Anda di halaman 1dari 27

BAB VI.

ARSITEKTUR GOTIK

(Sekitar abad XII XVI)

Sejarah dan Geografi

Kekuasaan Romawi berpusat di Roma mencapai puncak hingga abad II, pada 330
Konstantin Agung memindahkan pusat pemerintahan ke Istanbul di Turki, kemudian mengubah
namanya menjadi Konstantinopel. Sejak itu sejarah Eropa memasuki jaman baru disebut
Bisantium, yang menjadi penguasa menggantikan kekuasaan Romawi. Setelah Theodosius I
salah seorang penguasa Imperium Bisantin meninggal, wilayah kekuasaan dibagi menjadi dua,
wilayah timur berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul) dan wilayah barat berpusat di
Ravenna (sekarang di Itali bagian utara).

Dalam masa hamper 600 tahun di Eropa terjadi berbagai gelombang invasi dari berbagai
kelompok suku dalam usaha menjadi penguasa dunia. Perang yang satu disusul lainnya antara
kelompok-kelompok nomaden (nomadic), termasuk dari Asia. Dari selatan kaum muslim
menyerang dan menguasai wilayah selatan dari kekuasaan Imperium Bisantin. Antara abad V
hingga XII, Kelompok suku Jerman, Skandinavia, dan Slavia membagi-bagi wilayah Eropa
menjadi wilayah kekuasaan dan tujuan migrasi. Orang-orang Bulgars, sejak 600 mendirikan
pemerintahan diwilayah bawah atau selatan Sungai Danube, kemudian orang-orang Magyars
pada 896 mendirikan kekaisaran diwilayah sebelah utara sungai.

Awal dari Negara Rusia kemungkinan berasal dari para pedagang dan pembajak sungai
dating dari Swedia. Sejalan dengan sejarah perkembangan Eropa, berkembang pula militerisme,
terutama sejak awal abad X. Wilayah Eropa terbagi menjadi Eropa Timur dan Barat. Perpecahan
kaum ortodoks dari Konstantinopel dengan Paus terjadi pada 1054, berpengaruh besar terhadap
perkembangan ekonomi dan politik Eropa. Imperium Bisantin mencapai puncak pada 1014,
ketika berhasil mengalahkan kekaisaran Bulgaria. Hampir selama abad XIII, gereja sangat kuat
mempengaruhi seluruh agama, keadaan ini membuat banyak peninggalan arsitektural atau
monument berbentuk gereja. Pada masa inilah arsitektur Gotik berkembang. Abad XIV dan XV,
kota-kota di Italia seperti Florence, Roma, Venesia mendorong berkembangnya jaman baru yang
disebut jaman Renaissance, yang merupakan akhir dari jaman Gotik,meskipun nantinya akan
muncul kembali pada masa Neo-Gotik sekitarabad XVIII.

ARSITEK GOTIK

Arsitek gotik menjadi salah satu seni yang paling spektakuler, hal ini tidak diragukan
oleh para ahli sejarah seni dan arsitektur.Salah satu ciri utamanya berbentuk benteng atau menara
pengawas.Kekuasaan raja yang didukung oleh gereja membuat kecenderungan membangun
gereja yang besar, megah, dan mewah. Bentuk tinggi dari arsitektur Romanesque, kemudian
menjadi ekstrim pada arsitektur Gotik, dengan runcing-runcing penuh hiasan yang semata-mata
mengacu padakeindahan.

Ciri umum yang paling menonjol dari arsitektur Gotik adalah bentuk runcing-runcing
tersebut, sehingga ada yang menyebut arsitektur runcing (pointed architecture). Ciri gotik
lainnya yang menonjol dari segi konstruksi atap adalah bentuk pelengkung-runcing disebut
pelengkung iga atau pointed arch, bentuk kolom di luar atas dan lepas disebut flying buttress
menjadi cirinya pula, kemudian baian ini diakui menjadi unsur dekorasi yang menambah
kemegahan dan keindahan arsitektur Gotik.Meskipun ada ciri umum, tetapi masing-masing
wilayah juga mempunyai ciri khusus tiap wilayah kekuasaan pada jaman itu.

