Anda di halaman 1dari 45

SI-3212

STRUKTUR BAJA
Muhammad Riyansyah, S.T., Ph.D

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 1


Material Baja
Sifat/properties baja
Batas tegangan tarik dan tekan relatif sama

Kekuatan dan daktilitas relatif tinggi

Keuntungan penggunaan material baja


Struktur ringan efektif untuk jembatan bentang panjang,
bangunan tinggi, atau struktur cangkang
Waktu pengerjaan relatif singkat (tidak perlu set-up time)

Masalah utama penggunaan material baja pada struktur


Disain meliputi disain elemen dan sambungan

Kelangsingan elemen harus diperhitungkan untuk menghindari


hilangnya kekuatan akibat tekuk

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 2


Perencanaan Struktur Baja
Persyaratan struktur
Keamanan: kekuatan, kekakuan, stabilitas

Fungsional dan kenyamanan

Ekonomis

Kriteria struktur optimum


Biaya minimum

Berat minimum

Perioda konstruksi minimum

Kebutuhan tenaga kerja minimum

Biaya manufaktur/pembuatan minimum

Manfaat maksimum pada saat beroperasi/life time

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 3


Perencanaan Struktur Baja
Komponen dasar struktur:
Elemen tarik
Elemen tekan
Elemen lentur
Elemen dengan gaya kombinasi
Sambungan

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 4


Perencanaan Struktur Baja
Tipe struktur:
Struktur bangunan tinggi (high-rise)
Struktur bangunan satu lantai (single-story)
Struktur bentang panjang (long span)
Struktur dinding penumpu (bearing wall)
Struktur rangka atau portal (frames)
Struktur kabel (cables) dan pelengkung (arches)
Struktur rangka batang (trusses)
Struktur permukaan (surface structures)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 5


Elemen Struktur
Batang tarik (bracing-struts/tie-rod)
Hanya mengalami gaya aksial tarik

Balok (beam)
Menahan momen lentur dan gaya geser

Umumnya elemen horisontal yang


memikul beban vertikal (tegak lurus
sumbu balok)
Kolom (column)
Umumnya elemen vertikal yang
memikul gaya aksial tekan (elemen
kolom), atau kombinasi gaya aksial dan
momen lentur (elemen balok-kolom)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 6


Struktur Kabel & Pelengkung (Cables & Arches)
Elemen aksial tarik atau tekan murni

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 7


Struktur Rangka Batang (Trusses)
Kombinasi elemen aksial tarik dan tekan yang bekerja sama sebagai
suatu sistem struktur yang stabil

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 8


Struktur Rangka atau Portal (Frames)
Tersusun dari elemen lentur serta elemen dengan
kombinasi lentur dan aksial
Elemen lentur dapat memikul beban yang tidak searah
sumbu batang
Sambungan elemen adalah sambungan kaku atau sendi
Balok adalah struktur rangka paling sederhana

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 9


Struktur Permukaan (Surface Structures)
Membentuk konfigurasi ruang dengan permukaan tiga dimensi

Memikul beban dengan permukaannya sendiri

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 10


PERILAKU MEKANIK BAJA

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 11


Material Baja Struktur
Bervariasi dalam mutu dan bentuk (rolled shape)

Material buatan (man-made) dari bahan dasar besi (+98%) dan


unsur lain (karbon, silika, mangan, sulfur, dll)
Dibuat dengan pemanasan bahan-bahan pembentuk pada
tanur untuk menghasilkan lembaran plat, selanjutnya dibentuk
(forming) untuk menghasilkan profil baja
Parameter utama pembuatan baja struktur:
Kekuatan tinggi

Tahanan korosi tinggi

Kemudahan untuk dilas

Harga produksi rendah

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 12


Pembuatan Baja

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 13


Tipikal Baja Struktur (US Standard)
ASTM 36: All-purpose carbon steel
tegangan leleh 36 ksi (~240 MPa),
umum dipakai dalam konstruksi

ASTM A572: High-strength low-alloy steel


tegangan leleh 50 ksi,
umum dipakai dalam konstruksi

ASTM A588: Corrosion-resistant, high-strength low-alloy steel


tegangan leleh 50 ksi

ASTM A514: Extremely strong quenched and tempered alloy


steel
tegangan leleh minimum 90-100 ksi,
hanya diproduksi dalam bentuk plat dan batang (bars)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 14


Profil Baja Struktur

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 15


Sifat Material Baja

Typical stress-strain curves for structural steel


19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 16
Karakteristik Material Baja
Kekuatan (strength)
Kekakuan (stiffness)
Keliatan (toughness)
Daktilitas/kelenturan (ductility)
Penguatan regangan (strain hardening)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 17


Pengujian Material Baja
Uji Tarik (Tension Test), untuk mengetahui sifat-sifat
material baja pada umumnya
Uji Kekerasan (Hardness Test), untuk mendapatkan
estimasi kekuatan dan keseragaman mutu baja
Uji Getas (Charpy V-Notch Test), untuk mengetahui
keliatan baja
Uji Lentur (Flexure Test), untuk mendapatkan estimasi
kegetasan baja
Uji Siklik (Cyclic Test), untuk mengetahui sifat fatigue
pada baja akibat beban yang berulang
Dll

