Anda di halaman 1dari 4

Spesifikasi Teknis Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa Kabupaten Sampang 2014

SPESIFIKASI TEKNIS

A. SPESIFIKASI

1. TIANG BETON

Standar : SPLN 93 ; 1991


Bahan : Beton, baja beton pratekan, baja tulangan dan baja spiral
Bentuk : Berpenampang bulat

DIAMETER TEBAL
BEBAN HORISONTAL
BATAS LUAR (mm) MINIMUM (mm)
PANJANG
No TYPE TANAM Beban Beban
(m) Atas Bawah Atas Bawah Berat
(m) Kerja Patah
(Dt) (Dl) (Dt) (Dl) (Kg)
(daN) (daN)
1 13-350 daN E 13 2,10 200 350 45 70 350 700
2 13-350 daN 13 2,10 200 350 45 70 350 700
3 11-200 daN 11 1,85 190 337 45 70 200 400
4 9-200 daN 9 1,50 157 277 40 55 200 400
5 9-200 daN E 9 1,50 170 290 40 55 200 400
Catatan : Untuk Batas Tanam ysnh tidak mencapai kedalam sesuai ketentuan harus dipasang pondasi sebagai
penguat.

2. PIN POST INSULATOR 20 KV


Standar : SPLN 10-4A : 1994
Bahan : Porcelin glasur, besi
Tegangan Nominal : 22 kV
Impulse with stand voltage : 150 kV
Wet power - frequency withstand voltage : 65 kV
Total Crepage Distance : 534 mm
Protected Crepage Distance : 267 mm
Minimum bending failling load : 12,5 kN
Berat : 8 kg

3. CROSS ARM UNP 100x50x4x2000 mm


Bahan Material : Pipa Baja sesuai JIS G3444 (STK 41)
Bentuk :
Ukuran (mm) : 100 x 50
Panjang ( mm ) : 2000
Tebal (mm) : 4
Toleransi :
- Ukuran : 1%
- Tebal : 5%
Hot Dip Galvanized : Minimum 70 mikron
Kuat Tarik : Kgf/mm2 ( N/mm ) : 37 (395)
Batas Ulur : Kgf/mm2 ( N/mm ) : 20 (240)

4. COMPRESION CONECTOR AL 70 SQMM


Bahan : Allumnium
Type : 35 - 70 sqmrn
Dimensi : A = 31,8 mm
B = 20 mm
L = 45 mm

5. PERFORMED TERMINATION 70 SQMM


Bahan : Kawat Baja digalvanis
Ukuran : 70 sqmm
Dimensi : L = 690 mm
D = 60 mm

1
Spesifikasi Teknis Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa Kabupaten Sampang 2014

L = 45 mm
Diameter : 9.6 mm
Total Kawa/set : 6
Arah putaran : Kanan
Kuat tarik : 3.000 Kg

6. GUY ROD 1800 MM


Bahan : Baja STK 37
Dimensi : L = 1800 mm
L1 = 50 5 mm
L2 = 85 5 mm
d = 25 mm
Diameter : minimum 15,2 mm
Kuat tarik : 37 Kg / mm2

7. ALLUMINIUM TAPE
Bahan : Aluminium Alloy
Dimensi : 0,4 mm
Lebar : 10 mm

8. ALLUMINIUM BINDING WIRE


Bahan : Aluminium Alloy
Bentuk : Bulat panjang
Lebar : 3,2 mm

B. PEMASANGAN

1. CROSS ARM I TRAVERS DAN PERLENGKAPANNYA


1.1. Besi Kanal
Material : Besi Kanal STK 37-NP 10 Tebal sesuai gambar
Tensile : Tensile strength 37 Kg/mm2
1.2. Besi Siku
Material : Besi Siku STK 37 ukuran sesuai kebutuhan
1.3. Band (Arm Tie Band, Single Arm Band, Double Arm Band, Single Arm Band)
Material : Steel Plate STK 37, tebal 7 mm (minimal)
1.4. Arm Tie
Material : Carbon Steel STK 37, sesuai JIS G.4444 Carbon Steel for General Structure Purpose
1.5. Square Washer
Material : Waser terbuat dari Steel STK 41, sesuai JIS G.3101 HOT ROLLED for General
Structure Purpose
1.6. Bolt dan Nut
Material : Steel STK 41, sesuai JIS G.3101 HOT ROLLED for General Structure Purpose
Ukuran : Sesuai gambar dan pengadaan harus dalam bentuk set (sepasang)
1.7. Pemasangan Cross Arm
Memasang Cropss Arm pada tiang dengan Arm Band / Double Arming Bolt & Nut M. 16 sesuai
kebutuhan, Arm Tie Band serta perlengkapannya.
Scope pemasangan Cross Arm termasuk pula modifikasi lubang pada Cross Arm. Cross Arm tidak boleh
bergeser setelah konduktor dipasang.

2. PERLENGKAPAN SUTR
2.1. Bentuk
Small Angle Assembly / Suspension Assembly, dipasang pada SUTR penyangga.
Large Angle Assembly, dipasang pada SUTR sudut / belokan.
Dead End Assembly, dipasang pada SUTR awal/akhir.
Bundled End Protection, untuk pengaman ujung kabel pada SUTR akhir I awal.
2.2. Material
Allumunium Alloy dan atau thermo plastik.

