Anda di halaman 1dari 42

AKREDITASI PUSKESMAS TEMPUNAK

BAB III DAN VI

BAB III
3.1. PENINGKATAN MUTU PUSKESMAS ( PMP)
3.1.1 PERBAIKAN MUTU DAN KINERJA PUSKESMAS
3.1.1.1 SK kepala Puskesmas tentang pembentukan Tim Mutu

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TEMPUNAK


KABUPATEN SINTANG
Nomor : 800/....../3.1.1/2015

TENTANG
PEMBENTUKAN TIM TEKNIK JAMINAN MUTU
PUSKESMAS TEMPUNAK

Memperhatikan : 1. Instruksi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang pada


tanggal 28
Oktober 2008
: 2. Tuntutan masyarakat pengguna jasa pelayanan yang makin
berkembang dan mendesak
Mengingat : Undang undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
pasal 10
tentang Pelayanan Paripurna

MEMUTUSKAN

PERTAMA : Guna menetapkan Tim Teknik Jaminan Mutu di Puskesmas


Tempunak ,
maka dibentuk Tim Jaminan Mutu dengan susunan sebagai
berikut :

Penanggung Jawab : TITIN NURSELAN, A.Md.Kep


Ketua : LILI SURIYABI, A.Md.Keb
Sekertaris : ADMIN, A.Md.Kep
Koordinator Pokja ADMEN : IRA AYULIANTI, A.Md.Kep
Koordinator Pokja Yanis : dr. NAKAMASTRI GILAR WIJAYANTI
Anggota : AGUSTINA, A.Md.Kep
: JIMMY ERRES SANJAYA, AMAK
Koordinator Pokja Program : DINA PRANANDARI, A.Md.Kep
Anggota : HERIDA, A.Md.Kesling
: WIDIA WAHYUNINGSIH, A.Md.Far
: MARDIASTUTI, A.Md
: SUMARNI, SST

KEDUA : Biaya yang ditimbulkan akibat diterbitkannya Surat Keputusan


ini
ditanggung oleh Puskesmas Tempunak.
KETIGA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
menetapkan Surat Keputusan ini, maka akan diadakan
perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Nanga
Tempunak
Pada Tanggal : 12 Oktober
2015
TITIN NURSELAN,A.Md.Kep
PENATA
NIP. 197303091993032002

3.1.1.1 Kerangka Acuan uraian tugas, wewenang, tanggung jawab Tim


PEMERINTAH
DINAS
KABUPATEN
PUSAT KESEHATAN
SINTANG
Jl.KESEHATAN
Raden Prabu Cakra Negara
MASYARAKAT TEMPUNAK
No. 007 Nanga Tempunak

Mutu

KERANGKA ACUAN TUGAS, WEWENANG, TANGGUNG JAWAB TIM MUTU


I. LATAR BELAKANG
II. TUJUAN
III. PELAKSANAAN
IV. JENIS KEGIATAN
V. WAKTU KEGIATAN
VI. SUMBER DANA
Kegiatan Tim Mutu Puskesmas Tempunak dibiayai oleh dana
operasional Puskesmas.

3.1.1.2 Visi, Misi, Tata Nilai

VISI PUSKESMAS TEMPUNAK

MENJADI PUSKESMAS YANG BERMUTU , PROFESIONAL MENUJU


KEMANDIRIAN MASYARAKAT DIBIDANG KESEHATAN

MISI :

1. Menggerakan pembangunan kecamatan berwawasan kesehatan


2. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan profesional
dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia
3. Memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, menyeluruh dan
terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat
4. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup
sehat
5. Menggerakan keluarga dan masyarakat dalam Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat
6. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.

NORMA DAN NILAI-NILAI

Beriman
Jujur
Iklas
Profesional
Visioner
Tanggung jawab
Terpercaya
Sejahtera
Adil
Saling menghargai
PEMERINTAH
DINAS
KABUPATEN
PUSAT KESEHATAN
SINTANG
Jl.KESEHATAN
Raden Prabu Cakra Negara
MASYARAKAT TEMPUNAK
No. 007 Nanga Tempunak

3.1.1.3 SK kepala Puskesmas tentang Kebijakan Mutu

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TEMPUNAK


KECAMATAN TEMPUNAK KABUPATEN SINTANG
Nomor : 800/....../3.1.1.3/2015

TENTANG
KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS TEMPUNAK

MEMPERHATIKAN : 1. Instruksi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang


pada
tanggal 28 Oktober 2014
: 2. Tuntutan masyarakat pengguna jasa pelayanan yang
makin
berkembang dan mendesak
MENGINGAT :Undang undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatanpasal
10 tentang Pelayanan Paripurna

MEMUTUSKAN

PERTAMA : Guna menciptakan kondisi sistem kerja yang sinergik


dan
harmonis dengan memperhatikan prinsip-prinsip yuridis
prosedural, profesional dan etis proporsional di
Puskesmas
Tempunak, maka perlu diterbitkan Surat Keputusan
Kepala
Puskesmas Tempunak tentang Kebijakan Mutu.

KEDUA : Biaya yang ditimbulkan akibat diterbitkannya Surat


Keputusan
ini ditanggung oleh Puskesmas Tempunak.
KETIGA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
dalam
menetapkan Surat Keputusan ini, maka akan diadakan
perbaikan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Nanga
Tempunak
Pada Tanggal : 12 Oktober
2015

TITIN NURSELAN,A.Md.Kep
PENATA
NIP. 197303091993032002

3.1.1.4 Ikrar komitmen karyawan, foto dok

3.1.2 PENERAPAN PERBAIKAN KINERJA YG BERKESINAMBUNGAN YG TERCERMIN


DLM PENGELOLAAN DAN PELAKSANAAN KEGIATAN SEHARI-HARI
3.1.2.1 -------
3.1.2.2 --------

3.1.2.3 SPO survey kepuasan pelanggan

Pengumpulan Informasi Kebutuhan dan


Harapan Pelanggan Puskesmas
No. Kode : 3.1.2.3 Ditetapkan Oleh Kepala
SPO Terbitan
No. Revisi
Puskesmas Tempunak

Tgl. Mulai Berlaku : 01-01-


2013
Puskesmas Halaman Titin Nurselan, A.Md.Kep
Tempunak NIP197303091993022002

Tujuan Sebagaipedomandalammelaksanakanpengumpulaninformasiha
rapan pelanggan Puskesmas
Kebijakan Didalampengumpulaninformasikebutuhandanharapanpela
nggan Puskesmasharusdenganlangkah- langkahini.
Definisi Pengumpulan Informasi Kebutuhan dan Harapan
Pelanggan Puskesmas adalah: pengumpulan informasi
dalam rangka mengetahui harapan pelanggan terhadap
pelayanan Puskesmas ,(loket pendaftaran,Poli Umum,
Poli Gigi, Poli KIA/KB,Laboratorium,Rawat
Inap,Farmasi,Kasir,kebersihan lingkungan Puskesmas),
Pengumpulan Informasi Kebutuhan dan Harapan
Pelanggan Puskesmas melalui kotak saran, survey
pelanggan dengan menggunakan kuesioner sebagai
panduan wawancara, informasi langsung dari pelanggan
melalui berbicara langsung, telpon dan pesan singkat
(SMS).
Pelaksana Pengumpulan Informasi Kebutuhan dan
Harapan Pelanggan Puskesmas. dilaksanakan oleh Tim
Mutu Puskesmas.
Pengumpulan Informasi Kebutuhan dan Harapan
Pelanggan Puskesmas. melalui kotak saran, informasi
langsung dari pelanggan melalui berbicara langsung,
telpon dan pesan singkat (SMS), dilaksanakan setiap
hari baik didalam gedung maupun diluar gedung, baik
hari kerja maupun diluar hari kerja, sedangkan survey
pelanggan dengan menggunakan kuesioner sebagai
panduan wawancara dilaksanakan di dalam gedung
Puskesmas setiap bulan Desember, dengan sampel 150
pasien/ klien secara acak.
Prosedur Penumpulan informasi melalui kotak saran,
1. Koordinator kelompok kerja administrasi dan manajemen
(admin) Puskesmas membuka kotak saran Puskesmas
setiap bulan,
2. Koordinator admen merekap isi kotak saran didalam
rekapan harapan pelanggan Puskesmas,
3. Koordinator admen memisahkan/ memilah- milah sesuai
dengan kelompok kerja program,
4. Koordinator admen memberikan rekapan kotak saran
sesuai dengan kelompok kerja,
5. Koordinator Tim Mutu menerima rekapan kotak saran
6. Koordinator Tim Mutu menandatangani tanda terima
penyerahan dari koordinator admen,
Informasi langsung dari pelanggan.
7. Koordinator Tim Mutu menerima informasi harapan
pelanggan Puskesmas dari karyawan Puskesmas,
8. Koordinator Tim Mutu memasukan harapan pelanggan
dari karyawan Puskesmas kedalam rekapan Tim Mutu,
9. Koordinator Tim Mutu menandatangai informasi dari
karyawan Puskesmas didalam rekapan harapan
pelanggan individu karyawan,
10.Kordinator Tim Mutu, dan karyawan Puskesmas
menerima informasi langsung dari pelanggan, baik bicara
langsung, telpon maupun SMS,
11.Informasi dari pelanggan direkap kedalam rekapan
harapan pelanggan Koordinator Tim Mutu,
12.Koordinator Tim Mutu setiap rapat akhir bulan
menyanpaikan hasil rekapan harapan pelanggan untuk
dibahas bersama semua karyawan Puskesmas
13.Koordinator Tim Mutu dan koordinator Program membuat
rencana tindak lanjut hasil pembahasan harapan
pelanggan,
14.Bidan koordinator Tim Mutu membagi tugas kepada
semua pemegang Program Puskesmas didalam
menyelesaikan permasalahan harapan pelanggan,
15.Koordinator Tim Mutu dan pemegang program
melaksanakan kegiatan sesuai dengan pembagian tugas
yang telah diterima dengan mencatat pada buku kegiatan
individu,
16.Koordinator Tim Mutu melapor kepada kepala Puskesmas
tentang hasil bahasan harapan pelanggan Puskesmas,
17.Kepala Puskesmas meneliti dan memberi umpan balik
atas laporan koordinator Tim Mutu.

Referensi Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan


Masyarakat, Kementrian Pendayaan Aparatur Negara RI,
2004.
DokumenTerkait 1. Rekapan harapan pelanggan individu,
2. Rekapan harapan pelanggan koordinator,
3. Rekapan harapan pelanggan Puskesmas,
Distribusi 1. Koordinator Tim Mutu,
2. Koordinator ProgramPuskesmas,
3. Karyawan Puskesmas,
4. Koordinator admen.

