbu
lemah (lihat gambar)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 53


Contoh 3
Step 1 Hitung kuat perlu Ru

f Rn Ru (Sgi Qi )
1.4 D Comb. 1
1.2 D + 1.6 L + 0.5 (La atau H) Comb. 2
1.2 D + 1.6 (La atau H) + (gL L atau 0.8 W) Comb. 3
Ru = max
1.2 D + 1.3 W + gL L + 0.5 (La atau H) Comb. 4
1.2 D 1.0 E + gL L Comb. 5
0.9 D (1.3 W atau 1.0 E) Comb. 6

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 54


Contoh 3
Step 1 Hitung kuat perlu Ru
D = 89 kN
L = 266.9 kN
Combo 1: 1.4D = 1.4(89 kN) = 124.6 kN
Combo 2: 1.2D+1.6L = 1.2(89)+1.6(266.9) = 533.8 kN
Maka, Ru = 533.8 kN

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 55


Contoh 3
Step 2 Properties penampang dan cek
elemen penampang
Profil yang digunakan 2L4x3x LLBB (s = ) ASTM A36
Tinjau kondisi tekuk lentur, tekuk torsi dan tekuk torsi-lentur
Jarak antar konektor dianggap cukup dekat
Fy = 36 ksi (248 MPa)
Fu = 58 ksi (400 MPa)
Ag (2L) = 5.36 in2 (3458.1 mm2)
b = 101.6 mm, t = 9.5 mm

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 56


Contoh 3
Step 2 Properties penampang dan cek
elemen penampang
Profil yang digunakan 2L4x3x LLBB (s = ) ASTM A36
rx (L atau 2L) = 1.25 in (31.8 mm)
ry (L) = 1.05 in (26.7 mm)
ry (2L) = 1.69 in (42.9 mm)
rz (L) = 0.719 in (18.3 mm)
(2L) = 2.33 in (59.2 mm)
J (L) = 0.132 in4 (54,942.6 mm4)
H = 0.813

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 57


Contoh 3
Step 2 Pilih penampang dan cek elemen
penampang
Cek kelangsingan elemen penampang (Tabel B4.1a)

. ,
Kasus 3: = = 10.7 0.45 = 0.45 = 12.8
.

Maka penampang tidak langsing Pasal E3 dan E4 berlaku

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 58


Contoh 3
Step 3 Tentukan kelangsingan
komponen
Panjang tak terkekang terhadap sumbu kuat dan sumbu lemah

= = 2.44
Kondisi batas ujung-ujung terhadap sumbu kuat dan lemah adalah
sama: sendi-sendi
= = 1.0
Terhadap sumbu-x tekuk lentur
Terhadap sumbu-y tekuk torsi + tekuk lentur-torsi

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 59


Contoh 3
Step 4a Hitung kuat tekan tekuk lentur
(terhadap sumbu-x)
Perbandingan nilai kelangsingan komponen terhadap nilai batas

. , ,
Pers. E3-2 = = 76.7 4.71 = 4.71 = 133.8
.


= 0.658

( , )
Pers. E3-4 = = .
= 335.5

.
= 0.658 248 = 182
Pers. E3-1 =
= 0.90 182 3,458.1 = 566.4
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 60
Contoh 3
Step 4b Hitung kuat tekan tekuk torsi dan
tekuk torsi-lentur (terhadap sumbu-y dan -z)
Nilai diambil sama dengan yang dihitung dari Pers. E3-2 atau E3-3
(sesuai dengan kelangsingan komponen terhadap sumbu-y)
Karena jarak antar konektor diasumsikan cukup dekat, maka

. ,
Pers. E6-2a = = = = 56.9
.


Pers. E3-2 = 56.9 4.71 = 133.8 = = 0.658

( , )
Pers. E3-4 = = = 609.7
.

