Anda di halaman 1dari 6

Ilmu kealaman dasar adalah suatu pengetahuan yang mempelajari tentang ilmu pengetahuan

alam, teknologi yang bersifat terapan, kekayaan alam, dan kelangsungan hidup dibumi

Kegunaan ilmu kealaman dasar:


1. memiliki cakrawala pandang yang luas baik dalam bidang social terutama dalam bidang
ilmu pengetahuan alam, karena di lingkungan sosialnya ia juga menempati lingkungan alam
dan ia akan menemui persoalan pengetahuan alamyang memerlukan penalaran sehingga ia
diharapkan dapat peka, cepat tanggap dan dapat mengambil tindakan yang tepat terhadap
permasalahan alam yangada serta bertanggungjawab terhadap berbagai masalah
perkembangan IlmuPengetahuan Alam
2. dapat mendekati persoalan pengetahuan alam dan penalaran yang lebih komprehensip
3. dapat mengambil tindakan yang tepat dan bertanggung jawab terhadap berbagai masalah
perkembangan IPA dan teknologi

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun
dengan cara yang khas atau khusus, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyusunan
teori, penyimpulan, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait-mengkait antara cara
yang satu dengan cara yang lain.

Hidrosfer : adalah semua bentuk air yang diatas permukaan bumi, yang terbesar adalah samudra
dan lautan dengan perbandingan dengan daratan 72%:28%. Samudra dan luutan adalah penghasil
ikan dan minyak bumi, timah, dan lain-lain.
Samudra dan lautan bergerak disebabkan adanya: angin bertiup, perbedaan kadar garam,
perbedaan berat jenis dan air laut, perbedaan pasang naik dan pasang surut.
Litosfer: batuan yang ada dibumi
Atmosfer: udara adalah gas yang menyelimuti bumi sampai dengan jarak +- 100km

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan
energi dari dalam bumi (pergerakan kerak bumi atau lempengan bumi).

Gempa Bumi vulkanik (gunung api) ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa
terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan
menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi.
Getarannya kadang-kadang dapat dirasakan oleh manusia dan hewan sekitar gunung berapi itu
berada. Sebelum terjadi letusan gunung api, kegiatan magma meningkat. Dengan peningkatan
magma menyebabkan tekanan terhadap batuan di sekitar kantong magma yang menimbulkan
getaran seismik. Dengan demikian bila gempa vulkanik meningkat dapat ditandai bahwa gunung
api akan meletus,walaupun hubungan ini tidak selalu terjadi.

Gempa bumi tektonik: Gempa Bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu
pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau
bencana alam di Bumi, getaran gempa Bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian Bumi.
Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran
lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.
Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa
lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan
seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu
sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Ekosistem yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal-balik antara makhluk
hidup dengan lingkungannya.
Peranan manusia dalam ekosistem : manusia adalah makhluk hidup yang harus berinteraksi
dengan alam lingkungannya. Manusia berhubungan, memanfaatkan, dan didukung oleh
lingkungan hidupnya, pengaruh manusia terhadap lingkungan semakin banyak dan beraneka
ragam, mengakibatkan kualitas lingkungan yang semakin menurun. Manusia dapat berkompetisi
secara lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dalam hal makanan,jika
dibandingkan dengan makluk lain selain yang ada dalam ekosistem. Manusia mampu
memberikan pengaruh yang besar terhadap lingkungan tempat hidupnya atau terhadap organisme
lain. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan usaha untuk memelihara atau dan memeperbaiki
mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita terpenuhi dengan sebaik-baiknya.

wilayah kerja ekologi adalah :


1. Individu: Individu adalah suatu satuan struktur yang membangun suatu kehidupan dalam bentuk
makhluk. Jika kita melayangkan pandangan kesebuah kebun, maka kita mungkin akan
menemukan beberapa tumbuhan, misalnya pohon jambu pohon pisang, pohon mangga, dan
sebagainya. Setiap pohon disebut individu. Dengan demikian kita katakan; individu jambu,
individu pisang, dan sebagainya.
2. Populasi, Populasi adalah kumpulan individu dari jenis yang sama dan berada di suatu tempat
dan waktu tertentu. Kepadatan populasi disuatu daerah yang meningkat sedemikian rupa
sehingga kebutuhan populasi akan bahan makanan, tempat tinggal dan kebutuhan lain
menjadi diluar kemampuan alam lingkungan untuk menyediakannya, timbullah persaingan
atau kompetisi.
3. Komunitas, Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi yang saling berinteraksi satu sama
lainnya, yang hidup disuatu tempat bersama.
4. Ekosistem Ekoksistem adalah tingkat organisasi yang lebih tinggi dari komunitas. Dari
ekosistem terdapat hubungan timbal balik antara organisme yang hidup dan lingkungan
abiotiknya, yang membentuk suatu sistem yang dapat diketahui aliran energi dan siklus
materinya.
5. Biosfer Biosfer adalah tingkat organisme biologi terbesar yang mencakup semua kehidupan
dibumi dan adanya interaksi antara lingkungan fisik secara keseluruhan.

