Anda di halaman 1dari 40

MODUL DIKLAT KOMPETENSI GURU SMK

PEMERIKSAAN DAN
PEMASANGAN WIRING SISTEM
PENERANGAN

Disusun oleh :
Drs. M. Anas

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PUSAT PENGEMBANGAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI MEDAN
JLN. SETIA BUDI NO. 75 HELVETIA MEDAN 20124
TELP. (061) 8455417, FAX. (061) 8456871
2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

KATA PENGANTAR

Pembuatan modul ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas
proses pembelajaran di SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan) kelompok
teknologi khususnya untuk bidang keahlian mekanik otomotif. Usaha tersebut
adalah sebagai tindak lanjut dari reformasi system pendidikan kejuruan yang
diserahkan kepada penyiapan tamatan dengan kompetensi sesuai dengan
kebutuhan dunia kerja

Modul ini disusun dengan merajuk kepada kurikulum SMK 2004 dimana isi
maupun teknik pengajarannya mengacu kepada pendekatan pelatihan berbasis
kompetensi. Dengan demikian diharapkan dapat digunakan, terutama bagi
peserta diklat kompetensi guru otomotif pada PPPG Teknologi Medan, dan
sebagai pegangan utama bagi guru, serta siswa untuk meningkatkan
kelancaran proses pembelajaran baik secara klasikal maupun secara mandiri
dalam upaya pencapaian penguasaan kompetensi

Bagaimanapun isi yang terkandung dalam modul ini masih belum sempurna.
Untuk itu kepada guru maupun siswa dianjurkan melengkapi, memperkaya dan
memperdalam pemahaman dan penguasaan materi untuk topik yang sama
dengan membaca referensi lainnya yang terkait, selain itu sangat diharapkan
saran dan kritik yang membangun dari semua pihak bagi penyempurnaan
modul ini.

Medan , Januari 2007


Kepala PPPG Teknologi Medan

Ir. Ponijan Arsi, MM


NIP 130 781 096

ii
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

PETA KEDUDUKAN MODUL

RANGKAIAN SERI
DAN PARALEL

KOMPONEN
PENGAMAN
RANGKAIAN

METER KOMBINASI
DAN LAMPU PILOT

SISTEM
KELISTRIKAN PENERANGAN
LAMPU KEPALA
BODY STANDART

SISTEM LAMPU
TANDA BELOK

WIPER DAN WASHER

ANDA
BERADA ACCESORIES
DISINI

iii
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

PENDAHULUAN
P Anda menemukan informasi tentang ruang
lingkup isi modul, prasyarat mempelajari
modul serta hasil belajar yang akan dicapai
setalah mempelajari modul

BELAJAR
B Pada bagian ini anda mempelajari materi
pelajaran yang harus anda kuasai

LATIHAN / EVALUASI

L/E Pada bagian ini anda mengerjakan soal-soal


atau melaksanakan tugas untuk mengukur
kemampuan anda terhadap topik pelajaran
yang telah anda kuasai

PRAKTEK

PR Pada bagian ini anda melakukan kegiatan


praktek

KUNCI LATIHAN / EVALUASI


KE/V Anda menemukan kunci jawaban dari latihan
yang anda kerjakan

DAFTAR PUSTAKA
DP Pada bagian ini merupakan referensi modul

iv
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
SISTEM LAMPU DEPAN
B1
A. TUJUAN

Peserta mampu menjelaskan sistem kerja lampu kendaraan dan melakukan


diagnosa serta perbaikannya :

Menjelaskan metode kerja lampu kendaraan


Mengenali komponen-komponen sistem lampu serta kegunaannya
Mengartikan diagram skema rangkaian listrik lampu
Mengatur/menyesuaikan penggunaan lampu berdasarkan spesifikasi
pabrik
Melakukan diagnosa sistem lampu dan menentukan kerusakannya
Melakukan praktek kerja yang aman terhadap resiko kecelakaan pada
tubuh maupun kerusakan peralatan

B. PENGENALAN
Diagnosa dan perbaikan yang efisien memerlukan pengetahuan tentang
sistem lampu kendaraan.

Hasil pelatihan ini mengenalkan anda pada sistem lampu dan membantu
anda mengembangkan ketrampilan dalam diagnosa dan perbaikan.

C. PRASYARAT

Sebelum memulai modul ini, anda harus dapat melengkapi modul berikut ini:
Semua subyek yang berhubungan.
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

SISTEM LAMPU DEPAN


B1
A. TERJADINYA CAHAYA
Cahaya merupakan suatu bentuk energi yang dipancarkan melalui angkasa
dalam bentuk gelombang radiasi elektromagnet.
Spektrum elektromagnet menunjukkan berbagai gelombang yang dibentuk
dari bermacam-macam frekuensi. Lihat gambar 1.

Gambar 1. Spektrum elektromagnet.


Pada beberapa materi jika mengalami panas yang luar biasa elektron-
elektronnya bergetar pada frekuensi tinggi tertentu. Hal ini menimbulkan
cahaya yang bisa dilihat oleh mata (berkas cahaya).

