Anda di halaman 1dari 48

URGENSI SOP DI SEKOLAH

SOP atau prosedur operasi standar merupakan hal biasa, selalu ada dan berlaku pada setiap tugas
atau pekerjaan tertentu. SOP adalah panduan yang berisi norma-norma, kriteria-kriteria dan langkah-
langkah baku yang diperlukan sebagai acuan dalam pelaksanaan suatu tugas atau pekerjaan dengan
kualitas minimal yang diperlukan oleh suatu jenis pekerjaan atau organisasi.
Sebagai organisasi dan tugas profesi, sekolah memiliki tujuan dan berbagai jenis pekerjaan yang perlu
dikelola sedemikian rupa, sehingga pengelolaan sekolah, pembelajaran dan berbagai kegiatannya
berjalan dengan baik dan mencapai hasil sesuai harapan. SOP memungkinkan sekolah memberikan
jaminan mutu pendidikan dan pelayanan berkualitas pada masyarakat.

Selain memiliki beberapa tujuan penetapan SOP di sekolah memberikan beberapa manfaat, di
antaranya:
1. Jaminan Mutu Pendidikan
Sekolah yang memiliki SOP berpeluang menawarkan kualitas tertentu pada masyarakat. Pengelolaan
sekolah kontemporer dituntut mampu memberikan jaminan mutu pendidikan dan pelayanan yang baik
pada masyarakat. Jaminan mutu tersebut didasarkan atas kualitas proses pengelolaan sekolah yang
ditandai dengan diterapkannya standar prosedur pengelolaan (Standard operational proscedure)
sekolah atau yang lebih dikenal dengan istilah SOP.
Pengelolaan sekolah yang berorientasi mutu sudah pasti didasarkan atas SOP yang lengkap,
menyeluruh, dan pelaksanaannnya dikendalikan secara ketat oleh pihak managemen sekolah. Bahkan
tugas utama kepala sekolah pada dasarnya adalah memantau pelaksanaan SOP saja.
Misalnya, sekolah menjamin lulusan dapat berbahasa asing secara lisan dan tulisan, mampu
memperoleh Danem tertentu, atau kelebihan-kelebihan lain dibanding sekolah sejenis.
Ini dimungkinkan, mengingat melalui SOP sekolah dan guru mampu menetapkan target kerjanya.
Mereka berani menentukan target kerja sebab mereka juga menentukan langkah-langkah kerja yang
harus dilakukan untuk mencapai target-target tersebut.
2. Memudahkan Pekerjaan Sekolah dan Guru
SOP merupakan langkah strategis dan taktis bagi sekolah. SOP seyogyanya juga memuat langkah-
langkah yang harus dilakukan oleh segenap warga sekolah agar pelaksanaan pekerjaan berlangsung
mudah.
Sebagai misal, SOP menetapkan siswa dan guru sudah berada di depan kelas dengan pakaian rapid
an tertib paling lambat 1 menit setelah bel berbunyi. Bila SOP tersebut diterapkan, guru akan lebih
mudah mengelola pembelajaran dengan baik, karena siswa dan guru siap melakukan kegiatan
pembelajaran.
3. Menjamin Konsistensi
SOP menjamin konsistensi pelayanan oleh sekolah maupun mutu pendidikannya. SOP memungkinkan
sekolah terhindar dari sikap, perilaku dan tindakan di luar prosedur baku.
Guru dan pengelola sekolah tidak perlu berfikir keras bila menghadapi masalah-masalah yang sudah
di-SOP-kan.
Sebagai misal, siswa dan guru yang terlambat harus menulis surat pernyataan di papan hukuman
sebanyak 2 kalimat dalam waktu 2 menit. Guru dan kepala sekolah tidak perlu mencari-cari jenis
hukuman bila SOP berjalan baik.
4. Bahan evaluasi dan Peningkatan Mutu.
Sebagai standar acuan, SOP merupakan instrument yang paling mudah digunakan sebagai acuan
dalam evaluasi. Sebagai misal, bila hasil belajar rendah, kepala sekolah dapat menelusuri apakah
pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai SOP atau tidak. Bila SOP sudah dilaksanakan tetapi hasilnya
kurang memuaskan, maka sekolah perlu mengembangkan SOP lebih lanjut.
STANDAR OPERATING PROSEDUR
SD MUHAMMADIYAH PLUS SEMARANG


UMUM

1) Hari sekolah adalah hari efektif sesuai dengan kalender pendidikan SD Muhammadiyah Plus
Semarang
2) Hari Sabtu adalah hari fakultatif yang diisi dengan pengayaan dan perbaikan, ekstra kurikuler,
latihan-latihan dan kegiatan insidental lainnya.
3) Jam kerja sekolah pada hari Senin Kamis pukul 06.45 14.30 setiap hari, pada hari Jumt
pukul 06.45 12.00, pada hari Sabtu 07.00 12.00 WIB (Guru Piket : 06.30)
4) Lingkungan sekolah adalah seluruh area sekolah dan jalan di depan sekolah.
5) Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan pelaksanaan kurikulum, baik mata pelajaran, muatan
lokal, atau pengembangan diri. Baik dilaksanakan tatap muka di kelas, di luar kelas, teori, praktik,
maupun kegitan pendekatan lainnya.
6) Warga sekolah adalah guru, murid, orang tua murid, dan masyarakat yang peduli dengan SD
Muhammadiyah Plus Semarang
7) Guru terdiri dari guru kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing, dan pelatih ekstrakulikuler

KEGIATAN HARIAN

1) Guru menyambut siswa pukul 06.30 di pintu gerbang masuk dengan menerapkan 7S.
2) Setiap hari Senin - Jumat dilaksanakan tadarrus siswa kelas 5 dan 6, untuk kelas 1- 4 kegiatan
hafalan Juz 30 dan Yanbua juga Iqro, Hari Jumat mengulang hafalan Q.S An-Naas Ad Duha
3) Setiap hari Senin dilaksanakan upacara Bendera 2 Minggu Sekali. Pada pukul 06.30 bel masuk
dibunyikan.
4) Setiap hari Jumat dilaksanakan kegiatan infaq bersama oleh guru, karyawan, dan siswa.
5) Pada hari jumt diadakan kebersihan (minggu 1 dan 3), dan senam (minggu ke 2 dan 4) seluruh
guru dan siswa pada pukul 06.45 bel masuk dibunyikan.
6) Makan siang guru dan siswa sebelum sholat Dhuhur di kelas .
7) Guru dan siswa melaksanakan Shalat Dhuha, dilaksanakan secara munfarid (untuk kelas 4-6),
secara jamaah (kelas 1 - 3), kelas 1 semester 2 di kelas masing - masing.
8) Shalat Dhuhur (kelas 1 4) dilaksanakan dengan bacaan jahr (diperkeras), Kelas 5 6 dengan
bacaan shir (bacaan sholat dipelajari saat morning activity), secara berjamaah, dimulai dengan
adzan, iqamah, dan diakhiri dengan dzikir dan doa.
9) Sebelum memulai pembelajaran diharap seluruh guru memberikan ice breaking kepada seluruh
siswa.
.
GURU

Kehadiran guru
1) Guru hadir dengan absen finger print sebelum pukul 06.45 dan pulang setelah pukul 14.30.
2) Guru hadir selambat-lambatnya 10 menit sebelum jam tugasnya, dan pulang 10 menit setelah
selesai tugasnya.
3) Setiap guru sebelum pulang/meninggalkan kelas, guru merapikan tempat kerjanya dan
berpamitan dengan pimpinan atau guru lainnya yang belum pulang.
4) Guru yang berhalangan hadir menyampaikan ijin melalui surat, telepon, atau SMS ke nomor
sekolah dan menitipkan tugas ke wali kelas atau guru lainnya diketahui oleh waka Humas
5) Guru yang berhalangan hadir karena alasan sakit harap menyertakan surat keterangan dari
dokter.
6) Guru yang meninggalkan sekolah untuk sementara pada jam kerja mencatat dalam buku Data
guru meninggalkan sekolah dan berpamitan pimpinan atau guru yang lain.
7) Guru yang memperoleh tugas piket wajib hadir sebelum pukul 06.30 dengan mengisi daftar hadir
buku piket yang sudah disediakan.

Kegiatan guru

1. Penyambutan kehadiran siswa


2. Kegiatan Pembelajaran.
a) Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tupoksinya.
b) Guru yang bertugas di pertemuan pertama memimpin siswa membaca doa dan surat Al
Fatihah kemudian bertadarrus sesuai dengan daftar bacaan hafalan surat kelas masing-
masing.
c) Guru sudah berada di kelas atau tempat pembelajaran lima menit sebelum jam tugasnya.
d) Guru memasuki kelas atau tempat pembelajaran tidak harus menunggu guru sebelumnya
keluar atau mengakhiri pembelajaran.
e) Guru membuka proses pembelajaran dengan mengucapkan salam, membaca atau menulis
Basmalah di papan atau proyektor, kemudian Ice Breaking atau peningkatan konsentrasi
siswa.
f) Guru menyampaikan pembelajaran sesuai Rencana Pembelajaran, dan dengan
memperhatikan unsur PAIKEM.
g) Guru menutup pembelajaran dengan membaca Hamdalah dan salam, dan khusus pertemuan
terakhir memimpin membaca doa penutup Majelis.
h) Guru yang melaksanakan pembelajaran di luar kelas (praktik) termasuk olahraga, memulai
pembelajaran dengan peralatan yang sudah disiapkan 10 menit sebelumnya.
i) Bagi guru yang mengajar menggunakan lcd dan laptop harus sudah siap 10 menit sebelum
KBM berlangsung.
3. Kegiatan Non Pembelajaran

a) Guru mengerjakan persiapan, penilaian, dan administrasi pembelajaran di sekolah pada


jam kerja di tempat kerjanya masing-masing.
b) Tempat kerja guru/wali kelas di kelasnya masing-masing, guru dengan tugas khusus di
ruangnya masing-masing, sedangkan pimpinan dan guru lainnya di kantor.
c) Guru yang mendapat tugas untuk ke luar sekolah, harus berangkat dari sekolah dan pulang ke
sekolah bila masih pada jam kerja.
d) Waktu istirahat bagi guru lebih kurang satu jam dan dilaksanakan secara kondisional
menyesuaikan dengan pelaksanaan tugas masing-masing.

4. Pembinaan kepribadian siswa


a) Guru yang melaksanakan kegiatan bersama siswa bertanggungjawab atas pembinaan
kepribadian siswa dan permasalahannya saat itu.
b) Guru wali kelas bertanggungjawab atas pembinaan kepribadian dan menangani permasalahan
siswa yang terjadi di kelasnya.
c) Guru atau wali kelas dalam menangani permasalahan siswa dapat meminta bantuan kepada
guru lain.
d) Permasalahan siswa di sekolah bila dipandang perlu bisa dilaporkan kepada orang tua siswa
oleh wali kelas, Waka Kesiswaan atau Kepala Sekolah.
Kode Etik Guru

a) Guru masuk ruang mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan guru sesama lelaki atau
sesama perempuan yang lebih dahulu hadir, kecuali bila sedang berlangsung kegiatan
pembelajaran atau kegiatan lainnya.
b) Di lingkungan sekolah guru menyapa sesama guru dengan sapaan ustadz atau ustadzah, dan
selalu menggunakan bahasa resmi atau sopan.
c) Di lingkungan sekolah guru membiasakan berkomunikasi dengan siswa menggunakan bahasa
Indonesia, Inggris atau Arab, dan menggunakan bahasa Jawa ngoko alus/Krama
d) Guru berkomunikasi dengan wali murid atau masyarakat dengan bahasa dan sikap yang
sopan serta menjaga kehormatan diri dan kehormatan wali murid atau masyarakat.
e) Di hari-hari sekolah Guru hadir di sekolah berpakaian seragam seperti yang telah disepakati,
bersepatu, dan berkopyah bagi laki-laki, meskipun tidak sedang bertugas.
f) Guru selalu menjaga penampilan yang Islami dalam berpakaian, berbicara dan
bertingkahlaku, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
g) Guru selalu menjaga kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, keindahan lingkungan sekolah.
h) Guru membiasakan diri melaksanakan shalat dhuha di sekolah
i) Di tempat pembelajaran dan di ruang kerja guru tidak dibenarkan makan, minum, kecuali air
putih.
j) Pada saat kegiatan pembelajaran atau kegiatan lainnya, guru tidak dibenarkan
mengoperasikan HP atau alat komunikasi lainnya, kecuali untuk kepentingan kegiatan itu.
k) Guru dipersilakan makan atau minum di ruang istirahat guru atau kantin.
l) Guru tidak dibenarkan merokok di seluruh lingkungan sekolah.

