Anda di halaman 1dari 21

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Rangkaian dan Alat Eksperimen

Pengambilan data tegangan-arus (V-I) sel surya dilakuan dengan

menyusun rangkaian eksperimen, sensor arus Current Probe, sensor tegangan

Voltage Probe dan LabQuest untuk menginput data ke komputer dengan

bantuan software Logger Pro. Skema dan unit perangkat yang digunakan

susunan rangkaian alat dan bahan eksperimen seperti yang terlihat pada

gambar 29 dan gambar 30.

Voltage Probe

Computer
LoggerPro
Lab Current
Quest Prob

R1 Potensio
meter
Sel V0
Surya

R2

Gambar 29. Skema rangkaian pembagi tegangan, alat dan bahan yang digunakan
dalam pengambilan data tegangan-arus sel surya.
55

(a) (b) (c) (d) (e) (f)

Gambar 30. Unit perangkat penelitian

a. LabQuest e. Current Probe


b. Voletage Probe f. Komputer
c. Resistor semen (R1 dan R2) g. Multimeter
d. Bread board/papan rangkaian

Modul sel surya merk Skytec Solar Model Sip-220 terdiri dari 72 sel,

setiap sel menghasilkan lebih kurang 0,5 volt sehingga tegangan pada satu

modul 27 sel lebih kurang sebesar 36 volt. Maka dari itu diperlukan rangkaian

pembagi tegangan yang akan memperkecil tegangan dan arus sebagai data

input, karena data input yang mampu dibaca oleh Voltage Probe dan Current

Probe adalah tegangan rendah maksimal 5 volt.

B. Pengambilan Data

1. Data intensitas matahari

Pengambilan data intensitas matahari dilakukan dengan menggunakan

Solar Power Meter. Sebelum menggunakan Solar Power Meter waktunya diset

dengan mencocokkan waktu pada arloji terlebih dahulu, dalam perekamannya


56

dilakukan 5 menit untuk setiap kali pengambilan data. Pengambilan data

dengan solar power meter dilakukan beberapa kali, hingga bunyi beeb setiap 5

menitnya dan dicatat secara manual, hasil data pada tabel 4.1.

2. Data tegangan-arus

Pengambilan data tegangan-arus dilakukan dengan merangkai alat dan

bahan yang tersusun seperti pada gambar 31. Pada rangkaian pembagi

tegangan dilakukan dengan mengganti atau memvariasi resistansi R2 beberapa

kali secara bertahap dengan nilai yang berbeda-beda pada pengambilan data

tegangan-arus tersebut, hasil data pada tabel 4.2.

1. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 120 dan Potensiometer = 5 k

2. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 122 dan Potensiometer = 5 k

3. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 140 dan Potensiometer = 5 k

4. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 155 dan Potensiometer = 5 k

5. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 162 dan Potensiometer = 5 k

6. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 169 dan Potensiometer = 5 k

7. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 184 dan Potensiometer = 5 k

8. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 191 dan Potensiometer = 5 k

9. Rangkaian R1 = 47 , R2 = 200 dan Potensiometer = 5 k

C. Hasil Analisis Data Penelitian

1. Intesitas matahari

Data intensitas matahari dilakukann sebanyak 30 kali mulai dari jam

08.00 sampai jam 16.45. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.1,
57

Tabel 4.1. Data intensitas radiasi matahari pada tanggal 11 Mei 2014
No Jam I Radiasi (Watt/m2) No Jam I Radiasi (Watt/m2)
1 8:00 589,1 16 12:45 831,3
2 9:15 812,6 17 13:00 787,1
3 9:30 858,8 18 13:15 787,1
4 9:45 834,2 19 13:30 746,3
5 10:00 845,1 20 14:00 682,6
6 10:15 866,3 21 14:15 582,7
7 10:30 884,3 22 14:30 515,3
8 10:45 857,4 23 14:45 502,3
9 11:00 869,3 24 15:00 308,8
10 11:15 861,5 25 15:15 342,9
11 11:30 891,1 26 15:30 289,1
12 11:45 851,6 27 15:45 209,8
13 12:00 898,1 28 16:00 137,5
14 12:15 851,7 29 16:30 127
15 12:30 817,3 30 16:45 99,5
I Radiasi 19537,7
I Radiasi Rata2 652,26 Watt/m2

Dari tabel 4.1 telah diketahui nilai rata-rata dari intensitas cahaya

matahari yaitu 652,26 Watt/m2, dapat dihitung daya input (Pin), dimana

luas permukaan modul surya sudah tertera pada spesifikasi dari pabrik

senilai 1,616 m2. dengan menggunakan persamaan (2.43).

