Anda di halaman 1dari 9

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV MIN TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN

SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV MIN TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR

RESTINA RAHMI NIM 15016127/ 2015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2016

BAB I

PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang Masalah

    • 1. Menulis merupakan alat komunikasi tidak langsung, namun masih banyak siswa yang tidak mengetahui cara menulis yang baik dan benar

    • 2. Menulis adalah hal yang penting dalam kehidupan tetapi masih banyak faktor yang menyebabkan seseorang susah untuk membuat karangan atau paragraf.

    • 3. Dengan menggunakan media gambar siswa dapat mengembangkan ide atau gagasan dalam mengembangkan sebuah objek yang diamati dari gambar.

    • 4. Perlu adanya pengetahuan siswa dalam kegiatan menulis menggunakan metode media gambar.

    • 5. Apakah dengan menggunakan media gambar sguru dapat meingkatkan kemampuan menulis siswa dan menambah pemahaman siswa dalam menulis sebuah karangan atau paragraf.

Judul Penelitian: Meningkatkan kemampuan menulis menggunakan media gambar pada siswa kelas IV MIN Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

BAB II

KERANGKA TEORITIS

  • A. Kajian Teori

Penelitian ini didasarkan pada kajian teori yang berhubungan dengan: (1) hakikat

menulis (2) media pembelajaran (3)

  • 1. Hakikat Menulis

    • a. pengertian

Menulis dipandang sebagai suatu ilmu dan seni karena di samping memiliki

aturan-aturan juga mengandung tuntutan bakat yang menyebabkan suatu tulisan tidak semata-mata sebagai batang tbuh system yang membawakan makna atau maksud tetapi juga membuat penyampaian tersebut menjadi unik dan menyenangkan pembacanya (Liplatifah, 2005:3). Tarigan (1982: 21) mengatakan bahwa menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambing-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambing-lambang grafik tersebut. Alkhadi (1988: 2) mengatakan bahwa kemampuan menulis merupakan kemampuan

yang kompleks, yang menuntut sejumlah pengetahuan dan keterampilan menulis. Gie (Abidin 2012: 181) menyatakan bahwa “ menulis memiliki kesamaan makna

dengan mengarang, yaitu segenap kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.” Menulis adalah kegiatan menyampaikan gagasan kepada orang lain dalam bentuk tulisan dan dapat berupa informasi dan diharap dapat dipahami oleh pembacadan berfungsi sebagai alat komunikasi tidak langsung.

  • b. Unsur-unsur Menulis

    • a. Gagasan Gagasan adalah ide atau opini, pengalaman atau pengetahuan yang akan diungkapkan oleh penulis dalam tulisannya baik berupa karangan ataupun paragraf.

    • b. Ekspresi

1) Pemaparan, yaitu bentuk pengungkapan yang menyajikan penjelasan tentang suatu subjek secara sistematis sehingga pembaca memahaminnya dan bertambah pengetahuannya.

2)

Pemerian, yaitu bentuk pengungkapan yang menggambarkan suatu objek

3)

dengan berbagai hasil pengamatan penulis yang diperolehnya dari pengamatan inderannya. Penceritaan, yaitu bentuk pengungkapan yang menyampaikan peristiwa-

peristiwa yang dijalin sedemikian rupa menurut urutan waktu atau tempat kepada pembaca dengan maksud meninggalakn kesan.

4)

Pembahasan,

yaitu

bentuk

pengungkapan

yang

membahas

atau

membicarakan sesuatu dengan menggunakan fakta-fakta atau argument

sehingga pembaca menyakini dan mengubah pikirannya.

  • c. Tatanan Tatanan adalah aturan atau tata tertib pengembangan dan penyusunan agasan yang biasa dipedomani penulis.

  • d. Sarana Sarana dalah alat untuk menyampaikan gagasan, yaitu bahasa tulisan yang menyangkut kosakata, tata bahasa, cara menggunakan bahasa yang efisien dan efektif yang sesuai dengan ejaan.

