Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

PENYEARAH

KELOMPOK 4 :

1. Meidha Nur Arafah (LT2D/ 13)

2. Mery Fauziah Fitri (LT2D/ 14)

3. Michael Gabriel Suitella (LT2D/ 15)

4. Muchtar Prihatmoko (LT2D/ 16)

Program Studi Teknik Listrik

Jurusan Teknik Elektro

Politeknik Negeri Semarang


2013

PERCOBAAN 3
PENYEARAH

1. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan mahasiswa dapat :
1. Merangkai Penyearah Setengah Gelombang dan Gelombang Penuh
2. Menghitung dan menggambar sinyal keluaran
3. Menjelaskan pengaruh beban dan tapis

2. Teori dasar

Penggunaan dioda yang paling umum adalah sebagai penyearah. Penyearah


aalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi
Tegangan DC. Penyearah dengan dioda mengikuti sifat dioda yang akan menghantar
saat dibias maju dan tidak konduksi saat dibias mundur.
Ada dua jenis rangkaian penyearah dengan menggunakan dioda yaitu Penyearah
Setengah Gelombang dan Penyearah gelombang penuh.
Pada penyearah setengah gelombang periode positif dioda akan mendapat bias
maju sedangkan pada setengah periode negatif akan mendapat bias mundur, Hal ini
akan menyebabkan tegangan beban RL merupakan sinyal setengah gelombang.

Gambar 4.1 Penyearah Setengah Gelombang

Tegangan keluaran Hasil Penyearah setengah gelombang penuh VDC = Vm/.


Antara sinyal masukan dan sinyal keluar mempunyai periode yang sama sehingga
frekwensi keluaran sama dengan frekwensi masukan.
Dengan menggunakan dua buah dioda dan sebuah transformator CT
( transformator dengan cabang tengah ) suatu rangkaian penyearah gelombang penuh
akan didapat.

Gambar 4.2 Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT

Pada saat a positif D1 akan konduksi dan arus akan mengalir ke beban melalui
D1, pada siklus berikutnya, saat a negatif dan b positif, D2 akan konduksi dan arus
akan mengalir melalui D2. Harga rata rata tegangan DC gelombang penuh VDC = 2
Vm/ . Frekwensi yang dihasilkan adalah dua kali frekwensi masukan sebab setiap
satu gelombang menghasilkan dua puncak gelombang positif.
Jika transformator tidak mempunyai cabang tengah dan diperlukan gelombang
penuh, maka dapat digunakan rangkaian dioda dengan sistem jembatan.

Gambar 4.3 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan

Dalam rangkaian penyearah, tegangan DC yang dihasilkan mengandung riak.


Untuk menghasilkan tegangan DC yang rata diperlukan penapis untuk mengurangi
tegangan riak.
Komponen komponen yang dapat digunakan sebagai tapis adalah komponen
komponen reaktif ( L dan C ). Induktor mempunyai sifat sebagai penahan sinyal AC
sedangkan kapasitor mempunyai sifat sebagai pelolos (pass ) untuk sinyal AC ,
sehingga untuk menghasilkan sinyal DC yang baik dapat dibuat rangkaian penapis
dengan menggunakan induktor, kapasitor atau gabungan keduanya.

Gambar 4.4 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan Tapis

Gambar 4.5 Tegangan keluaran penyearah gelombang penuh dengan tapis

Penapis kapasitor berdasarkan deteksi puncak, artinya pada saat gelombang


masukan menuju dari nol maka dioda akan dibias maju, pada saat ini kapasitor akan
diisi muatan hingga tegangan puncak tercapai. Pada saat gelombang menuju negatif ,
maka dioda akan dibias mundur, karena kapasitor akan mempertahankan tegangan
maksimumnya, muatan akan dilewatkan menuju resistansi beban dan akan terisi lagi
saat tegangan puncak berikutnya

3. Peralatan dan bahan


1. 1 buah Osciloskop
2. 2 buah Multimeter

3. 1 buah Transformator 220 V / 9 V CT

4. 4 buah Dioda Silikon IN 4007


5. Resistor 470 , 1 K , 2K2 1 buah

6. Kapasitor Elektrolit 50 F, 100 F , 470 F

7. Kabel Jumper

4. Diagram Rangkaian

Gb. 4.4 1. Penyearah Setengah Gelombang


Gb. 4.5. Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT

Gb. 4.6 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan

Gb. 4.7 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan


Penapis Kapasitor

5. Langkah Percobaan
5.1. Penyearah Setengah Gelombang
1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.4 dengan RL = 470
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 1.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3

5.2 Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT


1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.5 dengan RL = 470
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 2.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3.

5.3 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan


1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.6 dengan RL = 470
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 3.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3.