2
Spesifikasi Teknis Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa Kabupaten Sampang 2014

Pengikatnya terbuat dari stainless steel 20 x 0,7 mm 3.3. Pemasangan


Konstruksi Pemasangan tiang SUTR penyangga (TR.1)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR sudut / belokan (TR.2)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR awal/akhir (TR.3), (TR. 3A)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR silang (TR. 4)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR penyangga & sudut silang (TR.4A), dan (TR 4B)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR Penegang (TR.5)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR Penegang dan hantaran beda penampang (TR.5A)
Konstruksi Pemasangan tiang SUTR Pencabangan/sambungan antara TC dengan AAAC (TR.7)

3. GUY WIRE / STRUT POLE & HORISONTAL GUY WIRE


3.1. Galvanized Strainded Steel Wire
70 sqmm untuk JTM dan 35 atau 22 sqmm untuk JTR
Pemasangan harus menggunakan thimble. Untuk JTR tidak menggunakan Ball insulator.
3.2. Turn Buckle / Turn Buckle Type Eye
Body dan mur baut terbuat dari baja sesuai JIS G-3101 Rolled Steel for General Structure sesuai JIS
B3521.
3.3. Pipa Pelindung Guy Wire
Pipa Pelindung Guy Wire dicat dengan wama putih berselingan dengan panjang tiap 20 CM, diatas pipa
pelindung dipasang Wire Clip 1 (satu) buah.
3.4. Sturt Arm
Material : Dari besi kanal NP-10
3.5. Pembuatan Band/Clamp
Guy Wire Band, sesuai Gambar
Single Arm Band / Double Arm Band, sesuai Gambar
SUTM & SUTR menggunakan Guy Rod Panjang 1.800 mm, 016 mm
Guy Wire Block sesuai gambar
Pemasangan Anchor Rod dan lain-lain harus kuat dan yang kelihatan hanya 30 cm dari permukaan
tanah

4. PENARIKAN KONDUKTOR
Untuk pemasangan penarikan konduktor, Penyedia barang / jasa harus menggunakan roll dan peralatan lain
yang diperlukan, Penarikan kawat hanya boleh dilaksanakan sesudah semua pekeraan persiapan selesai,
terutama yang menyangkut pekerjaan pengaman, antara lain :
Guy Wire dan sturt pole terpasang baik
Pada tempat - tempat dimana kawat akan melintasi saluran Telkom, rel kereta api, jembatan, dan jalan
raya, telah terpasang andang-andang dan pengaman lainnya.
Selama penarikan dijaga agar konduktor tidak rusak / cacat seperti luka pintalan terbuka atau putus dan
sesudah penarikan selesai tiang / isolator tidak miring, bengkok, patah, dan tidak pecah, kawat/konduktor yang
digunakan untuk JTM adalah AAAC-S 150 mm2.
Setelah pemasangan selesai, penyedia barang / jasa diharuskan mengadakan pemeriksaan sepanjang saluran
tersebut serta membebaskan jalur sesuai ketentuan profile ruang bebas yang berlaku.

5. TRANSFORMATOR TIANG
Pemasangan trafo pada tiang dengan transformator band atau konstruksi besi dudukan trafo, dilengkapi dengan
arrester, cut Out, LV Panel (Pembagi Tegangan Rendah) dan perlengkapan lain termasuk pengawatan dan
grounding.
Pada tiang trafo harus dipasang grounding. Pemasangan Fuse Cut Out Switch & Arrester. Memasang peralatan
pemutus dan pengaman pada Cross Arm atau konstruksl besi kedudukan peralatan dan grounding termasuk
pengawatannya ke jaringan.

6. PENTANAHAN / GROUNDING
6.1 Pentanahan JTM
6.1.1. Untuk JTM mengunakan ground wire dari bahan steel wire 22 mm 2 yang dipasang
sepanjang saluran yang kemudian dihubungkan dengan Ground Rod tiap jarak 250 meter atau
sesuai gam bar perencanaan. (Medium A) dengan 2 buah Bolt & Nut 16x500 sebagai
pengikatnya.

3
Spesifikasi Teknis Pembangunan Jaringan Instalasi Listrik Desa Kabupaten Sampang 2014

6.1.2. JTM dengan tiang beton yang ada earth terminalnya :


Ground Rod minimal 2,5 meter dipasang tegak lurus dihubungkan dengan BC 50 mm 2 sampai
ke earth terminal.
6.1.3. JTM dengan tiang beton tanpa earth terminal
Sebagai penghubung Ground Rod dengan peralatan yang perlu dibumikan adalah BC 50 mm 2
yang dimasukkan dalam pipa stainlees steel strip sebanyak 4 set.

6.2 Pentanahan JTR


6.2.1. JTR dengan tiang beton yang ada Earth Terminalnya, Ground Rod 1,5 mtr dipasang
tegak lurus dan dihubungkan ke arah Earth Terminal dengan BC 50 mm2.
6.2.2. JTR dengan tiang beton tanpa Earth Terminal Ground Rod JTR sepanjang 1,5 mt
dihubungkan ke titiktitik nol ( netral ) JTR dengan BC 50 m2.

C. KETENTUAN LAIN-LAIN

1. Asuransi dan Pemeriksaan Material


1.1. Penyedia barang I jasa diwajibkan mengansuransikan semua tenaga kerja lapangan termasuk
tenaga kerja borongan I harian lepas dalam Assuransi Kecelakaan Kerja, dan Assuransi
Kematian sampai dengan masa pemeliharaan.
1.2. Penyedia barang I jasa diwajibkan memeriksakan semua barang dan peralatan ke PLN
APJ setempat sebelum material-material tersebut dipasang dengan dilengkapi berita acara atau
surat keterangan yang sejenis.