Benda yang menimbulkan cahaya disebut sumber cahaya, misalnya


matahari dan lampu mobil. Cahaya yang diemisikan dari sumber cahaya
disebut cahaya langsung. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak hanya
melihat cahaya langsung tetapi juga cahaya yang dipantulkan dari benda.
Cahaya warna putih yang dikeluarkan sebuah sumber cahaya sebenarnya
merupakan berkas yang terdiri dari berbagai frekuensi. Jika kita melewatkan
cahaya putih melalui prisma gelas segitiga pada layar akan tampak berbagai
warna.

Gambar 2. Warna-warna spektrum

1
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Cahaya matahari terdiri dari berbagai panjang gelombang. Setelah hujan


dan matahari tampak, air yang berada di udara membiaskan cahaya
matahari dan menimbulkan pelangi.

Selain dipancarkan dari suatu benda, cahaya juga dipantulkan oleh benda.
Sistem pencahayaan kendaraan bermotor menggunakan kedua keadaan
tersebut.

B. Bola Lampu
Dahulu bola lampu dibuat dengan menggunakan filamen karbon yang
dimasukkan tabung kaca hampa udara. Cahaya yang dihasilkan berwarna
kuning dengan intensitas yang rendah.

Seiring perkembangan teknologi, filamen karbon digantikan oleh filamen


tungsten. Tungsten memiliki titik leleh yang tinggi (3500 o C) memungkinkan
diperolehnya suhu filamen yang tinggi sekaligus cahaya yang terang.

Kemudian tabung diisi dengan gas Argon.

Gas Argon memberikan tekanan pada filamen dan membantu pengontrolan


terhadap rusak terbakarnya filamen.

Gambar 3. Bola lampu dengan filamen tungsten.

Untuk mengurangi efek konveksi pendinginan filamen, maka filamen dibentuk


menjadi lilitan.

Rusak terbakarnya filamen terjadi jika suhu filamen mencapai keadaan di mana
tungsten menguap. Tungsten yang menguap tersebut bergerak di dalam tabung
dan mengendap pada kaca tabung membentuk efek hitam.

2
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Efek hitam yang tidak terlalu besar terjadi pada tabung berisi argon setelah
suatu jangka waktu tertentu.

Tabung bola lampu dibuat dengan ukuran besar agar cahaya tetap dapat keluar
sementara terjadi penghitaman oleh tungsten.

Jika lampu memperoleh tegangan yang terlalu tinggi maka suhu filamen akan
meningkat lebih besar maka terjadi penguapan filamen yang sangat cepat,
sehingga akan terjadi penghitaman. Hal ini akan menimbulkan kerusakan yang
dini pada lampu.

3
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

C. LAMPU HALOGEN TUNGSTEN

Lampu Tungsten Halogen merupakan


pengembangan baru.
Keuntungan lampu tungsten halogen
dibandingkan lampu pijar lainnya adalah
dapat membuat cahaya yang lebih terang
dan mempunyai umur harapan yang lebih
lama.

1. Konstruksi dan Operasi


Tabung bola lampu dibuat dari fused silica (quartz) yang tahan
temperatur tinggi yang ditimbulkan oleh filamen.

Gas Halogen khusus digunakan di dalam lampu.

Pada saat filamen tungsten memanas partikel-partikel tungsten menguap


dan meninggalkan filamen. Pada saat bergerak menuju dinding tabung
bola lampu partikel-partikel tersebut bercampur dengan gas halogen.

Saat campuran partikel bersentuhan kembali dengan filamen intensitas


panas filamen menyebabkan tungsten dan gas terpisah, sehingga
endapan tungsten kembali pada filamen dan gas halogen bersirkulasi
kembali.
Kekurangannya adalah tungsten yang meninggalkan filamen diendapkan
kembali pada tempat yang berbeda.

4
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

2. Siklus Regeneratif
Proses tungsten yang meninggalkan filamen dan kembali pada posisi
yang berbeda disebut siklus regeneratif. Karena bola lampu ini tidak
mengalami efek penghitaman tabung bola lampu bisa dibuat dalam
ukuran yang lebih kecil.

Peringatan dalam bekerja dengan lampu halogen tungsten :

Jangan menyentuhnya saat panas. Bola lampu ini dapat


mencapai panas yang sangat tinggi sehingga menyebabkan luka.

Jangan memegang kaca bola lampu karena akan dapat


meninggalkan bekas minyak dari tangan anda. Jika bola lampu
menjadi panas minyak akan leleh dan menimbulkan lubang
sehingga gas halogen akan keluar dan lampu tidak dapat
digunakan lagi.

D. PENGUKURAN CAHAYA
Pengukuran cahaya dapat dibagi menjadi dua.

1. Intensitas luminan adalah pengukuran sumber cahaya.


Satuan internasional intensitas cahaya adalah Candela. Simbol Cd.

2. Fluks Luminan adalah pengukuran aliran cahaya dari sumber.


Satuan internasional fluks luminan adalah Lumen. Simbol lm.

5
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

KONSTRUKSI LAMPU KEPALA


B2
Pada saat mengemudi di malam hari pengendara dapat melihat jalan dengan
bantuan lampu depan kendaraan. Kebanyakan kendaraan memiliki dua lampu
kadang-kadang empat lampu depan kendaraan yang dipasang di ujung depan
kanan dan kiri.

