Anda di halaman 1dari 15

Assalamu Alaikum Warahmatullah

Wabaraktuh

SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW


PERIODE MEKKAH

Oleh :
Kelompok 5 :
- M.Naufal Atha Alkhairi (Penulis)
- Nurul Wasia Rasidhina
- Musdalifah
- Haykel Oktariandy R
- Nur Ifania
- Jhoni Pratama
- Muhammad Zikri Barona
Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah


SWT, atas
selesainya makalah yang berjudul Sejarah
Dakwah
Rasulullah SAW Periode Mekkah atas dukungan
moral dan
materi yang diberikan dalam penyusunan makalah
ini
kami ucapkan banyak terimakasih kepada :
-Bu Christiani Murni, selaku guru Pendidikan Agama
Islam
yang senantiasa mendidik kami, serta
memberikan
semangat dalam belajar
Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah
sempurna.
oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun
dari
rekan rekan semua untuk penyempurnaan makalah
ini

Batam, 14
November 2016

M.Naufal Atha

Daftar Isi

Kata
Pengantar
..i
Daftar
Isi
....ii
Bab
I
.1
Bab
II
3
Bab
III
..5
Penutupan
.8
Daftar
Pustaka
9

BAB I

Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW


Nabi Muhammad SAW dilahirkan di Mekkah pada hari senin
tanggal 12

Rabiul Awwal Tahun Gajah dalam keadaan yatim. Nabi


Muhammad dilahirkan

dalam keluarga bani Hasyim di Mekah pada hari senin, tanggal


9 Rabiul

Awwal, pada permulaan tahun dari Peristiwa Gajah. Maka tahun


itu dikenal

dengan Tahun Gajah. Dinamakan demikian karena pada tahun itu


pasukan

Abrahah, gubernur kerajaan Habsyi (Ethiopia), dengan


menunggang gajah

menyerang Kota Mekah untuk menghancurkan Kabah. Nabi


Muhammad

adalah anggota bani Hasyim, suatu kabilah yang kurang berkuasa


dalam suku

Quraisy. Kabilah ini memegang jabatan siqayah. Nabi Muhammad


lahir dari

Keluarga terhormat yang @elative miskin. Ayahnya bernama


Abdullah anak

Abdul Muthalib, seorang kepala suku Quraisy yang besar


pengaruhnya. Ibunya

adalah Aminah binti Wahab dari bani Zuhrah. Muhammad SAW.


Nabi terakhir
ini dilahirkan dalam keadaan yatim karena ayahnya meninggal
dunia tiga

bulan setelah dia menikahi Aminah. Ramalan tentang kedatangan


atau

kelahiran Nabi Muhammad dapat ditemukan dalam kitab-kitab


suci terdahulu.

Al-Quran dengan tegas menyatakan bahwa kelahiran Nabi


Muhammad SAW

telah diramalkan oleh setiap dansemua nabi terdahulu, yang


melalui mereka

perjanjian telah dibuat dengan

umat mereka masing-masing bahwa mereka harus menerima atas


kerasulan

Muhammad SAW

nanti. Seperti dalam Qs. Ali Imran ayat 81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi:


