Anda di halaman 1dari 7

DISTRIBUSI HIPERGEOMETRIK

Oleh :
1. Dwi Rejeki
2. Muhklis
3. Ani Kurniasih
4. Turyanto

Abstrak
Distribusi hipergeometrik adalah distribusi teoretis yang menggunakan variabel acak
diskrit dengan 2 kejadian yang berkomplemen, seperti distribusi binomial. Distribusi
Hipergeometrik Dipergunakan untuk memecahkan masalah penarikan sampel tanpa
pengembalian.Distribusi peluang peubah acak hipergeometrik X, yaitu banyaknya sukses
dalam sampel acak ukuran n yang diambil dari N benda yang mengandung k bernama
sukses dan N-k gagal,Ialah :
k N k
p(x)=
( x )( nx )

( Nn )
Kata kunci : Statistika; Distribusi Hipergeometrik

I. Pendahuluan
Setiap percobaan statistik keluaran yang telah dihasilkan obyeknya selalu
dikembalikan, sehingga probabilitas setiap percobaan peluang seluruh obyek
memiliki probabilitas yang sama. Dalam pengujian kualitas suatu produksi, maka
obyek yang diuji tidak akan diikutkan lagi dalam pengujian selanjutnya, dapat
dikatakan obyek tersebut tidak dikembalikan. Probabilitas kejadian suatu obyek
dengan tanpa dikembalikan disebut sebagai distribusi hipergeometrik. Contohnya
adalah pada pengujian elektronik, dan pengendalian mutu.
II. Distribusi Hipergeometri
Definisi 1.1.
Distribusi hipergeometrik merupakan probabilitas kejadian sesuatu obyek tanpa
dikembalikan.

Misalkan suatu kotak terdiri atas dua jenis bola (A dan B) seluruhnya terdiri atas
N bola, k buah merupakan bola jenis A. Diambil (sekaligus, atau satu- satu tanpa
pengembalian) n buah bola. Dicari peluang bahwa yang terambil adalah x bola
jenis A.
Untuk menyelesaikan persoalan ini perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1. Secara keseluruhan dari N bola diambil n, maka akan terdapat sebanyak

( Nn ) macam jenis kumpulan n unsur;

2. Dari k bola jenis A diambil x buah, berarti ada sebanyak (kx) cara

pengambilan bola A.;

3. Sementara itu selebihnya (n x) diambil dari N k bola jenis B, sehigga

untuk pengambilan bola B ada sebanyak ( Nk


nx )
cara ;

4. Gabungan pengambilan seluruh n bola A atau B menghasilkan (kx)( Nnx


k
)
cara.

Peubah acak yang memenuhi syarat di atas dikatakan berdistribusi


hipergeometrik. Secara formal dapat dirumuskan definisinya seperti berikut ini.

Definisi 1.2.

Peubah acak X dikatakan berdistribusi hipergeometrik dengan parameter N, n


dan k, dinotasikan HG(N,n,k), jika mempunyai fungsi kepadatan peluang

{( kx)( Nnx )
k ,x = 0,1,2,...,n ; x k dan n x N k

P (X = x) =
( Nn ) ,untuk yang lain.
0

Keterangan:

N: jumlah sampel populasi yang memuat k sukses

n: jumlah sampel yang diambil


x: jumlah terambil dari kelompok sukses

k: jumlah sukses

Ekspektasi E (X)
n
E (X) = x f (x )
x=0

k N k
E(X)
n
x
( x )( nx )
x=0
( Nx )
Nk
E (X) = x
n
k! nx ( )
x ! ( kx ) ! N
x=0
k ( )
N k
E (X) =
n
k! (
( x1 ) ! ( kx ) ! N
nx )
x=0
(k)
Misalkan y = x -1, maka

Karena

maka
Variansi atau E(x)
Dimisalkan terlebih dahulu

Kemudian dicari

Oleh karena itu, maka

Nilai Harapan (X E(X))2 atau variansi


Contoh Soal 1

Tumpukan 40 komponen masing-masing dikatakan dapat diterima bila isinya


tidak lebih dari 3 yang cacat. Prosedur penarikan contoh tumpukan tersebut adalah
memilih 5 komponen secara acak dan menolak tumpukan tersebut bila ditemukan
suatu cacat. Berapakah probabilitas bahwa tepat 1 cacat ditemukan dalam contoh
itu bila ada 3 cacat dalam keseluruhan tumpukan itu. Kemudian tentukan E(X)
dan VAR (X).

Penyelesaian :

Dengan menggunakan sebaran hipergeometrik dengan n = 5, N = 40, k = 3 dan x


= 1 kita dapatkan probabilitas perolehan satu cacat menjadi
nk ( 5 ) (3) 3
E(X) = = = =0,375
N 40 8

nk ( N k ) (N n)
Var(x) =
N 2 (N 1)
( 5 )( 3 ) ( 403 ) ( 405)
=
402 ( 401)
( 15 )( 37 ) (35) 19.425
= = = 0,3113
( 1600 )( 39) 62.400

Contoh Soal 2

Sebuah komisi dengan anggota 5 orang akan dipilih secara acak dari 3 ahli kimia
dan 5 fisikawan. Carilah sebaran probabilitas untuk jumlah ahli kimia dalam
komisi tersebut.

Penyelesaian:

Misalkan peubah acak X sebagai jumlah ahli kimia dalam komisi tersebut. Kedua
sifat percobaan hipergeometri tersebut terpenuhi. Sehingga

Dalam bentuk tabel sebaran hipergeometri X adalah sebagai berikut:


Sebaran probabilitas tersebut dinyatakan dengan rumus