Anda di halaman 1dari 2

Air Dalam Bahan Pangan

Air merupakan unsur pokok penting bahan pangan. Unsur ini bisa terdapat pada
komponen intraselular atau ekstraselullar pada sayuran dan produk hewani, yang
merupakan medium tersebar dan larut dalam beragam produk, dalam fase terdispersi
pada beberapa produk emulsi seperti mentega dan margarine, dan sebagai komponen
minor pada bahan pangan lainnya.

Pentingnya air sebagai komponen penyusun bahan pangan, sebuah pemahaman akan
sifat dan perilaku air tersebut penting diketahui. Ketersediaan air mempengaruhi
kerusakan kimiawi dan mikrobiologis bahan pangan. Pengeringan atau pembekuan ari
merupakan hal penting pada metode pengawetan bahan pangan. Perubahan
fundamental dalam bahan pangan.

Di dalam bahan pangan air memiliki peran sebagai berikut:

1. Mempengaruhi tekstur, kesegaran dan keawetan

2. Pelarut Universal (garam, vitamin, gula, pigmen)

3. Dapat berionisasi (H3O+, OH-)

4. Berperan dalam reaksi kimia, misal; pada hidrolisis protein dihasilkan n asam
amino

5. Mempengaruhi aktivitas enzim

6. penting bagi pertumbuhan mikroorganisme, sehingga air menentukan keamanan


dan stabilitas pangan

7. Air merupakan medium untuk pindah panas

8. Air tidak mengandung kalori

Air dalam bahan pangan menentukan mutu, kesegaran, keawetan dan kestabilan
selama penyimpanan. Selain itu air merupakan pencuci yang baik bagi bahan makanan
tersebut atau alat-alat yang digunakan dalam pengolahannya. Sebagian besar dari
perubahan-perubahan bahan pangan terjadi dalam media air yang ditambahkan atau
yang berasal dari bahan itu sendiri.
Berdasarkan dari air inilah maka dapat digolongkan bahan pangan berdasarkan tingkat
keawetannya yaitu:
1. Mudah Rusak: daging sapi, daging ayam, ikan, susu, telur
2. Agak Mudah Rusak: Sayuran, bua-buahan, roti, kue
3. Awet: biji-bijian, kacang-kacangan, gula

Nama : Sartika Ratna Pertiwi

NIM/Kelas : 327987 / A