9.Rekamanhistorisperubahan
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulaidiberlakuk
an

SK penetapan SPO survey kepuasan pelanggan


PEMERINTAH KABUPATEN
SINTANG
DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
TEMPUNAK
Jl. Raden Prabu Cakra Negara, Nanga Tempunak
e-mail : Puskesmas.Tempunak@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS TEMPUNAK


NOMOR: 800/ /3123/SK/ 2015

TENTANG

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN/ PELANGGAN

Menimbang : 1. Bahwa untuk mendukung pemberian pelayanan pasien di


Puskesmas, pimpinan puskesmas dan petugas harus
mengetahui dan mengerti hak dan kewajiban pasien.
Pasien pun perlu mendapatkan informasi tentang hak
dan kewajiban pasien.
2. Bahwa sehubungan dengan butir a tersebut diatas
ditetapkan Hak dan Kewajiban pasien dengan keputusan
Kepala Puskesmas.
Mengingat : 1. Undang-Undang Dasar 1945 yang telah diamandemen,
pasal 28.
2. Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Peraturan pemerintah Nomor 8 tahun 2003 tentang
pedoman organisasi perangkat daerah Lembaran
Negara Tahun 2003 nomor 14, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4262.
4. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 38
Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
antara Pemerintah Daerah Propinsi an Pemerintah
Daerah Kabupaten / Kota.
5. Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 8
Tahun 2008 tentang Susunan, Kedudukan dan tugas
pokok Organisasi Dinas Daerah Kabupaten
Banjarnegara.
6. Peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 28 Tahuun 2008
tentang Tugas pokok, Fungsi, Uraian Tugas Jabatatan
dan tata kerja organisasi Dan dan tata kerja organisasi
Dinas Kesehatan Kabuaten Banjarnegara

MEMUTUSKAN

Menetapka :
n
Kesatu : KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS MALOWOPATI TENTANG
HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN.

Kedua : Hak dan Kewajiban Pasien/ pelanggan seperti yang tertera


pada lampiran Surat Keputusan ini.

Ketiga : Keputusan ini berlaku mulai Tahun 6 April 2013, dengan


ketentuan bila ada kekeliruan akan dilakukan perubahan
sebagaimana mestinya.

Rakit, 0101102013
Kepala Puskesmas Tempunak
Dr. DEASY FATIMAH MELATI
NIP. 19691227.2007.2.015

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA UPTD
PUSKESMAS RAKIT I
NOMOR :
TANGGAL :

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN

Hak pasien:
1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di Puskesmas.
2. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien/ pelanggan.
3. Memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa
diskriminasi.
4. Memperoleh pelayanan kesehatan bermutu sesuai dengan standar
profesi dan standar prosedur operasional.
5. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien
terhindar dari kerugian fisik dan materi;
6. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.
7. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter
lain (second opinion) yang memiliki Surat Ijin Praktik (SIP) baik di
dalam maupun di luar Puskesmas.
8. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk
data-data medisnya.
9. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan
dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
10. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara
tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan
komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan
yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
11. Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
12. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di Puskesmas.
13. Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Puskesmas
terhadap dirinya.
14. Menggugat dan atau menuntut Puskesmas apabila Puskesmas itu
diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik
secara perdata ataupun pidana.
15. Mengeluhkan pelayanan Puskesmas yang tidak sesuai dengan
standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kewajiban pasien/ pelanggan :


1. Memberi informasi yg lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatannya.
2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter gigi, serta perawat,
3. Mematuhi ketentuan yang berlaku di Puskesmas.
4. Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Rakit, 01-11-2013
Kepala Puskesmas Rakit I

Dr. Deasy Fatimah Melati


NIP. 19691227.2007.2.015

3.1.2.4 RTL dan TL survey kepuasan pelanggan

3.1.3 PIMPINAN PUSKESMAS, PENANGGUNG JAWAB PROGRAM DAN


PELAKSANA KEGIATAN BERTANGGUNG JAWAB DAN MENUNJUKAN
PERAN SERTA DLM MEMPERBAIKI MUTU DAN KINERJA
3.1.3.1 Uraian tugas Tim Mutu ( 3.1.1.2 )
3.1.3.2 Presensi Lokmin LINSEK
3.1.3.3 RTL dan TL hasil LOKMIN LINSEK

3.1.4 EVALUASI KEGIATAN PERBAIKAN KINERJA MELALUI AUDIT


INTERNAL SECARA PERIODIK
3.1.4.1 Data kinerja karyawan Puskesmas
3.1.4.2 SPO Audit Internal

Audit Internal
No. Kode : DitetapkanOlehKepalaPuskes
3.1.4.2 masTempunak
Terbitan :01
SP No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku :
:0
Titin Nurselan, A.Md.Kep
Puskesmas O Halaman
1-3.
: NIP.197303091993022002
Tempunak

1.Pengertia Audit internal adalah: Suatu kegiatan audit yang


n sistimatis, mandiri dan terdokumentasi untuk
mendapatkan bukti audit dan mengevaluasi dengan
obyektif untuk menentukan tingkat pemenuhan
kriteria audit Puskesmas yang disepakati.
Audit internal dilakukan oleh tim auditor
Puskesmas yang telah memperoleh pelatihan sebagai
auditor
Audit internal dilakukan untuk memastikan
keefektifan penerapan Sistem Manajemen Mutu dan
mengidentifikasi serta memperbaiki ketidaksesuaian
yang timbul dalam penerapan Sistem Manajemen
Mutu.
Audit internal dilaksanakan secara periodik
minimal setiap enam bulan sekali
Audit internal tidak terjadual dapat dilakukan
bila dibutuhkan sesuai kebijakan pimpinan.
Audit internal dilakukan juga dengan melihat
hasil audit internal sebelumnya.
Lead Auditor adalah seorang yang ditunjuk
untuk memimpin audit internal dengan kualifikasi:
telah mengikuti pelatihan audit internal, dengan
mendapatpakan surat keputusan (SK) kepala
Puskesmas, dan sudah bekerja di Puskesmas Rakit I
minimum tiga tahun.
Auditor adalah seorang yang ditunjuk untuk
melaksanakan audit internal dengan kualifikasi:
sudah bekerja di Puskesmas Rakit I minimum tiga
tahun dan atau telah mengikuti pelatihan dan
penerapan Audit Internal.
Audite adalah: seorang yang menjadi sasaran audit,
koordinator maupun pelaksana pelayanan klinis,
administrasi dan manajemen maupun upaya
Puskesmas,
2.Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan sistem audit
internal supaya setiap audit dapat dilakukan secara
efektif secara berkala dan memberi peluang untuk
melakukan perbaikan.
3.Kebijakan Langkah- langkahdidalammelaksanakan audit internal
denganmelaksanakanlangkah- langkah/ prosedur audit
internal,
4.Prosedur A. Persiapan Audit:
1. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor
(LA)menetapkan tim auditor, yang utamanya sesuai
dengan kompetensi yang telah ditetapkan.
2. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor (LA)
menyusun jadual audit internal
3. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor (LA)
mengajukan jadual kepada Kepala Puskesmas
4. Ketua Tim audit Puskesmas Lead Auditor
(LA)menerima usulan tim serta jadual audit internal
yang telah dibuat oleh Ketua Tim Mutu Puskesmas
5. Jika setuju, memberikan pengesahan dengan
menandatangani jadual audit internal
6. Memberikan pengarahan kepada tim auditor
sebelum audit dilaksanakan.
7. Auditor Membuat checklist audit pada formulir
checklist audit.
8. Menyerahkan checklist audit kepada Lead Auditor
untuk diketahui.

B. Proses Audit
1. Audite koordinasi dengan Tim audit tentang
rencana Audit
2. Audite Menjamin kehadiran personel yang relevan
3. Audite menyediakan fasilitas yang diperlukan
4. Auditor melaksanakan audit dengan standart dan
ruang lingkup yang ditetapkan
5. Auditor menjaga kerahasiaan dokumen dan
informasi yang penting
6. Mencatat hasil temuan audit ke dalam form
Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya,
7. Ketua tim auditmemimpin pelaksanaan
8. Ketua tim auditmembuat laporan hasil audit yang
berupa LKP dari Auditor.
9. Ketua tim auditmenandatangani form LKP tersebut,
serta mendistribusikan LKP asli ke auditee serta
copy ke auditor.
10. Ketua tim auditmempresentasikan hasil audit
kepada Tim mutu Puskesmas,
11. Ketua Tim Mutu Puskesmas memonitor dan
memastikan pelaksanaan audit internal,
12. Tim audit melaporkan hasil audit pada saat tinjauan
manajemen

C. Tindakan Perbaikan
1. Auditee menerima LKP dari Lead Auditor
2. Auditeemenindaklanjuti hasil audit dengan
tindakan perbaikan
3. Auditee melaksanakan tindakan perbaikan sesuai
dengan rekomendasi perbaikan yang telah
ditetapkan bersama-sama.
4. Jika sudah selesai, meminta Auditor dan ketua tim
mutu, lead auditor untuk memverifikasi.
5. Auditor dan auditee mendokumentasikan hasil
audit serta tindakan perbaikan yang diperlukan.

D. Verifikasi
1. Auditor dan ketua auditor memverifikasi hasil
tindakan perbaikan temuan audit.
2. Jika efektif, maka ketua auditor menutup
permintaan tindak perbaikan dengan
menandatangani form LKP.
3. Ketua audit dan anggota audit membuat resume
hasil audit internal untuk dibawa ke rapat tinjauan
manajemen, termasuk status tindakan
perbaikannya.
5.Unit 1. Tim mutuPuskesmas,
Terkait
2. Koordinatorpelayananklinis,
3. Koordinatoradministrasidanmanajemen,
4. KoordinatorupayaPuskesmas,
5. KepalaPuskesmas,
Distribusi 1. , Tim mutuPuskesmas,
2. Koordinatorpelayananklinis,
3. Koordinatoradministrasidanmanajemen,
4. KoordinatorupayaPuskesmas,
5. KepalaPuskesmas
SK Tim Audit Internal
PEMERINTAH KABUPATEN
SINTANG
DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
TEMPUNAK
Jl. Raden Prabu Cakra Negara, Nanga Tempunak
e-mail : Puskesmas.Tempunak@gmail.com

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA PUKESMAS TEMPUNAK
NOMOR : 800/.../3142/XI/2013

TENTANG

TIM AUDIT INTERNAL

MENIMBANG :
a. bahwa tujuan Pembangunan Nasional adalah terciptanya manusia
Indonesia seutuhnya diantaranya dengan terwujudnya derajat
kesehatan manusia yang optimal sehat jasmani rokhani sehingga
dapat melaksanakan pola hidup sehat yang produktif secara sosial
dan ekonomis;
b. bahwa Puskesmas merupakan pasukan terdepan bidang kesehatan
nasional yang berhubungan serta memberikan pelayanan
kesehatan langsung kepada masyarakat.

MENGINGAT :
a. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.
b. Buku Pedoman Indonesia Sehat Tahun 2010.
c. Buku Pedoman Kerja di Puskesmas.
d. Pedoman Dasar Pelaksanaan Jaminan Mutu di Puskesmas Tahun
2003
e. Standar Terapi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten
Banjarnegara Tahun 2004.
f. Visi dan Misi Puskesmas Rakit I.

