Anda di halaman 1dari 19

SIKLUS CARNOT Dan REVERSIBILITAS

Disusun Oleh:
Dewi ningsih :1111090037
Helda yanti :11110900
Ratna sari :11110900

Dosen Pembimbing : Ahmad Isnaini,M.Ag

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
RADEN INTAN LAMPUNG
2012-2013

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita haturkan kepada Allah SWT, karena atas karunia-Nya
penyusun dapat menyelesaikan makalah ini .Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan
kepada junjungan kita yaitu nabi besar Muhammad Saw ,dan insyaalah melimpah kepada kita
selaku umatnya.
Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Termodinamika ,sekaligus
membahas materi mengenai proses reversibel dan ireversibel,siklus carnot dan skala temperatur
termodinamika.penyusun berharap dengan adanya makalah ini dapat membantu pemahaman
pembaca mengenai termodinamika.Dan penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah mendukung dalam pembuatan makalah ini.
Tak ada gading yang tak retak,tak ada sesuatu
didunia yang sempurnrna.
Untuk itu penulius menyadari banyaknya kekurangan dalam pembuatan laporan ini,oleh sebab
itu krtik dan saran yang membangun sangat di harapkan.Semoga laporan ini bermanfazt bagi
pembaca umumnya dan penulis khususnya.

Bandar lampung ,2 oktober 2 012

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................


KATA PENGANTAR .......................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................
BAB 1 .......................................................................
1.1 Latar Belakang .......................................................................
1.2 Rumusan Makalah. ..................................................................
Bab 11 PEMBAHASAN ......................................................................
2.1 Pengertian proses reversibel dan irreversibel ...........................
2.2 Siklus carnot dan prinsinya dan mesin kalor carnot.................
2.3 Skala temperatur termodinamika ..............................................
2.4 Mesin pendingin dan pompa panas carnot ...............................
BAB 111 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam kehidupan sehari-hari termodinamika merupakan salah satu cabang ilmu fisika
yang memusatkan pada energi terutama energ i panas. Dan transformasinya.
Hukum termdinamika 1 menyatakan energi adalah kekal yaitu tidak dapat di ciptakan dan
tidak dapat dimusnakan .Enegi munkin saja bisa berubah,perubahan bentuk energi hanya dapat
berlangsung dalam satu arah.proses yang tidak dapat dibalik arahnya dinamakan proses
irreversibel sedangkan proses yang dapat dibalik arahnya disebut proses reversibel.
BAB 11
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian proses reversibel dan irreversibel

Proses reversibel didefinisikan sebagai sebuah proses yang dapat dibalik tanpa
meningggal jejak pada lingkungan. Atau dengan kata lain, sebuah proses yang jika dibalik akan
melalui lintasan yang sama.Sedangkan proses irreversibel adalah proses yang tidak dapat dibalik
arahnya .

2.2 Siklus carnot dan prinsipnya dan mesin kalor carnot


, A.Siklus Carnot
Siklus adalah suatu rangkaian sedemikian rupa sehingga akhirnya kembali pada keadaan
semula.siklus termodinamika melibatkan proses isotermal,isobarik, isokhorik.sistem menjalani
proses isotermal dari keadaan A sampaB,kemudian menjalani proses isobarik untuk mengubah
sistem keadaan B ke keadaan C.Akhirnya proses isokhorik membuat sistem kembali ke keadaan
awalnya.
Apabila siklus tersebut berlangsung terus menerus,kalor yang diberikan dapat diubah
menjadi usaha mekanik.Tetapi tidk semua kalor dapat di ubah menjadi usaha .secara matemati
dapat ditulis :
Wn RT In - P (v2-v1 )

Usaha bernilai positif jika arah proses dalam siklus searah putaran jam.dan sebaliknya
.Perubahan energi dalam U untuk satu siklus dengan nol.karena keadaan awal sama dengan
keadaan akhir.
Sedangkan siklus carnot adalah sebuah siklus yang pertama kali dikemukakan oleh Sadi
Carnot pada tahun 1824, seorang insinyur Perancis. Mesin teoritis yang menggunakan siklus
Carnot disebut dengan Mesin Kalor Carnot. Siklus Carnot yang dibalik dinamakan dengan siklus
Carnot terbalik dan mesin yang menggunakan siklus carnot terbalik disebut dengan Mesin
refrigerasi Carnot.
Seorang insinyur berkebangsaan perancis,Nicolas Leonardi Sadi Carnot,memperkenalkan
metode baru untuk meningkatkan efesiensi suatu mesin berdasarkan siklus usaha.Metode
efesiensi inilah yang dikenal Siklus Carnot .siklus Carnot terdiri atas 4 proses, yaitu dua proses
isotermal dan dua proses adiabatik .
Urutan proses pada siklus Carnot adalah sebagai berikut :
1. Ekspansi isotermal reversibel.
2. Ekspansi adiabatis reversibel
3. Kompresi isotermal reversibel
4. Kompresi adiabatis reversible
WAB