  • c. Teknik Menulis

    • a. Menentukan jenis tulisan Dalam setiap tulisan memiiki teknik penulisan yang berbeda, misalnya teknik membuat karangan jelas berbeda dengan teknik mebuat puisi atau naskah drama. Hal ini perlu diperhatikan terlebih dahulu.

    • b. Mempertimbangkan pembaca Dalam membuat tulisan berikan sesuatu yang dibutuhkan oleh pembaca, yang mendidik, memberikan informasi maupun yang menghibur pembaca.

    • c. Menentukan tema dan mencari ide tulisan Dari tema yang ditentukan, munculkan ide-ide yang baru dan menarik.

    • d. Mengembangkan ide Jika tema dan ide sudah ditemukan, selanjutnya kembangkan ide tersebut dalam kalimat-kalimat yang menarik dan mudah dipahami oleh pembaca.

    • e. Memperhatikan unsur-unsur

Dalam membuat tulisan perlu diperhatikan unsur-unsur tulisan, gunakan kata- kata yang efektif dan logis, sehingga pembaca tidak merasa bingung dengan tulisan yang dibuat.

  • d. Tujuan Menulis

Hartig (dalam Tarigan 1982: 24) menyebutkan beberapa tujuan menulis

  • 1. Tujuan penugasan Yaitu penulis melakukan kegiatan menulis karena ditugaskan menulis bukan karena kemauan sendiri.

  • 2. Tujuan altruistic Yaitu menulis untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca dan membuat hidup pembaca lebih menyenagkan dengan karyanya itu.

  • 3. Tujuan persuasif Yaitu tulisan yang meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan

  • 4. Tujuan informational Yaitu tulisan yang bertujuan memberikan informasi atau keterangan kepada para pembaca yang berupa paparan atau deskripsi.

  • 5. Tujuan kreatif Yaitu tujuan pernyataan diri tetapi keinginan kreatif melebihi keinginan

pernyataan diri.

Menurut

Sujanto

(1988:

68)

secara

garis

besar

tujuan

penulisan

adalah

mengekspresikan memberi hiburan.

perasaan,

memberi

informasi,

mempengaruhi

pembaca,

dan

  • 2. Media Pembelajaran

    • 1. Pengertian Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini

anak didik ataupun warga belajar) (Latuheru, 1988:13). Kemp dan Dayton (1985:3) mengemukakan bahwa peran media dalam proses komunikasi adalah sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim (guru) kepada penerima pesan atau informasi (siswa).

Miarso (Indriana, 2011: 43) bahwa “media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, persaan, kemauan dan perhatian siswa untuk belajar.” Penggunaan media gambar dalam pembelajaran sebisa mungkin penyajiaanya efektif. Menurut Rahmawatiningsih (2010: 5) “media gambar berseri merupakan suatu media visual yang berisi urutan gambar, antara yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan menyatakan suatu peristiwa.” Pada dasarnya hal yang membuat siswa menjadi sulit membuat karangan adalah kuran mampunya siswa menuangkan buah pikirannya, akibatnya kalimat yang satu dengan yang lainnya tidak sinambung, paragraf yang satu dengan yang lainnya tidak koheren. .

  • 2. Macam macam media pembelajaran

    • a. Media Visual

      • 1. Media yang tidak diproyeksikan

        • a. Media realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan diruangan kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke objek.

  • b. Model

adalah

benda

tiruan

dalam

wujud

tiga

dimensi

yang

merupakan representasi atau pengganti dari benda yang

sesungguhnya.

 
  • c. Media grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui symbol-simbil visual. Contoh: gambar/foto, sketsa, diagram, bagan, dan grafik.

  • 2. Media proyeksi

    • a) Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati.