.
= 0.658 248 = 209.2

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 61


Contoh 3
Step 4b Hitung kuat tekan tekuk torsi dan
tekuk torsi-lentur (terhadap sumbu-y dan -z)
, , .
Pers. E4-3 =
=
, . .
= 700

Pers. E4-2 = 1 1

. . .
= 1 1 = 195.1
. .

Pers. E3-1 =
= 0.90 195.1 3,458.1 = 607.2
(Note: Kuat tekan untuk tekuk lentur terhadap sumbu-x 566.4 kN)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 62


Contoh 3
Step 5 Kesimpulan
Kuat tekan 2L4x3x LLBB (s = ) ASTM A36
adalah 566.4 kN, dengan mekanisme tekuk lentur
terhadap sumbu-x, mencukupi untuk menerima beban
kuat perlu 533.8 kN.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 63


KUAT TEKAN SIKU TUNGGAL
SNI 1729:2015 Pasal E5

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 64


Komponen Tekan Siku-Tunggal (Pasal E5)
Komponen siku-tunggal yang diizinkan didesain
sebagai komponen struktur untuk tekan jika semua
kondisi berikut terpenuhi:
Rasio kaki-panjang terhadap kaki-pendek tidak melebihi
1.7
Komponen struktur dibebani di ujung-ujung dalam tekan
melalui satu kaki yang sama
Komponen struktur yang disambung dengan las atau
dengan sambungan minimum dua-baut,
Tidak ada beban transversal menengah
Komponen siku-tunggal yang tidak memenuhi salah
satu kondisi tersebut, harus didesain sebagai
komponen lentur-aksial (Bab H)
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 65
Komponen Tekan Siku-Tunggal Pasal E5
Untuk siku-tunggal dengan > 20 Pasal E4
(tekuk torsi dan tekuk torsi-lentur)
Perhitungan kelangsingan komponen
menggunakan kelangsingan efektif (Pasal E5)
Untuk siku-tunggal tanpa elemen penampang yang
langsing Pasal E3
Untuk siku-tunggal dengan elemen penampang yang
langsing Pasal E7

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 66


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Pasal E5(a) berlaku untuk,
Siku-tunggal sebagai komponen tekan, atau
komponen web dari rangka batang planar yang
komponen di sebelahnya disambungkan pada
sisi yang sama dari pelat buhul atau kord:
Untuk siku-tunggal dengan kaki-sama
Untuk siku-tunggal dengan kaki-tak sama yang
disambung pada kaki yang lebih panjang

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 67


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Rangka batang planar dan sambungan ke pelat buhul
pada sisi yang sama pada Pasal E5(a)

Rangka batang Disambung ke sisi yang


planar sama dari pelat buhul

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 68


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Pasal E5(a)
Pers. E5-1 80 = 72 + 0.75

Pers. E5-2 > 80 = 32 + 1.25 200


Note:
Untuk siku-tunggal kaki-tak sama tapi disambung melalui kaki
yang lebih pendek, maka
Pers. E5-1 80 = 72 + 0.75 +4 1

Pers. E5-2 > 80 = 32 + 1.25 +4 1

Dan batas minimum untuk adalah 0.95

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 69


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Pasal E5(b) berlaku untuk,
Siku-tunggal sebagai komponen web dari boks
atau rangka batang ruang yang komponen di
sebelahnya disambungkan pada sisi yang sama
dari pelat buhul atau kord:
Untuk siku-tunggal dengan kaki-sama
Untuk siku-tunggal dengan kaki-tak sama yang
disambung pada kaki yang lebih panjang

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 70


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Rangka batang ruang dan sambungan ke pelat buhul
pada sisi yang sama pada Pasal E5(b)

Rangka batang ruang Disambung ke sisi yang


sama dari pelat buhul

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 71


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Pasal E5(b)
Pers. E5-3 75 = 60 + 0.8

Pers. E5-4 > 75 = 45 + 200


Note:
Untuk siku-tunggal kaki-tak sama tapi disambung melalui
kaki yang lebih pendek, maka
Pers. E5-3 75 = 60 + 0.8 +6 1

