Anda di halaman 1dari 8

RUMAH SAKIT HAPSAH

Jl. Urip Sumoharjo, No. 10. Bone Kode pos 92731


Telepon : 082 347 191 810 / (0481) 2 911 811, Email : rshapsah@yahoo.com

SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT HAPSAH
No : 029 / SK / DIR / RSH / III / 2016
Tentang
KEBIJAKAN KEBERSIHAN TANGAN
RUMAH SAKIT HAPSAH
TAHUN 2016
Menimbang : a. Bahwa untuk mencegah terjadinya infeksi HAis dan penularan
penyakit dari petugas ke pasien dalam melakukan tindakan di
Rumah Sakit, maka perlu disusun Kebijakan Kabersihan Tangan
di Rumah Sakit Hapsah.

b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam


butir a perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur RS Hapsah.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009


tentang kesehatan.

2. Keputusan Menkes RI Nomor 270/Menkes/SK/III/2007 tentang


pedoman manajerial rumah sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan lainnya.

3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 436/Menkes/SK/VI/1993


tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan
Medis.

4. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit


dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, Depkes RI, 2011.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pertama : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT HAPSAH TENTANG
KEBERSIHAN TANGAN DI RUMAH SAKIT HAPSAH.
Kedua : Kebijakan yang dimaksud dalam keputusan ini adalah Kebijakan
Kebersihan Tangan Karyawan RS Hapsah yang disusun oleh
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RS Hapsah.
Ketiga : Kebijakan Kebersihan Tangan ini di jadikan sebagai pedoman dan
acuan dalam pengendalian penyakit infeksi di Rumah Sakit
Hapsah .
Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan
dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam
penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Watampone
Pada tanggal 01 Maret 2016

Rumah Sakit Hapsah


Direktur

dr. ANDI MELDA SAKKIRANG

Tembusan :
1. Direktur Rumah sakit Hapsah
2. Ketua Komite SMF
3. Ketua Komite PPI
4. Kepala Instansi/Unit Kerja Rumah sakit Hapsah
5. Pertinggal
Lampiran Keputusan Direktur Rumah Sakit Hapsah
Nomor : 029 / SK / DIR / RSH / III / 2016
Tanggal : 01 Maret 2016

KEBIJAKAN KEBERSIHAN TANGAN


RUMAH SAKIT HAPSAH

A. Pengertian
1) Kebersihan Tangan adalah proses pembersihan kotoran dan mikroorganisme pada
tangan yang di dapat melalui kontak dengan pasien, petugas kesehatan lain dan
permukaan lingkungan (flora transien) dengan menggunakan sabun/antiseptik
dibawah air mengalir atau menggunakan hand rub berbasis alkohol.
2) Pembersihan Tangan dengan Cairan Antiseptik (Handrub) adalah Mencuci tangan
dengan menggunakan cairan antiseptik yg berbahan dasar alkohol gel di seluruh
permukaan tangan untuk meminimalkan pertumbuhan mikroorganisme tanpa
menggunakan air dan handuk (pada tangan yang bersih).
3) Pembersihan Tangan dengan Sabun Antiseptik/Cairan/Larutan dan Air Mengalir
(Handwash) adalah Mencuci tangan dengan air mengalir dengan menggunakan
sabun/cairan antiseptik yg bertujuan membersihkan tangan dari transien
mikroorganisme di tangan (pada tangan yang kotor).
4) Pembersihan Tangan Bedah (Surgical Handwash)Kebijakan Khusus pada tindakan
operasi adalah : Proses menghilangkan atau menghancurkan mikroorganisme
transien dan mikroorganisme yang tinggal di lapisan kulit yang lebih dalam serta di
dalam folikel rambut yang tidak dapat di hilangkan seluruhnya (flora residen).
5) Membersihkan tangan dengan menggunakan sikat dan sabun di bawah air mengalir
dengan prosedur tertentu agar tangan dan lengan bagian bawah bebas dari
mikroorganisme.
B. Tujuan
1) Meminimalkan atau menghilangkan mikroorganisme.
2) Mencegah tansmisi mikroorganisme dari petugas ke pasien dari pasien ke petugas,
dari pasien ke pasien serta lingkungan sekitar pasien.
3) Tindakan utama untuk pencegahan dan pengendalian infeksi
C. Kebijakan
1. Kebersihan tangan dilakukan oleh seluruh petugas klinis maupun non klinis di
seluruh lingkungan Rumah Sakit Hapsah