Lampu depan kendaraan memiliki dua berkas sinar :

sinar tinggi
sinar rendah

Pada berkas sinar rendah keluaran cahaya dari lampu depan kendaraan
diarahkan pada jarak dekat di depan kendaraan.
Cahaya yang dipancarkan dari lampu depan kendaraan pada sinar rendah tidak
akan menyilaukan atau menghalangi pandangan pengendara yang mendekat.
Jika berkendaraan di daerah pemukiman atau berpapasan dengan kendaraan
lain lampu depan kendaraan seharusnya dinyalakan pada posisi rendah.
Pada posisi tinggi intensitas cahayanya lebih besar dan berkas terarah
langsung pada depan kendaraan.
Dengan posisi demikian pengemudi dapat melihat ke arah yang lebih jauh.
Pengendara yang berpapasan akan silau jika terkena sinar tersebut. Hal ini
perlu diperhatikan demi keselamatan berkendara.
Untuk keperluan tersebut kita memerlukan lampu yang kuat cahayanya terarah
pada arah yang tepat pada jalan raya.

6
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

A. KOMPONEN DALAM LAMPU DEPAN KENDARAAN :

7
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Gambar 6. Komponen lampu depan kendaraan

1. Perisai digunakan untuk mengurangi penyimpangan penyebaran


cahaya.

2. Filamen adalah lampu

3. Reflektor yang digunakan berbentuk parabola dan harus mempunyai


permukaan seperti cermin sepenuhnya. Permukaan cermin diperoleh
dengan cara mengecat permukaan terlebih dahulu kemudian dilapisi
aluminium. Caranya adalah dengan memberi uap aluminium pada
permukaan reflektor dalam ruang hampa udara. Hasilnya adalah lapisan
aluminium ultra tipis. Film/lapisan tipis anti karat diberikan secara
merata padanya
a. Pemantulan Cahaya
Pemantulan cahaya terjadi jika berkas cahaya datang pada benda
dan dipantulkan pada arah yang berbeda.

Gambar 7. Pemantulan cahaya

Pemantulan cahaya dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas out


put cahaya dengan meletakkan reflektor di balik lampu mobil.

b. Reflektor Parabola

8
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Reflektor parabola digunakan pada berbagai lampu depan


kendaraan.
Titik fokus adalah titik yang berada di depan reflektor. Jika sumber
cahaya diletakkan pada posisi ini berkas yang terpantul dari reflektor
terarah secara paralel.

Gambar 8 menunjukkan efek peletakan sumber cahaya pada posisi


yang berbeda terhadap titik fokus.

Gambar 8. Peletakan sumber cahaya

Peletakan sumber cahaya (filamen) di depan titik fokus digunakan


untuk memperoleh sinar rendah untuk mengarahkan berkas cahaya
ke bawah.

9
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

c. Lampu Kendaraan Pra-fokus

Dahulu penempatan bola lampu di dalam lampu kepala bisa


diatur. Dengan menggerakkan lampu ke depan dan ke belakang
titik fokus arah pantulan berkas bisa diatur.

Lampu modern sekarang ini semuanya pra-fokus.


Filamen/filamen-filamen yang ada di dalam lampu diletakkan pada
posisi tertentu dan pada saat lampu dipasang pada tempatnya
filamen akan berada pada posisi yang dikehendaki terhadap titik
fokus.
Catatan :
Jangan keliru mengartikan pemfokusan lampu ini dengan
pengarahan lampu kepala yang akan dijelaskan pada bagian
berikut hasil pelatihan ini.
Gambar menunjukkan peletakan lampu di dalam reflektor yang
memberikan hasil tertentu.

Gambar 9. Lampu Kepala pra-fokus.

d. Lampu berfokus homo

10
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Karena adanya perubahan mode kendaraan bermotor maka


diperlukan rumah lampu yang ramping dan mempunyai desain yang
manis tanpa kehilangan kemampuannya dalam menyebarkan
cahaya.
Lampu berfokus homo diciptakan. Bentuk reflektor berubah dari
parabola menjadi seperti yang ditunjukkan pada gambar 10.

Gambar 10. Lampu berfokus homo

4. LENSA
Lensa digunakan untuk mengontrol arah berkas cahaya dan
mengarahkannya sesuai pola yang diinginkan ke jalan.

Sekelompok prisma dicor pada kaca khusus, prisma-prisma ini


digunakan untuk mengarahkan kembali berkas cahaya.

11
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

B. POLA CAHAYA DAN LENSA

Gambar 12 menunjukkan pola cahaya yang diperlukan dalam sinar tinggi


atau rendah.

Gambar 12. Pola cahaya

Pada sinar rendah cahaya disebarkan ke samping agar pengemudi bisa


memandang sisi jalan dan cahaya terpotong 30 meter pada sisi kanan agar
tidak menyilaukan pengemudi yang datang dari depan. Sinar tinggi
menyebarkan cahaya hingga sejauh 150 meter.

Catatan :
Hal ini bisa berbeda untuk tiap negara atau daerah.
Pola lensa yang digunakan untuk memperoleh hasil yang demikian
ditunjukkan pada gambar 13.

Gambar 13. Pola lensa

12
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

C. JENIS LAMPU DEPAN :

1. Sistem konvensional
2. Sistem semi-tertutup
3. Sistem Berkas Tertutup

Komponen-komponen pada sistem konvensional; reflektor, lensa dan


lampu dapat diperbaiki.

