Anda di halaman 1dari 4

1.

LATAR BELAKANG
Para penganut agama Islam berpegang pada Al-Quran, untuk menjadi
patukan dalam mengambil keputusan. Baik itu berupa aturan hidup seperti
hal-hal yang boleh atau tidak untuk dilakukan.
Sedangkan untuk orang yang tidak menganut agama Islam cenderung
berkiblat pada Sains, yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk
membuktikan kebenaran sesuatu itu hingga dapat diterima oleh nalar
manusia.
Dalam penelitian ini akan dijelaskan tentang pandangan Islam dan
Sains(dalam bentuk penelitian) dalam menyikapi perihal bahayanya
mengonsumsi daging babi.

2. RUMUSAN MASALAH
a. Kenapa manusia dilarang mengonsumsi babi dalam agama Islam?
b. Bagaimana sains memandang larangan mengonsumsi babi tersebut?

3. HIPOTESIS
Dalam Al-Quran surah Al-Anam ayat 145, katakanlah: tiadalah aku
peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan
bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai
atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu
kotor, atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa
yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak
(pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging


hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul,
yang jatuh, yang ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat
kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk
berhala (Al-Maidah ayat 3).1

Tidak ada yang menandingi babi dalam hal kerakusan dalam makan apa pun,
joroknya kehidupan yang mereka lalui. Perilaku seks bebas dalam lingkungan
hewan babi adalah bentuk yang paling ekstrim dan liberal dibandingkan
dunia satwa lainnya.

Dan menyangkut struktur biologisnya, tidak ada yang menandingi babi


dalam hal keberadaan antibodinya, dan grown homone (hormon
pertumbuhannya), dan leval kolestrol dan lipid dagingnya 2. Hal ini lah
mengapa dalam Al-Quran dikatakan bahwa babi adalah hewan yang kotor
dan haram untuk dikonsumsi (dilihat dari pola hidup babi).
1 Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2013), Hlm. 469

2 https://uwoholistik.wordpress.com/pig-babi/

1
4. ANALISIS
a. Waktu/Tempat : Tak tentu/Kos
b. Metode yang digunakan : Mengamati (penelitian yang sudah
ada)
c. Alat / bahan penelitian : daging babi, minuman bersoda,
mikroskop, barang penjepit (untuk
mengambil belatung)

d. Hasil penelitian
Beberapa hari yang lalu saya mendapat referensi pada youtobe3,
mengenai keluarnya belatung dari daging babi setelah dilakukan penyiraman
daging babi hingga lembab dengan menggunakan salah satu minuman
ringan bersoda, dengan melakukan penyiraman sebanyak 2 kali (atau lebih)
kemudian didiamkan kurang lebih sekitar 2 jam. Dari dalam daging keluarlah
belatung-belatung yang akan tampak jelas jika kita menggunakan mikroskop.
Seperti kita ketahui minuman ringan yang ada selama ini mengandung zat
asam pada tubuh kita. Tubuh manusia memiliki hormon yang mempunyai
tingkat keasamaan yang sangat tinggi. Bayangkan jika daging tersebut
berada dalam tubuh ini dengan tingkat zat asam yang lebih tinggi dan dalam
waktu yang lebih lama. Bagaimana perkembangbiakkan belatung ini. Berapa
kali lipat perkembangbiakkan belatung ini jika berada di dalam tubuh kita.
Belatung adalah hewan pereduksi dalam artian ini adalah penggerogot
bangkai atau jenazah, bayangkan apa yang terjadi jika hewan pemakan
bangkai dan jenazah ini berkembang biak dengan cepatnya didalam tubuh
ini.4
Dari penelitian ini terlihat bahwa daging babi menyimpan bakteri-bakteri
yang dapat menyebabkan penyakit serius jika dikonsumsi.

5. KESIMPULAN
Dalam Al-Quran telah diterangkan tentang haramnya/larangan
mengonsumsi babi, seperti yang dijelaskan dalam surah AL-Maidah ayat 3
dan Al-Anam ayat 145. Larangan memakan babi ini dikarenakan sifat babi
yang rakus, yang memakan segala hal yang kotor hingga menyebabkan ia
menjadi sarang virus-virus penyakit.
Adapun menurut penelitian sains mengonsumsi daging babi dapat
menyebabkan beberapa penyakit yang berbahaya, seperti cacing pita,
terkena flu babi, adanya belatung di dalam tubuh manusia, dll. Hal ini
memperkuat penjelasan mengapa babi dilarang untuk dikonsumsi.

3 www.youtobe.com

4 https://m.facebook.com/permalink.php?
story_fbid=104104823075725&id=101247850028089

2
Babi tidak hanya dilarang untuk dikonsumsi saja, tapi
memelihara/berinteraksi dengan babi juga dilarang, karena dapat
menyebabkan kita mudah tertulah dengan virus-virus penyakit yang ada
pada tubuh babi. Hal ini disebabkan oleh pola hidup babi yang jorok,
seperti diam dalam kubangan lumpur dan kotoran.

3
DAFTAR PUSTAKA

https://uwoholistik.wordpress.com/pig-babi/

https://m.facebook.com/permalink.php?
story_fbid=104104823075725&id=101247850028089

www.youtobe.com

rasjid Sulaiman, 2013. Fiqih Islam. Bandung : Sinar Baru Algensindo. Cet.63.