ARSITEKTUR GOTIK, PERANCIS

Philip Augustus (1180-1223) setelah menaklukan Normandia dan wilayah kekuasaan


Inggris lainnya, kemudian menaklukan wilayah-wilayah Jerman. Pada jaman ini mulai dibangun
banyak katedral di Perancis. Pada 1346 dalam perang Grecy,Perancis dikalahkan oleh Inggris,
kemudian dikalahkan lagi oleh Poitiers pada 1356.

Abad XII sejarah Perancis ditandai oleh perjuangan masyarakat urban, kota atau pusat-
puasat wilayah untuk mendapatkan kemerdekaan. Black death (1347-49) menyapu banyak
nyawa manusia yang menghambat perkembangan arsitektur. Namun para tuan tanah yang kaya
raya, masih mendirikan bangunan sekuler termasuk puri dan balaikota. Sementara itu pihak
keuskupan dan kaum awam mendirikan sejumlah katedral megah yang juga menjadi bukti
kejayaan Perancis.
Gaya Gotik berasal dari dominasi kerajaan di wilayah Ile de France (sekarang diwilayah
Perancis tengah-utara) yang berpusat di Paris. Sejarah Gotik di Perancis dibagi dalam beberapa
periode :

1. Jaman Gotik Primer (abad XII) sering disebut a lancettes ditantadi bentuk pelengkung-
pelengkung runcing (pointed arches)dan jendela-jendela traceried. Jaman ini merupakan
transisis dari Romanesque ke Gotik. Contoh dari Gotik kategori ini adalah Sens dan Selis
di Noyon.
2. Jaman Gotik Sekunder (abad XIII), disebut jaman Rayonnant dengan karakteristik
jendela lingkaran dan jari-jari seperti roda dengan hiasan traceried, misalnya bangunan
bangunan Gotik di Reims, Amiens dan Bourges.
3. Jaman Gotik Tersier,abad XIV, XV, dan sebagian abad XVI. Jman Gotik ini sering
disebut Flamboyant dengan ciri jendela traceried seperti lidah apai. Contoh bangunan-
bangunan Gotik di S.Ouen, Rouen, S.Jacques,Dieppe, Albi,Caudebec, dan Vendom
Latrinite.

Salah satu bangunan Gotik tertua dan terkenal di Perancis adalah Katedral Notre-Dame de
Paris (1163-1250). Mulai dibangun oleh Bisnop Maurice de sully. Katedral terletak di Ile de La
Cite, salah satu dari dua pulau ditengah Sungai Seine yang membelah kota Paris.

Seperti pada kebanyak gereja pada jaman sebelumnya, denah gereja segi empat dengan nave
di tengah dalam sumbu membujur, dalam hal ini diapit simetris oleh aisle dobel, masing-masing
dua lajur di kiri-kanannya. Pada ujung barat terdpat apse berdenah setengah lingkaran, bergaris
tengah sama dengan lebar bangunan 42,20M. Pada titik focus dari apse ini terdapat altar dan
didepan atau sebelah barat altar terdapat choir untuk tempat paduan suara. Disisi barat dari choir
terdapat transept, yaitu bagian tegak lurus dari nave, sehingga membentuk denah silang salib.
Bagian depan terdapat tiga pintu masuk, diatasnya terdapat lendela mawar atau rose window.
Selarah dan arsitektur Notre-Dame de Paris sangat representative. Arsitektur Gotik dengan
bentuk langsing, tinggi, pada ujung ujungnya dihias denganbentuk runcing sehingga salah satu
sebutannya pointed architecture. Hampir semua bagian dihias termasuk hiasan jendela mawar
(rose window), jendela pelengkung runcing dengan hiasan traceried merupakan ciri kuat
arsitektur Gotik. Ciri Gotik yang lainnya yang menonjol dalam Katedral Notre-Dame de Paris
dari segi konstruksi terlihat pada atap berderer dari pelengkung silang-runcing atau pelengkung
iga (rib vault/ pointed arch) dan flying butterss.

