Anda di halaman 1dari 6

PERATURAN DIREKTUR

NOMOR : /PER/DIR/VI/2016

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN STERILISASI SENTRAL

MENIMBANG : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit


An-Nisa Tangerang, maka diperlukan penyelenggaraan
pelayanan Sterilisasi Sentral yang bermutu tinggi;
b. bahwa agar pelayanan Sterilisasi Sentral di Rumah Sakit An-Nisa
Tangerang dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan
Direktur Rumah Sakit An-Nisa Tangerang sebagai landasan bagi
penyelenggaraan pelayanan Sterilisasi Sentral di Rumah Sakit
An-Nisa Tangerang;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
a dan b,perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit
An-Nisa Tangerang.

MENGINGAT : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009


tentang Rumah Sakit.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan.
c. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit Menteri Kesehatan Republik Indonesia
MEMUTUSKAN

MENETAPKAN
PERTAMA : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT AN-NISA TANGERANG
TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN STERILISASI SENTRAL
RUMAH SAKIT AN-NISA TANGERANG
KEDUA : Kebijakan pelayanan Sterilisasi sentral Rumah Sakit An-Nisa
Tangerang sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini
KETIGA : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan Sterilisasi
sentral Rumah Sakit An-Nisa Tangerang dilaksanakan oleh Manager
Penunjang Rumah Sakit An-Nisa Tangerang
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini
akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : TANGERANG
PADA TANGGAL : 28 JUNI 2016
DIREKTUR RS AN-NISA TANGERANG

dr. Ediansyah, MARS


Lampiran Surat Keputusan Direktur RS An-Nisa Tangerang
Nomor: /PER/DIR/VI/2016 Tertanggal 28 Juni 2016

KEBIJAKAN PELAYANAN STERILISASI SENTRAL


RUMAH SAKIT AN-NISA TANGERANG

A. PENGERTIAN
1. Unit Sterilisasi Sentral (CSSD) adalah salah satu unit penunjang bisnis di RS AN-
NISA Tangerang yang mempunyai tugas sebagai pengelola sterilisasi di rumah sakit,
serta melaksanakan kegiatan sterilisasi secara sentral untuk menunjang kelancaran
pelayanan.
2. Pelayanan Sterilisasi Rumah Sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari system
pelayanan kesehatan rumah sakit yang memproses semua bahan, peralatan dan
perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelayanan medis di rumah sakit, mulai dari
perencanaan, pengadaan, pencucian, pemberian tanda, proses sterilisasi,
penyimpanan dan penyaluran.
3. Pelayanan Sterilisasi sentral atau CSSD (Central Sterile Supply Departement)
merupakan salah satu mata rantai untuk pengendalian infeksi dan berperan dalam
menurunkan angka infeksi nosokomial dan mewujudkan keselamatan pasien
(Patient Safety).
4. Sentralisasi adalah sistem yang mencerminkan kegiatan yang dilakukan terpusat,
dalam satu atap manajemen agar kualitas yang dicapai dapat terstandarisasi, tidak
ada duplikasi pelayanan sterilisasi sehingga terjadi efisiensi cost bagi rumah sakit.
5. Sterilisasi adalah suatu proses penanganan alat atau bahan yang tidak steril menjadi
steril dengan menghancurkan semu bentuk kehidupan mikroba termasuk endospore
melalui metode sterilisasi.
6. Steril adalah kondisi bebas dari semua mikroorganisme termasuk spora.
7. Barang steril sekali pakai (single use) adalah barang / alat kesehatan yang
disediakan dan diproduksi untuk sekali pakai atau habis digunakan sekali pakai
dalam satu kemasan.
8. Barang steril yang dapat diulang (re-use) adalah barang/alat kesehatan sesudah
digunakan dapat diulang pakai setelah melalui proses pencucian, dekontaminasi,
pengemasan/labeling dan disterilkan dengan mesin sterilisastor yang sesuai (suhu
tinggi dan suhu rendah)
9. Dekontaminasi adalah proses pembersihan peralatan dan barang/alat kesehatan
kotor yang mungkin terkontaminasi oleh mikroba secara fisika atau kimia dengan
menggunakan desinfektan atau deterjen dimulai dari mengelompokkan, merendam,
mencuci, membilas sampai mengeringkan.
10. Desinfektan adalah bahan kimia yang dipergunakan untuk mencegah terjadinya
infeksi atau pencemaran dan mempunyai karakteristik dapat mensterilkan.
11. Pengemasan adalah kegiatan pembungkus barang/ alat kesehatan yang akan
diterilkan dengan bahan pengemas yang sesuai jenis dan ukuran.
12. Labelling adalah kegiatan pemberian label/etiket yang dilakukan terhadap masing-
masing bungkus/kemasan dari barang/alat kesehatan yang akan melalui proses
sterilisasi.

B. PENGORGANISASIAN
1. Kegiatan sterilisasi sentral dikelola oleh Koordinator Penunjang Non Medis dalam
jabatan fungisional.
2. Koordinator Penunjang Non Medis bertanggung jawab langsung kepada Manager
Penunjang.
3. Dalam melaksanakan kegiatan, koordinator Penunjang Non Medis dibantu oleh
Penanggung Jawab Sterilisasi sentral dan pengelola sterilisasi sentral.

C. KETENAGAAN
1. Tenaga yang bekerja di Unit Sterilisasi Sentral berdasarkan jenis dan kualifikasi
sesuai kebutuhan.
2. Kualifikasi tenaga :
a. Koordinator Penunjang Non Medis : DIII/Sarjana Kesehatan
b. Penanggung Jawab Unit : DIII Kesehatan
c. Pelaksana Unit Sterilisasi Sentral : SMA
3. Kompetensi : di bidang Sterilisasi
4. Sertifikasi : di bidang Sterilisasi

D. PERENCANAAN KEBUTUHAN
1. Perencanaan kebutuhan pelayanan sterilisasi rumah sakit diusulkan oleh unit
sterilisasi sentral (CSSD) sebagai rekapitulasi usulan dari setiap unit kerja.
2. Perencanaan Bahan Medis Habis Pakai adalah perencanaan bahan baku dan
pengemas yang dibutuhkan untuk produksi barang medis steril secara periodic
dengan memperhatikan efisiensi dan efektifitas penggunaannya dan dikirik ke
Bagian Logistik Medis untuk proses selanjutnya.
3. Perencanaan Sarana dan Prasarana diusulkan ke Bagian Keuangan.
4. Perencanaan kebutuhan ATK, ART dan alat non medis diusulkan ke Bagian Logistik
Umum.
5. Perencanaan Kebutuhan SDM diusulkan ke Bagian HRD.

E. PERENCANAAN PRODUKSI BARANG MEDIS HABIS PAKAI (BMHP)