Pers. E5-4 > 75 = 45 + +6 1

Dan batas minimum untuk adalah 0.82

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 72


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal
Pasal E5(a) dan E5(b)
Keterangan:
panjang komponen antara titik-titik kerja pada sumbu kord
rangka batang, mm
panjang kaki terpanjang dari siku, mm
panjang kaki terpendek dari siku, mm
radius girasi di sumbu geometris parallel dengan kaki yang
disambung, mm
radius girasi di sumbu utama minor, mm

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 73


Kelangsingan Efektif Siku-Tunggal

x x

Sumbu yang paralel dengan Kaki yang disambung


kaki yang disambung pada siku-tunggal

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 74


KUAT TEKAN
KOMPONEN TERSUSUN
SNI 1729:2015 Pasal E6

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 75


Komponen Tersusun (Built-Up) Pasal E6
Komponen yang terdiri dari dua bentuk atau profil:
dihubungkan dengan baut atau las; atau
dengan sedikitnya satu sisi terbuka yang dihubungkan melalui
pelat penutup yang dilubangi atau lacing dengan pelat pengikat

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 76


Komponen Tersusun (Built-Up) Pasal E6
Penghubung menengah (intermediate connector) berfungsi
agar setiap profil yang membentuk komponen tersusun
bekerja bersama-sama.
Ketika komponen tersusun menekuk, akan menimbulkan
geser pada penghubung menengah (intermediate connector)
Perhitungan kelangsingan komponen menggunakan
kelangsingan modifikasi (Pasal E6(a) dan E6(b)), dan
selanjutnya kuat tekan komponen tersusun dihitung
berdasarkan:
Tekuk lentur Pasal E3
Tekuk torsi dan tekuk torsi-lentur Pasal E4
Dengan elemen langsing Pasal E7
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 77
Kelangsingan Modifikasi
Untuk penghubung menengah (intermediate connector) yang
dibaut secara snug-tight

Pers. E6-1 = +

Untuk penghubung menengah yang dilas atau dengan bau


pra-tarik (pretension)

Pers. E6-2a 40 =

Pers. E6-2b > 40 = +

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 78


Kelangsingan Modifikasi
Keterangan:

rasio kelangsingan modifikasi dari komponen


struktur tersusun

rasio kelangsingan dari komponen struktur tersusun


yang bekerja sebagai suatu kesatuan pada arah
tekuk yang diperhitungkan
0.50 untuk siku belakang-terhadap-belakang
0.70 untuk kanal belakang-terhadap-belakang
0.86 untuk semua kasus lainnya
jarak antar penghubung menengah, mm
radius girasi minimum dari setiap komponen, mm
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 79
KUAT TEKAN KOMPONEN
DENGAN ELEMEN LANGSING
SNI 1729:2015 Pasal E7

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 80


Kuat Tekan Tekuk Lentur (Elemen Langsing) Pasal E7
Kuat tekan berdasarkan kondisi batas tekuk lentur
Pers. E7-1 =
= 0.90
tegangan kritis (MPa)


Pers. E7-2 4.71 atau 2.25 = 0.658

Pers. E7-3 > 4.71 atau > 2.25 = 0.887

dihitung dgn
Pers. E3-4 dan E4-4 utk komponen struktur simetris ganda
Pers. E3-4 dan E4-5 utk komponen struktur simetris tunggal
Pers. E3-4 utk siku tunggal dengan / 20
Pers. E4-6 utk komponen asimetris

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 81


Kuat Tekan Tekuk Lentur (Elemen Langsing) Pasal E7
Keterangan:
faktor reduksi akibat pengaruh penampang langsing
= 1.0, utk komponen tanpa penampang langsing

Utk penampang langsing yg tidak diperkaku,


= (atau = 1)

Utk penampang langsing yg diperkaku,


= (atau = 1)