Arsitektur Gotik lain yang terkenal adalah Katedral di Bourges, denahnya mirip dengan
Notre Dame de Paris, namun yang unik dari Katedral Bourges adalah tidak mempunyai transepts
seperti pada kenyakan gereja Gotik lainnya. Katedral Bourges mempunyai keunikan yang jarang
pada gereja Gotik lain, yaitu aisle-nya dobel, namun masing-masing mempunyai ketinggian atap
berbeda. Atap aisle luar lebih pendek dari yang didalam (dekat nave). Di depan atau barat
katedral mempunyai lima pintu masuk, masing-masing di bawah sebuah portal,ditengah sebagai
pintu masuk utama mempunyai portal yang paling besar.Portal utama mempunyai pintu dobel,
ambang atasnya setengah lingkaran dikelilingi oleh enam lapis pelengkung patah, masing-
masing penuh dengan ornament berupa pahatan relief.Bidang atas atau gable berupa segitiga
runcing, dengan rose window ditengah atas. Katedral Bourges mempunyai tiga buah menara
yang dibuat dalam masa berbeda.

Katedral Amiens (1220-88) dibangun dengan system berbeda dari katedral biasanya yaitu
mulai dari nave-nya dahulu yang dirancang oleh Robert de Luzarches. Tahapan pembangunan
katedral ini lebih dari dua abad, menunjukan bahwa keindahan dan kemegahan menjadi kriteria
utama dalam arsitektur Gotik, sehingga aspek waktu dan biaya tidak dipermasalahkan. Ciri Gotik
pada Katedral ini antara lain bentuk tidak langsing pada denah dengan perbandingan panjang-
lebar137M-46M. Battress dibangun kemudian selain untuk kontruks ipenguat juga untuk
memperindah bangunan. Kolom-kolom dalam juga sangat indah, berbentuk alur-alur silindris
meninggi dari kolom utama, dikelilingi oleh semacam pilaster juga silindris yang membentuk
alur-alur vertical-langsing tersebut. Pada bagis atas alur-alur mengembang seperti bunga menjadi
rangka dari rib vault, salah satu ciri utama arsitektur Gotik.

Bagian luar Katedral Amiens terdapat hiasan deretan patung dan relief. Pintu tengah barat
dipisahkan dengan sebuah patung yang sangat indah, bahkan menurut Fletcher dalam bukunya A
History of Arfchitecture salah satu patung paling indah di dunia.

Arsitektur Gotik terkenal lainnya adalah Katedral Reims yang terletak 200km di timur-
utara Paris dibangun antara 1211-1290.Katedral ini sering dipakai untuk penobatan raja-raja
Perancis sehingga penataan ruangnya disesuaikan untuk itu.
Katedral Noyon, dari segi sejarah dan arsitek termasuk dalam kategori Gotik awal.
Adapun ciri khas Gotik Perancis ada antara lain pada triforium yang terdiri dari deretan
pelengkung. Konstruksi dan bentuk kolom khas sama dengan berbagai bangunan yang
dikemukakan sebelumnya, berbentuk alur-alur meninggi vertical. Ujung kolom atas terdapat
kepala atau capitol. Tumpuan dari kerangka pelengkung patah dari atap (rib vault) melebar
diagonal bertemu di satu titik dengan kerangka atap dari kolom lainnya.Katedral Chartes
hinggasaat ini masih dikunjungi peziarah untuk makam Vierge Noire.