Pada sistem semi-tertutup hanya lampu yang bisa diganti.

Pada sistem berkas tertutup menunjukkan bahwa seluruh komponen


dipadukan menjadi satu unit yang tak dapat dipisah.

Gambar 14. Lampu depan kendaraan tertutup

D. PENGARAHAN CAHAYA
Efektifitas pencahayaan yang maksimum memerlukan pengarahan cahaya
lampu kendaraan yang tepat. Rumah lampu bisa diatur secara vertikal
maupun horisontal.

13
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Pengaturan rumah lampu dilakukan untuk memeriksa arah dan


kesempurnaan cahaya dan memeriksa apakah sudah sesuai dengan
peraturan daerah atau negara.

Dua metode untuk mengatur pengarahan rumah lampu :

1. Dengan alat pengarah rumah lampu


2. Dengan menggunakan dinding yang diberi tanda

Jika tidak dapat diperoleh alat pengarah rumah lampu gunakan dinding yang
ditandai garis seperti pada gambar 15.

Gambar 15. Pengarahan lampu depan menggunakan dinding atau papan

Ingatlah poin-poin berikut :

Kendaraan harus selalu dalam keadaan kerb weight. Secara umum


berat kerb berarti bahwa kendaraan dalam keadaan tanki bahan bakar
terisi penuh, pengemudi dengan berat badan 70 kg dan tekanan ban
yang tepat.
Lihat buku manual/petunjuk bengkel untuk mengetahui spesifikasi
berat kerb yang benar.
Bersihkan lensa lampu dan periksa apakah pemasangannya sudah
tepat.

Periksa apakah ada suspensi yang salah atau kerusakan fisik yang
akan mempengaruhi pengarahan berkas cahaya.

14
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Kendaraan harus berada pada tempat yang datar dan rata.

Atur satu lampu. Bila perlu tutup lampu yang lain dengan kain atau
matikan. Dengan demikian akan diperoleh pengaturan yang lebih
akurat untuk tiap lampu.

Pengaturnya biasanya terletak pada bagian depan, walaupun pada


beberapa kendaraan terletak pada bagian belakang lampu seperti yang
ditunjukkan gambar 16.

Gambar 16. Pengatur lampu depan

Pengatur sebelah atas mengubah posisi vertikal berkas cahaya dan


pengatur sisi mengatur posisi horisontal. Perhatikan gambar 17.

Gambar 17 Tujuan pengaturan lampu depan


Ukuran tanda pada papan pengarahan biasanya dapat diperoleh dari
buku petunjuk bengkel. Lihat jika diperlukan.
15
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Hot spot cahaya harus jatuh pada garis horisontal sebelah bawah dan
terpotong oleh garis vertikal (hot spot cahaya adalah output
berintensitas rendah). Atur hingga cahaya jatuh pada titik ini. Lihat
gambar 18.

Jangan biarkan lampu terus menyala untuk jangka waktu yang lama
karena baterai akan berkurang/habis tanpa dilakukan pengisian
baterai.

Dalam menggunakan alat pengarah lampu ikuti dengan hati-hati


petunjuk yang ada.

Penggunaan alat pengarah merupakan metode paling akurat dalam


pengecekan iluminan.

Gunakan lampu depan simetris pada berkas tinggi. Lampu depan


berkas tertutup seperti yang digunakan pada mobil-mobil sebelum
1980 memancarkan pola simetris. Dengan kata lain berkas merata
pada tiap sisi garis pusat cahaya.

Gambar 18. Pola simetris

Pada sinar rendah gunakan rumah lampu asimetris.


Kendaraan yang dibuat setelah tahun 1980 banyak yang
menggunakan unit berkas semi tertutup dengan lampu bisa dilepas
dari lensa. Unit demikian biasanya memancarkan pola asimetris.
Maka pada sinar rendah lebih banyak cahaya yang diarahkan pada sisi
kiri jalan.

Gambar 19. Pola asimetris


16
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

E. KOMPONEN SISTEM LAMPU DEPAN KENDARAAN


Biasanya sistem lampu depan kendaraan mempunyai komponen utama
seperti berikut :

1. Sekring atau pemutus rangkaian


2. Saklar lampu
3. Saklar Dim
4. Relai
5. Lampu depan kendaraan
6. Lampu peringatan sinar tinggi

1. Sekring atau Pemutus Rangkaian

Untuk melindungi perkabelan rangkaian lampu dari kerusakan akibat


aliran arus berlebihan maka dipasang sekring atau pemutus rangkaian
pada rangkaian. Pemutus rangkaian merupakan alat pelindung ideal bagi
lampu depan.
Rangkaian membuka dan menutup secara otomatis jika terjadi problem
dan tetap memberikan cahaya untuk melihat jalan. Faktor keamanan ini
sangat berguna jika terjadi kegagalan kerja rangkaian sementara
berkendara pada malam hari.

