Anda di halaman 1dari 148

Pramudi Utomo, dkk.

TEKNIK
TELEKOMUNIKASI
JILID 2

SMK

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan


Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang

TEKNIK
TELEKOMUNIKASI
JILID 2

Untuk SMK
Penulis : Pramudi Utomo
Suprapto
Rahmatul Irfan

Editor : Widiharso

Pendukung : Agung Wahyudiono


Nur Budiono

Perancang Kulit : TIM

Ukuran Buku : 17,6 x 25 cm

UTO UTOMO, Pramudi


t Teknik Telekomunikasi Jilid 2 untuk SMK /oleh Pramudi
Utomo, Suprapto, Rahmatul Irfan ---- Jakarta : Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
Pendidikan Nasional, 2008.
ix, 143 hlm
Lampiran : Lampiran. A
ISBN : 978-979-060-155-0
ISBN : 978-979-060-157-4

Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada


seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada


Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada


para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.

Jakarta, 17 Agustus 2008


Direktur Pembinaan SMK
KATA PENGANTAR

Tiada ungkapan kata yang paling tepat untuk dikemukakan pertama


kali selain memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah Subhanahu Watala
bahwasanya penyusunan buku Teknik Telekomunikasi ini dapat
diselesaikan. Kerja keras yang telah dilakukan dalam penulisan ini telah
membuahkan hasil baik. Buku Teknik Telekomunikasi ini sangat berarti
bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terutama mereka
yang mempelajari bidang elektronika komunikasi atau bidang lain yang
sejenis. Selain itu, dengan ditulisnya buku ini, akan menambah
perbendaharaan pustaka yang dapat dijadikan pegangan bagi para guru.
Kita menyadari bahwa ketersediaan buku yang memadai bagi para
siswa dan guru sekarang ini dirasakan masih kurang. Sejalan dengan
kemajuan jaman dan teknologi yang ada, maka sudah sepantasnya perlu
ada upaya untuk mencerdaskan para siswa dengan kampanye penulisan
buku. Buku yang ditulis ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan
siswa dan guru terhadap materi-materi pelajaran yang diajarkan di
sekolah. Dengan demikian keluhan sulitnya mencari buku bermutu yang
ditulis dalam bahasa Indonesia sudah tidak akan didengar lagi.
Sebagaimana yang ditulis dalam pengantar Buku Standar
Kompetensi Nasional Bidang Telekomunikasi bahwa demikian luasnya
bidang telekomunikasi, prioritas utama dalam penyusunan standar
kompetensi ditujukan untuk bidang-bidang pekerjaan yang berhubungan
dengan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi. Namun buku pegangan
Teknik Telekomunikasi ini akan memuat pengetahuan mendasar tentang
telekomunikasi hingga jaringan komunikasi data. Selanjutnya bagi yang
berkepentingan dengan buku ini dapat mengimplementasikannya dalam
pemberdayaan proses belajar mengajar yang berlangsung di SMK.
Dalam kesempatan ini ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
disampaikan kepada para anggota Tim Penulis, para konstributor materi
yang telah bersama kami menyusun dan menyempurnakan isi buku ini.
Kepada Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK), kami
sampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan dan bantuannya
sehingga penulisan buku ini dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil
memenuhi kriteria.
Akhirnya kami persembahkan buku ini kepada para pelaksana di
jajaran SMK. Apapun hasil yang telah dicapai merupakan perwujudan
kerja keras yang hasilnya bersama-sama dapat kita lihat setelah
implementasi dan siswa mencapai keberhasilan studi. Semoga bermanfaat
bagi kita sekalian.

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAGIAN 1 : PENDAHULUAN 2.5.4. Osiloscope 31


2.6. Perangkat Uji Lainnya 33
1.1. Definisi Komunikasi 1 2.6.1. Logic Analyser 33
1.2. Pentingnya Sistem 2.6.2. Optical Spectrum Analyzer 35
Telekomunikasi 2 2.6.3. GSM Test 35
1.3. Sejarah Telekomunikasi 3 2.6.4. CDMA Mobile Test 36
1.4. Standarisasi Sistem 2.7. Penguji kabel dan antena
Telekomunikasi 9 (Cable and Antenna Tester) 36
1.5. Organisasi yang Mengatur 2.8. Mini PABX 37
Standar Sistem 2.9. Voice Changer
Telekomunikasi 9 (Alat Pengubah Suara) 39
1.6. Masa Depan d an 2.10. LAN Tester (kabel tester) 40
Perkembangan Sistem 2.11. Tang Amper
Telekomunikasi 13 (Multi Function Clamp Meter) 41
1.7. Rangkuman 15 2.12. SWR Meter 41
1.8. Soal Latihan 16 2.13. E-Fieldmeter
(Pengukur Medan Listrik) 43
2.14. Switch Jaringan 44
BAGIAN 2 : INSTRUMEN 2.15. Modem 45
TELEKOMUNIKASI 2.16. Wi-Fi 46
2.17. Auto Telephone Recorder 47
2.1. Pendahuluan 17 2.18. Wireless Intercom 48
2.2. Perkakas-Perkakas Manual 18 2.19. Telephone Protector 49
2.2.1. Tools Kits 18 2.20. Rangkuman 50
2.2.2. Meter beroda 2.21. Soal Latihan 52
(Measuring Wheel) 20
2.3. Perkakas-perkakas elektrik 21
2.3.1. Solder Rangkaian 21 BAGIAN 3 : DASAR-DASAR SISTEM
2.3.2. Power Supply 23 KOMUNIKASI
2.4. Piranti -Piranti Ukur 24
2.4.1. Multimeter 25 3.1. Dasar Komunikasi 53
2.4.2. Kapasistansi Meter 26 3.1.1. Elemen Dasar 53
2.5. Piranti -piranti 3.1.2. Komunikasi Model Awal 55
pengukur frekuensi 28 3.1.2.1 Maraton 55
2.5.1. Frequency Counter 28 3.1.2.2. Telegraf Drum 56
2.5.2. Function Waveform Generator 29 3.1.2.3. Sinyal Api 56
2.5.3. Analog RF Signal Generator 31 3.1.2.4. Sinyal Asap 57