Reward dan Punishment

a) Guru yang melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan standar prosedur akan
mendapatkan penghargaan dalam bentuk insentif atau bentuk lainnya, sesuai dengan tingkat
dedikasinya.
b) Guru yang membimbing siswa dan berhasil mendapatkan kejuaraan akan mendapatkan
penghargaan dalam bentuk piagam, kenang-kenangan atau hadiah.
c) Guru yang melanggar standar prosedur akan dikenai sangsi berupa teguran, pembinaan, dan
pemberhentian.
SISWA
Kehadiran Siswa
a) Pada hari Senin- Jumt, siswa hadir selambat-lambatnya pukul 06.45.
b) Siswa hadir mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan guru dan sesama siswa putra
dengan putra dan putri dengan putri.
c) Pada hari Senin, siswa yang hadir ketika Upacara Bendera berlangsung, tidak
diperkanankan masuk halaman sekolah terlebih dahulu. Diperbolehkan masuk setelah
upacara selesai.
d) Pada hari yang lain, siswa yang hadir ketika senam atau tadarrus sedang berlangsung, dapat
langsung bergabung dengan kegiatannya itu.
e) Siswa yang terlambat ditanyai terlebih dahulu sebab keterlambatannya dan dicatat dalam buku
catatan keterlambatan siswa oleh guru piket atau guru pada pertemuan pertama di kelasnya.
f) Siswa yang masuk kelas atau tempat pembelajaran, ketika pembelajaran sudah dimulai,
dinyatakan terlambat dan berlaku sebagaimana ketentuan di atas.
g) Siswa terlambat yang sudah melalui proses sebagaimana di atas dapat diijinkan untuk
mengikuti kegiatan pembelajaran, kecuali dalam keadaan lain.
Kepulangan Siswa
a) Siswa pulang sesuai dengan jadwal kegiatan pembelajaran.
b) Kepulangan yang tidak sesuai dengan jadwal kegiatan pembelajaran, akan diberitahukan
kepada siswa atau orang tua minimal sehari sebelumnya.
c) Dalam keadaan tertentu, kepulangan siswa yang tidak sesuai jadwal bersifat mendadak, maka
sekolah akan menelpon atau SMS kepada orang tua bagi siswa yang membutuhkan
penjemputan.
d) Siswa karena sebab tertentu, seperti sakit yang oleh sekolah perlu dipulangkan, maka siswa
akan diantar oleh guru atau dikonfirmasikan kepada orang tua untuk dijemput.
e) Siswa yang dijemput karena ada keperluan untuk pulang atau untuk sementara, harus minta
ijin kepada wali kelas atau guru yang memberikan pembelajaran pada saat itu, dan
menjelaskan keperluannya.
f) Siswa berdoa dan membaca do khafaratul majelis terlebih dahulu dengan dipimpin oleh guru
yang mengajar kelas.
g) Siswa yang masih menunggu jemputan, harus menunggu di dalam lingkungan sekolah.
h) Siswa yang diantar pulang oleh yang bukan biasanya menjemput, harus
memberitahukan kepada wali kelas atau salah satu guru yang ada.
i) Para penjemput diperbolehkan masuk di halaman sekolah dengan kendaraan roda duanya,
bila dipandang tidak mengganggu.
Ketidakhadiran Siswa
a) Siswa diperbolehkan tidak hadir apabila benar-benar sakit atau keperluan keluarga yang
sangat penting, dan orang tua menyampaikan ijin secara langsung atau tertulis ke pihak
sekolah.
b) Siswa yang tidak hadir dan orang tua tidak menyampaikan ijin kepada sekolah, dianggap
alpha atau tidak hadir tanpa keterangan.
c) Siswa yang tidak hadir tiga hari berturut-turut tanpa ada keterangan, atau ada ijin yang terlalu
lama, pihak sekolah akan menghubungi orang tua/walinya untuk konfirmasi.
d) Siswa sebagaimana di atas bila orang tua/wali tidak dapat dihubungi, setelah dikonfirmasi
beberapa kali dan tidak ada perkembangan, maka sekolah menganggap orang tua telah
mengambil kembali putra/putrinya.
Kegiatan Pembelajaran
a) Saat tanda masuk berbunyi siswa meninggalkan seluruh kegiatan bermain atau lainnya dan
langsung memasuki kelas atau tempat pembelajaran, dengan terlebih dulu mengemasi alat
permainannya dan mengembalikannya ke tempatnya.
b) Siswa memasuki kelas atau tempat pembelajaran dengan berpakaian seragam yang lengkap
dan rapi.
Istirahat dan bermain
a) Siswa diperbolehkan istirahat dari kegiatan pembelajaran setelah dipersilahkan oleh guru.
b) Pada waktu istirahat siswa diperbolehkan untuk bermain dihalaman, membeli makanan dan
minuman, membaca buku di perpustakaan, atau kegiatan lainnya di luar kelas.
c) Pada waktu istirahat siswa tidak diperbolehkan keluar dari halaman sekolah, kecuali setelah
mendapatkan ijin dari guru.
d) Siswa tidak diperbolehkan bermain di dalam kelas atau ruang lainnya.

e) Siswa kelas I melaksanakan pembelajaran shalat dalam bentuk menghafal bacaan dan doa,
serta latihan gerakan yang terintegrasi dengan mata pelajaran Fiqih.
f) Siswa kelas II melaksanakan pembelajaran shalat setiap hari untuk shalat Dhuhur, dengan
seluruh bacaannya diucapkan secara jahr, dan dibimbing oleh guru.
g) Siswa kelas III ke atas melaksanakan shalat Dhuha pada waktu istirahat pertama, secara
munfarid diawasi oleh guru dan dicatat dalam buku catatan shalat.
h) Selesai kegiatan pembelajaran sebelum istirahat ke-2, Siswa kelas III ke atas melaksanakan
shalat Dhuhur berjamaah yang didahului dengan adzan pujian dan iqamah serta diakhiri
dengan wirid dan doa. Dan dibimbing oleh beberapa guru.
i) Sebelum pulang siswa kelas III ke atas melaksanakan shalat Ashar sebagaimana shalat
dhuhur.
j) Siswa kelas III ke atas laki-laki melaksanakan shalat Jumat di Masjid Agung dengan berangkat
dan pulang bersama, berkumpul dalam satu lokasi, serta berpakaian seragam.
k) Makan
l) Wali murid mengantarkan makan siang siswa ke sekolah dan meletakkan di tempat yang
disediakan.
m) Siswa tidak diperbolehkan pulang untuk makan atau mengambil makan.
n) Siswa makan di tempat yang sudah disediakan, dengan terlebih dahulu membaca basmalah
dan doa.
o) Selesai makan siswa mengemasi dan membersihkan tempat dan ruang makan, serta
membuang sampah-sampah di tempat sampah.
Reward dan Punishment
a) Siswa yang berperilaku sesuai dengan standar operasional, akan mendapatkan poin penilaian
yang include dalam penilaian raport.
b) Siswa yang mendapatkan prestasi akademik, baik di sekolah maupun di luar sekolah, akan
mendapatkan penghargaan, berupa tanda penghargaan, surat keterangan, hadiah, atau
bentuk lain sesuai tingkat prestasinya.
c) Siswa yang melanggar standar operasional akan diberikan sanksi, berupa peringatan,
pembinaan bersama orang tua/wali, dan pengembalian kepada orang tua/wali. Sesuai dengan
tingkat pelanggarannya.

ORANG TUA/WALI MURID


Kehadiran di Sekolah
Orang tua/Wali Murid atau yang mewakili dapat hadir ke sekolah untuk :
mengantar atau menjemput putranya
menyelesaikan administrasi dan keuangan putranya
mengantarkan sesuatu untuk putranya
menyampaikan ijin bila putranya tidak masuk.
Orang tua/wali murid akan diundang oleh sekolah untuk :
untuk konfirmasi bila terjadi masalah yang berkaitan dengan putranya.
Membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan program sekolah
menerima raport / laporan perkembangan pendidikan putranya setiap semester.
Orang tua/wali murid atas inisiatifnya sendiri sewaktu-waktu dapat hadir di sekolah untuk :
memberi atau meminta keterangan tentang putranya
memberikan saran, pendapat, atau kritik demi perkembangan sekolah.
Orang tua/wali murid yang hadir ke sekolah dapat menemui langsung dengan guru atau
petugas yang dituju atau yang dapat mewakilinya.
Orang tua/wali murid yang hadir di sekolah diterima di ruang tamu atau tempat kerja guru atau
petugas yang ditemuainya.
Komunikasi dan konsultasi
Orang tua / wali murid diharapkan memberikan nomor telepon, HP, e mail, atau nomor lain
yang dapat dihubungi kepada sekolah.
Orang tua / wali murid diharapkan mencatat/menyimpan nomor telepon sekolah, kepala
sekolah, dan guru-guru utamanya wali kelas putranya.
Orang tua / wali murid dapat berkonsultasi sewaktu-waktu, di luar jam kerja dengan kepala
sekolah atau guru utamanya wali kelas berkaitan perkembangan putranya, baik langsung maupun
melalaui telepon, di rumah guru yang bersangkutan, atau mungkin guru hadir di rumah wali murid.
INSTITUSI DAN MASYARAKAT
Tamu dari dinas atau institusi lain diterima oleh kepala sekolah atau yang mewakilinya di ruang
tamu untuk mendapatkan pelayanan sesuai kepentingannya.
Penelitian, kerja praktik, magang, dan semacamnya baik yang diajukan oleh pribadi atau
lembaga, harus mengajukan terlebih dahulu, dengan menyampaikan proposal kegiatan.
Pengajuan kerjasama oleh institusi, lembaga, organisasi, atau pribadi dapat diterima apabila
tidak mengganggu kegiatan sekolah dan saling menguntungkan.
Pengajuan promosi produk, sosialisasi, dan demo atau pameran yang langsung kepada murid
atau guru tidak diperbolehkan, kecuali sosialisasi untuk melanjutkan sekolah.
LAIN LAIN
a) Dari ketentuan standar operasional prosedur ini memungkinkan dirumuskannya tata tertib
untuk setiap bagian yang membutuhkan adanya tata tertib khusus.
b) Hal-hal yang belum tercantum dalam standar operasional prosuder ini akan diatur kemudian
sebagai suplement atau perbaikan.

STANDAR OPERATING PROCEDURE (SOP) TAHUN 2011-2012

I. Guru

A. Kehadiran dan Kepulangan

1. Kehadiran

a. Waktu Kehadiran
1) Guru hadir selambat-lambatnya pukul 06.50 WIB.

2) Guru piket hadir selambat-lambatnya pukul 06.35 WIB.

b. Guru hadir berpakaian seragam lengkap sesuai dengan tata tertib sekolah.

c. Aktivitas Guru Awal Kehadiran

1) Mengisi daftar hadir mesin jika tidak absen dianggap terlambat.

2) Senyum, salam, sapa dan bersalaman sesuai syari.

3) Merapikan diri.

2. Kepulangan

a. Waktu Pulang Guru pukul 14.00 WIB.

b. Waktu pulang Guru Qiraati pukul 12.30 WIB

c. Waktu pulang guru piket pukul 14.30 WIB.

d. Sebelum pulang guru merapikan tempat kerja terlebih dahulu.

e. Berpamitan dengan teman sejawat.

3. Hal-hal yang berkait dengan kehadiran dan kepulangan, dkerjakan mengikuti poin-poin yang ada.

B. Penyambutan Murid

Sambutan diberikan guru kepada murid dengan tujuan agar semua murid merasakan perlakuan khusus
dan pengistimewaan.

1. Guru piket menyambut dengan berdiri dibelakang gerbang dengan memberikan sambutan senyum,
salam, sapa dan bersalaman guru perempuan dengan anak putri guru laki-laki dengan anak putra
kecuali anak kelas 1 dan 2.

2. Guru piket pengelola murid terlambat siap dengan buku data murid terlambat.

C. Pengelolaan Murid Terlambat

1. Pengelolaan murid terlambat adalah guru piket.

2. Tugas Guru pengelola murid terlambat:

a. Mencatat di buku siswa terlambat.

b. Merapikan dan membariskan siswa yang terlambat (putra dan putrid terpisah).

c. Menanyakan alasan keterlambatan pada setiap siswa.


3. Siswa terlambat dikelola sebagaimana siswa tidak terlambat.

4. Guru piket memberikan sanksi bagi siswa yang terlambat.

5. Rekapan siswa terlambat setiap bulan dibuat dan ditindak lanjuti bagian kesiswaan.

D. Dhuha Motivasi

1. Penanggung jawab Dhuha Motivasi koordinator motivasi.

2. Penanggung jawab Dhuha Motivasi diawal tahun menyusun panduan dhuha motivasi yang berisi
tentang hal-hal sebagai berikut: Jadwal petugas Sholat Dhuha, jadwal Motivator, kurikulum dhuha
motivasi.

3. Peserta Dhuha Motivasi adalah semua murid dan semua guru.

4. Tata urutan Dhuha Motivasi sebagai berikut:

a. Persiapan

b. Pembacaan Asmaul Husna

c. Shalat Dhuha

d. Doa belajar

e. Motivasi

5. Laporan pelaksanaan Dhuha motivasi dicatat oleh koordinator Dhuha Motivasi.

6. Hal-hal lain didalam kegiatan Dhuha Motivasi:

a. Pemberian reward kepada siswa setiap hari Jumat.

b. Murid indisipliner dicatat dan ditangani oleh guru piket.

c. Murid indisipliner dapat diberikan training setelah dhuha motivasi.

E. Kegiatan Proses Belajar Mengajar dan Istirahat

1. Kegiatan PBM sebelum bel berbunyi, guru masuk kelas dengan menyiapkan perlengkapan belajar
yang diperlukan.

2. Setelah bel berbunyi:

a. Siswa yang datang setelah bel masuk, diperbolehkan masuk setelah mendapatkan nota terlambat
dari guru yang mengajar.

b. Guru mengkondisikan siswa untuk siap belajar dan melakukan presensi.

