Anda di halaman 1dari 15

PEMELIHARAAN SWITCH GEAR

Disusun oleh:
FUJI LESTARI, S.Pd.

PENDIDIKAN PROFESI
GURU
UNIVERSITAS NEGERI
MALANG
PEMELIHARAAN SWITCH GEAR
(KUBIKEL TEGANGAN MENENGAH)

A. TUJUAN
1. Siswa mampu menyebutkan peralatan yang digunakan dalam pemeliharaan switch
gear
2. Siswa mampu mengklasifikasikan jenis pemeliharaan switch gear
3. Siswa mampu menguraikan kegiatan pemeliharaan komponen switch gear sesuai

B. URAIAN MATERI
3.8. Pemeliharaan switch gear
Kubikel Tegangan Menengah adalah seperangkat peralatan listrik yang dipasang pada
Gardu Induk dan Gardu Distribusi/Gardu Hubung yang berfungsi sebagai pembagi,
pemutus, penghubung, pengontrol dan pengaman sistem penyaluran tenaga listrik
tegangan menengah.

Gambar 1. Kubikel Tegangan Menengah


Berdasarkan fungsi/penempatannya, switch gear di gardu induk antara lain:
1. Kubikel incoming berfungsi sebagai penghubung dari sisi sekunder trafo daya ke rel
tegangan menengah.
2. Kubikel outgoing berfungsi sebagai penghubung/penyalur dari rel ke beban.
3. Kubikel pemakaian sendiri (trafo PS) berfungsi sebagai penghunbung dari rel ke beban
pemakaian sendiri gardu induk
4. Kubikel kopel(bus kopling) berfungsi sebagai penghubung antara rel 1 dengan rel 2
5. Kubikel PT berfungsi sebagai sarana pengukuran dan pengaman
6. Kubikel bus riser (interface) berfungsi sebagai penghubung antar kubikel
7. Kubikel PT rel dengan arrester berfungsi sebagaiinputan tegangan (open delta) untuk rele
proteksi (Directional Ground Relay). PadaKubikel ini dilengkapi dengan Ligthning

1
Arrester (LA) yang berfungsi sebagai pengamantegangan lebih akibat dari surja petir dan
surja hubung.
Jenis kubikel (switch gear) antara lain
1. Open type
Kubikel jenis open type adalah kubikel yang terpasang dengan kondisi rel terlihat
atautidak dalam kompartemen yang tertutup. Sehingga rel tersebut memerlukan
pemeliharaanrutin, terutama pembersihan isolator tumpu/post insulator dari debu/kotoran.
PMTKubikel jenis ini biasanya tidak dapat di-rack in atau rack out, tetapi Kubikel jenis
inidilengkapi dengan PMS kabel + PMS tanah dan PMS Rel sebagai pengamanan
ketikaada perbaikan atau pemeliharaan.

Gambar 1.2. Kubikel Jenis Open Type


2. Close type
Kubikel jenis close type adalah Kubikel yang terpasang dengan kondisi rel tertutup atau
didalam kompartemen. Hal ini dimaksudkan agar rel lebih aman dan bersih karena
tidakbersentuhan langsung dengan debu udara sekitar. Kubikel ini juga dilengkapi
denganpemanas (heater) untuk mencegah kelembaban di dalam kubikel. PMT kubikel
jenis inididesain dapat di-rack in atau rack out sebagai pengamanan ketika ada perbaikan
ataupemeliharaan

Gambar 1.3. Kubike Jenis Close Type


Penempatan kubikel dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Kubikel indoor adalah Kubikel yang penempatan / pemasangannya di dalam
bangunantertutup, baik bangunan dari beton ataupun kontruksi bangunan dengan plat besi

2
(metalclad). Kontruksi metal clad sering digunakan di Gardu Hubung atau bangunan mall,
kantordan lainnya.
2. Kubikel outdoor adalah Kubikel yang penempatan / pemasangannya di luar
bangunan.Untuk pengamanan, Kubikel tersebut dapat juga diberi atap. Kubikel jenis ini
didesainuntuk tahan terhadap perubahan cuaca. Namun penempatan rele proteksinya
dipisahpada ruangan tersendiri.

