Anda di halaman 1dari 2

2 November 1989

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR SE - 37/PJ.42/1989

TENTANG

GAJI PEGAWAI MERANGKAP ANGGOTA DARI SUATU CV YANG MODALNYA


TIDAK TERBAGI ATAS
SAHAM, FIRMA, KONGSI ATAU PERSEKUTUAN

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan pembebanan biaya atas gaji


dari pegawai yang juga sebagai anggota dari suatu perseroan komanditer yang modalnya
tidak terbagi atas saham, firma, kongsi atau persekutuan maka untuk menghindari keragu-
raguan, dengan ini ditegaskan hal-hal sebagai berikut :

1. Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (3) huruf k Undang-undang Pajak


Penghasilan 1984, pembagian keuntungan dari perseroan komanditer yang modalnya
tidak terbagi atas saham-saham, firma, kongsi dan persekutuan kepada para
anggotanya, tidak termasuk sebagai obyek PPh, atau dengan kata lain penghasilan
yang diterima atau diperoleh para anggota dari badan-badan tersebut dikecualikan dari
pengenaan PPh.

2. Ketentuan dalam Pasal 4 ayat (3) huruf k Undang-undang Pajak Penghasilan 1984
tersebut bertitik tolak pada kenyataan bahwa setiap anggota dari suatu perseroan
komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, firma, kongsi atau
persekutuan adalah pemilik dari badan-badan tersebut, sehingga dengan telah
dikenakan PPh terhadap penghasilan dari badan-badan itu, maka atas penghasilan
yang sama tidak lagi dikenakan PPh terhadap para anggota selaku pemilik.

3. Sebagai pemilik dari suatu perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas
saham-saham, firma, kongsi atau persekutuan, setiap penghasilan yang diterima atau
diperoleh dari badan-badan tersebut, dengan nama dan bentuk apapun, termasuk gaji,
honorarium, pemakaian hasil, pengambilan prive, dan sebagainya dan bagi badan-
badan yang bersangkutan tidak boleh dibebankan sebagai biaya dan bagi pemilik
bukan sebagai obyek Pajak Penghasilan.

4. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka gaji yang dibayarkan oleh suatu perseroan
komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham-saham, firma, kongsi atau
persekutuan kepada pegawai yang juga adalah anggota/pemilik dari badan-badan
tersebut tidak dapat dibebankan sebagai biaya dan bagi yang menerimanya
bukan sebagai penghasilan, dan oleh karena itu atas pembayaran tersebut tidak
dilakukan pemotongan PPh Pasal 21. Demikian untuk dimaklumi.

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd
Drs. MAR'IE MUHAMMAD