3. Pelaksanaan PBM
a. Guru Kelas menulis kalimat basmalah dalam huruf arab, hari dan tanggal di papan tulis.

b. Guru kelas emulai perjumpaan dikelas dengan ice breaking seperti: sekilas info, tebak-tebakan, joke,
permainan dan lain-lain, yang bertujuan untuk mendapatkan perhatian anak dan mencairkan suasana.

c. Guru melaksanakan PBM dengan unsure PAIKEM (Pendidikan Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan
Menyenangkan).

d. Menutup pelajaran dengan hamdalah dan salam.

e. Guru Olah Raga memulai pembelajaran dari dalam kelas, menyiapkan alat-alat, mencarikan ruang
ganti pakaian dan mengaturnya, serta memastikan alat-alat olahraga dikembalikan pada tempatnya.

f. Guru Qiraati langsung masuk pada kelompoknya masing-masing, melaksanakan klasikal, klasikal
individual dan individual serta tahfidz sesuai target yang telah ditentukan.

g. Guru tidak memperbolehkan siswa keluar sebelum bel berbunyi, kecuali seijin guru.

F. Makan

1. Wali kelas dan mendampingi siswa pada saat jam makan.

2. Kelas I pukul 08.30-09.00, kelas II sampai VI pukul 12.45-13.00.

G. Istirahat

Jam istrahat bagi guru kondisional, menyesuaikan dengn jam mengajarnya.

H. Shalat Dhuhur/Shalat Jumat

Penanggung jawab pelaksanaan adalah koordinator Dhuha motivasi.

1. Sholat Dhuhur diimami oleh petugas imam shalat dhuha.

2. Sholat Jumat dikoordinasi oleh kesiswaan.

I. Pengembangan Diri(Ekskul)

1. Penanggung jawabpengembangan diri adalah bagian kesiswaan.

2. Guru pengampu adalah guru yang ditunjuk oleh pihak sekolahan.

3. Tugas guru pengampu adalah:

a. Melaksanakan kegiatan pengembangan diri sesuai jadwal.


b. Mencatat dan mengontrol semua perilaku dan perkembangan siswa.

c. Memulangkan murid pada waktu yang telah ditentukan.

J. Guru Ijin Meninggalkan Tugas

1. Guru tidak hadir karena suatu halangan, menyampaikan permohonan ijin tidak hadir kepada kepala
sekolahdan ditembuskan kepada bagian kurikulum.

2. Ijin disampaikan melalui lisan atau tertulis.

3. Ijin yang diajukan bisa dikabulkan atau tidak dikabulkan oleh kepala sekolah, mempertimbangkan
alasan dan kondisi sekolah.

4. Jika ijin dikabulkan, guru wajib melimpahkan atau menyertakan tugas ke bagian kurikulum.

5. Ijin untuk Dinas luar harus mendapatkan SPPD dan dicatat dibuku keluar.

6. Budayakan berpamitan dengan teman sejawat.

K. Pembinaan Guru

Pembinaan guru diorientasikan sebagai pembinaan ruhiyah, untuk membekali guru dalam menjalankan
tugansnya dengan ketaqwaan.

1. Senin dan Jumat pukul 16.00 17.30 WIB pembinaan ruhani untuk guru putri.

2. Sabtu pukul 10.00 12.00 WIB pembinaan ruhani untuk guru putra.

II. Murid

A. KEHADIRAN, KEPULANGAN DAN KETIDAKHADIRAN SISWA

1. Kehadiran Siswa

a. Kehadiran siswa setiap Senin dan Sabtu paling lambat pukul 06.46 WIB.

b. Kehadiran siswa setiap Selasa sampai Jumat paling lambat pukul 07.01 WIB.

c. Siswa hadir mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan guru secara syarI (murid putra
dengan guru putra, murid putrid dengan guru putri).

2. Kepulangan Siswa

a. Kepulangan secara umum


1) Siswa kelas I dan kelas II melakukan persiapan pulang pukul 12.50 WIB

2) Siswa kelas III - VI melakukan persiapan pulang pukul 13.50 WIB

3) Siswa mengkondisikan kelas supaya rapi kembali, dibantu dengan guru.

4) Siswa membaca doa pulang bersama atau dipimpin oleh guru.

5) Siswa berdiri dan menyandarkan kursi serta bersalaman dengan guru secara syari.

6) Siswa keluar kelas dengan tertib.

b. Kepulangan secara khusus

1) Siswa diijinkan pulang karena alasan sakit atau keperluan keluarga.

2) Siswa yang sakit berhak diantar pulang oleh guru atau dikonfirmasikan pada orang tua untuk
dijemput.

3) Orang tua/walimurid yang menjemput siswa untuk keperluan keluarga, menyampaikan ijin kepada
wali kelas.

3. Ketidakhadiran Siswa

a. Kriteria ketidakadiran yaitu: sakit dan keperluan keluarga/lainnya.

b. Siswa yang tidak hadir karena sakit atau keperluan keluarga harus menyampaikan ijin secara
langsung baik secara tertulis atau lisan (surat ijin, telepon, atau sms) kepada wali kelas atau pihak
sekolah.

c. Siswa yang tidak hadir karena sakit atau keperluan keluarga namun tidak ijin kepada wali elas atau
pihak sekolah maka dinyatakan alpha/tanpa keterangan.

d. Siswa yang tidak hadir selama 3 hari berturut-turut tanpa keterangan dan tidak bisa dihubungi oleh
pihak sekolah akan dikenai sanksi.

B. KETERLAMBATAN

1. Jenis keterlambatan: terlambat masuk sekolah dan terlambat masuk kelas mengikuti pelajaran.

2. Siswa dinyatakan terlambat masuk sekolah jika lebih dari pukul 06.46 WIB untuk hari Senin dan
Sabtu, serta pukul 07.01 WIB untuk hari Selasa sampai Jumat.

3. Siswa terlambat masuk sekolah ditertibkan oleh guru piket.


4. Siswa yang masuk kelas setelah bel berbunyi dan pelajaran sudah dimulai, dinyatakan terlambat
masuk kelas.

5. Siswa yang terlambat masuk kelas harus minta nota ijin kepada guru kelas.

6. Siswa yang terlambat harus mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta ijin kepada guru
pengampu kelas untuk mengikuti pelajaran.

C. DHUHA MOTIVASI

1. Siswa mempersiapkan diri langsung ke masjid.

2. Siswa melaksanakan Sholat Sunah Tahiyyatul Masjid bagi yang cukup waktunya.

3. Siswa membaca Asmaul Husna secara berjamaah.

4. Siswa melaksanakan Shalat Dhuha Munfarid (sendiri).

5. Siswa membaca Doa bersama.

6. Siswa mengikuti Dhuha Motivasi dengan tertib dalam barisan shof.

D. PROSES BELAJAR MURID DAN ISTIRAHAT

1. Lima (5) menit sebelum bel berbunyi

a. Siswa masuk kelas masing-masing

b. Siswa menghentikan semua kegiatan istirahat

c. Siswa merapkan dan mengembalikan alat permainan ke tempatnya.

d. Siswa melepas alas kaki sebelum masuk kelas dan menaruh ke dalam loker.

2. Murid datang setelah bel masuk, diperbolehkan masuk setelah mendapat nota terlambat.

3. Urutan PBM setelah bel berbunyi:

a. Siswa menjawab salam guru.

b. Siswa mengawali proses belajar dengan Basmalah dan mengakhiri dengan tahmid dan doa kafaratul
majlis.

c. Siswa minta ijin jika meninggalkan PBM.

d. Siswa menggunakan alat belajar sendiri.

e. Siswa mengikuti belajar mengajar dengan sungguh-sungguh.


4. Istirahat

a. Waktu istirahat dilaksanakan setelah bunyi bel tanda istirahat.

b. Siswa kelas I istirahat pada pukul 08.45 09.15 WIB

c. Siswa kelas III sampai VI istirahat pada pukul 09.45 10.00 WIB.

d. Tempat istirahat adalah area yang telah ditentukan dalam peraturan sekolah.

5. Makan siang dilaksanakan pada pukul 09.45 10.15 WIB untuk kelas I, dan setelah Shalat Dhuhur
untuk kelas II sampai VI.

6. Pekerjaan Rumah yang dilaksanakan dengan Fun (menyenangkan).

E. SHALAT DHUHA

1. Wudhu persiapan Shalat Dhuha untuk selain kelas II diharapkan disiapkan dari rumah. Kelas II di
ligkungan sekolah.

2. Shalat Dhuha dilaksanakan ketika awal pembelajaran kecuali kelas II yaitu pukul 09.30 10.00 WIB
dengan motivasi oleh walikelas.

3. Shalat Dhuha dilaksanakan secara niat munfarid atau sendiri dengan pelaksanaan bersama-sama.

F. SHALAT DHUHUR

1. Jadwal persiapan Shalat Dhuhur adalah sebagai berikut:

a. Wudhu dan persiapan Shalat Dhuhur adalah pukul 12.30 12.40 WIB.

b. Siswa segera masuk Masjid dan melaksanakan Shalat Tahiyyatul Masjid.

c. Siswa melaksanakan Shalat sesuai dengan tata tertib Shalat.

d. Siswa berdoa dengan khusu.

G. SHALAT JUMAT

Shalat Jumat dilaksanakan khusus untuk anak laki-laki kelas II sampai VI, sedangkan murid putrid
melaksanakn Shalat Dhuhur di dalam kelas.

1. Waktu dan persiapan Shalat Jumat adalah pukul 12.00 WIB.


2. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan dikoordinasikan oleh Guru laki-laki.

3. Siswa melaksanakan seluruh rangkaian Shalat Jumat:

a. Siswa memakai pakaian menutup aurat, suci, dan rapi.

b. Siswa berbaris di depan tangga bawah dengan teratur.

c. Siswa merapikan sepatu/sandal ketika masuk masjid.

d. Siswa membaca doa masuk masjid.

e. Siswa melakukan Shalat Tahiyyatul masjid.

f. Siswa melakukan Shalat sunnah Qobliyyah Jumat.

g. Siswa duduk dengan tertib.

h. Siswa melaksanakan shalat Jumat berjamah dengan khusuk.

i. Siswa melaksanakan dzikir, berdoa, dan shalat sunah badiyyah.

j. Siswa meninggalkan masjid dengan berjalan dan tenang.

H. TATA TERTIB UMUM


1. Waktu sekolah: Senin dan Sabtu, masuk pukul 06.30 WIB, Selasa sampai Jumat masuk pukul 07.01
dan Senin sampai Jumat pulang pukul 14.00 WIB, Sabtu pulang pukul 11.00. Khusus kelas II Senin
sampai Sabtu, masuk pukul 08.30 WIB, Senin sampai Jumat pulang pukul 14.00 WIB, Sabtu pulang
pukul 11.00 WIB. Kelas I pulang pukul 11.15 WIB.
2. Siswa hadir paling lambat pukul 06.45 WIB untuk hari Senin dan Sabtu dan pukul 07.01 untuk hari
Selasa sampai Jumat.
3. Bila siswa sakit atau ada hal yang harus meninggalkan sekolah, maka wajib memberitahu wali kelas.
4. Siswa membawa perlengkapan shalat, dan sandal jepit.
5. Siswa tidak memakai perhiasan berlebihan, putri hanya boleh memakai anting.
6. Siswa tidak membawa peralatan permainan yang berbahaya kecuali mendapat ijin guru.

7. Siswa wajib ikut merawat sarana dan prasarana sekolah.


8. Siswa tidak keluar dari lingkungan sekolah selama jam sekolah.
9. Siswa membiasakan diri mengucapkan salam ketika bertemu teman, guru, karyawan, dan
sesamanya juga ketika memasuki/keluar ruang kelas/guru.
10. Siswa bersikap jujur, sopan, dan disiplin, baik perkataan maupun perbuatan.
11. Siswa memperhatikan dan mendengarkan bila ada yang berbicara di hadapannya.
12. Siswa membuang sampah pada tempat yang disediakan.
13. Tidak boleh membawa HP.
14. Siswa dilarang jual beli makanan, minuman, dan mainan pada saat jam sekolah.
15. Siswa wajib menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
16. Siswa dilarang melakukan ahlak yang tercela, seperti:
a. Berkelahi.
b. Memakai milik orang lain tanpa ijin.
c. Mengambil milik orang lain (mencuri).
d. Menganiaya atau melukai orang lain.
e. Merusak barang-barang milik orang lain.
f. Melakukan perjudian, merokok, narkoba.
g. Menggunjing atau memfitnah orang lain.
h. Merampas atau meminta paksa barang milik orang lain.
i. Menghina, mengejek, mengolok-olok, atau melecehkan orang lain.
j. Menulis, melihat, atau berbicara jorok/mengumpat.
k. Menjodoh-jodohkan dengan lawan jenis.
l. Menaiki kursi, meja, lemari, atap tanpa alasan yang jelas.
m. Berbuat tidak senonoh dengan lawan jenis.
I. TATA TERTIB KHUSUS
1. Tata Tertib Shalat
a. Shalat Dhuha
1) Siswa memakai pakaian menutup aurat, suci, dan rapi (rukuh, mukena bagi siswa putri).
2) Siswa merapikan sepatu/sandal ketika masuk masjid.
3) Siswa membaca doa masuk masjid.
4) Siswa melakukan Shalat Sunah Tahiyyatul masjid bagi yang cukup waktunya.
5) Siswa membaca Asmaul Husna secara bersama-sama.
6) Siswa duduk dengan tertib.
7) Siswa melakukan Shalat Dhuha dengan khusuk.
8) Siswa melaksanakan dzikir dan doa dengan khusuk.
9) Siswa mengikuti motivasi dengan seksama.
10) Siswa meninggalkan masjid dengan berjalan dan tenang.
b. Shalat Dhuhur
1) Siswa memakai pakaian menutup aurat, suci, dan rapi (rukuh, mukena bagi siswa putri).
2) Siswa merapikan sepatu/sandal ketika masuk masjid.
3) Siswa membaca doa masuk masjid.
4) Siswa melakukan Shalat Tahiyyatul masjid bagi yang cukup waktunya.
5) Siswa melakukan Shalat sunnah Qobliyyah Dhuhur dan murajaah membaca/mengulang hafalan) Al
Quran.
6) Siswa melaksanakan shalat dhuhur berjamah dengan khusuk.
7) Siswa melaksanakan dzikir, berdoa, dan shalat sunah badiyyah.
8) Siswa meninggalkan masjid dengan berjalan dan tenang.
c. Shalat Jumat
1) Siswa memakai pakaian menutup aurat, suci, dan rapi.
2) Siswa berbaris di depan tangga bawah dengan teratur.
3) Siswa merapikan sepatu/sandal ketika masuk masjid.
4) Siswa membaca doa masuk masjid.
5) Siswa melakukan Shalat Tahiyyatul masjid.
6) Siswa melakukan Shalat sunnah Qobliyyah Jumat.
7) Siswa duduk dengan tertib.
8) Siswa melaksanakan shalat Jumat berjamah dengan khusuk.
9) Siswa melaksanakan dzikir, berdoa, dan shalat sunah badiyyah.
10) Siswa meninggalkan masjid dengan berjalan dan tenang.