Gambar 1.4. Bagian-bagian dari Switch Gear (Kubikel)


Keterangan gambar:
1) Compartment 10) kabel power
2) Isolator posh 11) relai
3) Rel/busbar 12) Kwh meter
4) Drooper 13) Amperemeter
5) a/b insulation cover 14) Terminal control wiring
6) a/b moving contact 15) Tombol close/open PMT
7) ruang buka tutup kontak utama 16) Kabel kontrol penghubung antara terminal
8) trafo arus (CT) kontrol dengan mekanik penggerak
9) terminal utama keluar 17) Trafo tegangan (PT)

Kubikel tegangan menengah terdiri dari komponen utama dan komponen pendukung.
Komponen utama antara lain (1) PMT/pemutus, (2) rel/busbar, (3) trafo arus/CT, dan (4) trafo
tegangan/PT. Sedangkan komponen pendukung pada kubikel antara lain (1) Relai, (2) meter,
(3) kontrol/indikator, (4) pemanas/heater, dan (5) handle kubikel.

3
3.8.1. Peralatan pemeliharaan/pengujian switch gear
Peralatan Uji dan Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan pada saat melakukan
pemeliharaan switch gear antara lain
a. Peralatan pemeliharaan/pengujian:
Alat uji CB analyzer AVOmeter
Alat uji CT analyzer Tang ampere
Alat uji tahanan kontak Alat uji tekanan SF6 (kondisional)
Alat uji tahanan insulasi Alat ukur tahanan isolasi minyak
Alat uji relai proteksi (kondisional)

Vacuum checker Earthmeter

b. Alat pelindung diri (APD):


Sabuk pengaman (kondisional) Grounding local
Topi/helm pengaman Tester tegangan
Sarung tangan safety Rambu-rambu/tagging
Sepatu safety

4

3.8.2. Jenis-jenis Pemeliharaan Switch Gear
Tujuan pemeliharaan suatu alat/mesin antara lain (1) mempertahankan efisiensi, (2)
mempertahankan keandalan, dan (3) mempertahankan umur ekonomis dari mesin tersebut.
Dalam perkembangannya, pemeliharaan semula didasarkan atas periode waktu tertentu
yang disebut pemeliharaan periodik. Kemudian berkembang sehingga muncullah
pemeliharaan prediktif.
a. Pemeliharaan periodik adalah pemeliharaan alat menurut periode waktu tertentu
berdasarkan buku petunjuk pabrik pembuat alat tersebut. Pemeliharaan ini juga bersifat
pemeliharaan preventif di mana artinya pemeliharaan pencegahan sebelum terjadi
kerusakan.
b. Pemeliharaan prediktifadalah pemeliharaan yang dilakukan atas dasar pengamatan
data dan informasi yang menyangkut alat yang akan dipelihara. Besaran-besaran yang
perlu diamati untuk menentukan kapan suatu alat perlu dipelihara tergantung pada
macam alatnya. Besaran-besaran itu antara lain tahanan isolasi, arus beban motor, suhu
air pendingin, getaran mesin, tekanan minyak pelumas, kandungan air, sinar
inframerah, partial discharge, rekaman arus dan tegangan switching, dan rekaman
frekuensi.
Pedoman pemeliharaan switch gear(kubikel)berdasarkan buku pedoman pemeliharaan
kubikel tegangan menegah PLN terbagi menjadi tiga jenis yaitu:
a. In Service Inspection
In Service Inspection adalah kegiatan yang dilakukan pada saat kubikel dalam kondisi
