Anda di halaman 1dari 6

RINGKASAN EKSEKUTIF

Bedasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29


tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP) setiap Pemerintah Daerah (Pejabat Eselon II) diminta untuk
menyampaikan Laporan Kinerja kepada Presiden, sebagai
perwujudan kewajiban suatu Instansi Pemerintah untuk
mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan misi
organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan melalui alat pertanggungjawaban secara periodik setiap
akhir anggaran. Laporan Kinerja dibuat dalam rangka perwujudan
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta
pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang
dipercayakan kepada setiap Instansi Pemerintah, berdasarkan suatu
sistem akuntabilitas yang memadai. Laporan Kinerja juga berperan
sebagai alat kendali, alat penilai Kinerja dan alat pendorong
terwujudnya good governance. Dalam perspektif yang lebih luas, maka
LAKIP berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada publik.

Bertitik tolak dari RPJMD Kabupaten Kuningan Tahun 2014


2018, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten
Kuningan dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 tahun
2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
(SAKIP) serta memperhatikan Peraturan Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi No. 53 Tahun 2014
tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Perjanjian Kinerja, Pelaporan
Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi
Pemerintah, penyusunan Laporan Kinerja Tahun 2015 berisi ikhtisar
pencapaian sasaran sebagaimana yang di tetapkan dalam dokumen
Perjanjian kinerja dan dokumen perencanaan. Pencapaian sasaran
tersebut disajikan berupa informasi mengenai pencapaian sasaran
RPJMD,realisasi pencapaian indikator sasaran disertai dengan
penjelasan yang memadai atas pencapaian kinerja dan pembandingan
capaian indikator kinerja, dengan demikian Laporan Kinerja Kabupaten
Kuningan yang menjadi laporan kemajuan penyelenggaraan
pemerintahan oleh Bupati kepada Presiden ini telah disusun
dandikembangkan sesuai peraturan yang berlaku. Realisasi yang
dilaporkan dalam Laporan Kinerja ini merupakan hasil kegiatan Tahun
2016.

A. VISI DAN MISI


Sesuai Peraturan Daerah No. 9 tahun 2014 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Kuningan Tahun 20014-2018, Visi Kabupaten
Kuningan untuk tahun 2014 - 2018 adalah: Kuningan
Mandiri, Agamis dan Sejahtera (MAS) Tahun 2018
Visi Kabupaten Kuningan tahun 2014-2018 adalah:Kuningan
Mandiri, Agamis dan Sejahtera (MAS) Tahun 2018. Makna
yang terkandung dalam visi tersebut dapat diuraikan sebagai
berikut :
MANDIRI : Suatu keadaan dan kemampuan masyarakat
dalam perekonomian rakyat fokuspada
ketahanan pangan, pengelolaan dan
pengembangan sumber daya alam daerah serta
partisipasi masyarakat dalam pembangunan.
AGAMIS : Nilai-nilai agama sebagai pedoman kehidupan
bermasyarakat yang kondusif, toleran, harmonis
dan religious.
SEJAHTERA : Peningkatan kesejahteraan berupa pemerataan
pembangunan di semua pelosok wilayah,
kesempatan berusaha dan bekerja,
perlindungan masyarakat miskin dan
kesetaraan gender.
B. Kedudukan Pemerintah Kabupaten Kuningan
Kedudukan Pemerintah Kabupaten Kuningan tahun 2016 masih
berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
sebagaimana telah di ubah dengan Undang-Undang Nomor 09
Tahun 20015 tentang Pemerintahan Daerah yaitu sebagai Daerah
Otonom, yakni kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai
batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus
urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam
sistem NegaraKesatuan.
C. Tugas Pokok dan Fungsi Kabupaten Kuningan
Tugas Pokok dan Fungsi Pemerintah KabupatenKuningan adalah
menyelenggarakan pemerintahan dan melaksanakan urusan
otonomi daerah dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas
desentralisasi di Kabupaten Kuningan. Berdasarkan Peraturan
Daerah KabupatenKuningan Nomor 3 Tahun 2008 tentang
Kewenangan Pemerintah Kabupaten Kuningan, ada 26 urusan
wajib dan 8 urusan pilihan. Ke 26 urusan wajib dan 8 urusan
pilihan dimaksud dituangkan dalam program-program
pembangunan.