2. Indikasi kebersihan tangan secara umum :


a. Segera : setelah tiba di tempat kerja
b. Sebelum :
Kontak langsung dengan pasien
Memakai sarung tangan sebelum pemeriksaan klinis dan tindakan
invasif
Menyediakan / mempersiapkan obat-obatan
Mempersiapkan makanan
Memberi makan pasien
Meninggalkan rumah sakit
c. Diantara : prosedur tertentu pada pasien yang sama dimana tangan
terkontaminasi untuk menghindari kontaminasi silang
d. Setelah :
Kontak dengan pasien
Melepas sarung tangan
Melepas alat pelindung diri
Kontak dengan darah, cairan tubuh, sekresi, ludah, dahak,
muntahan, urine, keringat dan peralatan yang diketahui atau
kemungkinan terkontaminasi dengan darah, cairan tubuh, pispot,
urinal baik menggunakan atau tidak menggunakan sarung tangan.
Menggunakan toilet, menyentuh / melap hidung dengan tangan
(batuk/bersin).
Menyentuh lingkungan di sekitar pasien
Tujuan.

1. Membersihkan kedua tangan dari kotoran.


2. Mereduksi jumlah microorganisme transient
Jenis kebersihan tangan ada 4 macam;
1. Kebersihan tangan surgical.
2. Kebersihan tangan Aseptik
3. Kebersihan tangan sosial
4. Kebersihan tangan handrub

5 moment kebersihan tangan menurut WHO:


1. Sebelum kontak denganpasien.
2. Sebelum melakukan tindakan aseptik.
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien.
2. Setelah kontak pasien.
3. Setelah kontak dengan lingkungan disekitar pasien
Menggunakan 6 langkah kebersihan tangan
1. Petugas menggosok kedua telapak tangan hingga merata.
2. Petugas menggosok punggung dan sela-sela jari tangan kiri
dengan tangan kanan dan sebaliknya.
3. Petugas menggosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari.
4. Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan petugas saling mengunci.
5. Petugas menggosok ibu jari berputar dalam genggaman tangan
kanan dan lakukan sebaliknya.
6. Petugas menggosok dengan memutar ujung jari-jari di telapak
tangan kiri dan sebaliknya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam kebersihan tangan:


1. Kuku harus seujung jari tangan.
2. Cat kuku tidak diperkenankan
3. Bila tangan luka atau tidak intak ,harus diobati dan dibalut dengan
balutan yang kedap air.
4. Jam tangan dan cincin tidak diperkenankan dipakai
3. Jenis kebersihan tangan untuk seluruh ruangan / bagian (klinis & non-
klinis) di Rumah Sakit Hapsah, yaitu :
Kebersihan tangan dengan air mengalir dan sabun (sosial)
Kebersihan tangan dengan air mengalir dan sabun antiseptik
chlorhexidine 2% (aseptik)
Kebersihan tangan dengan larutan berbahan dasar alkohol
(handrub)
Kebersihan tangan sebelum pembedahan dengan larutan
antiseptik
chlorhexidine 4 % (surgical).
4. Kebersihan tangan efektif :
Tidak mengenakan jas lengan panjang saat melayani pasien