Pemuaian
W DA isotermal
WDA
Q1
Pemampatan pemuaian
Adiabatik WCD adiabatik

Pemampatan
isotermal

Q1
Sklus carnot

Berdasarkan gambar di atas di jelaskan sebagai berikut :


1. Proses AB adalah proses isotermal pada suhu T1.Sistem menyerap kalor
2. Q1 dari reservoir suhu T1 dan melakukan usaha WAB.
3. Proses BC adalah pemuaian adiabatik.
4. Proses CD adalah pemampatan isotermal pada suhu T2 pada proses
ini sistem menerima usaha WCD dan melepas kalor Q2.
5. Proses DA adalah pemampatan adiabatik.Selama proses ini suhu sistem
naik dari T2 menjadi T1 akibat menerima usaha WDA.

Siklus carnotmerupakan dasar dari mesin ideal yaitu mesin yang memiliki
efesiensi tertinggi yang selanjutnya disebut mesin carnot .Proses siklus
carnot menerima kalor Q1 dari reservoir bersuhu tinggi T1 dan melepas
kalor Q2 ke reservoir bersuhu rendah T2.Maka usaha yang dilakukan sistem menurut hukum 1
termodinamika adalah sebagai berikut :
Q = U + W
Q1- Q2 =0 +W
W =Q1 Q2
Dalam menilai kinrja suatu mesin,efesiesi merupakan suatu faktor yang penting.Untuk
mesin kalor, efesiensi mesin ( ) ditentukan dari perbandingan usaha yang dilakukan terhadap
kalor masukan yang di beriakn.Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
= x 100% = x 100% =1- x 100%
Untuk siklus Carnot berlaku hubungan = ,Sehingga efesiensi mesin carnot dapat
dinyatakan sebagi berikut :

= 1- x 100%
Keteranagn :
: efesiensi mesin carnot
T1 :Suhu resevoir tinggi (K)
T2 :Suhu reservoir rendah (K)
Efesiensi mesin carnot merupakan efesiensi yang paling besar karena merupakan mesin
ideal.Untuk mendapatkan efesiensi sebesar 100%,suhu tandon T2 harus = 0 K. Oleh sebab itu
mesin ini reversibel. Sedangkan kebanyakan mesin biasanya mengalami proses irreversibel (tak
terbalikan ).

B.Prinsip Carnot
Hukum termodinamika kedua meletakkan pembatasan pada operasi peralatan siklus
seperti yang diekspresikan oleh Kelvin-Plank (adalah tidak mungkin untuk sebuah alat/mesin
yang beroperasi dalam sebuah siklus yang menerima panas dari sebuah reservoir tunggal dan
memproduksi sejumlah kerja bersih) dan Clausius (adalah tidak mungkin membuat sebuah alat
yang beroperasi dalam sebuah siklus tanpa adanya efek dari luar untuk mentransfer panas dari
media bertemperatur rendah ke media bertemperatur tinggi). Sebuah mesin kalor tidak dapat
beroperasi dengan menukarkan panas hanya dengan reservoir tunggal, dan refrigerator tidak
dapat beroperasi tanpa adanya input kerja dari sebuah sumber luar
Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan yang berhubungan dengan efisiensi termal dari
proses reversibel dan irreversible
1. Efisiensi sebuah mesin kalor irreversibel selalu lebih kecil dari mesin kalor reversibel
yang beroperasi antara dua reservoir yangs ama.
2. Efisiensi semua mesin kalor reversibel yang beroperasi antara dua reservoir yang
sama adalah sama.

