Anda di halaman 1dari 5

Nama : LUSIANTI

NIM : 141710101009
Mata Kuliah : Perencanaan Pangan dan Industri Pertanian

TUGAS INDIVIDU

1. Mengapa CSR (corporate social responsibility) diperlukan ?


Jawab :
CSR (corporate social responsibility) diperlukan karena CSR merupakan
suatu bentuk kepedulian dunia usaha terhadap kesejahteraan masyarakat di
sekitarnya. Hal itu akan memberikan beberapa manfaat baik bagi perusahaan
maupun bagi masyarakat. Manfaat yang dapat dirasakan dunia usaha diantaranya
yaitu nama baik di mata public, kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha
tersebut sehingga dapat memberikan keuntungan lebih secara finansial. Dengan
adanya CSR juga akan memudahkan menjalin kerjasama dengan stakeholder
terkait untuk bekerja sama mengembangkan CSR yang bermanfaat pula bagi
masyarakat sehingga dunia usaha juga akan semakin dikenal oleh stakeholder.
Sedangkan manfaat dari adanya CSR yang dirasakan masyarakat adalah manfaat
atau keuntungan baik secara social maupun lingkungan.

2. Bagaimana seharusnya CSR (corporate social responsibility) diterapkan oleh


perusahaan di Indonesia ?
Jawab :
Berikut adalah beberapa hal yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan di
Indonesia agar CSR dapat berjalan efektif :
1. Melakukan pendekatan bottom-up sebagai langkah awal agar lebih dekat
dengan masyarakat. Pendekatan ini perlu dilakukan untuk mengenal
masyarakat lebih dalam dan agar masyarakat memahami pentingnya CSR ini
dilakukan. Dengan adanya pendekatan, masyarakat akan lebih mudah
mengiikuti kegiatan program kerja yang dilakukan perusahaan terkait dengan
CSR.
2. Melakukan perbaikan pengelolaan secara representative, partisipatif dan
responsive. Tindakan perbaikan pengelolaan ini akan semakin meyakinkan
Nama : LUSIANTI
NIM : 141710101009
Mata Kuliah : Perencanaan Pangan dan Industri Pertanian

masyarakat akan adanya program-program dalam CSR. Tindakan nyata yang


diberikan oleh perusahaan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat
sehingga mengangkat citra baik perusahaan dimata masyarakat. Dengan itu
masyarakat akan lebih menerima adanya program CSR dan dapat mengikuti
program yang ada dengan baik
3. Intensif pajak bagi perusahaan yang berhasil dalam program CSR. Hal ini
perlu dilakukan karena mengingat CSR ini merupakan kepedulian dunia usaha
terhadap kesejahteraan masyarakat maka output nya adalah kesjahteraan yang
dirasakan oleh masyarakat sehingga perlu adanya apresiasi bagi perusahaan
yang berhasil menjalankan CSR

3. Mengapa industrialisasi dan pembangunan dapat menyebabkan pencemaran


dan kerusakan lingkungan serta mengancam Ketahanan Pangan ?
Jawab :
Industrialisasi dan pembangunan dapat menyebabkan :
1. Pencemaran. Hal ini dikarenakan adanya kegiatan transportasi dalam proses
industrialisasi maupun pembangunan berupa kepulan asap, naiknya suhu udara
kota, kebisingan kendaraan bermotor yang menyebabkan terjadinya
pencemaran baik udara, aroma maupun suara.
2. Kerusakan lingkungan. Limbah industri yang berupa zat-zat buangan yang
berbahaya seperti logam berat, zat radio aktif dan lain-lain dapat mencemari
lingkungan bahkan merusak lingkungan sehingga akan membuat ekosistem
menjadi tidak seimbang
3. Mengancam ketahanan pangan, hal ini diakibatkan adanya residu pemakaian
zat-zat kimia untuk memberantas serangga/tumbuhan pengganggu seperti
insektisida, pestisida, herbisida, fungisida dan juga pemakaian pupuk
anorganik yang dapat menurunkan mutu pangan sehingga akan mengancam
ketahanan pangan.
4. Jelaskan dengan singkat pengertian, urgensi dan prinsip AMDAL (Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan)!
Nama : LUSIANTI
NIM : 141710101009
Mata Kuliah : Perencanaan Pangan dan Industri Pertanian

