Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

Aren atau enau (Arrenga pinnata Merr) adalah salah satu keluarga
palma yang memiliki potensi nilai ekonomi yang tinggi dan dapat
tumbuh subur di wilayah tropis seperti Indonesia. Tanaman aren
bisa tumbuh pada segala macam kondisi tanah, baik tanah
berlempung, berkapur maupun berpasir. Namun pohon aren tidak
tahan pada tanah yang kadar asamnya terlalu tinggi. Di
Indonesia, tanaman aren dapat tumbuh dan berproduksi secara
optimal pada tanah yang memiliki ketinggian di atas 1.200 meter
di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 250 celcius.
Di luar itu, pohon aren masih dapat tumbuh namun kurang
optimal dalam berproduksi.

Pohon aren memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena hampir


semua bagiannya dapat memberikan keuntungan finansial.
Buahnya dapat dibuat kolang-kaling yang digemari oleh
masyarakat Indonesia pada umumnya. Daunnya dapat digunakan
sebagai bahan kerajinan tangan dan bisa juga sebagai atap,
sedangkan akarnya dapat dijadikan bahan obat-obatan. Dari
batangnya dapat diperoleh ijuk dan lidi yang memiliki nilai
ekonomis. Selain itu, batang usia muda dapat diambil sagunya,
sedangkan pada usia tua dapat dipakai sebagai bahan furnitur.
Namun dari semua produk aren, nira aren yang berasal dari
lengan bunga jantan sebagai bahan untuk produksi gula aren
adalah yang paling besar nilai ekonomisnya. Dalam gambar
pohon industri, berikut adalah beberapa produk turunan dari aren
yang berpotensi untuk dikembangkan.
BAB
II
PEMBAHASAN

CARA MEMBUAT GULA MERAH

Tanaman Aren (Arenga pinnata) punya banyak kegunaan, persis


pohon kelapa. Dengan masa tanam hingga berbuah selama 8-10
tahun, pada setiap pohon aren jantan dapat menghasilkan nira
sebanyak 15 liter, dimana 10 liternya bisa menjadi 1 kg gula aren.
Tidak berhenti sampai disitu, sebagaimana tanaman singkong,
sorgum, ubi jalar, jagung, dan jarak pagar, nira aren dapat
menjadi 1.3 liter bioethanol. Tentu kita tahu bahwa bioethanol
adalah salah satu jenis bahan bakar /sumber energi terbarukan.

Pohon Aren

Selain gunanya sebagai bahan bakar, kandungan gizi gula aren


ternyata juga cukup baik. Dibandingkan gula tebu, gula aren
memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah yaitu sebesar 35
sedangkan pada gula pasir indeks glikemiknya sebesar 58.

Sebagai informasi, Indeks Glisemik (Glychemic Index) adalah


skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu
berdasarkan seberapa besar makanan tersebut meningkatkan
kadar gula darahnya, skala yang digunakan adalah 0-100. Indeks
glikemik disebut rendah jika berada di skala kurang dari 50,
indeks glikemik sedang jika nilainya 50-70 dan indeks glikemik
tinggi jika angkanya di atas 70.

Para ahli mengungkapkan nilai indeks glikemik yang lebih rendah


ini membuat gula aren lebih aman dikonsumsi dan tidak
menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang signifikan,
sehingga bisa membahayakan tubuh terutama bagi penderita
diabetes. Serta semakin gelap warna gula, maka kadar nutrisinya
cenderung lebih banyak.

Selain kandungan gulanya yang lebih sedikit, gula aren juga


diketahui mengandung senyawa-senyawa lain yang bermanfaat
sepertithiamine, riboflavin, asam askorbat, protein dan juga
vitamin C. Bahkan ada yang menjamin bahwa tanaman aren
dapat mengobati batu ginjal, sariawan, dan ruam kulit. Adapun
komposisi senyawa-senyawa tsb dalam setiap 100 gram gula
aren, saya belum menemukannya di artikel yang saya baca. Lain
kali, tulisan ini akan saya perbarui agar lebih lengkap.

Gula Aren Tradisional

Pada umumnya masyarakat desa jladri memproduksi gula


merah,mungkin ini adalah suatu produktifitasnya masyarakat
desa jladri.jladri merupakan salah satu desa penghasil gula merah
ter banyak,tengkulak gula merah dari berbagai daerah seperti
solo,madiun,pati,surabaya dan kota kota besar lainnya semua
berdatangan ke desa jladri untuk membeli gula merah.

