Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS RASIO KEUANGAN

Menurut Mahmud M. Hanadie, analisis rasio adalah penggabungan yang menunjukan hubungan
antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan, hubungan antara unsur laporan
tersebut disajikan dalam bentuk matematis yang sederhana. Berdasarkan sumber analisis, rasio
keuangan dapat dibedakan menjadi :

a. Perbandingan Internal (Time Series Analysis) yaitu membandingkan rasio-rasio finansial


perusahaan dari satu periode ke periode lainnya
b. Perbandingan Eksternal (Cross Sectional Approach) yaitu membandingkan rasio-rasio
antara perusahaan satu dengan lainnya yang sejenis pada saat yang bersamaan atau
membandingkannya dengan rasio rata-rata industry pada saat yang sama

Jenis rasio keuangan, biasanyan dikelompokkan ke dalam empat kelompok rasio yaitu :

1. Rasio Likuiditas
merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya, Rasio Likuiditas
yang umum digunakan anatara lain :
a. Current Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka
pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi
dengan aktiva lancar.
Dengan rumus :
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar
Aktiva lancar meliputi : kas, surat berharga, piutang, dan persediaan
Hutang lancar meliputi : utang pajak, utang bunga, uang wesel, utang gaji, dan utang
jangka pendek lainnya.
b. Quick Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan perusahaan untuk membayar
hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid.
Persediaan dianggap aktiva lancar yang paling likuid, sebab untuk menjadi uang tunai
(kas) memerlukan dua langkah yakni menjadi piutang terlebih dahulu sebelum
sebelum menjadi kas
Dengan rumus :
Quick Ratio = (Aktiva Lancar Persediaan) / Hutang Lancar
2. Rasio Aktivitas
merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber
daya-sumber dayanya. Rasio rasio ini antara lain :
a. Receivable Turnover
rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat perputaran piutang dengan membagi nilai
penjualan kredit dengan piutang rata-rata.
Dengan rumus :
Receivable Turnover = Penjualan / Penjualan Rata-rata

b. Average Collection Period


rasio ini digunakan untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh
perusahaan dalam menerima seluruh tagihan dari konsumen
Dengan rumus :
Average Collection Period = 360 / Receivable Turnover
c. Inventory Turnover
rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk
mengukur dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam satu periode
tertentu.
Dengan rumus :
Inventory Turnover = Harga Pokok Penjualan / Persediaan Rata-rata
Persediaan Rata-rata =(Persediaan awal + Persediaan akhir) / 2
d. Average days in inventory
Average days in inventory = 360 / Inventory Turnover
e. Total Assets Turnover
rasio ini digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan
Dengan rumus :
Total Assets Turnover =Penjualan / Total Aktiva
3. Rasio Solvabilitas
merupakan rasio yang digunakan untuk mnegukur seberapa besar perusahaan dibiayai
dengan hutang. Rasio-rasio ini antara lain :
a. Total Debt to Assets Ratio (Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva)
yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang
dibiayai dengan hutang.
Dengan rumus :
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Total Aset
b. Total Debt to Equity Ratio
yaitu rasio yang digunakan untuk mengukue seberapa besar perusahaan dibiayai oleh
pihak kreditur dibandingkan dengan ekuitas.
Dengan rumus :
Total Debt to Assets Ratio = Total Hutang / Modal sendiri
4. Rasio Profitabilitas/Rentabilitas
yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh
keuntungan dari penggunaan modalnya.
Yang termasuk dalam rasiio ini adalah :
Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor) merupakan perbandingan antar penjualan bersih
dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan
laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus
yaitu :
Gross Profit Margin = Laba kotor / Penjualan Bersih
Net Profit Margin (Margin Laba Bersih) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.Rasio ini dapat
dihitung dengan Rumus yaitu :
Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak / Penjualan Bersih
Earning Power of Total investment merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
keuntungan netto. Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :
Earning Power of Total investment = Laba Sebelum Pajak / Total aktiva

Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas) merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh
pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.

Rasio ini dapat dihitung dengan rumus yaitu :


Return on Equity = Laba Setelah Pajak / Ekuitas Pemegang Saham
LAPORAN KEUANGAN POKOK

Laporan keuangan pokok disusun oleh suatu perusahaan meliputi : neraca, perhitungan laba rugi,
laporan posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan.
Neraca
Neraca merupakan suatu ikhtisar yang menggambarkan posisi harta, utang dan modal
sendiri suatu perusahaan dalam satu periode.
Secara umum komponen-komponen neraca yaitu :
Dengan rumus :
Aktiva = Kewajiban + Modal
Aktiva meliputi :
- Aktiva Lancar
- Investasi (Penyertaan)
- Aktiva Tetap
- Aktiva Lain-lain

