Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI

PADA TN. A DENGAN DISPEPSIA DI RUANG MELATI A.4


RSUD AMBARAWA

BAB I : TINJAUAN TEORI

A. Tinjauan Teori dari Dispepsia


1. Pengertian
Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yaitu dys berarti sulit dan pepse berarti
pencernaan. Dispepsia merupakan nyeri kronis atau berulang atau
ketidaknyamanan yang berpusat di perut bagian atas.
Dispepsia atau sakit maag adalah sekumpulan gejala (sindrom) yang
terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman epigastrum, mual, muntah, kembung,
rasa penuh atau cepat kenyang, dan sering bersendawa. Biasanya
berhubungan dengan pola makan yang tidak teratur, makanan yang pedas,
asam, minuman bersoda, kopi, obat-obatan tertentu, ataupun kondisi
emosional tertentu misalnya stress (Wibawa, 2006)
Dispepsia merupakan kumpulan keluhan atau gejala klinis yang terdiri
dari rasa tidak enak atau sakit di perut bagian atas yang menetap atau
mengalami kekambuhan keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa
panas di dada (heartburn) dan regurgitasi asam lambung kini tidak lagi
termasuk dispepsia (Mansjoer A edisi III, 2000 hal : 488). Batasan dispepsia
terbagi atas dua yaitu:
a. Dispepsia organik, bila telah diketahui adanya kelainan organik sebagai
penyebabnya
b. Dispepsia non organik, atau dispepsia fungsional, atau dispepsia non
ulkus (DNU), bila tidak jelas penyebabnya.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa
dispepsia adalah rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian atas atau
dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa
sakit.
2. Penyebab Dispepsia
Setiap orang dari berbagai usia dapat terkena Dispepsia. Seringnya Dispepsia
disebabkan oleh ulkus lambung atau penyakit acid reflux. Jika memiliki
penyakit acid reflux, asam lambung akan terdorong ke atas menuju esofagus
(saluran muskulomembranosa yang membentang dari faring ke dalam
lambung). Hal ini dapat menyebabkan nyeri dada. Terdapat beberapa
penyebab Dispepsia secara rinci adalah:
a. Perubahan pola makan
b. Pengaruh obat-obatan yang dimakan secara berlebihan dan dalam waktu

yang lama. Seperti obat anti-inflammatory dapat menyebabkan Dispepsia.


c. Alkohol dan nikotin rokok
d. Stres psikologis, kecemasan, atau depresi.

e. Tumor atau kanker saluran pencernaan


f. Peradangan kandung empedu (kolesistitis)
Selain itu terdapat beberapa penyebab dari dispepsia berdasarkan letak
organnya, antara lain :
a. Dalam Lumen Saluran Cerna.
1) Tukak peptic
1) Gastritis
2) Keganasan
b. Gastroparesis
c. Obat Obatan yang Bereaksi pada Lambung
1) AINS
2) Teofilin
3) Digitalis
4) Antibiotik
d. Hepato Biller
1) Hepatitis
2) Kolesistitis
3) Kolelitiatis
4) Keganasan
5) Disfungsi spincter odii
e. Pancreas
1) Pankreatitis
2) Keganasan
f. Keadaan Sistematik
1) DM
2) Penyakit tiroid
3) Gagal ginjal
4) Kehamilan
5) PJI
g. Gangguan Fungsional
1) Dispepsia fungsional
2) Sindrom kolon iritatif

3. Tanda dan Gejala Dispepsia


Terdapat beberapa tanda dan gejala dari dispepsia, antara lain sebagai berikut:
a. Nyeri perut (abdominal discomfort).
b. Rasa perih di ulu hati.
c. Mual, kadang - kadang sampai muntah.
d. Nafsu makan berkurang.
e. Rasa lekas kenyang
f. Perut kembung.
g. Rasa panas di dada dan perut.
h. Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba).

4. Mekanisme penyakit Dispepsia


Perubahan pola makan yang tidak teratur, obat-obatan yang tidak jelas, zat-zat
seperti nikotin dan alkohol serta adanya kondisi kejiwaan stres, pemasukan
makanan menjadi kurang sehingga lambung akan kosong, kekosongan
lambung dapat mengakibatkan erosi pada lambung akibat gesekan antara
dinding-dinding lambung, kondisi demikian dapat mengakibatkan
peningkatan produksi HCL yang akan merangsang terjadinya kondisi asam
pada lambung, sehingga rangsangan di medulla oblongata membawa impuls
muntah sehingga intake tidak adekuat baik makanan maupun cairan.

