Anda di halaman 1dari 8

A.

Pendahuluan

Setiap subsistem akuntansi menyediakan informasi mengenai transaksi reguler.

1. Bendahara menyediakan informasi mengenai aktivitas pendanaan dan


investasi, seperti penerbitan atau penyelesaian instrument utang dan
ekuitas dan pembelian serta penjualan sekuritas investasi
2. Departemen anggaran menyediakan nomor anggaran
3. Kontrolir menyediakan jurnal penyesuaian

Figure 16-2 menunjukkan aktivitas-aktivitas dasar yang dijalankan dalm system


buku besar dan pelaporan. Tiga aktivitas pertama menunjukkan langkah-langkah
dasar dalam siklus akuntansi, yang berpuncak pada aktivitas yang menghasilkan
serangkaian laporan keuangan tradisional. Aktivitas keempat menginndikasikan
bahwa, sebagai tambahan dalam laporan keuangan bagi para pengguna
eksternal, sistem akuntansi suatu organisasi menghasilkan berbagai laporan bagi
manajemen internal.

Figur 16-1
Figur 16-2

B. Sistem Buku Besar dan Pelaporan

Figur 16-3 menunjukkan jenis model suatu sistem buku besar dan pelaporan
online.

1. Proses

Database terpusat harus diatur mrnggunakan cara yang memungkinkan


tercapainya berbagai kebutuhan informasi, baik pengguna internal maupun
eksternal. Para manajer membutuhkan informasi yang detail dan tepat waktu
mengenai hasil operasi pada area tanggung jawab tertentunya. Para investor
dan kreditor mengharapkan laporan keuangan peeriodik dan pembaharuan
tepat wktu untuk membantu mereka dalam menilai kinerja organisasi.
Berbagai badan pemerintah jiga meminta persyaratan informasi yang
spesifik.

2. Ancaman dan Pengendalian

Figure 16-3 menunjukkan bahwa seluruh aktivitas siklus buku besar dan
pelaporan bergantung pada database terintegrasi. Oleh karena itu, ancaman
umum yang pertama adalah data buku besar yang tidak tepat atau tidak
valid yang dapat menghasilkan laporan menyesatkan dan menyebabkan para
manajer membuat keputusan keliru, yang berimbas juga bagi para pengguna
eksternal. Sehingga menyebabkan denda dan reaksi negative di pasar modal.
Salah satu untuk menanggulangi ancaman atas data buku besar yang tidak
tepat atau valid adalah menggunakan berbagai pengendalian integritas
pemrosesan untuk meminimalkan risiko kesalahan input data ketika
bendahara dan kontrolir membuat entri jurnal langsung (pengendalian 1.1).
Manajemen mempersempit akses terhadap buku besar dan membuat
konfigurasi sistem, sehingga hanya para pegawai yang diotorisasi saja yang
dapat membuat perubahan terhadap data induk (pengendalian 1.2).
autentikasi multifactor harus digunakan unttuk mempersempit akses
terhadap buku besar dan pengendalian otorisasi seharusnya juga digunakan
untuk membatasi fungsi yang mungkin dijalankan setiap pengguna sah.
Matriks pengendalian akses harusnya juga didesain untuk membatasi fungsi
yang dapat dijalankan berbagai terminal. Karena pengendalian preventif tidak
pernah bisa 100% efektif, nilai penting dari sebuah pengawasan
pengendalian adalah untuk menghasilkan sebuah laporan mengenai seluruh
perubahan terhadap buku besar secara teratur dan meninjaunya untuk
memverifikasi bahwa database masih cukup akurat (pengendalian 1.3).

Ancaman umum kedua dalam sistem buku besar dan pelaporan adalah
pengungkapan informasi keuangan yang tidak diotorisasi. Prosedur
pengendalian untuk mengurangi risiko pengungkapan laporan yang tidak
diotorisasi bisa dilakukan dengan menerapkan autentikasi multifaktor dan
pengendalian keamanan fisik guna mempersempit akses terhadap buku
besar diberikan hanya bagi pegawai yang memerlukan akses tersebut untuk
melakukan pekerjaanya (pengendalian 2.1). melakukan enkripsi database
memberikan proteksi karena menyediakan informasi yang tidak dapat
dimengerti oleh mereka yang berhasil mendaapatkan akses database yang
tidak diotorisasi (pengendalian 2.2). Enkripsi juga mencegah para pegawai TI,
yang tidak memiliki akses terhadap sistem ERP, menggunakan utilitas sistem
pengoperasian untuk melihat informasi sensitif. Buku besar harus dienkripsi
ketika ditransmisikan melalui internet ke kantor perusahaan lain, analis, atau
badan pemerintah.

Ancaman umum ketiga yaitu berkaitan dengan hilangnya atau penghancuran


data induk. Pengendalian untuk menanggulangi risiko atas ancaman tersebut
adalah menggunakan backup dan prosedur pemulihan bencana
(pengendalian 3.1).
Figur 16-3

Posting Jurnal Penyesuaian

Aktivitas kedua dalam sistem buku besar adalah posting berbagai jurnal penyesuaian.

Proses

1. Akrual adalah entri yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang menggambarkan
transaksi transaksi yang telah terjadi, tetapi kasnya belum diterima atau dikeluarkan.
2. Penangguhan adalah entri yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang menggambarkan
penerimaan kas sebelum pekerjaan terkait transaksi dilaksanakan.
3. Estimasi adalah entri yang menunjukkan sebagian biaya yang diharapkan terjadi selama
sejumlah periode akuntansi.
4. Revaluasi adalah entri yang dibuat untuk menggambarkan selisih antara nilai aktual dan
nilai tercatat dari suatu aset atau perubahan dalam prinsip akuntansi.
5. Koreksi adalah entri yang dibuat untuk membalik pengaruh dari kesalahan yang
ditemukan dalam buku besar.
setelah selesai melaksanakan proses penyesuaian, informasi mengenai proses tersebut di
simpan ke dalam file voucher jurnal. Setelah seluruh jurnal penyesuaian di posting, langkah
selanjutnyaadalah membuat neraca saldo penyesuaian. Neraca salso penyesuaian digunakan
sebagai input terhadap langkah selanjutnya dalam siklus buku besar dn pelaporan keuangan,
persiapan penyusunan laporan keuangan.

ANCAMAN DAN PENGENDALIAN

Entri jurnal penyesuaian yang tidak di otorisasi dan tidak akurat adalah ancaman yang perlu
diatasi karena dapat menghasilkan laporan keuangan yang keliru dan mengarah pada
keputusan yang buruk.untuk mengurangi risiko input yang keliru, pengendalian integritas
pemrosesan entri data juga harus diterapkan terhadap entri jurnal penyesuaian yang dibuat
oleh kontrolir. Apabila jurnal penyesuaian dibuat dalam spreadsheet, diperlukan pengendalian
proteksi kesalahan spreadsheet untuk meminimalkan risiko kesalahan. Pengendalian akses
yang kuat mengurangi resiko jurnal penyesuaian yang tidak diotorisasi. Sebagai tambahan
atas pengendalian preventif sebelumnya, rekonsiliasi periodik dan jejk audit merupakan
sebuah sarana untuk mendeteksi jurnal penyesuaian yang tidak diotorisasi dan tidak akurat.

Figur 16-4 (Tanpa XBRL)


Figur 16-4 (Dengan XBRL)
Figur 16-6
Figur 16-7