Menurut Accounting Principle Board (APB) dalam Statement No.4, di sebutkan:


Akuntansi adalah sebuah kegiatan jasa (service activity) fungsinya adalah untuk memberikan
informasi terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas entitas ekonomi yang di anggap
berguna dalam pengambilan keputusan keputusan dibidang ekonomi.

akuntansi menurut FASB : Akuntansi adalah pengetahuan dan fungsi yang terinci yang
mencakup sistematis, pencatatan, pengklasifikasian, pengolahan, ringkasan, menganalisis,
menafsirkan dan memasok informasi yang bias diandalkan dan signifikan meliputi, transaksi,
dan keadaan, dibentuk kedalam karakter keuangan, diperlukan untuk pengelolaan dan
pengoperasian suatu entitas dan untuk laporan yang harus disampaikan untuk memenuhi
tanggung jawab lainnya".

Menurut AAA Akuntansi merupakan : Proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan


informasi ekonomi, untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas
bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut
tujuan akuntansi sebagai berikut:
1. Sebagai sumber acuan informasi keuangan yang dapat dipercaya kebenarannya mengenai
kewajiban, modal dan sumber ekonomi.
2. Sumber informasi terpercaya dalam hal perubahan-perubahan dan perbandingan sumber
ekonomi setelah terjadinya kegiatan usaha dari waktu ke waktu.
3. Membantu penggunanya dalam membaca informasi keuangan yang berguna untuk
memperkirakan posisi perusahaan dan potensi perusahaan dalam menambah sumber ekonomi
baru maupun laba.
4. Memonitor jika terjadi perubahan pada sumber ekonomi dan kewajiban.
5. Menyampaikan data-data secara detail yang nantinya akan digunakan oleh pengguna
laporan keuangan baik internal maupun eksternal.

SIKLUS AKUNTANSI
1. Pencatatan data kedalam bukti transaksi
2. Jurnal, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi kedalam jurnal (buku harian)
3. Posting ke buku besar
4. Penyusunan neraca saldo
5. Mencatat jurnal penyesuaian pada aktivitas yang dibutuhkan ke neraca saldo
6. Membuat ayat jurnal penutup
7. Penyusunan lap keuangan

Dalam APB (Accounting Principle Board) statement No.4 dijelaskan beberapa sifat dasar dari
akuntansi yaitu sebagai berikut.
1) Accounting Entity
Dalam menyusun informasi akuntansi, yang menjadi fokus pencatatan akuntansi adalah entity
atau lembaga, unit organisasi tertentu yang harus jelas sebagai suatu entity yang terpisah dari
badan atau entity yang lain.
2) Going Concern
Dalam menyusun laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan
akan terus beroperasi dimasa yang akan datang.
3) Measurement
Akuntansi adalah sebagai alat pengukuran sumber-sumber ekonomi (economic Resources) dan
kewajiban (liability) beserta perubahannya yang terjadi akibat operasi perusahaan. Akuntansi
mengukur nilai suatu aset, kewajiban, modal, hasil, dan biaya.
4) Time period
Laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu tertentu, tanggal tertentu atau
periode tertentu. Neraca menggambarkan nilai kekayaan, utang, dan modal pada saat atau pada
tanggal tertentu. Laporan laba rugi menggam-barkan informasi hasil (pendapatan dan biaya)
usaha pada periode tertentu. Sementara itu, laporan Arus Kas menggambarkan informasi arus kas
masuk dan keluar pada periode tertentu, dari satu tanggal ke tanggal lain.
5) Monetery unit
Pengukuran yang dipakai dalam akuntansi adalah dalam bentuk ukuran moneter atau uang.
Dalam APB (Accounting Principle Board) statement No.4 dijelaskan beberapa sifat dasar dari
akuntansi yaitu sebagai berikut.
6) Accrual
Penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan tanpa melihat apakah
transaksi kas telah dilakukan atau tidak.
7) Exchange price
Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada harga pertukaran yang
diperoleh dari harga pasar sebagai pertemuan bargaining antara pembeli (demand) dan penjual
(supply).
8) Approximation
Adanya penafsiran penafsiran, baik nilai, harga, umur, jumlah penyisihan piutang, kerugian dan
sebagainya.
9) Judgment
Dalam menyusun suatu laporan keuangan, banyak diperlukan pertimbangan-pertimbangan
akuntan atau manajemen berdasarkan keahlian atau pengalaman yang dimilikinya.
10) General purpose
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihasilkan akuntansi keuangan ditujukan
untuk pemakai secara umum, bukan pemakai khusus.