Katedral Beauvais terletak di sebelah utara kota paris, sekitar 70 km. Katedral ini dapat
dikatakan tidak mempunyai nave, yang ada hanyalah transepts,choir, dan apse. Katedral Le
Mans terletak di wilayah timur-utara Perancis, dilalui oleh sungai Sarthe. Keistimewaan dari
Katedral Le Mans adalah mempunyai choir sangat luas. Katedral Albi terletak disebuah kota di
wilayah Cascasony Perancis bagian selatan. Hamper berbatasan dengan Spanyol. Bentuknya dari
luar agak berbeda dengan katedral lain. Perbedaannya antara lain tidak ramai,penuh dengan alur
runcing di puncak.
BANGUNAN ARSITEKTUR
GOTIK, PERANCIS
1.2 Katedral Bourges (1192-1275)
1.1 Notre Dame de Paris
1.3 Katedral Reims (1211-1290) 1.4 Katedral Noyon (1145-1228)
1.5 Katedral Chartes (1194-1260) 1.7 Katedral Le Mans (1217-1254)

1.8 Katedral Albi (1282-1390)

1.6 Karedral Beauvais (1247-1568)


ARSITEKTUR GOTIK INGGRIS

Sejarah Gotik Inggris tidak lepas dari perkembangan arsitektur disana pada jaman
sebelumnya, yaitu arsitektur orang-orang Normandia.Mulanya arsitektur kepulauan Ingrris lepas
dari pengaruh Eropa Kontinental, namun kemudian Gotik Inggris justru memberi kontribusi
berarti dalam perkembangan arsitektur Eropa daratan. Arsitektur Gotik Inggris dalam konstruksi
kayu dikombinasikan dengan konstruksi batu menjadi termasyur.

Ciri utama jaman ini adalah jendela runcing, sempit meninggi,sering disebut First Pointed.
Setelah itu karena sangat menekankan pada dekorasi maka disebut jaman Gotik Decorated
(1307-77). Pada jaman ini hiasan geometris kombinasi dengan pola lengkung sangat dominan,
sehingga sering disebut Second Pointed. Berikutnya disebut Third Pointed atau Gotik
Perpendicular (1377-1485). Ciri dari arsitektur gaya ini adalah jendela lebar dibagi-bagi dengan
hiasan berupa garis-garis horizontal berpola tracery (transomes).Selanjutnya dikenal corak
Elizabethan untuk bangunan gotik dibangun antara 1558-1603, dengan corak Renaissance sangat
dominan, kombinasi dengan runcing-runcing dan dekorasi Gotik. Berikut adalah bangunan
peninggalan arsitektur Gotik Inggris :

Katedral Salisbury (1220-65) cenderung diktegorikan sebagai Gotik Inggris


awal.Katedral ini mirip dengan Katedral Amiens di Perancis, Katedral mempunyai
transepts ganda, merupakan perbedaan cukup penting, disbanding dengan Gotik Perancis.
Perbedaan lainnya adalah denahnya ramping dalam arti perbandingan antara panjang dan
lebar cukup besar.
Katedral Canterbury, menurut sejarah arsitekturnya masuk dalam kategori Normandia
Pertama atau First Norman. Denah Katedral cukup rumit bila dibandingkan dengan
katedral Gotik lainnya, baik di Inggris maupun di Perancis, denahnya memanjan,
langsing karena perbandingan lebar dan panjang sangat besar. Secara prinsip bentuk dan
konstruksi menara Gotik Inggris berbeda dengan Gotik Perancis yang biasanya beratap
runcing.
Katedral Wells dibangun dalam masa hampir du setengah abad (1180-1425). Ciri Gotik
Inggris dalam katedral ini yaitu pada cloister dan chapter house.
Gereja di kompleks Biara West minster (Westminster Abbey) merupakan slah stu
bangunan peninggalan jaman pertengahan terpenting di inggris. Tata letak atau denah
cloiser dan chapter house gereja ini identic dengan Katedral Salisbury.Arsitekturnya
campuran gotik dan klasik lain.
Geraja Gloucester Abbey, dibangun antara 1329-1337.Menara sentra merupakan unsur
yang dominan di dalam bangunan. Tinggi menara 68,50 m, yang dihiasi dengan flying
buttress yang juga berfungsi untuk mempekuat konstruksi, khas arsitektur Gotik.
Kapel Kings College di Cambridge. Kapel dibangun dalam tiga tahap,pertama (1446-62,
kedua 1477-84, ketiga 1508-15.
Katedral Exeter dibangun pertengahan abad XIV, pengaruh Normandia didalam katedral
bergaya Gotik ini terlihat pada menara kembar diujung utara dan selatan. Ciri Gotic-
decorated dari jaman didirikannya cukup menonjol pada hiasan di jendela-jendela dalam
pola interlac dan pada ukiran-ukiran dari batu.
Gereja Ely Abbey mempunyai bentuk arsitek yang terpengaruh pada arsitektur
Normandia.
Katedral Lincoln terletak di kaki bukit sekitar 200km disebelah utara London.Pertama
dibangun dengan arsitektur Normandia. Didalam katedral penuh dengan hiasan yang
bercorak Gotik decorated style.

