Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

MANAGEMEN HOMECARE

DISUSUNOLEH:KELOMPOK3
1. ANGELINA AGUSTIN NIM : 0116002B
2. BAMBANG NIM : 0116003B
3. DWI PANGKI PRABOWO NIM : 0116005B
4. ENDAH DEWI LW NIM : 0116051B
5. ENDAH SULISTIYOWATI NIM : 0116009B
6. HAYU ASMARA MURNI NIM : 0116011B
7. IKE YUNIANAH NIM : 0116016B
8. JUWANIK NIM : 0116019B
9. MUFARIDA DWI PRABAWATI NIM : 0116029B
10. NANDA AYU NIM : 0116030B
11. NANIK INDRAWATI NIM : 0116031B
12. WIWIK SAYU UTAMI NIM : 0116048B
13. WAHYUNI RIZKIYAH NIM : 0116053B
14. KHOIRUL ROZIKIN NIM : 0116020B
15. M. FAISOL AINURI NIM : 0116024B
16. ROISAH NIM : 0116038B
17. ASHARI HIDAYAT NIM : 0116053B

PROGRAMSTUDIS1KEPERAWATANSTIKESDIANHUSADA
MOJOKERTO

2017
KATAPENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
MANAGEMEN HOMECARE. Makalah ini kami susun dengan harapan agar dapat
memenuhi tugas Homecare dan menambah wawasan tentang penerapan managemen
homecare dan perijinannya serta pengelolaan ketenagaan . Makalah ini merupakan hasil telah
dari beberapa referensi tentang homecare.
Tujuan umum pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan wacana kepada
pembaca tentang mangemen homecare. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Demi
kesempurnaan makalah ini kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga
makalah ini bermanfaat.

Mojokerto, 15 April 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan keperawatan di Indonesia saat ini sangat pesat, hal ini disebabkan oleh
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat sehingga informasi dengan
cepat dapat diakses oleh semua orang sehingga informasi dengan cepat diketahui oleh
masyarakat. Perkembangan era globalisasi yang menyebabkan keperawatan di Indonesia
harus menyesuaikan dengan perkembangan keperawatan di negara yang telah berkembang,
sosial ekonomi masyarakat semakin meningkat sehingga masyarakat menuntut pelayanan
kesehatan yang berkualitas tinggi, tapi di lain pihak bagi masyarakat ekonomi lemah mereka
ingin pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau. Sehingga memerlukan perawatan
lebih lama di rumah sakit. Lama perawatan di rumah sakit akan menyebabkan klien dan
keluarga mengalami masalah Hospitalisasi, untuk mengurangi masalah tersebut dapat
diberikan pelayanan kunjungan ke rumah klien atau yang sering disebut homecare.
Home care adalah pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien, individu dan
keluarga, direncanakan, dikoordinasikan, dan disediakan, oleh pemberi pelayanan, yang
diorganisir untuk memberi pelayanani rumah melalui staf atau pengaturan berdasarkan
perjanjian kerja atau kontrak (Warola, 1980 Dalam Perkembangan Modal Praktek Mandiri
Keperawatan Di Rumah Yang Disusun Oleh PPNI dan DEPKES).
Berdasarkan uraian diatas kami tertarik untuk menerapkan managemen Home
Care pada Rumah Sakit Swasta di Masa Depan, untuk membantu program rumah sakit
pemerintah yang telah dijalankan selama ini.

B. TUJUAN

1. Memenuhi kebutuhan dasar (bio-psiko- sosial- spiritual) secara mandiri.

2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan.

3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah.

4. Meminimalisir tingkat kematian.

5. Menekan serendah mungkin biaya rumah sakit

C. LandasanHukum
1. UU Kes.No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan

2. PP No. 25 tahun 2000 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah.

3. UU No. 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah

4. UU No. 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran

5. Kepmenkes No. 1239 tahun 2001 tentang regestrasi dan praktik perawat

6. Kepmenkes No. 128 tahun 2004 tentang kebijakan dasar puskesmas

7. Kepmenkes No. 279 tahun 2006 tentang pedoman penyelenggaraan Perkesmas.

8. SK Menpan No. 94/KEP/M. PAN/11/2001 tentang jabatan fungsonal perawat.

9. PP No. 32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan

10. Permenkes No. 920 tahun 1986 tentang pelayan medik swasta.

D. Ruang lingkup

Ruang Lingkup Home Care yaitu :

1. Memberi asuhan keperawatan secara komprehensif

2. Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarganya.

