Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN (SAP)

Sasaran dan Target.


Sasaran : Masyarakat di Kel. Paminggir RW 06
Target : Masyarakat.
Metode.
Ceramah.

Tanya jawab.
Diskusi.

Media dan alat.


Infokus
Laptop

Leaflet
Waktu dan Tempat.
Hari/tanggal : Kamis 27 April 2017
Jam : 10.00 WIB s/d Selesai.
Tempat : Mushola
Pengorganisasian.
Moderator : Muhammad Wildan Guntara, S.Kep
Presenter : Husni Saprudin, S.Kep
Observer : Nisa Khaerunnisa, S.Kep
Mia Urwatus Syifa, S.Kep
Fasiltator : Ari Niyanti Rahayu, S.Kep
Nurpitra Fajrin, S.Kep
Rika Rahmat, S.Kep
Nasrudin Jamil, S.Kep

Moderator.
Membuka acara
Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing lahan dan Pendidikan.
Menjelaskan Tujuan dan Topik.
Menjelaskan kontrak waktu.
Menyerahkan jalannya penyuluhan kepada presenter.

1
Mengarahkan alur diskusi.
Memimpin jalannya diskusi.
Menutup acara.
Presenter

Mempresentasikan materi untuk penyuluhan

Fasilitator

Memotivasi masyarakat untuk berperan aktif dalam jalannya penyuluhan.


Membantu dalam menanggapi pertanyaan dari masyarakat
Observer

Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.

Setting Tempat.

Keterangan :

: Pembimbing : Peserta

: Presenter : Fasilitator

: Moderator : Observer
2
1. Tujuan

I. Tujuan Pembelajaran Umum


Setelah diberikan penyuluhan tentang penyuluhan kesehatan jiwa selama 20 menit
diharapkan keluarga mampu memahami tentang pemberian obat.

II. Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah diberi penyuluhan /pendidikan kesehatan/pembelajaran selama 20 menit
diharapkan sasaran dapat:

1. Menyebutkan manfaat obat


2. Menyebutkan akibat dari ketidakpatuhan minum obat
3. Menyebutkan 5 benar pemberian obat
4. Menyebutkan tanda-tanda kekambuhan

III. Pokok Materi Penyuluhan


1. Manfaat Obat
2. Akibat dari ketidakpatuhan minum obat
3. 5 benar pemberian obat
4. Tanda-tanda kekambuhan

2. Strategi pendidikan kesehatan


No Kegiatan Pendidikan Kesehatan Waktu

Fasilitaror Peserta (klien)

1 Pembukaan: Menjawab salam 5 menit

3
Memberi salam Menjawab pertanyaan
Mengkomunikasikan pokok Menyimak
bahasan
Mengkomunikasikan tujuan
2 Kegiatan Inti : Menyimak 15 menit

Mengajukan pertanyaan
Menjelaskan materi
Memperhatikan dan mengikuti
Memberi kesempatan
saran yang diberikan
bertanya
Melakukan redemonstrasi
Menjawab pertanyaan
Menyimak dan menjawab
Memberikan reinforcement
pertanyaan
Melakukan demonstrasi
3 Penutup : Menyimak 10 menit

Menjawab pertanyaan
Menyimpulkan materi
Menjawab salam
Melaksanakan evaluasi
Mengucapkan salam
penutup

3. Evaluasi
IV. Evaluasi
Prosedur : Pre dan Post tes
Bentuk : Pertanyaan
Jenis tes : Demonstrasi
Butiran soal
1. Sebutkan manfaat Obat
2. Sebutkan akibat dari ketidakpatuhan minum obat
3. Sebutkan 5 benar pemberian obat
4. Sebutkan tanda-tanda kekambuhan

V. Lampiran Materi
1. Manfaat Obat
2. Akibat dari ketidakpatuhan minum obat
4
3. 5 benar pemberian obat
4. Tanda-tanda kekambuhan

VI. Sumber
1. Dharmadi. 2002. Skizoprenia. Diakses pada 12 Agustus 2010 dari
http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-
gangguan-psikosis-fungsional.html
2. Siswono. 2003. Dinamika keluarga dengan skizoprenia. Diakses pada 12 Agustus
2010 dari http://onlineassociate.net/pdf/angka-kejadian-skizofrenia-di-indonesia/
3. http://nursingbegin.com/prinsip-enam-benar-dalam-pemberian-obat/
4. Pariwisata. 2006. Skizofrenia. (http://faktor-kekambuhan-skizofrenia.com, Diakses 23
September 2014).

LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian Displin Minum Obat


Prilaku pasien yang menaati semua ketentuan dan peraturan dalam penggunaan
obat sesuai dengan petunjuk medis yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan. Hal ini
merupakan syarat utama tercapainya keberhasilan dalam pengobatan yang dilakukan.