PERTAMA : Guna menetapkan Tim Audit Internal di Puskesmas Rakit I,


maka dibentuk Tim Audit Internal dengan susunan sebagai
berikut :

Penanggung Jawab : dr . DEASY FATIMAH MELATI


Ketua : AGUS WAHYONO
Sekertaris : ISHARYANTO, AMK
Anggota : EDY RIYONO, AMK
: MULYADI, AMK

KEDUA : Biaya yang ditimbulkan akibat diterbitkannya Surat


Keputusan ini ditanggung oleh Puskesmas Rakit I.
KETIGA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat
kekeliruan dalam menetapkan Surat Keputusan ini, maka
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Rakit
Pada Tanggan 01-11-2013
Kepala Puskesmas Rakit I

DEASY FATIMAH MELATI

PEMERINTAH KABUPATEN
SINTANG
DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
TEMPUNAK
Jl. Raden Prabu Cakra Negara, Nanga Tempunak
e-mail : Puskesmas.Tempunak@gmail.com

KERANGKA ACUAN PELATIHAN AUDIT INTERNAL

I. LATAR BELAKANG
II. TUJUAN
III. PELAKSANAAN
IV. KEGIATAN
V. WAKTU
VI. SUMBER DANA
Sumber dana pelatihan Audit Internal dibebankan pada dana bantuan
operasional kesehatan ( BOK ).

3.1.4.3 Data, undangan, notulen, presensi, buku kegiatan Tim Audit


Internal
3.1.4.4 Laporan hasil Audit

3.1.4.5 SPO rujukan penyelesaian masalah

SK penetapan SPO penyelesaian masalah

PEMERINTAH KABUPATEN
SINTANG
DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
TEMPUNAK
Jl. Raden Prabu Cakra Negara, Nanga Tempunak

e-mail : Puskesmas.Tempunak@gmail.com

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS RAKIT I
NOMOR :

TENTANG

PENERAPAN SPO PENYELESAIAN MASALAH

MENIMBANG :
a bahwa tujuan Pembangunan Nasional adalah terciptanya manusia
Indonesia seutuhnya diantaranya dengan terwujudnya derajat
kesehatan manusia yang optimal sehat jasmani rokhani sehingga
dapat melaksanakan pola hidup sehat yang produktif secara sosial
dan ekonomis;
b bahwa Puskesmas merupakan pasukan terdepan bidang kesehatan
nasional yang berhubungan serta memberikan pelayanan
kesehatan langsung kepada masyarakat.

MENGINGAT :
a Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.
b Buku Pedoman Indonesia Sehat Tahun 2010.
c Buku Pedoman Kerja di Puskesmas.
d Pedoman Dasar Pelaksanaan Jaminan Mutu di Puskesmas Tahun
2003
e Standar Terapi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten
Banjarnegara Tahun 2004.
f Visi dan Misi Puskesmas Rakit I

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA :Mengingat banyaknya masalah-masalah yang terjadi dalam
pelaksanaan program pelayanan kesehatan di Puskesmas Rakit I , maka dibuatkan
Standar Prosedur Operasional dalam penyelesaian masalah yang ada.
KEDUA :Menetapkan SPO penyelesaian masalah sebagai acuan dalam
penyelesaian masalah masalah yang terjadi di Puskesmas Rakit I.
KETIGA : Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : RAKIT
PADA TANGGAL : 01-11-2013
KEPALAUPT PUSKESMAS RAKIT I

DEASY FATIMAH MELATI

3.1.5 ADA UPAYA MEMBERDAYAKAN PENGGUNA PUSKESMAS UNTUK


BERPERAN SERTA DLM MEMPERBAIKI KINERJA PUSKESMAS

3.1.5.1 SPO survey kepuasan pelanggan (3.1.2.3)


SK penetapan survey kepuasan pelanggan (3.1.2.3)
PEMERINTAH KABUPATEN
SINTANG
DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
TEMPUNAK
Jl. Raden Prabu Cakra Negara, Nanga Tempunak
e-mail : Puskesmas.Tempunak@gmail.com

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS RAKIT I
NOMOR :

TENTANG

PENETAPAN SURAT KEPUTUSAN SURVEY KEPUASAN PELANGGAN

MENIMBANG :
a. bahwa tujuan Pembangunan Nasional adalah terciptanya manusia
Indonesia seutuhnya diantaranya dengan terwujudnya derajat
kesehatan manusia yang optimal sehat jasmani rokhani sehingga
dapat melaksanakan pola hidup sehat yang produktif secara
sosial dan ekonomis;
b. bahwa Puskesmas merupakan pasukan terdepan bidang
kesehatan nasional yang berhubungan serta memberikan
pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

MENGINGAT :
1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.
2. Buku Pedoman Indonesia Sehat Tahun 2010.
3. Buku Pedoman Kerja di Puskesmas.
4. Pedoman Dasar Pelaksanaan Jaminan Mutu di Puskesmas Tahun
2003
5. Standar Terapi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten
Banjarnegara Tahun 2004.
6. Visi dan Misi Puskesmas Rakit I

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA :Mengingat pentingnya informasi dari pelanggan Puskesmas
sebagai koreksi dan perbaikan dalam pelayanan di Puskesmas Rakit I , maka:

KEDUA :Menetapkan Surat Keputusan Survey Kepuasan Pelanggan sebagai


acuan dalam mengadakan survey kepuasan pelanggan di Puskesmas Rakit I.

KETIGA : Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : RAKIT
PADA TANGGAL : 01-11-2013
KEPALA
UPT PUSKESMAS RAKIT I

DEASY FATIMAH MELATI

3.1.5.2 KA pelaksanaan survey kepuasan pelanggan

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAKIT I
*Alamat : Komplek Pasar Rakit 53463, Banjarnegara

KERANGKA ACUAN SURVEY KEPUASAN PELANGGAN

I. LATAR BELAKANG
Seperti kita ketahui bersama bahwa fungsi pokok puskesmas pada dasarnya
ialah :
1. Melaksanakan upaya kesehatan dalam rangka meningkatkan status
kesehatan masyarakat dan mengurangi angka kesakitan.
2. Membina masyarakat di wilayah kerjanya untuk berperan serta secara
aktif dalam upaya kesehatan,serta memberi pengayoman terhadap
upaya-upaya kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat.
Masih dalam rangka membina peran serta masyarakat, kegiatan-kegiatan
pemberdayaan kesehatan masyarakat adalah merupakan kegiatan yang
menunjang fungsi puskesmas,agar pemerataan pelayanan kesehatan dapat
dinikmati oleh masyarakat yang berpenghasilan rendan baik yang tinggal
didesa maupun dikota.
Pada akhir-akhir ini sudah banyak puskesmas yang berhasil mencapai
prestasi dan mencapai target dari usaha-usaha kesehatan pokok maupun dalam
membagi tugas sesuai dengan bobot kerja petugasnya,namun lebih banyak lagi
yang belum berhasil menanamkan motivasi pada petugasnya mengenai
pentingnya bimbingan dan pembinaan yang dilakukan secara terus menerus dan
berkesinambungan terhadap upaya peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan.
Pemerintah sangat membutuhkan informasi unit pelayanan instansi
pemerintah secara rutin. Untuk itu pemerintah berupaya menyajikan INDEKS
KEPUASAN MASYARAKAT secara rutin, yang diharapkan mampu memberikan
gambaran mengenai kualitas pelayanan di instansi pemerintah kepada
masyarakat. Indeks tersebut diperoleh berdasarkan pendapat masyarakat yang
dikumpulkan melalui Survey Kepuasan Masyarakat Terhadap Unit Pelayanan
Publik dalam hal ini adalah UPT Puskesmas Rakit I.Survey ini menanyakan
pendapat masyarakat, mengenai pengalaman dalam memperoleh pelayanan
instansi pemerintah atas penyelenggaraan pelayanan.

II. Tujuan
1. Mengetahui Indeks Kepuasan masyarakat dalam hal pelayanan di Puskesmas
Rakit I,
2. Mengetahui harapan dari pasien/pengunjung dalam hal keberlangsungan
pelayan kesehatan di Puskesmas Rakit I.
3. Mendapatkan saran/kritik/masukan dari pasien/pengunjung mengenai
penyelenggaraan pelayanan, sarana dan prasarana, serta kebersihan
lingkungan di Puskesmas Rakit I.
4. Mengetahui harapan dari masyarakat dalam hal keberlangsungan program-
program di Puskesmas Rakit I.
5. Mendapatkan saran/kritik/masukan dari masyarakat mengenai
penyelenggaraan kegiatan program di Puskesmas Rakit I.

II. TUJUAN
1. Mengumpulkan informasi dalam rangka mengetahui harapan
pelanggan terhadap pelayanan Puskesmas disemua lini yaitu : loket
pendaftaran,Poli Umum, Poli Gigi, Poli KIA/KB,Laboratorium,Rawat
Inap,Farmasi,Kasir,kebersihan lingkungan Puskesmas.
2. Mengevaluasi pelayanan Puskesmas terhadap tingkat kepuasan
pelanggan sebagai langkah koreksi untuk mengadakan perbaikan
pelayanan.

III. PELAKSANA
Survey kepuasan pelanggang dilakukan oleh Tim Mutu Puskesmas

IV. JENIS KEGIATAN


Kegiatan survey kepuasan pelanggan dilakukan melalui : kotak saran,
telepon, SMS, informasi langsung dari pelanggan, dan kusener sebagai acuan
wawancara pada pelanggan.

V. WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan survey kepuasan pelanggang dilakukan secara berkala setiap 6
(enam) bulan sekali.

VI. SUMBER DANA


Kegiatan survey kepuasan pelanggan Puskesmas Rakit I dibiayai oleh dana
operasional Puskesmas.

Rakit, 01-11-2013
Kepala UPT Puskesmas Rakit I

Dr. DEASY FATIMAH MELATI


NIP : 19691227.2007.2.015

3.1.5.3 RTL dan TL hasil survey

3.1.6 UPAYA PERBAIKAN KINERJA PUSKESMAS DENGAN TINDAKAN


KOREKTIF DAN PREVENTIF

3.1.6.1 SK penetapan Indikator Mutu


3.1.6.2 Undangan, notulen, presensi

3.1.6.3 SPO tindakan Korektif / perbaikan

TINDAKAN PERBAIKAN
No. Kode : DitetapkanOlehKepalaPuskes
3.1.6..3
SPO Terbitan :01 masTempunak
No. Revisi :0

Tgl. Mulai Berlaku :


Titin Nurselan, A.Md.Kep
NIP.197303091993022002
Halaman :
2

1Pengertian Tindakan perbaikan (corrective action) adalah tindakan


untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian agar
tidak terulang lagi.
Ketidaksesuaian adalah tidak terpenuhinya suatu
persyaratan.
Persyaratan (requirement)
adalahharapanataukebutuhan yang
dapatberupaketetapan, kebiasaan, ataukewajiban,
Tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian yang
teridentifikasi melalui:
Proses penanganan keluhan pelanggan
Proses penanganan ketidaksesuaian layanan
Proses hasil audit internal
Proses monitoring
Proses analisis data
Temuan/ laporan lainnya yang ada kaitannya dengan
ketidak sesuaian layanan,
2Tujuan Prosedur ini bertujuan untuk menerangkan mekanisme
tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian, supaya setiap
tindakan perbaikan yang diambil dapat menghilangkan
penyebab ketidaksesuaian serta mencegah berulang
kembali.