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 18


Material Baja
Karakteristik material baja umumnya didapat dari uji tarik
(tensile test)

Tipikal kurva tegangan-regangan untuk mild carbon steel

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 19


Kekuatan (Strength)
Kemampuan material baja untuk
mengakomodasi tegangan yang
terjadi
Sangat dipengaruhi oleh komposisi
kimia material baja
Kekuatan tekan baja sama dengan
kekuatan tarik
Terdiri atas:
kuat leleh material, atau tegangan
leleh (fy)
kuat tarik material, atau tegangan
tarik (fu)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 20


Kekakuan (Stiffness)
Kemampuan material baja untuk mengatasi deformasi yang
terjadi
Kekakuan material baja dalam kondisi elastis dinyatakan
dengan Modulus Elastisitas (E) atau Modulus Young, dan
Modulus Geser
Modulus Elastisitas adalah kemiringan kurva tegangan
regangan baja sebelum kuat leleh tercapai (kondisi elastis)
f
stress
E
strain
Nilai Modulus Elastisitas umumnya tetap untuk berbagai
mutu baja, sekitar 200,000 MPa atau 29,000 ksi

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 21


Keliatan (Toughness)
Kemampuan material baja dalam
menyerap energi sebelum mengalami
kegagalan
Besar energi diukur sebagai luas
daerah di bawah kurva tegangan-
regangan baja
Baja dengan kuat leleh yang rendah
(lower grade) umumnya memiliki nilai
keliatan yang tinggi, dan baja dengan
kuat leleh yang tinggi memiliki nilai
keliatan yang lebih rendah
Baja dengan kuat leleh yang rendah
lebih baik kinerjanya untuk
diaplikasikan pada bangunan tahan
gempa

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 22


Daktilitas/Kelenturan (Ductility)
Kemampuan baja dalam Daktilitas umumnya dihitung
berdeformasi plastis sebelum sebagai rasio atau perbandingan
mengalami kegagalan dari nilai perpanjangan maksimum
Nilai daktilitas dapat dihitung dari yang terjadi terhadap nilai
perpanjangan yang terjadi pada perpanjangan yang terjadi pada
pengujian tarik saat leleh
Manfaat daktilitas:
Memungkinkan redistribusi tegangan

Memungkinkan terjadinya deformasi


besar sebelum terjadi keruntuhan
struktur

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 23


Kurva Tegangan-Regangan

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 24


Perilaku Material Baja
4 daerah pada kurva tegangan regangan:

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 25


Perilaku Material Baja
Regangan pada titik-titik penting:
Regangan leleh atau regangan elastis, y, yaitu regangan
pada saat material mencapai titik leleh.
Nilai regangan leleh baja adalah 0.15% hingga 0.2%

Regangan plastis, dibatasi oleh awal strain hardening, dan


umumnya 6-15 kali regangan elastis
Regangan putus, u, yaitu regangan pada saat spesimen
putus, yang nilainya 150-200 kali regangan elastis.
Perhatikan bahwa u bukan regangan pada saat fu tercapai.
Nilai regangan putus/maksimum baja umumnya sebesar
10% sampai 40%.

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 26


Perilaku Material Baja
Tegangan Leleh (yield stress)
Umumnya dianggap sebagai parameter atau sifat terpenting
yang harus diketahui pada baja, dan digunakan dalam disain
Merupakan tegangan pada saat yield point atau yield
strength tercapai
Nilainya bervariasi antara 220-1000 MPa (32-150 ksi)

Nilai tegangan leleh pada kondisi beban aksial tarik ataupun


tekan umumnya sama atau hampir sama

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 27


Perilaku Material Baja
Modulus Elastisitas (Modulus Young), E
Slope/kemiringan dari kurva tegangan regangan pada daerah
elastis
Nilai E umumnya selalu tetap untuk material baja, E = 200,000
MPa atau 29,000 ksi
Nilai kekakuan yang tinggi adalah keuntungan utama dari baja
Modulus Tangen, ET
Slope/kemiringan kurva di atas batas proporsional
Merupakan kekakuan material di daerah inelastis
Modulus Strain Hardening, Est
Slope/kemiringan kurva di awal daerah strain hardening
Nilai tertinggi slope dicapai pada awal daerah strain hardening, Est
Besarnya bervariasi, umumnya 2% dari E (Modulus Elastisitas)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 28


Perilaku Material Baja
Daktilitas
Kemampuan material baja untuk
mengalami deformasi yang besar
tanpa putus
Dapat diukur dengan meninjau
persentase perpanjangan yang
terjadi pada spesimen
L f L0
e 100
L0
Standar material baja
mensyaratkan minimum 15%-20%
perpanjangan untuk spesimen
dengan jarak awal (L0) 20 cm

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 29


Perilaku Material Baja
Poissons Ratio, m
Fenomena bahwa suatu batang yang Poissons ratio baja adalah 0.3 pada
ditarik dan bertambah panjang akan kondisi elastis, dan 0.5 pada kondisi
mengalami pengurangan dimensi di plastis
arah transversal
Rasio dari regangan di arah
transversal dan longitudinal
x y

z z
Tanda negatif menunjukkan
pengurangan dimensi di arah
transversal jika z adalah positif
seperti perpanjangan pada spesimen
yang mengalami gaya tarik

