Anda di halaman 1dari 5

FUNGSI KELUARGA

Resume

Oleh
Siti Aisah
(1301413088)

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016

Perkembangan seorang anak akan tergantung pada fungsi keluarganya


(Zeitlin, Megawangi, Kramer, Colletta, Babatunde & Garman, dalam Andayani;
2000). Baik buruknya perkembangan anak, baik secara fisik, mental, dan psikologis
sangat tergantung pada keluarga ketika menjalankan fungsinya.
Keluarga mempunyai beberapa fungsi yaitu reproduksi (Riddell, dalam
Andayani ;2000) dan di dalamnya tercakup pula berbagi kasih sayang antara suami
dan isteri (Andayani & Koentjoro, dalam Andayani ;2000); sosialisasi dan pendidikan
anak (Riddell, dalam Andayani; 2000; Garbarino & Abramowitz, dalam Andayani;
2000); fungsi penyediaan kebutuhan dasar (Riddell,dalam Andayani; 2000; Garbarino
dkk., dalam Andayani; 2000; Zeitlin dkk., dalam Andayani; 2000), status sosial
(Riddell, dalam Andayani; 2000), dan sumber dukungan sosial (Herristanti, dalam
Andayani; 2000).
Menurut Friedman (dalam Setyaningrum, 2012) ada lima fungsi kelarga, yaitu
fungsi afektif (affective funcyion), fungsi sosialisasi dan penempatan sosial
(socialization and social placement function), fungsi reproduksi (reproduction
function), fungsi ekonomi (economyic function), fungsi perawatan dan pemeliharaan
kesehatan (health care function).
Ciri utama dari sebuah keluarga adalah bahwa fungsi utama dari keluarga
dapat dipisahkan satu sama lain (Goode, dalam Rochaniningsih; 2014) . Fungsi
tersebut antara lain: (1) kelahiran; (2) pemeliharaan fisik anggota keluarga; (3)
penempatan anak dalam masyarakat; (4) kontrol sosial.
Pendapat senada tentang fungsi ke-luarga dikemukakan oleh Munandar (Dwi-
ningrum, dalam Rochaniningsih; 2014) antara lain: (1) peng-aturan seksual; (2)
reproduksi; (3) sosialisasi; (4) pemeliharaan; (5) penempatan anak di dalam
masyarakat; (6) pemuas kebutuhan se-seorang; dan (7) kontrol sosial.
Keterlibatan keluarga secara aktif dalam pengasuhan anak dilaksanakan
melalui fungsi keluarga. Menurut Pujosuwarno (2009; 13) ada delapan fungsi
keluarga, yaitu:
1) Fungsi Pengaturan Seksual.
Kebutuhan seks merupakan salah satu kebutuhan biologis manusia.
Dorongan seksual ini apabila tidak disalurkan sebagaimana mestinya atau
tersalurkan tetapi tidak dapat dibenarkan oleh norma agama dan masyarakat, maka
akan berakibat negatif bagi mereka yang melakukannya. Misalnya kegiatan
masturbasi, onani, homoseks, atau bahkan pemuasan seks yang berakibat
perceraian anatara suami dan istri.
Oleh karena itu kepuasan seks di dalam keluarga itu besar sekali
pengaruhnya dan pentingnya dalam membina keluarga yang sehat, harmoni, dan
bahagia. Seperti yang dikemukakan oleh Horton and Hunt (dalam Pujosuwarno,
2009; 15) mengatakan bahwa keluarga merupakan lembaga pokok yang
mengorganisasi dan mengatur pemuasan keinginan-keinginan seksual.
2) Fungsi reproduksi.
Untuk melangsungkan kehidupan suatu masyarakat atau bangsa demi
kesinambungan suatu generasi manusia, maka setiap masyarakat mempercayakan
kepada keluarga dalam hal penghasil keturunan. Namun dari hal ini, terkadan
terdapat masalah, seperti adanya kemandulan. Kemandulan ini bisa memicu adanya
perceraian padahal asangan ini bisa mengadopsi anak sesuai dengan keseoakan
kedua belah pihak. Dan bahkan ada yang tidak mandul tetapi mempunyai anak
banyak sedang ekonomi rendah. Dalam hal ini bisa melakukan kegiatan KB seperti