Sungguh,

apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan hikmah
Kemudian

datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang


ada padamu,

niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan


menolongnya

. Allah berfirman: Apakah kamu mengakui dan menerima


perjanjian-Ku
terhadap yang demikian itu? mereka menjawab: Kami
mengakui. Allah

berfirman: Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan Aku


menjadi saksi

(pula) bersama kamu

Bab II
Sejarah Kerasulan Nabi

Di usia 14 pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khatijah,


Nabi Muhammad SAW sering menyendiri dan berkhalwat di goa Hira, yaitu
goa yang berada di bukit Nur (jabal Nur) yang terletak di dekat Makkah.
Berkhalwat ini dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan khusuk, kadang
sampai beberapa hari baru pulang jika bekal sudah habis. Di sanalah, beliau
menghabiskan waktu selama berhari-hari dan bermalam-malam. Pada
malam bertepatan dengan malam Jumat tanggal 17 Ramadhan, yaitu ketika
beliau sedang bertafakur di dalam goa Hira dan telah berusia empat puluh
tahun, beliau didatangi malaikat Jibril yang seraya berkata kepadanya:
Bacalah!, beliau menjawab: Saya tidak bisa membaca. Jibril mengulangi
perintah ini untuk kedua kalinya dan ketiga kalinya. Dan pada yang ketiga
kalinya, Jibril berkata kepadanya Artinya : Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu yang Menciptakan; Dia Telah menciptakan manusia dari
segumpal darah; Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah;Yang
mengajar (manusia) dengan perantaran kalam; Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al Alaq : 1 5)

Setelah itu, Jibrilpun meninggalkannya, dan Rasulullah sudah tidak kuat


lagi berada di goa Hira. Akhirnya beliau pulang ke rumahnya dan
menghampiri Khadijah dengan gemetar sambil berkata: Selimuti saya!,
selimuti saya!, maka Khadijah pun menyelimutinya, sehingga rasa takutnya
sirna. Lalu memberitahu Khadijah tentang apa yang telah diperolehnya dan
berkata: Sungguh saya khawatir terhadap diriku. Khadijah menanggapinya
dan menenangkan serta meyakinkan Nabi Muhammad SAW: Sekali-kali
tidak, demi Allah, Dia tidak akan merendahkan dirimu untuk selamanya,
karena sesungguhnya engkau adalah orang yang menyambungkan tali
persaudaraan, menanggung beban kesusahan orang lain, memberi orang
yang tak punya, menjamu tamu, dan menolong orang yang menegakkan
kebenaran. Setelah tenang Siti Khatijah mengajak Nabi Muhammad SAW
untuk menemui saudaranya Waraqah bin Naufal. Di depan Waraqah Nabi
Muhammad SAW menceriterakan semua yang terjadi, kemudian Waraqah
membuka kitab Taurat dan Injil serta berkata demi Tuhan, yang datang itu
adalah Malaikat Jibril yang pernah datang pada Nabi Musa, baik-baiklah
menjaga diri, tabahkan hatimu wahai Muhammad, kelak engkau akan
diangkat menjadi Rasul, jangan takut, tapi gembiralah menerima wahyu itu.
Nabi Muhammad SAW telah mendapat wahyu yang pertama dari Allah
SWT dan telah mendapat nasehat dari Waraqah bin Naufal. Beberapa malam
Nabi Muhammad SAW telah siap menerima wahyu kembali, tetapi wahyu
tersebut tidak kunjung datang. Pada malam ke-40 barulah wahyu kedua
turun, waktu itu Nabi sedang berjalan-jalan ke suatu tempat. Tiba-tiba
mendengar suara : ya Muhammad, engkau benar utusan Allah. Nabi
merasa takut mendengar suara itu, beliau segera kembali ke rumah
menyuruh Siti Khatijah menyelimutinya, suara tadi terdengar lagi dengan
jelas dan semakin dekat Jibril mendatanginya sambil duduk di atas kursi
antara bumi dan langit, lalu turunlah ayat Artinya : Hai orang yang
berkemul (berselimut); Bangunlah, lalu berilah peringatan!; Dan Tuhanmu
agungkanlah!; Dan pakaianmu bersihkanlah; Dan perbuatan dosa
tinggalkanlah. (QS. Al Mudatsir : 1 5).
Mulai saat inilah Muhammad telah diangkat oleh Allah SWT menjadi
Rasul. Tugas baru telah datang, yaitu menyebarkan agama Islam kepada
seluruh umat manusia, setelah itu wahyu pun turun terus-menerus dan
berkelanjutan.Nabi memulai dakwahnya, Khadijah masuk Islam dan bersaksi
atas keesaan Allah dan kenabian suaminya yang mulia. Sehingga, ia adalah
orang yang pertama kali masuk Islam. Kemudian, sebagai balas budi pada
pamannya, Abu Thalib yang mengasuh dan menjaganya sejak kepergian
ibunda dan kakeknya, Rasulullah memilih Ali dari sekian banyak putranya itu,
untuk dididik di sisinya dan ditanggung nafkahnya. Dalam kondisi seperti ini,
hati Alipun terbuka dan akhirnya masuk Islam. Setelah itu, barulah Zaid bin
Haritsah, seorang budak yang telah dimerdekakan oleh Khadijah menyusul
masuk Islam. Rasulullah juga bercerita kepada teman akrabnya, Abu Bakar,
maka iapun beriman dan membenarkannya, tanpa ada keraguan kemudian
Abu Bakar mengajak teman seperdagangannya mereka menyambut dengan
baik, di antar mereka yang kemudian masuk Islam adalah Utsman bin Affan,
Zubair bin Awwan, Saad bin Abi Waqas, Thalhah bin Ubaidillah dan
Abdurrahman bin Auf.

