Anda di halaman 1dari 2

Judul Artikel : KAPASITAS LENTUR PLAT BETON BERTULANG BAMBU

Nama Penulis : Dharma Putra, I Wayan Sedana, dan Kadek Budi


Santika

Jurnal : Momen Kopel

Volume : 11 (Sebelas)

Bulan-Tahun : Januari-2007

Sebelum kita langkah lebih jauh ada baiknya kita mengetahui definisi
dari momen kopel, momen kopel adalah Kopel merupakan pasangan dua
buah gaya yang sejajar, sama besar, dan berlawanan arah. Jika sebuah
benda bekerja sebuah kopel, benda akan melakukan gerak rotasi. Besar
sebuah kopel dinyatakan dengan momen kopel. Momen kopel M adalah
perkalian silang antara vector gaya dan vector jarak antara dua gaya
tersebut. Sebagai hasil perkalian silang, M adalah besaran vector yang
arahnya tegak lurus bidang yang dibentuk oleh F dan d. Penentuan arah
momen kopel sesuai dengan aturan sekrup (aturan tangan kanan).

Pada jurnal ini membahas mengenai peran kopel dalam kapasitas


lentur plat beton bertulangan bambu, penelitian pada jurnal ini bertujuan
untuk dapat menganalisa bebrapa kapasitas lentur ultimate plat beton yang
menggunakan tulang bambu dan membandingkan kaasitas lentur hasil
analisa teoritis dengan hasil eksperimen . Menurut hasil penelitian yang
dilakukan oleh Jannsen, Ghavani, Marisco dan Marjono ternyata bambu
dapat dijadika sebagai tulang beton pengganti baja. Penelitian tersebut
didukung dengan hasil penelitian oleh Wibisono, Juniartha, suastiningsi,
bahwa bambu mempunyai tegangan tarik yang cukup tinggi mendekati
tegangan tarik baja terutama pada bagian kulitnya. Dalam jurnal ini juga
menjelaskan bahwa kuat lentur suatu plat beton tersedia karena
berlangsungnya mekanisme tegangan-tegangan dalam yang timbul didalam
plat yang dalam keadaan tertentu dapat diwakili oleh gaya-gaya dalam, yang
membentuk kopel momen dalam yang nilai maksimumnya disebut sebagai
kapasitas lentur momen dalam penampang komponen struktur terlentur.

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini harus


memenuhi standar persyarataan seperti yang telah tercantum dalam SK SNI
T-15-1991-03. Tahapan-tahapan kegiatan penelitian ini meliputi tahap
persiapan, pemeriksaan material, pembuatan sampel, pengujian nilai slump
adukan beton segar, pengujian kuat tekanan silinder beton, pengujian kuat
lentur plat beton bertulang bambu, data/hasil pengujian, analisa data/hasil
pengujian, simpulan dan saran. Dalam penelitian ini ternyata menggunakan
metode yang pernah digunakan oleh Min pada tahun 2002. Hasil pengujian
terhadap bambu dimana 4 meter dari pangkal baambu yang sudah
dikeringkan ditempat terbuka kurang lebih selama dua minggu dan dioven
hingga kadar airnya tidak mengalami perubahan, dimana pada penelitian ini
kadar airnya berkisar hingga 6%.