Jawab :
Pengertian AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).
Menurut Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1999 tentang Analisis
Mengenai Dampak Lingkungan, AMDAL merupakan suatu kajian
mengenai dampak besar dan penting suatu usaha maupun kegiatan yang
direncanakan pada lingkungan hidup dan diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan.
Urgensi/pentingnya AMDAL
Berikut adalah beberapa urgensi/pentingnya penerapan AMDAL :
1. Bagi pemerintah : sebagai pedoman dalam pengambilan
keputusan, perencanaan pembangunan wilayah serta pedoman
untuk memantau efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pengelolaan
lingkungan yang dilakukan oleh pemilik proyek
2. Bagi pihak pemrakarsa : sebagai pedoman dalam melakukan
pengelolaan dan pemantauan terhadap dampak yang diperkirakan
terjadi serta acuan untuk lebih meningkatkan integrasi dan
pastisipasi masyarakat sekitarnya
3. Bagi masyarakat sekitar proyek : sebagai sumber informasi serta
acuan untuk melakukan control upaya pengelolaan lingkungan
yang dilakukan pemilik proyek
Prinsip AMDAL
1. Lokasi kegiatan AMDAL wajib mengikuti rencana tata ruang wilayah
(RTRW) agar tidak mengganggu kegiatan disekitar lokasi AMDAL
2. AMDAL bagian integral dari Studi Kelayakan Kegiatan Pembangunan,
karena AMDAL menjadi salah satu indicator kelayakan kegiatan
pembangunan dimana AMDAL dapat digunakan unuk menganalisa
dampak kerusakan lingkungan yang dapat terjadi dari pembangunan
tersebut.
3. AMDAL berujuan menjaga keserasian hubungan antara berbagai
kegiatan agar dampak dapat diperkirakan sejak awal perencanaan. Hal
ini dapat meminimalisir atau mencegak dampak yang akan terjadi.
Nama : LUSIANTI
NIM : 141710101009
Mata Kuliah : Perencanaan Pangan dan Industri Pertanian

4. AMDAL berfokus pada analisis : Potensi masalah, potensi konflik,


kendala SDA, pengaruh kegiatan sekitar terhadap proyek sehingga
dengan adanya analisis tersebut dapat memberikan solusi unuk
penanganan masalah yang akan terjadi.

5. Apakah yang dimaksud dengan Dampak Besar dan Penting dalam AMDAL?
Apa yang menjadi kriteria utama sehingga suatu dampak dapat disebut
sebagai Dampak Besar dan Penting?
Jawab :
Dampak besar dan penting merupakan perubahan lingkungan hidup yang
sangat mendasar akibat suatu usaha, kegiatan maupun proyek (pembangunan)
Kriteria utama Dampak Besar dan Penting yaitu :
1. Jumlah manusia yang terkena dampak
2. Luas wilayah persebaran dampak
3. Intensitas dan lamanya dampak berlangsung
4. Komponen lingkungan hidup lain yang terkena dampak
5. Sifat kumulatif dampak
6. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak

6. Mengapa perusahaan harus melakukan Forecasting ?


Jawab :
Perusahaan harus melakukan forecasting untuk meramalkan masa depan
perusahaan sehingga dapat mengantisipasi keidakpastian permintaan konsumen
akan produk yang ditawarkan akibat adanya kompetisi, perilaku konsumen, upaya
penjualan, siklus bisnis maupun siklus hidup produk, sehingga dapat menghindari
kerugian yang banyak

7. Syarat-syarat apakah agar metode Forecasting secara kuantitatif dapat


dilakukan ?
Jawab :
Nama : LUSIANTI
NIM : 141710101009
Mata Kuliah : Perencanaan Pangan dan Industri Pertanian

Syarat wajib yang harus dipenuhi untuk melakukan metode Forecasting secara
kuantitatif yaitu :
1. Adanya data sebagai sumber informasi dari masa lalu
2. Data-data tersebut dapat dikuantifir dalam bentuk data numeric
Sedangkan syarat yang tidak wajib dipenuhi untuk melakukan metode
Forecasting secara kuantitatif yaitu :
1. Pola data masa lalu diasumsikan akan terus berlanjut pada masa yang akan
datang

8. Apakah data harus berpola teratur agar Forecasting akurat ? Bila data
penjualan tidak teratur, bagaimana Forecasting bisa dilakukan ?
Jawab :
Data tidak harus berpola teratur agar Forecasting akurat. Apabila penjualan
tidak teratur maka Forecasting dapat dilakukan dengan menggunakan metode
Forecasting berupa Single Exponential Smoothing (SES) dengan menggunakan
konstanta pemulusan. Nilai mendekati 1 digunakan apabila pola data permintaan
menunjukkan angka yang tidak stabil dan relative berubah, sedangkan nilai
mendekati 0 dipilih apabila data menunjukkan nilai stabil dari waktu ke waktu.