Utk penampang langsing yg terdiri dari elemen diperkaku dan tidak diperkaku
=

Catatan: Penggunaan nilai yg lebih kecil berdasarkan elemen yg paling


langsing yg tidak diperkaku akan memberikan kuat tekan yg lebih konservatif.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 82


Kelangsingan Elemen Penampang
Elemen penampang tidak diperkaku Tabel B4.1a

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 83


Kelangsingan Elemen Penampang
Elemen penampang diperkaku Tabel B4.1a

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 84


Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang tidak diperkaku (unstiffened)
Utk sayap, siku, dan pelat yang diproyeksikan (projecting) dari
kolom canai panas (hot-rolled) atau komponen struktur tekan
lainnya

Pers. E7-4 0.56 = 1.0 (non-langsing)

Pers. E7-5 0.56 < < 1.03

= 1.415 0.74

.
Pers. E7-6 1.03 =
( )

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 85


Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang tidak diperkaku (unstiffened)
Utk sayap, siku, dan pelat yang diproyeksikan (projecting) dari
profil-I tersusun

Pers. E7-7 0.64 = 1.0 (non-langsing)

Pers. E7-8 0.64 < 1.17

= 1.415 0.65

.
Pers. E7-9 > 1.17 =
( )

= , dgn batas bawah 0.35 dan batas atas 0.76


/

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 86


Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang tidak diperkaku (unstiffened)
Utk siku tunggal

Pers. E7-10 0.45 = 1.0 (non-langsing)

Pers. E7-11 0.45 < 0.91

= 1.34 0.76

.
Pers. E7-12 > 0.91 =
( )

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 87


Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang tidak diperkaku (unstiffened)
Utk badan dari profil-T

Pers. E7-13 0.75 = 1.0 (non-langsing)

Pers. E7-14 0.75 < 1.03

= 1.908 1.22

.
Pers. E7-15 > 1.03 =
( )

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 88


Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang diperkaku (stiffened)
Pers. E7-16 =

luas bruto penampang, mm2


jumlah luas efektif berdasarkan lebar efektif
tereduksi, , mm2
Utk elemen langsing yg ditekan secara merata (selain

penampang berlubang) dengan 1.49

.
Pers. E7-17 = 1.92 1 dgn batas maksimum
( )

= yg dihitung dengan = 1.0


(Pers. E7-2 dan E7-3)
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 89
Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang diperkaku (stiffened)
Pers. E7-16 =

luas bruto penampang, mm2


jumlah luas efektif berdasarkan lebar efektif
tereduksi, , mm2
Utk elemen langsing penampang berlubang persegi dengan

ketebalan seragam, dengan 1.40

.
Pers. E7-18 = 1.92 1( )
dgn batas maksimum

= /
Catatan: boleh diambil sama dengan yg akan menghasilkan
perkiraan yg sedikit konservatif, utk menghindari iterasi
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 90
Faktor Reduksi Kelangsingan,
Penampang langsing yang diperkaku (stiffened)
Pers. E7-16 =

luas bruto penampang, mm2


jumlah luas efektif berdasarkan lebar efektif
tereduksi, , mm2
Utk elemen langsing penampang lingkaran berlubang dengan

0.11 < < 0.45

.
Pers. E7-19 = = +
( )

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 91


PANDUAN PENGGUNAAN
BAB E SNI 1729:2015

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 92


Penggunaan Bab E SNI 1729:2015

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 93


Penggunaan Bab E SNI 1729:2015

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 94


Penggunaan Bab E SNI 1729:2015

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 95


CONTOH SOAL

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 96


Contoh 4
Desain komponen struktur untuk tekan
Verifikasi kuat tekan profil tersusun I
(lihat gambar) ASTM A572 Grade 50
dengan kondisi:
DL = 70 kips (311.4 kN)
LL = 210 kips (934.1 kN)
Panjang tak terkekang kolom terhadap
sumbu kuat dan sumbu lemah (sumbu-x
dan -y) adalah 15 ft (4.57 m)
Kondisi ujung adalah sendi-sendi, baik
untuk arah sumbu kuat maupun sumbu
lemah