BANGUNAN ARSITEKTUR GOTIK


INGGRIS

1.1 Katedral Salisbury (1220-65)


1.3 Katedral Wells (1180-1425)

1.2 Katedral Canterbury (1071-


1077)
1.4 Kings College Chapel (1446-
1515)

1.6 Katedral Exeter

1.5 Katedral Ely ( (1322-40)

ARSITEKTUR GOTIK DI BELANDA DAN SEKITARNYA


Hingga jaman pertengahan (Middle Ages), Netherlands terbentuk menjadi Negara-
negara fodal seperti Flanders, Holland, Guelder, Kerajaan Liege, Brabant, dan Utrecht,
semuanya setia di bawah Perancis. Meskipun tidak dalam kesatuan namun kondisis
politik seperti itu membentuk ekonomi, budaya, termasuk seni dan arsitektur yang
relative sama pada abad XIII. Arsitektur Gotik Belanda banyak ditentukan oleh prinsip-
prinsip yang diterapkan di wilayah Eropa lainnya. Sejalan dengan sejarahnya, pengaruh
Perancis paling besar dalam perkembangan arsitektur gotik Belanda. Berikut bangunan
bangunan Gotik di Belanda :

Gereja Saint Gudule di Brussles (1220-1475) merupakan contoh paling awal dari Gotik di
Belanda, diturunkan dari Perancis bagian utara-timur, namun deretan pelengkung masih
mendapat pengaruh kuat dari Romanesque.
Katedral Anwerp, terletak dibagian utara Belgia. Dibangun antara 1352-1411,
arsitekturnya asli Belgia dengan beberapa pengaruh luar. Ciri khas dari Katedral Anwerp
disbanding arsitektur gotik lainnya terdapat nave yang besar, lebar, dan tinggi, diapit oleh
aisle berjalur tiga.

Selain bangunan-bangunan terkait dengan gereja (eccelesiastical), arsitektur Gotik


juga banyak dipakai untuk bangunan sekuler, istana maupun bangunan monumental
lainnya. Salah satu arsitektur dalam kategori ini antara lain adalah Cloth Halls di Ypers,
Belgia.Dekorasinya bercorak Gotik yang indah, memenuhi hamper semua bagiannya.
BANGUNAN ARSITEKTUR GOTIK
DI BELANDA

1.1 Katedral Saint Gudule (1220-


1475)
1.2 Katedral Anwerp (1352-1411)

ARSITEKTUR GOTIK DI SENTRAL EROPA


Pada jama Gotik antara abad XIII hingga XVI, sejarah Eropa Sentral sangat kompleks karena
adanya pergantian, bangkit, dan jatuhnya tahta kerajaan dari berbagai dinasti. Antara abad XII-
XIII, Jerman menjadi pusat Imperium Barat. Dibawah Imperior Hohenstaufen terjadi peperangan
lama dengan kelompok orang-orang Lombard, yang menyebabkan perkembangan arsitektur
terganggu dan tidak ada perkembangan berarti. Secara garis besar arsitektur Gotik Jerman tidak
berbeda dengan Gotik dibagian lain dari Eropa. Gaya Arsitekturnya dapat dikatakan dipengaruhi
secara langsung unsur-unsur Romanesque.