5.4 Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan


1. Rangkailah dioda seperti pada gambar 4.7 dengan RL = 470 dan
kapasitor dengan nilai 100 F
2. Dengan menggunakan multimeter Ukurlah arus dan tegangan beban .
Catat hasil pengukuran ke tabel 4.
3. Dengan menggunakan ascilliscope amati dan gambar pada kertas grafik
bentuk gelombang sekunder trafo dan tegangan beban ,VL
4. Gantilah RL dengan 1 K ulangi langkah 2 dan 3
5. Gantilah RL dengan 2K2 ulangi langkah 2 dan 3.
6. Gantikan kapasitor penapir menjadi 470 F , ulangi langkah 2 sampai 5
7. Gantikan kapasitor penapir menjadi 1000 F , ulangi langkah 2 sampai 5
6. Tabulasi Data

Tabel. 6.1. Penyearah Setengah Gelombang


Vin [ V ] Beban Hasil Pengukuran Hasil Perhitungan
[] IRL(mA) VRL IRL(mA) VRL
6 470 5,43 2,96 0,01 5,09
6 1K 3,4 3,05 0,01 10,5
6 2K2 1,2 3,05 4,63x10-3 10,19
Perhitungan:
R= 470
Vm = jml kotak x volt/div
Vm = 3,2 x 5
Vm = 16 V
VRL = Vm :
VRL = 16 : 3,14
VRL = 5,09 V
I = VRL : RL
I = 5,09 : 470
I = 0,01 A
R = 1K
Vm = jml kotak x volt/div
Vm = 6,6 x 5
Vm = 33 V
VRL = Vm :
VRL = 33 : 3,14
VRL = 10,5 V
I = VRL : RL
I = 10,5 : 1000
I = 0,01 A

R = 2K2
Vm = jml kotak x volt/div
Vm = 6,4 x 5
Vm = 32 V
VRL = Vm :
VRL = 32 : 3,14
VRL = 10,19 V
I = VRL : RL
I = 10,19 : 2200
I = 4,63x10-3 A
Tabel 6.2. Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT
Vin [ V ] Beban Hasil Pengukuran Hasil Perhitungan
[] IRL(mA) VRL IRL(mA) VRL
6 470 5 2,48 0,021 10,19
6 1K 2,5 2,48 0,021 21,02
6 2K2 1,1 2,48 9,26x10-3 20,38
Perhitungan :
R= 470
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 3,2 x 5 x 2
Vm = 32 V
VRL = Vm :
VRL = 32 : 3,14
VRL = 10,19 V
I = VRL : RL
I = 10,19 : 470
I = 0,021 A
R = 1K
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 6,6 x 5 x 2
Vm = 66 V
VRL = Vm :
VRL = 66 : 3,14
VRL = 21,02 V
I = VRL : RL
I = 21,02 : 1000
I = 0,021 A

R = 2K2
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 6,4 x 5 x 2
Vm = 64 V
VRL = Vm :
VRL = 64 : 3,14
VRL = 20,38 V
I = VRL : RL
I = 20,38 : 2200
I = 9,26x10-3 A

Tabel 6.3. Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan


Vin [ V ] Beban Hasil Pengukuran Hasil Perhitungan
[] IRL VRL IRL(mA) VRL
6 470 9 2,5 0,021 10,19
6 1K 4,5 2,5 0,021 21,02
6 2K2 2 2,5 9,26x10-3 20,38
Perhitungan:
R= 470
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 3,2 x 5 x 2
Vm = 32 V
VRL = Vm :
VRL = 32 : 3,14
VRL = 10,19 V
I = VRL : RL
I = 10,19 : 470
I = 0,021 A
R = 1K
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 6,6 x 5 x 2
Vm = 66 V
VRL = Vm :
VRL = 66 : 3,14
VRL = 21,02 V
I = VRL : RL
I = 21,02 : 1000
I = 0,021 A

R = 2K2
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 6,4 x 5 x 2
Vm = 64 V
VRL = Vm :
VRL = 64 : 3,14
VRL = 20,38 V
I = VRL : RL
I = 20,38 : 2200
I = 9,26x10-3 A

Tabel 6.4. Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan Filter


RL
Penapis C Multimeter Osiloskop
[]
I V I V
470 13,5 2,43
100 F 1K 7 2,43
2K2 3,2 2,45
470 13,2 2,48
1000 F 1K 7,5 2,48
2K2 3 2,48

7. Analisa Data
7.1. Pada penyearah setengah gelombang, gelombang sinus yang dihasilkan tidak
penuh, karena hanya menggunakan 1 buah dioda silikon bias maju, untuk
menghitung Vm = Tinggi gelombang x volt/div dan untuk menghitung VDC
= Vm /
7.2. Pada penyearah gelombang penuh dengan trafo CT, gelombang sinus yang
dihasilkan penuh, karena menggunakan 2 buah dioda silikon bias maju
dengan pen-suply menggunakan trafo CT, tetapi jika menggunakan hanya 2
buah dioda silikon tanpa menggunakan trafo CT maka tidak bisa menjadi
penyearah gelombang penuh, untuk menghitung Vm = Tinggi Gelombang x
Volt/div dan untuk menghitung VDC = Vm/
7.3. Pada penyearah gelombang penuh sistem jembatan, gelombang sinus yang
dihasilkan penuh, hanya menggunakan 4 dioda silikon bias maju dengan pen-
suply menggunakan trafo tanpa cabang tengah, untuk menghitung Vm =
tinggi gelombang x volt/div dan untuk menghitung VDC = 2 Vm/
7.4. Pada penyearah gelombang penuh sistem jembatan dengan filter, gelombang
sinus yang dihasilkan penuh, karena menggunakan 4 dioda silikon bias maju
dengan pen-supply menggunakan trafo tanpa cabang tengah kemudian pada
tengah rangkai dioda diberi kapasitor dengan tujuan untuk mengurangi
tegangan ripple pada gelombang, untuk menghitung Vm = tinggi gelombang
x Volt/div dan untuk menghitung VDC = Vm