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 97


Contoh 4
Step 1 Hitung kuat perlu Ru

f Rn Ru (Sgi Qi )
1.4 D Comb. 1
1.2 D + 1.6 L + 0.5 (La atau H) Comb. 2
1.2 D + 1.6 (La atau H) + (gL L atau 0.8 W) Comb. 3
Ru = max
1.2 D + 1.3 W + gL L + 0.5 (La atau H) Comb. 4
1.2 D 1.0 E + gL L Comb. 5
0.9 D (1.3 W atau 1.0 E) Comb. 6

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 98


Contoh 4
Step 1 Hitung kuat perlu Ru
D = 311.4 kN
L = 934.1 kN
Combo 1: 1.4D = 1.4(311.4 kN) = 436.0 kN
Combo 2: 1.2D+1.6L = 1.2(311.4)+1.6(934.1) = 1,868.2 kN
Maka, Ru = 1,868.2 kN

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 99


Contoh 4
Step 2 Properties penampang
Profil yang digunakan profil tersusun I
ASTM A572 Grade 50
Tinjau tekuk lentur, tekuk torsi dan torsi-lentur
Fy = 50 ksi (344.7 MPa)
Fu = 65 ksi (448.2 MPa)
d = 17 in (431.8 mm)
bf = 8 in (203.2 mm), tf = 1 in (25.4 mm)
h = 15 in (381 mm), tw = in (6.35 mm)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 100


Contoh 4
Step 2 Properties penampang
Profil yang digunakan profil tersusun I
Luas penampang,

= 2 8 1 + 15 14 = 19.8 in2
= 12,774.2 mm2
Momen inertia sumbu-x,

= +
( )
= 2 8 1 7.5 + 0.5 + +

= 1,100 in4 (457,9 x 106 mm4)

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 101


Contoh 4
Step 2 Properties penampang
Profil yang digunakan profil tersusun I
Momen inertia sumbu-y,

= =2 +

= 85.4 in4 (35.6 x 106 mm4)

.
= = .
= 52.8 mm

Catatan: < menentukan utk tekuk lentur

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 102


Contoh 4
Step 3 Tentukan kelangsingan
komponen
Panjang tak terkekang terhadap sumbu kuat dan sumbu lemah

= = 4.57
Kondisi batas ujung-ujung terhadap sumbu kuat dan lemah adalah
sama: sendi-sendi
= = 1.0
Kelangsingan komponen
.
= .
= 86.6

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 103


Contoh 4
Step 4 Cek elemen penampang
Cek kelangsingan elemen penampang (Tabel B4.1a)

Kasus 2: = = = 0.516 (di antara 0.35 dan 0.76)


/ / .

. . . ,
= .
= 4 0.64 = 0.64 .
= 11.1

Penampang sayap (flange) tidak langsing = 1.0

,
Kasus 5: = .
= 60 1.49 = 1.49 .
= 35.9

Penampang badan (web) langsing =

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 104


Contoh 4
Step 5 Hitung faktor reduksi penampang
langsing
Faktor reduksi penampang diperkaku yang langsing
= yang dihitung menggunakan Pers. E7-2 atau
E7-3 dengan = 1.0

,
Pers. E7-2 = 86.6 4.71 = 4.71 = 113.5
, .


= 0.658( )

,
Pers. E3-4 Tekuk lentur = = = 263.2 MPa
.

Pers. E4-4 Tekuk torsi = +

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 105


Contoh 4
Step 5 Hitung faktor reduksi penampang
langsing
Faktor reduksi penampang diperkaku yang langsing

Pers. E4-4 Tekuk torsi = +

. . .
= = = 1.47 10 mm6
. . .
= =2 +
= 2.25 10^6 mm4
( , )( . ^
= + (77,200)(2.25 10^6)
.