5. Diagnosa Keperawatan
Menurut Inayah (2004) dan Doenges (2001) bahwa diagnosa keperawatan
yang lazim timbul pada klien dengan Dispepsia adalah:
a. Nyeri epigastrium berhubungan dengan iritasi pada mukosa lambung.
b. Nyeri perut berdasarkan inflamasi esophagus/ lambung, peningkatan asam
lambung.
c. Nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan rasa tidak enak
setelah makan, anoreksia.
d. Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan

adanya mual, muntah.


e. Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatannya
f. Kurang pengetahuan tentang kondisi, pengobatan, perawatan, pencegahan
dan kekambuhan.
B. Tinjauan Teori Prioritas Kebutuhan Dasar Klien
1. Pengertian Nutrisi
Konsep dasar nutrisi adalah keseluruhan proses yang terdiri dari
mengonsumsi dan memanfaatkan makanan untuk energi, pemeliharaan dan
pertumbuhan.
Nutrisi adalah zat - zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia
untuk menerima makanan dan bahan - bahan dari lingkungan hidupnya
menggunakan bahan - bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya
serta mengeluarkan sisanya. Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang
manusia makan dana bagaimana tubuh menggunakannya. Masyarakan
memperoleh makanan atau nutrient esensial untuk pertumbuhan dan
pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua
proses tubuh. Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang
ditemukan dalam makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.
a. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nutrisi
1) Faktor fisiologi untuk kebutuhan metabolisme basal.
2) Faktor patofisiologi seperti adanya penyakit tertentu yang
mengganggu pencernaan atau meningkatkan kebutuhan nutrisi.
3) Faktor sosio - ekonomi seperti adanya kemampuan individu dalam
memenuhi kebutuhan nutrisi
b. Fungsi Zat Gizi
1) Menghasilkan energi bagi fungsi organ, gerakan, dan kerja fisik.
2) Sebagai bahan dasar untuk pembentukan perbaikan jaringan sel-sel
dalam tubuh.
3) Sebagai pelindung dan pengatur suhu tubuh
c. Fisiologis dari nutrisi melibatkan lima proses dalam penggunaan oleh
tubuh, meliputi :
1) Ingesti adalah proses pengambilan makanan ke dalam saluran
pencernaan, umumnya melalui mulut.
2) Digesti adalah proses mekanik dan kimia untuk merubah nutrient
menjadi bentuk yang mudah diabsorbsi. Proses dalam digesti adalah
mengunyah, menelan dan gerakan peristaltik.
3) Absorpsi adalah proses dari hasil akhir pencernaan mulut, usus halus
dan usus besar ke dalam darah atau sistem getah bening.
4) Metabolisme adalah konversi nutrient ke dalam energi. Basal
metabolisme adalah jumlah energi yang diperlukan untuk memelihara
fungsi physiologic esensial ketika seseorang dalam keadaan istirahat
secara phisik dan secara mental.
5) Ekskresi adalah proses mengeluarkan hasil buangan dari tubuh,