C.Mesin Kalor Carnot


Sebuah mesin kalor dapat dikarakteristikkan sebagai berikut :
1. Mesin kalor menerima panas dari source bertemperatur tinggi (energi matahari, furnace bahan
bakar, reaktor nuklir, dll).
2. Mesin kalor mengkonversi sebagian panas menjadi kerja (umumnya dalam dalam bentuk
poros yang berputar)
3. Mesin kalor membuang sisa panas ke sink bertemperatur rendah.
4. Mesin kalor beroperasi dalam sebuah siklus.
Mengacu pada karakteristik di atas, sebenarnya motor bakar dan turbin gas tidak memenuhi
kategori sebagai sebuah mesin kalor, karena fluida kerja dari motor bakar dan turbin gas tidak
mengalami siklus termodinamika secara lengkap.
Sebuah alat produksi kerja yang paling tepat mewakili definisi dari mesin kalor adalah
pembangkit listrik tenaga air, yang merupakan mesin pembakaran luar dimana fluida kerja
mengalami siklus termidinamika yang lengkap.
Efisiensi termal dari semua mesin kalor reversibel atau irreversibel dapat dituliskan sebagai
berikut :
Efisiensi= 1-QL/QH
dimana QH adalah panas yang ditransfer ke mesin kalor pada temperatur TH, dan QL adalah
panas yang diteransfer ke mesin kalor pada temperatur TL.
Hubungan di atas adalah hubungan yang mengacu pada efisiensi Carnot, karena mesin
kalor Carnot adalah mesin reversibel yang baik. Perlu dicatat bahwa TL dan TH adalah
temperatur absolut. Penggunaan oC atau oF akan sering menimbulkan kesalahan.
Efisiensi termal dari suatu mesin kalor aktual dan reversibel yang beroperasi pada batas
temperatur yang sama adalah sebagai berikut:
versible
sible
ersible
Hampir semua mesin kalor mempunyai efisiensi termal dibawah 40 persen, yang
sebenarnya relatif rendah jika dibandingkan dengan 100 %. Tetapi bagaimanapun, ketika
performance dari mesin kalor diperoleh tidak harus dibandingkan dengan 100 persen, tetapi
harus dibandingkan dengan efisiensi sebuah mesin kalor reversibel yang beroperasi diantara
batas temperatur yang sama.
Efisiensi maksimum sebuah pembangkit tenaga listrik yang beroperasi antara temperatur
TH = 750 K dan TL = 300 K adalah 60 persen jika menggunakan rumus efisiensi mesin
reversibel, tetapi aktualnya hanya sekitar 40 persen. Hal ini sebenarnya tidak begitu buruk dan
hal tersebut masih membutuhkan improvisasi untuk mendekati efisiensi mesin reversibel.

2.3 Skala Temperatur Termodinamika


Skala pada termperatur akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.
Satuan dari suhu adalah Kelvin, dan merupakan satuan yang telah ditetapkan sebagai satuan
Standar Internasional. Ada beberapa macam skala yang digunakan sebagai satuan dan ukuran
yang digunakan termometer dalam mengukur suhu antara lain adalah : Celcius, Fahrenheit,
Reamur, Kelvin, Rankine, Delisle, Newton, dan Rmer. Tetapi yang akan dibahas di dalam
makalah tersebut tidak semua skala-skala suhu.
Berikut ini beberapa sejarah penemuan skala-skala termometer yang akan dibahas
satupersatu.

a.SkalaCelcius
Anders Celsius lahir di Uppsala, adalah salah satu dari sejumlah besar
.ilmuwan (semua yang terkait) yang berasal dari Ovanker di provinsi Hlsingland.
Celcius, yang dikatakan telah sangat berbakat dalam matematika sejak usia dini, diangkat
menjadi profesor astronomi pada tahun 1730. Dia memulai grand wisata, yang berlangsung
selama empat tahun, pada 1732, dan ia kunjungi selama tahun-tahun ini hampir semua european
observatorium terkenal hari, di mana ia bekerja dengan banyak astronom terkemuka abad ke-18.
Celcius partisipasi dalam ekspedisi ini membuatnya terkenal dan penting dalam upaya untuk
menarik perhatian pihak berwenang di Swedia menyumbang sumber daya yang diperlukan untuk
membangun observatorium modern di Uppsala Dia berhasil, dan observatorium Celsius sudah
siap pada 1741, yang dilengkapi dengan instrumen yang dibeli selama perjalanan panjang di luar
negeri, terdiri dari alat yang paling modern pada saat itu teknologi.
Pada masa itu ukuran geografis, metereological pengamatan dan lain-lain, tidak dianggap
sebagai astronomi hari ini, termasuk dalam pekerjaan seorang profesor astronomi. Dia membawa
keluar banyak geografis pengukuran untuk Swedia peta Umum, dan juga salah satu yang pertama
untuk dicatat bahwa tanah dari negara-negara nordic perlahan-lahan naik di atas permukaan laut,
sebuah proses yang telah berlangsung sejak mencairnya es dari zaman es terbaru. Walaupun ia
percaya, bahwa itu adalah air yang menguap.
Untuk dibangun metereological pengamatan ia terkenal di dunianya termometer Celcius, dengan
0 untuk titik didih air dan 100 untuk titik beku. Setelah kematiannya pada 1744 skala terbalik ke
bentuk yang sekarang.