3. Mengembangkan pemberdayaan pasien dan keluarga.

Secara umum lingkup perawatan kesehatan di rumah juga dapat dikelompokkan sebagai
berikut :

1. Pelayanan medik dan asuhan keperawatan

2. Pelayanan sosial dan upaya menciptakan lingkungan yang terapeutik

3. Pelayanan rehabilitasi dan terapi fisik

4. Pelayanan informasi dan rujukan

5. Pendidikan, pelatihan dan penyuluhan kesehatan

6. Higiene, dan sanitasi perorangan serta lingkungan

7. Pelayanan perbaikan untuk kegiatan sosial.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Pelayanan kesehatan di rumah adalah pelayanan keperawatan yang diberikan kepada
pasien di rumahnya, yang merupakan sintesa dari pelayanan keperawatan komunitas dan
keterampian teknikal tertentu yang berasal dari spesalisasi kesehatan tertentu, yang befokus
pada asuhan keperawatan individu dengan melibatkan keluarga, dengan tujuan
menyembuhkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik, mental/ emosi pasien.
Home Care (HC) menurut Habbs dan Perrin, 1985 adalah merupakan layanan
kesehatan yang dilakukan di rumah pasien (Lerman D. & Eric B.L, 1993), Sehingga
home care dalam keperawatan merupakan layanan keperawatan di rumah pasien yang
telah melalui sejarah yang panjang.
Menurut Depkes RI (2002) mendefinisikan bahwa home care adalah pelayanan
kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif diberikan kepada individu, keluarga, di
tempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan
kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan meminimalkan kecacatan akibat dari penyakit.
Layanan diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien/keluarga yang direncanakan, dikoordinir,
oleh pemberi layanan melalui staff yang diatur berdasarkan perjanjian bersama.

2.2 Tujuan Diadakannya Home Care


1. Terpenuhi kebutuhan dasar ( bio-psiko- sosial- spiritual ) secara mandiri.
2. Meningkatkan kemandirian keluarga dalam pemeliharaan kesehatan.
3. Meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kesehatan di rumah

2.3 Tata laksana Home Care


A. Ketenagaan Home Care / Pemberi Perawatan Kesehatan Rumah
1. Perawat
Pelayanan kesehatan rumah dilakukan terhadap klien sesuai dengan kebutuhannya
oleh perawat professional yang sudah dan masih terdaftar memiliki izin praktek
dengan kemampuan keterampilan asuhan keperawatan klien di rumah. Berdasarkan
Kepmenkes RI No. 1239/Menkes/SK/XI/2001 tentang registrasi dan praktik perawat
bahwa: Praktik keperawatan merupakan tindakan asuhan keperawatan yang dilakukan
oleh perawat secara mandiri dan professional melalui kerjasama bersifat kolaboratif
dengan klien dan tenaga kesehatan lainnya sesuai ruang lingkup wewenang dan
tanggung jawab. Lingkup kewenangan perawat dalam praktik keperawatan
professional terhadap klien individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat
dalam rentang sehat-sakit sepanjang daur kehidupan.
Ketenagaan Perawat
A. Manajer kasus, dengan kwalifikasi :
1. Minimal D.III
2. Pemegang sertifikat pelatihan home care
3. Pengalaman kerja minimal 3 tahun
4. Memiliki SIP,SIK,SIPP
B. Pelaksana pelayanan, dengan kwalifikasi :
1. Minimal D.III
2. Pemegang sertifikat pelatihan home care
3. Pengalaman kerja minimal 3 tahun
4. Memiliki SIP,SIK,SIPP

2. Dokter
Program perawatan rumah umumnya berada dibawah pengawasan seorang dokter
untuk memastikan masalah kesehatan klien. Dokter berperan dalam memberikan
informasi tentang diagnosa medis klien, test-diagnostik, rencana pengobatan dan
perawatan rumah, penentuan keterbatasan kemampuan, upaya perawatan,
pencegahan, lama perawatan, terapi fisik, dll. Bila diperlukan dilakukan kolaborasi
dengan perawat, dimana perawat yang melakukan kunjungan rumah harus mendapat
izin dan keterangan dari dokter yang bersangkutan sebagai penanggungjawab terapi
program. Program perawatan di rumah harus dilakukan follow up oleh dokter tersebut
minimal setelah 60 hari kerja, sehingga dapat disepakati apakah program dilanjutkan /
tidak.
3. Speech Therapist
Merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan bagi klien dengan gangguan atau
kesulitan dalam berbicara dan berkomunikasi, dengan tujuan untuk membantu klien
agar dapat mengoptimalkan fungsi-fungsi otot bicara agar memiliki kemampuan
dalam berkomunkasi melalui latihan berbicara.
4. Fisioterapist
Program yang dilakukan adalah tindakan berfokus pada pemeliharaan, pencegahan,
dan pemulihan kondisi klien di rumah. Aktivitas perawatan kesehatan rumah yang
dilakukan adalah melakukan latihan penguatan otot ekstremitas, pemulihan mobilitas
fisik, latihan berjalan, aktif-pasif, atau tindakan terapi postural drainase klien COPD.
Latihan lain berhubungan dengan penggunaan alat kesehatan tertentu, seperti;
pemijatan, stimulasi listrik saraf, terapi panas, air, dan penggunaan sinar ultraviolet.
Dalam hal ini ahli fisioterapist juga mempunyai kewajiban untuk mengajarkan klien
atau keluarganya tentang langkah-langkah dalam latihan program yang diberikan.
5. Bidan
Merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan bagi klien dengan post partum, bayi
baru lahir
6. Pekerja Sosial Medis
Pekerja sosial medis yang sudah mendapatkan training/pelatihan dapat diperbantukan
dalam perawatan klien dan keluarganya untuk jangka waktu yang panjang, khususnya
pada klien dengan penyakit kronis (long term care). Pekerja sosial sangat berguna
pada masa transisi dari peran perawatan medis atau perawat kepada klien/keluarga.

