Anda di halaman 1dari 7

BAHAN AJAR

MEMBUAT MEDIA BENTUK BROSUR

Diklat

Teknik Menyusun Materi dan Membuat Media Penyuluhan Tercetak


Oleh:
Adi Riyanto Suprayitno

BALAI DIKLAT KEHUTANAN MAKASSAR


MARET, 2015
MENYUSUN MATERI DAN MEMBUAT MEDIA BROSUR

A. Pendahuluan
Penyusunan materi penyuluhan yang dikemas dalam bentuk media informasi
penyuluhan tidak harus dibuat melalui usaha percetakan. Seorang penyuluh
dituntut mampu membuat media penyuluhan. Apalagi peralatan komputer sudah
memasyarakat sampai di perdesaan. Untuk itu, menjadi penyuluh bukan hanya
dituntut mampu melakukan pendampingan teknologi, tetapi juga harus mau dan
mampu berkarya dan berkolaborasi.Harus senantiasa mengembangkan
kemampuan, antara lain membuat brosur yang disajikan melalui karya tulis
ilmiah populer.

Brosur sering juga disebut buklet merupakan sebuah buku yang ukurannya tidak
terlalu besar. Disusun dalam keteran, dijilid, diberi kulit depan (kulit muka lebih
tebal dari isi). Isinya dicetak atau diketik. Ukurannya 13,5 x 18 cm atau ukuran
lain yang dapat dimasukkan saku. Isi brosur tidak terlalu banyak, maksimal 40
halaman dan paling sedikit 6 halaman.

B. Kegunaan
Brosur atau booklet dapat digunakan sebagai bahan bacaan perorangan,
sebagai bahan diskusi pada pertemuan kelompok tani hutan. Bagi penyuluh,
sebagai bahan dalam pendampingan petani. Bagi petani, sebagai bahan untuk
perencanaan dan pengambilan keputusan.

C. Kelebihan dan Kekurangan


Keunggulan dari media brosur atau bokklet adalah berisi informasi paket
teknologi yang lengkap.Dapat dibaca utuh atau sebagian, mudah dibawa, tahan
lama dan dapat dibaca beralang-ulang.Mudah menyimpanan, dapat digunakan
untuk bahan pendampingan, bahan diskusi atau bahan pustaka.Bisa digunakan
untuk belajar mandiri. Namun demikian terdapat pula kelemahan dari media ini,
yakni : memerlukan waktu dan perhatian yang serius untuk membaca dan
memahaminya.Ukuran tulisan seringkali kecil, sehingga menyulitkan petani
untuk membacanya.

D. Sistimatika
Ditinjau dari segi isinya, naskah brosur ditulis dengan uraian singkat, padat dan
mudah dimengerti, serta harus selesai dalam menyajikan suatu masalah
(teknologi). Dalam merancang brosur atau booklet terlebih dahulu tentukan judul
yang akan dibuat. Penentuan judul ini didasarkan pada informasi mengenai apa
yang dibutuhkan oleh sasaran atau informasi yang perlu disampaikan kepada
sasaran.

Selanjutnya pelajari bahan-bahan/pustaka yang diperlukan untuk menyusun


booklet. Siapkan gambar atau foto yang akan dijadikan ilustrasi booklet.
Kemudian buat atau susun outline isi informasi yang akan ditulis. Setelah itu,
tuliskan konsep materi penyuluhan dengan mengikuti outline yang telah disusun
(dalam satu kalimat tidak boleh lebih dari 13 kata). Lakukan pengaturan
penempatan gambar/foto ilustrasi diantara tulisan yang telah disusun, dengan
menuliskan keterangan gambar di bawah gambar/foto yang dipasang.
Tulis judul pada cover. Apabila dipandang perlu,hiasi sampul depan dengan
gambar, siapkan gambar yang sesuai dengan isi brosur. Sistematika
penyusunan brosur ata booklet dapat mengikuti format berikut:

- Sampul/Kulit depan : Judul dan Penerbit

- Halaman pertama : Judul dan Penerbit

- Halaman kedua : Daftar Isi

- Halaman ketiga : Kata Pengantar

- Halamn keempat dst : Uraian Isi

- Halaman terakhir : Daftar Pustaka/Daftar Rujukan

- Kulit belakang : Sumber Dana dan tercantum

TIDAK DIPERDAGANGKAN

E. Syarat naskah brosur adalah sebagai berikut:


1. Cakupan materi
Materi penyuluhan yang dituangkan dalam brosur antara lain paket teknologi,
petunjuk teknis, surat keputusan, biografi dan lain-lain yang tidak terdiri dari
beberada fokus uraian. Misalnya, budidaya tanaman gaharu. Disajikan mulai
dari sejarahnya, syarat tumbuh, pembibitan sampai pada penanganan pasca
panen dan analisa biaya.
2. Berisi uraian yang membangkitkan semangat
Brosur ditulis agar dibaca oleh sasaran. Agar sasaran mau membaca maka
isinya haruslah suatu paket teknologi yang dibutuhkan bagi sasaran.
Membaca saja tentu belum cukup, tetapi isitentu harus mudah dibaca, mudah
dimengerti, diinginkan oleh mereka, sesuai dengan potensi wilayah dan
terdapat banyak kemudahan untuk melakukannya.
3. Disajikan secara jelas
Naskah brosur harus jelas baik kata-kata maupun kalimat yang digunakan.
Kata-kata yang digunakan harus tepat agar sasaran tidak keliru
mengartikannya. Demikian pula kalimat yang digunakan harus pendek dan
tidak bertele-tele. Amatilah setiap kata yang ditempatkan dalam satu kalimat,
kata-kata itu harus saling mendukung dan tidak saling bertentangan.
Usahakan dapat membangun kalimat yang efektif, artinya setiap kata yang
digunakan tepat, saling berkaitan dan memperkuat pernyataan.Cermati
penggunaan warna dan gambar-gambar, pilih warna yang memperjelas dan
menarik,

4. Singkat tapi padat


Keterbatasan dalam jumlah halaman dan ukuran bentuk brosur,
mengharuskan kita menyusun uraian secara singkat dan padat. Hal ini juga
disesuaikan dengan ketersediaan waktu bagi sasaran untuk membacanya.
Petani nelayan tidak mempunyai waktu untuk membaca, karena itu materi
yang disajikan perlu singkat dan teratur tanpa mengurangi kepadatannya.
Naskah disusun menurut urutan kerja dari satu pekerjaan, ibarat air mengalir
perlu diceritakan dari hulu sampai hilir.

5. Pengisian Halaman
Dalam brosur kita memerlukan suatu keterangan yang perlu mendukung
suatu pernyataan. Tidak semua penjelasan dapat dituangkan dalam kata
yang disusun dalam kalimat, misalnya jarak tanam. Kalau kita
mengemukakan jarak tanam misalnya 30 x 55 cm, tentu pembaca masih
bertanya yang mana ukuran 30 cm dan mana yang berukuran 50 cm. Kalau
dibiarkan pertanyaan itu tidak terjawab, pembaca akan kehilangan
pengertian. Akibatnya akan ragu tentang jarak tanam yang dikemukakan.
Untuk menghilangkan atau menjawab pertanyan yang mungkin timbul, maka
harus kita menggunakan ilustrasi/gambar. Gunanya adalah untuk membantu
pembaca memahami secara pasti.
6. Sederhana
Untuk dapat menyusun naskah brosur yang mudah dibaca dan dipahami oleh
sasaran, maka organisasi penulisannya harus diperhatikan secermat
mungkin. Sekurang - kurangnya ada 4 (empat) tahapan yang harus dilalui
untuk dapat menyusun brosur secara memikat, mudah dibaca dan
dimengerti. Tiga tahap tersebut adalah perencanaan, penulisan,
pemeriksaan. Marilah kita tinjau satu demi satu.
a. Buat rencana menulis brosur :

- Tentukan satu tema/pokok bahasan tulisan,

- Tentukan golongan sasaran yang diperuntukkan,

- Tentukan apa tujuan anda membuat brosur,

- Kumpulkan informasi dan data yang berkaitan dengan materi yang

akan dibahas,

- Buat kerangka dari rangkaian fakta yang terkumpul,

- Keluarkan konsep - konsep yang sulit, mungkin tidak dimengerti oleh

sasaran.

- Rangkaian fakta yang terumpul agar sasaran suka, tertarik, mau

membaca dan mengerti.

b. Tulis fakta yang terkumpul dengan gaya memikat:

- Gunakan ejaan yang disempurnakan,

- Buat kalimat yang pendek tapi padat,

- Gunakan kata - kata yang tepat dengan pengertian yang tepat,

- Pilih kata yang personal, akrab dan hemat,

- Buat alinea yang pendek.

c. Rapikan tulisan yang telah tersusun :

- Keluarkan hal - hal yang tidak penting,

- Usahakan agar tulisan tetap mengacu pada pokok bahasan,

- Teliti kata - kata yang tidak berguna, artinya walaupun kata itu

dihilangkan tidak akan mengubah pengertian kalimat.


Contoh Sampul Brosur

Anda mungkin juga menyukai