= 3.12 10 = 632.2 MPa


. .
,
Catatan: Tekuk lentur = = = 263.2 MPa
.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 106


Contoh 4
Step 5 Hitung faktor reduksi penampang
langsing
Faktor reduksi penampang diperkaku yang langsing
= yang dihitung menggunakan Pers. E7-2 atau
E7-3 dengan = 1.0

,
Pers. E7-2 = 86.6 4.71 = 4.71 = 113.5
, .


= 0.658( )

Pers. E3-4 Tekuk lentur = 263.2 MPa


= 1.0 0.658( . . . ) 344.7 = 199.2 MPa

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 107


Contoh 4
Step 5 Hitung faktor reduksi penampang
langsing
Faktor reduksi penampang diperkaku yang langsing

.
Pers. E7-17 = 1.92 1
dengan batas atas

= = 199.2 MPa

, . ,
= 1.92 6.35 1 .
. .

= 317.0 mm
= +2 = 317 6.35 + 2(203.2)(25.4)
= 12,335.5 mm2

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 108


Contoh 4
Step 5 Hitung faktor reduksi penampang
langsing
Faktor reduksi penampang diperkaku yang langsing
, .
Pers. E7-16 = = , .
= 0.966

= = 1.0 0.966 = 0.966

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 109


Contoh 4
Step 6 Hitung kuat tekan
Tegangan kritis

,
Pers. E7-2 = 86.6 4.71 = 4.71 = 113.5
. .


= 0.658( )

= 0.966 0.658( . . . ) 344.7 = 196.1 MPa


Pers. E7-1 =
= 0.90 196.1 12,774.2 = 2,254.5 kN

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 110


Contoh 4
Step 7 Kesimpulan
Kuat tekan profil tersusun I
adalah 2,254.5 kN, dengan
mekanisme tekuk lentur
terhadap sumbu-y,
mencukupi untuk menerima
beban kuat perlu 1,868.2 kN.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 111


Contoh 5
Desain komponen struktur untuk tekan
Hitung kuat tekan profil
tersusun I (lihat gambar) ASTM
A572 Grade 50 dengan kondisi:
Panjang tak terkekang kolom
terhadap sumbu kuat dan sumbu
lemah (sumbu-x dan -y) adalah 14
ft (4.27 m)
Kondisi ujung adalah sendi-sendi,
baik untuk arah sumbu kuat
maupun sumbu lemah

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 112


Contoh 5
Step 1 Properties penampang
Profil yang digunakan profil tersusun I
ASTM A572 Grade 50
Tinjau tekuk lentur, tekuk torsi dan torsi-lentur
Fy = 50 ksi (344.7 MPa)
Fu = 65 ksi (448.2 MPa)
d = 12 in (304.8 mm)
Inside flange: bf = 8 in (203.2 mm)
Inside flange: tf = in (19.1 mm)
Outside flange: bf = 5 in (127 mm)
Outside flange: tf = in (19.1 mm)
h = 10.5 in (266.7 mm), tw = 3/8 in (9.5 mm)
27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 113
Contoh 5
Step 1 Properties penampang
Profil yang digunakan profil tersusun I
Luas penampang,

= 8 + 5 + (10.5)( ) = 13.7 in2


= 8,838.7 mm2
Center-of-gravity,

=
= 6.91 in

= 175.5 mm

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 114


Contoh 5
Step 1 Properties penampang
Profil yang digunakan profil tersusun I
Momen inertia sumbu-x (terhadap centroid),

= +
= 334 in4 (139.0 x 106 mm4)

.
= = = 125.4 mm
, .