Kewajiban meliputi :

- Kewajiban Lancar
- Kewajiban Jangka Panjang
- Kewajiban Lain-lain

Modal meliputi :

- Modal Saham
- Agro Saham
- Laba yang ditahan

Penyajian komponen-komponen neraca lazimnya sebagai berikut :

- Aktiva, diklasifikasikan menurut urutan likuiditas


- Kewajiban, diklasifikasikan menurut urutan jatuh tempo
- Modal, diklasifikasikan berdasarkan sifat kekekalannya
Perhitungan Rugi Laba
Perhitungan Rugi Laba merupakan ikhtisar yang disusun secara sistematik berisikan
didalamnya data transaksi keuangan yang mencakup seluruh pendapatan atau 'revenue'
perusahaan dan seluruh beban perusahaan untuk tahun buku bersangkutan. Cara
penyajian perhitungan rugi-Iaba, adalah sebagai berikut :
1) Harus memuat secara terperinci unsur-unsur pendapatan dan beban.
2) Seyogyanya disusun dalam bentuk urutan ke bawah (stafel).
3) Harus dipisahkan antara hasil dari bidang usaha lain serta pos luar biasa

Komponen-komponen rugi laba terdiri dari :

Penjualan
Harga pokok penjualan
Laba bruto
Beban usaha
Pendapatan dan beban lain-lain
Laba sebelum pajak penghasilan
Pajak penghasilan
Laba bersih sesudah pajak
Laporan Posisi Keuangan
Laporan ini yang mencantumkan semua transaksi dan keterjadian perusahaan yang
mempunyai konsekuensi kas.
Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang
tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas
serta informasi tambahan seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen.

ANALISIS INDEKS DAN COMMON SIZE

Analisis Indeks

Analisis indeks merupakan salah satu metode analisis laporan keuangan untuk mengetahui
kecenderungan atau tendensi keadaan keuangan suatu perusahaan apakah naik, turun atau tetap.
Kecenderungan posisi keuangan tersebut dapat diketahui dari laporan keuangan yang disusun
tiga periode atau lebih. Untuk melihat trend tersebut digunakan angka indeks 100. Oleh karena
itu teknik analisisnya disebut dengan analisis indeks. Angka indeks 100 adalah untuk tahun
dasar. Tahun dasar tidak selamanya tahun awal, melainkan tahun yang dianggap representative.

Agar lebih mudah dalam menganalisis, maka perlu diperhatikan cara penyusunan laporan dengan
indeks berikut :

a. Menentukan Tahun Dasar


Biasanya yang digunakan sebagai tahun dasar adalah tahun awal atau tahun yang
dianggap normal/representative pada periode tahun yang dianalisis.
b. Menentukan angka indeks 100 pada tahun dasar untuk masing-masing pos dalam tahun
dasar.
c. Pos-pos dari periode laporan yang dianalisis dibandingkan dengan pos-pos yang sama
dalam laporan keuangan tahun dasar.
d. Dalam menghitung rasio trend/kecenderungan pada umumnya tidak semua pos-pos
neraca dan laporan rugi laba dari beberapa periode tersebut dihitung, karena tujuan
pertama dari perhitungan rasio adalah membuat perbandingan antara pos-pos yang
mempunyai hubungan informasi dengan pos-pos lainnya.

Analisis Commonsize

Munawir (2004) mengungkapkan analisis presentase per komponen (commensize) adalah


laporan keuangan dalam bentuk presentase masing-masing, pos neraca terhadap jumlahnya, dan
masing-masing pos rugi laba terhadap jumlah penjualan. Dikatakan presentase per komponen
karena tiap-tiap pos dinyatakan dalam bentuk presentase. Jadi, analisis presentase per komponen
adalah metode analisis laporan keuangan yang disusun secara vertikal untuk mengetahui
persentase investasi pada masing-masing pos aktiva terhadap total aktiva, pos-pos pasiva
terhadap total pasivanya, serta pos-pos rugi laba terhadap total penjualan netonya. Keuntungan
utama yang diperoleh analisis ini adalah akan dapat diperoleh suatu dasar atau ukuran umum
yang dapat digunakan sebagai pembanding.

Tujuan analisis commensize adalah untuk memperoleh gambaran tentang:

1. Komposisi dan proporsi investasi pada setiap jenis aktiva.


2. Struktur modal dan pendanaan.
3. Distribusi hasil penjualan pada biaya dan laba.
http://aiiuuraka.blogspot.com/2011/10/laporan-keuangan-pokok.html : 13-09-2015

http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html : 13-09-2015

Wiagustini, Ni Luh Putu.2013.Manajemen Keuangan.Denpasar:Udayana University Press