Anda di halaman 1dari 3

SOP

KATARAK

No. Dokumen
:

No. Revisi
: 00

Tanggal Terbit
:

Halaman
: 1/2

PUSKESMAS MARGAASIH
Tanda Tangan Kepala Puskesmas

dr. Ira HerminaHandayani


Nip. 19751009 200904 2 002
1. Pengertian
Katarak adalah kekeruhan pada lensa yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan (visus)
yang paling sering berkaitan dengan proses degenerasi lensa pada pasien usia di atas 40 tahun
(katarak senilis).
2. Tujuan
Instruksi ini digunakan sebagai acuan dalam penanganan komprehensif terhadap pasien yang
mengalami
3. Kebijakan
Surat Keputusan Kepala UPTD Yankes Kec. Margaasih No. Tentang Pelayanan Klinis
4. Referensi
Permenkes RI No. 5 tahun
No. Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai
2014 tentang Panduan
diberlakukan
Praktis Klinis bagi Dokter di
Fasilitas Kesehatan Primer.
5. Prosedur
1. Pasien melakukan pendaftaran.
2. Pemeriksaan oleh dokter/tenaga kesehatan di Balai Pengobatan meliputi anamnesis dan
pemeriksaan fisik. Setiap temuan dicatat dalam kartu rekam medis.

Hasil Anamnesis (Subjektif)


Keluhan
Pasien datang dengan keluhan penglihatan menurun secara perlahan seperti tertutup
asap/kabut. Keluhan disertai ukuran kacamata semakin bertambah, silau dan sulit membaca.

Hasil Pemeriksaan Fisik (Objektif)


Pemeriksaan Fisik Oftalmologis
a. Visus menurun.
b. Refleks pupil dan Tekanan Intra Okular normal.
c. Tidak ditemukan kekeruhan kornea.
d. Terdapat kekeruhan lensa yang tampak lebih jelas setelah dilakukan dilatasi pupil dengan
tetes mata tropikamid 0.5%.
e. Pemeriksaan iris shadow test

Pemeriksaan Penunjang
Tidak diperlukan.
3. Penegakkan diagnosis oleh dokter/tenaga kesehatan.
Diagnosis Klinis : Penegakan diagnosis dilakukan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan
fisik oftalmologis.
Diagnosis Banding : Kelainan refraksi
Komplikasi : Glaukoma
4. Penatalaksanaan
Pada katarak matur segera dirujuk ke layanan sekunder yang memiliki dokter spesialis mata
untuk mendapatkan penatalaksanaan selanjutnya.
Konseling dan Edukasi
a. Memberitahu keluarga bahwa katarak adalah gangguan penglihatan yang dapat diperbaiki.
b. Memberitahu keluarga untuk kontrol teratur jika sudah didiagnosis katarak agar tidak
terjadi komplikasi.

5. Pasien menerima resep obat dan mengambil obat di bagian Farmasi.


6. Pasien menerima obat dan penjelasan penggunaan obat oleh Farmasi.
7. Pasien pulang.
8. Rujukan
a. Indikasi sosial jika pasien merasa terganggu.
b. jika katarak telah matur dan membutuhkan tindakan operasi.
c. Jika timbul komplikasi

6. Unit terkait
Pendaftaran
Balai Pengobatan
Rekam Medis
Farmasi

7. Rekaman Histori Perubahan