    • b) Film bingkai

  • b. Media Audio

    • a) Radio

    • b) Kaset-audio

  • c. Media Audio-Visual

    • a) Media video

    • b) Media komputer

    • 3. Pengaruh Penerapan Media Gambar Dalam Kemampuan Menulis Media dapat menimbulkan sikap positif peserta didik terhadap materi dalam proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran akan membuat peserta didik belajar lebih aktif dan kreatif untuk menemukan konsep-

    konsep dalam pembelajaran. Media gambar dapat memotivasi siswa dalam membuat sebuah karangan ataupun paragraf. Dengan media yang ada siswa lebih mudah mengembangkan ide dan gagasan dari gambar tersebut. Hal itupun terlihat menyenangkan dan siswa lebih relax dalam membuat tulisannya.

    Menggunakan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa terutam pada siswa kelas IV MIN Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan karena dengan media gambar depat meningkatkan kreativitas belajar yang melibatkan aktivitas mental, fisik dan emosional. Dengan adanya media gambar kegiatan menulis siswa dapat ditingkatkan karena dengan media gambar siswa dapat melihat hubungan antara konsep, peristiwa, dan tokoh yang ada dalam pelajaran, dan dengan media gambar guru dapat mengambil alih perhatian siswa di kelas sehingga siswa lebih focus mengembangkan ide dan gagasannya kedalam tulisan berdasarkan media gambar dalam proses pembelajaran

    BAB II

    Judul Penelitian: Meningkatkan kemampuan menulis menggunakan media gambar pada siswa kelas IV MIN Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

    • A. Deskripsi Teori

      • 1. Hakikat Menulis

        • a. Pengertian menulis

        • b. Unsur-unsur menulis

        • c. Teknik menulis

        • d. Tujuan menulis

        • e. Tahap-tahap dalam menulis

        • f. Menulis dan hambatan dalam membuat sebuah tulisan

    • 2. Media Pembelajaran

      • a. Pengertian media pembelajaran

      • b. Manfaat media dalam pembelajaran

      • c. Macam-macam media pembelajaran

        • a) Media visual

        • b) Media audio

        • c) Media audio-visual

  • 3. Pengaruh Penerapan Media Gambar Dalam Kemampuan Menulis

    • a. Pemilihan media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis.

    • b. Implementasi penerapan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis

  • Judul Penelitian: Meningkatkan kemampuan menulis menggunakan media gambar pada siswa kelas IV MIN Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan

    A. Kerangka Berfikir

    Menulis dipandang sebagai suatu ilmu dan seni karena di samping memiliki aturan-

    aturan juga mengandung tuntutan bakat yang menyebabkan suatu tulisan tidak semata-mata

    sebagai batang tubuh sistem yang membawakan makna atau maksud tetapi juga membuat

    penyampaian tersebut menjadi unik.

    Menulis

    merupakan

    hal

    yang

    sangat

    penting,

    tetapi masih banyak orang yang

    beranggapan bahwa menulis itu sulit. Dalam hal ini perlu adanya pengetahuan tentang menulis

    itu dari awal. Pengenalan tentang menulis perlu dilakukan, karena menulis bukanlah hanya

    sekedar menulis tetapi juga harus memperhatikan hal-hal yang menarik dari tulisan yang

    ditulis. Menulis berarti memberikan informasi kepada orang lain, dalam menulis juga perlu

    diperhatikan kata-kata atau EBI dalam tulisan tersebut

    Sebagai

    guru,

    harus

    pandai

    dalam

    menyikapi

    hal

    ini.

    Maka untuk mengatasi

    permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode media gambar dalam

    meningkatkan kemampuan menulis. Dengan media gambar, siswa lebih mudah

    mengembangkan ide dan gagasan dalam membuat tulisan. Media gambar sangat membantu

    dalam berfikir siswa untuk membuat sebuah tulisan.

    Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis - Guru memberikan motivasi Guru melakukan Hasil yang dicapai siswa
    Media Pembelajaran
    dalam Meningkatkan
    Kemampuan Menulis
    -
    Guru memberikan motivasi
    Guru melakukan
    Hasil yang dicapai siswa dalam
    -
    Guru memberikan percobaan
    Siswa mempraktekkan
    percobaan menulis
    menulis melalui media gambar
    menulis menggunakan media
    menulis karangan melalui
    menggunakan media
    Pembelajaran di Kelas
    media gambar
    gambar
    GURU