3Kebijakan Langkah- langkahdidalam proses


perbaikandenganmenerapkanlangkah- langkah SPO yang
telahditetapkan,
4Prosedur
A Identifikasi Ketidaksesuaian
1 Seluruh Karyawan Mengidentifikasi ketidaksesuaian
yang berasal dari:
a Hasil proses pengukuran kepuasan pelanggan
b Hasil proses audit internal
c Hasil proses monitoring
d Hasil proses analisis data
e Hasil proses penanganan ketidaksesuaian
layanan
f Temuan/ laporan lainnya
2 Selurh karyawan menyampaikan ketidaksesuaian
kepada Koordinator Bagian terkait.
3 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
Mencatat ketidaksesuaian pada formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
4 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
dan pelaksana membahas dan menganalisis
penyebab ketidaksesuaian
5 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
Menetapkan rencana dan jadwal tindakan
perbaikan atas ketidaksesuaian.

Tindakan perbaikan
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
beserta pelaksana/ karyawan terkait
2 Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
Melakukan tindakan perbaikan sesuai dengan
tindakan perbaikan yang sudah ditetapkan
3 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
Memantau aktifitas tindakan perbaikan yang
sedang dilakukan oleh staf terkait.
4 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
menginformasikan aktifitas tindakan perbaikan
yang tidak mencapai target kepada Ketua tim
mutu,
5 Ketua tim mutu melapor kepada kepala
Puskesmas hasil aktifitas tindakan,
6 Ketua tim mutu dan kepala Puskesmas membahas
hasil aktifitas tindakan untuk ditindaklanjuti,
7 Ketua tim mutu dan Kepala Puskesmas
memberikan pengarahan kepada Koordinator
Bagian dan pengelola terkait, tentang langkah-
langkah yang perlu diambil.
8 Karyawan terkait, Jika sudah selesai maka
menandatangani formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP) pada
kolom yang sudah disediakan.
9 Melaporkan kepada Koordinator Bagian atas
tindakan perbaikan yang telah dilakukan.

A Verifikasi
1 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
menerima laporan hasil tindakan perbaikan dari
staf terkait
2 Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan
manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
memeriksa hasil tindakan perbaikan.
3 Jika sudah sesuai maka membubuhkan
tandatangan pada kolom verifikasi melakukan
Close Out, sebagai penjelasan status tindakan
perbaikan sudah selesai dilakukan
4 Jika belum selesai, kembali atau membuat
formulir Laporan Ketidaksesuaian dan
Penyelesaiannya (LKP) yang baru dan mengulangi
prosedur ini.
5 Menandatangani formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP).
6 Melaporkan hasil tindakan perbaikan yang telah
selesai kepada Kepala Puskesmas atau ketua tim
mutu,

5Unit Terkait SemuaKoordinatorpelayananklinis,


administrasidanmanajemendankoordinatorupayaPuskes
mas,
Distribusi SemuaKoordinatorpelayananklinis,
administrasidanmanajemendankoordinatorupayaPuskes
mas,

SPO Tindakan Korektif

Tindakan Korektif
No. Dokumen :
DitetapkanOlehKepalaPuskesmasT
SPO No. Revisi
Tanggal Terbit :
:
empunak
Halaman :2

Titin Nurselan, A.Md.Kep


Puskesmas
NIP.197303091993022002
Tempunak

Pengertia - Tindakan perbaikan (corrective action) adalah tindakan untuk


n menghilangkan penyebab ketidaksesuaian agar tidak terulang lagi.
- Ketidaksesuaian adalah tidak terpenuhinya suatu persyaratan.
- Persyaratan (requirement) adalah harapan atau kebutuhan yang
dapat berupa ketetapan, kebiasaan, atau kewajiban,
- Tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian yang teridentifikasi
melalui:
Proses penanganan keluhan pelanggan
Proses penanganan ketidaksesuaian layanan
Proses hasil audit internal
Proses monitoring
Proses analisis data
Temuan/ laporan lainnya yang ada kaitannya
ketidak sesuaian layanan,
Tujuan untukmenerangkanmekanismetindakanperbaikanatasketidakses
uaian, supayasetiaptindakanperbaikan yang
diambildapatmenghilangkanpenyebabketidaksesuaiansertamenc
egahberulangkembali.
Kebijakan Pelaksanaan tindakan korektif harus sesuai dengan langkah-
langkah SPO ini.
Referensi
12. Pro
sedur / A. Identifikasi Ketidaksesuaian
Langka 1. Seluruh Karyawan Mengidentifikasi ketidaksesuaian yang berasal
dari:
h- a. Hasil proses pengukuran kepuasan pelanggan
langka b. Hasil proses audit internal
h c. Hasil proses monitoring
d. Hasil proses analisis data
e. Hasil proses penanganan ketidaksesuaian layanan
f. Temuan/ laporan lainnya
2. Seluruh karyawan menyampaikan ketidaksesuaian kepada
Koordinator Bagian terkait.
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Mencatat ketidaksesuaian pada
formulir Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas dan pelaksana membahas dan
menganalisis penyebab ketidaksesuaian
5. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen dan
koordinator upaya Puskesmas Menetapkan rencana dan jadwal
tindakan perbaikan atas ketidaksesuaian.

Tindakan perbaikan
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmasbeserta pelaksana/
karyawan terkait
2. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas Melakukan tindakan
perbaikan sesuai dengan tindakan perbaikan yang sudah
ditetapkan
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas Memantau aktifitas
tindakan perbaikan yang sedang dilakukan oleh staf terkait.
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas menginformasikan
aktifitas tindakan perbaikan yang tidak mencapai target
kepada Ketua tim mutu,
5. Ketua tim mutu melapor kepada kepala Puskesmas hasil
aktifitas tindakan,
6. Ketua tim mutu dan kepala Puskesmas membahas hasil
aktifitas tindakan untuk ditindaklanjuti,
7. Ketua tim mutu dan Kepala Puskesmas memberikan
pengarahan kepada Koordinator Bagian dan pengelola
terkait, tentang langkah-langkah yang perlu diambil.
8. Karyawan terkait, Jika sudah selesai maka menandatangani
formulir Laporan Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
pada kolom yang sudah disediakan.
9. Melaporkan kepada Koordinator Bagian atas tindakan
perbaikan yang telah dilakukan.

B. Verifikasi
1. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas menerima laporan hasil
tindakan perbaikan dari staf terkait
2. Koordinator pelayanan klinis, administrasi dan manajemen
dan koordinator upaya Puskesmas memeriksa hasil tindakan
perbaikan.
3. Jika sudah sesuai maka membubuhkan tandatangan pada
kolom verifikasi melakukan Close Out, sebagai penjelasan
status tindakan perbaikan sudah selesai dilakukan
4. Jika belum selesai, kembali atau membuat formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP) yang baru dan
mengulangi prosedur ini.
5. Menandatangani formulir Laporan Ketidaksesuaian dan
Penyelesaiannya (LKP).
6. Melaporkan hasil tindakan perbaikan yang telah selesai
kepada Kepala Puskesmas atau ketua tim mutu,

Unit SemuaKoordinatorpelayananklinis,
Terkait administrasidanmanajemendankoordinatorupayaPuskesmas,

3.1.6.4 SPO tindakan Preventif

Tindakan Preventif
No. Dokumen :
DitetapkanOlehKepalaPuskesmasT
SPO No. Revisi
Tanggal Terbit :
:
empunak
Halaman :

Titin Nurselan, A.Md.Kep


Puskesmas
NIP.197303091993022002
Tempunak
Pengertian Tindakan preventif adalah usaha yang dilakukan individu dalam
mencegah terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan
Tujuan Untukmencegahterjadinyasesuatu yang
tidakdiinginkandalamupayaperbaikanmutudankinerjaPusk
esmas
Kebijakan Pelaksanaan tindakan preventif harus sesuai dengan
langkah- langkah SPO ini.
Referensi
18. Prosedur / 1. Seluruh Karyawan Mengidentifikasi
Langkah- ketidaksesuaian yang berasal dari:
a. Hasil proses pengukuran kepuasan
langkah pelanggan
b. Hasil proses audit internal
c. Hasil proses monitoring
d. Hasil proses analisis data
e. Hasil proses penanganan
ketidaksesuaian layanan
f. Temuan/ laporan lainnya
2. Seluruh karyawan menyampaikan
ketidaksesuaian kepada Koordinator Bagian terkait.
3. Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan koordinator upaya Puskesmas
Mencatat ketidaksesuaian pada formulir Laporan
Ketidaksesuaian dan Penyelesaiannya (LKP)
4. Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan koordinator upaya Puskesmasdan
pelaksana membahas dan menganalisis penyebab
ketidaksesuaian
5. Koordinator pelayanan klinis, administrasi
dan manajemen dan koordinator upaya
Puskesmasmenetapkan rencana dan jadwal tindakan
perbaikan atas ketidaksesuaian.
6. Penanggung jawab manajemen mutu dan
Kepala Puskesmas merumuskan tindakan preventif yang
akan dilakukan
7. Kepala Puskesmas mensosialisasikan
tindakan preventif untuk memperbaiki mutu dan kinerja
Puskesmas kepada seluruh staf Puskesmas
8. Penanggung jawab manajemen mutu
mendokumentasikan semua hasil kegiatan
Unit Terkait SemuaKoordinatorpelayananklinis,
administrasidanmanajemendankoordinatorupayaPuskesm
as,