program yaitu seami, istri dan 2 orang anak.
3) Fungsi perlindungan dan pemeliharaan
Keluarga juga berfungsi sebagai perlindungan dan pemeliharaan semua
anggota keluargaterutama kepada anak yang masih bayi, karena kehiduupan bayi
masih sangat tergantung pada ibunya. Selain itu juga ketika dewasa orang tua tidak
dapat memelihara fisik anaknya, tetapi perlindungan ekonomi, psikis dll.seperti
perlindungan dan pemeliharaan jasmani dan rohani.
Selain jasmani dan rohani, anak juga perlu mendapat perlindungan dan
perlindungan lain seperti kasih sayang, keamanan, pendidikan, dsb.
4) Fungsi pendidikan,
Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama,
karena anak pertama kali belajar didalam keluarga bahka dari semenjak anak masih
dalam kandungan ibunya. Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar bagi
kegiatan belajar selanjutnya. Pendidikan dalam keluarga ada yang disengaja dan
ada juga yang tidak disengaja. Pendidikan yang disengaja seperti mngajarkan
berperilaku baik, mengajarkan agama dll. Sedangkan yang tidak disengaja seperti
ringkah laku orang tua, hubungannya baik atau tidak. Jadi agar anak mendapat
pendidikan yang baik, keluarga harus terasa aman, nyaman dan damai.
5) Fungsi ekonomi
Melalui pembinaan perilaku anak dalam aspek ekonomi seperti kebiasaan
menabung, hidup hemat, mengatur uang yang dimiliki dan sebagainya.
6) Fungsi Sosialisasi.
Fungsi sosialisasi ini berperan untuk mendidik anak mulai dari awal sampai
pertumbuhan anak sehingga terbentuk kepri-badian. Anak-anak harus mendapat
sosialisasi oleh orang tuanya tentang nilai-nilai apa yang dibolehkan dan tidak
boleh, apa yang baik dan tidak baik, apa yang pantas dan tidak pantas dan
sebagainya.
7) Fungsi Afeksi dan rekreasi
Fungsi afeksi dalam arti bahwa ke-luarga berkewajiban untuk memberikan
rasa kasih sayang kepada tiap-tiap anggota keluar-ga yang ada di dalamnya, agar
mereka dapat merasakan hidup sebagai mana mestinya. Karena berkurangnya
kuantitas dan kualitas pertemuan dalam keluarga, maka keluarga bukan lagi
menjadi tempat rekreasi bagi anggotanya. Dimana keluarga menjadi tempat
bertemu, bercengkrama, berbagi pe-kerjaan, masalah maupun afeksi untuk me-
ringankan beban fisik dan psikologis.
8) Fungsi Status Sosial
Keluarga berfungsi sebagai suatu dasar yang menunjukan kedudukan atau
status bagi anggota-anggotanya. Keluarga akan mewariskan kedudukannya kepada
anak-anaknya, karena kelahiran anggota keluarga biasanya dihubungkan dengan
sistem status sosial. Melalui perkawinan, status sosial seseorang akan berubah dari
yang miskin menjadi kaya, atau sebaliknya. Selain itu dari pendidikan juga akan
merubah status sosial mereka dll.

Referensi
Andayani, Budi. 2000. PROFIL KELUARGA ANAK-ANAK BERMASALAH.
Jurnal Psikologi. UGM. No. 1, 10-22
Hyoscyamina, Darosy Endah. 2011. PERAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN
KARAKTER ANAK . Jurnal Psikologi . Undip. Vol. 10, No.2
Pujosuwarno, Sayekti. 2009. Bimbingan dan Konseling Keluarga. Yogyakarta:
Menara Mas Offset
Rochaniningsih, Nunung Sri. 2014. DAMPAK PERGESERAN PERAN DAN
FUNGSI KELUARGA PADA PERILAKU MENYIMPANG REMAJA.
Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. Bantul. Vol. 2, No. 1
Setyaningrum, Dina Novi Arsi, Nita Fitria dan Taty Hernawaty. 2012. GAMBARAN
KELUARGA PADA WARGA BINAAN REMAJA DI RUMAH TAHANAN
NEGARA KLAS 1 BANDUNG. UNPAD