B. Alat/ sarana
a. Alat kesehatan
- Tas/ kit
- Pemeriksaan fisik
- Set perawatan luka
- Set emergency
- Set pemasangan selang lambung
- Set huknah
- Set memandikan
- Set pengambilan preparat
- Set pemeriksaan lab. Sederhana
- Set infus/ injeksi
- Sterilisator
- Pot/ urinal
- Tiang infus
- Tempat tidur khusus orang sakit
- Pengisap lender
- Perlengkapan oxygen
- Kursi roda
- Tongkat/ tripot
- Perlak/ alat tenun
b. Alat habis pakai
- Obat emergency
- Perawatan luka
- Suntik/ pengamian darah
- Untuk infus
- Pemasagan selang lambung
- Huknah, selang lambung, kateter
- Sarung tangan, masker
- Dll
c. Sarana lain
- Alat dan media pendidikan kesehatan
- Ruangan beserta perlengkapannya
- Kendaraan
- Alat komunikasi
- Alat informasi/ dokumentasi

C. Perijinan Home Care


a. Berbadan hukum ( yayasan, badan hukum lainnya )
b. Permohonan ijin ke Dinkes kabupaten/ Kota, dengan melampirkan:
1) Rekomendasi PPNI
2) Ijin persyaratan tenaga meliputi ijin praktek profesi dan sertifikasi home care ( SIP,
SIK, SIPP )
3) Persyaratan peralatan kesehatan dan sarana komunikasi dan transportasi
4) Ijin lokasi bangunan
5) Ijin lingkungan
6) Ijin usaha
7) Persyaratan tata ruang bangunan, meliputi : ruang direktur, ruang menajemen
pelayanan, gudang sarana dan peralatan

D. Mekanisma Pelayanan Home Care


1. Proses penerimaan kasus
a. Home care menerima pasien dari rumah sakit, puskesmas, sarana lain, keluarga
b. Pimpinan home care menunjuk menejer kasus untuk mengelola kasus
c. Manajer kasus membuat surat perjanjian dan proses pengelolaan kasus
2. Proses pelayanan home care
a. Persiapan
- Pastikan identitas pasien
- Bawa denah/ petunjuk tempat tinggal pasien
- Lengkap kartu identitas unit tempat kerja
- Pastikan perlengkapan pasien untuk di rumah
- Siapkan file asuhan keperawatan
- Siapkan alat bantu media untuk pendidikan
b. Pelaksanaan
- Perkenalkan diri dan jelaskan tujuan.
- Observasi lingkungan yang berkaitan dengan keamanan perawat
- Lengkapi data hasil pengkajian dasar pasien
- Membuat rencana pelayanan
- Lakukan perawatan langsung
- Diskusikan kebutuhan rujukan, kolaborasi, konsultasi dll
- Diskusikan rencana kunjungan selanjutnya dan aktifitas yang akan dilakukan
- Dokumentasikan kegiatan
c. Monitoring dan evaluasi
- Keakuratan dan kelengkapan pengkajian awal
- Kesesuaian perencanaan dan ketepatan tindakan
- Efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tindakan oleh pelaksanan
d. Proses penghentian pelayanan home care, dengan kreteria :
- Tercapai sesuai tujuan
- Kondisi pasien stabil
- Program rehabilitasi tercapai secara maximal
- Keluarga sudah mampu melakukan perawatan pasien
- Pasien di rujuk
- Pasien menolak pelayanan lanjutan
- Pasien meninggal dunia
3. Pembiayaan Home Care
1. Prinsip penentuan tariff
a. Pemerintah/ masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara kesehatan
b. Disesuaikan dengan kemampuan keuangan dan keadaan sosial ekonomi
c. Mempertimbangkan masyarakat bepenghasilan rendah/ asas gotong royong
d. Pembayaran dengan asuransi ditetapkan atas dasar saling membantu
e. Mencakup seluruh unsur pelayanan secara proporsional
2. Jenis pelayanan yang kena tarif
a. Jasa pelayanan tenaga kesehatan
b. Imbalan atas pemakaian sarana kesehatan yang digunakan langsung oleh
pasien
c. Dana transportasi untuk kunjungan pasien