2. Tata Tertib Wudhu


a. Siswa datang di tempat wudhu tepat waktu.
b. Siswa wudhu dengan tertib dan benar.
c. Siswa menggunakan air tidak berlebihan.
d. Siswa baris dengan antri/bergantian.
e. Siswa memakai alas kaki/sandal.
f. Siswa membaca doa sebelum dan sesudah wudhu.
g. Siswa wudhu di tempat yang telah ditentukan:
1) Putri lantai 2 sebelah timur lantai 1 sebelah barat.
2) Putra lantai 1 di bawah tangga.

3. Tata Tertib Makan


a. Siswa membaca doa sebelum dan sesudah makan.
b. Siswa antri dengan rapi.
c. Siswa tidak bergurau pada saat makan.
d. Siswa tidak mencela makanan.
e. Siswa menghabiskan makanan sesuai dengan waktu yang disediakan.
f. Siswa mencuci tangan.
g. Siswa merapikan dan membersihkan ruang kelas setelah makan.
h. Siswa makan dan minum dengan duduk dan tangan kanan.
i. Siswa tidak meminta makanan secara paksa.

4. Tata Tertib Berpakaian


a. Siswa memakai pakaian seragam dengan ketentuan:
1) Senin dan Selasa: seragam merah putih
2) Rabu dan Kamis: seragam koko hijau kotak-kotak.
3) Jumat : seragam pramuka.
4) Sabtu : seragam olahraga.
b. Siswa yang ada jam olah raga selain hari sabtu, membawa baju ganti olah raga.
c. Siswa memakai sepatu dan kaos kaki ketika berada di sekolah kecuali ketika berwudhu.
d. Siswa memakai ikat pinggang.

5. Tata Tertib Qiraati


a. Siswa masuk dalam kelompok masing-masing.
b. Wajib membawa buku Qiraati, buku prestasi dan alat tulis.
c. Siswa tidak diperbolehkan meninggalkan kelompoknya sebelum jam Qiraati selesai.
d. Siswa kenaikan jilid diuji oleh koordinator Qiraati sesuai dengan jadwal.
e. Ketika naik jilid atau jilid hilang, siswa membeli sendiri buku Qiraati pada bendahra Qiraati.

6. Tata Tertib Bermain


a. Bermain saat jam istirahat.
b. Bermain di lingkungan sekolah dengan batasan yang telah ditentukan:
1) sebelah barat : gedung STIE
2) sebelah selatan : gedung sekolah
3) sebelah timur : taman bermain
4) sebelah utara : gerbang sekolah
c. Bermain di halaman sekolah.
d. Dilarang bermain di kantor guru, masjid, kelas TK, dan UKS.
e. Melakukan segala bentuk permainan di luar kelas, kecuali. dipantau (diizinkan) oleh guru.

f. Bermain dengan alat yang tidak membahayakan.


g. Memakai alas kaki saat bermain.

J. JENIS DAN BENTUK SANKSI

1. Sanksi Ringan

a. Dinasehati

b. Ditegur

c. Memungut sampah

d. Membersihkan got

e. Lari jarak sedang

f. Membersihkan kelas

g. Membersihkan jendela

h. Meyetorkan hafalan

i. Push up

j. Meminta maaf

k. Membersihkan halaman

l. Membersihkan masjid

m. Merapikan kantor guru

n. Merapikan sandal sepatu

2. Sanksi Sedang

a. Berdiri di depan kelas lain

b. Membersihkan WC

c. Membersihkan kamar mandi

d. Menguras bak mandi

e. Mengganti rugi

f. Membersihkan kelas lain

g. Tidak diijinkan mengikuti pelajaran


h. Dilakukan penyitaan

i. Disuruh pulang

3. Sanksi Berat

a. Panggilan terhadap orang tua

b. Diskors 3 hari

c. Diturunkan kelasnya

d. Dikembalikan pada orangtua

KETERANGAN

1. Sanksi Ringan

a. Melanggar ketentuan pada tata tertib umum poin 1 sampai dengan 16.

b. Melanggar ketentuan pada tata tertib khusus (tartib shalat, wudhu, makan, berpakaian dan bermain)

2. Sanksi Sedang

a. Melakukan pelanggaran tata tertib umum poin 17.

b. Mengulangi pelanggaran dengan modus yang sama lebih 3 kali terhadap sanksi ringan dalam 1
minggu.

3. Sanksi Berat

a. Melakukan pelanggaran pada tata tertib umum poin yang sama sebanyak 5 kali.

b. Melakukan pelanggaran terhadap tata tertib umum poin 17 sebanyak 3 kali pada poin yang sama.

c. Melakukan pelanggaran terhadap semua tata tertib sebanyak 10 kali pada poin yang berbeda.

K. REWARD DAN PUNISHMENT

Reward da punishment diorientasikan sebagai bagian tak terpisahkan dari pendidikan. Untuk itu tidak
diperkenankan reward dan punishment yang kontra produktif dengan pendidikan itu sendiri dengan
menggunakan prinsip hargai pelakunya,luruskan perilakunya.

Kesalahan dalam mendudukan reward dan punishment akan menimbulkan dampak yang justru
bertentangan dengan tujuan sekolah.
Reward diberikan untuk menghargai perilaku positif siswa.

1. Jenis-jenis reward meliputi:

a. Pin prestasi untuk menghargai setiap perilaku positif anak. Baik dalam aspek kognitif, afektif
maupun psikomotorik siswa.

b. Pin Best Student untuk menghargai perilaku siswa yang sudah 5 kali mendapatkan Pin Prestasi.

c. Pin Hebat untuk menghargai anak kelompok bawah yang mengalami perubahan besar dalam satu
bulan.

d. Pin Best of The Best Student untuk memberikan penghargaan pada siswa yang terbaik dalam satu
semester atau satu tahun.

e. Pin Best Mading untuk memberikan penghargaan pada pengirim naskah terbaik majalah dinding.

2. Semua jenis hukuman berupa kontak fisik negative seperti menjewer, melempar kapur, memukul,
mendorong kepala, dan lain-lain tidak diperbolehkan.

3. Jenis perkataan yang membuat siswa trauma juga tidak diperbolehkan.

III. WALI MURID

A. ADAB

Untuk mendidik siswa-siswi agar melakukan hal-hal yang sesuai dengan tujuan pendidikan yang
ada dan memberi contoh kebenaran kepada siswa dan siswi secara nyata, diharapkan orang tua ketika
memasuki lingkungan sekolah menggunakan adab sebagai berikut:

1. Berbusana muslim.

2. Tidak merokok.

3. Menjaga ketertiban

4. Menjaga kebersihan

B. TANGGUNG JAWAB

Sebagai bentuk hubungan sekolah dan wali murid diharapkan wali murid memperhatikan beberapa
tanggung jawab sebagai wali murid, karena anak adalah sebuah amanah yang harus dipertanggung
jawabkan serta demi tercapainya tujuan dan isi dari pendidikan itu sendiri, wali murid diharapkan:

1. Mengontrol buku penghubung dan tugas.


2. Mendampingi siswa ketika belajar.

3. Proaktif dengan kegiatan sekolah serta komite sekolah.

4. Hal-hal yang berkaitan dengan sekolah dimohon dikonfirmasikan langsung ke pihak sekolah.

5. Dimohon menjaga nama baik guru dan sekolah, untuk memberi kepercayaan kepada siswa dalam
belajar.

6. Memenuhi kewajiban administrasi tepat pada waktunya.

7. Mengantar dan menjemput siswa tepat pada waktunya.

8. Memberi informasi baik lisan maupun tulisan apabila siswa berhalangan mengikuti PBM.

IV. UMUM

A. LAYANAN TAMU

1. Tamu disambut oleh siapapun yang pertama kali menjumpai dengan senyum, salam, sapa atau yang
sejenisnya.

2. Tamu dibantu atau dilayani kebutuhannya dan diarahkan sesuai tujuannya.

3. Tamu dipersilahkan menunggu atau berhubungan langsung dengan orang yang berkepentingan.

4. Tamu dari Dinas diberi buku tamu khusus dan tamu dari umum diberi buku tamu umum oleh TU.

5. Tamu wali murid yang berkepentingan dengan administrasi, diterima sampai pukul 13.00 WIB oleh
TU.

6. Jika tamu selesai dengan kepentingannya, diantar sampai pintu dengan ucapan salam dan
bersalaman secara syari.

B. LAYANAN TELEPON

Untuk memudahkan hubungan antara pihak wali murid dan sekolah serta guru, pihak sekolah
memberikan layanan telepon dengan daftar no telepon semua guru secara terlampir. Dengan acuan
layanan sebgai berikut:

1. Penerima telepon utama adalah petugas dari TU.

2. Pelimpahan telepon kepada orang lain dengan disertai pesan.


3. Telepon diterima dan disudahi dengan menggunakan adab salam.

C. SURAT

1. Surat Masuk

a. Surat diterima oleh siapapun yang pertama kali menjumpai dan berhak untuk menandatangani tanda
terima.

b. Surat pribadi langsung diberikan kepada yang bersangkutan.

c. Surat ijin langsung diberikan kepada wali kelas yang bersangkutan.

d. Surat dinas diberikan kepadan TU untuk dibuka dan dicatat dalam buku agenda.

e. Surat dibawa TU kepada kepala sekolah untuk dibaca dan ditandai kalu telah dibaca.

f. Surat dimasukan dalam file surat masuk.

2. Surat Keluar

a. Semua surat berkop sekolah harus ditanda tangani oleh kepala sekolah baik langsung maupun
mengetahui dan di stempel.

b. Surat diberi nomer yang sesuai denga urutan.

c. Surat dimasukan dalam arsip surat keluar dan dicatat dalam buku surat keluar.

d. Pengiriman surat atau berkas yang bersifat eksternal harus disertai buku ekspedisi yang sudah diisi
sejak dari sekolah.

D. PENGADAAN BUKU PEGANGAN

1. Penanggung jawab pengadaan buku pegangan adalah bagian pengadaan sumber belajar (PSB).

2. Buku pegangan murid berupa buku paket, diktat, prestasi Qiraati, penghubung, dan LKS.

3. Pemilihan buku pegangan murid dari penerbit, melalui proses seleksi oleh tim seleksi.

4. Buku penghubung dimanfaatkan oleh wali murid.

E. MAJALAH DINDING

Majalah dinding diorientasikan sebagai media untuk melatih murid terampil menulis dan menuangkan
kreativitasnya. Menulis adalah tradisi keilmuan Islam, hamper tidak ada ulama yang tidak memiliki
karya tulis. Siswa diharapkan peka terhadap perkembangan kehidupan dan dapat mengkritisinya dan
dapat mengetahui kinerja penerbitan media.
1. Penaggung jawab adalah koordinator majalah dinding.
2. Siswa berhak mengirimkan tulisannya kepada koordinator majalah dinding, dan akan diseleksi.
3. Siswa yang terbaik dalam seleksi akan mendapatkan pin madding dan karyanya berhak di pasang
dalam madding.

F. RIHLAH ATAU KEGIATAN KELUAR

1. Penanggung jawab Rihlah atau kegiatan keluar adalah kabag kesiswaan.

2. Pendidikan luar sekolah diadakan setahun dua kali atau satu semester sekali.

3. Rihlah diselenggarakan untuk kelas lima pada akhir semester.

4. Biaya rihlah dari tabungan rihlah siswa selama satu tahun.

5. Biaya pendidikan luar sekolah dianggarkan dalam APBS tahun yang sedang berjalan.
G. PENUTUP

Demikian Standart Operating Procedure (SOP) ini dibuat, agar dapat memberikan manfaat dan
ketertiban dalam pembelajaran di SD Islam Pangeran Diponegoro Semarang. Apabila ada kesalahan
maka akan ditindaklanjuti sebagai proses koreksi.

