Anda di halaman 1dari 1

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS

Nomor Dokumen : SPO RJ.GIGI/PS/022 Nomor Revisi : 0 Halaman : 1/1


STANDAR PROSEDUR Ditetapkan,
(Penanggung Jawab)
OPERASIONAL Tanggal Terbit :
PERSISTENSI GIGI
01 Maret 2011
SULUNG Kapus

DEFINISI Gigi sulung belum tanggal, gigi tetap pengganti sudah erupsi
TUJUAN Sebagai acuan penanganan diagnosa dan terapi persistensi gigi sulung
KEBIJAKAN 1. UU RI NO 29 TAHUN 2004 tentang Praktek Kedokteran
2. SK MENTERI KESEHATAN RI NO : 296/MENKES/SK/III/2008 tentang Pedoman
Pengobatan Dasar di Puskesmas
3. SKEP/021/PB PDGI/VII/1999 : tentang Pembentukan Tim Standar Profesi Kedokteran
Gigi Indonesia
4. Kepmenkes 284 tahun 2006 tentang Standar Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan
Mulut
PERSIAPAN ALAT & BAHAN Persiapan alat :
1. Kaca mulut
2. Pingset
3. Tang pencabutan
4. Bein
5. Spuit 1 cc

Persiapan bahan:
1. Chlor ethil
2. Anastesi
3. Betadine
4. Tampon

PROSEDUR 1. Jika tidak ada infeksi dan kelainan sistemik, gigi sulung dapat di lakukan pencabutan
2. Jika derajat kegoyangan gigi sulung 3-4 maka dapat dilakukan dengan menggunakan
chlor ethil. Jika tidak ada kegoyangan atau kegoyangan gigi sulung 1-2 dapat dilakukan
anastesi (lokal kemudian injeksi)
3. Sterilisasi daerah kerja
4. Anastesi lokal kemudian injeksi bila diperlukan
5. Pencabutan gigi dengan alat yang sesuai
6. Gigit tampon yang sudah diberi betadine
7. instruksi

UNIT TERKAIT Poliklinik Gigi


DOKUMEN TERKAIT 1. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007
2. Standar Pelayanan Medis Kedokteran Gigi Indonesia 2002
3. Tata Cara Kerja PAKGM di Puskesmas