Anda di halaman 1dari 4

RUMAH SAKIT HAJI JAKARTA

Jalan Raya Pondok Gede Jakarta Timur


Telp. (021) 8000693 95, 8000701 702, Fax. (021) 8000702

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT HAJI JAKARTA


Nomor : /RSHJ/DIR/SK/XII/2014

TENTANG

KEBIJAKAN CUCI TANGAN DI RUMAH SAKIT HAJI JAKARTA

DIREKTUR RUMAH SAKIT HAJI JAKARTA

Menimbang : a. Bahwa Rumah Sakit Haji Jakarta dalam memberikan


pelayanan yang bermutu harus melaksanakan
pencegahan dan pengendalian Infeksi Rumah Sakit.

b. Bahwa mencuci tangan merupakan pilar utama dalam


melaksanakan pencegahan dan pengendalian Infeksi
Rumah Sakit

c. Bahwa cuci tangan wajib dilakukan oleh setiap petugas


kesehatan di layanan kesehatan sesuai dengan standar
WHO.

d. Bahwa cuci tangan sebagaimana dimaksud pada huruf


a,b dan c diatas perlu ditetapkan dengan Keputusan
Direktur Rumah Sakit Haji Jakarta tentang Kebijakan
mengenai cara mencuci tangan yang baik dan benar
sesuai standar WHO

Mengingat :
1. Undang- Undang Republik Indonesia No. 36 tahun
2009 tentang kesehatan

2. Undang- Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009


tentang Rumah Sakit.

3. Undang-undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran.

4. Surat Keputusan Menkes No. 270/Menkes/III/2007


tentang Pedoman Manajerial PPI di Rumah Sakit dan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya.

5. Surat Keputusan Menteri Kesehatan No.


382/Menkes/III/2007 Tentang Pedoman Pencegahan Dan
Pengendalian Infeksi Di Rumah Sakit dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Lainnya.
6. Surat Edaran Dirjen Bina Pelayanan Medik No.
HK.03.01/III/3744/08 tentang Pembentukan Komite PPI
RS dan Tim PPI Rumah Sakit

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT HAJI


JAKARTA TENTANG CUCI TANGAN DI RUMAH SAKIT
HAJI JAKARTA

KEDUA : Penyelenggaraan 6 (enam) langkah dan five moments


Cuci Tangan di Rumah Sakit Haji Jakarta meliputi
sebelum kontak dengan pasien, sebelum melakukan
tindakan aseptik, sesudah terkena cairan tubuh, setelah
kontak dengan pasien dan setelah kontak dengan area
pasien.

KETIGA : Penyelenggaraan 6 (enam) langkah dan five moment


seperti yang tercantum dalam diktum kedua, wajib
dilakukan oleh setiap tenaga Medis, Paramedis dan
petugas lain yang berhubungan dengan pelayanan
pasien di Rumah sakit Haji Jakarta

KEEMPAT : Khusus untuk pasien dan pengunjung serta karyawan


Rumah Sakit Haji Jakarta yang tidak berhubungan
dengan pelayanan pasien, cuci tangan tetap dilakukan
dengan 6 (enam) langkah sesuai standar WHO dengan
five moment sebagai berikut : sebelum dan sesudah
makan atau membantu pasien makan dan minum,
setelah keluar dari toilet atau kamar mandi, sebelum dan
sesudah mengunjungi atau menyentuh pasien, setelah
batuk atau bersin, sebelum dan sesudah mengunjungi
ruang rawat atau ruang periksa.

KELIMA : Hal-hal yang berkaitan dengan cuci tangan secara rinci


akan dibuat dalam Standar Prosedur Operasional (SPO)
atau kebijakan lainnya.

KEENAM : Setelah diberlakukannya surat keputusan ini maka SK


Direktur Rumah Sakit Haji Jakarta No.
003/RSHJ/DIR/SK/AKRE/IX/2012 Tentang Kebijakan
Cuci Tangan di Rumah Sakit Haji Jakarta dinyatakan tdk
berlaku lagi.

KETUJUH : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan .dan


apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapannya akan dilakukan perbaikan sebagaimana
mestinya.

DITETAPKAN DI : JAKARTA
PADA TANGGAL : DESEMBER 2014

DIREKTUR
RUMAH SAKIT HAJI JAKARTA

dr. H. Chairul Radjab Nasution,


Sp.PD, K-GEH, FINASIM, FACP, M.
Kes.