MEMBANGUN BUDAYA SHOLAT TEPAT WAKTU DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU (SDIT) AL
ITTIHAD DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI BEHAVIORISME

PENDAHULUAN
SDIT Al Ittihad mempunyai visi Mewujudkan Siswa-siswi yang Berkepribadian Islami dan
Berprestasi dengan kharakteristik tingkah laku yang terinci dalam 13 jaminan mutu (Quality
Assurance), yaitu :
1. Sholat Tepat waktu
2. Berpakaian sesuai syariat
3. Berbakti kepada orang tua
4. Menerapkan budaya 5 S ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun )
5. Disiplin
6. Mandiri
7. Cinta Bersih
8. Bisa membaca Al-Quran dengan tartil
9. Hafal juz 30
10. Tuntas bidang studi 7,5
11. Gemar membaca
12. Berkomunikasi dengan bahasa Arab dan Inggris secara sederhana
13. Menguasai dasar-dasar komputer tingkat dasar
Salah satu pandangan teori psikologi behavirisme adalah bahwa tingkah laku manusia
dibentuk dengan menciptakan lingkungan yang relevan atau pengkondisian lingkungan tertentu (Saam,
2010 : 17). Maka kharakteristik dalam jaminan mutu membutuhkan lingkungan yang kondusif (biah
sholihah) sehingga perilaku yang kita inginkan dapat terbentuk dalam diri setiap peserta didik.
Selain lingkungan yang kondusif, kebiasaan-kebiasaan yang dibangun (stimulus yang terus
menerus) akan sangat mempengaruhi dan mengendalikan tingkah laku manusia. Kebiasaan juga
memegang peran yang sangat penting dan mengambil porsi yang cukup besar dari usaha manusia
untuk mengubah usaha menjadi mudah dan terlaksana tanpa paksaan dalam alam sadarnya (al
Quayyid, 2006). Hal ini sejalan dengan teori behavioristik yang memandang manusia sebagai mesin
(homo mechanism), yang berjalan dalam alam sadarnya, berjalan karena pengendalian sistem
lingkungannya (Saam, 2010 : 16). Samuel Johnson (dalam Tasmara, 2000) berkata, Mata rantai
kebiasaan seringkali terlalu kecil untuk disadari, sampai datang saatnya. Mata rantai kebiasaan
tersebut menjadi sangat kuat sehingga sulit diputuskan (the chains of habit are generally too small to
be felt until they are too strong to be broken).
Untuk mewujudkan ketiga belas jaminan mutu tersebut, sekolah membuat tahapan
pelaksanaan secara berangsur-angsur satu demi satu yang masing-masing telah ditetapkan indikator
keberhasilan dan program penunjangnya serta Standard Operating Procedure (SOP)-nya. Dalam hal
ini penulis akan membahas tentang pelaksanaan jaminan mutu Sholat Tepat Waktu.

PEMBAHASAN
Agama Islam mewajibkan umatnya sholat lima waktu secara konsisten dan kemudian
berkembang sedemikian rupa, sehingga sholatnya tidak dirasakannya sebagai kewajiban melainkan
sebagai keterpanggilan. Hal ini akan tercapai apabila setiap diri muslim membiasakan melatih diri
secara kontinyu, terprogram dan dibayangi oleh suatu tantangan (challenge).
Rasullah bersabda, Sholat yang utama adalah sholat yang tepat waktu, berarti mengerjakan
sholat di awal waktu merupakan amalan yang terbaik. Sedang mengakhirkannya adalah adalah
sebuah kelalaian, Sesungguhnya tidak ada kelalaian dalam tidur. Sebab kelalaian hanyalah bagi
orang yang belum mengerjakan sholat sehingga datang waktu sholat berikutnya, (HR. Muslim)
(Uwaidah, 2000). Dalam hal ini Allah swt. memperingatkan dalam firman-Nya :
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya .
(QS. Al Maun : 4-5).
Dalam hadist lain, Rasulullah saw. Bersabda, Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan
sholat ketika mereka berumur tujuh tahun dan pukullah apabila mereka tidak mau mengerjakannya
ketika berusia sepuluh tahun. (HR. Ahmad). Thomas Licknona (dalam Megawangi, 2004 : 21)
mengatakan, Seorang anak adalah satu-satunya bahan bangunan yang diketahui dapat membentuk
seorang dewasa yang bertanggungjawab (A child is the only known substance from which a
responsible adult can be made). Oleh karena itu sangatlah tepat apabila sholat ini menjadi budaya
yang harus dibangun di sekolah Islam, khususnya SDIT Al Ittihad.
Dalam implementasi jaminan mutu Sholat Tepat Waktu, SDIT menetapkan indikator keberhasilan
sebagai berikut :
1. Jika datang waktu sholat wajib, segera berwudhu, melaksanakan sholat
2. Merasa punya hutang apabila belum melakukan sholat
3. Memahami seluruh bacaan sholat
4. Memahami gerakan sholat dengan benar
Sedangkan program yang telah ditetapkan untuk mencapai indikator-indikator tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Program Kurikulum
a. Mengintensifkan komunikasi dengan orang tua peserta didik dan memantau aktivitas sholat dengan
Buku Komunikasi
b. Pengayaan modul Pendidikan Agama Islam dengan suplemen panduan Ibadah Praktis
c. Ebta Praktek Ibadah
2. Program Kesiswaan
a. Pendampingan siswa ketika sholat dan wudhu
b. Cek sholat di masjid
c. Mabit (Malam Bina Iman dan Takwa)
d. Komunikasi melalui telpon (Dering Telepon)
3. Program Sarana Prasarana
a. Pelaksanaan sholat kelas 1 - 2 di kelas dan kelas 3 - 6 di masjid
b. Tempat wudhu yang representatif
c. Perlengkapan sholat
d. Mikropon /pengeras suara

PASAL I
PROSEDUR MASUK DAN IJIN KELUAR ATAU ABSEN GURU &
KARYAWAN

1. Guru dan karyawan masuk kerja pada jam yang sesuai dengan
kesepakatan yang telah dibuat pada saat perekrutan dengan Yayasan.
2. Toleransi keterlambatan adalah 5 menit. Di luar 5 menit akan
menerima sanksi berupa:
a. Pemotongan sebesar Rp. 5000,00 untuk setiap kali per 5 menit
keterlambatan.
b. Untuk keterlambatan keenam kali akan diterbitkan surat peringatan
oleh Kepala Sekolah.
c. Surat peringatan kedua akan berujung pada penjatuhan sanksi
pemotongan uang hadir sebesar 50 persen.
d. Surat peringatan ketiga akan berujung pada pelepasan status
kepegawaian yang bersangkutan.
3. Guru dan karyawan yang masuk kerja pada hari itu mengisi daftar
hadir dan/atau melakukan scanning pada mesin pencatat yang
disediakan di kantor sebagai bukti kehadiran. Hasil scanning absen
akan direkap di akhir bulan sebagai masukan untuk pemrosesan
pembayaran gaji bulanan. Guru dan karyawan yang hadir pada hari
kerja tersebut namun alpa dalam mengisi daftar hadir dan/atau
scanning pada mesin pencatat maka dipertimbangkan sebagai
terlambat.
4. Guru dan karyawan tidak diperkenankan untuk keluar dari area
sekolah, sekalipun pada jam istirahat, tanpa ada ijin dan
pemberitahuan sebelumnya kepada pejabat yang berwenang di
sekolah saat itu.
5. Guru dan karyawan yang hendak keluar dari area sekolah sebelum
waktu pulang diwajibkan minta ijin pada pejabat berwenang di sekolah
yang ada saat itu, yaitu:
Yayasan (terutama untuk Kepala Sekolah)
Kepala Sekolah (terutama untuk Teacher Supervisor, QC)
Teacher Supervisor (terutama untuk Guru)
Quality Control (bila Teacher Supervisor berhalangan, terutama
untuk Guru)
6. Ijin keluar tersebut disampaikan secara:
a. Lisan - bila memakan waktu antara 1-3 jam saja dan kembali ke
sekolah untuk melanjutkan jam kerja.
b. Tertulis (pada hari H) - bila memakan waktu lebih dari 3 jam, lalu
kembali ke sekolah untuk melanjutkan jam kerja.
c. Tertulis (minimal 3 hari sebelum hari H) - bila ada kemungkinan
tidak kembali setelah keluar, tapi bukan absen.
7. Karyawan bukan guru memiliki hak cuti 10 hari dalam setahun yang
otomatis hangus bila tidak diambil dalam tahun kerja tersebut. Dalam
masa cuti, karyawan tersebut tetap dibayar, ijin cuti maksimal 3 hari.
Pengajuan cuti dilakukan selambat-lambatnya 1 bulan sebelumnya
agar bisa dilakukan koordinasi tugas-tugas yang ditinggalkan bila
diperlukan. Pengajuan cuti ditujukan dan harus disetujui oleh Kepala
Sekolah, dan tidak bisa diwakilkan.
8. Teacher Supervisor dan Guru tidak memiliki hak cuti karena liburnya
telah ditentukan oleh kalender akademik sekolah yang dikeluarkan
Kepala Sekolah. Namun, untuk urusan-urusan pribadi yang sifatnya
darurat dan tidak bisa ditunda sampai hari libur, diijinkan tidak masuk
1 (satu) hari kerja dengan lebih dulu mengajukan ijin tertulis kepada
Kepala Sekolah minimal 1 (satu) hari sebelumnya.
9. Kepala Sekolah tidak memiliki hak cuti karena liburnya telah ditentukan
oleh kalender akademik sekolah yang dikeluarkan bersama Yayasan.
Namun, untuk urusan-urusan pribadi yang sifatnya darurat dan tidak
bisa ditunda sampai hari libur, diijinkan tidak masuk 1 (satu) hari kerja
dengan lebih dulu mengajukan ijin secara langsung atau tertulis
kepada Yayasan minimal 1 (satu) hari sebelumnya.
10. QC tidak memiliki hak cuti karena liburnya telah ditentukan oleh
kalender akademik sekolah yang dikeluarkan Kepala Sekolah bersama
Yayasan. Namun, untuk urusan-urusan pribadi yang sifatnya darurat
dan tidak bisa ditunda sampai hari libur, diijinkan tidak masuk 1 (satu)
hari kerja dengan lebih dulu mengajukan ijin secara langsung atau
tertulis kepada Yayasan minimal 1 (satu) hari sebelumnya.
11. Dalam hal absen karena sakit, guru dan karyawan harus
memberitahukan kepada Kepala Sekolah paling lambat jam 06.30 WIB
di hari yang sama. Jika absen yang dikarenakan sakit harus dapat
menunjukkan surat keterangan sakit dari dokter. Tanpa surat
keterangan sakit dari dokter yang sah, maka absen sakit tersebut tidak
dapat di bayar dan akan dipotong dari tunjangan kehadiran sebesar
ketentuan yang telah ditentukan pada setiap kontrak kerja per
kejadian.
12. Pasal 7 sampai 10 tidak berlaku untuk kejadian-kejadian luar biasa,
misalnya kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja lainnya. Bila
diperlukan perawatan intensif dalam waktu lama maka Yayasan akan
menetapkan kebijakan terkait setelah melalui pertimbangan-
pertimbangan tertentu.

PASAL II
PROSEDUR PENAMPILAN & KERAPIAN GURU & STAF

1. Guru dan Staf wajib datang ke sekolah dengan aturan seragam yang
telah disepakati. Aturan seragam ini dibuat agar semangat kesatuan
dan kebersamaan dalam organisasi terjaga dengan baik. Selain itu,
masalah kerapian juga menjadi penting karena akan memberikan
kesan terhadap sekolah sebagai organisasi profesional penyelenggara
pendidikan.
2. Aturan seragam guru dalam seminggu adalah:

Senin Baju seragam formal, celana Sepatu formal


kain hitam

Selasa Baju seragam formal, celana Sepatu formal


kain hitam

Rabu Baju Batik, celana kain Sepatu formal

Kamis Baju Polo seragam, celana Sepatu OR


jeans

Jumat Gym Outfit, celana jeans Sepatu OR

Sabtu Baju seragam formal, celana Sepatu formal


kain hitam

3. Bila guru yang bersangkutan tidak bisa datang dengan seragam yang
ditentukan dengan alasan yang tidak bisa diterima, maka yang
bersangkutan wajib membayar denda sebesar IDR. 20.000 yang harus
dibayarkan kepada Koperasi Karyawan.
4. Bila guru yang bersangkutan adalah guru baru maka pengecualian bisa
dilakukan selama jangka waktu tertentu sebelum Sekolah memberikan
jatah seragam yang ditentukan kepada yang bersangkutan.
5. Untuk Staf, aturan berpenampilan di sekolah adalah sebagai berikut:
a. Mengikuti peraturan yang ditentukan oleh Kepala Sekolah, jika ada
seragam.
b. Formal.
Untuk laki-laki diharapkan menggunakan hem dan bercelana
panjang dengan warna gelap.
c. Sopan.
d. Tidak berlebihan dan menyolok mata.
e. Rapi; sesuai dengan standar kelayakan berbusana secara
organisasional.
f. Bersepatu sesuai standar sekolah.
6. Guru wajib menampilkan kerapian selama mengajar di sekolah. Karena
kerapian itu akan menjadi inspirasi bagi anak-anak yang diasuhnya.
Termasuk di dalam kerapian itu adalah tidak adanya bau yang
mengganggu, baik bau badan atau anggota badan lain yang rawan
bau, misalnya gigi dan bagian tubuh lainnya yang memungkinkan
menimbulkan bau. Dan diharuskan untuk guru tidak memiliki kuku
yang panjang.
7. Disarankan untuk guru dan staf wanita memakai make up, akan tetapi
disarankan untuk tidak berlebihan.
8. Untuk guru yang mempunyai rambut panjang diharuskan untuk
mengikat dengan rapi. Dan bagi yang berambut pendek diharuskan
mengkondisikan rambut agar selalu rapi.
9. Kerapian tidak boleh diinterpretrasikan dengan penonjolan berbusana.
Tidak disarankan untuk guru-guru wanita menggunakan perhiasan
berlebihan yang menyolok mata dan rentan hilang serta menjadi
kesempatan bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
10. Guru dan Staff diharuskan memakai kaos kaki berwarna
hitam/bagian alas berwarna hitam setiap hari selama jam kerja
berlangsung
11. Guru dan Staf wajib mengenakan ID Card sebagai kelengkapan
berseragam selama jam kerja. ID Card ini penting untuk memudahkan
bila Wali Murid membutuhkan untuk berkomunikasi dengan individu
tertentu. Selain itu, ID Card ini memudahkan siapapun klien sekolah
yang merasa tidak dilayani dengan baik untuk mengajukan keluhan
kepada Kepala Sekolah dan/atau Yayasan.

