Anda di halaman 1dari 6

Paper Mikrobiologi

Nama : Rina Miska

Nim : 1402101010038

Kelas : 04

Mata Kuliah : Mikrobiologi II

GENETIKA VIRUS

1.Pengertian Virus

Virus adalah parasit berukuran mikroskopis yang menginfeksi sel organisme biologis.Virus
bersifata parasit obligat,hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi didalam
material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak
memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.Biasanya virus mengandung sejumlah
kecil asam nukleat (DNA atau RNA,tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi
semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein lipid,glikoprotein atau digunakan untuk
memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Virus merupakan kesatuan yang mengandung asam nukleat DNA atau RNA,mengandung
protein selubung.Kadang-kadang virus tertutup oleh envelope dari lipid,protein dan karbihidrat
yang mengelilingi asam nukleat virus.Virus bermultivikasi didalam sel hidup dengan
menggunakan mesin penyintesis dari sel inang.Kisaran inang virus amat luas meliputi
bakteri,fungi, protista,tanman,hewan vevertebrata maupun hewan nonvetebrata.Permukaan virus
berinteraksi dengan reseptor spesifik pada permukaan sel inang dengan pengikatan
hidrogen.Ukuran virus dapat ditentukan dengan bantuan mikroskop elektron,diketahui
panjangnya berkisar antara 20-14.000 nm.
Informasi sel didalam kromosom disebut genom.Genom sel diorganisasi didalam
kromosom.Kromosom adalah suati struktur yang mengandung DNA,dimana DNA secara fisik
membawa informasi herediter.Kromosom menganndung gen,Gen adalah segmen dari DNA
(keculai pada beberapa virus RNA),dimana gen mengkode protein.
Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk
rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi
beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA akan mengalami
translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein
virus mengkonstruksikan diri menjadi virus virus baru. mRNA juga akan membentuk enzim
penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan virus virus keluar untuk
menginfeksi sel inang lainnya
Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk
rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami
transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA. Selanjutnya DNA
virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA inangnya. DNA virus akan
merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk
menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk virus virus baru.

2.Komponen Penyusun Virus


Genom Virus
Virus terdiri dari Genom (kumpulan gen) mungkin terdiri dari DNA untai-ganda, DNA
untai tunggal, RNA untai-ganda, atau RNA untai-tunggal, tergantung tipe virusnya. Suatu virus
bisa disebut sebagai virus DNA atau virus RNA, tergantung dari asam nukleat yang mennyusun
genomnya. Pada masing-masing kasus, genomnya biasanya tersusun menjadi molekul asam
nukleat linear tunggal atau sirkuler, Virus yang terkecil hanya memiliki 4 gen, sedangkan yang
besar memiliki beberapa ratus.
Kapsid dan Selubung
Kulit protein yang menyelubungi genom virus disebut Kapsid, Tergantung dari tipe
virusnya, kapsid dapat berbentuk batang (lebih tepatnya heliks), polihedral, atau bentuk yang
lebih kompleks. Kapsid terbentuk dari banyak subunit protein yang disebut kapsomer, tetapi
jumlah jenis proteinnya biasanya sedikit. Virus mosaik tembakau, misalnya, memiliki kapsid
batang yang kaku, yang terbuat lebih dari seribu molekul tetapi dari satu jenis protein saja.
Adenovirus, yang menginfeksi saluran pernapasan hewan, memiliki 252 molekul protein identik
yang tersusun menjadi kapsid polihedral dengan 20 faset segitigasuatu ikosahedron.

3.DNA dan RNA Virus

DNA adalah makromolekul yang terusun atas unit berulang yang disebut nukleotida tediri
atas basa nitrogen adenin (A),timin (T),sitosin(C) atau guanin
(G) ; deoksiribosa (suati gula pentosa ) dan sebuah gugus fosfat.DNA didalam sel terdapat
sebagai rantai panjang nukleotida yan berpasangan dan membelit menjadi satu membentuk
struktur heliks ganda (double heliks).Kedua rantai terkait oleh ikatan hidrogen yang terdapat
diantara basa-basa nitrogen.Pasangan basa selalu terdapat dalam pola spesifik yaitu adenin yang
selalu berpasanagn dengan timin,dan sitosin yang selau berpasangan dengan guanin.
DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama,yaitu :
a. gugus fosfat
b. gula deoksiribosa
c. basa nitrogen, yang terdiri dari:
Adenina (A)
Guanina (G)
Sitosina (C)
Timina (T)

Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling. Gula pada
DNA adalah gula pentosa(berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula terhubung
dengan fosfat melalui ikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin satu gula dan
atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan RNA adalah gula
penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.
RNA atau asam ribonukleat merupakan asam nukleat polimer yang melakukan peran penting
dalam menerjemahkan kode genetik dari DNA untuk produk protein. Hal ini ditemukan dalam
inti sel dan sitoplasma. Hal ini biasanya molekul beruntai tunggal dengan rantai nukleotida lebih
pendek. Gula ini adalah ribosa. Beberapa virus RNA menanamkan RNA ke sel inang dan
melewatkan host DNA untuk duplikasi dan decoding. DNA di sini bertindak sebagai pola untuk
virus RNA kemudian mentranskripsi menjadi protein virus. Beberapa virus RNA menanamkan
enzim transkriptase yang mentransfer virus RNA terhadap virus DNA dan menggabungkan ke
dalam DNA inang. Kemudian mengikuti proses replikasi DNA. Replikasi biasanya terjadi di
sitoplasma. Mutasi adalah penyebab utama perubahan dalam kode genetik dari virus. Dalam
RNA mutasi lebih tinggi karena RNA. polimerase adalah mungkin untuk melakukan kesalahan.
Mereka tidak stabil dan mengganti mantel protein yang bisa menipu sistem kekebalan tubuh.

4.Perbedaan Virus DNA dan RNA


Pada virus DNA, integrasi DNA virus adalah sama seperti bagaimana host awalnya akan
menggabungkan DNA. Virus akan menanamkan kode genetik khusus untuk membran DNA
inang kemudian dengan bantuan RNA polimerase duplikasi terjadi. Replikasi biasanya terjadi
dalam nukleus. Dengan terbentuknya virus dilakukan selama fase litik, membran sel inang dan
memisahkan virus baru dibebaskan. Tingkat mutasi pada DNA lebih rendah karena DNA
polymerase adalah memiliki aktivitas penyulingan. Mereka adalah parasit intraseluler menarik
dan mereka tanpa perasaan menghubungkan dengan perubahan yang terjadi dalam host.
Kekhasan dari virus DNA sering menyimpulkan pada tingkat transkripsi. Jenis virus yang
mengapa vaksin bekerja secara efektif sepanjang tahun.

Beberapa virus RNA menanamkan RNA ke sel inang dan melewatkan host DNA untuk
duplikasi dan decoding. DNA di sini bertindak sebagai pola untuk virus RNA kemudian
mentranskripsi menjadi protein virus. Beberapa virus RNA menanamkan enzim transkriptase
yang mentransfer virus RNA terhadap virus DNA dan menggabungkan ke dalam DNA inang.
Kemudian mengikuti proses replikasi DNA. Replikasi biasanya terjadi di sitoplasma. Mutasi
adalah penyebab utama perubahan dalam kode genetik dari virus. Dalam RNA mutasi lebih
tinggi karena RNA. polimerase adalah mungkin untuk melakukan kesalahan. Mereka tidak stabil
dan mengganti mantel protein yang bisa menipu sistem kekebalan tubuh.
Perbedaan Virus RNA vs DNA:
1. DNA virus sebagian besar beruntai ganda sedangkan virus RNA beruntai tunggal.
2. RNA tingkat mutasi lebih tinggi dari laju mutasi DNA.
3. Replikasi DNA terjadi di inti sementara replikasi RNA terjadi dalam sitoplasma.
4. DNA virus yang stabil sementara virus RNA tidak stabil.
5. Pada virus DNA, kode genetik virus disuntikkan dalam DNA inang untuk duplikasi dan
decoding. RNA virus melewatkan DNA untuk duplikasi dan decoding.

5.Kesimpulan

1.Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus
hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel
makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.

2. Virus terdiri dari Genom (kumpulan gen) mungkin terdiri dari DNA untai-ganda, DNA untai
tunggal, RNA untai-ganda, atau RNA untai-tunggal, tergantung tipe virusnya .Suatu virus bisa
disebut sebagai virus DNA atau virus RNA, tergantung dari asam nukleat yang menyusun
genomnya

3. DNA merupakan polimer yang terdiri dari tiga komponen utama,yaitu : Gugus fosfat,gula
deoksiribosa dan basa nitrogen, yang terdiri dari: Adenin (A),Guanin (G),Sitosin(C) dan
Timin(T)

4.Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai
ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi
beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA akan mengalami
translasi untuk menghasilkan protein selubung virus

5.Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai
tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami
transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA.
Daftar Pustaka

Brooks.F.G.2005.Mikrobiologi Kedokteran.Jakarta :Salemba Medika

Pratiwi.C.S.2008.Mikrobiologi Farmasi.Bandung:Erlangga

Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.

http///www.wikipedia.com . 2011 ; Genetika virus