Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam pabrik-pabrik pengolahan diperlengkapi dengan berbagai macam alat
pengoperasian setiap peralatan saling mendukung antar satu peralatan dengan peralatan
yang lainnya. Untuk mencapai hasil yang diinginkan maka diperlukan peralatan
pendukung. Salah satu pendukung yang penting dalam suatu pabrik adalah peralatan
instrument pabrik. Peralatan instrument merupakan bagian dari kelengkapan
keterpasangan peralatan yang dapat digunakan untuk mengetahui dan memperoleh
sesuatu yang dikehendaki dari suatu kegiatan kerja peralatan mekanik. Salah satu
peralatan instrument yang penting adalah alat ukur. Penggunaan alat ukur dalam pabrik
sangat banyak digunakan, ini bertujuan untuk menjaga hasil yang dibutuhkan, sehingga
perlu adanya pemeliharan dari alat-alat ukur tersebut.
Alat-alat ukur instrument yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukkan
besaran suatu fluida disebut dengan alat ukur fluida.
Alat-alat ukur instrument yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukkan
besaran suatu fluida disebut dengan alat ukur fluida. Alat ukur aliran fluida dari dua bagian
pokok yaitu :
1. Alat Ukur Primer
Yang dimaksud alat ukur primer adalah bagian alat ukur yang berfungsi sebagai alat
perasa (sensor).
2. Alat Ukur Sekunder
Sedangkan alat ukur sekunder adalah bagian yang mengubah dan menunjukkan besaran
aliran yang dirasakan alat perasa supaya dapat dibaca.
Alat ukur yang sering dijumpai dalam pabrik dibagi menurut fungsinya yaitu:
a. Alat Pengukur Aliran
Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan aliran dari fluida yang mengalir.
b. Alat Pengukuran Tekanan
Alat yang digunakan untuk mengukur dan menunjukan besaran tekanan dari suatu
fluida.
c. Alat Pengukur Tinggi Permukaan Cairan
Alat yang digunakan untuk mengukur ketinggian dari permukaan suatu cairan.

d. Alat Pengukur Temperatur


Alat yang dipergunakan untuk mengukur dan menunjukkan besaran temperatur.

1
Tujuan dari pada pengukuran aliran fluida adalah untuk mencegah kerusakan peralatan,
untuk mendapatkan mutu produksi yang diinginkan dan mengontrol jalannya proses

1.2. Rumusan Masalah

a. Apa pengertian alat ukur venturi dan orifice meter ?


b. Bagaimana persamaan dalam pengukuran laju alir dengan venturi dan orifice?
c. Apa saja jenis-jenis alat ukur venturimeter dan orifice meter?
d. Bagaimana prinsip kerja dari venturi dan orifice?
e. Bagaimana penerapan dari venturi dan orifice ?
f. Bagaimana cara menghitung laju alir dari alat venturi dan orifice?

1.3. Tujuan Penulisan

a. Mengetahui pengertian alat ukur venturi dan orifice meter


b. Mengetahui persamaan yang digunakan dalam pengukuran venturi dan orifice
meter
c. Mengertahui jenis-jenis alat ukur venturimeter dan orifice
d. Mengetahui prinsif kerja dari venturimeter dan orificemeter
e. Mengetahui aplikasi dalam pengukuran venturi dan orife meter
f. Menghitung laju alir dari alat venturi dan orifice meter

BAB II

KAJIAN PUSTAKA
2
2.1. Venturi Meter
2.1.1. Pengertian Venturi
Venturimeter adalah sebuah alat yang bernama pipa venturi. Pipa venturi
merupakan sebuah pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan
diletakkan mendatar dengan dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui
permukaan air yang ada sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan. Dalam pipa
venturi ini luas penampang pipa bagian tepi memiliki penampang yang lebih luas
daripada bagian tengahnya atau diameter pipa bagian tepi lebih besar daripada bagian
tengahnya. Zat cair dialirkan melalui pipa yang penampangnya lebih besar lalu akan
mengalir melalui pipa yang memiliki penampang yang lebih sempit, dengan demikian,
maka akan terjadi perubahan kecepatan.