Momen inertia sumbu-y (terhadap centroid),

=
= 39.9 in4 (16.6 x 106 mm4)

.
= = , .
= 43.3 mm

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 115


Contoh 5
Step 2 Tentukan kelangsingan
komponen
Panjang tak terkekang terhadap sumbu kuat dan sumbu lemah

= = 4.27
Kondisi batas ujung-ujung terhadap sumbu kuat dan lemah adalah
sama: sendi-sendi
= = 1.0
Kelangsingan komponen
. .
= .
= 34.1 = .
= 98.6

Terhadap sumbu-x tekuk lentur


Terhadap sumbu-y tekuk torsi + tekuk lentur-torsi

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 116


Contoh 5
Step 3 Cek elemen penampang
Cek kelangsingan elemen penampang (Tabel B4.1a)

Kasus 2: = = = 0.755 (di antara 0.35 dan 0.76)


/ . / .

Sayap bawah

. . ,
= .
= 3.3 0.64 = 0.64 .
= 13.4

Penampang sayap bawah tidak langsing

Sayap atas

. . . ,
= .
= 5.3 0.64 = 0.64 .
= 13.4

Penampang sayap atas tidak langsing

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 117


Contoh 5
Step 3 Cek elemen penampang
Cek kelangsingan elemen penampang (Tabel B4.1a)

. ,
Kasus 5: = = 28.1 1.49 = 1.49 = 35.9
. .

Penampang badan (web) tidak langsing

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 118


Contoh 5
Step 4 Hitung kuat tekan
Tekuk lentur terhadap sumbu-x

,
Pers. E3-4 = 34.1 4.71 = 4.71 = 113.5
.


= 0.658( )

,
=
= = 1697.5 MPa
.
.
= 0.658( . )
344.7 = 316.6 MPa

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 119


Contoh 5
Step 4 Hitung kuat tekan
Tekuk lentur-torsi terhadap sumbu-y dan -z
. . . . .
= = + +

= 0.84 10 mm4
. .
= = 304.8 = 285.7

. . .
= = .

= 2.15 10 mm6

Posisi pusat geser:


Krn simetris, centroid dan pusat geser berada pada sumbu-y, maka = 0.

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 120


Contoh 5
Step 4 Hitung kuat tekan
Tekuk lentur-torsi terhadap sumbu-y dan -z
Posisi pusat geser:
Krn simetris, centroid dan pusat geser berada pada sumbu-y, maka = 0.

.
= = 285.7 = 229.6 mm
.

.
= + = 229.6 + 175.5

= 63.7 mm
( . )
Pers. E4-11 = + + = (0) + 63.7 +
, .

= 21,806.4 mm2

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 121


Contoh 5
Step 4 Hitung kuat tekan
Tekuk lentur-torsi terhadap sumbu-y dan -z

.
Pers. E4-10 =1
=1 , .
= 0.814

( . )( , )
= = 98.6
.

,
Pers. E4-8 = = .
= 203.0 Mpa

Pers. E4-9 = +

( , )( . )
= + (77,200)(0.84 10 )
. ,

= 8.8 10 = 457.2 MPa


( , . )( , . )

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 122


Contoh 5
Step 4 Hitung kuat tekan
Tekuk lentur-torsi terhadap sumbu-y dan -z

Pers. E4-5 = 1 1

. . ( . )( . )( . )
= ( . )
1 1 . .

= 181.0 MPa

Catatan:
Tekuk lentur terhadap sumbu-x = 1697.5 MPa

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 123


Contoh 5
Step 4 Hitung kuat tekan
Kelangsingan komponen terhadap batas kelang
.
Pers. E3-2 = = 1.90 2.25 = 0.658
.
. .
= 0.658 344.7 = 155.3 MPa
Pers. E3-1 = = 0.90 155.3 8,838.7 = 1,235.4 kN

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 124


Contoh 5
Step 5 Kesimpulan
Kuat tekan profil tersusun I
adalah 1,235.4 kN, dengan
mekanisme tekuk lentur-torsi
terhadap sumbu-y dan -z

27-Jan-17 SI-3212 Sem 2 2016/2017 - MR 125