PASAL III
PROSEDUR PEMAKAIAN HP ATAU GADGET DI SEKOLAH

1. HP atau gadget adalah alat komunikasi yang penggunaannya dibatasi


di sekolah, baik untuk Guru, Staf, atau Siswa. HP atau gadget
digunakan hanya untuk berkomunikasi dan bukan untuk lainnya.
2. Siswa tidak boleh membawa HP atau gadget yang tidak berkaitan
dengan proses belajar di kelas. Ini agar kenyamanan belajar dan
konsentrasi di kelas tidak terganggu. HP atau gadget hanya boleh
dibawa bila secara terstruktur Guru memang melibatkan keduanya
sebagai sumber belajar langsung.
3. Bila ada situasi darurat, siswa disarankan menelepon ke rumah atau
orang tuanya melalui telepon kantor sekolah.
4. Dalam situasi darurat, Guru atau Staf diperbolehkan menggunakan HP
atau gadget asalkan tidak mengganggu dan mengurangi produktivitas
dan efisiensi kerja selama diketahui dan seijin dari Kepala Sekolah.
5. Sekolah berhak menyita HP atau gadget dari siswa bila ketahuan
melanggar pasal 2 diatas. HP atau gadget yang disita baru bisa
dikembalikan setelah orangtua datang menemui Kepala Sekolah dan
menandatangani komitmen.
6. Guru dan staf tidak diperkenankan untuk mempergunakan HP saat jam
bekerja. HP harus ditempatkan di loker masing masing dan apabila
ada keperluan keluarga yang mendesak guru dan staf disarankan
untuk menghubungi dari nomer kantor sekolah.
7. Guru dan staf hanya diperkenankan untuk memakai HP pribadi pada
saat jam istirahat, selebihnya HP harus berada di dalam loker masing
masing.
8. Guru dan staf tidak diperkenankan membuka situs situs yang tidak
berhubungan dengan kepentingan sekolah selama jam bekerja.
9. Guru diperbolehkan menggunakan gadget dengan seijin dari pejabat
sekolah yang saat itu ada disekolah untuk merekam proses belajar
yang berlangsung dengan penuh rasa tanggung jawab dan bisa
mempertanggungjawabkan hasil dari aktifitasnya tersebut secara
transparan kepada Kepala Sekolah dan Yayasan.
10. Guru, Staf, dan Siswa dilarang memanfaatkan HP atau gadget untuk
hal-hal yang berbau pornografi, SARA, atau hal-hal yang secara
kesusilaan dan moral tidak pantas.
11. Guru, Staf, dan Siswa dilarang memanfaatkan HP atau gadget untuk
mendistribusikan atau mentransmisikan content apapun yang
merupakan rahasia perusahaan (sekolah) kepada khalayak umum.
12. Guru, Staf, dan Siswa dilarang memanfaatkan HP atau gadget untuk
secara sengaja atau tidak sengaja mencemarkan nama baik sekolah
dan yayasan, baik secara organisasi ataupun individu-individunya.

PASAL IV
PROSEDUR PENYAMBUTAN ANAK DI PAGI HARI (DOOR
GREETER)
DAN PEMULANGAN (DISMISSAL)

1. Pada pukul 07.05, guru yang sudah dijadwalkan menjadi Door Greeter
bertanggung jawab memastikan lagu penyambutan melalui CD player
diputar dan harus sudah siap di gerbang sekolah untuk menyambut
kedatangan para siswa.
2. Para Door Greeter harus melengkapi diri dengan informasi ulang tahun
anak, orangtua, guru maupun staf, agar dapat segera memberikan
ucapan selamat saat pertama kali bertemu dengan yang bersangkutan.
3. Para Door Greeter menyambut kedatangan para siswa dengan:
Senyum hangat.
Sapaan tulus ( Good Morning (nama anak), How are you?)
kepada siswa dan pengantarnya.
Bersalaman tangan atau sentuhan kecil untuk menunjukkan
kehangatan dan penerimaan.
Bantuan yang diperlukan (misalnya: ada kesulitan dengan tas yang
dibawa karena anak terlalu kecil, sulit turun dari mobil, atau bahkan
masalah emosional berangkat ke sekolah).

4. Para Door Greeter memastikan anak masuk sekolah dengan aman dari
si pengantar setidaknya sampai ke ruang transit sebelum memasuki
kelas masing-masing.
5. Door Greeter bersama guru kelas masing-masing bertanggung jawab
sepenuhnya atas keamanan anak saat bermain sebelum bel masuk
berbunyi.
6. Jadwal Door Greeter disusun oleh Teacher Supervisor, dan harus
dipatuhi oleh semua guru dan asisten guru.
7. Dismissal atau pemulangan dilakukan sesuai jam pulang masing-
masing kelas. Dismissal ditandai dengan dibunyikannya bel sekolah
dan pemutaran lagu melalui CD player oleh penjaga sekolah. Guru
Kelas menjadi pengarah kebiasaan ritual sebelum pulang sekolah. Para
asisten membantu Guru Kelas menertibkan barisan para siswa serta
mengelola hal-hal yang di luar kebiasaan (misalnya siswa mendadak
bad mood ketika mau pulang).
8. Pada saat Dismissal siswa harus keluar dari gate atau pintu masuk di
mana ia datang pagi hari dengan membawa kartu identitas
penjemputan siswa yang dikelola Security. Kartu identitas penjemputan
siswa ini harus dibawa si penjemput siswa dan memberikannya kepada
Security yang kemudian, dibantu para asisten guru, didistribusikan
kepada siswa agar bisa pulang. Kartu ini harus dibawa si penjemput
untuk menandai bahwa dia adalah memang orang yang berhak atau
diberi kuasa menjemput siswa bersangkutan.
9. Setiap anak yang belum dijemput tepat pada waktunya, guru kelas
diwajibkan untuk segera menghubungi orangtua yang bersangkutan.
Dan menjadi tanggung jawab guru kelas anak tersebut sampai
penjemputan.
10. Diharapkan kepada guru untuk tetap menemani wali murid yang
datang untuk menjemput anaknya, dengan pembicaraan seputar
proses belajar dan perkembangan anaknya sampai wali murid dan
anak itu pulang.
11. Prosedur pengantaran dan penjemputan ini harus disosialisasikan
kepada Wali Murid agar tidak terjadi salah interpretasi. Para leader
sekolah harus sudah siap untuk menanggapi berbagai ketidakpahaman
yang mungkin terjadi di awal sosialisasi prosedur ini.
12. Dalam hal kepulangan siswa play group yang belajar di lantai dua,
maka setiap guru dan/atau penjaga sekolah diwajibkan untuk turut
membantu dan menjaga setiap siswa untuk dapat turun tangga
dengan baik dan aman sampai di tempat penjemputan.

PASAL V

PROSEDUR PENYELENGGARAN DAN PENGIRIMAN UCAPAN


SELAMAT ULANG TAHUN

1. Daftar siswa, orang tua, Guru dan karyawan yang berulang tahun di
bulan tersebut, direkap oleh Administrator setiap bulan dan sebelum
bulan berjalan diletakan di tempat yang mudah dilihat oleh Guru dan
karyawan.
2. Siswa dari jenjang pendidikan manapun boleh merayakan ulang
tahunnya di sekolah, dengan lebih dahulu menginformasikan kepada
Guru Kelas terkait.
3. Berkenaan dengan ulangtahun siswa dan wali murid diambil kebijakan
sbb :
a. Untuk Siswa yang berulang tahun, Guru Kelas diharapkan untuk
selalu tahu siapa yang berulang tahun di bulan itu.
b. Guru kelas diharapkan untuk sedapat mungkin memberikan
perayaan yang berkesan untuk setiap anak didik yang berulang
tahun. Meskipun tidak dirayakan secara besar oleh orangtua di
sekolah, namun guru kelas harus merayakan sendiri dengan teman-
teman sekelas dan didokumentasikan, kemudian CD perayaan ulang
tahun tersebut diberikan kepada anak yang berulang tahun pada
hari berikutnya sebagai hadiah dari sekolah.
c. Untuk Wali Murid dan sibling yang berulang tahun, Guru Kelas dan
staf desain membuat ucapan selamat ulang tahun. Staf Desain
diharapkan membuat desain ucapan selamat dengan foto anaknya
beserta teman sekelas. Guru Kelas kemudian memerian kartu
ucapan ulang tahun tersebut melalui anak untuk dibawa pulang.
Bagi yang orangtuanya memiliki Blackberry, foto tersebut juga
dikirimkan melalui Blackberry.

PASAL VI
PROSEDUR PENYAMBUTAN SISWA FREE TRIAL

Informasi dari setiap calon siswa baru yang akan mengikuti Free Trial
wajib diketahui oleh karyawan administrasi, Kepala Sekolah, Guru Kelas
dan Asisten yang bersangkutan. Nama, jadwal dan penempatan Free
Trial langsung dicatat dan diletakkan di tempat yang mudah dilihat oleh
seluruh Guru dan karyawan agar ketika calon siswa datang dapat
disambut dan diterima dengan baik.
PASAL VII
PROSEDUR PENGGUNAAN DAN PEMINJAMAN BUKU
PERPUSTAKAAN

1. Perpustakaan adalah pusat belajar dan pusat sumber belajar bagi


seluruh siswa dan guru PG-TK Peek A Boo dan SD Nasional Plus Vision.
2. Dalam kondisi tertentu, Perpustakaan bisa juga digunakan untuk school
meeting, assemblies dalam jumlah guru atau siswa tertentu, atas seijin
Principal, dan sepengetahuan Teacher Supervisor.
3. Perpustakaan bukan digunakan untuk kegiatan berikut:
a. Makan (makan pagi / siang), baik oleh siswa atau guru dan staf.
b. Istirahat
c. Kegiatan pribadi lainnya (termasuk beribadah, karena telah
disediakan tempat khusus)
4. Peminjaman buku oleh siswa dilakukan sesuai jadwal peminjaman dan
kunjungan perpustakaan yang disusun oleh Librarian.
5. Guru Kelas diwajibkan memeriksa jadwal pengembalian buku yang
dipinjam siswa. Guru wajib mengambil formulir keterlambatan dari
Librarian bila terindikasi siswa terlambat mengembalikan. Kontak Wali
Murid di rumah untuk mengingatkan hal tersebut.
6. Bila ada siswa yang tidak mengembalikan buku maka tidak
diperkenankan untuk meminjam kembali minggu berikutnya sampai
buku yang dipinjam dikembalikan.
7. Jika buku tidak kembali sampai 1 bulan maka siswa tersebut tidak
diperkenankan meminjam buku selama 1 (satu) semester.
8. Guru Kelas atau Guru Mata Pelajaran yang meminjam sumber belajar
dari Perpustakaan harus mengembalikan sesuai tanggal pengembalian
buku. Guru Kelas yang bermaksud meminjam buku di perpustakaan
untuk jangka waktu lebih lama untuk ditempatkan di Reading Corner
kelas, harus memperpanjang jangka waktu peminjaman sesuai
ketentuan. Bila terjadi kehilangan akan menjadi tanggungan yang
bersangkutan untuk menggantinya dengan yang sama. Bila gagal
melakukannya selama 1 bulan, akan dipotong gaji sesuai besarnya
yang dihilangkan di bulan berikutnya.
9. Guru Kelas atau Guru Mata Pelajaran tidak boleh meminjam buku untuk
dibaca selain di perpustakaan, kecuali dengan ijin tertentu dari
Principal. Bila peminjaman di luar perpustakaan diperbolehkan, maka
peraturan yang berlaku untuk pengembalian akan sama dengan
pengembalian buku siswa.
10. Prosedur ini akan dievaluasi secara berkala dan mungkin
dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang muncul di
lapangan dan belum diatur di dalam prosedur ini.