2. Saklar Lampu

Digunakan untuk menyalakan dan mematikan lampu. Saklar ini


seringkali menjadi bagian dari saklar kombinasi pada panel
pengemudian atau disebut juga saklar pengendali massa

3. Saklar Dim

Saklar DiM digunakan untuk mengatur apakah pengemudi menggunakan


berkas tinggi atau rendah dan sering menjadi bagian dari saklar
kombinasi. Dan juga sebagai pengendali massa lampu

17
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

4. Relai

Relai lampu adalah benda yang biasa ada pada kendaraan walaupun
tidak setiap kendaraan memilikinya. Jika dinyalakan dengan saklar
lampu relay akan mengontrol aliran arus pada lampu.
Dengan demikian kemungkinan terjadinya jatuh tegangan akan dikurangi
selain memperpanjang usia saklar lampu.
Pada rangkaian rumah lampu bisa ditemui beberapa tipe relai.
Gambar 20(a) menunjukkan relai normal terbuka single kontak
sedangkan pada gambar 20(b) ditunjukkan relai pergantian dengan
kontak normal terbuka dan normal tertutup.

Gambar 20 (a) relai kontak single Gambar 20 (b) relai pergantian

5. Lampu Depan

Jika arus mengalir melalui filamen di dalam lampu maka cahaya akan
dipancarkan. Cahaya memantul pada reflektor pada bagian belakang
lampu dan diarahkan pada jalan melalui lensa yang ada di depan lampu.
Biasanya lampu depan memiliki dua filamen (berkas tinggi dan rendah).

6. Lampu Peringatan Sinar Tinggi

Lampu Peringatan Sinar Tinggi yang berwarna biru diletakkan pada


dashboard untuk menjamin pengemudi sadar bahwa lampu sedang
dinyalakan pada posisi tinggi. Lampu akan menyala jika dipilih sinar
tinggi.

18
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

F. GAMBAR CARA KERJA RANGKAIAN LAMPU DEPAN KENDARAAN

LAMPU KEPALA

LAMPU KOTA
LAMPU KOTA

RELAY LAMPU

TL
HB
HL

TB HS

TS

FUSE
H
T L
H H
U
BAT OF
F

E H E
F
SAKLAR LAMPU
SAKLAR DIM

TAIL LAMP
KIJANG

19
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007

HB = Head Baterai HS = Head Switch HL = Head Low


TB = Tail Baterai TS = Tail Switch HU = Head Up
HL = Head Lamp HF = Head Flash T = Tail
TL = TaliLamp E = Massa H = Head
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Sistem lampu penerangan dan lampu belakang mempergunakan relay.


Konstruksinya terdiri dari : Saklar Lampu, Saklar Dim, relay, Lampu besar
dan lampu kota , dan lampu belakang.
1. Lampu Belakang dan Kota
Saklar lampu diputar sekali (Tail) T berhubungan dengan E, Arus dari
baterai ---- Fuse ---- TB ---- Gul relay ---TS --- Saklar lampu T ----- E ----
Massa body. Maka relay menjadi magnit dan plat kontak relay
berhubungan sehingga menghubungkan TB dan TL, akibatnya arus dari
Baterai --- Fuse --- TB (relay ) --- TL --- Lampu belakang lampu kecil ----
massa body : Maka lampu belakang dan kecil menyala.
2. Lampu Besar
Saklar Lampu diputar dua kali T dan H berhubungan dengan E,
Sehingga keadaan lampu belakang dan kota tetap menyala sama seperti
diatas, dan untuk lampu kepala dilihat juga dari posisi saklar dim/ dip.
a. Saklar Dim pada posisi HL
Arus dari baterai ---- Fuse ---- Relay HB ---- Gul. Relay --- HS ---
Saklar lampu H ---- E --- Massa, Maka relay menjadi magnit dan plat
kontak relay berhubungan sehingga menghubungkan HB dan HL,
akibatnya arus dari Baterai --- Fuse --- HB (relay ) --- HL --- Lampu
Kepala (H Low) ---- Saklar Dim HL -- E --- masaa , Maka lampu
kepala ( head low ) akan menyala
b. Saklar Dim pada posisi HU
Keadaan relay Lampu kepala masih tetap sama seperti kondisi HL.
Maka arus dari relay HL --- Lampu HU --- Saklar dim HU --- E ---
masa. Maka Lampu kepala ( HU ) menyala.
3. Head Flash
Saklar lampu pada posisi mati ( off ), Saklar dim posisi HF.
Arus dari baterai ---- Fuse ---- Relay HB ---- Gul. Relay --- HS --- Saklar
dim HF ---- E --- Massa, Maka relay menjadi magnit dan plat kontak relay
berhubungan sehingga menghubungkan HB dan HL , akibatnya arus dari
Baterai --- Fuse --- HB (relay ) --- HL --- Lampu Kepala ( HU ) ---- Saklar
Dim HU --- HF -- E --- masaa , Maka lampu kepala ( HU ) menyala
sebagai HF ( head flash ).
20
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

MERANGKAI LAMPU KEPALA


Pr 1
A. ALAT DAN BAHAN
1. Simulator kelistrikan lampu
2. Saklar Lampu ( jenis kombinasi / putar )
3. Relay 4 terminal
4. Tool case electrical
5. Terminal kabel
6. Kabel / wayar 6 warna
7. Amper meter dengan skala maksimal 30 Amper.
8. Mullti tester
9. Test pen 12 Volt
10. Baterai dua buah dengan kondisi penuh.

