Anda di halaman 1dari 2

Definisi Kesehatan Masyarakat

Sudah banyak ahli-ahli kesehatan di dunia yang membuat batasan tentang definisi
Kesehatan Masyarakat, sehingga definisi dari abad kea bad tentang kesmas
mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari definisi kesehatan
yaitu upaya-upaya untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu
kesehatan. Kesehatan masyarakat terdiri dari beberapa batasan, dimulai dari
batasan yang paling sempit sampai luas. Adapun definisi-definisi kesehatan
masyarakat adalah sebagai berikut :

1. Batasan paling tua kesmas adalah upaya untuk mengatasi masalah yang
mengganggu kesehatan (Kesmas=sanitasi).

2. Akhir abad ke 18 kesehatan masyarakat adalah pencegahan penyakit yang


terjadi dalam masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan
penyakit melalui sanitasi.

3. Awal abad ke-19,kesehatanmasyarakat diartikan sebagai aplikasi keterpaduan


antara ilmu kedokteran, sanitasi dan ilmu sosial dalam mencegah penyakit yang
terjadi di masyarakat.

4. Awal abad 20 oleh Wislow mendefinisikan kesehatan masyarakat adalah ilmu dan
seni untuk mencegah, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan
masyarakat melalui usaha pengorganisasian untuk :

a. Perbaikan sanitasi lingkungan


b. Pemberantasan penyakit menular
c. Pendidikan kebersihan perorangan
d. Pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan untuk diagnose dini dan
pengobatan.
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi
kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.

Ruang Lingkup Kesehatan masyarakat

Disiplin ilmu yang menompanmenompang ilmu kesehatan masyarakat lain sebagai


berikut :

1. Epidemiologi
2. Biostatistik / statistic kesehatan
3. Kesehatan lingkungan
4. Pendidikan kesehatan dan ilmu dan perilaku
5. Gizi masyarakat
6. Kesehatan kerja

Secara garis besar, upaya-upaya yang dapat dikategorikan sebagai penerapan ilmu
kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut :
1. Pemeberantasan penyakit, baik menular maupun tidak menular
2. Perbaikan sanitasi lingkungan
3. Perbaikan lingkungan pemukiman
4. Pemberantasan vector.
5. Pendidikan (penyuluhan) kesehtan masyarakat.
6. Pelayanan kesehatan ibu dan anak.
7. Pembinaan gizi masyarakat.
8. Pengawasan sanitasi tempat-tempat umum.
9. Pengawasan obat dan minuman.
10. Pembinaan peran serta masyarakat.

Dari ruang lingkup kesehatan masyarakat diatas, menurut penulis antara bidang
yang satu dengan yang lainnya mememiliki keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Sehingga memiliki kesempurnaan dan menjadi pilar utama dalam lingkup dan kajian
ilmu kesehatan masyarakat baik didunia maupun di Indonesia. (Dedi Alamsyah,
Ratna Muliawati, 2013)