Katedral Cologne(mulai dibangun 1248), merupakan gereja Gotik terbesar di Eropa


bagian utara, untuk menyelesaikan bangunan diperlukan waktu kurang lebih 600 tahun.
Rencana awal pembangunan mendasarkan pada katedral Paris, Amiens, dan Reims di
Perancis. Katedral dipenuhi oleh hiasan gaya Gotik-Flamboyant, dan alur-alur silindris
dari pilaster khas Gotik.
Gereja Saint Stephen (1300-1510), arsitek gereja ini bergaya Gotik sejalan dengan
sejarah dan jaman didirikannya Ada pengaruh Austria dalam gereja ini disebut aliran
Stephansdom.
Gereja S.Elizabeth di Marburg. Arsitektur gereja S.Elizabeth dapat dikategorikan sebagai
tipe gereja-hall ( hall church) yaitu nave dan asisle mempunyai ketinggian yang sama.
Dekorasi khas Gotik terdapat pada atap dari menara ini yang berbentuk kerucut dan
sangat runcing.
Katedral di Freiburg, Jerman Selatan, dalam arsitektur Gotik dengan pengaruh
Romanesque pada transeptnya.Gereja ini bentuknya tipikal Gotik-Jerman yang terlihat
pada pelengkung-pelengkung atasnya.

BANGUNAN ARSITEKTUR GOTIK


DI SENTRAL EROPA

1.1 Katedral Cologne


1.3 Katedral Freiburg

1.2 Gereja S. Elizabeth (1235-83)


ARSITEKTUR GOTIK ITALI (ABAD XII-XVI)

(Akhir Jaman Pertengahan)


Secara Geografis, wilayah Itali merupakan semenanjung yang dikelilingi oleh perairan di
utara-barat Laut Adriatik, sebelah timur Laut Terenia (Tyrrhenian) dan di selatan-timur Laut
Mediterania. Bagian lain dari Itali adalah Lombard dan Kepulauan Venesia. Kebudayaan
termasuk seni dan arsitektur wilayah Itali bagian tengah telah lama didominasi oleh tradisi
Romawi.Dari segi Geologi, wilayah Itali selatan mengandung bahan batuan termasuk marmer,
juga wilayah alluvial dataran Lombard.

Dalam kebudayaan itali dikenal sebagai tempat awal dari jaman Renaissance dan secara
efektif disana berkembang seni Gotik. Perkembangan Gaya Gotik Itali berlangsung sekitar abad
XII-XVI, bersamaan dengan perkembangan tradisi Romawi, sehingga pengaruhnya sangat besar.
Jaman itu sering disebut Akhir Jaman Pertengahan ( Late Mediaeval).

