Anda di halaman 1dari 8

BAB III

KOMPARASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DAN AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK DAN AKUNTANSI BISNIS

A. Perkembangan Pemikiran Akuntansi


1. Sektor Publik Versus Sektor Bisnis
Di masa setelah primitif, masyarakat nomaden menjadi masyarakat penetap dengan
perkembangan tatanan kemasyarakatan. Keterbatasan sumber daya mulai diartikan sebagai
kurangnya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kerja sama antarkelompok non-
pengusaha dan pengusaha mulai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di suatu
daerah. Di sinilah peristilahan kelompok swasta merupakan hasil dari perubahan
kemasyarakatan, perubahan sosial, dan perubahan organisasi publik. Keterbatasan kapasitas
pengusaha publik membuka peluang peranan dalam pengelolaan perekonomian. Pengusaha
ekonomi mulai dipisahkan dari pengusaha politik kemasyarakatan.

2. Perlunya Akuntansi Sektor Publik Dipelajari Tersendiri


Secara kronologis, kebutuhan akan perubahan perspektif ilmu manajemen keuangan
publik mulai dirasakan sejak tahun 1980-an. Secara global, berbagai lembaga dunia mulai
merancang pengembangan model seperti yang terjadi di New Zealand. Dengan restrukturisasi
model pemerintahan melalui Tripartiet perundangan, perubahan atau restrukturisasi model
pemerintahan berbasis akrual mulai diimplementasikan.
Hasil pembelajaran yang ada dirasakan cukup meyakinkan, sehingga proses
penerbitan standar berskala internasional mulai dilakukan melalui badan IFAC ( Internasional
Federation of Accountant ). Melalui proses penyusunan standar yang ketat, IPSABS
( International Publik Sector Accounting Standard Board ) telah berhasil diluncurkan pada
tahun 1998. Titik ini merupakan awal munculnya perspektif akuntansi dalam bidang
manajemen keuangan publik.

Di Indonesia, perubahan ini terjadi ketika Orde Baru mulai runtuh. Dengan simbol
dan slogan yang berbeda, Orde Reformasi mulai digulirkan. Dalam Orde ini, keterbukaan
menjadi suatu dorongan yang luas. Kondisi ini tentunya membuat pengembangan suatu
kompartemen baru dalam Ikatan Akuntansi Indonesia, Kompartemen Akuntansi Sektor
Publik (IAI KASP) di tahun 2002 sangat mungkin dilakukan. Komparteman ini telah
menjadi unit yang besar di dalam IAI sendiri. Dorongan positif semakin terasa dengan
kamunculan UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara. Perspektif akuntan sangat
berkembang cepat di Indonesia.

Dari sisi ilmu, pengembangan diskusi dan arena bertukar ilmu pengetahuan telah
dilakukan dalam skala nasional dan internasional. Dalam masyarakat internasional, proses
pengembangan standar di IFAC telah dijakan arena diskusi. Sementara di Indonesia, Forum
Dosen Akuntansi Sektor Publik (FDASP) telah dijadikan forum pengembangan ilmu bagi
para dosen. Dalam temu kelimanya di malang pada tahun 2006, struktur kurikulum S1 dan S2
telah disepakati bersama. Konsensus ini merupakan langkah awal bagi peletakan dasar
pemantapan ilmu akuntansi sektor publik di Indonesia.

B. Tujuan Komparasi Akuntansi Sektor Publik Versus Sektor Bisnis (Swasta)


Akuntansi sektor publik di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan akuntansi
bisnis (swasta). Di sisi lain, karakteristik sektor publik sangat berbeda dengan sektor swasta,
sehingga akuntansi yang diterapkan pada kedua sektor tersebut juga berbeda dan mempunyai
keunikan sendiri. Perbedaan karakter dan mekanisme pengelolaan di masing-masing sektor
menjadi maksimal dalam mencapai tujuannya. Maksimalisasi kinerja organisasi sektor publik
inilah yang menjadi tujuan dari komparasi akuntansi sektor publik dan organisasi bisnis
swasta).