SK penetapan Tindakan Preventif


3.1.6.5 RTL dan TK tindakan Korektif dan Preventif
3.1.7 .....................
3.1.7.1 KA kaji banding
KERANGKA ACUAN
KEGIATAN KAJI BANDING KE PUSKESMAS RAKIT I
TAHUN 2013
A. LATAR BELAKANG
Salah satu visi puskesmas Rakit 1 adalah sebagai pusat kesehatan terdepan
dan berkualitas, untuk mewujudkan visi tersebut diatas dilaksanakan dengan
cara meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan
terjangkau masyarakatdengan di dukung sumber daya yang memadai dari
segi kuantitas maupun kualitas.
Untuk meningkatkan pelayanan yang pertama adalah memeperbaiki kualitas
pelayanan kepada masyarakat yang terus menerus sesuai dengan tuntutan
dan kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan
berbagai kegiatan diantanyan adalah melakukan kaji banding ke puskesmas
lain dalam wilayah Banjarnegara.
Kegiatan kaji banding ini akan dilaksanakan ke Puskesmas Rakit 1 dengan
alasan :
1. Kegiatan program UKS di puskesmas Rakit 1 lebih baik dari yang lain
2. Melihat dan mengkaji program-program yang lain yang bisa diterapkan
atau di laksanakan di Puskesmas Rakit 1
B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Meningkatkan mutu pelayanan masyarakat di wilayah Puskesmas Rakit 1
2. Tujuan khusus
a. Saling tukar pendapat dan pengalaman dalam rangka memperbaiki
pelayanan kepada masyarakat
b. Memperoleh informasi kaitannya untuk perbaikan masing-masing
program/pokja dan cara penyelesaian permasalahan program yang
bisa dilaksanakan di puskesmas Rakit 1
c. Menambah ilmu pengetahuan bagi semua karyawan
C. SASARAN
1. Terlaksanaya kaji banding ke Puskesmas Rakit 1
2. Semua Ketua Pokja
3. Tim Mutu
D. WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan kaji banding akan dilaksanakan pada hari Sabtu 23 Nopember 2013,
jam 10.00 WIB di Puskesmas Purwonegoro 1
E. PESERTA
Peserta Kaji banding terdiri dari ketua Pokja Program, Ketua Pokja ADMEN
dan Ketua Tim Mutu .
F. PEMBIAYAAN
Kegiatan kaji banding ini dibiayai dari BantuanOperasionalKesehatan
G. HASIL YANG DIHARAPKAN
Kegiataniniterlaksanadanhasilnyabisamenjadikankeberrhasilan program yang
lebihbaikbagikeduapuskesmas
H. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini disusun agar dapat dipergunakan seperlunya
sebagai gambaran dasar pengambilan kebijakan untuk perbaikan pelayanan
kesehatan di Puskesmas Rakit 1 di masa datang.

Banjarnegara, 23-11-2013
Kepala UPT Puskesmas Rakit 1

Dr.DEASY FATIMAH MELATI


NIP.19691227.2007.2.015

3.1.7.2 Instrumen kaji banding


3.1.7.3 Laporan kaji banding

HASIL KEGIATAN KAJI BANDING


PUSKESMAS RAKIT I KE PUSKESMAS RAKIT 1
TAHUN 2013
A. LATAR BELAKANG
Salah satu visi puskesmas Rakit 1 adalah sebagai pusat kesehatan terdepan
dan berkualitas, untuk mewujudkan visi tersebut diatas dilaksanakan dengan
cara meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu,merata dan
terjangkau masyarakatdengan di dukung sumber daya yang memadai dari
segi kuantitas maupun kualitas.
Untuk meningkatkan pelayanan yang pertama adalah memeperbaiki kualitas
pelayanan kepada masyarakat yang terus menerus sesuai dengan tuntutan
dan kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan
berbagai kegiatan diantanyan adalah melakukan kaji banding ke puskesmas
lain dalam wilayah Banjarnegara.
Kegiatan kaji banding ini akan dilaksanakan ke Puskesmas Purwanegara 1
dengan alasan :
1. Puskesmas Purwanegara I sudah terakreditasi
2. Melihat dan mengkaji program-program yang lain yang bisa diterapkan
atau di laksanakan di Puskesmas Rakit 1

B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Meningkatkan mutu pelayanan masyarakat di wilayah Puskesmas Rakit 1
2. Tujuan khusus
a. Melakukan kaji banding dalam rangka persiapan Akreditasi Puskesmas
b. Saling tukar pendapat dan pengalaman dalam rangka memperbaiki
pelayanan kepada masyarakat
c. Memperoleh informasi kaitannya untuk perbaikan masing-masing
program/pokja dan cara penyelesaian permasalahan program yang
bisa dilaksanakan di puskesmas Rakit 1
d. Menambah ilmu pengetahuan bagi semua karyawan

C. SASARAN
1. Terlaksanaya kaji banding ke Puskesmas Purwanegora 1
2. Semua Ketua Pokja
3. Tim Mutu

D. WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan kaji banding akan dilaksanakan pada hari 23 Nopember 2013, jam
10.00 WIB di Puskesmas Purwanegara 1

E. PESERTA
Peserta Kaji banding terdiri dari ketua Pokja Program, ADMEN dan Ketua Tim
Mutu
F. PEMBIAYAAN
Kegiatan kaji banding ini dibiayai dari BantuanOperasionalKesehatan

G. HASIL KEGIATAN

H. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini disusun agar dapat dipergunakan seperlunya
sebagai gambaran dasar pengambilan kebijakan untuk perbaikan pelayanan
kesehatan di Puskesmas Rakit 1 di masa datang.

Banjarnegara, 23-11-2013
Kepala UPT Puskesmas Rakit 1

Dr.DEASY FATIMAH MELATI


NIP.19691227.2007.2.015

3.1.7.4 Analisis hasil kaji banding


3.1.7.5 Dokumen RTL
3.1.7.6 Dokumen TL
3.1.7.7 Evaluasi TL dan manfaat kaji banding

BAB VI. SASARAN KINERJA DAN MDGs (SKM)

6.1.1 PERBAIKAN KINERJA PROGRAM

6.1.1.1 SPO Rapat

SPO PENYELENGGARAAN
Disahkan
RAPAT
SPO No. Kode : 6.1.1.1 DitetapkanOlehKepalaPuskesmasTempunak
Terbitan : o1-10-
2013
No. Revisi :
Tanggalmula :
iberlaku
Halaman :2 Titin Nurselan, A.Md.Kep
Puskesmas NIP.197303091993022002
Tempunak
1. TUJUAN :
Memecahkanpersoalanataumenyampaikanketerangan/pengumuman/instruksi
yang ada di Puskesmas Rakit I

2. RUANG LINGKUP :Semuapelaksanaanrapat di Puskesmas Rakit I

3. DEFINISI :Penyelenggaraan
Rapatadalahpertemuansekelompokpesertauntukmelakukandiskusigunamencapait
ujuantertentu
4. Kebijakan : penyelenggaraan rapat harus sesuai dengan standar prosedur
operasional yang telah ditentukan.
5. KRITERIA PENCAPAIAN
5.1 Kegiatanrapatdapatdilaksanakandenganbaiksehinggatercapaihasil yang
diharapkan
6. PROSEDUR ( langkah-langkah)
6..1 Kepala Puskesmas atau koordinator
rapat ,
sebelummemutuskanuntukmelaksanakanrapatperlumempertimbangkan :
a. apakahsasaran yang ingindicapaiolehrapat ?
b. dapatkahsasaranitudicapaidenganrapat ?
c. apakahsasaran minimum rapatdapatdicapaiwaktuitu ?
d. apakahreferensiuntukberhasilnyarapattersedia ?
e. apakahsangat urgent darisisiwaktu ?
f. apakahmasalah yang akandibicarakansudahdidefinisikandenganjelas ?
g. dapatkahpersiapan yang diperlukanolehrapatdikerjakanpadawaktunya ?

6.2 Kepala Puskesmas atau koordinator rapat, melakukanlangkah


langkahpersiapanrapat
6.3 Kepala Puskesmas atau koordinator rapat mempersiakan :
a. menentukantujuanrapat
b. menganalisapesertarapat
c. mengirimkansuratedaran / pemberitahuanrapat
d.menyusun acararapatsementara
e. menyusunrencanapembicaraan
f. menyiapkantempatrapat ( tempat, tempatdudukpeserta,
menugaskanpetugaspiketpelayanan , fasilitaskomunikasi, keperluanrapat,
notulen, daftarhadir, konsumsijikaperlu)

6.4 Kepala Puskesmas atau koordinator rapat menginfomasikan pada peserta


rapat tentang :
a. maksuddantujuanrapat
b. persiapan data dokumen yang diperlukan
c. masalah yang akandibahas

6.5 Kepala Puskesmas atau koordinator rapat menyiapkan cara-cara penyelesaian


yang mungkin diambil
6.6 Kepala Puskesmas atau koordinator rapat menyiapkan serangkaian
pertanyaan yang perlu memperoleh jawaban selama rapat
5.5 Kepala Puskesmas atau koordinator rapat dalam Pelaksanaan rapat
melakukan langkah langkah :
a. Pembawa acara membuka acara rapat
b. Kepala Puskesmas memberikan sambutan pengarahan
c. Kepala Puskesmas atau koordinator rapat menyampaianintirapat
d. Kepala Puskesmas atau koordinator rapat menyimpulkanpendapathasil
rapatdanKepala Puskesmas atau koordinator rapat membuat atau
menyampaikan rencanatindaklajut
e. Kepala Puskesmas atau koordinator rapat membuat notulenrapat
f. Kepala Puskesmas atau koordinator rapat membuat dokumen rapat secara
lengkap
g. Kepala Puskesmas atau koordinator rapat penutuprapat
( menyimpulkandanmenjelaskanapa yang telahdicapai)
7. DIAGRAM ALUR

Pertimbangan perlu tidaknya rapat DIAGRAM ALUR

tidak
Jawaban pertanyaan

ya

Menetapkan tujuan rapat Menetapkan tujuan rapat

Menentukan waktu ( tgl, jam, dan tempat) Menentukan peserta rapat


Persiapan oleh pimpinan

Menentukan keterangan, dokumen, referensi yang dibutuhkan

Mengirim surat pemberitahuan rapat Persiapan oleh peserta

Mengirim surat pemberitahuan Peserta


rapat menerima /membaca pemberitahuan rapat

Menyusun rencana pembicaraan


Mengetahui maksud dan tujuan rapat

pkan tempat, daftar hadir, notulen tempat duduk, fasilitas komunikasi, kkonsumsi jika perlu

Mempersiapkan data/dokumen yang diperlukan

Pelaksanaan rapat pembukaan


Memikirkan masalah yang akan dibahas

Penyampaian inti rapat

Kesimpulan pendapat hasil rapat dan RTL Menyiapkan cara penyelesaian

penutup Menyiapkan pertanyaan


notulen
KA rapat komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja
Jadwal rapat,presensi,bukti kesepakatan peningkatan kinerja

6.1.1.2 SK peningkatan kinerja

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAKIT I
Alamat : Komplek Pasar Rakit 53463, Banjarnegara

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS RAKITI
NOMOR : 800/.../XI/2013

TENTANG

PENINGKATAN KINERJA

MENIMBANG :
1. Bahwa tujuan Pembangunan Nasional adalah terciptanya
manusia Indonesia seutuhnya diantaranya dengan
terwujudnya derajat kesehatan manusia yang optimal
sehat jasmani rokhani sehingga dapat melaksanakan pola
hidup sehat yang produktif secara sosial dan ekonomis;
2. Bahwa Puskesmas merupakan pasukan terdepan bidang
kesehatan nasional yang berhubungan serta memberikan
pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

MENGINGAT :
1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.
2. Buku Pedoman Indonesia Sehat Tahun 2010.
3. Buku Pedoman Kerja di Puskesmas.
4. Pedoman Dasar Pelaksanaan Jaminan Mutu di Puskesmas
Tahun 2003
5. Standar Terapi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten
Banjarnegara Tahun 2004.
6. Visi dan Misi Puskesmas Rakit I.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA :Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Rakit I , maka
perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Peningkatan Kinerja Karyawan oleh
kepala Puskesmas.