Katedral Milan, dibangun oleh warga kota dan di sponsori oleh Giovani Galeazzo
Visconti. Ujung transept pada gereja Gotik biasanya digunakan sebagai pintu masuk
lateral, namun digereja ini digunakan sebagi kapel. Ciri khas bangunan Gotik terletak
pada menara sentral yang dihias dengan amortizement runcing. Meskipun gereja ini
sangat besar(lebih besar dari Notre Dame de Paris) dekorasi diluar dan di dalam sangat
ramai seperti arsitektur Gotik pada umumnya, namun jika disbanding dengan arsitektur
Gotik laiinnya gereja ini mempunyai denah yang sederhana.
Katedral Siena (1226-1380), terletak di utara-barat Italia, dalam arsitektur Romawi-Gotik
(Romano-Gothik), merupakan bukti sejarah perkembangan arsitektur Gotik di Italia.
SEperti umumnya bangunan kuno,khususnya Gotik, katedral terletak ditengah-tengah
kota lama yang dahulu dikelilingi benteng. Di katedral tersebut terdapat kubah hexagonal
yang diatas tumpuannya juga hexagonal, merupakan konstruksi yang jarang terdapat
dalam bangunan Gotik. Selain itu dekorasi Gotik di luar dan Di dalam katedral dihias
dengan marmer warna-warni.
Katedral Florence (1296-1462) lebih dikenal dengan nama S.Maria del Fiore. Ciri Gotik
Itali terlihat pada transept yang tidak berfungsi sebagai pintu masuk lateralmaupun
melintang. Selain aspek sangat representative Gotik-Italia terlihat pada adanya kubah.
Baik di ruang dalam maupun diluardihiasi molding, ptung, maupun relief sebanyak pada
bangunan Gotik pada umumnya. Diluar itu bentuknya lebih banyak mendapat pengaruh
arsitektur gereja Romawi, Romanesque atau disebut Kristen awal. Pola hiasan didalam
dan diluar bercorak Gotik-Italia, yang tidak terlalu padat, yang mendominasi adalah
warna-warni garis dan bidang datar, geometris dari marmer yang warna-warni.
Gereja S.Groce (1294-1442) yang merupakan gereja terbesar di Eropa.
Katedral Orvieto (1290-1330) adalah contoh jelas dari gaya arsitektur peralihan dari
Romawi ke Gotik (Romano-Gotik), wajah depan atau selatan-barat gereja dihias dengan
marmer warna0warni dan bervariasi, paling banyak jenisnya jika dibandingkan dengan
bangunan Gotik lain di Itali. Aspek Gotik berupa alur-alur molding vertical, sangat
dominan pada bagian depan gereja. Pada puncak buttress dihias dengan amortizement
runcing-runcing khas Gotik. Kolom dan ambang dari gerbang berbentuk alur-alur
silindris dibagisn depan gereja juga merupakan aspek Gotik.Unsur-unsur Gotik cukup
dominan dibagian depan gereja dikombinasikan dengan unsur Romawi.

BANGUNAN ARSITEKTUR GOTIK


DI ITALI

1.1 Katedral Milan


1.3 Katedral Orvieto (1290-1330)

1.2 Katedral Florence (S.Maria Del


Fiore)
ARSITEKTUR GOTIK DI SPANYOL DAN PORTUGAL

Seperti wilayah lain di Eropa,arsitektur Gotik di Spanyol dan Portugal berkembang


sekitar abad XII hingga XVI. Berkembangnya arsitektur Gotik ke seluruh Eropa
menunjukan adanya pengaruh luas antar bangsa dari suatu bentuk budaya termasuk seni
dan arsitektur. Letak Geografis dan sejarah Spanyol pada jaman Gotik membuat
kecenderungan pengaruh Gotik-Perancis. Terjadi percanpuran unik antara Gotik dengan
berbagai unsur local terutama dalam konstruksi pelengkung kapal kuda, hiasan rumit
geometris intricate dan lain-lain.

Katedral Toledo(1227-1493), pengaruh Gotik-Perancis paling dominan dalam arsitektur