C. Asumsi-Asumsi Akuntansi Sektor Publik Dan Akuntansi Sektor Bisnis (Swasta)


Akuntansi sektor public dan akuntansi bisnis (swasta) ada untuk memenuhi kebutuhan
public atau masyarakat. Perbedaan antara sektor public dan swasta terletak pada keuntungan
yang ingin diperoleh. Akuntansi sektor bisnis (swasta) akan mencari keuntungan sebanyak -
banyaknya dari layanan atau produk yang diberikan kepada public. Sedangkan Akuntansi
sektor public hanya memenuhi keuntungan public tanpa mencari keuntungan.
Akuntansi sektor public secara tersendiri diharapkan dapat meningkatkan keinginan
akan akuntabilitas dan transparansi kinerja pengelolaan sektor public. Selain itu, dampak
lainnya adalah mendudukkan kembali keseimbangan pembangunan fisik dan pembangunan
nilai ( reformasi ), serta keahlian penyusunan system keuangan akan menjadi salah satu pilar
transparansi ekonomi di Indonesia. Area sektor public sangat luas. Pelayanan sektor public
sering diserahkan kepada pasar, namun regulasi dari pemerintah tetap harus diikuti.
Pemerintah wajib mengendalikan sektor public lainnya yang dikelola oleh organisasi
nonpemerintah. Setiap warga Negara mempunyai kewajiban untuk membayar pajak. Karena
itu, intervensi pemerintah dengan fungsi alokasinya atas penerimaan pajak masyarakat
menjadi hal yang wajib. Keunikan karakter dari akuntansi sektor public adalah cenderung
kurang seragam karena setiap bidangnya mempunyai karakteristik yang berbeda. Perumusan
standar akuntansi juga mengadaptasi praktek regulasi yang sudah ada. Akuntansi sektor
public dibuat sebagai wujud pertanggung jawaban kepada masyarakat dan bukan semata-
mata kepada pemilik atau pemegang saham saja sebagaimana di sektor swasta.

D. Akuntansi Sektor Publik Versus Sektor Bisnis (Swasta)


1. Perbedaan Akuntansi Sektor Publik Dengan Akuntansi Sektor Bisnis (Swasta)
Akuntansi Sektor Publik Yang Tertinggal Dari Akuntansi Sektor Bisnis (Swasta)
Bukti ketertinggalan Akuntansi sektor public dari Akuntansi sektor swasta adalah :
a. Pemerintah Indonesia belum memiliki semua infrastruktur akuntansi keuangan yang
dibutuhkan.
b. Standar audit pemerintah pada tahun 1990-an baru ada dua buah, yaitu satu yang
diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan pihak lain, BPKP
sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah juga mengeluarkan standar Audit.
c. Pada organisasi public selain pemerintah ada Standar Akuntansi Keuangan ( SAK )
No.45 tentang standar akuntansi untuk entitas nirlaba
.
Akuntansi Atas Utang Dan Kewajiban Organisasi Publik
Kelemahan akuntansi keuangan pemerintah dimasa lalu harus dipecahkan melalui mekanisme
hukum yang memberdayakan warga masyarakat. pembagian tugas yang jelas akan
menunjukkan unit yang bertanggungjawab atas perhitungan utang pemerintah dan strategi
pelunasannya.

Ekonomi, Efisiensi, Dan Efektivitas


a.Efisiensi
Suatu organisasi dianggap semakin efisien apabila rasio efisiensi cenderung di atas satu.
Efisiensi dapat dikembangkan dengan empat cara yaitu ;
1)Dengan menaikkan output untuk input yang sama.
2)Dengan menaikkan output lebih besar dibandingkan proporsi peningkatan input.
3)Dengan menurunkan input untuk output yang sama.
4)Dengan menurunkan input lebih besar dibandingkan proporsi penurunan output

b.Efektifitas
Efektivitas menunjukkan kesuksesan atau kegagalan dalam mencapai tujuan. Dalam rangka
mencapai tujuannya, organisasi sektor public sering kali tidak memperhatikan biaya yang
dikeluarkan. Hal seperti itu bias terjadi apabila efisiensi biaya bukan merupakan salah satu
dari indicator hasil.

c.Ekonomi
Indikator ekonomi merupakan indicator tentang penggunaan input. Terdapat tiga indikator
kinerja organisasi sektor publik, yaitu ; ekonomi mengenai input, efisiensi tentang input dan
output, serta efektifitas yang berhubungan dengan input dan output. Indikator efisiensi
mencakup baik input maupun output. Penerapan indikator efisiensi di sektor publik akan
membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta. Ada dua kesulitan
benchmark
penerapan ukuran kinerja sektor swasta ke sektor publik, yaitu :
1)Jika output diukur dalam ukuran uang, kualitas rasio tergantung pada kualitas output.
Sedangkan pengukuran yang ada mencakup prakiraan kualitatif konsumen. Kegagalan pasar
merupakan suatu masalah khusus dalam pelayanan sektor publik.
2)Jika output tidak bias diukur dalam nilai uang, rasio efisiensi diperhitungkan dengan unit
fisik. Disini, permasalahan dasarnya adalah kondisi pengukuran fisik tidak dapat diterima
dalam standar internasional.

5.Kultur Organisasi Sektor Publik Dan Bisnis Swasta


Dalam lingkup geraknya, organisasi sektor public bergerak di sektor public, sedangkan
organisasi sektor public bergerak di sektor public, sedangkan organisasi swasta bergerak di
sektor swasta dan berorientasi laba. Budaya atau kultur di organisasi sektor public berbeda
dengan kultur organisasi bisnis. Dalam organisasi bisnis. Dalam organisasi publik, semua
karyawan /pegawai / pengurus/relawan bekerja untuk mencapai suatu tujuan yakni
pemenuhan pelayanan public. Sedangkan dalam organisasi bisnis, segala aktivitas dan
sumber daya manusianya terfokus pada keuntungan dari persaingan antar organisasi dan
produk yang dihasilkan. Inilah yang menghantarkan kinerja swasta cenderung lebih cepat
berkembang dibandingkan sektor public.

