Anda di halaman 1dari 3

NAMA : ROBERTUS WILLY GONZAGA

NIM : 142140182
KELAS : EA-C
MATA KULIAH : ANALISIS INVESTASI

BAB 7 RETURN DAN RISIKO AKTIVA TUNGGAL

Return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi.


Return realisasian merupakan return yang telah terjadi.
Return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor dimasa
mendatang.

1. PENGUKURAN RETURN REALISASIAN

1.1 RETURN TOTAL


Return = Capital Gain (Loss) + Yield

Return total merupakan return keseluruhan dari suatu investasi dalam suatu periode tertentu
yang terdiri dari:
1. Capital gain (loss): merupakan selisih untung (rugi) dari harga investasi sekarang
relatif dengan harga periode yang lalu.
2. Yield: merupakan persentase penerimaan kas periodik terhadap harga investasi
periode tertentu dari suatu investasi. Untuk saham, yield adalah presentase dividen
terhadap harga saham periode sebelumnya. Untuk obligasi, yield adalah prosentase
bunga pinjaman yang diperoleh terhadap harga obligasi periode sebelumnya.

1.2 RETURN RELATIF


Return total dapat bernilai negatif dan positif. Kadangkala untuk perhitungan tertentu
misalnya rata-rata geometrik yang menggunakan perhitungan pengakaran dibutuhkan suatu
return yang harus bernilai positif. Relatif return dapat digunakan yaitu dengan menambahkan
nilai 1 terhadap nilai return total sebagai berikut:
Return Relatif = (Return Total +1)

1.3 KUMULATIF RETURN


Return saham hanya mengukur perubahan kemakmuran pada saat waktu tertentu saja, tetapi
tidak mengukur total dari kemakmuran yang dimiliki.
Untuk mengetahui total kemakmuran, indeks kemakmuran kumulatif (cumulative wealth
index) yang dapat mengukur akumulasi semua return muali dari kemakmuran awal (KK0),
dapat digunakan. Rumus IKK adalah sebagai berikut:
IKK = KK0 (1 + R1) (1 + R2) . (1 + Rn)

1.4 RETURN DISESUAIKAN


Return nominal perlu disesuaikan dengan tingkat inflasi yang ada. Return ini biasa disebut
return riil (real return) atau return yang disesuaikan dengan inflasi (inflation adjusted
return).

1.5 RATA-RATA GEOMETRIK


Rata-rata geometrik (geometric mean) digunakan untuk menghitung rata-rata yang
memperhatikan tingkat pertumbuhan kumulatif dari waktu ke waktu.
2. RETURN EKSPEKTASI
Return Ekspektasi (expected return) merupakan return yang digunakan untuk pengambilan
keputusan investasi. Return ini penting dibandingkan dengan return historis karena return
ekspektasian merupakan return yang diharapkan dari investasi yang akan dilakukan.

2.1 BERDASARKAN NILAI EKSPEKTASI MASA DEPAN


Dengan adanya ketidakpastian (uncertainty) berarti investor akan memperoleh return di masa
mendatang yang belum diketahui persis nilainya. Maka, return yang akan diterima harus
diestimasi nilainya dengan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Berarti bahwa tidak hanya
sebuah hasil masa depan (outcome) yang akan diantisipasi, tetapi perlu diantisipasi beberapa
hasil masa depan dengan kemungkinan probabilitas terjadinya. Oleh karena itu, probabilitas
dari hasil-hasil masa depan perlu diketahui. Distribusi probabilitas ini dapat diperoleh dengan
cara estimasi secara subyektif atau berdasarkan dari kejadian sejenis di masa lalu yang pernah
terjadi. Return ekspektasi dapat dihitung dengan metode nilai ekspektasi (expected value
method) yaitu mengalikan masing-masing hasil masa depan (outcome) dengan probabilitas
kejadiannya dan mnjumlah semua produk perkalian tersebut.

2.2 BERDASARKAN NILAI-NILAI RETURN HISTORIS


Ketidakakuratan yang terjadi pada penghitungan hasil masa depan dapat dikurangi dengan
menggunakan data historis untuk menghitung ekspektasi, yaitu sebagai berikut:
1. Metode rata-rata (mean method): mengasumsikan bahwa return ekspektasi dapat
dianggap sama dengan rata-rata nilai historisnya.
2. Metode tren (trend method): dapat digunakan jika pertumbuhan akan diperhitungkan.
3. Metode jalan acak (random walk method): beranggapan bahwa distribusi data return
bersifat acak sehingga sulit digunakan untuk memprediksi, sehingga diperkirakan
return terakhir akan terulang di masa depan.

2.3 BERDASARKAN MODEL RETURN EKSPEKTASI


Model yang tersedia yang populer dan banyak digunakan adalah Single Index Model dan
model CAPM.