b.Skala Fahrenheit
Ada beberapa perdebatan mengenai bagaimana Fahrenheit memikirkan skala
temperaturnya. Ada yang menyatakan bahwa Fahrenheit menentukan titik nol (0 F) dan 100 F
pada skala temperaturnya dengan cara mencatat temperatur di luar terendah yang dapat ia ukur,
dan temperatur badannya sendiri. Temperatur di luar terendah ia jadikan titik nol yang ia ukur
pada saat musim dingin tahun 1708 menjelang tahun 1709 di kampung halamannya, Gdnsk
(Danzig) (-17.8 C). Fahrenheit ingin menghindari suhu negatif di mana skala Ole Rmer
seringkali menunjuk temperatur negatif dalam penggunaan sehari-hari. Fahrenheit memutuskan
bahwa suhu tubuhnya sendiri adalah 100 F (suhu tubuh normal adalah mendekati 98.6 F,
berarti Fahrenheit saat itu sedang demam ketika bereksperimen atau termometernya tidak
akurat). Dia membagi skala normalnya menjadi 12 divisi, dan kemudian ke-12 divisi masing-
masing dibagi lagi atas 8 sub-divisi. Pembagian ini menghasilkan skala 96 derajat. Fahrenheit
menyebut bahwa pada skalanya, titik beku air pada 32 F, dan titik didih air pada 212 F, berbeda
180 derajat.
Fahrenheit menghendaki agar semua temperatur yang diukur bernilai positif. Karenanya, ia
memilih 0 oF untuk temperatur campuran es dan air garam (temperatur terdingin yang bisa
dicapai air). Ketika mengukur temperatur titik es dan titik uap, angka yang ditunjukkan pada
skala Fahrenheit berupa bilangan pecahan. Akhirnya beliau mengoprek lagi skalanya sehingga
temperatur titik es dan titik uap berupa bilangan bulat.Untuk skala Fahrenheit, temperatur titik
beku normal air (titik es) dipilih sebagai 32 derajat Fahrenheit (32o F) dan temperatur titik titik
didih normal air (titik uap) dipilih sebagai 212 derajat Fahrenheit (212o F). Di antara titik
es dan titik uap terdapat 180 derajat.

c.SkalaReamur
Skala Reamur adalah skala suhu yang dinamai menurut Rene Antoine Ferchault de
Reaumur, yang pertama mengusulkannya pada 1731. Titik beku air adalah 0 derajat Reamur, titik
didih air 80 derajat. Jadi, satu derajat Reamur sama dengan 1,25 derajat Celsius atau kelvin.
Skala ini mulanya dibuat dengan alcohol, jadi termometer Reamur yang dibuat dengan raksa
sebenarnya bukan termometer Reamur sejati. Reamur mungkin memilih angka 80 karena dapat
dibagi-dua sebanyak 4 kali dengan hasil bilangan bulat (40, 20, 10, 5), sedangkan 100 hanya
dapat dibagi 2 kali dengan hasil bilangan bulat (50, 25). Skala Reamur digunakan secara luas di
Eropa, terutama di Perancis dan Jerman, tapi kemudian digantikan oleh Celsius. Saat ini skala
Reamur jarang digunakan kecuali di industri permen dan keju.

