Anda di halaman 1dari 10

PERCOBAAN 02

KARAKTERISTIK DIODA

KELOMPOK 4 :

1. Meidha Nur Arafah(LT 2D/ 13)


2. Mery Fauziah (LT 2D/ 14)
3. Michael Gabriel S. (LT 2D/ 15)
4. Muchtar Prihatmoko (LT 2D/ 16)

Program Studi Teknik Listrik

Jurusan Teknik Elektro

Politeknik Negeri Semarang

2013

PERCOBAAN 02
KARAKTERISTIK DIODA

1. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah selesai melalukan percobaan ini mahasiswa dapat :

1. menggambarkan karakteristik dioda bias maju dan bias mundur


2. menentukan tegangan lutut
3. menggambarkan garis beban dioda
2. Teori dasar
Dioda semikonduktor adalah komponen elektronika yang terdiri dari
pertemuan semikonduktor jenis P dan semikonduktor jenis N ( P-N Junction ).
Elektroda yang dihubungan dengan material jenis P disebut anoda dan yang
dihubungkan dengan material jenis N disebut katoda

Kontruksi dan simbol dioda seperti pada gambar berikut :

Gb. 2.1 Konstruksi dan Simbol Dioda

Dioda akan mengalirkan arus ( konduksi ) jika diberi bias maju ( forward )
yaitu anoda mendapat tegangan positif dan katoda mendapat tegangan negatif.
Sebaliknya jika diberi bias mundur ( reverse ) yaitu anoda mendapat tegangan
negatif dan katoda mendapat tegangan positif , maka dioda akan mempunyai
resistansi tinggi, sehingga dioda tidak konduksi.

Dioda dapat dipergunakan sebagai saklar elektronik, karena pada saat


dioda diberi bias maju akan terjadi aliran arus ( saklar menutup ) dan apabila
diberi bias maju arus tidak akan mengalir ( seperti saklar yang terbuka ).
Keadaan ini hanya terjadi pada dioda yang ideal, pada kenyataannya dioda akan
konduksi jika diberi tegangan maju 0.7 V untuk silikon dan 0,2 untuk germanium.
Tegangan ini disebut Tegangan tegangan Dadal ( Breakdown ) .Setelah
mencapai tegangan ini setiap kenaikan tegangan akan mengakibatkan kenaikan
arus yang cukup besar.
Gb. 2.2 Rangkaian Untuk mengukur Gb. 2.3 . Kurva
Karakteristi Dioda
Karakteristik Dioda

Bila harga Vs diubah, maka arus ID dan VD akan berubah pula. Bila kita
mempunyai Karakteristik statik dioda dan kita tahu harga Vs dan RL , maka
harga arus ID dan VD dapat ditentukan sebagai berikut :

Vs = Vab + ( I.RL ) atau I = - ( Vab/RL) + ( VD/RL )

Bila hubungan di atas digambarkan pada karakteristik statik dioda , maka


akan didapat garis lurus dengan kemiringan ( I/R L ). Garis ini disebut garis beban
( Load Line ) , seperti ditunjukkan pada gambar berikut :

Gb. 2.4. Kurva Karakteristik Dioda dan Garis Beban


Pada Gambar di atas garis beban memotong sumbu V dioda pada harga Vs
yaitu bila arus I = 0 , dan memotong sumbu I pada harga Vs/R L. Titik potong
antara karakteristik statik dengan garis beban memberikan harga tegangan
dioda VD(q) dan arus dioda ID(q). Dengan mengubah harga Vs kita akan
mendapatkan garis garis beban sejajar seperti pada gambar di atas.

3. Peralatan dan bahan


1. 1 buah sumber tegangan DC

2. 2 buah multimeter

3. 1 buah resistor 220 ohm , 100 ohm


4. 1 Buah dioda IN 4001 , IN4002

4. Diagram Rangkaian

Gb. 2.5 Dioda bias maju Gb. 2.6


Dioda bias Mundur

5. Langkah Percobaan
1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 2.5
2. Pastikan Posisi range alat ukur sudah benar sesuai dengan
fungsinya dan catu daya pada kondisi minimum.
3. Hidupkan Catu daya, naikkan tegangan Catu Daya ( Vs ) dari
0 Volt sampai dengan 5 Volt dengan penambahan 0.2 Volt . Ukur Arus
dan Tegangan dioda serta tegangan Beban , catat hasil pengukuran
pada tabel 2.1 untuk setiap harga Vs.
4. Kembalikan pengatur tegangan pada posisi minimum.
5. Ubah rangkaian dioda seperti pada gambar 2.6
6. Naikkan tegangan catu daya, sehingga tegangan dioda V AB
sesuai dengan tabel 2.2
7. Catat penunjukkan ammeter untuk setiap kenaikan tegangan
dan catat pada tabel 2.2.
8. Kembalikan Pengatur tegangan pada posisi minimum dan
matikan semua peralatan.
9. Ulangi langkah 1 8 untuk dioda germanium.