Pin
I
A
Pin I A 652,26 watt/m2 x 1,616 m 2 1052,43 watt

Data ini hanya dimanfaatkan dalam pengukuran langsung untuk

mengetahui keadaan besarnya daya intensitas matahari pada saat penelitian

sebagai pembanding bahwa secara teorinya dalam kondisi cuaca normal

sebesar Energi mataharinya 1000 W/m2 = 1616 watt untuk efisiensi

maksimal sel surya yang akan diteliti. Namun dalam penelitian ini,

pengecilan tegangan dan arus dilakukan sehingga (Pin) akan dihitung lewat
58

rangkaian karena data tegangan-arus telah dikompres oleh rangkaian,

sehingga pengambilan data secara langsung kadang tidak akurat dan akan

membutuhkan nilai ralat.

2. Rangkaian pembagi tegangan-arus

Rangkaian pembagi tegangan-arus dianalisis sebagai salah satu

contoh nilai resistansi dan potensiometer dapat ditunjukkan seperti seperti

pada gambar 31.

Vout Potensiometer
R1 = 47
5K
Sel
Surya VS

R2 = 162

Gambar 31. Rangakaian pembagi tegangan-arus pada pengambilan data penelitian

Rangkaian gambar 31 R1, R2 dan potensiometer disusun secara seri-

paralel. Dari rangkaian pengambil data pada gambar 31 V0 dan I3 akan

diketahui dari Logger Pro masing-masing 7,947 volt dan 0,173 A, untuk

melihat nilai yang ditentukan ini dapat dilihat pada lampiran dengan nilai

R yang yang ditentukan. Salah satu contoh perhitungan dari rangkaian

pengambil data sebagai berikut,

R1 R3 47 x 5000
Rp 46,562 ohm
R1 R3 (47 5000)

( Rp R2 ) (46,562 162)
V V0 7,947 35,595 volt
Rp 46,562
59

V0 7,947
I1 0,169 A
R1 47

I I1 I3 0,169 0,173 0,342 A

P IV 0,342 x 35,595 12,176 watt

Hasil perhitungan dari beberapa variasi resistansi (R2) dengan (R1) dan

potensiometer yang sama pada tabel 4.2.

Tabel 4.2. Perhitungan rangkaian pembagi tegangan-arus dan Pin


V0 I3 R1 R2 R3 RP V I1 I P in =V.I
(volt) (A) () () () () (volt) (A) (A) (watt)
I1
8,988 0,108 47 120 5000 46,562 32,151 0,191 0,299 9,620
9,990 0,194 47 122 5000 46,562 36,165 0,213 0,407 14,703
8,010 0,174 47 140 5000 46,562 32,094 0,170 0,344 11,054
7,378 0,159 47 155 5000 46,562 31,937 0,157 0,316 10,091 (R
7,947 0,173 47 162 5000 46,562 35,595 0,169 0,342 12,176 V
7,630 0,165 47 169 5000 46,562 35,325 0,162 0,327 11,563
7,066 0,151 47 184 5000 46,562 34,989 0,150 0,301 10,544
V
6,448 0,142 47 191 5000 46,562 32,900 0,137 0,279 9,186 I3
6,010 0,124 47 200 5000 46,562 31,827 0,128 0,252 8,017

Dari tabel 4.2 nilai tegangan sumber (V) dapat mewakili teori bahwa
Rp
(R
dari setiap 1 sel surya menghasilkan lebih kurang 0,5 volt bergantung pada

intensitas matahari dan keadaan suhu sekitar modul sehingga jumlah sel

surya yang diteliti dalam 1 modul surya sebanyak 72 sel dan menghasilkan

lebih kurang 36 volt. Sedangkan RP hasil dari paralel resistor (R1s) dengan

potensiometer (R3) sehingga dapat dihitung menggunakan persamaan

(2.22), setelah RP diperoleh selanjutnya untuk menentukan V dengan

menggunakan persamaan (2.23). Sedangkan untuk memperoleh arus I

dihitung dari nilai I1 + I3 dan daya (Pin) hasil kali dari tegangan-arus

sumber.
60

3. Kinerja sel surya

Data kinerja sel surya diperoleh dari rekaman sejumlah titik-titik data

tegangan (Vi), arus (Ii) menggunakan komputer dengan bantuan software

Logger Pro, tampilan grafik pada Logger Pro yaitu grafik tegangan (V)