E. Pemantauan, Pembinaan dan Penilaian


A. Pemantauan Home Care
a. Aspek fisik
b. Manajerial
c. Sumber daya
d. Pelayanan
e. Pembiayaan
B. Pembinaan Home Care
a. Aspek fisik
b. Manajerial
c. Sumber daya
d. Pelayanan
e. Pembiayaan
C. Penilaian Home Care
a. Kelengkapan dokumen
b. Kesesuaian pelayanan dari berbagai profesi
c. Kepuasan pelanggan
d. Kemandirian pasien/ keluarga

F. Sistem gaji/upah personil home care


Sistem ini harus lebih berorientasi pada kepentingan perawat pelaksana bukan
keuntungan manajemen semata. Sistem penggajian bisa dalam bentuk bulanan atau dibuat
dalam setiap kali selesai merawat pasien. Persetujuan sistem gaji/upah personil home care.

G. Kontrak Dalam Home Care


Kontrak atau perjanjian antara yayasan/pemberi jasa layanan/agency dengan klien dan
keluarga merupakan aspek penting dalam pelaksanaan perawatan kesehatan di rumah.
Adapun hal-hal yang berhubungan dengan kontrak adalah:
Persetujuan atau kesepakatan antara yayasan/agency dengan klien dan
keluarga tentang pelaksanaan dan perencanaan perawatan di rumah dan
catatan medis. Kontrak tersebut memperbolehkan klien dan keluarga untuk
menyusun tujuan sendiri ataupun membantu memecahkan masalah perawatan
klien sesuai rencana perawatan/pengobatan dokter dalam kesepakatan yang
tercantum (yang dibuat).
Kontrak berhubungan langsung dengan proses keperawatan dan dapat
diselesaikan sesuai dengan tahapan proses keperawatan, yaitu; pengkajian,
perumusan masalah/diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi keperawatan. Dimana dalam setiap tindakan berkaitan dengan asuhan
keperawatan tersebut akan dilakukan atas persetujuan klien/keluarga.
Jika selama kunjungan atau perawatan di rumah ada kesesuain kesepakatan
antara yayasan/pemberi layanan/agency dan klien/keluarga, maka kontrak
tersebut dapat dilanjutkan pada kunjungan berikutnya, akan tetapi bila tidak
memungkinkan/tidak da kesesuain maka kontrak dapat ditinjau kembali.
Pembuatan kontrak dapat dilakukan secara nonformal (lisan) ataupun secara
formal (tulisan), tergantung dari persetujuan dan kesepakatan bersama
keduabelah pihak antara yayasan/pemberi jasa layanan/agency dengan klien
dan keluarga.
Kolaborasi interdisiplin ilmu atau profesi yang efektif dalam perawatan kesehatan
rumah akan memberikan kesinambungan pelayanan kesehatan yang dapat
memberikan kesadaran/kemandirian klien dan keluarga, sehingga program perawatan
kesehatan dapat dilaksanakan secara komprehensif. Secara umum proses kolaborasi
untuk perawatan kesehatan rumah diawali dengan adanya rencana pulang discharge
plan dari rumah sakit.

H. Struktur Organisasi Home Care Dan Uraian Tugas


1. Ketua Koordinator Home Care
Nama Jabatan : Ketua Koordinator Home Care
Pengertian: Seorang tenaga medis yang profesional yang di beri wewenang dan
tanggung jawab untuk mengelola terselenggaranya kegiatan home care dan telah
memiliki sertifikat pelatihan home care yang dikeluarkan oleh lembaga yang
berwenang.
Persyaratan :
a. Dokter yang berpengalaman kerja kurang lebih 2 tahun
b. Memiliki sertifikat pelatihan home care
c. Sehat jasmani dan rohani
d. Fleksibel dan kreatif
Masa Jabatan : 2 tahun
Uraian Tugas :
a. Mengkoordinasikan semua kegiatan pengelolaan Perawatan di rumah
b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan pelayanan dan klien.
c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan Pelayanan
d. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan terhadap kinerja pelayanan
e. Menyusun laporan pelaksanaan Home Care secara berkesinambungan