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 30


Perilaku Material Baja
Tegangan Leleh Geser
Tegangan leleh geser umumnya diambil sebesar:

y 0.58 fy

Modulus Geser, G
Merupakan rasio dari tegangan geser terhadap regangan
geser di daerah elastis
Untuk baja, nilainya bervariasi antara 75,800-83,000 MPa
atau sekitar 11,000 - 12,000 ksi
Nilai modulus geser: E
G
2(1 )
19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 31
Baja Mutu Tinggi
Semakin tinggi kandungan karbonnya, baja akan semakin
keras dan semakin kuat tetapi semakin getas
Semakin tinggi kandungan karbon, semakin sulit proses
pengelasan pada baja
Pada kurva tegangan dan regangan, semakin tinggi
kandungan karbon, tegangan ultimit akan bertambah
(mutu naik), yield plateau (daerah plastis) akan semakin
pendek, dan daktilitas akan semakin berkurang
Pemakaian baja mutu tinggi dibatasi untuk struktur
bangunan tahan gempa

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 32


Keruntuhan Getas
Baja sebagai material yang daktail dapat menjadi getas
akibat berbagai kondisi
Faktor penyebab baja menjadi getas
Efek temperatur => kenaikan suhu
Efek tegangan multiaksial => adanya tegangan di arah
transversal
Tegangan multiaksial akibat pengelasan => adanya
tegangan internal
Efek ketebalan => semakin tebal baja umumnya semakin
getas
Efek beban dinamik => adanya pengurangan laju regangan
pada beban dinamik
19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 33
Lamellar Tearing
Lamellar berarti terdiri dari lapisan-lapisan tipis
Bentuk keruntuhan getas yang terjadi pada bidang paralel
terhadap arah rolling dari ketebalan permukaan plat baja
Akibat proses hot rolling pada pabrik, properties baja berbeda
di arah sejajar, tegak lurus, dan tebal dari proses rolling
Rolling tidak mempengaruhi kekuatan secara signifikan,
sehingga kekuatan baja di segala arah hampir sama
Rolling mempengaruhi daktilitas baja, sehingga umumnya
daktilitas di arah tebal baja lebih rendah dibandingkan arah
longitudinal dan transversal
Berpengaruh terutama untuk plat yang tebal atau profil ukuran
besar (jumbo sections/heavy shapes)

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 34


Lamellar Tearing

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 35


Kelelahan (Fatigue)
Keruntuhan yang diakibatkan oleh adanya beban siklik
atau berulang, meskipun tegangan leleh belum terlampaui
Keruntuhan bersifat progresif, dengan kondisi akhir
perambatan retak yang tidak dapat dihentikan
Ditentukan oleh: jumlah siklus pembebanan, rentang
beban maksimum dan minimum, serta cacat awal pada
baja

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 36


Tegangan Sisa (Residual Stress)
Tegangan yang (masih) bekerja Pada kondisi biasa, pendinginan
pada elemen struktur baja setelah yang tidak merata serta pengelasan
dibentuk menjadi produk jadi merupakan penyebab yang utama
Terjadi akibat deformasi plastik
yang disebabkan:
Proses pendinginan yang tidak
merata setelah baja mengalami hot-
rolling' menjadi baja profil
Lentur yang terjadi pada suhu ruang
selama fabrikasi
Pemotongan atau pembuatan lubang
selama fabrikasi
Pengelasan

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 37


Efek Temperatur
Material baja memuai dengan adanya kenaikan
temperatur
Nilai rata-rata koefisien ekspansi termal baja
= 0.0000065 in./in. per derajat Fahrenheit pada suhu 70-
100F
= 12 x 10-6 / per derajat Celcius (SNI 03-1729-2002)

Properties mekanik (tegangan leleh, tegangan ultimit, dan


modulus elastisitas) berkurang dengan naiknya
temperatur

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 38


Efek Temperatur
Efek temperatur pada
Tegangan leleh
Tegangan putus
Modulus Elastisitas

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 39


Material Baja Struktur (US Standard)

350 MPa

250 MPa

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 40


Minimum Properties for Structural Steel

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 41


Minimum Properties for Structural Steel

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 42


Minimum Properties for Structural Steel

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 43


Structural Steel
Common structural steel (per US Standard):
A36 steel (mild carbon)
min Fy = 36 ksi, min Fu = 58 ksi
A572 Gr. 50 steel (high strength low alloy)
min Fy = 50 ksi, min Fu = 65 ksi

AISC requirement:
Fy < 65 ksi (general)
Fy < 50 ksi (seismic design)
19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 44
Material Baja
Klasifikasi SNI (berdasarkan kekuatan)

Persyaratan SNI:
Fy/Fu < 0.85
Daerah plateau cukup panjang
Elongasi > 20% (untuk panjang pengukuran 50 mm)
Mudah dilas

19-Jan-16 SI-3212 Sem 2 2015/2016 45