6. Lembar Kerja
Tabel. 2.1. Pengukuran 1 Dioda dioda Silikon Bias Maju

2,47
Vs[V] 0,2087 0,442
5
Diuk
ur

Id[mA] 0 0,01 8,5

Vd[ V ] 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,3

VRL 1,87
0,008 0,042
ituDih

[ mV ] 5
ng

Id=VRL/R 0,0000 0,0000 0,00



L 36 19 85

Tabel 22. Pengukuran 2. Dioda silikon bias mundur

Vs[V] 5 10 15 20 25 30
Diuk
ur

Id[mA] 0 0 0 0 0 0

Vd[ V ] -5 -10 -15 -20 -25 -30

Dihitu Rd =

ng Vd/Id

7. Analisa Data Tabel


7.1.1. Pada percobaan bias maju, hasil dari percobaan terbaca dan terjadi
kenaikan secara signifikan. Bila nilai tegangan sumber diubah, maka
arus dioda dan tegangan dioda akan ikut berubah juga. Dioda
mengalirkan arus apabila diberi bias maju (forward) yaitu anoda
mendapatkan tegangan postif dan katoda mendapatkan tegangan
negatif.
7.1.2. Pada percobaan bias mundur, hasil tidak terbaca karena dioda
dipasang terbalik. Apabila dioda dipasang terbalik maka arus tidak
akan bisa mengalir, jadi hasil percobaan adalah 0 atau tidak terbaca.
Dioda jika diberi bias mundur (reverse) tidak akan mengalirkan arus,
karena anoda mendapat tegangan negatif sedangkan katoda
mendapatkan tegangan positif.

8. Tugas dan Pertanyaan.


1. Hitung arus dioda ID = VRL/RL ?
2. Dari hasil pengukuran gambarkan karakteristik dioda pada kertas
grafik
Buatlah garis beban untuk Vs = 1.5 V ?

3. Dari kurva karakteristik hitunglah resistansi dinamisnya ?


4. Berapa tegangan lutut dioda Si dan Ge ?

9. Jawaban Pertanyaan
1. Arus dioda dapat dicari menggunakan rumus I D = VRL / RL
Contoh : pada dioda silikon bias maju diketahui :
Saat Vs = 0,4 Volt
VRL = 20 Volt
RL = 220
Maka ID = VRL / RL
= 20 / 220
= 0,091 mA
Pada dioda germanium bias maju diketahui :
Saat Vs = 0,4 Volt
VRL = 307 Volt
RL = 220
Maka ID = VRL / RL
= 307 / 220
= 1,39 mA
Hasil percobaan yang lain dapat dilihat pada tabel percobaan.

2. Grafik Percobaan karakteristik dioda


Grafik Tabel 2.1 pengukuran dioda silikon bias maju
22
20
18
16
14
12
Id [mA] 10
8
6
4
2
0
100 200 300 400 500 600 700 800

Vd [mV]

Grafik tabel 2.2 dan 2.4 percobaan dioda silikon dan germanium
bias mundur

0.9

0.7

0.5
Id

0.3

0.1

-35 -30 -25 -20 -15 -10 -5 0


-0.1

Vd

3. Saat Vs = 1,5 volt, maka :


Resistansi dinamis = Vd / Id
= 630 / 3,6
= 175 (dioda silikon bias maju)
Resistansi dinamis = Vd / Id
= 510 / 5,05
= 100,9 (dioda germanium bias maju)
4. Tegangan dimana arus mulai bertambah cepat dinamakan tegangan
lutut dioda. Untuk dioda silikon tegangan lutut sama dengan potensial
barier, mendekati 0,7 V. Sedangkan sebuah dioda germanium,
mempunyai tegangan lutut sekitar 0.3 V.Dioda merupakan komponen
nonlinier. Dibawah 0,7 V, dioda mempunyai sedikit arus. Hanya setelah
diatas 0,7 V arus meningkat dengan cepat. Hal ini cukup berbeda dari
resistor pada umumnya dimana arus meningkat sebanding dengan
kenaikan tegangannya. Perbedaan ini karena dioda mempunyai
potensial barier yang dihasilkan oleh lapisan kosong (depletion layer).

10. Kesimpulan
1. Karakteristik dioda dapat diperoleh dengan mengukur tegangan dioda
(Vd) dan arus yang melalui dioda (Id).
2. Dioda akan mengalirkan arus bila diberi beda potensial dimana kaki
anoda lebih positif dari katodanya.
3. Dalam keadaan bias maju arus pada dioda akan naik secara signifikan.
4. Dioda dapat dipergunakan sebagai saklar elektronik, karena pada saat
dioda diberi bias maju akan terjadi aliran arus, dan apabila diberi bias
mundur arus tidak akan mengalir.
5. Dari rangkaian percobaan tersebut dapat diukur tegangan dioda dengan
variasi sumber tegangan yang diberikan.
6. Dapat dibuat kurva karakteristik dioda yang merupakan fungsi dari arud
ID, arus yang melalui dioda, terhadap tegangan ID, beda tegangan
antara titik a dan b.
7. Dioda tidak mengalirkan arus jika diberi bias mundur, yaitu anoda
mendapat tegangan negatif dan katoda diberi tegangan positif, maka
dioda akan memiliki resistansi tinggi, sehingga tidak konduksi dan dioda
tidak mengalirkan arus.
LAMPIRAN FOTO PRAKTIKUM