KEDUA :
Peningkatan kinerja karyawan Puskesmassebagaimanatercantumdalamlampiran
Surat Keputusanini.

KETIGA :
Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan apabila dikemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

DITETAPKAN DI : RAKIT
PADA TANGGAL :01-11-2013

KEPALA
UPT PUSKESMAS RAKIT I

DEASY FATIMAH MELATI

6.1.1.3. SK penetapan Tata Nilai dan pengelolaan dalam pelaksanaan


program
6.1.1.4. KA sosialisasi kebijakan dan tata nilai (6.1.1 )
SPO rapat (6.1.1)
6.1.1.5. SPO rapat (6.1.1)
KA rapat rencana perbaikan kinerja Program
T L dan dokumen
Jadwal rapat,presensi,Buku Rentra,Buku Penilaian Kinerja

VI.1.1.6. SPO LOKMIN Linprog dan Linsek

PERTEMUAN LINTAS SEKTORAL


No. Kode DitetapkanOlehKepalaPuskesmasTe
SPO Terbitan mpunak
No. Revisi
Tgl. Mulai Berlaku
Halaman
Puskesmas Titin Nurselan, A.Md.Kep
Tempunak NIP.197303091993022002

1. Pengertian Pertemuan lintas sektoral adalah pertemuan dengan dinas


lintas sektoral di wilayah kerja Puskesmas untuk membahas
perencanaan kegiatan/program, membahas hasil kinerja
Puskesmas kerja, menginformasikan kegiatan/program,
mendapatkan masukan-masukan dan melakukan
musyawarah/kesepakatan.

2. Tujuan Untuk mengevaluasi , perencanaan dan perbaikan kegiatan


dan pelayanan Puskesmas
Untuk mencapai kesepakatan pelaksanaan kegiatan
Untuk diseminasi dan Informasi suatu kegiatan/program
3. Kebijakan Langkah-langkah kegiatan pertemuan lintas sektoral sesuai

dengan SPO ini


4. Referensi -
5. Prosedur/ I. Persiapan Pertemuan Lintas Sektoral
Langkah- a. Kepala Puskesmas membentuk panitia pertemuan lintas
langkah sektoral
b. Petugas membuat kerangka acuan pertemuan lintas
sektoral
c. Petugas membuat jadwal pertemuan lintas sektoral
d. Petugas membuat undangan pertemuan lintas sektoral
e. Petugas mempersiapkan tempat, sarana dan prasarana
II. Pelaksanaan Pertemuan Lintas Sektoral
a. Peserta mengisi daftar hadir Pertemuan lintas setoral
b. Kepala Puskesmas memberikan sambutan
c. Masing-masing koordinator upaya kesehatan
mempresentasikan hasil kinerja
d. Peserta pertemuan menanggapi presentasi hasil kinerja
e. Peserta pertemuan menyepakati hasil pertemuan lintas
sektoral
f. Petugas menutup pertemuan Lintas Sektoral
III. Sekertaris mencatat jalannya pertemuan lintas sektoral
ke dalam notulen lintas sektoral
IV. Sekertaris membuat laporan pertemuan lintas sektoral
6. Unit terkait Unit Pelayanan Medis
Unit Upaya kesehatan Puskesmas
Admen
Tim Mutu

6.1.2 PENANGGUNG JAWAB PROGRAM PUSKESMAS MELAKSANAKAN


PERBAIKAN KINERJA SECARA BERKESINAMBUNGAN
6.2.1. SPO rapat Program (6.1.1)
Jadwal rapat dan presensi
6.2.2. buku Rentra , SPM
6.2.3. SPO Rapat (6.1.1)
Hasil kesepakatan peningkatan kinerja program
6.2.4. SPO Rapat (6.1.1)
RTL
6.2.5. jadwal pelaksanaan kegiatan
Laporan hasil kegiatan
Buku kegiatan harian

6.1.3 PENANGGUNG JAWAB PROGRAM DAN PELAKSANA BERTANGGUNG


JAWAB DAN MENUNJUKAN PERAN SERTA DLM MEMPERBAIKI KINERJA
DGN MEMBERIKAN PELAYANAN YG LEBIH BAIK
6.1,3.1. SPO Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.6)
KA Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.6)
6.1.3.2.. SPO Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.6)
Bukti kesepakatan Linprog dan Linsek,presensi
6.1,3.3. KA Lokmin Linprog dan Linsek (6.1.6)
SPO Lokmin Linprog dan Linsek (6.1.6)
Bukti kesepakatan Linprog dan Linsek,presensi (6.3.2)
61.,3,4. Hasil kegiatan LOKMIN

6.1.4 PEMBERDAYAAN SASARAN PROGRAM UNTUK BERPERAN SERTA DLM


MEMPERBAIKI KINERJA PROGRAM
6.1.4.1. SPO Survey Kepuasan Pelanggan
6.1.4.2.SPO Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.1.6)
KA Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.1.6)
Presensi dan Notulen
6.1..4.3.SPO Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.1.6)
KA Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.1.6)
Presensi,Notulen dan POA
6.1.4.4. Hasil kegiatan
6.1.5 KEGIATAN PERBAIKAN KINERJA PROGRAM DIDOKUMENTASIKAN
6.1.5.1 SK pendokumentasian kegiatan perbaikan kinerja Program

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAKIT I
Alamat : Komplek Pasar Rakit 53463, Banjarnegara

SURAT KEPUTUSAN
KEPALA UPT PUSKESMAS RAKITI
NOMOR : 800/.../XI/2013

TENTANG

PENDOKUMENTASIAN KEGIATAN PERBAIKAN KINERJA PROGRAM

MENIMBANG :
1 Bahwa tujuan Pembangunan Nasional adalah terciptanya
manusia Indonesia seutuhnya diantaranya dengan terwujudnya
derajat kesehatan manusia yang optimal sehat jasmani rokhani
sehingga dapat melaksanakan pola hidup sehat yang produktif
secara sosial dan ekonomis;
2 Bahwa Puskesmas merupakan pasukan terdepan bidang
kesehatan nasional yang berhubungan serta memberikan
pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

MENGINGAT :
1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan.
2 Buku Pedoman Indonesia Sehat Tahun 2010.
3 Buku Pedoman Kerja di Puskesmas.
4 Pedoman Dasar Pelaksanaan Jaminan Mutu di Puskesmas Tahun
2003
5 Standar Terapi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kabupaten
Banjarnegara Tahun 2004.
6 Visi dan Misi Puskesmas Rakit I.

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA :Pendokumentasian kegiatan perbaikan kinerja program.
KEDUA :Pendokumentasiankegiatan perbaikan kinerja
programsebagaimanatercantumdalamlampiran Surat
Keputusanini.

KETIGA :Surat Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : RAKIT
PADA TANGGAL : 01-11-2013

KEPALA
UPT PUSKESMAS RAKIT I

DEASY FATIMAH MELATI

SPO pendokumentasian kegiatan perbaikan


kinerja Program

Telaah Mutu dan Kinerja Program


No. Kode :.
SPO DitetapkanOlehKepalaPuskes
Terbitan :01 masTempunak
No. Revisi :0

Tgl. Mulai Berlaku :


Titin Nurselan, A.Md.Kep
Puskesmas Tempunak Halaman : 1-
NIP.197303091993022002
3

7Pengertian Telaah mutu dan kinerja adalah: pembahasan yang


berbentuk pertemuan dari semua unsur di Puskesmas untuk
menyelesaikan permasalahan yang ditemui didalam
penerapan sistem mamajemen mutu Puskesmas. Hasil
pembahasan Telaah mutu dan kinerja apabila tidak bisa
diselesaikan di tingkat organisasi Puskesmas untuk dirujuk
diorganisasi diatasnya Dinas Kesehatan Kabupaten, apabila
tingkat Dinas Kesehatan Kabupaten tidak dapat di selesaikan
maka dapat dirujuk Pemerintah daerah.
Telaah mutu dan Kinerja dihadiri oleh Kepala Puskesmas,
Ketua Tim Mutu, penanggung jawab upaya Puskesmas, semua
pelaksana upaya Puskesmas, Koordinator Ruangan dan Dinas
Kesehatan Kabupaten apabila pembahasan ada kaitannya
dengan Dinas Kesehatan Kabupaten,
Telaah mutu dan Kinerja dilakukan untuk memastikan
penerapan Sistem Manajemen Mutu berjalan secara efektif
dan efisien dan dilakukan sesuai dokumentasi Sistem
Manajemen Mutu, sehingga dapat diketahui perlu tidaknya
mengadakan perubahan dalam Kebijakan Mutu dan
dokumentasi Sistem Manajemen Mutu.
Telaah mutu dan Kinerja dilaksanakan secara periodik
sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan sekali.
Dalam Telaah mutu dan Kinerja, agenda yang dibahas
mencakup :
Kebijakan mutu dan Pencapaian Sasaran kinerja setiap
bagian.
Hasil pencapaian Rencana Manajemen Mutu, termasuk
kinerja proses dan Pelayanan
Hasil audit internal maupun eksternal.
Umpan balik pelanggan, termasuk hasil pengukuran
kepuasan pelanggan serta keluhan pelanggan.
Status Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
Hasil tindak lanjut dari Telaah mutu dan kinerja
sebelumnya.
Perubahan Sistem Manajemen Mutu
Rekomendasi untuk peningkatan
Telaah mutu dan Kinerja tidak terjadual, dapat dilakukan bila
dibutuhkan.
8Tujuan Bertujuan untuk menerapkan proses Telaah mutu dan kinerja di
Puskesmas supaya setiap Telaah mutu dan Kinerja dapat
dilakukan tepat waktu dan memberikan rekomendasi untuk
melakukan peningkatan sistem dan pelayanan.

9Kebijakan Proses pelaksanaanTelaahmutudanKinerjadenganlangkah-


langkahsesuaidengan SPO yang telahditentukanini.
10Pprosedur
A PersiapanTelaah mutu dan Kinerja
1 Ketua Tim Mutu dan sekretaris menyusun jadual, agenda
dan peserta Telaah mutu dan Kinerja
2 sekretaris mengajukan jadual, agenda dan peserta Telaah
mutu dan Kinerja kepada Kepala Puskesmas melalui Surat
Internal.
3 Kepala Puskesmas Memeriksa jadual agenda dan peserta
Telaah mutu dan Kinerja
4 Jika tidak setuju, maka kembali dengan memberikan
rekomendasi.
5 Jika setuju, melakukan konfirmasi melalui lembar disposisi.
6 Sekretariat akreditasi membuat undangan Telaah mutu dan
Kinerja sesuai dengan jaduall yang telah disusun
7 Sekretaris Mendistribusikan undangan kepada seluruh
peserta.
8 Peserta Pertemuan Mempersiapkan bahan yang akan
dibahas dalam Telaah mutu dan Kinerja.