katedral. Denah bagisn utama secara umum mirip dengan katedral Bourges di Perancis.
Dari segi tata ruang ada perbedaan disbanding dengan gereja-gereja Gotik yang menjadi
ciri dari gereja Gotik-Spanyol.Pada ruang altar utama penuh dengan patung-patung dan
dekorasi gaya Flamboyant. Tidak berbeda dengan arsitektur Gotik di Perancis maupun
Inggrism, kolom-kolom berderet berbentuk kumpulan alur silindris.
Katedral Barcelona 91298-1448), terletakdi tengah-tengah kota Barcelona. Denah bagian
utama katedral ini prinsipnya berpola Gotik-Perancis yang cirinya apse berdenah
setengah lingkaran, garis tenagh sama dengan lebar bangunan. Selain itu ada unsur gereja
Gotik Inggris terlihat pada adanya cloister.
Gereja Santa Maria del Mar (1328-1383). Dibanding dengan gereja Gotik lainnya,
keindahan gereja justru terlihat sedrhana, mulai dari denah, bentuk, hingga ornament,
baik diluar maupaun didalam. Denah gereja mengikuti pola Gotik Perancis.
Katedral Palma (1306-1327) terletak di Pulau Mallorca, di Kep.Baleares,Laut
Mediterania. Katedral ini mempunyai ciri Gotik pada menaranya yang runcing, selain itu
ciri khas Gotik lainnya pada bagian luar dari katedral terdapat flying butterss. Dibanding
dengan gereja Gotik lainnya ruang dalam gereja ini cukup sederhana, yang cukup
menonjol dalah jendela mawar sangat besar di dinding altar.
Katedral Seville (1402-1520) merupakan gereja terbesar di dunia yang dibangun pada
jaman Pertengahan (Mediaval). Katedral Seville dibuat oleh para seniman Spanyol dan
seniman lainnya yang didtangkan dari seluruh penjuru Eropa, termasuk Perancis dan
Belanda. Ada hal yang tidak mudah dalam pembangunan gereja yang melibatkan banyak
seniman dari luar, justru tidak melibatkan tradisi yang mendominasi kebuyaan
sebelumnya. Katedral Seville betul-betul arsitektur asing dan bukan setempat.
Katedral Burgos (1221-1457) adalah katedral terbesar ketiga di Spanyol. Arsitekturnya
Gotik pengeruh kuat dari Perancis dan terutama dalam gaya Gotik-Dekoratif.
Katedral Leon (1255-1303), pada masa itu gaya arsitektur Rayonnant-Perancis sedang
ada didalam puncak, sehingga pengaruhnya cukup besar pada gereja ini. Ciri dominan
dari Gotik-Rayonnant-Perancis terlihat pada bagian rose window yang cukup besar, indah
berkaca warna-warni.
Katedral Gerona (1312-1598) bentuk dan besarnya mirip dengan gereja Santa Maria del
Mar, bedanya jika disbanding dengan gereja Gotik umumnya, gereja ini tidak mempunyai
aisle sehingga ruang utamanya terlihatsngat lebar.Di ruang dalam jika disbanding dengan
gereja Gotik lainnya tidak terlalu ramai dekorasinya.
Katedral Baru (New Cathedral) Salamanca, seperti bangunan klasik umumnya,khususnya
Gotik, pembangunannya memankan waktu yang lama, katedral ini selesai dua seperempat
abad (1734).

BANGUNAN ARSITEK GOTIK DI


SPANYOL DAN PORTUGAL

1.1 Katedral Toledo


1.3 Katedral Palma

1.4 Katedral Seville


1.2 Katedral Barcelona
1.6 Katedral Baru

1.5 Katedral Leon (1255-1303)


1.7 Katedral Batalha
Mengakhiri bagian pembahasan tentang arsitektur Gotik-Eropa, abad ke XIV merupakan
periode dimana percepatan penyebaran agama Kristen didorong oleh kelompok agama
Dominicans, Franciscans, dan Order Saint Claire.Salah satu adikarya dari abad itu adalah
gereja Dominican, Santa Maria de Victoria di Batalha.Mulanya gerja dirancang terdiri dari
tiga bagian menyatu dengan tiga nave sama tinggi, suatu corak arsitektur gereja khas
Portugis. Namun pada perempat kedua dalam abad XV arsitek pengganti mengubah
ranvangan dengan meninggikan navesebtral agar memungkinkan adanya jendela samping
pada dinding atas.

Pada abad XV diadakan penambahan diluar berupa kapel-makam dan tiga cloister.
Penambahan ini sangat khas Gotik-Portugis. Penambahan ini membuat gerejamenjadi sangat
khas Gotik-Portugis.