2. Sekertaris
Nama Jabatan : Sekertaris
Pengertian : Perawat profesional yang diberikan wewenang dan tan ggung jawab
untuk mencatat segala kegiatan pelayanan home care.
Uraian Tugas : Melaksanakan kegiatan pencatatan setiap kegiatan home care di
rumah sakit untuk didokumentasikan.
3. Bendahara
Nama Jabatan : Bendahara
Pengertian :Tenaga profesional yang diberikan wewenang dan tanggung jawab
dalam melaksanakan pencatatan pembiayaan dalam pelayanan home care.
Uraian Tugas : mencatat pemasukan dan pengeluaran pelayanan home care
4. Penanggung Jawab Poli Home Care
Uraian Tugas :
a. Mengkoordinasi semua kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh pelaksana
pelayanan
b. Menngkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaksana perawatan
c. Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana
keperawatan
d. Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugas.
5. Koordinator Kasus
Nama Jabatan : Koordinator kasus
Pengertian : Seseorang perawat profesional yang di beri wewenang dan tanggung
jawab untuk membantu ketua koordinator home care dalam terselenggaranya
kegiatan pelayanan home care di rumah sakit.
Persyaratan :
a. Usia minimal 21 tahun
b. Pendidikan minimal D3 Keperawatan + SIP + SIK + SIPP
c. Memiliki sertifikat pelatihan
d. Pengalaman di unit pelayanan minimal 3 tahun
e. Mampu melakukan pengkajian, analisis dan rencana intervensi
f. Mampu bekerja sama dengan tim dan mampu memimpin
g. Mampu melaksanakan bimbingan teknis, monitoring dan evaluasi
Masa Jabatan : 2 tahun
Uraian Tugas :
1) Mengkoordinasikan semua kegiatan pel. yang dilaksanakan oleh pelaksanan
pelayanan
2) Melakukan perlakuan yang baik terhadap pelaksanaan kep. dan klien di rumah
3) Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pelaksanaan keperawatan
4) Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan pembinaan kepada pelaksana
keperawatan
5) Menyusun laporan kegiatan pelayanan sesuai bidang tugasnya

6. Pelaksana Pelayanan
Nama Jabatan : Pelaksana Pelayanan.
Pengertian : Seorang tenaga profesional (keperawatan, pekerja sosial, terapis, gizi)
yang di beri wewenang dan tanggung jawab dalam melaksanakan
pelayanan home care rumah sakit.
Persyaratan :
a. Usia minimal 21 tahun
b. Ijazah normal tenaga profesional (keperawatan, pekerja sosial, terapis, gizi)
c. Sertifikat pelatihan
d. Mampu memberi pelayanan secara mandiri dan bertanggung jawab
e. Mampu menjalankan standar prosedur
f. Mampu memberikan pelayanan sesuai etika
g. Mampu bekerja sama
h. Sehat jasmani dan rohani
Uraian Tugas :
a. Melaksanakan pengkajian dan menentukan diagnosa keperawatan
b. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan
c. Melaksanakan intervensi / tindakan keperawatan sesuai rencana yang ditentukan
d. Mengevaluasi kegiatan/ tindakan yang diberikan dengan berpedoman pada rencana
keperawatan.
e. Membuat dokumentasi tertulis pada implementasi keperawatan setiap selesai
melaksanakan tugas
7. Koordinator Administrasi
Nama Jabatan : Petugas Administrasi Home Care
Pengertian : Seseorang perawat yang diberikan wewenang dan tanggung jawab
untuk mengelola administrasi (pelayanan, pemakaian alat-alat kesehatan,
surat-menyurat ) yang berhubungan dengan pelayanan hone care
rumah sakit
Persyaratan :
a. Pendidikan minimal SPK/SLTA
b. Mampu mengoperasikan SIM rumah sakit yang telah di program oleh rumah sakit
c. Mampu berorganisasi dengan baik
d. Mampu bekerja sama
e. Sehat jasmani dan rohani
Uraian Tugas :
a. Mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi dan keuangan Home Care
b. Melakukan perlakuan yang baik terhadap administrasi pengelolaan Home Care
c. Meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan pada bidang administrasi
dan keuangan Home Care
d. Melaksanakan pengawasan, pengendalian proses administrasi keuangan Home Care
e. Menyusun laporan administrasi keuangan Home Care
8. Konsulen
Uraian Tugas :
a. Menerima konsultasi dari pelaksanaan keperawatan dan memberikan petunjuk / advis
sesuai kewenangannya
b. Memberikan advokasi khususnya dalam bidang tindakan medik
c. Melaksanakan tindakan-tindakan medik sesuai kewenangannya
d. Memeriksa, menentukan Diagnosa dan memberi terapi medik.

