Anda di halaman 1dari 8

1

Untuk para Ustdz dn muslim yg ggql paham

"TUHAN KOK BERANAK???"

(Penjelasan seorang Muslimah NU kepada Habib Rizieq & para


Wahabi yang suka memancing keributan)

Kalau Tuhan beranak, yang jadi bidannya siapa?

Pertanyaan Habib Rizieq ini saya rasa lebih asyik untuk dibahas
daripada pernyataan Ahok yang sudah jelas maksudnya apa,
yaitu hanya mengkritisi politisi yang memanfaatkan ayatayat
untuk kepentingannya sendiri.

Berbeda dengan pernyataan Ahok yang memang niatnya bukan


menyinggung agama, tapi lebih kepada menyinggung politisi
agama; pernyataan Habib Rizieq ini malah masuk ke dalam dan
menyentuh dasar keimanan Kristen sendiri.

Namun sayang, sudah terlanjur basah tapi yang keluar hanya


pertanyaan dangkal seperti itu. Pernyataan Habib Rizieq kemarin
saya nilai tidak berbobot. Bobotnya tidak lebih dari kebanyakan
salah paham muslim-muslim yang belum pernah belajar
perbandingan agama sebelumnya. Muslim yang sama sekali tidak
mengerti dengan apa yang ia bicarakan.

Dia masuk ke dalam, menyentuh dasar, tapi kualitasnya hanya


setara dengan pertanyaan anak sekolah minggu / santri kecil.
Muslimah seperti saya saja yang suka belajar agama bisa
menjelaskannya dengan mudah.

*Siapa sih Yesus itu?*

Pertamatama kita harus mengerti terlebih dahulu posisi Yesus di


mata Kristiani. Ya, lepas dahulu kacamata Islam kita yang penuh
dengan doktrin dan ayat-ayat Quran tentang nabi Isa agar dapat
2

melihat dengan jelas perspektif Kristiani terhadap Yesus.


(lepasin #perspektif islamnya, bukan lepasin #agama islamnya
yach)

Bagi umat Kristen, Yesus adalah Tuhan yang berinkarnasi


(=menjelma) menjadi manusia, bukan manusia yang diangkat
menjadi Tuhan seperti yang selama ini disalah pahami ummat
Muslim. (Red : menurut perspektif Kristen, manusia tak mungkin
jadi Tuhan. Tapi Tuhan Maha Kuasa, tiada yang mustahil bagiNya,
jadi Tuhan bisa menjelma menjadi apapun, termasuk menjadi
manusia. Menyangkal bahwa Tuhan bisa menjelma menjadi
manusia, berarti menyangkal Kemahakuasaan Tuhan)

Hal ini bukan tanpa dasar. Mereka melihat banyaknya nubuatan


mengenai kedatangan Messiah, sang pembebas, Tuhan yang
mengambil rupa manusia ini dari kitab Taurat, kitabnya para
Yahudi. Kitab yang sama yang juga memuat cerita mengenai nabi
Adam AS, nabi Ibrahim, dan nabi Musa AS.

Ummat Islam mungkin akan sulit mengerti ajaran Kristen


mengenai kodrat ganda Yesus : "sepenuhnya insani" (kamil bi al-
nasut), sekaligus "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) sebagai
Kalimatullah.

Agar mengerti, kita mungkin dapat membandingkannya dengan


ajaran Islam sendiri mengenai kitab suci al-Quran al-Karim

Bagaimanapun, sebenarnya konsep dalam Kristen ini juga ada


dalam Islam, dengan posisi Yesus dalam iman Kristen
dibandingkan sejajar dengan posisi al-Qur'an dalam iman Islam.

Perbandingannya bukan Yesus dengan nabi Muhammad. Karena


dalam Islam, nabi Muhammad sekedar penerima Firman Allah,
padahal dalam Kristen Firman-Nya adalah Yesus itu sendiri.
Sebaliknya, posisi nabi Muhammad sejajar dengan Maria
3

(Maryam), karena keduanya adalah "sarana turunnya Firman ke


dunia" menurut keyakinan masing-masing.

Secara teologis, keperawanan Siti Maryam juga paralel dengan


kebuta-hurufan nabi Muhammad (Nabi al-Ummi). Karena fakta
bahwa Maria tetap perawan dan nabi Muhammad buta huruf,
menegaskan kemurnian Firman Allah, tanpa intervensi atau
campur tangan manusia

Jadi sebenarnya ada hubungan paralel antara keyakinan Kristen


mengenai Firman Allah yang menjadi manusia dengan keyakinan
Islam akan Kalam Allah yang kekal yang turun menjadi al-Qur'an
atau nuzul al-Qur'an.