B. TUGAS PRAKTIK
1. Persiapkan alat dan bahan praktek secara cermat, efektif dan efisien.
2. Rangkailah lampu kepala dan belakang pada simulator seperti gambar
pada lembaran sebelumnya dengan benar menggunalkan 2 relay.
3. Ukurlah Kerugian tegangan pada tiap komponen dan besar arus yang
mengalir pada rangkaian.
4. Rubahlah rangkaian diatas dengan menambah 2 relay lagi untuk lampu
jauh dan dekat sehingga saklar dim berfungsi untuk mengaktifkan relay
seperti gambar dibawah ini.
5. Ukurlah Kerugian tegangan pada tiap komponen dan besar arus yang
mengalir pada rangkaian
6. Bandingkan hasil pengukuran pertama dan kedua.
7. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.
8. Setelah selesai, kembalikan peralatan dan bahan ke tempatyang telah
ditentukan.
21
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

GAMBAR RANGKAIAN LAMPUKEPALA MENGGUNAKAN RELAY


TAMBAHAN

LAMPU KEPALA

LAMPU KOTA
LAMPU KOTA

RELAY LAMPU
30 87
TL
HB 85 86
HL

TB HS

30
TS 87

85 86
RELAY LAMPU
FUSE

T H
H L
H
U
BAT OF
F SAKLAR DIM
E H E
F
SAKLAR LAMPU

TAIL LAMP

RANGKAIAN LAMPU KE[ALA DENGAN 4 RELAY

22
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

23
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

DIAGNOSA DAN MENACARI


Pr 2 KERUSAKAN
A. ALAT DAN BAHAN
1. Simulator kelistrikan lampu
2. Saklar Lampu ( jenis kombinasi / putar )
3. Relay 4 terminal
4. Tool case electrical
5. Terminal kabel
6. Kabel / wayar 6 warna
7. Amper meter dengan skala maksimal 30 Amper.
8. Mullti tester
9. Test pen 12 Volt
10. Baterai dua buah dengan kondisi penuh.

B. KESELAMATAN KERJA
1. Gunakan peralatan sesuai fungsinya.
2. Pehatikan instruksi praktek yang disampaikan oleh instruktur.
3. Mintalah ijin instruktur bila akan melakukan pekerjaan yang tidak tertulis
pada job sheet.
4. Periksa sambungan kabel jangan sampai mengenai body yang
mengakibatkan hubungan singkat.

C. DIAGNOSA DAN MENCARI KERUSAKAN

Pengarahan rumah lampu yang tepat dan cahaya yang bagus dari sistem
pencahayaan harus sesuai dengan standart pabrik pembuat agar diperoleh
efisiensi kerja yang maksimum. Tugas-tugas berikut adalah bagian dari
prosedur diagnosa dan pencarian kerusakan sistem pencahayaan.

24
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Pemeriksaan visual kabel dan sambungannya.


Penggantian bola lampu yang terbakar
Pemeriksaan soket lampu
Pemeriksaan sekring, fusible link (kabel yang berfungsi sebagai
sekering) dan pemutus rangkaian
Pencarian terhadap adanya rangkaian hubung singkat, terbuka atau
beresistansi tinggi
Pengarahan lampu depan

Periksa secara visual kondisi sambungan perkabelan sistem pencahayaan.


Kabel yang rusak dan sambungan yang buruk dapat meningkatkan
resistansi maupun jatuh tegangan sehingga lampu akan redup.

Dalam penggantian lampu perhatikan hal-hal berikut :

Yakinkan bahwa rangkaian telah dimatikan


Pegang lampu selalu dengan kain atau handuk agar tidak terluka jika
lampu pecah.
Jangan sekali-kali menyentuh lampu halogen quartz dengan tangan.

25
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Dalam mengganti lampu periksalah jenis, ukuran tegangan dan power


rating yang tepat.

Periksa apakah soket lampu bersih dan tidak berkarat.

Periksa daya kerja lampu sebelum memasang kembali lensa atau


penutup.

Untuk memeriksa catu daya pada soket lampu bisa digunakan lampu test
atau voltmeter. Tidak adanya catu daya pada soket lampu menunjukkan
terjadinya rangkaian terbuka yang disebabkan oleh kabel yang putus,
sambungan listrik yang terlepas atau saklar yang tidak berfungsi dengan
baik.

Sekering, fusible link dan pemutus rangkaian dipasang pada rangkaian


untuk melindungi komponen dan rangkaian.

Sekering bisa diperiksa secara visual atau dengan lampu test. Ganti
sekering yang rusak dengan nilai dan tipe yang sama agar tidak terjadi
panas berlebih atau kerusakan pada sistem kabel. Penyebab
terbakarnya sekering harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum sekering
diganti.

Sambungan sekering juga diperiksa secara visual untuk melihat tanda


adanya isolasi yang terbakar. Jika sambungan sekering tampaknya
dapat diperbaiki maka periksa kontinuitasnya dengan ohmmeter,
voltmeter atau lampu test.

Rangkaian hubung singkat dan terbuka bisa diketahui dengan


menggunakan lampu tes.

Rangkaian hubung singkat ditandai dengan adanya sekring yang


putus, sambungan sekering yang putus atau pemutus rangkaian yang
tetap terbuka atau membuka dan menutup dengan cepat.