Gambar 1. Venturimeter

Untuk sebuah venturi meter tertentu dan sistem manometer tertentu, kecepatan
aliran yang dapat diukur adalah tetap sehingga jika kecepatan aliran berubah maka
diameter throatnya dapat diperbesar untuk memberikan pembacaan yang akurat atau
diperkecil untuk mengakomodasi kecepatan aliran maksimum yang baru.

Untuk Venturi Meter ini dapat dibagi 3 bagian utama yaitu :


a. Bagian Inlet

3
Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang sama seperti diameter pipa atau
cerobong aliran. Lubang tekanan awal ditempatkan pada bagian ini.

b. Inlet Cone

Bagian yang berbentuk seperti kerucut, yang berfungsi untuk menaikkan tekanan
fluida.

c. Throat (leher)

Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian ini berbentuk bulat datar.
Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi atau menambah kecepatan dari aliran
yang keluar dari inlet cone.

Pada Venturi meter ini fluida masuk melalui bagian inlet dan diteruskan ke
bagian outlet cone. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik pengambilan tekanan awal.
Pada bagian inlet cone fluida akan mengalami penurunan tekanan yang disebabkan
oleh bagian inlet cone yang berbentuk kerucut atau semakin mengecil kebagian throat.
Kemudian fluida masuk kebagian throat inilah tempat-tempat pengambilan tekanan
akhir dimana throat ini berbentuk bulat datar. Lalu fluida akan melewati bagian akhir
dari venturi meter yaitu outlet cone. Outlet cone ini berbentuk kerucut dimana bagian
kecil berada pada throat, dan pada Outlet cone ini tekanan kembali normal.
Jika aliran melalui venturi meter itu benar-benar tanpa gesekan, maka tekanan
fluida yang meninggalkan meter tentulah sama persis dengan fluida yang memasuki
meteran dan keberadaan meteran dalam jalur tersebut tidak akan menyebabkan
kehilangan tekanan yang bersifat permanen dalam tekanan.
Penurunan tekanan pada inlet cone akan dipulihkan dengan sempurna pada
outlet cone.Gesekan tidak dapat ditiadakan dan juga kehilangan tekanan yang
permanen dalam sebuah meteran yang dirancangan dengan tepat.
Alat ukur venturi dimasukkan ke dalam aliran cairan, yang rapat massanya .
Alat ini terdiri dari pipa seperti di tunjukkan pada gambar di bawah. Penampang pipa
di bagian pinggir yang lebar adalah A1 sedangkan penampang pipa di bagian
penyempit adalah A2. perhatikan titik (1) dan (2) pada gambar.

4
Di titik (1) kecepatan aliran adalah v1 , luas penampang A1 ,sedangkan Di titik
(2) kecepatan aliran adalah v2 , luas penampang A2.Perbedaan ketinggian (1) dan (2)
adalah sama dengan 0 atau h1=h2. Alat (pipa) dilengkapi pipa U yang diisi dengan
cairan yang rapat massanya (misal air raksa).

1.
2. Gambar 2.venturimeter dengan manometer

VA 2( )gh
1

2 (A12 A2)
2

Gambar 3. Mengukur kecepetan aliran fluida dalam pipa

5
Venturimeter
Alat untuk mengukur kecepatan aliran zat cair dalam pipa

Kecepatan aliran zat cair dalam pipa dirumuskan :


v
A a
2g.h(- )
v=a
(A2 a2)
Manometer

v = kecepatan aliran fluida pada penampang


pipa lebar (m/s)
a = luas penampang pipa sempit (m2)
A= luas penampang pipa lebar (m2)
= massa jenis fluida dalam manometer(kg/m3)
= massa jenis fluida dalam pipa besar (kg/m3)
h = selisih tinggi permukaan fluida dalam
manometer (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Gambar 4. persamaan venturimeter dengan manometer

2.1.2 Jenis-Jenis Venturi Meter


a. Venturimeter Tanpa Manometer
Prinsip kerja venturimeter tanpa manometer ini berdasarkan pada Asas Bernoulli
yang berbunyi Pada pipa mendatar (Horizontal), tekanan fluida yang paling besar
adalah pada bagian kelajuan alirnya paling kecil, dan tekanan paling kecil adalah
pada bagian kelajuan alirnya paling besar.