Kalau Yesus itu Tuhan/Firman Allah/Kalimatullah, kenapa dia butuh


makan? Kenapa dia bisa mati? Kenapa.....

Salah satu hal yang sering menjadi olok-olok kepada kaum


Nasrani adalah ketika orang awam membenturkan sifat
keTuhanan Yesus dengan kodratnya sebagai manusia. Rata-rata
karena mereka tidak paham sifat "sepenuhnya insani" (kamil bi
al-nasut) dan "sepenuhnya ilahi" (kamil bi al-lahut) yang dimiliki
Yesus diatas.

Yesus adalah 100% Allah (dlm kapasitasnya sbg Firman Tuhan)


namun juga 100% manusia (dlm fisik insaninya). Sama persis
dengan Al Quran yang 100% Kalimatullah dan 100% buku.

Secara fisik mungkin buku tersebut dapat rusak, robek, atau


bahkan terbakar sampai habis, bukan? Namun ketika Al Quran
rusak secara fisik, apakah artinya Firman Allah juga telah rusak?
Tentu tidak.

Yesus pun dalam rupanya sebagai manusia tentu dapat


mengalami kerusakan secara fisik - merasakan rasa sakit, lapar,
mati (namun bangkit lagi). Tapi kerusakan secara fisik tentu tidak
4

berpengaruh apa-apa terhadap statusnya sebagai Firman Allah.


Apalagi sampai hal-hal fisik ini dipandang sebagai bukti bahwa
Yesus bukan Firman Allah.

Mungkin lho ya, olok-olok kaum awam ini dipandang oleh umat
Nasrani sebagai hal yang tidak lucu sama sekali sekaligus
menyedihkan. Bukan, bukan karena mereka sedang tersinggung
sehingga merasa olok-olok itu tidak lucu. Tetapi lebih kepada rasa
miris karena mengetahui pemahaman pengolok-olok itu terlalu
dangkal.

Sama mirisnya ketika kita kedatangan orang yang niatnya


menghina Al Quran yang kebetulan ketumpahan kopi: Iiihh....
Kok lucu sih Firman Allah bisa rusak ketumpahan kopi? Bukan
Firman Allah tuh namanya kalau bisa rusak!.

Kalau kamu dengar olok-olok itu apakah kamu tersinggung?


Apakah menurutmu olok-olok itu lucu? Tentu tidak. Kita tidak
merasa lucu bukan karena kita merasa tersinggung. Kita merasa
tidak lucu karena memang olok-olok itu sangat menyedihkan.
Menggunakan sifat2 fisik sebuah buku untuk menyangkal Quran
sebagai Kalimatullah adalah sesuatu yang sangat tidak
nyambung. Ini menunjukkan dengan jelas kapasitas dan volume
otak si pengolok.

Konsep Dualisme Yesus (Kalimatullah-manusia) dan Quran


(Kalimatullah-buku) ini juga bukanlah sebuah konsep yang dibuat-
buat hingga terkesan unik bin antik, dimana suatu hal ternyata
dapat memiliki 100% sifat A namun sekaligus juga memiliki 100%
sifat B (sesuatu yang menjadi anggota himpunan sifat A dan B
yang saling lepas).

Dalam dunia science, cahaya juga memiliki sifat 100% partikel


namun secara bersamaan juga memiliki sifat 100% gelombang.
Tapi bagaimanapun juga, kita tidak bisa membenturkan segala
hasil eksperimen yang menunjukkan bukti cahaya adalah partikel
5

untuk menyangkal fakta bahwa cahaya juga merupakan


gelombang. Begitupun sebaliknya.

Hal ini karena memang tidak nyambung. Yang mau diuji apa,
parameternya apa
Ibarat kita yang adalah 100% anak ibu, namun juga merupakan
100% anak dari bapak kita. Fakta bahwa hidung kita mirip ibu
tidak lantas bisa dipertentangkan untuk menyangkal bahwa kita
bukan anak dari bapak. Begitupun dengan fakta bahwa mata kita
yang mirip bapak tidak bisa dijadikan bukti bahwa kita bukan
anak dari ibu.

Lebih tepat kalau mau mempertanyakan Yesus adalah Tuhan atau


bukan, ujilah apakah Ia pernah berbuat dosa atau tidak (karena
kodrat manusia adalah berdosa). Dengan unsur Ilahi pada beliau,
adakah mukjizat besar yang Ia perbuat dimana mukjizat ini hanya
bisa dilakukan Allah sendiri? Membuat sesuatu menjadi mahkluk
hidup, misalnya. Dst, dst.