B Pelaksanaan Telaah mutu dan Kinerja


9 Ketua tim mutu memimpin pertemuan,
10 Kepala Puskesmas membuka pertemuan Telaah mutu dan
Kinerja
11 Peserta Pertemuan mempresentasikan sesuai topik yang
telah ditentukan.
12 Peserta pertemuan memberikan masukan terhadap
presentasi yang diberikan antar unit ataupun hasil kajian
dan hasil audit.
13 Kepala Puskesmas dan dengan peserta pertemuan
berdasarkan kesepakatan memberikan keputusan atau
rekomendasi perbaikan atau peningkatan yang dianggap
perlu.
14 Sekretaris akreditasi membuat risalah Telaah mutu dan
Kinerja
15 Sekretaris akreditasi meminta persetujuan Risalah Rapat
kepada Kepala Puskesmas
16 Sekretaris akreditasi mendistribusikan Risalah Rapat
kepada Peserta Rapat.
17 Ketua tim mutu memberikan kesempatan untuk
menanggapi perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten,
18 Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten memberikan
tanggapan dan menarik hasil pertemuan yang tidak dapat
diselesaikan di Puskesmas untuk dilaporkan kepada Kepala
Dinas Kesehatan Kabupaten untuk ditindaklanjuti,
19 Ketua tim mutu dan sekretaris membuat laporan tertulis
dan merujuk permasalahan yang tidak dapat diselesaikan
di Puskesmas ke Dinas Kesehatan Kabupaten,
20 Kepala Puskesmas menutup pertemuan Telaah mutu dan
Kinerja,
21 Penanggung jawab admen dan penanggung jawab upaya
Puskesmas meneruskan dan membahas dengan staf
untuk membuat rencana tindak lanjut.

C Tindak Lanjut dan Verifikasi Hasil Rapat


22 Penanggung jawab admen dan penanggung jawab upaya
Puskesmas melakukan tindak lanjut dan verifikasinya
dilakukan sesuai SPO tindakan Perbaikan.

Unit Terkait Semua unit/ upayaPuskesmas,


Distribusi Semua unit/ upayaPuskesmas,

6.1.5.2. laporan hasil kegiatan perbaikan kinerja program


6.1.5.3.SPO Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.1.6)
KA Lokmin Program dan Lokmin Linsek (6.1.1.6)
Undangan,Presensi,Notulen

6.1.6 KAJI BANDING DGN PUSKESMAS LAIN TTG KINERJA PROGRAM

6.1.6.1 SPO rapat persiapan kaji banding


KA kaji banding (3.1.7.1)
Surat pemberitahuan kaji banding
Jadwal kaji banding
Presensi kaji banding
6.1. 6.2 SPO kaji banding
KA kaji banding (3.1.7.1 )
6.1.6.2 Hasil kaji banding (3.1.7.3)
6.1.6.3
6.1.6.4 Laporan hasil perbaikan
6.1.6.5 SPO rapat
Laporan hasil kegiatan

6.1.7 PROGRAM KIA


6.1.7.1 POA KIA dan RPK KIA
6.1.7.2 Indikator kinerja program KIA dan pencapaiannya ( lihat SPM)
6.1.7.3 SPO rapat
6.1.7.4 KA pelaksanaan program KIA
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAKIT I
Alamat : Komplek Pasar Rakit 53463, Banjarnegara

KERANGKA ACUAN PELAKSANAAN PROGRAM KIA

I. LATAR BELAKANG

II. TUJUAN
1. Menurunkan angka kematian ibu dan anak
2. Menurunkan angka kematian bayi
3. Meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak
4. Menurunkan angka kelahiran
5. Meningkatkan umur harapan hidup

III. PELAKSANA
Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak dilakukan oleh dokter, Bidan
Puskesmas dan Bidan di Desa.
IV. JENIS PELAYANAN
Jenis pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Rakit I meliputi :
1. ANC
2. PNC
3. KN
4. KB
5. Poli MTBS
6. Imunisasi
7. Kelas Ibu
8. PKPR
9. Posyandu Lansia
10.Pemeriksaan calon pengantin
11.PONED
V. WAKTU PELAKSANAAN
1. Pelayanan ANC, PNC, KB, pemeriksaan calon pengantin
dilakukan setiap hari kerja
2. Pelayanan Imunisasi setiap hari Selasa dan Jumat serta di
Posyandu setiap bulan sekali.
3. Posyandu Lansia dan kelas Ibu dilakukan tiap bulan sekali di
masing-masing desa.
4. PKPR dilakukan setahun 2 (dua) kali di masing-masing SLTP dan
SLTA
5. PONED dibuka 24 jam setiap hari
VI. SUMBER DANA
Kegiatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Rakit I
dibiayai oleh dana operasional Puskesmas, APBD dan APBN.

Rakit, 01-11-2013
Kepala UPT Puskesmas Rakit I

Dr. DEASY FATIMAH MELATI


NIP : 19691227.2007.2.015

Jadwal pelayanan KIA


6.1.8 PONED
6.1.8.1 POA dan RPK PONED
Buku acuan PONED
Perda PONED
6.1.8.2 SK PONED ( Bupati )
BUPATI BANJARNEGARA
KEPUTUSAN BUPATI NAJARNEGARA
NOMOR : 440/1301/2013

TENTANG

PENETAPAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT PERAWATAN


DI KABUPATEN BANJARNEGARA
BUPATI BANJARNEGARA,

MENIMBANG :
1 Bahwa dalam rangka meningkatkan akses masyarakat
terhadap pelayanan kesehatan perlu adanya Pusat Kesehatan
Masyarakat Perawatan di Kabupaten Banjarnegara;
2 Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam huruf a, perlu menetapkan Keptusan Bupati tentang
Penetapan Pusat Kesehatan Masyarakat Perawatan di
Kabupaten Banjarnegara;

MENGINGAT :
1 Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 Tentang Pembentukan
Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa
Tengah
2 Undang-undang Nomor 32 Tahun 204 Tentang Pemerintah
Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 125,
Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4437) sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-
undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah
( Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 4844);
3 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
( Lembaran Negara RI tahun 2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 5063);
4 Undang-undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
(Lembaran Negara RI Nomor 5072);
5 Undang-undang Nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara RI tahun
2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5234);
6 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang
Penetapan Mulai Berlakunya undang-undang Nomor 13 Tahun
1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam
Lingkungan Jawa Tengah;
7 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun
2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor
4578);
8 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006
tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011
tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah (Berita Negara RI Tahun 2011 Nomor 310);
9 Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 922 Tahun 2008 tentang
Pedoman Teknis Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang
Kesehatan Antara Pemerintah , Pemerintah DaerahProvinsi
dan Pemerintah DaerahKabupaten / Kota;
10 Peraturan Daerah Kabupaten BanjarnegaraNomor 157 Tahun
2009 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Serta Uraian Jabatan
Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara;
11 Peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 179 Tahun 2008
tentang Pelayanan Rawat Inap Puskesmas di Kabupaten
Banjarnegara;
12 Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 440/365 Tahun 2008
tentang Pedoman Penyelenggaraan Rawat Inap UPTD
Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara;
13 Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 440/854 Tahun 2011
tentang Penetapan Puskesmas Pelaksana Pelayanan Obtetri
Neonatal Emergenci Dasar (PONED) di Kabupaten
Banjarnegara;

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PERTAMA : Menetapkan Pusat Kesehatan Masyarakat Perawatan di Kabupaten
Banjarnegara sebagaimana tercantum dalam Lapiran Keputusan
ini.
KEDUA : Unit Pelaksana Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat bertanggung
jawab terhadap penyelenggaraan pelayanan rawat inap di Pusat
Kesehatan Masyarakat Perawatan dan berkewajiban untuk
melaporkan secara tertulis kepada Kepala Dinas Kesehatan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
KETIGA : Semua biaya yang timbul sebagai akibat diterbitkannya
Keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daearah Kabupaten Banjarnegara.
KEEMPA : dengan berlakunya Keputusan ini, maka Lampiran II Keputusan
Bupati Banjarnegara Nomor 440/365 Tahun 2008 tentang
Pedoman Penyelenggaraan dan Pelaksana Rawat Inap UPTD
Puskesmas di Kabupaten Banjarnegara dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku.
KELIMA: keputusan ini mulai berlaku mulai tanggal ditetapkan.

DITETAPKAN DI : di BANJARNEGARA
PADA TANGGAL :26-10-2013
BUPATI BANJARNEAGARA

SUTEJO SLAMET UTOMO

TEBUSAN : Keputusan ini disampaikan kepada Yth :


1 Inspektur Kabupaten Banjarnegara
2 Kepala Bappeda Kabupaten Banjarnegara
3 Kepala DPPKAD Kabupaten Banjarnegara
4 Kepala Dinkes Kabupaten Banjarnegara
5 Kepala Bagian HukunSetda Kabupaten Banjarnegara
6 Kepala UPT Puskesmas yang bersangkutan.

SPO Pelayanan PONED ( 55 SPO )

6.1.8.3 SK TIM PONED

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS RAKIT I


KABUPATEN BANJARNEGARA
Nomor : 800/....../6183/2013

TENTANG
PEMBENTUKAN TIM PONED
PUSKESMAS RAKIT I

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor :


440/1301/2013 Tentang Penetapan Pusat Kesehatan
Masyarakat Perawatan di Kabupaten Banjarnegara.
: 2. Instruksi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Banjarnegara pada tanggal 28 Oktober 2008
: 3. Tuntutan masyarakat pengguna jasa pelayanan yang makin
berkembang dan mendesak
Mengingat : Undang undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatanpasal 10 tentang Pelayanan Paripurna

MEMUTUSKAN

PERTAMA : Guna menetapkan Tim PONED di Puskesmas Rakit I,


maka dibentuk Tim pelaksana PONED dengan susunan
sebagai berikut :

Penanggung Jawab : dr . DEASY FATIMAH MELATI


Koordinator : INDRIYANI, AMD. Keb.
dokter Rawat inap : dr. DEVVY HERAWATI S
Bidan Pelaksana : ENDANG P
: NURYATUNINGSIH
: SUWARNI
: IROH
: NI KADEK DEVI
: EMI SUSILOWATI
: TITI RAHAYU
: LINA DESTIANA
: NURUL
: YULIATI
: SUCIATI

KEDUA: Biaya yang ditimbulkan akibat diterbitkannya Surat Keputusan ini


ditanggung oleh Puskesmas Rakit I.
KETIGA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam
menetapkan Surat Keputusan ini, maka akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Rakit
Pada Tanggan 27-10-2013
Kepala Puskesmas Rakit I

DEASY FATIMAH MELATI

Buku laporan kegiatan PONED


6.1.8.4 Analisis kompetensi Tim PONED ( IJASAH & SERTIFIKAT )
6.1.8.5 SPO rujukan dalam dan keluar

Buku register rujukan PONED


Surat rujukan
6.1.8.6 SPO penangan kasus yg boleh ditangani di PONED ( SPO tindakan )
Contoh :
PENGELOLAAN PREEKLAMSIA BERAT /
EKLAMSIA
No. Kode :.
SPO DitetapkanOlehKepalaPuskes
Terbitan :01 masTempunak
No. Revisi :0