D. Indikator Perjanjian Kinerja


Dalam perjanjian kinerja Tahun 2015 terdapat 401 indikator sasaran
dan ada 192 program yang direncanakan. Indikator sasaran tahun
2015 sangat gemuk dikarenakan tidak semua indikatornya bersifat
Outcome, sedangkan untuk program yang direncanakan nya masih
memuat program-program SKPD bukan program Kepala Daerah.
Pada perjanjian kinerja tahun 2016 terjadi pemilahan jumlah
indikator dimana hanya memuat indikator yang bersifat outcome
sehingga jumlahnya menjadi 126 indikator, dan jumlah programnya
hanya memuat program-program kepala daerah yang tadinya
berjumlah 192 program menjadi 68 program yang direncanakan. Hal
tersebut bisa terjadi dikarenakan belum direvisinya RPJMD
Kabupaten Kuningan tahun 2014-2018, dan baru di revisi pada akhir
tahun 2016. Untuk perjanjian kinerja tahun 2017 indikator-indikator
sasarannya sudah mengacu pada hasil revisian RPJMD yang
memuat indikator yang bersifat outcome.
Berdasarkan seluruh indikator kinerja pada sasaran strategis
(berjumlah 126 indikator kinerja) yang ditetapkan oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Kuningan pada Tahun 2016 dapat disimpulkan
berdasarkan Grafik dibawah ini :

Perbandingan Jumlah Indikator Yang Melebihi Target, Sesuai Target,


dan Tidak Mencapai Target Kinerja Tahun 2016

40%
35%
30%
25%
Sesuai target Melebihi target Kurang dari target
20%
15%
10%
5%
0% 28% 36% 36%
Prosentase Jumlah Indikator
E. Capaian Kinerja Tahun 2016 Dibandingkan Target RPJMD
Tahun 2018
Cara kedua untuk mengukur kinerja pencapaian sasaran strategis
adalah dengan membandingkan realisasi yang telah dicapai hingga
tahun tertentu dengan target akhir periode RPJMD. Dalam hal ini,
untuk mengukur kinerja pencapaian sasaran strategis Pemda
Kabupaten Kuningan pada Tahun 2016 dilakukan dengan
membandingkan capaian kinerja setiap sasaran strategis pada
Tahun 2016 dengan target akhir periode RPJMD yaitu Tahun 2018 .
Pada tahun 2016 terdapat 126 indikator kinerja yang sesuai dengan
indikator kinerja RPJMD. Berdasarkan perbandingan capaian
kinerja Tahun 2016 dengan target RPJMD Tahun 2018 ada
beberapa kesimpulan:

Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2016 Dengan Target RPJMD


Tahun 2018

40%
35%
30%
25%
Sesuai target Melebihi target Kurang dari target
20%
15%
10%
5%
0% 28% 36% 36%
Prosentase Indikator Kinerja
F. Akuntabilitas Keuangan

Pelaksanaan program dan kegiatan untuk mencapai kinerja


sasaran startegis sebagaimana diuraikan di atas, menggunakan
anggaran yang bersumber dari Dana Perimbangan, Pendapatan
Asli Daerah, dan Penerimaan Pembiayaan. Rencana dan Realisasi
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kebupaten Kuningan
Tahun 2016.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten
Kuningan Tahun 2016 terdiri dari pendapatan sebesar
Rp.2,500,183,797,292,00 dengan realisasi
Rp.2,429,439,657,996,00 (97,17%), terdiri dari Pendapatan Asli
Daerah sebesar Rp.262,212,852,952,00 dengan realisasi Rp.
253,420,610,435.00 (96,64%), Dana Perimbangan sebesar Rp.
1,772,199,183,684.00 dengan realisasi Rp. 1,717,088,119,273.00
(96,89%) dan lain-lain Pendapatan daerah yang sah sebesar Rp.
465,771,760,656.00 dengan realisasi Rp. 458,930,928,288.00
(98,53%). Sedangkan anggaran belanja daerahnya sebesar Rp.
2,629,794,855,500.00 dengan realisasi Rp. ,500,049,473,524.00
(95,06%) terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.
1,686,811,909,775.00 dengan realisasi Rp. 1,620,546,319,736.00
(96,07%) dan belanja langsung sebesar Rp. 942,982,945,725.00
dengan realisasi Rp. 879,503,153,788.00 (93,26%).
APBD kabupaten Kuningan tahun 2016 hampir lebih dari 55%
tersedot untuk keperluan Belanja tidak langsung (belanja pegawai)
yang jumlahnya mencapai sebesar Rp. 1,686,811,909,775.00
dengan realisasi Rp. 1,620,546,319,736.00 (96,07%) dan hanya
45% nya saja untuk biaya pembangunan yaitu sebesar Rp.
942,982,945,725.00 dengan realisasi 879,503,153,788.00
(93,26%).