operasi/bertegangan. Tujuan dilakukannya in service inspection adalah untuk
mendeteksi secara dini ketidaknormalan yang mungkin terjadi di dalam kubikel tanpa
melakukan pemadaman. Dalam in service inspection, dilakukan beberapa pemeriksaan
dengan metode (1) pengecekan dengan panca indera (visual, penciuman, pendengaran)
dan (2) pengecekan dengan alat ukur sederhana (thermogun, termometer, dll).
Untuk In Service Inspection pada pemeliharaan Kubikel dilakukan dengan periode
Harian,Bulanan, 3 Bulanan, 2 tahunan. Selain itu ada bebe crapa pemeliharaan yang
pelaksanaannya bergantung pada kondisi peralatan Kubikel tersebut (kondisional). Pada
Tabel 4.1. merupakan kegiatan pemeliharaan kubikel (switch gear) berdasarkan
pemeliharaan periodiknya.
Tabel 1. Kegiatan Pemeliharaan Switch Gear in Service Inspection
Periode Harian
Pemeriksaan indikator pegas mekanik pada PMT sistem pegas.
Monitor tekanan Gas SF 6 low (jenis PMT dengan media gas
yang
dilengkapi dengan indikator tekanan).
Periode Bulanan
Pemeriksaan visual terhadap benda asing, bunyi-bunyian dan
bau-bauan.
Pemeriksaan visual alat ukur (meter) dan rele.
Pemeriksaan lemari kontrol, pemanas ruang (heater), lampu
penerangan.
Pemeriksaan kebersihan Kubikel dan ruang wiring kontrol
Periode 3 Bulanan
Pemeriksaan indikator posisi PMT Close /Open.
Pemeriksaan counter kerja PMT
Periode 2 Tahunan
Pemeriksaan struktur mekanik Kubikel
Kondisional/bila diperlukan
Pemeriksaan visual terhadap bunyi-bunyian dan bau-bauan dapat
dilakukan bersamaanketika melakukan pekerjaan lain, misalnya
ketika sedang mencatat data pengusahaanKubikel
b. In Service Measurement
Merupakan pengukuran yang dilakukan pada periode tertentu dalam keadaan
peralatanbertegangan.Pengukuran dan/atau pemantauan yang dilakukan bertujuan
untuk mengetahui/memonitor kondisi peralatan dengan menggunakan alat ukur yang
advanced (sepertiThermal Image Thermovision).Untuk In Service Measurement pada
Pemeliharaan Kubikel dilakukan dengan periodeBulanan dan Kondisional. Pada Tabel
4.2. merupakan kegiatan pemeliharaan kubikel berdasarkan pemeliharaan
periodiknya.
Tabel 2. Kegiatan Pemeliharaan Switch Gear in Service Measurement
Periode Bulanan
Pengukuran suplai tegangan AC dan DC Kubikel
Pengukuran suhu Kubikel
Pengukuran suhu terminal dan sambungan pada rel, CT, PT,
kabel dan
peralatan lain yang dialiri arus dalam Kubikel. Pelaksanaan
thermovisi
dilakukan melalui lubang intai pada Kubikel.
Kondisional/Bila Diperlukan
Pengukuran suhu Kubikel, terminal dan sambungan pada rel,
CT, PT, kabel sertaperalatan lain yang dialiri arus dalam
Kubikel, juga dilakukan dengan memerhatikankondisi
pembebanan Kubikel tersebut. Semakin tinggi beban yang
disalurkannya, periodepengukuran suhu dengan thermovisi perlu
semakin cepat