dan arus (I), untuk memperoleh titik-titik data (Vi), arus (Ii) pada grafik

logger pro supaya tegangannya tidak langsung memuncak dengan cara

potensiometer diputer secara pelan-pelan. Salah satu dari beberapa

tampilan grafik pada Logger Pro untuk tegangan (V) dan arus (I) seperti

pada gambar 32.

Awal potensiometer
diputar

Blok

Copi data V, I ke
Microsoft Excel

Blok

Awal potensiometer
diputar

Gambar 32. Tampilan Logger Pro hasil rekaman data tegangan (V) dan arus (I)

Pada gambar 32 merupakan grafik I dan V merupakan fungsi waktu yang

dipengaruhi oleh input tegangan-arus sel surya. Grafik warna merah

merupakan grafik I terhadap waktu dan warna biru merupakan grafik V

terhadap waktu, grafik I dari sekian data Ii menurun ketika potensiometer


61

mulai diputar secara perlahan-lahan seiring data Vi masuk dan grafik V

meningkat.

Untuk memperoleh grafik I terhadap V maka data-data (Ii, Vi) hasil

rekam tersebut dibuat dalam Microsoft Excel denga cara memblok di dinding

grafik warna merah dan biru kemudian klik kanan di dinding data waktu, arus

dan tegangan pada logger pro lalu kopi paste pada dinding Microsoft Excel.

Langkah selanjutnya bekerja pada Microsoft Excel yaitu; (1) dengan

memblok seluruh data (Vi, Ii) kemudian mencari nilai garis singgung (slope);

(2) memblok seluruh data (Vi, Ii) kemudian mencari nilai titik potong

(intersept); (3) membuat grafik VI kemudian fitting grafik dengan persamaan

linier persamaan (3.1).

Dari beberapa tahap pengambilan data, hasil fitting data tegangan (V)

dan arus (I) dengan menggunakan Microsoft Excel dapat dilihat dari

beberapa grafik dan tampilan secara lengkap dengan data akan ditunjukkan

pada lampiran.

Gambar 33. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 , R2 = 120 dan potensiometer 5k

R1 = 47 , R2 = 120 dan R3 = 5000


0,3
Isc y = -0,0293x + 0,2643
0,25 R = 0,9999

0,2
Arus (A)

0,15

0,1

0,05

0
Voc
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Tegangan (V)
62

Gambar 33 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0293x + 0,2643, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,029 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0,264 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,264 Amper dan Voc = 9,008 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 8,988 volt dan

Im = 0,11 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 0,999 dibulatkan

= 1 merupakan indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang

berarti diperoleh hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus.

sehingga jika diambil garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan

Im terlihat lebih kecil dari Voc dan Isc.

Gambar 34. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 , R2 = 122 dan potensiometer 5 k

Isc

Voc

Gambar 34 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0309x + 0,3103, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,030 adalah nilai garis
63

singgung (slope) dan 0,310 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,310 Amper dan Voc = 10,032 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 9,990 volt dan

Im = 0,19 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.

Gambar 35. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 , R2 = 140 dan potensiometer 5 k

Isc

Voc

Gambar 35 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0283x + 0,2266, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,028 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0, 227 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,227 Amper dan Voc = 8,008 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 8,010 volt dan
64

Im = 0,17 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.

Gambar 36. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 dan R2 = 155 dan potensiometer 5 k

Isc

Voc

Gambar 36 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0276x + 0,2038, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,028 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0,204 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,204 Amper dan Voc = 7,381 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 7,378 volt dan

Im = 0,16 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil
65

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.

Gambar 37. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 dan R2 = 162 dan potensiometer 5 k

Isc

Voc

Gambar 37 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0282x + 0,2252, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,028 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0,225 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,225 Amper dan Voc = 7,971 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 7,957 volt dan

Im = 0,17 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.


