Anda di halaman 1dari 3

1. a.

Tegangan Sisa
Tegangan yang bekerja pada bahan setelah semua gaya gaya luar yang
bekerja pada bahan tersebut dihilangkan.
b. Perubahan Sifat mekanik
Perubahan kemampuan suatu bahan (termasuk juga komponen yang
terbuat dari bahan tersebut) untuk menerima beban/gaya/energy tanpa
menimbulkan kerusakan pada bahan/ komponen tersebut.
c. Prositas atau Gelembung Gas
Prositas adalah ukurandari ruang kosong diantara material, dan merupakan
fraksi dari volume ruang kosong terhadap total volume, yang bernilai
antara 0 dan 1 atau sebagai presentase antara 0 100%.
d. Inklusi Logam atau Non Logam
Terjebaknya partikel material asing dalam padatan yang bukan bagiandari
struktur kisi Kristal logam itu sendiri.
e. Retak atau Cracks
Suatu gejala kerusakan permukaan perkerasan sehingga akan
menyebabkan air pada permukaan perkerasan masuk ke lapisan di
bawahnya.
2. Proses proses diatas merupakan proses dalam bidang perminyakan yang
dalam pelaksaannya membutuhkan banyak alat dan teknologi. Tentu selama
proses tersebut, kita menginginkan alat alat yang tahan lama dan kuat
sehingga lebih efektif dan menghemat biaya. Teknik material dan rekayasa
bahan sangat diperlukan dalam hal ini, untuk mendesain alat alat sesuai
dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
3. Disini terlihat pada poin a, terjadi istilahnya permulaan necking. Lalu pada poin
b, terlihat adanya lubang lubang kecil dan di poin c terlihat lubang lubang
kecil tadi menyatu dan membentuk lubang besar. Di poin d, terjadi hambatan
retakandan di poin e, barulah terjadi fraktur dengan arah patahan membentuk
sudut 45o terhadap arah tarikan.

4.
5. (anyone can?)
6. Pengertian korosi :
a. Kimiawi Murni : Pengerusakan suatu material (terutama logam karena
bereaksi dengan lingkungannya), sebagian logam akan menjadi oksida,
sulfide, atau hasil reaksi lain yang dapat larut dalam lingkungannya.
Dengan bereaksi sebagian logam akan hilang menjadi suatu senyawa
yang lebih stabil.
b. Elektro Kimiawi : Logam dapat disusun dalam table yang diketahui
sebagai elektrokimia series yang menunjukkan kemudahan untuk melepas
electron. Dimana logam yang terdaftar paing awal memiliki
kecenderungan lebih anodic dalam pembentukan korosi. Bila sepotong
logam dicelupkan ke dalam larutan elektrolit maka beberapa atom logam
akan larut ke dalam larutan elektrolit dengan melepaskan sejumlah
electron. Reaksi oksidasi ini segera mencapai keseimbangan, yaitu bila
laju pembentukan ion logam dan electron sama dengan laju pembentukan
logam dalam larutan.
7. Sifat Sifat Material :
a. Sifat Mekanik
Merupakan respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang
diberikan, dapat berupa gaya, torsi, atau gabungan keduanya. Untuk
mendapatkan sifat mekanik material, biasanya dilakukan pengujian
mekanik yang dasarnya merusak (destruvtive test), dari pengujian
tersebut akan dihasilkan kurva atau data yang mencirikan keadaan dari
material tersebut.
b. Sifat Fisik
Sifat fisik adalah kelakuan atau sifat sifat material yang bukan disebabkan
oleh pembebanan seperti pengaruh pemanasan, pendinginan, dan
pengaruh arus listrik yang lebih mengarah pada struktur material
c. Sifat Teknologi
Sifat teknologi yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses.
Produk dengan kekuatan tinggi dapat dibuat dengan proses pembentukan,
misalnya dengan pengerolan atau penempaan.
8.

a. FCC
Atom atom kalsium, aluminium, tembaga, timbal, nikel, emas, dan
platina membentuk suatu struktur Kristal dengan sebuah atom ditiap
sisi kubus. Jika besi diatas temperature kritis, maka susunan atomnya
berbrntuk FCC, dan dinamakan besi gamma atau austenite.
b. BCC
Unit struktur BCC sesuai namanya berbentuk kubus dimana terdapat
atom- atom disetiap pojoknya dan satu berada di tengah.
9. Cara kerja penetrant test
a. Bersihkan Permukaan Material (gambar 1)
Permukaan material dibersihkan agar kotoran, cat, minyak tidak
menimbulkan indikasi yang tidak relevan atau palsu. Pembersihan dapat
menggunakan cairan pemberihnya.
b. Semprotkan Penetran ke Area yang akan di Inspeksi (gambar 2)
Penetrant di terapkan pada permukaan material bahan yang diuji,
diberikan waktu tunggu 5-30 menit.
c. Bersihkan sisa Penetrant (gambar 3)
Sisa sisa penetrant dihapus dari permukaan, karena dye sudah masuk ke
dalam material.
d. Penetrant Pengembang(gambar 4)
Setelah penetrant berlebih telah dihapus, pengembang putih diterapkan
pada sampel.
e. Inspeksi
Inspeksi menggunakan cahaya tampak dengan intensitas yang memadai
untuk dye penetrant terlihat.
f. Posting Pembersihan
Permukaan uji sering dibersihkan setelah pemeriksaan dan pencacatan
cacat.
10. Ultrasonic Inspection : Prinsip yang digunakan dalam pengujian ini adalah
prinsip pengujian gelombang suara. Gelombang suara yang dirambatkan
pada specimen uji dan sinyal yang ditransmisi atau dipantulkan diamati dan
interpretasikan. Gelombang ultrasonic yang digunakan memiliki frekuensi
0,5 20 MHz. Gelombang suara akan terpengaruh jika ada void, retak, atau
delaminasi pada material. Gelombang ultrasonic ini akan dibangkitkan oleh
tranducer dari bahan piezoelektri yang dapat merubah energy listrik
menjadi energy getaran mekanik kemudian menjadi energy listrik lagi.