2.4 Form informed consent


Meliputi persetujuan tindakan dari pasien dan keluarga, persetujuan pembiayaan dan
keikutsertaaan dalam perawatan.
1. Informed Consent Tindakan Medis terlampir (Lampiran 1)
2. Informed Consent Pembiayaan terlampir (Lampiran 2)
3. Informed Consent Keikut sertaan dalam Perawatan terlampir (Lampiran 3)

2.5 Daftar tarif


Dibuat berdasarkan dengan memperhatikan standar harga di wilayah tempat
berdirinya home care dengan memperhatikan golongan ekonomi lemah Sarana dan Prasarana,
meliputi set alat yang sering dipakai seperti perawatan luka, perawatan bayi, nebulizier,
oksigen, suction dan juga peralatan komputer dan perlengkapan kantor.
1. Contoh Tarif sarana dan prasarana dan alkes (Lampiran 4)
2. Contoh Tarif / Jasa Pelayanan Home care (Lampiran 5)

2.6 Format Asuhan Keperawatan,


Meliputi format register, pengkajian, tindakan, rekap alat/bahan yang terpakai,
evaluasi dari perawat ataupun dari pasien/keluarga. Lampiran 6

2.7 Perjanjian kerjasama antara profesi lain


Seperti misalnya fisioterapi, dokter, laboratorium, radiologi dan juga dinas
sosial.Transportasi terutama untuk perawat home care dan juga transportasi pasien bila
sewaktu-waktu perlu rujukan ke rumah sakit atau tempat pelayanan lainnya. Lampiran 7

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Home care merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang akan sangat dibutuhkan pada masa depan
karena dengan home care, pasien dapat dirawat dirumahnya sendiri dengan ditemani oleh anggota
keluarga yang lain sehingga kecemasan pasien dapat diminimalkan.Dengan melakukan Perawatan di
rumah selain dapat mengurangi kecemasan juga dapat menghemat biaya dari beberapa segi misal
biaya kamar, biaya transpor dan biaya lain-lain yang terkait dengan penjaga yang sakit. Tetapi perlu
diingat bahwa pasien yang dapat layanan home care adalah pasien yang secara medis dinyatakan aman
untuk dirawat di rumah dengan kondisi rumah yang memadai.

B. SARAN
Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan haruslah mampu memberikan pelayanan keperawatan
yang komprehensif kepada klien salah satunya dengan mendirikan Home Care dan mengembangkan
Home Care tersebut dengan terus secara aktif melihat dan mampu menanggapi secara tepat perubahan
kebutuhan kesehatan dimasyarakat. Dengan adanya home care ini di harapkan Klien mendapatkan
beberapa keuntungan,seperti:
a) Pelayanan akan lebih sempurna, holistik dan komprehensif
b) Pelayanan keperawatan mandiri bisa diaplikasikan dengan di bawah naungan legal dan etik
keperawatan
c) Kebutuhan klien akan dapat terpenuhi sehingga klien akan lebih nyaman dan puas dengan asuhan
keperawatan yang profesional.
LAMPIRAN 1

SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN TINDAKAN MEDIS


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Alamat :
Telp :
Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang
tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Tindakan Medis
berupa.
Dari penjelasan yang diberikan, telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan
penyakit tersebut, serta tindakan medis yang akan dilakukan dan kemungkinan pasca
tindakan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan.

Mojokerto,.20
Dokter/Pelaksana, Yang membuat pernyataan,

TTD TTD

() (..)
*Coret yang tidak perlu
LAMPIRAN 2

SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN BIAYA


TINDAKAN KEPERAWATAN/MEDIS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Alamat :
Telp :
Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang
tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Biaya Tindakan
Keperawatan/ Medis
berupa.
Dari penjelasan yang diberikan, telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan
biaya tindakan tersebut.

Mojokerto,.20
Dokter/Pelaksana, Yang membuat pernyataan,

TTD TTD

() (..)
*Coret yang tidak perlu
LAMPIRAN 3

SURAT PERSETUJUAN/PENOLAKAN PERAWATAN


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Alamat :
Telp :
Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri/*sebagai orang
tua/*suami/*istri/*anak/*wali dari :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Dengan ini menyatakan SETUJU/MENOLAK untuk dilakukan Perawatan di rumah (Home
Care)
Dari penjelasan yang diberikan, telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan
penyakit tersebut, serta perawatan yang akan dilakukan dan kemungkinan saat perawatan dan
pasca perawatan yang dapat terjadi sesuai penjelasan yang diberikan.

Mojokerto,.20
Dokter/Pelaksana, Yang membuat pernyataan,

TTD TTD

() (..)
*Coret yang tidak perlu
LAMPIRAN 4

Contoh Pembiayaan Sarana Dan Prasarana Dan Obat-Obatan

Nama barang Harga Keterangan


Suction pump Rp. 300.000/bln 1 x Pemakaian
Kasur Dekubitus Rp. 200.000/bln 1 x pemakaian
Kursi Roda Strecher Rp. 200.000/bln selama perawatan home care
Oksigen 1 kubik Rp. 100.000/bln 1 x pemakaian
Inhalasi/Nebulizer Rp. 100.000/bln 1 x pemakaian
Ventilator Rp. 500.000/hari selama perawatan home care
Tempat tidur manual 3 posisi Rp. 300.000/hari selama perawatan home care