Rangkaian terbuka membuat komponen listrik tidak bekerja.

Temukan rangkaian terbuka dengan memeriksa catu daya (atau pada


kotak sekring) dan tiap sambungan antara sekring dan beban.
26
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Untuk menemukan resistansi tinggi gunakan voltmeter untuk mengukur


penurunan tegangan pada komponen yang mungkin rusak. Penurunan
tegangan yang terlalu besar mengakibatkan lampu menjadi redup.
Penurunan tegangan tidak boleh melebihi 0,5 volt.

D. Pemeriksaan Rangkaian Lampu Depan


Prosedur dalam mengetes rangkaian lampu depan :

Langkah 1. Tentukan permasalahan.

Contoh
Kedua lampu tidak menyala
Salah satu lampu tidak menyala.
Lampu berkedip

Langkah 2. Tentukan tipe rangkaian yang digunakan.

Contoh
Saklar dim memberi umpan pada lampu depan
Saklar dim menghubungkan rumah lampu pada massa

Periksa terlebih dahulu diagram perkabelan kendaraan, jika anda


memilikinya, untuk menentukan sistem yang dipakai.

Langkah 3. Temukan kerusakan rangkaian.

Mari kita lihat rangkaian sederhana seperti pada gambar . Permasalahannya


adalah kedua lampu tidak menyala.

27
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Pertama kali dilakukan pemeriksaan pada lampu. Biasanya mudah


dijangkau sehingga pemeriksaan akan cepat dan sederhana serta akan
menunjukkan apakah permasalahan terletak pada lampu ataukah
rangkaiannya.
Nyalakan lampu dan pilih sinar rendah. Pada pemeriksaan dengan lampu
test, pasang jepit lampu test pada ground yang baik (anda bisa mengecek
ground yang baik serta apakah lampu test bekerja dengan baik dengan cara
jepit lamu test pada terminal + positif baterai). Tempelkan jepit lampu test
pada tiap terminal sinar rendah dari kedua lampu depan tersebut.

Jika lampu test menunjukkan bahwa rangkaian sebelum rumah lampu baik-
baik saja maka permasalahan terletak pada rumah lampu atau rangkaian
pembumian rumah lampu.

Penggunaan contoh catu daya yang mencapai relay

Letakkan lampu test anda pada terminal 87 relay (1) untuk mengetes
apakah permasalahan terletak pada relay (plat kontak relay ), dan pada
terimal 86 relay (2) untuk kumparan relay lampu. Jika pemeriksaan dengan
menggunakan lampu tes berhasil maka berarti arus mengalir dengan baik
pada relay. Maka problem berada pada saklar lampu atau dim.
Catatan : Untuk pemeriksaan No. 2 (terminal 86 relay), kemungkinan nyala
dari lampu test akan redup, karena tegangan yang keluar sudah melewati
kumparan. Untuk lebih jelas bias menggunakan volt meter.

28
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Gambar . Pengetesan Relay

No. 1

No. 2

Tidak ada catu daya yang mencapai lampu depan


Jika catu daya tidak dapat mencapai lampu depan maka kita harus
memeriksa rangkaian antara baterai dan lampu. Tempat pertama yang
diperiksa bergantung pada kemudahan menjangkaunya serta jenis proteksi
rangkaian.
Rangkaian pemutus pada rangkaian lampu depan ada yang diletakkan
sebelum saklar lampu, di dalam saklar atau sesudah saklar. Ada juga
rangkaian lampu yang tidak menggunakan rangkaian pemutus melainkan
memakai sebuah atau beberapa sekering. Biasanya sekering ditempatkan di
dalam kotak sekering.Oleh karena itu disarankan untuk memeriksa terlebih
dahulu sekering yang ada dalam kotak sekering dengan lampu test. Jika
sekreing-sekering tersebut dalam keadaan baik maka langkah selanjutnya
adalah memeriksa saklar lampu. Periksa apakah catu daya mencapai saklar

29
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Gambar . Tes saklar lampu depan kendaraan

Jika terdapat catu daya yang masuk pada saklar tetapi tidak ada yang
keluar dari saklar maka problem terletak di dalam saklar.

Jika catu daya melewati saklar seperti yang seharusnya maka kita periksa
komponen berikutnya yaitu saklar dim. Pertama kita cek apakah catu daya
mencapai saklar dim pada posisi sinar rendah (No.1) dan posisi sinar tinggi
(No.2).

No. 1

No. 2

Gambar . Tes saklar dim

Jika catu daya mencapai saklar dim tetapi tidak meninggalkan saklar diim
berarti saklar dip rusak.

Jadi dengan menggunakan lampu test dan bergerak sepanjang rangkaian


dimulai dari baterai kita bisa menemukan posisi hilangnya aliran arus.
Prosedur ini bisa kita laksanakan jika memeriksa sepanjang kabel sambil
memeriksa komponen.