66

Gambar 38. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 dan R2 = 169 dan potensiometer 5 k
R1 = 47 , R2 = 169 dan R3 = 5000
0,25

Isc
0,2
y = -0,0279x + 0,2128
R = 1
0,15
Arus (A)

0,1

0,05

0
0 1 2 3 4 5 6 7 Voc 8 9
Tegangan (V)

Gambar 38 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0279x + 0,2128, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,028 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0,212 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,212 Amper dan Voc = 7,634 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 7,630 volt dan

Im = 0,16 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.


67

Gambar 39. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 dan R2 = 184 dan potensiometer 5 k
R1 = 47 , R2 = 184 dan R3 = 5000
0,25

0,2
Isc y = -0,0275x + 0,1948
R = 1
Arus (A)

0,15

0,1

0,05

0
0 1 2 3 4 5 6 7Voc 8
Tegangan (V)

Gambar 39 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0275x + 0,1948, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,028 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0,194 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,194 Amper dan Voc = 7,095 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 7,006 volt dan

Im = 0,15 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.


68

Gambar 40. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 dan R2 = 191 dan potensiometer 5 k
R1 = 47 , R2 = 191 dan R3 = 5000
0,2
Isc
0,18
0,16
0,14
y = -0,027x + 0,1837
0,12 R = 1
Arus (A)

0,1
0,08
0,06
0,04
0,02
0
0 1 2 3 4 5 6
Voc 7 8
Tegangan (V)

Gambar 40 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,027x + 0,1837, y adalah

arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,027 adalah nilai garis singgung

(slope) dan 0,183 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga sebagai nilai

Isc sehingga Isc = 0,183 Amper dan Voc = 6,798 volt hasil perbandingan antara

nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 6,448 volt dan Im = 0,14 Amper

dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan indeks determinan

dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh hubungan yang sangat

kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil garis kotak-kotak dari

grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil dari Voc dan Isc.
69

Gambar 41. Hubungan V-I hasil fitting data dengan menggunakan Microsoft
Excel untuk R1 = 47 dan R2 = 200 dan potensiometer 5 k

Isc

Voc

Gambar 41 menunjukkan grafik hubungan V-I. Dari hasil persamaan

fitting Microsoft Excel y ax b dengan nilai y = -0,0263x + 0,1583, y

adalah arus dan x adalah tegangan sedangkan 0,026 adalah nilai garis

singgung (slope) dan 0,158 adalah nilai titik potong (intersept) yang juga

sebagai nilai Isc sehingga Isc = 0,158 Amper dan Voc = 6,026 volt hasil

perbandingan antara nilai intersept terhadap slope. Untuk Vm = 6,010 volt dan

Im = 0,12 Amper dapat dilihat pada lampiran, sedangkan R2 = 1 merupakan

indeks determinan dari masing-masing data tersebut yang berarti diperoleh

hubungan yang sangat kuat antara tegangan dan arus, sehingga jika diambil

garis kotak-kotak dari grafik maka akan terlihat Vm dan Im terlihat lebih kecil

dari Voc dan Isc.


70

D. Pembahasan Penelitian

Hasil analisis dari data-data tegangan-arus dari logger pro dihitung

secara rinci yang diperoleh dari fitting data Microsoft Excel mulai dari nilai

Voc, Isc, Pmax, Pth, ff dan Efisiensi () sel surya. Untuk memperoleh nilai Voc

maka akan di cari titik perpotongan antara nilai garis sumbu x dan garis sumbu

y (intersept) kemudian dibagi dengan nilai garis singgung pada kurva x dan y

(slope). Nilai Isc akan kita ambil dari nilai garis singgung pada kurva x dan y,

untuk daya maksimum (Pmax) diperoleh dari teganan maksimum Vm dan arus

maksimum Im yang terbaca pada Logger Pro kemudian dihitung dengan

menggunakan persamaan (2.32) dan daya teoritis (Pth) diperoleh dari hasil kali

Voc dengan Isc dihitung dengan menggunakan persamaan (2.35). Sedangkan

nilai fill factor diperoleh dengan menggunakan persamaan (2.31) dan efisiensi

diperoleh dengan menggunakan persamaan dan (2.34). Hasil-hasil tersebut

dapat dirincikan dalam tabel 4.3.