3. RESIKO
Return dan resiko merupakan hal yang tak terpisah, karena pertimbangan suatu investasi
merupakan trade-off dari kedua faktor ini. Hubungan yang semakin positif, semakin besar
resiko yang harus ditanggung semakin besar return yang harus dikompensasikan. Resiko
merupakan variabilitas return terhadap return yang diharapkan. Untuk menghitung resiko,
metode yang banyak digunakan adalah deviasi standar yang mengukur absolut penyimpangan
nilai-nilai yang sudah terjadi dengan nilai ekspektasinya.

3.1 RESIKO BERDASARKAN PROBABILITAS


Deviasi standar dapat yang dapat digunakan untuk menghitung resiko. Resiko juga dapat
dinyatakan dalam bentuk varians (variance) yaitu kuadrat dari deviasi standar dan
disubstitusikan dengan probabilitas.

3.2 RESIKO BERDASARKAN DATA HISTORIS


Resiko yang diukur dengan deviasi standar yang menggunakan data historis. Nilai ekspektasi
yang digunakan di rumus deviasi standar dapat berupa nilai ekspektasi berdasarkan rata-rata
historis atau tren atau random walk.
4. KOEFISIEN VARIASI
Untuk melakukan analisis investasi, dua faktor harus dipertimbangkan bersama-sama yaitu
return ekspektasi dan resiko aktiva. Koefisien variasi dapat digunakan untuk
mempertimbangkan 2 faktor tersebut bersamaan. Semakin kecil nilai CV semakin baik aktiva
tersebut.

5. PROPERTI RETURN EKSPEKTASI DAN VARIAN


Nilai-nilai ekspektasi mempunyai beberapa properti yang berhubungan dengan nilai
ekspektasi:
1. Properti 1: Nilai ekspektasi dari penjumlahan sebuah variabel acak X dengan sebuah
konstanta k adalah sana dengan nilai ekspektasi dari variabel acak itu sendiri
ditambah dengan konstantanya sebagai berikut:
E(X + k) = E(X) + k
2. Properti 2: Nilai ekspektasi dari perkalian sebuah variabel acak X dengan sebuah
konstanta k adalah sama dengan nilai ekspektasi dari nilai acak itu sendiri dikalikan
dengan konstantanya sebagai berikut:
E(k . X) = k . E(X)
3. Properti 3: Varian dari penjumlahan suatu variabel acak X dengan sebuah konstanta k
adalah sama dengan varian dari variabel acak sebagai berikut:
Var(X + k) = Var(X)
4. Properti 4: Varian dari perkalian sebuah variabel acak X dengan sebuah konstanta k
adalah sama dengan varian dari variabel acak itu sendiri dikalikan dengan kuadrat
konstantanya, sebagai berikut: Var(k.X)=k2 . var(x)

6. SEMIVARIANCE
Salah satu keberatan menggunakan rumus varians adalah karena rumus ini memberi bobot
yang sama besarnya untuk nilai-nilai di bawah maupun di atas nilai ekspektasi. Padahal
individu yang mempunyai perilaku berbeda terhadap resiko akan memberikan bobot yang
tidak sama terhadap kedua bobot nilai tersebut. Resiko selaku dihubungkan dengan nilai,
karena resiko adalah sesuatu yang menghilangkan atau menurunkan nilai. Jika hanya nilai-
nilai satu sisi saja yang digunakan, yaitu nilai-nilai di bawah ekspektasinya, maka ukuran
resiko semacam ini disebut semivariance.

7. MEAN ABSOLUTE DEVIATION


Pengukuran resiko yang menghindari pengkuadratan adalah mean absolute deviation (MAD):
MAD = E[ | Ri E(Ri) | ]

8. HUBUNGAN ANTARA RETURN EKSPEKTASI DENGAN RESIKO


Return ekspektasi dan resiko memiliki hubungan yang positif. Semakin besar resiko suatu
sekuritas, semakin besar return yang diharapkan. Untuk return realisasi, hubungan positif
tidak dapat terjadi. Maka jika investor menginginkan return yang lebih tinggi, ia harus
menanggung resiko yang tinggi pula. Obligasi pemerintah mempunyai resiko yang lebih
tinggi dibandingkan dengan SBI. Obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan mempunyai
resiko yang lebih tinggi dari obligasi pemerintah, sehingga return yang diharapkan juga akan
lebih tinggi.
Saham lebih beresiko daripada obligasi perusahaan , karena harganya saham yang sering
berfluktuasi.
Future lebih berisiko dibandingkan dengan opsi. Karena hasilnya diperoleh di masa depan
yang penuh dengan ketidakpastian (uncertanity).