B. Manfaat dan Tujuan Pemberian Obat


1. Membantu klien menjadi lebih tenang sehingga dapat beristirahat
2. Membantu klien dalam mengendalikan emosi
5
3. Membantu mengendalikan perilaku klien
4. membantu klien dalam berinteraksi dengan orang lain
5. Membantu proses pikir (konsentrasi)

C. Akibat Ketidakpatuhan Minum Obat


1. Bertambah parahnya penyakit yang diderita
2. Penyakit menjadi kronis dan susah disembuhkan
3. Berkurangnya efektivitas obat yang dikonsumsi
4. Penyakit yang diderita sering kambuh kembali sehingga harus rawat inap ulang
5. Terjadi overdosis (untuk penggunaan yang berlebihan)

D. Prinsip Lima benar Pemberian Obat


Yang dimaksud dengan 5 benar itu yaitu : Benar pasien,benar Obat,Benar dosis,benar
cara dan benar waktu

1. Benar Pasien
Sebelum obat diberikan, identitas pasien harus diperiksa (papan identitas di
tempat tidur, gelang identitas) atau ditanyakan langsung kepada pasien atau
keluarganya. Jika pasien tidak sanggup berespon secara verbal, respon non verbal
dapat dipakai, misalnya pasien mengangguk. Jika pasien tidak sanggup
mengidentifikasi diri akibat gangguan mental atau kesadaran, harus dicari cara
identifikasi yang lain seperti menanyakan langsung kepada keluarganya. Bayi harus
selalu diidentifikasi dari gelang identitasnya.

2. Benar Obat
Obat memiliki nama dagang dan nama generik. Setiap obat dengan nama dagang
yang kita asing (baru kita dengar namanya) harus diperiksa nama generiknya, bila
perlu hubungi apoteker untuk menanyakan nama generiknya atau kandungan obat.
Sebelum memberi obat kepada pasien, label pada botol atau kemasannya harus
diperiksa tiga kali. Pertama saat membaca permintaan obat dan botolnya diambil dari
rak obat, kedua label botol dibandingkan dengan obat yang diminta, ketiga saat
dikembalikan ke rak obat. Jika labelnya tidak terbaca, isinya tidak boleh dipakai dan
harus dikembalikan ke bagian farmasi.

Jika pasien meragukan obatnya, perawat harus memeriksanya lagi. Saat memberi
obat perawat harus ingat untuk apa obat itu diberikan. Ini membantu mengingat nama
obat dan kerjanya.

6
3. Benar Dosis
Sebelum memberi obat, perawat harus memeriksa dosisnya. Jika ragu, perawat
harus berkonsultasi dengan dokter yang menulis resep atau apoteker sebelum
dilanjutkan ke pasien. Jika pasien meragukan dosisnya perawat harus memeriksanya
lagi. Ada beberapa obat baik ampul maupun tablet memiliki dosis yang berbeda tiap
ampul atau tabletnya.

4. Benar Cara/Rute
Obat dapat diberikan melalui sejumlah rute yang berbeda. Faktor yang
menentukan pemberian rute terbaik ditentukan oleh keadaan umum pasien, kecepatan
respon yang diinginkan, sifat kimiawi dan fisik obat, serta tempat kerja yang
diinginkan. Obat dapat diberikan peroral, sublingual, parenteral, topikal, rektal,
inhalasi.

a. Oral, adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak dipakai yaitu
melalui rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN.
b. Parenteral, yaitu melalui vena (perset / perinfus).
c. Topikal, yaitu pemberian obat melalui kulit atau membran mukosa. Misalnya
salep, losion, krim, spray, tetes mata.
d. Rektal, yaitu pemberian obat melalui anus
e. Inhalasi, yaitu pemberian obat melalui saluran pernafasan. Saluran nafas
memiliki epitel untuk absorpsi yang sangat luas, dengan demikian berguna untuk
pemberian obat secara lokal pada salurannya, misalnya salbotamol (ventolin),
combivent, berotek untuk asma, atau dalam keadaan darurat misalnya terapi
oksigen.

5. Benar Waktu
Ini sangat penting, khususnya bagi obat yang efektivitasnya tergantung untuk
mencapai atau mempertahankan kadar darah yang memadai. Jika obat harus diminum
sebelum makan, untuk memperoleh kadar yang diperlukan, harus diberi satu jam
7
sebelum makan. Ingat dalam pemberian antibiotik yang tidak boleh diberikan bersama
susu karena susu dapat mengikat sebagian besar obat itu sebelum dapat diserap. Ada
obat yang harus diminum setelah makan, untuk menghindari iritasi yang berlebihan
pada lambung misalnya asam mefenamat.

E. Tanda-tanda Kekambuhan
1. Ada penawaran minum obat (menolak minum obat)
2. Sulit tidur dan mondar-mandir
3. Malas berbicara dengan orang lain
4. Banyak menyendiri dan melamun
5. Malas melakukan aktifitas harian
6. Malas perawatan diri
7. Malas cemas dan khawatir yang berlebihan
8. Cepat marah dan mudah tersinggung
9. Keluyuran/pergi tanpa tujuan
10. Merusak tanaman dan mengganggu lingkungan
11. Merusak alat-alat rumah tangga
12. Memukul atau melukai orang lain
13. Melukai diri sendiri (mencoba bunuh diri)
14. Mengatakan keinginan untuk mati/bunuh diri
15. Mengancam orang lain
16. Teriak-teriak
17. Bicara dan tertawa sendiri

F. Tindakan yang dilakukan saat muncul tanda-tanda kekambuhan

Dalam pemberian obat oleh tenaga medis, ada jangka waktu yang diperkirakan oleh tenaga
medis hingga obat habis. namun jika dalam prosesnya ternyata obat belum habis dan tanda-
tanda kekambuhan muncul, maka keluarga wajib mengantarkan kembali pasien untuk kontrol
sehingga dapat dilihat perkembangan dan diproses mana obat tersebut tidak efektif.