Harga Alkes Dan Obat

Nama barang Harga Keterangan


NGT no 8 s/d 20 Terumo Rp. 20.000/pcs 1 x pemakaian
Xylocain Jelly 2% 10mg Rp. 50.000/pcs 1x pemakaian
Spuit 50cc TIP Terumo Rp. 30.000/pcs selama perawatan home care
Spuit 5cc Terumo Rp. 2.000/pcs 1 x pemakaian
Spuit 10cc Terumo Rp. 2.500/pcs 1 x pemakaian
Spuit 3cc Terumo Rp. 1.500/pcs 1 x pemakaian
Handscoon Sensi Glovers Rp. 40.000/box 1 x pemakaian
WFI 25ml Rp. 3.000 1 x pemakaian
NaCl 0,9% 25ml Rp. 3.000 1 x pemakaian
Handscoon Gamex no 6 s/d 8 Rp. 15.000/pcs 1 x pemakaian
Urine Bag Adult Rp. 10.000 1 x pemakaian
Folley Catheter no 8 s/d 24 Rp. 18.000/pcs 1 x pemakaian
yellow
Folley Catheter Rusch no 8 Rp. 20.000/pcs 1 x pemakaian
s/d 24 Gold
Folley Catheter no 18 Silicon Rp. 22.000/pcs 1 x pemakaian
Coated
Folley Catheter no 14 s/d 24 Rp. 100.000/pcs 1 x pemakaian
Silicon White Rusch
Wing Neddle no 23 & 25 Rp. 7.000/pcs 1 x pemakaian
Makro Set Rp. 15.000/pcs 1 x pemakaian
Venflon no 18 s/d 24 Rp. 30.000/pcs 1 x pemakaian
Obat Inhalasi (berotec, Rp. 20.000 1 x pemakaian
bisolvon, nacl)
Kassa sterile 10pcs Rp. 1.500 1 x pemakaian

LAMPIRAN 5
Contoh Biaya Pelayanan Home Care

a. Kunjungan dan perawatan paramedis:

1. Rp 100.000 untuk 1 kali kunjungan (berlaku radius 5-30 km)


2. Rp 150.000 untuk 1 kali kunjungan (berlaku radius >30 km)

3. Rp 75.000 untuk 1 kali kunjungan (radius <5 km)

b. Konsul dan kunjungan dokter:

1. Kunjungan ke rumah penderita : Rp 250.000,- per kunjungan sesuai radius di


atas.

2. Konsul via telepon (hp) : Rp50.000,- per hari (1 kali)

c. Sudah termasuk pemeriksaan tanda-tanda vital dan konsultasi.

1. Untuk pemasangan kateter = Rp. 30.000/tindakan

2. Untuk Pemasangan NGT = Rp. 30.000/tindakan

3. Untuk pemasangan infuse = Rp. 40.000/tindakan

4. Tindakan Suctioning = Rp. 30.000/tindakan

5. Untuk perawatan luka dan ganti balutan = Rp. 30.000/tindakan

Jika ada tindakan lainnya diluar daftar tarif dikenakan biaya= Rp. 30.000/tindakan

LAMPIRAN 6
FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN PADA ORANG DEWASA
No. Rekam Medis: ... ... ... Diagnosa Medis ... ... ...
IDENTITAS

Nama : Jenis Kelamin : L/P Umur :


Agama : Status Perkawinan : Pendidikan :
Pekerjaan : Sumber informasi : Alamat :
PRIMER SURVEY

GENERAL IMPRESSION
Keluhan Utama :

Mekanisme Cedera :

Orientasi (Tempat, Waktu, dan Orang) : Baik Tidak Baik, ... ... ...
Diagnosa Keperawatan:
AIRWAY
Inefektif airway b/d
Jalan Nafas : Paten Tidak Paten Kriteria Hasil :
Obstruksi : Lidah Cairan Benda Asing N/A
Suara Nafas : Snoring Gurgling Intervensi :
Stridor N/A 1. Manajemen airway;headtilt-chin lift/jaw
Keluhan Lain: ... ... thrust
2. Pengambilan benda asing dengan forcep
3.
4.

Diagnosa Keperawatan:
1. Inefektif pola nafas b/d
BREATHING 2. Kerusakan pertukaran gas b/d

Gerakan dada: Simetris Asimetris Kriteria Hasil :


Irama Nafas : Cepat Dangkal Normal
Pola Nafas : Teratur Tidak Teratur Intervensi :
Retraksi otot dada : Ada N/A 1. Pemberian terapi oksigen ltr/mnt,
Sesak Nafas : Ada N/A RR : ... ... x/mnt via
Keluhan Lain: 2. Bantuan dengan Bag Valve Mask
3. Persiapan ventilator mekanik
4.
5.