Sama halnya dengan jika kita ingin menguji Al Quran adalah


Firman Allah atau bukan. Ujilah apakah Al Quran pernah
bertentangan dengan sifat kemanusiaan atau tidak. Apakah ada
ayat Al Quran yang isinya memerintahkan perbuatan jahat,
seperti mencuri atau membunuh misalnya. Dst, dst.

*Lantas waktu Yesus turun ke dunia siapa yang ngatur alam


semesta?*

Mengatur alam semesta tidak ada hubungannya dengan hadirnya


Yesus di dunia. Kita ummat Islam juga percaya kan bahwa Allah
memiliki sifat omnipotent (maha kuasa) dan omnipresent (maha
hadir).

Begitupun dengan umat Kristiani. Saat kita percaya bahwa Allah


sedang hadir menjawab doa kita sekarang, tentu tidak perlu
menyangsikan kemampuanNya dimana pada saat yang
6

bersamaan Ia juga bisa hadir di tengah-tengah saudara kita di


belahan dunia lain. Bukankah Allah itu Maha Kuasa?

*Apakah benar Yesus adalah anak biologis Tuhan?*

Teman-teman harus paham bahwa ummat Nasrani memiliki


pemahaman yang sama dengan Islam, yakni Tuhan itu tidak
beranak.

Bible tidak mengajarkan Allah melakukan hubungan biologis


dengan Maryam sehingga melahirkan allah baru, yaitu Tuhan
Yesus Kristus. Inilah pemahaman sebagian umat Muslim yang
salah.

Banyak dari mereka menganggap Tuhannya Nasrani itu ada 3:


Tuhan Bapa, Tuhan Istri (Maryam), dan Tuhan Anak (Yesus).
Mereka yang mempunyai pemahaman demikian, bahwa Yesus
anak biologis Tuhan, sulit membedakan antara bahasa figuratif
dan bahasa harfiah.
Tapi anehnya, bila mendengar kalimat Muhammad adalah
kekasih Allah mereka tahu ungkapan tersebut hanya kiasan,
sedangkan saat mendengar kata Anak Tuhan mereka langsung
mengartikannya secara harfiah.

Kiranya kita mengerti bahwa Bible dan orang Nasrani manapun


(bahkan bidah Nasrani paling melenceng seperti Saksi Yehuwa
atau Mormon sekalipun) tidak ada yang mengajarkan Isa Al-Masih
adalah hasil hubungan biologis antara Allah dan Siti Maryam!

*Kalau Yesus bukan anak biologis Tuhan, trus kenapa dia disebut
Anak Tuhan?*
7

Anak Tuhan itu hanyalah istilah, sayang. Sama halnya dengan


anak kunci atau anak tangga. Kunci dan tangga tidak melahirkan
anak kunci dan anak tangga bukan?

Istilah Anak Tuhan disematkan kepada Yesus dalam


kapasitasnya sebagai manusia. Patut dipahami oleh ummat Islam
bahwa istilah anak Tuhan tersebut tidak hanya terbatas untuk
Yesus saja. Tiap individu umat Nasrani menyebut dirinya anak
Tuhan, oleh karena itu mereka memanggil Tuhan mereka dengan
sebutan Bapa. Istilah anak dan Bapa ini digunakan untuk
menunjukkan kedekatan ummat Nasrani dengan Tuhannya.
Layaknya seorang bapak yang memelihara, membimbing,
melindungi, dan mendisiplinkan anaknya, begitu pula sikap Tuhan
pada ummatNya.

Akhirul kalam, seperti itulah Yesus. Bagi umat Nasrani dia adalah
Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Jadi tidaklah heran
dalam dirinya terkandung atribut-atribut illahi yang tidak dimiliki
oleh siapapun, bahkan oleh nabi manapun, seperti dapat
menghidupkan orang mati.

Pun demikian, sosoknya tidaklah lepas dari sifat-sifat


kemanusiaan (karena Ia memang menjelma menjadi manusia)
seperti dapat merasakan rasa sakit, kantuk, lapar, sekaligus
atribut anak Tuhan juga tersemat padanya, sebagaimana umat
Nasrani mengenal Allah.

Sementara itu, kita ummat Islam memandang Yesus adalah suci


(QS 19:19), dapat meniupkan nafas kehidupan pada tanah liat
hingga menjadi burung (QS 3:40), dan banyak hal senada lainnya.

Hendaknya dari hal-hal yang sudah saya paparkan diatas dapat


membantu teman-teman untuk memahami iman saudara kita
yang beragama Nasrani, sehingga rasa saling menghormati dapat
lebih terjalin. Aamiin...
8

(Aisha Nurramdhani)