Dalam APB (Accounting Principle Board) statement No.4 dijelaskan beberapa sifat dasar dari
akuntansi yaitu sebagai berikut.
11) Interrelated statement
Neraca, Daftar Laba Rugi, Laporan sumber dan penggunaan dana mempunyai hubungan yang
sangat erat dan berkaitan satu sama lain. Ini merupakan salah satu alat kontrol akuntansi
sehingga tidak mudah melakukan reka-asa laporan begitu saja tanpa memperhatikan hubungan
satu pos dengan pos lainnya.
12) Substance over form
Akuntansi memberikan informasi yang dipercaya bagi pengambil keputusan, akuntansi lebih
menekankan penggunaan informasi yang berasal dari kenya-taan ekonomis suatu kejadian
daripada bukti legalnya. Misalnya, dalam akta notaris modal disetor penuh, tetapi kenyataan
setoran (transaksi) belum ada.
13) Materiality
Laporan keuangan hanya memuat informasi yang dianggap penting dan dalam setiap
pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikannya.

Godfrey etal (1992) membuat periodisasi teori akuntansi sbb :


1. Pre-theory period (1942-1800)
Peragallo mengemukakan bahwa tidak ada teori akuntansi yang dirumuskan sejak Pacioli sampai
pada awal abad ke 19. Jika pun ada, hal tsb pernyataan-pernyataan belum bisa digolongkan
sebagai teori.
2. General scientific period (1800-1955)
Periode ini sudah ada kerangka kerja untuk menjelaskan dan mengembangkan praktik akuntansi.
Dimana hal ini berdasarkan metode empiris yang mengutamakan pengamatan atas kenyataan
sehari-hari bukan didasarkan pada logika.
3. Normative period (1956-1970)
Dalam periode ini perumus teori akuntansi mencoba merumuskan norma-norma atau praktik-
praktik akuntansi yang baik.
4. Specific Scientific Period (1970-sekarang)
Periode ini menyatakan bahwa teori akuntansi tidak cukup hanya dengan sifat normative,
tetapi harus bisa diuji kebenarannya.

Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori kuntansi sebagai berikut.
1. Menjadikan pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam menyusun
standarnya.
2. Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak
adanya standar resmi.
3. Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
4. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan
laporan keuangan.
5. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.

Metode Perumusan Teori

Merumuskan teori akuntansi atau dengan kata lain melakukan penelitian akuntansi harus
memiliki metode. Belkaoui dan Godfrey mengemukakan dalam literature dikena beberapa
metode berikut ini.

1. Metode Deskriptif (Pragmatic) Dalam metode ini akuntansi dianggap sebagai seni yang tidak
dapat dirumuskan, maka metode perumusan teori akuntansi harus bersifat menjelaskan atau
descriptive dan menganalisis praktik yang ada dan diterima sekarang.

2. Psychological Pragmatic Di sini diamati reaksi dari pemakai laporan keuangan terhadap
output akuntansi laporan keuangan yang disusun dari berbagai aturan, standar, prinsip atau
pedoman. Bidang ini dapat juga disebut behavioral accounting.

3. Metode Normatif (1950-1960) Disini akuntansi dianggap sebagai norma peraturan yang harus
diikuti tidak peduli apakah berlaku atau dipraktikan sekarang atau tidak.

4. Metode Positive (1970) Suatu metode yang diawali dari suatu metode ilmiah yang sedang
berlaku atau diterima umum. Berdasarkan teori ini, dirumuskan problem penelitian untk
mengamati perilaku atau fenmena nyata yang tidak ada dalam teori.

Pendekatan Dalam Perumusan Teori


Menurut Godfrey, dalam mengaitkan antara teori dengan kenyataan , dikenal tiga jenis
hubungan, yaitu
Syntactic Teori dirumuskan dengan garis logis. Hubungan itu dirumuskan dalam bentuk
aturan seperti aturan bahasa, aturan matematik, dan lain sebagainya.
Semantic Teori menghubungkan konsep dasar dari suatu teori ke objek nyata.hubungan
ini dituangkan dalam bentuk aturan yang sesuai atau definisi operasional. Semantic
menyangkut hubungan kata, tanda, atau symbol dari kenyataan sehingga teori itu lebih mudah
dipahami, realistic, dan berarti.
Pragmatic Tidak semua teori memiliki aspek pragmatis. Disini pragmatis itu berkaitan
dengan pengaruh kata-kata, symbol terhadap manusia. Akuntansi dianggap memiliki
kemampuan mempengaruhi perilaku manusia. Teori harus mampu merumuskan kebenaran.
Oleh karena itu teori harus selalu diuji. Ada 3 kriteria atau pihak atau sumber yang memiliki
wewenang dalam mennetukan kebenaran atas suatu teori, yaitu:
Dogmatic Kebenaran dikatakan benar karena disampaikan oleh ahli yang memenang
memiliki wewenang untuk menyampaikan kebenaran dan ini tidak perlu diuji lagi. Keyakinan
pada kebenaran ini hanya berdasar pada kepercayaan, keyakinan, atau iman seseorang.
Misalnya keyakinan beragama, charisma seseorang, jabatan, dan lain sebagainya.
Self evidence Kebenaran disampaikan dari suatu teori yang dibuktikan oleh pengetahuan
umum, pengamatan, atau pengalaman.
Scientific Kebenaran disampaikan dari suatu teori yg dibuktikan lewat metode ilmiah.
Teori dirumuskan, diuji, dan seterusnya berulang secara terus-menerus.