Tabel 4.3. Hasil analisis data Voc, Isc, Pmax, Pth,Pi, ff dan dari beberapa variasi
nilai resistansi yang berbeda dengan potensiometer 5K
Resistansi () Persamaan V oc I sc Vm Im P max P th P in Fill Efisiensi
R1 R2 fitting (volt) (A) (volt) (A) (watt) (watt) (watt) factor ( ) %
47 120 y = -0,0293x + 0,2643 9,008 0,264 8,988 0,110 0,989 2,378 9,620 0,416 10,28
47 122 y = -0,0309x + 0,3103 10,032 0,310 9,990 0,194 1,940 3,110 14,703 0,624 13,19
47 140 y = -0,0283x + 0,2266 8,008 0,227 8,010 0,175 1,399 1,818 11,054 0,770 12,66
47 155 y = -0,0276x + 0,2038 7,381 0,204 7,378 0,159 1,170 1,506 10,091 0,777 11,60
47 162 y = -0,0282x + 0,2252 7,971 0,225 7,947 0,173 1,379 1,793 12,176 0,769 11,32
47 169 y = -0,0279x + 0,2128 7,634 0,213 7,630 0,165 1,256 1,626 11,653 0,773 10,78
47 184 y = -0,0275x + 0,1948 7,095 0,195 7,066 0,151 1,065 1,384 10,544 0,770 10,10
47 191 y = -0,027x + 0,1837 6,798 0,184 6,448 0,142 0,919 1,251 9,186 0,735 10,00
47 200 y = -0,0263x + 0,1583 6,026 0,158 6,010 0,124 0,747 0,952 8,017 0,784 9,31

Dari tabel 4.3 tampak bahwa perbandingan dari beberapa variasi nilai

resistansi R yang berbeda diperoleh nilai ff berkisar antara 0,416 sampai

dengan 0,784, dari beberapa urutan hasilnya tidak menunjukkan perbedaan


71

yang begitu jauh, demikian juga nilai efisiensi berkisar 9,31% sampai dengan

13,19 % naik turun secara acak meskipun nilai resistansinya R berbeda-beda,

dari hasil penelitian ini dapat dibandingkan dengan efisiensi sel surya

polikristal merk Skytec Solar Model Sip-220 dari fabrikasinya berkisar antara

12 % sampai 15 %, dengan demikian hal ini disebabkan oleh beberapa faktor

dari beberapa para meter eksternal seperti keadaan mendung yang

menyebabkan naik turunya suhu matahari, kecepatan bertiupnya angin,

keadaan atmosfir disebabkan oleh cuaca yang berubah-ubah pada saat

melakukan penelitian.

E. Implementasi Produk Penelitian

Bertolak dari hasil penelitian yang telah diungkap di atas, langkah

kegiatan yang dilakukan agar riset ini dapat dimanfaatkan bagi pengembangan

pendidikan fisika adalah menghasilkan Buku suplemen bagi siswa. Suplemen

tersebut merupakan gambaran konversi energi terbarukan di PLTH Pantai

Baru Bantul pada energi surya dengan harapan menjadi salah satu bahan

bacaan yang dimanfaatkan siswa dalam upaya memperkaya pengetahuan

siswa tentang konversi energi surya. Buku suplemen tersebut memuat tentang

Energi terbarukan, manfaat PLTH untuk kebutuhan listrik daerah sekitar, dan

system pada sel surya. Melalui penelitian yang telah dilakukan ini dengan

memanfaatkan rangkaian pembagi tegangan sebagai pendukung dalam proses

pengambilan data untuk meminimumkan tegangan maksimal dari sel surya

sehingga mudah dibaca oleh alat pensensor tegangan rendah, oleh karena itu
72

untuk mendapatkan data tegangan-arus dari sel surya yang lebih banyak dapat

dilakukan dengan waktu yang lebih singkat. Sangat diharapkan dapat

menambah wawasan guru agar mampu mengembangkan pola pikir siswa lebih

luas lagi. Pengembangan pola pikir harus dilakukan melalui tindakan nyata

yaitu mengadakan kegiatan riset yang ditentori oleh guru mengenai rangkaian

pembagi tegangan untuk membantu alat pensensor tegangan rendah dari

tegangan maksimum tersebut.

Untuk itu buku suplemen tersebut yang nantinya dapat digunakan oleh

pihak pengguna sebagai panduan dalam melakukan praktik atau eksperimen

berkait selanjutnya. Buku suplemen ini telah dilakukan uji validasi kepada 2

dosen ahli media dan materi kemudian dicobakan respon kepada mahasiswa

magister pendidikan fisika untuk diberikan penilaian sebagai tolak ukur

kelayakan buku suplemen.