Bab III
Sejarah Dakwah Rasul Periode Mekkah

Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-Alaq: 1-5)
turun pula

Surah Al-Mudassir: 1-7, yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad
berdakwah

menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia. Setelah itu, tatkala Nabi
Muhammad SAW

berada di Mekah (periode Mekah) selama 13

tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau,


wahyu

berupa Al-Quran sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah


yang

diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah

Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun

Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru


untuk masuk

Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan


kerabat serta

sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan


dakwah Rasulullah

SAW tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat
tahun ke-10
dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang
tinggal serumah

dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu Bakar
Ash-Shiddiq

(sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah


SAW pada waktu

kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata
beberapa orang

kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:


Abdul Amar dari Bani Zuhrah
Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
Utsman bin Affan
Zubair bin Awam
Saad bin Abu Waqqas
Thalhah bin Ubaidillah.

Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-


sembunyi, yang

namanya sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk


Islam generasi

awal).

2. Dakwah secara terang-terangan

Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian,
yakni setelah

turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu
dilaksanakan secara

terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Quran Surah 26: 214-216.


Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain
sebagai

berikut:

1. Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk


menghadiri jamuan

makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum
menerima

agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang
sudah masuk

Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib,


Jafar bin Abu

Thalib, dan Zaid bin Haritsah.

2. Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama


yang berada

dan bertempat tinggal di sekitar Kabah untuk berkumpul di Bukit


Shafa.

Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri
masuk Islam

dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman
Nabi SAW)

dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun
ke-6 dari

kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).

Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di


luar kota

Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk
Islam antara

lain:
Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah).

Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan
Khazraj sebanyak 6

orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada


gelombang ketiga

tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr,
pimpinan

kaum Salamah.

Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang


ketiga ini, terjadi

pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Baiatul Aqabah. Isi
Baiatul Aqabah

tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan


melindungi dan

membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah


SAW dan para

pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib

Penutupan
Demikian makalah yang berjudul Sejarah Dakwah

Rasulullah SAW Periode Mekkah dari kami, makalah ini

belumlah sempurna, jadi, bila ada kritik dan saran bisa

menghubungi kami langsung, sekian dari

kami, Wassalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Kelompok 5 :

- M.Naufal Atha Alkhairi

- Nurul Wasia Rasidhina

- Musdalifah

- Haykel Oktariandy R

- Nur Ifania

- Muhammad Zikri Barona

Daftar Pustaka
- Brenda Andreansyah.2013. Sejarah Dakwah
Rasulullah SAW Pada Periode Mekkah Dan
Madinah.
- Siti Astrisolihah. 2014. Ringkasan Sejarah Nabi
Muhammad SAW Dari Lahir Hingga Wafat.
- Fidia Ayesha. 2015. Kisah Kerasulan Nabi

Muhammad SAW.