P1 A1 v2 P2 A2
v1

Gambar 5. Venturi tanpa manometer

Air dengan massa jenis mengalir memasuki pipa berpenampang besar


dengan kecepatan v1 menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2 dimana
v2 v1. Kecepatan fluida mengalir pada pipa sebelah kanan, maka tekanan pada pipa
6
sebelah kiri lebih besar. Perbedaan tekanan fluida di dua tempat tersebut diukur oleh
manometer yang diisi dengan fluida dengan massa jenis dan manometer
menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian permukaan fluida di kedua sisi adalah H.
Terjadi perbedaan ketinggian air (h) pada kedua pipa vertikal. Dalam hal ini berlaku
h1 = h2 sehingga g h1 = g h2.

Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut.


p1 + v12 + g h1 = p2 + v22 + g h2
p1 + v12 = p2 + v22
p1 p2 = v22 v12
p = (v22 v12)
gh = (v22 v12)
gh = (v22 v12)

Untuk menentukan laju aliran zat cair pada pipa di atas. Kita gunakan
persamaan efek venturi yang telah diturunkan sebelumnya.
Jika, hendak mencari laju aliran zat cair di penampang besar (v1). Kita
gantikan v2 pada persamaan 1 dengan v2 pada persamaan 2.

7
Jika perbedaan massa jenis fluida sangat kecil, maka kita bisa menggunakan
persamaan ini untuk menentukan perbedaan tekanan pada ketinggian yang berbeda, dengan
demikian menjadI.

b. Venturimeter Dengan Manometer

v1 v2
P1 P2

Gambar 6. Venturi dengan manometer

Venturimeter dengan manometer adalah aplikasi gabungan antara


venturimeter dan tabung pitot. Fungsinya untuk mengukur laju fluida. Air dengan
massa jenis mengalir memasuki pipa berpenampang besar dengan kecepatan v1.
Menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2 dimana v2 v1.
Kecepatan fluida mengalir pada pipa sebelah kanan, maka tekanan pada pipa
sebelah kiri lebih besar terjadi perbedaan ketinggian (h) raksa dengan massa jenis

8
r pada kedua pipa manometer. Dalam hal ini berlaku h1 = h2 sehingga g h1 = g
h2.
Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut.
p1 + v12 + g h1 = p2 + v22 + g h2
p1 + v12 = p2 + v22
p1 p2 = v22 v12
P = (v22 v12)
(r ) g h = (v22 v12)
Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A1.v1 = A2.v2 untuk
mendapatkan hubungan antara v2 dan v1, maka v1 dapat dihitung.

2.1.3 Kelebihan dan Kekurangan Venturi

Gambar 7. Venturi Meter


a. Kelebihan
Rugi tekanan (pressure loss) permanan relatif rendah dari pada orifice atau flow
nozzle
Dapat digunakan untuk mengukur cairan yang mengandung endapan padatan
(solids).
b. Kekurangan
Tidak tersedia pada ukuran pipa dibawah 6 inches.

Harga relatif mahal

9
2.1.4 Prinsif Kerja Venturi Meter
Fluida yang mengalir dalam pipa mempunyai massa jenis . Kecepatan fluida
mengalir pada pipa sebelah kanan, maka tekanan pada pipa sebelah kiri lebih besar.
Perbedaan tekanan fluida di dua tempat tersebut diukur oleh manometer yang diisi
dengan fluida dengan massa jenis dan manometer menunjukkan bahwa perbedaan
ketinggian permukaan fluida di kedua sisi adalah H.
Lubang yang menuju ke kaki kanan manometer, tegak lurus dengan aliran udara.
Karenanya, laju aliran udara yang lewat di lubang ini (bagian tengah) berkurang dan
udara berhenti ketika tiba di titik 2. Dalam hal ini, v2 = 0. Tekanan pada kaki kanan
manometer sama dengan tekanan udara di titik 2 (P2).
Ketinggian titik 1 dan titik 2 hampir sama (perbedaannya tidak terlalu besar)
sehingga bisa diabaikan. Ingat ya, tabung pitot juga dirancang menggunakan prinsip
efek venturi. Mirip seperti si venturi meter, bedanya si tabung petot ini dipakai untuk
mengukur laju gas alias udara. Karenanya, kita tetap menggunakan persamaan efek
venturi.