d.SkalaKelvin
Penemu dari skala tersebut adalah Daniel Gabriel Fahrenheit. Fahrenheit was born in 1680the
Hanseatic city of Danzig (German).
Lord Kelvin adalah seorang fisikawan dan matematikawan Britania (1824 1907). Lahir dengan
nama William Thomson di Belfast. Kelvin adalah orang pertama yang mengusulkan skala mutlak
dari suhu. Studinya terhadap teori Carnot (teori tentang mesin ideal dengan efisiensi mendekati
100%) menuntunnya ke ide bahwa kalor tidak pernah berpindah secara spontan dari benda
bersuhu rendah ke benda bersuhu tinggi, teori ini dikenal sebagai hukum kedua
termodinamika.
Pada skala Kelvin, tidak ada skala negatif karena titik beku air ditetapkan sebesar 273 K dan titik
didih air ditetapkan sebesar 373 K. Hal ini berarti suhu 0 K sama dengan 273 C. Suhu ini
dikenal sebagai suhu nol mutlak. Para ilmuwan yakin bahwa pada suhu nol mutlak, molekul-
molekul diam atau tidak bergerak. Dengan alasan inilah skala Kelvin sering digunakan untuk
keperluan ilmiah. Skala Kelvin merupakan satuan internasional untuk temperatur
e.SkalaNewton
Skala suhu yang diciptakan oleh Isaac Newton sekitar 1700. Ia melakukan percobaan-percobaan
dengan meletakkan sekitar 20 titik rujukan suhu mulai dari udara di musim dingin sampai
arang yang membara di dapur. Pendekatan ini dianggapnya terlalu kasar, sehingga ia merasa
tidak puas. Ia tahu bahwa banyak zat memuai jika dipanaskan, jadi ia menggunakan minyak dan
mengukur perubahan volumenya pada titik-titik rujukan suhunya. Ia menemukan bahwa minyak
itu memuai 7,25% dari suhu salju meleleh sampai suhu air mendidih. Karena itu ia menempatkan
derajat panas ke-0 pada salju meleleh dan derajat panas ke-33 pada air mendidih. Ia
menyebut alatnya termometer.