8. Tugas dan Pertanyaan.


1. Hitung Arus dan Tegangan keluaran rangkaian penyearah setengah
gelombang dan gelombang penuh ?
2. Apa perbedaan tegangan DC yang dihasilkan oleh penyearah setengah
gelombang dan gelombang penuh ?
3. Apa perbedaan tegangan DC yang dihasilkan oleh penyearah gelombang
penuh dengan trafo dan sistem jembatan ?
4. Bagaimana Hasil Percobaan dan Perhitungan arus dan tegangan Keluaran
penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh ?
5. Bagaimana pengaruh beban pada penyearah setengah gelombang dan
gelombang penuh?
6. Bandingkan besar tegangan keluaran penyearah gelombang penuh tanpa
kapasitor dan dengan kapasitor ?
7. Apakah perubahan Beban berpengaruh terhadap besarnya tegangan
keluaran.?
8. Apakah pengaruh perubahan nilai kapasitor terhadap tegangan keluaran ?

9. Jawaban Pertanyaan.
1. Rangkaian penyearah setengah gelombang:
R= 470
Vm = jml kotak x volt/div
Vm = 3,2 x 5
Vm = 16 V
VRL = Vm :
VRL = 16 : 3,14
VRL = 5,09 V
I = VRL : RL
I = 5,09 : 470
I = 0,01 A

Rangkaian penyearah gelombang penuh:


R= 470
Vm = jml kotak x volt/div x 2
Vm = 3,2 x 5 x 2
Vm = 32 V
VRL = Vm :
VRL = 32 : 3,14
VRL = 10,19 V
I = VRL : RL
I = 10,19 : 470
I = 0,021 A

2. Perbedaan tegangan yang di hasilkan penyearah setengah gelombang


dengan penyearah gelombang penuh perbandingan tegangan 1 : 2
kemudian gambar pada layar oscilosco menunjukan pada rangakaian
penyearah setengah gelombang jarak antara gelombang lebih lebih
renggang dari pada penyearah gelombang penuh

3. Hampir tak ada perbedaan pada tegangan DC yang dihasilkan oleh


penyearah gelombang penuh dengan trafo sistem jembatan hanya
perbedaan pada rangkaiannya lebih simpel menggunakan penyearah
gelombang penuh dengan trafo dari pada sistem jembatan
4. Hasil percobaan tegangan dan arus yang di hasilkan penyearah setengah
gelombang dengan penyearah gelombang penuh perbandingan tegangan
adalah 1:2
5. Beban di pasang untuk membatasi arus pada rangkain, agar dioda tidak
di aliri arus melebihi arus nominalnya sehingga dioda tidak rusak
6. Lebih besar tegangan dengan menggunakan kapasitor, karena kapasitor
berfungsi untuk mengurangi ripple pada tegangan keluaran hampir tidak
memiliki ripple
7. Perubahan beban tidak berpengaruh terhadap besarnya tegangan
8. Pengaruh pemasangan kapasitor pada rangkaian penyearah gelombang
adalah berperan sebagai penyaring isyarat keluaran sehingga terbentuk
gelombang riak/ripple (Vrpp), semakin besar nilai kapasitor maka
semakin kecil gelombang riak yang terbentuk dan nilai tegangan riak
juga akan semakin kecil.

10. Kesimpulan.
1. Penyearah adalah suatu alat yang digunakan untuk menyearahkan tegangan
AC menjadi tegangan DC.
2. Tegangan gelombang hasil dengan menggunakan capasitor lebih besar
dibandingkan dengan tidak menggunakan capasitor.
3. Dengan setengah gelombang menyearahkan tegangan AC yang berbentuk
gelombang menjadi tegangan DC hanya siklus tegangan AC saja. Sedangkan
pada saat siklus negatifnya reverse bias sehingga tegangan beben jadi nol.
4. Dioda penyearah gelombang penuh digunakan untuk menyearahkan tegangan
AC pada saat siklus positif dan negatif.

11. Lampiran.
Gambar 10.1 Gelombang Tegangan AC

Gambar 10.2 Hasil Penyearah Setengan Gelombang

Gambar 10.3 Hasil Penyearah Gelombang Penuh Dengan Trafo CT


Gambar 10.4 Hasil Penyarah Gelombang Penuh Sistem Jembatan

Gambar 10.5 Hasil Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan Dengan


Penapis Kapasitor