Anda di halaman 1dari 5

2.

CENTRAL VENOUS PRESSURE


(CVP)
Merupakan pengukuran langsung dari atrium kanan. Central venous pressure mencerminkan
preload ventrikel kanan dan kapasitas vena,sehingga dapat diketahui volume pembuluh darah
atau cairan dan efektifitas jantung sebagai pompa. CVP adalah pengukuran tekanan di vena
cava superior atau atrium kanan.

1. 1. Indikasi Monitoring

1. Gangguan volume sirkulasi darah, tetapi fungsi kardio pulmoner relative normal.

2. Therapi cairan pada paska perdarahan, bedah trauma, sepsis, kondisi emergency
dengan kekurangan cairan dan komponen darah.

1. 2. Pengukuran

1. Apabila menggunakan Pressure tranduser, maka dalam satuan millimeter of


mercury (mmHg)

2. Apabila menggunakan Water manometer, maka dalam satuan centimeter air


(cmH2O)

Untuk merubah dari mmHg cm H2O adalah

mmHg X 1,36 = ..cmH2O

Sebaliknya untuk merubah dari cmH2O mmHg adalah

cmH2O 1,36 = mmHg

pasien dengan nilai CVP rendah, artinya Hipovolemik

pasien dengan CVP tinggi artinya overload cairan.

1. 3. Komplikasi

Hematothorax

Pneumothorax

Nerve injury
Arterial puncture

Thorxic duct perforation

Infeksi local/sistemik

Thrombosis

Emboli udara

Phlebostatik Axis
Phlebostatik axis adalah mengatur posisi tidur
pasien dengan posisi head-up 30Hal yang
penting dalam pengukuran CVP adalah menjaga
kesetabilan dan konsistensi ZERO POINT (titik
nol).zero point menggambarkan posisi atrium,
yaitu pada garis mid axilla intercosta keenam.

Phlebostatik axis

Daerah pemasangan
Vena subclavia

Vena jugularis

Vena antecubital

Vena femoralis

Prosedur pemasangan
Persiapan alat

1. Catheter vena central

2. Cairan NaCl 0,9 %

3. Heparin
4. Lidocain 2%

5. Spuit 3cc, 10cc

6. Cairan antiseptic

7. Duk lubang kecil

8. Kapas alcohol

9. Kassa steril

10. Gunting

11. Benang dan jarum

12. Manometer / tranduser monitor

13. Standar infuse

14. Threeway stop-cock

15. Masker, sarung tangan steril, skort

Pelaksanaan

1. Cuci tangan

2. Persiapan alat

3. Jelaskan prosedur pada pasien

4. Siapkan pasien pada posisi telentang (supine)

5. Desinfeksi daerah pemasangan

6. Lakukan anestesi local, masukkan kateter dengan teknik aseptic sampai mencapai muara
vena cava superior(dilakukan oleh dokter yang kompeten)

7. Hubungkan kateter dengan manometer

8. Fiksasi kateter , dan tutup dengan kasa steril pada daerah insersi

9. Paska tindakan : lakukan foto thoraks untuk mengetahui posisi kateter, awasi KU pasien,
dan adanya tanda-tanda komplikasi.
10. Perhatikan adanya undulasi yang sesuai dengan respirasi pasien (posisi kateter benar),
undulasi menyamai denyut nadi berarti posisi kateter terlalu dalam.

Prosedur pengukuran dengan Manometer air

1. Cuci tangan

2. Jelaskan prosedur kepada pasien

3. Posisikan pasien pada phlebostatik axis dan tentukan pasisi Zero pointnya

4. Pindahkan jalur infuse dari pasien ke manometer dengan menutup jalur ke pasien pada
threeway

5. Setelah air pada manometer sampai pada puncak, pindahkan jalur cairan infuse dari
manometer ke pasien dengan menutup jalur dari flabot infuse

6. Tunggu hingga cairan pada manometer tidak lagi bergerak turun. Nilai CVp adalah
tingginya air dalam manometer saat air berhenti.

7. Catat nilai CVP pada lembar observasi

Penyebab perubahan tekanan intra cardial

CVP

Penyebab Nilai CVP Penyebab Nilai CVP


Penurunan CVP
Volume overload yang disebabkan
kelebihan cairan, gagal ventricle kanan, dapat terjadi akibat
cardiomyopaty, emboli paru, COPD,
sepsis, ARDS, MI/MS hipovolemia,
vasodilatasi akibat
Efussi , cardiac tamponade
obat dan syok dari
Hipertensi pulmonal
berbagai penyebab.
Pemberian PEEP

Pneumothorax
Ascites

Hipertensi