f.SkalaDelisle
Skala suhu yang dinamai menurut astronom Perancis Joseph-Nicolas Delisle (16881768). Ia
menciptakan satuan ini pada 1732. Skala ini mirip skala Raumur. membuat sebuah termometer
pada 1732 yang menggunakan raksa sebagai cairan ukurnya. Ia menetapkan skala temperaturnya
dengan titik beku air sebagai 0 derajat dan titik didih air sebagai 100 derajat. Pada 1738, Josias
Weitbrecht (17021747) mengkalibrasi ulang termometer Delisle sehingga 0 derajat adalah titik
beku air dan 150 derajat adalah titik didih air.
SkalaRomer
Skala suhu yang tidak digunakan lagi, dinamai menurut astronom Denmark Ole Christensen
Rmer yang mengusulkannya pada 1701.
Dalam skala ini, nol adalah titik beku brine dan titik didih air adalah 60 derajat. Rmer kemudian
mengamati bahwa titik beku air adalah 7,5 derajat, dan ini juga diambil sebagai titik rujukan
ketiga. Jadi satuan skala ini, satu derajat Rmer, adalah 40/21 kelvin (atau derajat Celsius).
Lambang satuan ini biasanya R, namun untuk menghindari kerancuan dengan skala Rankine
digunakan R
g.SkalaRankine
Skala suhu termodinamis yang dinamai menurut insinyur Skotlandia William John Macquorn
Rankine, yang mengusulkannya pada 1859. Lambangnya adalah R (atau Ra untuk
membedakannya dari Rmer dan Raumur). Seperti skala Kelvin, titik nol pada skala Rankine
adalah nol absolut, tapi satu derajat Rankine didefinisikan sama dengan satu derajat Fahrenheit.
Konversi Masing-Masing Skala Termometer
Untuk mencari nilai suatu skala dari skala yang lain perlu adanya suatu konversi yang sudah ada
aturannya. Semua konversi memiliki aturan dan nilai yang akan sama dengan nilai skala yang
belum dikonversikan ke skala lainnya. Selain itu kita juga mengetahui perbandingan antar skala.
Sebagai berikut :
1. Skala Celcius : titik lebur = 0C dan titik didih = 100C
2. Skala Reamur : titik lebur = 0R dan titik didih = 80R
3. Skala Fahrenheit : titik lebur = 32F dan titik didih = 212F
4. Skala Kelvin : titik lebur = 273 K dan titik didih = 373 K
Berikut ini pengkonversian dari skala yang satu keskala yang lainnya.
Untuk konversi dari nilai skala Celcius
T=4/5 TR
T=9/5 T+32
Untuk konversi tersebut bahwa dari skala reamur dan skala fahrenheit bisa kita konversikan ke
skala Celcius, maka nilainya akan sama dengan nilai di skala Celcius.
Untuk konversi dari nilai skala Reamur
TR=5/4 T
TR=9/4 T+32
Untuk konversi tersebut terlihat bahwa dari skala Celcius dan skala Fahrenheit dapat
dikonversikan ke skala Reamur, maka akan sama nilainya dengan skala Reamur.
Untuk konversi dari nilai skala Fahrenheit
T=5/9 (T-32)
T=4/9 (T-32)R
Untuk konversi tesebut terlihat bahwa dari skala Celcis dan Reamur dapat dikonversikan ke
skala Fahrenheit, maka nilainya akan sama dengan nilai skala pada Fahrenheit.
Untuk konversi dari nilai skala Celcius ke skala Kelvin
T=T+273K
Untuk konversi tersebut, dari skala Celcius dapat kita ubah ke skala Kelvin yang merupakan
menjadi skala dan Satuan Internasional yaitu dengan cara menambahkan 273 (+273), maka akan
sama dengan nilai pada skala Kelvin. Begitu juga sebaliknya, dari skala Kelvin ke skala Celcius
dengan cara mengurangi 273 (-273), maka akan sama nilainya dengan skala Celcius. Untuk skala
Reamur dan Fahrenheit jika dikonversikan ke skala Kelvin, bisa juga secara langsung. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan melihat perbandingan antara skala termometer.
Berikut ini kami tampilkan table-tabel konversi masing-masing skala
thermometer :
Skala yang diinginkan Formula
Celsius C = 273,15
Fahrenheit F = K 1,8 459,67
Rankine Ra = K 1,8
Delisle De = (373,15 K) 1,5
Newton N = (K 273,15) 33/100
Raumur R =( K 273,15) 0,8
Rmer R = (K 273,15) 21/40 + 7,5
Rumus konversi suhu dari Celsius ke kelvin, Fahrenheit,
Reamur,Rankine,Delisle,Newton, Rmer.
Skala yang diinginkan Formula
Kelvin K = C + 273,15
Fahrenheit F = C 1,8 + 32
Rankine Ra = C 1,8 + 491,67
Delisle De = (100 C) 1,5
Newton N = C 33/100
Raumur R = C 0,8
Rmer R = C 21/40 + 7,5
Dari Fahrenheit
Rumus konversi suhu dari Fahrenheit ke Celsius,Kelvin, Reamur,Rankine,
Delisle,Newton, Rmer
Skala yang dinginkan Formula
Kelvin K =(F + 459,67)1,8
Celsius C = (F 32)/1,8
Rankine Ra = F + 459,67
Delisle De = (212 F) 5/6
Newton N = (F 32) 11/60
Raumur R = (F 32) / 2,25
Rmer R = (F 32) 7/24 + 7,5
Dari Rankine
Rumus konversi suhu dari Rankine ke Fahrenheit, Celsius,Kelvin, Reamur,,
Delisle,Newton, Rmer
Skala yang diinginkan Formula
Kelvin K = Ra / 1,8
Celsius C = Ra / 1,8+273,15
FahrenheitF =Ra459,67
DelisleDe =(671,67Ra)5/6
NewtonN =(Ra491,67)11/60
RaumurR =(Ra/1,8+273,15)0,8
Rmer R = (Ra 491,67) 7/24 + 7,5
DariDelisle
Rumus konversi suhu dari Delisle ke Rankine, Fahrenheit, Celsius,Kelvin,
Reamur,Newton, Rmer
Skala yang diinginkan Formula
KelvinK =33,15De2/3
CelsiusC =100De2/3
FahrenheitF =212De1,2
RankineRa =671,67De1,2
NewtonN =33 De0,22
RaumurR =80De8/15
Rmer R = 60 De 0,35
Dari Newton
Rumus konversi suhu dari Newton ke Delisle, Rankine, Fahrenheit,
Celsius,Kelvin, Reamur, Rmer
Skalayang diinginkan Formula
KelvinK =N100/33+273,15
CelsiusC =N100/33
FahrenheitF =Nx60/11+32
RankineRa =N60/11+491,67
DelisleDe =(33N)50/11
RaumurR =N80/33
Rmer R = N 35/22 + 7,5
Dari Raumur
Rumus konversi suhu dari Reamur ke Newton,Delisle, Rankine, Fahrenheit,
Celsius,Kelvin, Rmer
Skala yang diinginkan Formula
KelvinK =R/0,8+273,15
CelsiusC =R/0,8
FahrenheitF =R2,25+32
RankineRa =R2,25+491,67
DelisleDe =(80R)1,875
NewtonN =R33/80
Rmer R = R 21/32 + 7,5
Dari Rmer
Rumus konversi suhu dari Rmer ke Reamur, Newton,Delisle, Rankine, Fahrenheit,
Celsius,Kelvin,
Skala yang diinginkan Formula
Kelvin K =(R 7,5) 40/21 + 273.15
CelsiusC =(R7,5)40/21
FahrenheitF =(R7,5)24/7+32
RankineRa =(R7,5)24/7+491,67
DelisleDe =(60R)20/7
NewtonN =(R7,5)22/35
Raumur R = (R 7,5) 32/21