2.1.5 Penerapan Hukum Bernoulli

Penerapan Hukum Bernoulli, perhatikanlah Gambar di bawah ini.

Suatu fluida bergerak dari titik A yang ketinggiannya h1 dari permukaan tanah ke
titik B yang ketinggiannya h2dari permukaan tanah. Pada pelajaran sebelumnya, Anda
telah mempelajari Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada suatu benda. Misalnya, pada
benda yang jatuh dari ketinggian tertentu dan pada anak panah yang lepas dari
busurnya. Hukum Kekekalan Energi Mekanik juga berlaku pada fluida yang bergerak,
seperti pada .

10
Gambar 8.penerapan hokum bernouli

Fluida bergerak dalam pipa yang ketinggian dan luas penampangnya yang
berbeda. Fluida naik dari ketinggian h1 ke h2 dan kecepatannya berubah dari v1 ke v2.

Di ujung pipa satu, mengalir air dengan volume V, bila kerapatan air adalah
maka massa pada volume tersebut adalah m = V. Tenaga potensial yang dimiliki
massa adalah U = mgh. Fluida tak termampatkan maka pada ujung yang lainnya keluar
air dengan volume yang sama dan massa yang sama. Ujung kedua memiliki ketinggian
yang berbeda dengan ujung pertama. Dengan demikian, tenaga potensialnya berbeda
meskipun massanya sama. Jika massa m bergerak dari ujung 1 ke ujung 2 maka massa
mengalami perubahan tenaga potensial sebesar,

Perubahan tenaga kinetik massa:

Saat fluida di ujung kiri fluida mendapat tekanan P1dari fluida di sebelah kirinya, gaya
yang diberikan oleh fluida di sebelah kirinya adalah F1= P1A1. Kerja yang dilakukan
oleh gaya ini adalah:

11
Pada saat yang sama fluida di bagian kanan memberi tekanan kepada fluida ke arah kiri.
Besarnya gaya karena tekanan ini adalah F2= -P2A2. Kerja yang dilakukan gaya ini.

Kerja total yang dilakukan gaya di sebelah kiri dan sebelah kanan ini adalah:

Masih ingatkah dengan teorema kerja dan energi:

Setelah dimasukan akan diperleh:

kita bagi kedua ruas dengan V kita memperoleh:

kita bisa mengubah persamaan tersebut menjadi:

Secara lengkap, Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah tekanan, energi kinetik
per satuan volume, dan energi potensial per satuan volume memiliki nilai yang sama di
setiap titik sepanjang aliran fluida ideal. Persamaan matematisnya, dituliskan sebagai
berikut.

p + v2 +gh =konstan

12
atau

dengan: p = tekanan (N/m2),

v = kecepatan aliran fluida (m/s),

g = percepatan gravitasi (m/s2),

h = ketinggian pipa dari tanah (m), dan

= massa jenis fluida.

2.1.5 Penerapan Persamaan Bernoulli

Hukum Bernoulli diterapkan dalam berbagai peralatan yang digunakan dalam


kehidupan sehari-hari. Berikut uraian mengenai cara kerja beberapa alat yang
menerapkan Hukum Bernoulli.

Alat ukur venturi (venturimeter) dipasang dalam suatu pipa aliran untuk
mengukur laju aliran suatu zat cair. Suatu zat cair dengan massa jenis mengalir
melalui sebuah pipa dengan luas penampang A1 pada daerah (1). Pada daerah (2), luas
penampang mengecil menjadi A2. Suatu tabung manometer (pipa U) berisi zat cair lain
(raksa) dengan massa jenis dipasang pada pipa. Perhatikan Gambar 8. Kecepatan
aliran zat cair di dalam pipa dapat diukur dengan persamaan.

13
Gambar 9. Penampang pipa menyempit di 2 sehingga tekanan di bagian pipa sempit lebih
kecil dan fluida bergerak lebih lambat.