6.Dasar Hukum Akuntansi Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dasar Hukum Akuntansi Sektor Publik adalah :

1)Standar Akuntansi Pemerintah ( SAP )


Peraturan pemerintah tentang Standar Akuntansi ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah No
24 tahun 2005. SAP dinyatakan dalam bentuk pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan
(PSAP), yang dilengkapi dengan Pengantar Standar Akuntansi Pemerintah dan disusun
dengan mengacu pada Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan. SAP digunakan
sebagai acuan dalam menyusun laporan keuangan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah.

2)Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 3)

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN)


Peran SPKN adalah memberikan patokan/arahan per tahapan pemeriksaan pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan Negara bagi pemeriksa. SPKN memiliki mekanisme kerja, yakni
pengumpulan bukti dan pengujian bukti secara objektif. Hasil dari pengujian ini akan
membawa manfaat, yakni:
dan para pimpinan atau pihak manajemen organisasi bisnis (swasta). Selain itu, pengambilan
keputusan organisasi juga jarang melibatkan karyawan atau konsumennya.

F.Perencanaan Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Tahapan pokok dari perencanaan dan pengendalian Perencanaan dalam sektor publik dan
sektor bisnis (swasta)

G.Penganggaran Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dalam organisasi sektor publik, seperti organisasi pemerintahan, penyusunan anggaran
dilakukan bersama masyarakat dalam perencanaan program. Penurunan program publik
dalam anggaran akan dipublikasikan untuk dikritisi dan didiskusikan oleh masyarakat. Dan
akhirnya disahkan oleh wakil masyarakat di DPR, DPD, atau DPRD. Dalam organisasi
swasta, penyusunan anggaran dilakuan oleh para pegawai dan manajer perusahaan yang
berwenang dengan persetujuan pemilik perusahaan.
Penganggaran dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta) Penganggaran Sektor Publik
Sektor

H.Realisasi Anggaran Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dalam organisasi sektor publik maupun organisasi sektor bisnis (swasta), isu utama pada
proses realisasi anggaran adalah kualitas. Dalam sektor publik, kualitas dicapai untuk
memenuhi tujuan pelayanannya kepada publik. Sedangkan pada organisasi swasta, kualitas
dicapai dalam rangka mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari produknya. Pada
organisasi publik, masyarakat aktif berpartisipasi selama proses realisasi anggaran, baik
sebagai penerima layanan maupun pengawas independen. Sedangkan pada organisasi swasta,
masyarakat sebagai konsumen berpartisipasi pada saat menggunakan output yang dihasilkan
oleh organisasi tersebut.
Realisasi anggaran dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)

I.Pengadaan Barang Dan Jasa Dalam Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)
Barang public adalah barang kolektif yang harus dikuasai oleh Negara atau pemerintah. Sifat
dari barang ini adalah tidak ekslusif dan diperuntukkan bagi kepentingan seluruh warga
dalam skala luas. Sedangkan barang swasta adalah barang spesifik yang dimiliki oleh swasta
dan bersifat eksklusif serta hanya mampu dinikmati oleh mereka yang mampu membelinya,
karna harganya disesuaikan dengan harga pasar serta keinginan sang penjual.

Mekanisme alokasi barang dan jasa dalam suatu masyarakat dapat dilakukan melalui dua
mekanisme yaitu ;
1. melalui mekanisme pasar (market mechanism).
2.melalui mekanisme birokrasi (bureaucratic mechanism).
Pengadaan barang dan jasa dalam sektor publik dan sektor bisnis (swasta)

J.Pelaporan Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta) Perbedaan Laporan Keuangan
Sektor Publik dengan Sektor Swasta

ersamaan Laporan Keuangan Sektor Publik dan Sektor Swasta

K.Audit Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Audit sektor publik berbeda dengan audit pada sektor bisnis (swasta). Audit sektor publik
dilakukan pada organisasi pemerintah yang bersifat nirlaba seperti pemeriksaan daerah
(perda), BUMN, BUMD, dan instansi lain yang berkaitan dengan pengelolaan aset kekaaan
negara, partai politik, yayasan, lembaga swadaya masyarakat, dan organisasi sosial lainya.
Sementara itu, audit sektor bisnis dilakukan pada perusahaan milik swasta yang bersifat
mencari laba. Audit sektor publik dan audit sektor bisnis (swasta) sama-sama terdiri dari
Audit keuangan
1financial audit
2.audit kinerja
3.performance audit
4.dan audit untuk tujuan khusus
5.spesial audit

L.Tanggung Jawab Dalam Sektor Publik Dan Sektor Bisnis (Swasta)


Dalam organisasi sektor publik , pertanggungjawaban dilakukan kepada masyarakat,
konstituen, dan dewan pengampu di LSM atau yayasan. Sedangkan dalam akuntansi sektor
swasta, pertanggung jawaban dilakukan kepada stakeholders dan pemegang saham oleh
pengelolah organisasi bisnis swasta.