2.4 Mesin pendingin dan pompa panas carnot


a.Mesin pendingin(Refrigerator)
mesin dingin pada dasarnya merupakan mesin panas yang bekerja terbalik,yaitu usaha
diberikan pada refrigeratoruntuk menyerap kalor dari reservoir dingin dan membuangnya ke
reservoir panas .Misalnya pendingin ruanagan (AC) serta kulkas .
Kalor diserap dari suhu rendah T2 dan kemudian di berikan pada suhu tinggi T1.Secara
matematis di tulis :

Q1 = Q2 + W
Hasil bagi antara kalor yang masuk dengan usaha (w)di
namakan daya guna yang di beri simbol K P . Makin tinggi nilai KP makin baik
kerja mesin tersebut.
KP =

Untuk gas ideal berlaku :


KP = = =

Keterangan :
KP =Koefisien daya guna
Q1 = kalor yang diberi suhu tinggi (J)
Q2 = kalor yang diserap suhu rendah (J)
W =Usaha (J)
T1 =suhu reservoir tinngi (K)
T2 =suhu reservoir rendah (K)

BAB 111
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari hasil pembahasan di atas diperoleh kesimpulan sebagai berikut :


1. Proses reversibel didefinisikan sebagai sebuah proses yang dapat dibalik tanpa meningggal
jejak pada lingkungan. Atau dengan kata lain, sebuah proses yang jika dibalik akan melalui
lintasan yang sama.Sedangkan proses irreversibel adalah proses yang tidak dapat dibalik arahnya
.
2. Siklus adalah suatu rangkaian sedemikian rupa sehingga akhirnya kembali pada keadaan
semula.
3. siklus carnot adalah sebuah siklus yang pertama kali dikemukakan oleh Sadi Carnot pada
tahun 1824, seorang insinyur Perancis.
4. skala yang digunakan sebagai satuan dan ukuran yang digunakan termometer dalam mengukur
suhu antara lain adalah : Celcius, Fahrenheit, Reamur, Kelvin, Rankine, Delisle, Newton, dan
Rmer .
5. mesin dingin pada merupakan mesin panas yang bekerja terbalik,yaitu usaha diberikan pada
refrigeratoruntuk menyerap kalor dari reservoir dingin dan membuangnya ke reservoir panas.

3.2 saran

Isi makalah tersebut memang jauh dari kesempurnaan dan yang


diharapkan serta kekurangan baik dari isi maupun segi tulisan dan
penyusunannya, namun makalah tersebut dapat dijadikan sebuah referensi
tentang skala termodinamika fisika mengenai skala-skala yang digunakan
oleh termometer. Semoga isi makalah tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA

Diktat termodinamika Dasar. Oleh : Ir. Sudjito, PhD. , Ir. Saifuddin Baedoewie, Agung Sugeng
W., ST., MT.

Legiyon stephanus,2007.fisika sma.PT Grasindo:jakarta.

Giancoli, D. C.1997.Fisika .erlangga :jakarta

Nurachmadani setya,2007.fisika sma.gumunggung surakarta.

http://termodinamika_fisika.php.

http://siklus _carrnot fisika.php.