2.2.6 Penerapan Venturi Meter


1) Venturimeter biasa digunakan untuk pengaturan aliran bensin dalam system
pengapian pada kendaraan bemotor.
2) Digunakan untuk mengukur debit dalam pipa.
3) Sekarang juga digunakan untuk menghitung kecepatan darah dalam Arteri.
4) Menghitung laju alir suatu fluida dalam sebuah tabung.

BAB III
SOAL DAN PEMBAHASAN

3.1. Contoh soal venturi meter

1. Pipa venturi meter yang memiliki luas penampang masing-masing 8 10 2 m2 dan 5


103 m2 digunakan untuk mengukur kelajuan air. Jika beda ketinggian air raksa di
dalam kedua manometer adalah 0,2 m dan g = 10 m/s2, tentukanlah kelajuan air
tersebut ( raksa = 13.600 kg/m3).

Jawab:

Diketahui : A1 = 8 102 m2, A2 = 8 103 m2, h = 0,2 m, dan g = 10 m/s2.

Ditanya : v ...?

Penyelesaian:

14
v = 0,44 m/s

2. Untuk mengukur kelajuan aliran minyak yang memiliki massa jenis 800 kg/m 3
digunakan venturimeter yang dihubungkan dengan manometer ditunjukkan gambar
berikut.

Luas penampang pipa besar adalah 5 cm 2 sedangkan luas penampang pipa yang lebih
kecil 3 cm2. Jika beda ketinggian Hg pada manometer adalah 20 cm, tentukan kelajuan
minyak saat memasuki pipa, gunakan g = 10 m/s2 dan massa jenis Hg adalah 13600
kg/m3.

Pembahasan
Rumus untuk venturimeter dengan manometer, di soal cairan pengisi manometer adalah
air raksa / Hg:

15
dengan
v1 = kecepatan aliran fluida pada pipa besar

A = luas pipa yang besar

a = luas pipa yang kecil

h = beda tinggi Hg atau cairan lain pengisi manometer

' = massa jenis Hg atau cairan lain pengisi manometer

= massa jenis fluida yang hendak diukur kelajuannya

Diketahui:
A = 5 cm2

a = 3 cm2

h = 20 cm = 0,2 m

g = 10 m/s2

16
Penyelesaian:

17
BAB IV
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan
Dari penjelasan tentang venturimeter dan orificemeter, dapat disimpulkan bahwa :
Pengertian pipa venturi: Pipa venturi merupakan sebuah pipa yang memiliki
penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan
dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada
sehingga besarnya tekanan dapat diperhitungkan.

Throat (leher)
Jenis-jenis venturimeter: venturimeter tenpa manometer dan venturimeter
dengan manometer.
Persamaan yang digunakan dalam venturi meter yaitu:

Kecepatan aliran zat cair di dalam pipa dapat diukur dengan persamaan.

Penerapan venturimeter: Venturimeter biasa digunakan untuk pengaturan aliran


bensin dalam system pengapian pada kendaraan bemotor dan juga Digunakan
untuk mengukur debit dalam pipa.

4.2 Saran
Melalui makalah ini diharapkan agar mahasiswa dapat lebih memahami alat-alat
ukur keceparan fluida yaitu venturimeter dan orificemeter, sebagai salah satu unit dalam
transportasi fluida (cair dan gas) sehingga ketika mahasiswa terjun kedalam dunia
industri, mahasiswa telah memiliki pemahaman secara konsep teoritis maupun dalam
prakteknya mengenai ternsfortasi fluida.

18
DAFTAR PUSTAKA

Saputra, Arikunto.1999. Mekanika Fluida. Jakarta: Rineka Cipta.


Ruseffendi. 1992. Alat-Alat Ukur Zat Cair. Jakarta: Depdikbud.
Wijaya, C. dan Rusyan, T.1997. Venturi Meter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Budisma. 2013. Fluida Dinamis,(Online).(https://fluidadinamis.blogspot.com,diakses
28 Maret 2016).
Wijaya, Citra. 2014. Prinsip Kerja Venturimeter dengan Manometer,(Online).
(https://nusantarastore.com,diakses 28 Maret 2016).

19