Tgl. Mulai Berlaku :


Puskesmas Tempunak Titin Nurselan, A.Md.Kep
Halaman : 1-
NIP.197303091993022002
3

Pengertia Pengelolaan Preeklamsia Berat / Eklamsia adalah pengelolaan


n atau tindakan yang harus dilakukan pada klien / pasien /
kasus ibu hamil dalam masa bersalin dengan riwayat
hypertensi karena kehamilan dan hypertensi kronik
Tujuan 1 Menurunkan angka kematian ibu
2 Menurunkan angka kematian bayi
3 Menghindari terjadinya serangan kejang akibat hypertensi

Kebijakan Pengelolaan semua kasus preeklamsia dan eklamsia di


Puskesmas Rakit I harus sesuai dengan SPO yang ada.
Pprosedur I. Persiapan Alat dan Bahan
Oksigen
Ambu bag
TranfusiSet
Abocath
Foleycatheter
Urine bag
Plester
Kapas
Antiseptik
Cairan infus Ringer Lactat
MgSo4
Spuit 10 cc
Protein urine stik
II. Prosedur :
1 Bidan menyapa klien dengan ramah dan sopan
2 Bidan memakai APD
3 Bidan melakukan anamnesa
4 Bidan bidan melakukan pemeriksaan tanda tanda
vital
5 Bidan
melakukankonsultasidengandoktertentanghasilanam
nesedanpemeriksaantanda tanda vital
6 Bidan memberitahu klien tentang tindakan yang
harus dilakukan
7 Bidan memberi kesempatan pada klien untuk
mengajukan pertanyaan sehubungan dengan kondisi
kehamilannya
8 Bidan memberikan dukungan emosional klien
tentang kondisi dan tindakan yang akan dilakukan
demi keselamatan ibu dan bayinya
9 Bidan memastikan bahwa posisi tidur klien benar
untuk mengurangi aspirasi akibat ludah atau muntah
10 Bidan memastikan jalan napas klien terbuka , bila
klien tidak bernapas segera lakukan Resusitasi
11 Bidan memberikan oksigen 4-6 liter/menit melalui
sungkup atau kanula
12 Bidan melakukan tindakan bila klien terjadi kejang :
a. Lindungi dari resiko jatuh dengan mengikat
tangan dan kaki
b. Hisap lendir mulut dan tenggorokan, sesuai
kebutuhan setelah kejang
13 Bidan memasang infus larutan Ringer Lactat
14 Bidan memberitahu klien bahwa akan terasa panas
waktu MgSo4
15 Bidan memberikan obat anti kejang ( Magnesium
Sulfat / MgSo4) pemberian dosis awal 4 gr MgSo4
( 10 ml ) dalam larutan 40 % IV secara perlahan-
lahan selama 5 menit
16 Bidan segera memberikan dosis lanjutan 6 gr MgSo4
(15 ml) dalam larutan Ringer Lactat selama 6 jam
17 Bidan segera memberikan MgSo4 (40%) 2 gr IV
selama 5 menit bila terjadi kejang berulang
18 Bidan melakukan tindakan pemasanganfoley
catheter dengan urine bag
19 Bidan melakukancek protein urine
20 Bidan melakukanprosedurrujukanke RS

Unit Semua unit/ upayaPuskesmas,


Terkait

Distribusi Semua unit/ upayaPuskesmas,

6.1.8.7 SPO rujukan ke PONEK


6.1.8.8 Buku register

6.1.9 PENANGGULANGAN HIV / AIDS (IMS)


6.1.9.1 SPO Lokmin Linprog dan Linsek HIV /AIDS (IMS)
KA Lokmin Linprog dan Linsek HIV / AIDS (IMS)

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAKIT I
Alamat : Komplek Pasar Rakit 53463, Banjarnegara

KERANGKA ACUAN LOKMIN LINPROG DAN LINSEK


HIV/AIDS

J. LATAR BELAKANG
II. TUJUAN
Menggalang dukungan lintas program dan lintas sektor dalam
penanggulangan penyakit HIV / AIDS di wilayah kerja Puskesmas Rakit I
III. PELAKSANA
Kegiatan Lokmin Lintas Program dan Lintas Sektor penanggulangan HIV /
AIDS dilaksanakan oleh Penanggung jawab program P 2 M bersama
kepala Puskesmas
IV. JENIS KEGIATAN
1. Pembukaan
2. Pengarahan / sambutan kepala Puskesmas
3. Paparan program penanggulang HVI / AIDS
4. Penggalangan dukungan program melalui diskusi
5. Lain-lain
6. Penutup

V. WAKTU PELAKSANAAN
Pelaksanaan Lokmin Linprog dan Linsek dilakukan secara berkala
setiap 3 (tiga) bulan sekali.

VI. SUMBER DANA


Kegiatan survey kepuasan pelanggan Puskesmas Rakit I dibiayai
oleh dana operasional Puskesmas.

Rakit, 01-11-2013
Kepala UPT Puskesmas Rakit I

Dr. DEASY FATIMAH MELATI


NIP : 19691227.2007.2.015

6.1.9.2 SK Tim Penanggulangan HIV / AIDS (IMS)

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA


DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS RAKIT I
*Alamat : Komplek Pasar Rakit 53463, Banjarnegara

SURAT KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS RAKIT I


KABUPATEN BANJARNEGARA
Nomor : 800/....../6192/2013

TENTANG
PEMBENTUKAN TIM PENANGGULANGAN HIV / AIDS
PUSKESMAS RAKIT I

Memperhatikan : 1. Instruksi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten


Banjarnegara pada tanggal 28 Oktober 2008
: 2. Tuntutan masyarakat pengguna jasa pelayanan yang
makin berkembang dan mendesak
Mengingat : Undang undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatanpasal 10 tentang Pelayanan Paripurna

MEMUTUSKAN

PERTAMA : Guna menetapkan Tim Penanggulangan HIV/AIDS di


Puskesmas Rakit I, maka dibentuk Tim Penanggulangan
HIV/AIDS dengan susunan sebagai berikut :

Penanggung Jawab : dr . DEASY FATIMAH MELATI


Koordinator : MULAYDI, AMK
Anggota : SISWADI
Analis : LESTARI WIWI K

KEDUA : Biaya yang ditimbulkan akibat diterbitkannya Surat Keputusan


ini ditanggung oleh Puskesmas Rakit I.
KETIGA : Apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
dalam menetapkan Surat Keputusan ini, maka akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Rakit
Pada Tanggan 01-11-2013
Kepala Puskesmas Rakit I

DEASY FATIMAH MELATI

SPO penanggulangan HIV / AIDS (IMS)


6.1.9.3 SPO rapat (6.1.1)
6.1.9.4 Jadwal penanggulangan HIV/AIDS (IMS)
Program kerja Tim IMS
Laporan hasil kerja Tim IMS
6.1.9.5. SPO rapat (6.1.1)
RTL
6.1.10 PENANGGULANGAN TB SESUAI SESUAI STRATEGI DOTS
6.1.10.1 SK penerapan DOTS

6.1.10.2 Laporan pelaksanaan DOTS


Register TB
6.1.10.3SPO penangan TB dengan strategi DOTS

PENANGAN TB PARU
DENGAN STATEGI DOTS DitetapkanOlehKepalaPuskesmasTempunak
No Kode
Terbitan 01-10-2013
No.
-
Revisi
SPO
Tgl Mulai 01-11-2013
Titin Nurselan, A.Md.Kep
Puskesmas Halaman 2 NIP.197303091993022002
Tempunak

Penger : Penanganan TB (Tuberkolusis) dengan strategi DOTS adalah


tian strategi pengobatan penderita TB dengan menggunakan
obatjangka pendek dan diawasi langsung oleh pengawas minum
obat.

Tujuan : 1. Menjamin kesembuhan bagi penderita Tuberkolusis


2. Mencegah terjadinya resistensi akibat pengobatan
3. Mencegah terjadinya putus berobat
4. Bisa segera mengatasi Efek samping obat bila terjadi.
5. Menurunkan angka kesakitan Tuberkolusis baik Paru
maupun Ekstra paru
6. Menurunkan angka kematian akibat penyakit
Tuberkolusis
7. Menurunkan angka penularan penyakit Tuberkolusis
meningkatkan angka kesembuhan penyakit Tuberkolusis
hingga 85 %
Kebijak : Penanganan penderita Tuberkolusis harus mengacu pada SPO yang
an berlaku
LANGK 1 Persiapan Alat dan Bahan
AH-
a Alat
LANGK
AH
1 Buku Register TB
2 Kartu Pengobatan TB
b Bahan
1 OAT Kategori I , II dan III

A. Penangan Penderita TB dengan Stategi DOTS


1 Petugas pengelola TB mendapat rujukan dari Poli Umum
dengan suspek TB atau dari Rumah Sakit dengan
diagnose TB baik paru maupun ekstra paru
2 Petugas pengelola TB memberikan penjelasan kepada
penderita dan keluarga tentang penanganan penderita
TB.
3 Petugas pengelola TB merujuk penderita suspek TB ke
Laboratorium untuk pemeriksaan BTA secara SPS
(sewaktu,pagi,sewaktu).
4 Petugas pengelola TB menerima hasil pemeriksaan
laboratorium, bila BTA positif lanjutkan dengan
penanganan TB dengan Strategi DOTS dan bila Negatif
rujuk ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan Rontgen foto.
5 Petugas pengeloa TB bermusyawarah dengan penderita
dan keluarga dalam menunjuk Pengawas Monum Obat
6 Petugas pengelola TB memberikan pengobatan hari
pertama dan diminum dihadapan petugas untuk
mengawasi reaksi dari pengobatan OAT
7 Petugas TB memberrikan OAT
untukdiminumdirumahsetiaphariselama 2 bulan
(tahapawal) dengandiawasioleh PMO
8 Petugaspengelola TB menyuruhpasienuntukdatanglagi 7
harisebelumobathabisuntukpemeriksaandahakulangseb
agaievaluasikeberhasilanpengobatan
9 Petugaspengelola TB
melanjutkanpengobatantahaplanjutan ( 3 kali 1
minggusesuaidosisselama 4 bulan) bilahasil Lab
negative
10 Petugaspengelola TB
menganjurkanpasienuntukperiksadahak SPS 1
minggusebelumobattahaplajutanhabis.
11 Petugas

Referensi Modul : Tata laksana PengobatanTuberkolusis


Dokumen terkait
Distribusi
Rekaman Hasil Historis perubahan
No Isi Perubahan Tgl mulai berlaku

6.1.10.4
6.1.10.5SPO rapat (6.1.1)
Undangan,presensi dan notulen
6.1.10.7 Laporan RTL dan TL

TERIMAKASIH
PUSKESMAS TEMPUNAK