c. Shutdowmn Measurement
Merupakan pengukuran yang dilakukan pada periode 2 tahunan dalam
keadaan peralatantidak bertegangan.Pengukuran ini dilakukan bertujuan untuk
mengetahui kondisi peralatan secara lebih rinci.

3.8.3. Prosedur Pemeliharaan Switch Gear
Prosedur pemeliharaan pada umumnya meliputi langkah kerja, evaluasi hasil
pemeliharaan, dan rekomendasi hasil pemeliharaan.
A. Langkah Kerja
Pada handout ini akan diuraikan langkah kerja pemeliharaan rutin dari komponen
switch gear dengan dibatasi pada komponen utama switch gear yaitu PMT, Rel/Busbar,
dan Trafo yang ditunjukkan pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Langkah Pemeliharaan Komponen Switch Gear (PMT, Trafo, dan
Rel/Busbar)
Na
ma
ko
mp
one
Langkah pemeliharaan
n
swi
tch
gea
r
PM 1. Cek/ periksa peralatan yang akan dibersihkan apakah
T sudah bebas dari tegangan dengan detektor 20 KV.
2. Bersihkan selungkup (body) PMT dengan dergen dan
majun kemudian bersihkan/ dilap dengan majun.
3. Bersihkan selungkup (body) PMT dengan cara
Na
ma
ko
mp
one
Langkah pemeliharaan
n
swi
tch
gea
r
menyemprotkan pembersih Cleaner ke selungkup (body)
PMT dan lap dengan majun.
4. Bersihkan isolator, tabung PMT, body CT/PT dengan
mengoleskan alkohol secukupnya kemudian lap deng
majun sampai bersih.
5. Bersihkan terminal kabel wiring (pengawatan) CT/TP dan
socket PMT dengan kuas kecil dan kontak cleaner dan
kemudian kencangkan baut terminal (Ct, relay,Meter)
6. Bersihkan kontak finger PMT dengan kain bersih dan
alkohol dan lumasi dengan pelumas kontak finger.
7. Bersihkan terminal kabel penyulang dengan lap bersih,
kencangkan baut terminal dan buat pengikat kabel.
8. Buka penutup mekanik PMT dengan obeng bersihkan
bagian dalam dengan alkojol dan majun kemudian lumasi
dengan pelumas mekanik dan tutup pasang tutupan
kembali.
9. Periksa apakah ada lubang yang cukup lebar untuk masuk
binatang kedalam ruang sel, kubikel tutup lubang dengan
seal/kompond/ gypsum untuk menghindari binatang
Tra 1. Cek/ periksa peralatan yang akan dibersihkan apakah
fo sudah bebas dari tegangan dengan detektor 20 KV.
2. Periksa secara visual kondisi part transformator
3. Periksa kondisi tap charger apakah masih dalam kondisi
baik
4. Periksa apakah ada rembesan minyak pada tranformator
5. Periksa body tranformator apakah ada perubahan fisik
(gelembung)
6. Bersihkan LBS transformator dan lumasi mekanik
penggeraknya
7. Bersihkan area ruangan tranformatordan cuci dengan
detergent.
8. Periksa kekencangan baut terminal primer dan sekunder
tranformator dan bersihkan isolator dengan mengoles
sakaphen gosok dan lap dengan majun.
9. Periksa secara visual kondisi silicagel tranformator jika
Na
ma
ko
mp
one
Langkah pemeliharaan
n
swi
tch
gea
r
sudah berwarna merah silicagel harus diganti.
10. Periksa secara visual kondisi minyak tranformator melalui
htabung kaca.
11. Cek/ periksa minyak tranformator secara periodik.
1. Cek/ periksa peralatan yang akan dibersihkan apakah
sudah bebas dari tegangan dengan detektor 20 KV.
2. Pasang peralatan grounding pada rel/ busbar
3. Bersihkan area rel dari debu dan kotoran lainnya dengan
detergent dan lap pembersih
4. Bersihkan rel, PMS rel mengoleskan alkohol secukunya
Rel/
kemudian digosok dengan lap majun hingga bersih
bus 5. Bersihkan isolator tumpu rel dengan majun yang diberi
bar sakapen secukupnya pada isolatornya kemudian bersihkan
dengan alkohol dan lap pembersih.
6. Periksa baut klem rel/ cek kekencangan baut dengan
kunci torsi sesuai rekomendasi pabrik
7. Lumasi mekanik penggerak PMS rel dengan grease
secukupnya.

B. Metode Pemeliharaan Kubikel
Metode evaluasi untuk pemeliharaan kubikel mengacu pada flow chart / alur seperti
pada
Gambar 5 berikut ini.

Gambar 5. Flow Chart/Alur untuk Metode Evaluasi Pemeliharaan Kubikel



Tahapan pada flow chart dijelaskan sebagai berikut:
1. Evaluasi Level 1
Pelaksanaan tahap awal ini berdasarkan pada hasil In Service / Visual
Inspection, serta dapat juga dengan menambahkan hasil on line monitoring. Tahapan
ini menghasilkan kondisi awal (early warning) dari Kubikel.
2. Evaluasi Level 2
Hasil akhir serta rekomendasi pada tahap pertama menjadi masukan untuk
dilakukannya evaluasi level 2, ditambah dengan pelaksanaan In Service
Measurement. Tahapan ini menghasilkan gambaran lebih lanjut untuk justifikasi
kondisi Kubikel, serta menentukan pemeliharaan lebih lanjut.
3. Evaluasi Level 3
Merupakan tahap akhir pada metode evaluasi pemeliharaan. Hasil evaluasi
level 2 ditambah dengan hasil shutdown measurement dan shutdown function check,
menghasilkan rekomendasi akhir tindak lanjut yang berupa Life extension program dan
Asset development plan, seperti retrofit, refurbish, replacement atau reinvestment.