Tabel 4.4. Validasi buku suplemen oleh dosen ahli


Poin Penilaian
No Aspek penilaian Jumlah
4 3 2 1
A. Kelayakan isi
1 Kesesuaian denga kebutuhan bahan ajar 1 1 7
2 Kebenaran substansi teori 2 6
3 Manfaat untuk penambahan wawasan 1 1 7
B. Kebahasaan
1 Keterbacaan huruf yang digunakan 2 8
2 Kejelasan informasi 2 6
3 Penulisan kalimat sesuai dengan kaidah Bahasa
Indonesia yang baik dan benar 1 1 7
4 Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien
(jelas dan singkat) 1 1 7
C. Penyajian
1 Urutan sajian jelas 1 1 7
D. Kegrafikaan
1 Penggunaan font, jenis dan ukuran 2 8
73

2 Lay out atau tata letak 1 1 7


3 Ilustrasi, gambar dan foto 1 1 7
E. Kemanfaatan produk
1 Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik 1 1 7
2 Siswa lebih banyak mendapat kesempatan
untuk belajar secara mandiri 1 1 7
F. Keseuaian dengan praktikum
1 Kesesuaian pemilihan alat dan bahan dengan
kegiatan praktikum 1 1 7
2 Kondisi alat dan bahan dalam keadaan baik 1 1 7
3 Jelas untuk mendorong siswa memperoleh
pengetahuan, pengalaman dan keterampilan 1 1 7
Skor Total Poin Nilai 112
Rata-rata 3,5
Persentase 87,5 %

Tabel 4.5. Respon mahasiswa terhadap buku suplemen.


Poin Penilaian
No Aspek penilaian Jumlah
4 3 2 1
A. Kelayakan isi
1 Kesesuaian denga kebutuhan bahan ajar 8 4 44
2 Kebenaran substansi teori 5 7 41
3 Manfaat untuk penambahan wawasan 8 4 44
B. Kebahasaan
1 Keterbacaan huruf yang digunakan 8 4 44
2 Kejelasan informasi 3 8 1 38
3 Penulisan kalimat sesuai dengan kaidah Bahasa
Indonesia yang baik dan benar 8 4 44
4 Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien
(jelas dan singkat) 7 5 43
C. Penyajian
1 Urutan sajian jelas 4 8 40
D. Kegrafikaan
1 Penggunaan font, jenis dan ukuran 8 4 44
2 Lay out atau tata letak 3 8 1 38
3 Ilustrasi, gambar dan foto 5 7 41
E. Kemanfaatan produk
1 Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik 9 3 45
74

2 Siswa lebih banyak mendapat kesempatan


untuk belajar secara mandiri 6 4 2 40
F. Keseuaian dengan praktikum
1 Kesesuaian pemilihan alat dan bahan dengan
kegiatan praktikum 3 8 1 38
2 Kondisi alat dan bahan dalam keadaan baik 3 8 1 38
3 Jelas untuk mendorong siswa memperoleh
pengetahuan, pengalaman dan keterampilan 7 5 43
Skor Total Poin Nilai 665
Rata-rata 3,46
Persentase 86,6 %

Dari hasil analisis data yang diperoleh dari tabel 4.4 menunjukkan

bahwa buku suplemen secara keseluruhan mendapat validasi dan tanggapan

baik dari dosen ahli materi dan media dengan nilai rata-rata 3,5 (kategori

layak), sementara tabel 4.5 untuk respon mahasiswa terhadap buku suplemen

yang akan digunakan oleh pihak pengguna mendapat nilai rata-rata 3,46

(kategori layak). Dari hasil validasi kedua dosen ahli tersebut mendapat nilai

87,5 %, dan respon dari mahasiswa atau teman sejawat mendapat 86,6 % dari

12 mahasiswa, untuk rincian analisis persentasenya dapat dilihat pada

lampiran. Secara keseluruhan berdasarkan hasil validasi dosen-dosen ahli dan

respon mahasiswa atau teman sejawat maka dikatakan bahwa buku suplemen

dapat digunakan oleh pihak pengguna, dan setiap komentar yang telah

diberikan oleh dosen ahli dan kalangan mahasiswa juga telah dilakukan

perbaikan sesuai dengan komentar yang diberikan.