2. Status Nutrisi
Pemecahan makanan, pencernaan, absorpsi dan asupan makanan merupakan
faktor penting dalam menentukan status nutrisi.
a. Keseimbangan Energi
Energi adalah kekuatan untuk kerja. Manusia membutuhkan energi untuk
terus - menerus berhubungan dengan lingkungannya.
Keseimbangan Energi = Pemasukan Energi + Pengeluaran, atau
Pemasukan Energi = Total Pengeluaran Energi ( Panas + kerja + energi
simpanan).
b. Karakteristik Status Nutrisi
Karakteristik status nutrisi ditentukan dengan adanya Body Mass Index
(BMI) dan Ideal Body Weight (IBW).
1) Body Mass Index (BMI)
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan
tinggi badan.
2) Ideal Body Weight (IBW)
Merupakan perhitungan barat badan optimal dalam fungsi tubuh
yang sehat. Berat badan ideal adalah jumlah tinggi dalam sentimeter
dikurangi dengan 100 dan dikurangi 10% dari jumlah itu.
3. Jenis - Jenis Nutrisi
a. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi berbentuk amilum. Di mulut, amilum
diubah menjadi maltose oleh enzim ptialin yang ada dalam air ludah. Zat
tersebut kemudian diteruskan ke lambung. Dari lambung hidrat arang
dikirim terus ke usus dua belas jari dan sisa amilum yang belum diubah
menjadi maltosa. Usus halus mengerluarkan getah usus halus yang
mengandung musin dan enzim enzim, seperti enzim maltosa, enzim
sukrosa serta enzim laktase. Enzim maltose yang bertugas merubah
maltosa menjadi molekul glukosa. Enzim sukrosa menjadi fruktosa dan
glukosa. Enzim laktase bertugas mengubah laktosa menjadi glukosa dan
galaktosa.
Penyerapan karbohidrat yang dikonsumsi atau dimakan ditemukan
dalam tiga bentuk, yaitu polisakarida, disakarida dan monosakarida.
Disakarida dan monosakarida mempunyai sifat mudah larut di dalam air
sehingga dapat diserap melewati dinding usus atau mukosa usus mengikuti
hukum difusi osmosis yang tidak memerlukan tenaga dan langsung
memasuki pembuluh darah.
1) Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon,
hidrogen dan oksigen. Karbohidrat dibagi atas :
a) Karbohidrat sederhana (gula)
b) Karbohidrat kompleks (amilum)
c) Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-
tumbuhan, tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau
tidak menghasilkan kalori tetapi dapat meningkatkan volume
feces.
2) Fungsi Karbohidrat
a) Sumber energi pertama bagi tubuh.
b) Protein cadangan yang digunakan untuk energi, untuk melakukan
fungsi utama yaitu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
c) Diperlukan untuk oxidasi lemak dan untuk sintesis adam lemak
dan asam amino.
d) Memberi rasa manis pada makanan.
e) Membantu pengeluaran feces.
3) Sumber Karbohidrat
a) Sumber karbohidrat adalah padi padian atau serealia, umbi
umbian, kacang kacangan kering dan gula.
b) Hasil olahan karbohidrat adalah bihun, mie, roti, tepung
tepungan, selai, sirup dan sebagainya.
c) Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung
karbohidrat.
d) Sayur umbi umbian, seperti wortel dan bit serta sayur kacang
kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada
sayur sayuran daun daunan.
e) Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur dan susu
sedikit sekali mengandung karbohidrat.
f) Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan
pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas dan
sagu.
b. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak
terdiri atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak.
1) Fungsi Lemak
a) Sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang
dipadatkan dengan memberikan 9 kal/gr.
b) Ikut serta membangun jaringan tubuh.
c) Perlindungan.
d) Penyekatan atau isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas
dari tubuh.
e) Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan
lambung dan mencegah timbul rasa lapar kembali segera setelah
makan.
f) Vitamin larut dalam lemak.
2) Sumber Lemak
a) Hewan (lemak babi, mentega, susu, krim, kuning telur dan lemak
daging, unggas dan ikan).
b) Tumbuhan (minyak jagung, minyak bunga bungaan, kacang
tanah, seperti halnya kacang kacangan dan buah alpokat.
c. Protein
Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien ini
berupa struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam - asam amino.
Protein akan dihidrolisis oleh enzim - enzim proteolitik, kelenjar ludah
dalam mulut tidak membuat enzim protease terdapat dalam lambung.
Enzim protease yaitu berupa pepsin yang mengubah protein menjadi
albumin dan pepton. Selanjutnya untuk melepaskan asam - asam amino
yang kemudian akan diserap oleh usus.
Dalam usus dua belas jari terdapat enzim tripsin yang berasal dari
pancreas yang berfungsi mengubah sisa protein yang belum sempurna
untuk diubah menjadi albuminosa dan pepton.
1) Fungsi protein :
a) Protein menggantikan protein yang hilang selama proses
metabolisme yang normal dan proses pengausan yang normal.
b) Protein menghasilkan jaringan baru.
c) Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru
dengan fungsi khusus dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan
haemoglobin.
d) Protein sebagai sumber energi.
2) Penggolongan dan Sumber Protein
Protein lengkap terdiri dari sekumpulan 9 asam amino. Semua lemak
hewan, kecuali gelatin, termasuk protein lengkap, protein lengkap
dari tumbuhan adalah kacang kedelai. Protein tidak sempurna
mempunyai satu atau lebih asam amino penting yang hilang (protein
dari tumbuhan).
d. Vitamin
Vitamin adalah bahan organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan
berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh. Diperlukan dalam
jumlah yang sangat kecil. Konsep dasar vitamin. Kebutuhan vitamin yang
sangat unik untuk masing masing individu. Penggolongan dan sumber
vitamin dikelompokkan menurut daya larut (larut dalam lemak atau dapat
larut dalam air).
Sumbernya adalah makanan dan vitamin buatan. Pencernaan,
penyerapan dan penyimpanan vitamin tidak memerlukan proses
pencernaan. Vitamin yang larut dalam lemak diserap ke dalam sistem
limpa, vitamin yang dapat larut dalam air diserap ke dalam sistem
peredaran darah, kelebihan vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan
di hati dan di jaringan adipose. Kelebihan vitamin yang larut dalam air
dikeluarkan melalui urin.
Defisiensi vitamin biasanya terjadi pada pecandu minuman alcohol,
kemiskinan, orang tua, klien dengan penyakit serius yang mempengaruhi
selera makan, retardasi mental, anak anak terlantar.
Vitamin yang dikonsumsi secara berlebihan mengakibatkan
keracunan.
Proses penyerapan vitamin dapat dilakukan dengan difusi sederhana.
Vitamin yang larut dalam lemak diserap oleh sistem transpor aktif yang
membawa lemak ke seluruh tubuh, sedangkan vitamin yang larut dalam air
mempunyai beberapa variasi mekanisme transport aktif.
Ada 2 jenis vitamin :
1) Vitamin larut lemak yaitu vitamin A, D, E, K.
2) Vitamin larut air yaitu vitamin B dan C (tidak disimpan dalam tubuh
jadi harus ada didalam diet setiap harinya).
e. Mineral
Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal sebagian enzim dan
sangat penting dalam pengendalian sistem cairan tubuh. Mineral
merupakan konstituen esensial pada jaringan lunak, cairan dan rangka.
Rangka mengandung sebagian besar mineral. Tubuh tidak dapat
mensintesis sehingga harus disediakan lewat makanan.
Mineral tidak membutuhkan pencernaan. Mineral hadir dalam
bentuk tertentu sehingga tubuh mudah untuk memprosesnya. Umumnya,
mineral diserap dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi
pasif maupun transppor aktif. Mekanisme transport aktif terjadi jika
kebutuhan tubuh meningkat atau diet yang rendah kadar mineralnya.
Mekanisme transport aktif ini diatur oleh hormon.
1) Tiga Fungsi Mineral :
a) Konstituen tulang dan gigi ; contoh : calsium, magnesium, fosfor.
b) Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan
komposisi cairan tubuh ; contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P
(intraseluler).
c) Bahan dasar enzim dan protein.
2) Penggolongan dan Sumber Mineral
Digolongkan sebagai mineral utama atau trance mineral.
Ditemukan di air dan di dalam makanan alami, seperti halnya dengan
pemberian mineral tambahan.
f. Air
Air merupakan zat gizi paling mendasar. Tubuh manusia terdiri kira kira
50% - 70% air. Asupan air secara teratur sangat penting dibandingkan
dengan asupan nutrisi lain.
Bayi memiliki proporsi air yang lebih besar daripada orang dewasa.
Semakin tua usia seseorang, maka proporsi air tubuhnya semkain
berkurang , pada orang dewasa, asupan cairan berkisar antara 1200 1500
cc per hari, walaupun sering dianjurkan 1900 cc sebagai batas optimum.
Selain itu, air dapat masuk ke tubuh melalui makanan lain berkisar antara
500 900 cc per hari. Di samping itu, juga daspat diperoleh dari hasil
akhir proses oksidasi. Kebutuhan air akan makin meningkat jika terjadi
peningkatan kehilangan air, misalnya berkerinagt, muntah, diare, atau
adanya gejala dehidrasi.
DATAR PUSTAKA

Doengoes, E. Marilynn Dan Mf. Moorhouse. 2001. Rencana Asuhan


Keperawatan, Edisi Ketiga. Jakarta: EGC
Inayah Iin. 2004. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem
Pencernaan Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Medika
Manjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. Jilid I. Jakarta:
Medika Aeusculapeus
Mujahidah, Khansa. 2012. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Suryono Slamet, Et Al. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid 2. Jakarta:
FKUI
Uliyah, Musrifatul dan A. Aziz Alimul Hidayat. 2008. Keterampilan Dasar
Praktik Kebidanan untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Warpadji Sarwono, Et Al. 1996. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI
Wibawa, I Dewa Nyoman. 2006. Penanganan Dispepsia Pada Lanjut Usia
Volume 7 Nomor 3 September 2006