Pemeriksaan fisik dengan lampu test untuk memeriksa tegangan relatif


mudah. Pengetahuan yang anda perlukan untuk menjadi teknisi listrik
otomotif yang kompeten adalah bagaimana seharusnya rangkaian lampu
bekerja dan bagaimana arus mengalir melalui rangkaian.
30
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Jika anda tidak dapat mengingat informasi ini anda harus mampu mencari
dan melacak rangkaian lampu depan dengan menggunakan diagram
perkabelan atau mampu melihat komponen perkabelan kendaraan dan
bagaimana rangkaian bekerja. Ingatlah bahwa anda tidak dapat memeriksa
rangkaian lampu depan untuk menemukan permasalahan jika anda tidak
tahu bagaimana seharusnya rangkaian bekerja secara normal.

F. OUTPUT LAMPU DEPAN RENDAH


Mari kita lihat cara menentukan penyebab lampu yang redup. Lampu tidak
akan bekerja dengan benar jika tidak mendapatkan catu daya yang cukup.

Jika terdapat resistansi pada rangkaian lampu maka akan terjadi penurunan
tegangan sehingga tidak terdapat tegangan yang mencukupi pada lampu.
Kita memerlukan voltmeter yang akurat untuk mengecek penurunan
tegangan pada rangkaian lampu.

Penurunan Tegangan Catu Daya


Untuk menentukan besarnya penurunan tegangan pada catu daya
hubungkan voltmeter secara paralel seperti dalam gambar

Gambar Pemeriksaan penurunan catu daya rangkaian

Keseluruhan penurunan tegangan pada rangkaian rumah lampu tidak boleh


melebihi 0,5 Volt.

31
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

Resistansi rangkaian yang tinggi disebabkan ooleh sambungan yang lepas,


pembumian yang buruk, kabel rantas dan terminal yang kotor atau berkarat.
Periksa selalu hubungan polaritas voltmeter terhadap rangkaian.

Penurunan tegangan catu daya yang berlebihan

Jika terjadi penurunan tegangan yang berlebihan dalam rangkaian catu


daya kita dapat menentukan penyebabnya dengan memindahkan voltmeter
sepanjang rangkaian untuk menentukan bagian mana dari rangkaian yang
menimbulkan penurunan tersebut.

Gambar Pemeriksaan penurunan tegangan rangkaian catu daya

Penurunan tegangan pada rangkaian pembumian

Untuk mengukur besarnya penurunan tegangan pada rangkaian pembumian


hubungkan voltmeter secara paralel seperti gambar .

Gambar . Pemeriksaan penurunan tegangan rangkaian ground


32
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

EVALUASI
E
Pertanyaan 1
Jika melepas soket baterai terminal mana yang harus dilepas terlebih
dahulu dan mengapa?
Jawaban:
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Pertanyaan 2
Mengapa anda harus melepas perhiasan dari logam sebelum bekerja
dalam sistem listrik?
Jawaban:
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Pertanyaan 3
Sebut langkah-langkah pencegahan demi keamanan yang harus
dilakukan saat memegang bola lampu tungsten halogen.
Jawaban:
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Pertanyaan 4
Terangkan arti sitilah cahaya.
Jawaban:
.................................................................................................................
.................................................................................................................
Pertanyaan 5
Lengkapi kalimat berikut dengan kata-kata :
bergetar, suatu, oleh, sangat.
Beberapa bahan jika dipanaskan . panas, akan mengakibatkan
elektron-elektronnya . pada suatu frekuensi tertentu yang tinggi
dan menimbulkan berkas pada . frekuensi yang bisa dilihat
. mata (cahaya tampak).
33
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

KUNCI EVALUASI
KE
Jawaban: 1
Lepaskan terminal ground lebih dulu.
Hal ini akan mencegah terjadinya hubung singkat.
Pertanyaan 2
Mengapa anda harus melepas perhiasan dari logam sebelum bekerja dalam
sistem listrik?
Jawaban:
Perhiasan logam merupakan konduktor yang baik bagi arus sehingga
bisa menimbulkan luka bakar atau kerusakan pada komponen.
Pertanyaan 3
Sebut langkah-langkah pencegahan demi keamanan yang harus dilakukan saat
memegang bola lampu tungsten halogen.
Jawaban:
Jangan memegang bola lampu saat panas karena bisa melukai.
Jangan memegang tabung kaca bola lampu karena akan
memperpendek usianya.
Pertanyaan 4
Terangkan arti sitilah cahaya.
Jawaban:
Cahaya merupakan suatu bentuk energi yang dipancarkan melalui
angkasa dalam bentuk gelombang radiasi elektromagnetik.
Pertanyaan 5
Lengkapi kalimat berikut dengan kata-kata :
bergetar, suatu, oleh, sangat.
Jawaban:
Beberapa bahan jika dipanaskan sangat panas, akan mengakibatkan
elektron-elektronnya bergetar pada suatu frekuensi tertentu yang tinggi
dan menimbulkan berkas pada suatu frekuensi yang bisa dilihat oleh
mata (cahaya tampak).

34
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007
Pusat Pengembangan Penataran Guru Teknologi Medan .....Drs. M. Anas

DAFTAR PUSTAKA
DP
Hollembeak Barry. 1997. Automotive Electricity & Electronics. I T P An International
Publishing Company. Washington.

PT. Toyota Astara Motor . Chasis Step 2. Jakarta

PT. Toyota Astara Motor . New Step 2 Electrical Jakarta

35
Pemeriksaan dan Pemasangan Wiring Sistem Penerangan....2007