Anda di halaman 1dari 1

PABRIK SILIKA DARI FLY ASH BATUBARA DENGAN

PROSES PRESIPITASI
Nama Mahasiswa : Dina Febriarista (2310 030 015)
: Fixalis Oktafia (2310 030 085)
Program Studi : D III Teknik Kimia FTI-ITS
Dosen Pembimbing : Ir. Imam Syafril, MT

Abstrak
Silika merupakan bahan baku pendukung pembuatan
karet, cat dan kosmetik. Pabrik silika ini bekerja dengan proses
presipitasi. Berdasarkan persediaan bahan baku yaitu fly ash
batubara yang bisa didapatkan dari PLTU Paiton maka dipilih
lokasi pendirian pabrik di daerah Probolinggo, Jawa Timur.
Pembuatan silika dari fly ash dengan proses presipitasi
melalui 6 tahap. Tahap pertama yaitu proses ekstraksi untuk
membentuk natrium silika dari fly ash dengan larutan NaOH 6N
pada temperatur 120C. Tahap kedua yaitu proses presipitasi
untuk membentuk silika dengan mereaksikan natrium silika
dengan larutan H2SO4 38% dan NaCl 36% pada temperatur
100C. Tahap ketiga yaitu proses filtrasi untuk memisahkan silika
dari impuritis. Tahap keempat yaitu proses drying untuk
mengurangi kadar air pada silika. Tahap kelima yaitu proses
milling untuk memperkecil ukuran silika menjadi 100 mesh.
Tahap terakhir yaitu proses screening untuk menyaring dan
homogenisasi ukuran silika.
Pabrik silika bekerja secara kontinyu dan beroperasi
selama 330 hari/tahun dengan kapasitas produksi 4.540
ton/tahun. Fly ash yang dibutuhkan sebesar 32.756,13 kg/hari
dengan bahan baku pendukung NaOH, H2SO4 dan NaCl.
Kebutuhan utilitasnya adalah air sanitasi, air pendingin, air
umpan boiler, air proses dan air make up masing-masing sebesar
26,32; 453,26; 13,85; 73,55; 53,82 m3/hari. Limbah yang
dihasilkan dari industri ini yaitu fly ash sisa, limbah pencucian
slurry, dan debu cyclone.

Kata kunci : Silika, Fly Ash, Presipitasi.