Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUTORIAL IDK 5

TERAPI OBAT DAN DIET PADA PENDERITA HIPERTENSI

DISUSUN OLEH:

JULMAWADI : 201510201239
TRIANA INDRIASARI Y : 201510201240
EKO YULIANTO : 201510201241
LILIS SETIANINGSIH : 201510201242
BELIANA PERTIWI : 201510201243
WANHAR : 201510201244
HERNANDA YUNIA RIZKITA : 201510201245
DEWY SULISTYANINGRUM : 201510201246
MUHAMMAD TAUFIQ R. : 201510201247
SRI SUPRIATIN : 201510201248
RAMADHAN ALQODRI N : 201510201249
OKTAVIA BINTARAWATI : 201510201251
VITAMARA : 201510201252
CASMITA : 201510201253
RINO PRATAMA PUTRA : 201510201254

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

2016/2017

1
BAB I

SKENARIO 1

Kompetisi dasar :
Mahasiswa mampu memahami terapi obat dan diet pada klien dengan penyakit hipertensi.

Kasus :

Seorang laki laki usia 60 th tahun di bawa oleh anak nya ke IGD dengan keluhan kepala terasa
sakit,sulit tidur,terasa berat di tengguk,cepat lelah,mual dan muntah,dan mata berkunang-kunang
Serta telinga berdengung, setelah diperiksa oleh dokter didapatkan suhu : 37C dan tekanan
darah : 210/120 mmHg, RR : 28 x/mnt, nadi : 90x/mnt, BB : 65 Kg, TB 172 cm. dokter
memberikan beberapa obat Serta menginstrusikan ahli gizi untuk memberikan diet khusus
seseuia dengan kondisi pasien tersebut.

STEP 2:

Mengidentifikasi masalah

1. Diagnosa medis dan diet yang sesuai?(aldi)


2. kaitanya penyakit hipertensi dengan tanda gejala yang pasien alami?(eko)
3. intruksi apa yang di lakukan ahli gizi untuk memberikan diet khusus sesuai dengan
kondisi pasien tersebut?(triana)
4. apa alasan dokter memberikan beberapa obat Serta mengintruksikan ahli gizi untuk
memberikan diet khusus?(julma)

STEP 3:

Meganalisis masalah

1. hipertensi(julma), diet kandungan garam,sodium,natrium(rino),diet rendah garam 1 untuk


hipertensi berat(octa).

2
2. karena faktor usia(casmita),pembuluh darah yang tinggi menggangu saraf pada
mata(aldi),
3. diet rendah garam, diet rendah natrium,diet rendah kalsium, diet rendah
magnesium(dewi,julma)
4. untuk mengontrol tekanan darah agar kembali kebatas normal(dewi)

STEP 5

Learning objektif

1. definisi hipertensi?topeq
2. etiologi?nanda
3. gejala?lilis
4. patofisiologi hipertensi?dewi
5. komplikasi?octa
6. diagnosis dan jenis hipertensi?
7. mengetahui jenis obat yang sesuai untuk penderita hipertensi?aldi
8. mahasiswa mengetahui diet yang digunakan untuk penderita hipertensi?eko
9. jenis terapi diet yang sesuai?casmit

3
BAB II

1. Definisi hipertensi:
a) Keadaaan menetap tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari
90(julma)
b) hipertensi lebih dikenal dengan sebutan darah tinggi, seseorang dikatakan hipertensi
jika tekana sistolik lebih dari 140 dan diastolik nya lebih dari 90(nanda)
c) hipertensi adalah peningkatan pembuluh darah di arteri(wanhar)
2. etiologi
a) usia, Jenis kelmain, Ras, pola hidup(julma)
b) Broker, 2009. Faktor penyebab hipertensi: obesitas,merokok,usia,dan pola
hidup(aldi)
c) Dr.iskandar.Hipertensi primer/esenseial: terjadi perubahan jantung dan pembuluh
darah karena konsumsi garam yg berlebih/pola hidup yang tidak sehat.
Hipertensi nonesensial/Sekunder: di karenakan terjadinya penyakit di organ tubuh
seperti di ginjal (nanda)
3. gejala hipertensi:
a) widyan, 2009.Mudah marah,sulit tidur,pusing,sesak nafas.(dewi)
b) sesak nafas,otot jantung terpengaruh, mata kabur,kelumpuhan pada ujung
tubuh(bella)
4. patofisiologi
a) Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di
pusat vasomotor, pada medula di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras
saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari
kolumna medula spinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen.
Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke
bawah melalui saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron

4
preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca
ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya norepinefrin
mengakibatkan konstriksi pembuluh darah (nanda)
b) Hipertensi dapat terjadi karena interaksi antara sistem saraf otonom dan sistem renin-
angiotensin bersama sama dengan faktor lain termasuk natrium, volume sirkulasi,
dan beberapa hormon (Gray, et al. 2005). (taufiq)
c) Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari
angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ACE memegang peranan
fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung
angiotensinogen yang diproduksi hati, yang oleh hormon renin (diproduksi oleh
ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). Oleh ACE
yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II (oktapeptida
yang sangat aktif). Angiotensin II berpotensi besar meningkatkan tekanan darah
karena bersifat sebagai vasoconstrictor (octa)
5. komplikasi
a) gagal ginjal,jantung,stroke,mata,usus(lilis)
b) Serangan jantung atau stroke, Aneurisme, Pembuluh darah kecil pada ginjal yang rusak
akibat hipertensi. Sindrom metabolik. (sri)
c) stroke, infark miokard, gagal ginjal, ensefalopati (kerusakan otak) dan
pregnancyincluded hypertension (PIH),corwin,2005 (vita)
6. diagnosis:
a) tentukan sejauh mana peyakit hipertensi yang di derita, isolasi penyebab nya, cari
faktor resiko tambahan, pemriksaan dasar, tes khusus(octa)
b) klasifikasi

5
7. jenis obat:
a) 5 kelompok obat untuk hipertensi: dieuretik, ACE-inhibitor, Beta adrenergik
blocking agents (betabloker) Angiotensin II Receptor Blocker (ARB) , calcium
channel antagonists, calcium channel blocking agents, CCT (casmit)
8. Diet yang sesuai:
a) dash diet,diet rendah garam,diet tinggi kalium,diet rendah lemak pada penderita
obesitas(aldi)
b) Komsumsi rendah garam dan perbanyak makanan yang kaya akan nutrisi(eko)
9. terpai diet :
a) penurunan konsumsi garam, penurunan berat badan, penurunan aktivitas renin(julma)
b) Tujuan dari terapi diet adalah membantu menurunkan tekanan darah dan
mempertahankan tekanan darah tetap normal(triana)

6
BAB III

Kesimpulan

Seseorang dikatakan terkena hipertensi mempunyai tekanan dara sistolik 140mmHg dan
tekanan darah diastoltik 90mmHg. Penyakit in adalah penyakit yang berbahaya karena
merupakan salah satu faktor resiko terjadinya stroke. Hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi
menjadi 2, yaitu hipertensi primer atau merupakan hipertensi dengan penyebab yang tidak
diketahui secara pasti. Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyebab
spesifik tertentu, misalnya penyakit ginjal, penyakit endokrin atau karena penyakit koartasio
aorta.

Saran

Setelah membaca makalah ini saya berpesan kepada para pembaca :


Selalu menjaga kesehatan. Kesehatan merupakan anugrah yang tak ternilai harganya.
Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
Selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk dalam tubuh kita. Makanlah
makanan yang bergizi tinggi yang dapat memenuhi semua kebutuhan tubuh kita
Rajin berolahraga

7
Daftar pustaka

1. 2003 World Health Organization (WHO) / International Society of Hypertension


Statement on Management of Hypertension. J Hypertens 2003;21:1983-1992
2. Chobaniam AV et al. Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention,
Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure. JAMA 2003;289:2560-
2572
3. American Diabetes Association.Treatment of Hypertension in Adults with Diabetes.
Diabetes Care2003; 26(suppl 1):S80-S82