PASAL VIII
PROSEDUR PENANGANAN TAMU
1. Setiap tamu yang hendak menemui siapapun di sekolah:
A. Harus jelas keperluannya; dan/atau
B. Memiliki janji bertemu (terutama dengan kepala sekolah)
C. Jelas identitasnya (bisa dengan memerlihatkan ktp, sim atau surat
tugas, atau bila tamu ini orang tua siswa, harus bisa menunjukkan
nama anak dan kelas).
D. Berbusana sopan dan mengikuti prosedur sekolah.
E. Setiap tamu yang menunjukkan perilaku tidak mau menuruti
prosedur sekolah dan etika kepantasan tidak boleh diijinkan
masuk memasuki koridor sekolah.
2. Definisi tamu di sini termasuk orang tua siswa yang hendak bertemu
dengan staf, guru, dan kepala sekolah.
3. Pengecualian prosedur nomor 1 item b hanya berlaku untuk pejabat
diknas (yang paling sering adalah pengawas sekolah, namun tidak
tertutup kemungkinan guru-guru yang ditugaskan misalnya untuk
uasbn/unas).
4. Larangan memasuki koridor sekolah juga berlaku untuk pihak-pihak
yang atas permintaan tertulis orang tua dilarang bertemu secara fisik
dengan anak tertentu. Definisi orang tua di sini adalah pengampu
atau siapa saja yang menjadi pihak yang mendaftarkan dan membayar
uang sekolah siswa dan memiliki syarat-syarat tertulis sesuai prosedur
penerimaan siswa baru (misalnya ktp, ksk, akta kelahiran dan/atau
surat keterangan lahir).
5. Pihak keamanan sekolah berhak mencegah siapapun yang dinilai
akan membuat situasi tidak kondusif, baik dari penilaian lapangan atau
perintah langsung atasan (dalam hal ini kepala sekolah sebagai
user). Penilaian lapangan adalah observasi pihak keamanan terhadap
siapapun yang hendak memasuki sekolah dan menunjukkan gelagat
tidak baik.
6. Pihak keamanan dan sopir sekolah tidak boleh menerima dan
membayarkan uang apapun dari orang tua siswa kepada guru atau
staf keuangan. Pihak keamanan juga tidak memanggilkan siswa atau
siapapun dari kelasnya tanpa persetujuan guru atau kepala sekolah.

Prosedur ini akan dievaluasi secara berkala dan mungkin dimodifikasi


untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang muncul di lapangan dan
belum diatur di dalam prosedur ini.

PASAL IX
PROSEDUR PEMBELIAN DAN PENGADAAN BARANG

1. Semua pengadaan atau pembelian barang harus melalui perencanaan


sebelumnya melalui RAPBS (Rencana Anggaran Pembayaran dan
Belanja Sekolah) dan/atau dalam keadaan darurat harus
sepengetahuan dan seijin Kepala Sekolah dan/atau Teacher Supervisor.
2. Pengertian Barang di sini mencakup:
a. Keperluan alat tulis kantor atau kelas (stationary), namun bukan
untuk siswa.
b. Keperluan alat tulis kelas (stationary) untuk siswa.
c. Teaching aids
d. Keperluan untuk mendekorasi kelas
e. Bahan-bahan untuk pembersihan gedung
f. Keperluan untuk event dan rapat internal dengan wali murid
3. Pengadaan/pembelian bahan Art & Craft hanya boleh dilakukan di awal
tema.
4. Pengadaan/pembelian untuk keperluan kelas (stationery/non-
stationary) dilakukan 1 bulan sekali. Permintaan apapun setelah itu
tidak dilayani. Dihimbau para guru kelas dan staf untuk mengelola
sumber dayanya dengan sangat bijaksana.
5. Pengadaan/pembelian untuk keperluan event harus melalui proposal
yang jelas dan sudah diajukan sebelumnya oleh Person-in-Charge (PIC)
kepada Kepala Sekolah. Pengajuan tidak boleh mendadak, minimal 1
minggu sebelum pembelian oleh pihak yang ditunjuk Kepala Sekolah,
kecuali dalam suatu kondisi yang di luar dugaan/darurat tanpa bisa
dihindari.
6. Prosedur 3-6 di atas tidak berlaku untuk barang yang bersifat investasi
jangka panjang dan berskala besar atau menembus plafon anggaran
normal RABS. Untuk kondisi semacam ini harus didahului penelaahan
lebih lanjut oleh Yayasan sebelum nantinya diputuskan melalui Kepala
Sekolah.

PASAL X
PROSEDUR KOMUNIKASI WALI MURID DAN SEKOLAH

1. Komunikasi resmi antara wali murid dan Guru kelas adalah melalui
School Diary. School Diary harus digunakan untuk menyampaikan
informasi kepada Orangtua maupun menitipkan pesan kepada Guru
Kelas dari orangtua. Informasi dan pesan ditulis dengan jelas dan
dengan bahasa yang tidak menimbulkan perbedaan pemahaman guna
menghindarkan kesalahpahaman. Komunikasi dari orangtua siswa
kepada Guru Kelas yang disampaikan melalui Blackberry yang diterima
oleh Staf Administrasi maupun oleh guru lain harus segera diteruskan
kepada Guru kelas yang dituju.
2. Pengumuman dari Guru Kelas maupun Kepala Sekolah harus
disampaikan secara tertulis melalui School Diary. Broadcast
pengumuman melalui Blackberry, SMS, maupun email hanya boleh
diberikan sebagai pengingat, namun bukan sebagai pengumuman
pertama kali, mengingat tidak semua orangtua menerima pesan
melalui media ini.
3. Wali Murid yang ingin bertemu Guru atau Kepala Sekolah harus
membuat janji terlebih dahulu untuk mengetahui kapan pihak yang
dimaksud bisa bertemu dengan Wali Murid. Tanpa janji lebih dahulu,
akan ada konsekuensi bahwa pihak yang dimaksud tidak bisa menemui
Wali Murid, karena berbagai tugas di sekolah. Disarankan Wali Murid
membuat janji dengan menghubungi Staf Administrasi dengan
menyebutkan secara jelas nama Wali Murid, kelas anak, nomor kontak
Wali Murid (Telepon, HP, BB), serta keperluan bertemu.
4. Tamu, termasuk Wali Murid, dengan keperluan tertentu, dipersilakan
mengunjungi kelas atau kantor guru dan Kepala Sekolah dengan
perjanjian terlebih dahulu. Staf Administrasi akan membantu untuk
mengatur bagaimana Wali Murid sampai ke tujuan.
5. Bila Wali Murid perlu memulangkan anak sebelum waktunya, harus
dengan ijin dari Guru Kelas. Ini bisa dilakukan dengan menelepon Staf
Administrasi, bila kepentingannya mendadak. Namun bila ini adalah
sesuatu yang direncanakan sebelumnya, maka harus ada surat tertulis
yang diserahkan kepada Guru Kelas sebelum pemulangan anak
tersebut.
6. Bila anak Wali Murid absen, surat dokter atau surat minta ijin dari
orang tua harus diberikan kepada Guru Kelas, setidaknya sehari
setelah absen. Menelepon untuk minta ijin diperbolehkan, namun surat
harus tetap ada sebagai bukti tertulis untuk diarsipkan oleh Guru Kelas.
7. Wali Murid dihimbau untuk memperhatikan edaran apa saja yang
dikirimkan Sekolah. Karena selain mungkin ada informasi penting
terkait perilaku anak, masalah administrasi sekolah, Kepala Sekolah
mungkin bermaksud memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan
baru sekolah. Perhatian terhadap edaran sekolah sebagai alat
komunikasi menunjukkan seberapa besar perhatian Wali Murid sebagai
orang tua terhadap pendidikan anak.
8. Bila ada keluhan/masukan terhadap sarana dan prasana, kegiatan
belajar mengajar, atau yang terkait pelayanan kami secara umum,
dapat dengan menuliskannya di School Diary dengan jelas. Keluhan
secara langsung harus tetap mengikuti prosedur nmor 2 dan 3 di atas.
9. Keluhan/masukan apapun akan mendapat perhatian dan tindak lanjut
semaksimal mungkin dari sekolah bila memiliki latar belakang, alasan
serta referensi yang jelas. Keluhan atau masukan apapun yang
berdasarkan rumor, isu atau apapun yang tidak bisa dirunut lebih
lanjut kejelasannya, tidak akan mendapat perhatian atau tindak lanjut
apapun.
10. Sekolah mengagendakan pertemuan Wali Murid yang akan
diinformasikan lebih lanjut sesuai kebutuhan, sebagai jalur komunikasi
dengan agenda khusus. Pertemuan Wali Murid adalah media bagi
Sekolah untuk menyosialisasikan program-program dan kebijakan
sekolah di tahun ajaran berjalan, atau untuk tahun ajaran baru.
11. Apabila ada masukan atau keluhan dari pihak wali murid yang
disampaikan kepada guru kelas, hendaknya guru kelas memberikan
jawaban sejelas-jelasnya dan sesuai apabila pertanyaan tersebut dapat
di jawab sendiri oleh guru yang bersangkutan. Namun apabila
pertanyaan tersebut dapat menimbulkan hal yang tidak diinginkan
terjadi dikemudian hari, sebaiknya pertanyaan tersebut ditampung
terlebih dahulu dan disampaikan ke Kepala Sekolah dan/atau Teacher
Supervisor dan/atau Quality Control untuk dapat ditindak lanjuti
responnya.
12. Guru Kelas tidak diperkenankan memberikan informasi-informasi
data internal sekolah termasuk di dalamnya perkembangan siswa
selain kepada orangtuanya sendiri, bio data siswa dan guru lain tanpa
alasan yang jelas, dokumen-dokumen penting sekolah.

PASAL XI
PROSEDUR PELAKSANAAN EVEN ATAU KEGIATAN SEKOLAH

1. Even atau kegiatan sekolah dilaksanakan sesuai dengan kalender


akademik yang sudah dibuat oleh Kepala Sekolah.
2. Penunjukan PIC (Person In Charge) dilakukan oleh Kepala Sekolah dan
harus dipatuhi oleh semua Guru dan Staff.
3. PIC berkewajiban untuk menyukseskan even atau kegiatan sekolah
dengan konsep yang sudah diketahui dan disetujui oleh Kepala
Sekolah.
4. PIC berkewajiban untuk melibatkan semua elemen Guru dan Staff
dalam even dan kegiatan sekolah.
5. Semua Guru dan Staff berkewajiban untuk menghadiri dan ikut
menyukseskan even dan kegiatan sekolah tersebut. Sekolah tidak
menerima alasan apapun atas ketidakhadiran Guru dan Staff dalam
hari pelaksanaan even dan kegiatan sekolah tersebut. Terkecuali
dikarenakan yang bersangkutan sakit dan benar-benar tidak dapat
menghadiri even dan kegiatan sekolah tersebut, dengan dibuktikan
surat dokter yang harus diberikan kepada PIC acara pada saat hari
pelaksanaan.

PASAL XII
PROSEDUR PELAKSANAAN OUTING ATAU KEGIATAN KELAS DILUAR
SEKOLAH

1. Penentuan pelaksanaan dan penentuan tempat outing dilakukan oleh


Guru kelas masing masing, diketahui oleh QC (Quality Control), lalu
disetujui oleh Kepala Sekolah.
2. Guru harus berkoordinasi dengan Staff Desainer (bila diperlukan untuk
dokumentasi) dan Maintanance Supervisor untuk pengaturan
kendaraan dan pengambilan dokumentasi saat acara.
3. Guru bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan semua
siswa saat kegiatan.
4. Guru harus memastikan bahwa setiap anak terlibat aktif dan
memperhatikan penjelasan dari narasumber dengan seksama dalam
kegiatan.
5. Guru yang bertugas harus hadir pada saat pelaksanaan kegiatan,
sekolah tidak mentolerir alasan apapun atas ketidakhadiran, terkecuali
dapat dipertanggung jawabkan.
6. Staff Desainer atau Guru kelas harus mendokumentasikan keseluruhan
kegiatan dalam bentuk foto dan video.
7. Survey lokasi (bila diperlukan) dan segala keperluan kegiatan harus
dipersiapkan sebelumnya oleh Guru yang bertugas.
8. Staff Desainer atau Guru kelas mengambil foto bersama dan dicetak
dalam kertas foto ukuran A4, yang kemudian diserahkan kepada Guru
kelas untuk diberikan kepada pihak yang telah bekerjasama atas
terlaksananya kegiatan tersebut sebagai cinderamata.

PASAL XIII
PROSEDUR PERANCANGAN PORTOFOLIO SISWA DAN
PELAPORAN HASIL BELAJAR

1. Pelaporan hasil belajar siswa Peek A Boo dan Vision School diwujudkan
dalam empat mekanisme:

a. Two Way Conference (2WC):


pertemuan antara Wali Murid dan Guru Kelas untuk membahas
perkembangan anak berdasarkan portofolio siswa yang telah
disusun sebelumnya oleh Guru Kelas dan siswa. 2WC ini
dilakukan untuk jenjang PlayGroup di mana siswa masih belum
mandiri dalam menyusun portofolio serta mempresentasikannya
kepada orang tua.
Komunikasi hanya dibangun antara Wali Murid dan Guru Kelas
dan tidak melibatkan siswa secara aktif. Yang dikomunikasikan
adalah sejauhmana si anak mengalami kemajuan secara holistik
(bukan hanya mengedepankan akademik), terutama untuk
Playgroup dan TK di mana penguasaan life skills adalah dasar
pertumbuhan anak selanjutnya. Dasar perkembangan itu adalah
dari goalsetting yang telah disusun dan disepakati oleh Wali
Murid dan Guru Kelas pada 2WC sebelumnya. Bila belum
tercapai, maka perlu diulang lagi dengan strategi baru. Bila
sudah tercapai, bisa disusun goalsetting baru untuk anak, yang
akan ditinjau lagi 6 bulan kemudian pada 2WC berikutnya.
2WC ini dilaksanakan pada bulan September/Oktober dan
Maret/April.