Bagi semua petugas yang berkontak langsung dengan pasien


(klinis), semua perhiasan yang ada (misalnya: jam tangan, cincin,
gelang) harus dilepaskan selama bertugas dan pada saat
melakukan kebersihan tangan
Kuku dijaga tetap pendek tidak melebihi 1 mm, tidak menggunakan
kuku palsu dan cat kuku
Jika tangan ada luka ditutup dengan plester kedap air
Tutuplah kran dengan siku tangan atau putar kran menggunakan
handuk sekali pakai
Membersihkan tangan dengan sabun cair dan air mengalir apabila
tangan terlihat kotor
Membersihkan tangan dengan larutan berbahan dasar alkohol
(handrub) bila tangan tidak terlihat kotor diantara tindakan
Keringkan tangan menggunakan handuk sekali pakai
Pastikan tangan kering sebelum memulai kegiatan / mengenakan
sarung tangan
Jangan menambahkan sabun cair ke dalam tempatnya bila masih
ada isinya.
Dispenser sabun harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum
pengisian ulang
5. Sediakan di setiap ruangan / bagian :
a. Area klinis (area perawatan / pelayanan langsung terhadap pasien)
:
Wastafel dengan air yang mengalir.
Larutan chlorhexidine 2 % (indikasi kebersihan tangan
momen 2 dan 3) : poli rawat jalan, ICU, UGD (area non
tindakan), ruang keperawatan, unit penunjang medik
(radiologi,laboratorium klinik, fisioterapi)
Larutan chlorhexidine 4 % : UGD (area tindakan), kamar
bedah, kamar bersalin
Sabun biasa (handsoap) : kamar pasien, pos perawat (indikasi
kebersihan tangan momen 1,4,5), toilet, dapur.

Larutan berbahan dasar alkohol (handrub) : setiap tempat


tidur pasien di area kritis (IGD, kamar bersalin, ICU, kamar
bedah), setiap pintu masuk kamar pasien, meja trolly tindakan.

b. Area non-klinis (area pelayanan tidak langsung terhadap pasien) :


Wastafel dengan air yang mengalir.
Sabun biasa (handsoap) : toilet, dapur, perkantoran, kantin,
aula.
Larutan chlorhexidine 2% (indikasi kebersihan tangan momen
3): sanitasi, kamar cuci, CSSD.
Larutan berbahan dasar alkohol (handrub) : pintu keluar-
masuk
o Petugas / pengunjung, ruang tunggu rawat jalan, farmasi, kamar
o jenazah, area dimana fasilitas kebersihan tangan dengan sabun
dan air mengalir tidak tersedia / jauh letaknya.
6. Melakukan monitoring compliance kebersihan tangan dengan cara :
a. Mengukur / mengobservasi kepatuhan kebersihan tangan :
Petugas klinis setiap 2 minggu sekali (ruang keperawatan, IGD,
ICU, OK, rawat jalan, kamar bersalin).
b. Dengan memperhatikan 4,5,6 kebersihan tangan,sebelum kontak
dengan pasien (Momen 1 menurut WHO).
Petugas non-klinis setiap sebulan sekali (kamar cuci,
farmasi, dapur, PPSRS, sanitasi) : sesuai indikasi kebersihan
tangan secara umum.
Kepatuhan kebersihan tangan melibatkan petugas klinis
maupun nonklinis dengan sasaran 30 % dari jumlah masing-
masing profesi (Dokter, Perawat, Bidan, Penunjang Medis dan
Gizi).
7. Melakukan program edukasi kebersihan tangan pada petugas, pasien,
keluarga dan pengunjung yang merupakan salah satu bagian dari
proses penerimaan pasien baru.
8. Setiap petugas di Rumah Sakit Hapsah wajib mengikuti pelatihan
kebersihan tangan yang diadakan oleh rumah sakit secara

9. berkesinambungan mengenai prosedur kebersihan tangan melalui


orientasi dan pendidikan berkelanjutan.
10. Dilakukan monitoring kepatuhan kebersihan tangan petugas (dokter,
perawat, fisioterapi, gizi) setiap 2 minggu sekali pada hari selasa pada
setiap minggu ke 2.
11. Setiap petugas yang akan melakukan tindakan diharuskan melepaskan
assesoris yang ada di tangan.

Pada tanggal 01 Maret 2016

Rumah Sakit Hapsah


Direktur
dr. ANDI MELDA SAKKIRANG