Disini saya akan sedikit menerangkan bagaimana cara membuat


gula merah ala jladri.sebelum kita memulai membuat gula
merah,kita harus mengerti istilah istilah dan alat yang akan di
gunakan dalam membuat gula merah ala jladri,diantranya
seperti..:

1.Wajan (Tempat untuk memasak gula merah)

2.Kebuk (Alat yang terbuat dari kayu untuk mengaduk gula


merah)
3.Etok etok (Alat yang terbuat dari batok kelapa untuk
menuangkan gula yang sudah matang,tapi belum kering ke dalam
cetakan gula merah)

4.Papan cetakan (Untuk mencetak gula merah)

5.Plastik (Untuk melapisi catekan supaya tidak nempel ke


cetakan)

6.Saringan (Untuk menyaring sajeng/nira yang akan di masak)

7.Kayubakar (Untuk emasak)

8.Air sajeng/nira (Bahan baku gula merah)

9.Pawon (Tempat untuk meletakan wajan dan nyalanya api)

10.Semengka (Proses sajeng/nira muali matang dan jadi gula)

11.Kitit (Proses mengentalkan sajeng/nira yang sudah matang)

Semua peralatan dan istilah istilah sudah di mengerti dan sudah


tersedia,semua peralatan dan bahan sekarang baru mulai proses
membuat gula merh ala jladri.

1.Nyalakan dulu kayubakar,kalo sudah nyala diamkan saja dulu.

2.Letakan wajan di atas pawon,lalu,

3.Persiapkan sajeng/nira untuk di masukan ke dalam wajan dan


jangan lupa di saring terlebih dahulu.

4.Sajeng/nira di masak sampai mendidih dan sampai semengka.


5.Setelah semengka bahan gula merah itu di kasih ampas
kelapa,kalo tidak ada ampas boleh di kasih minyak goreng
sedikit.gunanya untuk membantu mempercepat pengentalan
sajeng/nira.

6.Selama sajeng/nira itu semengka,harus di aduk terus menerus


sampai sajeng itu matang.sajeng yang sudah matang dan bisa di
turunkan dari pawon ciri cirinya :

a.Gelembung gelembung sajeng mulai sedikit/jarang.

b.Warna sajeng kuning ke coklat coklatan

c.Sajeng sudah mulai kekel/kental

7. Setelah sajeng itu matang,di aduk terus dan di kitit,sambil di


kitit tepi wajan di kasih gula pasir sedikit,gunanya untuk tular
supaya gulanya cepat kering.

8.Setelah itu baru gula itu di cetak menggunakan


cetakan,cetakan ini biasanya ada yang menggunakan potongan
bambu yang kecil lubangnya sesuai kinginan,ada juga yang
menggunakan papan yang di bikin cowakan cowakan seperti
mangkok,tapi kalo yang ini harus di dasari dengan plasti supaya
dalam pengambilan waktu gula sudah kering mudah.

9.Setelah gula sudah di cetak di diamkan beberapa menit,kalo


gula itu sudah keras baru gula itu di lepas dari cetakan.

10.Proses pendinginan,sebelum gula merah di simpan terlebih


dahulu gula merah itu di dinginkan,supaya dalam penyimpanan
tidak leleh/lembek.

Proses pembuatan gula merah ala jladri sudah selesai


Perlu di ingat beberapa hal untuk menghasilkan gula merah yang
bagus :

1.Sajeng/nira jangan yang sudah basi,ciri cirinya :warna sajeng


sudah berubah dan baunya lain.

2.Api untuk memasak harus kontinyu,jangan sebentar sebantar


mati,itu juga mempengaruhi hasil gula

3.Pemakaian bahan pengawet sesuai dengan label yang tertera


pada bungkus bahan pengawet itu sendiri.

4.Menghentikan pemasakan harus benar benar di pahami,banyak


para pembikit gula merah gagal karena hal tersebut.

Lakukan proses pembuatan gula merah dengan teliti dan


kejelian.biasanya para pemula sering mengalami kegagalan
karena kurang memperhatikan ke 4 hal di atas.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Secara nasional gula aren berpotensi menjadi salah satu
komoditas substitusi gula pasir andalan di dalam negeri di
samping dapat berperan untuk menekan ketergantungan
terhadap impor gula.

Saran
Betapa nikmatnya makanan khas Ramadhan seperti kolak, bubur
kacang hijau, candil dan jajanan lainnya yang dibuat
menggunakan gula aren. Memang makanan berbuka puasa
identik dengan yang manis manis

DAFTAR PUSTAKA

http://health.detik.com/read/2011/01/11/075447/1543689/766/ke
napa-gula-aren-lebih-sehat-dari-gula-pasir
http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_aren
http://www.gulaaren.net/
http://bukanpriaromantis.blogspot.com/2011/01/kenapa-gula-
aren-lebih-sehat-dari-gula.html

sumber:
http://hqsa.blogspot.com/2012/04/contoh-makalah-pembuatan-
gula-aren.html
Read more: http://khairul-anas.blogspot.com/2012/05/makalah-
pembuatan-gula-aren.html#ixzz4fJr8xnr8