Atau,

Three-Way Conference (3WC)


Pertemuan antara Siswa, Wali Murid dan Guru Kelas untuk
mendemonstrasikan perkembangan anak berdasarkan portofolio
siswa yang telah disusun sebelumnya oleh Guru Kelas dan siswa.
3WC ini dilakukan untuk jenjang Playgroup atau TK di mana siswa
dibantu Guru Kelas menyusun portofolio serta
mendemonstrasikannya kepada orang tua.
Komunikasi dibangun antara Siswa, Wali Murid dan Guru Kelas
dengan melibatkan siswa secara aktif mendemonstrasikan kebisaan
dan pemahamannya. Demonstrasi tersebut kemudian dilanjutkan
dengan pembahasan goalsetting yang telah disusun dan disepakati
oleh Wali Murid dan Guru Kelas pada 3WC sebelumnya. Bila belum
tercapai, maka perlu diulang lagi dengan strategi baru. Bila sudah
tercapai, bisa disusun goalsetting baru untuk anak, yang akan
ditinjau lagi 6 bulan kemudian pada 3WC berikutnya.
3WC ini dilaksanakan pada bulan September/Oktober dan
Maret/April.

Penentuan pelaksanaan 2WC atau 3WC terletak pada kesiapan jenjang


yang bersangkutan.

b. Student-Led Conference (SLC)


Pertemuan antara Siswa dan Wali Murid di mana siswa
menpresentasikan perkembangannya berdasarkan display karya
dan portofolio siswa yang telah disusun sebelumnya oleh Guru Kelas
dan siswa. SLC ini dilakukan untuk jenjang SD di mana siswa secara
mandiri menyusun display karya dan portofolio serta
mempresentasikannya kepada orang tua.
Komunikasi lanjutan dibangun antara Wali Murid dan Guru Kelas
setelah siswa secara aktif mempresentasikan kebisaan dan
pemahamannya. Komunikasi lanjutan tersebut berfokus pada
pembahasan goalsetting yang telah disusun dan disepakati oleh
Siswa, Wali Murid dan Guru Kelas pada SLC sebelumnya. Bila belum
tercapai, maka perlu diulang lagi dengan strategi baru. Bila sudah
tercapai, bisa disusun goalsetting baru, yang akan ditinjau lagi 6
bulan kemudian pada SLC berikutnya.
SLC ini dilaksanakan pada bulan September/Oktober dan
Maret/April.

c. Report Distribution
Pembagian rapor kepada Wali Murid pada bulan Desember dan Juni.
Rapor disusun sebagai pelaporan hasil belajar final pada semester
berjalan oleh Guru Kelas. Diharapkan agar rapor tersebut
menggambarkan secara holistik seluruh aspek pribadi siswa dari sisi
kognitif, psikomotorik dan afektif. Komunikasi lanjutan bisa dibangun
dengan Guru Kelas terutama untuk mengembangkan strategi-
strategi alternatif untuk lebih mengembangkan potensi anak.
Goalsetting pada portofolio 3 bulan sebelumnya menjadi dasar
perbincangan tersebut.

2. Portofolio siswa adalah kumpulan dari karya, lembar kerja, dan


dokumentasi apapun dalam 2 atau 3 dimensi yang menggambarkan
sisi terbaik siswa, kemajuan siswa dan kepuasan belajar siswa selama
pertengahan semester ganjil atau genap.

3. Portofolio BUKAN kompilasi karya siswa dan worksheet semata. Harus


ada pemilihan mana yang menggambarkan kemajuan siswa,
setidaknya ada dua yang dibandingkan. Atau, kalau tidak ada yang
bisa dibandingkan maka pilih yang menunjukkan sisi positif siswa. Ini
bukan menyembunyikan sisi negatif siswa, karena akan nada
pembahasan tentang sisi negatif siswa dalam komunikasi antara wali
santri dengan guru kelas. Bahkan, tidak harus semua indikator belajar
itu ditampilkan. Tampilkan yang sudah dikuasai siswa saja. Yang belum
dikuasai siswa dijadikan topik bahasan antara Wali Murid dan Guru
Kelas untuk dicarikan strategi mengatasinya. Oleh karena itu, penilaian
siswa di kelas seharusnya bersifat ongoing assessment, dimana siswa
diberikan kesempatan beberapa kali untuk melakukan kegiatan
belajar tersebut sementara guru siap mengobservasi dengan
parameter yang sudah disiapkan sebelumnya. Ini untuk memastikan
bahwa perkembangan anak tercatat dengan runtut dan baik serta jelas
sekuensnya.

4. Untuk jenjang Playgroup, Guru Kelas masih berperan sentral dalam


menyusun dan mempersiapkan portofolio siswa, mengingat
kemandirian siswa belum terbentuk maksimal. Untuk jenjang TK, Guru
Kelas diminta mulai melibatkan siswa dalam penyusunan dan
penyiapan portofolio. Derajat keterlibatan siswa dalam penyusunan
portofolio diharapkan bisa dimaksimalkan menjadi nilai tambah dalam
proses 3WC. Untuk jenjang SD, Guru Kelas melibatkan siswa
semaksimal mungkin dalam penyusunan dan penyiapan portofolio.
Derajat keterlibatan siswa dalam penyusunan portofolio diharapkan
bisa memaksimalkan presentasinya dalam proses SLC.

5. Elemen yang harus ada dalam portofolio adalah:

A. Lembar Pertama
a. Theme
b. Strengths
c. Areas Need to Improve (Students Weaknesses)
d. Additional Information (Students Weaknesses)
e. Parents Expectation (Goalsetting)
f. Parents Will (Commitment)
g. Teacher Will (Commitment)
h. Goals (Goalsetting)

B. Lembar Kedua
a. Learning Outcome/Goals
b. Learning Experience/Activities
c. Description of the lesson
d. Student Comment (Like/Dislike)
e. Teacher Comment
f. Karya siswa dan/atau lembar kerja siswa (worksheet)

6. Peran Guru Kelas dalam Two Ways Conference:


a. Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
untuk portofolio siswa.
b. Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid.
c. Mempersiapkan setting ruangan untuk conference dengan visi
memberikan suasana nyaman berkomunikasi
d. Membangun awal komunikasi dalam conference dengan sikap tubuh
yang welcome dan mendinginkan hati.
e. Menuntun Wali Murid dalam membaca portofolio dan memberikan
informasi seluas-luasnya terhadap item yang sedang dijadikan
bahan pembicaraan.
f. Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari
Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan.
g. Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa
dengan memberikan strategi-strategi alternatif yang bisa
diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di
sekolah.
h. Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam
membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian
perkembangan proses belajarnya di sekolah. Ini dilakukan dengan
secara bersama-sama menyusun goalsetting yang sesuai dengan
kebutuhan perkembangan siswa.

7. Peran Guru Kelas dalam Three Ways Conference:


a. Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
untuk portofolio siswa.
b. Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid.
c. Mempersiapkan setting ruangan untuk conference dengan visi
memberikan suasana nyaman berkomunikasi.
d. Melatih siswa dalam mendemonstrasikan kebisaannya berbasis
portofolionya. Sebelum melatih, Guru Kelas harus menuntun siswa
memilih mana indikator yang akan didemonstrasikan dengan cara
memilih karya atau lembar kerjanya. Demonstrasi berarti bukan
hanya menjelaskan, tetapi kalau perlu, mempraktikkan.
e. Membangun awal conference dengan pembukaan yang hangat,
memberikan arahan awal kepada Wali Murid tentang apa yang
diharapkan dari conference, serta yang terpenting adalah
menjelaskan peran siswa sebagai demonstrator.
f. Menuntun siswa dalam mendemonstrasikan kebisaannya berbasis
portofolionya.
g. Memberikan informasi seluas-luasnya kepada Wali Murid terhadap
item yang sedang dijadikan bahan demonstrasi, bila dirasa masih
perlu dieksplorasi lagi, untuk mencegah kebingungan atau
pertanyaan tak terjawab Wali Murid.
h. Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari
Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan.
i. Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa
dengan memberikan strategi-strategi alternatif yang bisa
diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di
sekolah.
j. Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam
membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian
perkembangan proses belajarnya di sekolah. Ini dilakukan dengan
secara bersama-sama menyusun goalsetting yang sesuai dengan
kebutuhan perkembangan siswa.

8. Peran Guru Kelas dalam Student-Led Conference:


a. Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
untuk portofolio siswa.
b. Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid.
c. Membuat dan mengirimkan daftar pertanyaan penuntun SLC kepada
Wali Murid untuk dipelajari di rumah.
d. Mempersiapkan setting ruangan untuk conference dengan visi
memberikan suasana nyaman berkomunikasi.
e. Melatih siswa dalam menuntun orang tuanya menjelaskan display
dan portofolio yang menjadi bahan SLC.
f. Membangun awal conference dengan pembukaan yang hangat,
memberikan arahan awal kepada Wali Murid tentang apa yang
diharapkan dari conference, serta yang terpenting adalah
menjelaskan peran siswa sebagai presenter.
g. Memonitor siswa saat mempresentasikan display dan portofolionya.
Guru Kelas tidak ikut campur kecuali siswa mengalami kebuntuan
komunikasi. Disarankan untuk memberi dulu kesempatan pada
siswa untuk melanjutkan komunikasinya sampai maksimal. Bila
masih buntu, barulah bantuan diberikan. Yang perlu dicatat,
bantuan pun tidak boleh sampai mengambil alih peran siswa
sebagai presenter.
h. Memberikan informasi seluas-luasnya kepada Wali Murid terhadap
item yang sedang dijadikan bahan presentasi pasca SLC, bila dirasa
masih perlu dieksplorasi lagi, untuk mencegah kebingungan atau
pertanyaan tak terjawab Wali Murid.
i. Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari
Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan.
j. Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa
dengan memberikan strategi-strategi alternatif yang bisa
diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di
sekolah.
k. Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam
membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian
perkembangan proses belajarnya di sekolah. Ini dilakukan dengan
secara bersama-sama menyusun goalsetting yang sesuai dengan
kebutuhan perkembangan siswa.

9. Peran Guru Kelas dalam Report Distribution:


a. Menyusun dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
untuk raport siswa.
b. Membuat dan mengirimkan undangan kepada Wali Murid.
c. Mempersiapkan setting ruangan untuk pembagian raport dengan
visi memberikan suasana nyaman berkomunikasi
d. Membangun awal komunikasi dalam pembagian raport dengan sikap
tubuh yang welcome dan mendinginkan hati.
e. Menuntun Wali Murid dalam membaca raport dan memberikan
informasi seluas-luasnya terhadap item yang sedang dijadikan
bahan pembicaraan.
f. Menjawab dan merespons pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari
Wali Murid dengan visi memberikan pencerahan.
g. Membantu Wali Murid memecahkan masalah yang dihadapi siswa
dengan memberikan strategi-strategi alternatif yang bisa
diaplikasikan di rumah untuk menunjang proses belajarnya di
sekolah.
h. Menuntun Wali Murid untuk mengikatkan komitmen dalam
membantu siswa berkembang di rumah sebagai bagian
perkembangan proses belajarnya di sekolah.

10. Portofolio boleh dibawa pulang untuk ditelaah lagi oleh Wali Murid,
tapi harus segera dikembalikan karena Guru Kelas membutuhkannya
sebagai dokumen penuntun dalam melaksanakan proses belajar di
kelas.

11. Karena terbatasnya waktu, rentang waktu conference dan/atau


report distribution harus dibatasi sebagai berikut:

a. Playgroup (Two Ways Conference) : 20 menit @ anak


b. TK (Three Ways Conference) : 30 menit @ anak
c. SD (Student Led Conference) : 45 menit @ anak
d. Report Distribution : 20 menit @ anak

12. Guru harus bisa mematuhi rentang waktu itu agar penggunaan
waktu kerja lebih efisien.

PASAL XIV
PROSEDUR PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH

1. Untuk menunjang pencitraan sekolah sebagai Sekolah Nasional Plus


yang mengutamakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar sehari-
hari, maka seluruh komunikasi lisan antara Guru dan staf, Guru dan
siswa serta Staf dan siswa,harus diungkapkan dalam Bahasa Inggris.
2. Untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, disarankan Guru
dan staf memanfaatkan media pembelajaran yang ada di perpustakaan
dan/ atau berkonsultasi dengan Guru Bahasa Inggris.
3. Kegagalan dalam memenuhi pasal ini dikenakan sangsi berupa
pembayaran denda sebesar Rp. 500,00 perkejadian. Uang denda akan
dikelola oleh Teacher Supervisor untuk membeli buku-buku/CD yang
dapat menunjang peningkatan kemampuan berbahasa Inggris Guru.

PASAL XV
PROSEDUR PERINGATAN ATAS KEGAGALAN MENJALANKAN SOP

Kegagalan dalam mematuhi SOP membawa konsekuensi sebagai berikut:


a. Teguran lisan oleh Supervisor dan/atau Kepala Sekolah yang
bertujuan untuk memberi masukan yang positif.
b. Penerbitan surat peringatan pertama oleh Kepala Sekolah.
c. Penerbitan surat peringatan kedua oleh Kepala Sekolah serta sanksi
administratif lainnya bila diperlukan.
d. Penerbitan Surat peringatan ketiga oleh Kepala Sekolah yang dapat
berujung pada pelepasan status kepegawaian yang bersangkutan
tanpa pesangon apapun.

PERNYATAAN

Maka saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

Jabatan :

Alamat :

Akan mematuhi semua peraturan yang tersebut diatas dengan penuh


kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Saya akan menerima
segala konsekuensi yang telah disebutkan diatas, apabila dalam
pelaksanaannya saya tidak mematuhi dan melanggar dari apa yang sudah
saya sepakati.

Yang bertanda tangan,

( nama jelas )
Jabatan