C. Rekomendasi Hasil Pemeliharaan
Rekomendasi hasil pemeliharaan merupakan tindak lanjut yang harus dilaksanakan
sebagai hasil evaluasi dari pemeliharaan yang telah dilakukan. Rekomendasi
berpedoman kepada instruction manual dari pabrik dan pengalaman serta observasi/
pengamatan operasi di lapangan.
1. Rekomendasi hasil in service inspection
Adalah tindak lanjut dari hasil In Service Inspection. Tindak lanjut dilakukan sebagai
tindakan pencegahan terjadinya kelainan / unjuk kerja rendah pada peralatan Kubikel
dan komponennya.
Periode harian
Per
alat
an
yan Rekomenda
Sasaran pemeriksa
g si tindakan
dip
eri
ksa
Periksa
suplai
Pegas mekanik tidak
motor/perbai
PM mengisi
kan/penggan
T
tian
Tekanan gas SF6 Perbaikan/p
turun enggantian
Periode bulanan
Per
alat
an
yan Rekomenda
Sasaran pemeriksa
g si tindakan
dip
eri
ksa
Per
alat
Pemeriksaan
an
Anomali penujukan suplai DC/
uku
parameter perbaikan/pe
r
nggantian
(me
ter)
Pemeriksaan
Rel Indikator lampu tidak suplai DC/
ai nyala perbaikan/pe
nggantian
Rel, Ada benda asing Dibersihkan
isol Perbaikan/p
ator Ada bunyi desiran enggantian
, material
dan
ter
Perbaikan/p
min Bau sangit akibat
enggantian
al terbakar
material
uta
ma
PM Ada benda asing Dibersihkan
S/P Perbaikan/p
MS Ada bunyi desiran enggantian
tan material
ah Bau sangit akibat Perbaikan/p
terbakar enggantian
material
Ada benda asing Dibersihkan
MCB
diposisikan
MCB trip
ON/diperiks
Le a/diganti
mar Pemeriksaan
i limit
kub switch/supla
ikel Lampu penerangan i
mati, heater mati AC/perbaika
n/gantilamp
u/ganti
heater
Kondisi pintu lemari
korosi, kendor, tidak Perbaikan/p
Rua dapat dikunci atau enggantian
ng hilang
wiri Door sealent rusak Perbaikan/p
ng keras atau hilang enggantian
kon Pembersihan
trol Kondisi dalam lemari /pengecekan
kotor atau lembab suplai daya
heater
Periode tiga bulanan
Per
alat
an
yan Rekomenda
Sasaran pemeriksa
g si tindakan
dip
eri
ksa
Indikator close/open Perbaikan/p
PM tidak berfungsi enggantian
T Counter tidak Perbaikan/p
berfungsi enggantian
Periode dua tahunan
Per Sasaran pemeriksa Rekomenda
alat si tindakan
an
yan
g
dip
eri
ksa
Struktur besi/baja
Str Perbaikan/p
korosi, kendor,
ukt enggantian
bengkok atau hilang
ur
Struktur beton rusak Perbaikan/p
Me
atau miring enggantian
kan
Pondasi rusak atau Perbaikan/p
ik
amblas enggantian

2. Rekomendasi Hasil In Service Measurement
Adalah tindak lanjut dari hasil In Service Measurement yang juga merupakan tindakan
pemeliharaan rutin yang dilakukan dalam periode tertentu.
Rekomendasi hasil pengukuran suplai tegangan AC/DC
Per
alat
an
yan Rekomenda
Hasil ukur
g si tindakan
dip
eri
ksa
Sup
lai
teg
Suplai AC/DC tidak
ang
ada/tidak
an Perbaikan/pe
seimbang/tidak
AC nggantian
standar dengan
/D
besaran yang ada
C
kub
ikel
Rekomendasi hasil pengukuran suhu
Per
alat
an
yan Rekomenda
Sasaran pemeriksa
g si tindakan
dip
eri
ksa
Seli Lakukan
sih pengujian
Kondisi I
suh rutin 1
u bulanan
ant Dijadwalkan
ara: perbaikan
Sambungan Kondisi II atau
antar rel penggantian
Sambungan seperlunya
antara rel
dengan
terminal Perbaiki atau
utama Kondisi III penggantian
interupter secepatnya
PMT dan
peralatan lain
D. Laporan hasil pemeliharaan
Laporan pemeliharaan, khususnya pemeliharaan besar (overhaul), haruslah memuat
hal-hal sebagai berikut:
1. Tanggal pelaksanaan
2. Memuat pekerjaan yang dilaksanakan
3. Penggunaan suku-suku (parts) serta material dalam melaksanakan pekerjaan
pemeliharan, volume maupun harganya
4. Penggunaan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, baik jumlah hari
kerja, jumlah orang beserta klasifikasi, dan biayanya
5. Rekomendasi untuk operasi dan pemeliharaan yang akan datang
6. Perhitungan biaya pemeliharaan