Diagnosa Keperawatan:
1. Penurunan curah jantung b/d
CIRCULATION 2. Inefektif perfusi jaringan b/d

Nadi : Teraba Tidak teraba Kriteria Hasil :


Sianosis : Ya Tidak
CRT : < 2 detik > 2 detik Intervensi :
Pendarahan : Ya Tidak ada 1. Lakukan CPR dan Defibrilasi
Keluhan Lain: ... ... 2. Kontrol perdarahan
3.
4.

DISABILITY Diagnosa Keperawatan:


1. Inefektif perfusi serebral b/d
2. Intoleransi aktivias b/d
3.

Respon : Alert Verbal Pain Unrespon Kriteria Hasil :


Kesadaran : CM Delirium Somnolen
... ... ... Intervensi :
GCS : Eye ... Verbal ... Motorik ... 1. Berikan posisi head up 30 derajat
Pupil : Isokor Unisokor Pinpoint 2.
Periksa kesadaran dann GCS tiap 5 menit
3.
Medriasis 4.
Refleks Cahaya: Ada Tidak Ada 5.

Keluhan Lain :

Diagnosa Keperawatan:
1. Kerusakan integritas jaringan b/d
EXPOSURE 2. Kerusakan mobilitas fisik b/d
3.

Deformitas : Ya Tidak Kriteria Hasil :


Contusio : Ya Tidak
Abrasi : Ya Tidak Intervensi :
Penetrasi : Ya Tidak 1. Perawatan luka
Laserasi : Ya Tidak 2. Heacting
3.
Edema : Ya Tidak 4.
Keluhan Lain:

SECONDARY SURVEY

Diagnosa Keperawatan:
1. Regimen terapiutik inefektif b/d
ANAMNESA 2. Nyeri Akut b/d
3.

Riwayat Penyakit Saat Ini : Kriteria Hasil :

Intervensi :
1.
2.

Alergi :

Medikasi :

Riwayat Penyakit Sebelumnya:

Makan Minum Terakhir:

Even/Peristiwa Penyebab:

Tanda Vital :
TD : N: S: RR :
PEMERIKSAAN FISIK Diagnosa Keperawatan:
1.
2.
Kepala dan Leher: Kriteria Hasil :
Inspeksi ... ...
Palpasi ... ... Intervensi :
Dada: 3.
Inspeksi ... ... 4.
Palpasi ... ...
Perkusi ... ...
Auskultasi ... ...
Abdomen:
Inspeksi ... ...
Palpasi ... ...
Perkusi ... ...
Auskultasi ... ...
Pelvis:
Inspeksi ... ...
Palpasi ... ...
Ektremitas Atas/Bawah:
Inspeksi ... ...
Palpasi ... ...
Punggung :
Inspeksi ... ...
Palpasi ... ...
Neurologis :

Diagnosa Keperawatan:
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1.
2.
RONTGEN CT-SCAN USG EKG Kriteria Hasil :
ENDOSKOPI Lain-lain, ... ...
Hasil : Intervensi :
1.
2.

Tanggal Pengkajian : TANDA TANGAN PENGKAJI:


Jam :
Keterangan :

NAMA TERANG :
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO. TGL/JAM IMPLEMENTASI KEPERAWATAN PARAF/NAMA

EVALUASI KEPERAWATAN
NO. TGL/JAM EVALUASI KEPERAWATAN PARAF/NAMA
FORM ALAT DAN BAHAN HABIS PAKAI
N NAMA ALAT NAMA BAHAN HABIS PARAF/NAMA
O PAKAI

LAMPIRAN 7

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA


Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Alamat :
Telp :
Menyatakan dengan sesungguhnya dari saya sendiri :
Nama : (L/P)
Umur/Tgl Lahir :
Dengan ini menyatakan SETUJU untuk kerjasama dalam bidang pekerjaan di Home Care
sebagaiSelama ......... Tahun
Dari penjelasan yang diberikan, telah saya mengerti segala hal yang berhubungan dengan
penggajian per bulan, serta bersedia untuk bekerja Shift dan melaksanakan semua kewajiban
yang ada di Home Care

Mojokerto,.20
Direktur, Yang membuat pernyataan,

TTD TTD

() (..)
*Coret yang tidak perlu

DAFTAR PUSTAKA

Evi Karota Bukit : Perawatan Kesehatan di Rumah (Home Health Care), 2008. USU e-
Repository 2008
PEDOMAN PENDAMPINGAN DAN PERAWATAN SOSIAL LANJUT USIA DI RUMAH
(HOME CARE), DIREKTORAT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA
DIREKTORAT JENDERAL REHABILITASI SOSIAL KEMENTERIAN SOSIAL RI
TAHUN 2014
http://jatiarsoeko.blogspot.co.id/2012/03/makalah-home-care.html diakses tanggal 15 April
2017
http://ridwan-ridwansetiawan.blogspot.co.id/2008/11/home-care.html diakses tanggal 15
April