iii
3.1.2.5. Bentuk-bentuk lain 57 5.2.3 Pemilihan Dua Kawat
3.1.3. Komunikasi dengan atau Empat Kawat 90
Gelombang Radio 58 5.3. Channel 91
3.2. Komunikasi Analog 59 5.4. Line dan Trunk 91
3.3. Komunikasi Digital 62 5.5. Virtual Circuit 93
3.4. Jaringan Komunikasi 64 5.6. Media Transmisi 93
3.5. Rangkuman 67 5.7. Media Transmisi Guided 95
3.6. Soal Latihan 68 5.7.1. Kabel Tembaga 95
5.7.2. Twisted Pair 96
5.7.3. Kabel Coaxial 97
BAGIAN 4 : PROPAGASI 5.7.4. Serat Optik 98
GELOMBANG RADIO 5.8. Media Transmisi Unguided 102
5.8.1. Gelombang Elektromagnet 102
4.1. Prinsip Umum 69 5.8.2. Spektrum Frekuensi Radio 105
4.2. Propagasi Ruang Bebas 69 5.9. Mode Perambatan
4.3. Propagasi Antar Dua Gelombang Elektromagnetik 109
Titik di Bumi 70 5.10. Perambatan Gelombang
4.4. Gelombang Permukaan 73 Radio 110
4.5. Efek Ketinggian Antena 5.10.1. Ionosphere 110
dengan Kuat Sinyal 75 5.10.2. Gelombang Radio
4.6. Atmosfir Bumi 75 Mikro 112
4.6.1 Troposfir 78 5.11. Sistem Komunikasi Satelit 113
4.6.2 Stratosfir 78 5.12. Konstruksi dan pemasangan
4.6.3 Ionosfir 78 Kabel 116
4.6.4 Propagasi Atmosferik 79 5.12.1. Pengertian 116
4.6.4.1. Pantulan(Refleksi) 80 5.12.2. Membedakan kabel 117
4.6.4.2. Defraksi 81 5.12.3. Menentukan Daerah/Blok 118
4.7. Daerah dan Jarak 5.12.4. Pekerjaan Instalasi
Lompatan (Skip) 82 Kabel Udara 119
4.7.1 Jarak Skip 82 5.12.5. Persiapan Alat Perkakas 119
4.7.2 Daerah Skip 82 5.12.6. Pelaksanaan Penarikan 120
4.8. Pengaruh Atmosfir 5.13. Rangkuman 121
pada Propagasi 82 5.14. Soal Latihan 121
4.8.1 Fading 83
4.8.1.1 Multipath Fading 83
4.9 Rangkuman 85 BAGIAN 6 : SISTEM ANTENA
4.10 Soal Latihan 86
6.1. Pendahuluan 123
6.2. Reciprocity 125
BAGIAN 5 : MEDIA TRANSMISI 6.3. Directivity
6.3.1. Gain (penguatan antena)
5.1. Pendahuluan 87 6.3.2 Polarisasi 128
5.2. Circuit 88 6.4. Radiasi Energi Gelombang
5.2.1. Pengantar Dua Kawat 89 Elektromagnetik 130
5.2.2. Rangkaian Penghantar 6.5. Antena Dipole dan Monopole 133
Dua Kawat 89 6.6. Menghitung panjang

iv
gelombang 137 8.4. Deskripsi Noise 173
6.7. Beban Antena 138 8.4.1. Suhu Derau Efektif 173
6.8. Pengaruh Tanah 139 8.5. Teknik Pengukuran
6.9. Antena Very Low Frequency 139 Noise Figure 174
6.10. Antena Low Frequency 142 8.6. Performa Derau dalam
6.11. Antena High Frequency 143 Sistem Telekomunikasi 176
6.11.1 Antena Yagi 143 8.7 Rangkuman 177
6.11.2 Antena Very High 8.8 Soal Latihan 177
Frequency 145
6.11.3 Antena Yagi untuk
Band VHF 147 BAGIAN 9 : TEKNIK MODULASI
6.12 Rangkuman 148
6.13 Soal Latihan 148 9.1. Prinsip Umum 179
9.2. Modulasi Analog 184
9.2.1 Amplitude Modulation (AM) 185
9.2.2 Frequency Modulation (FM) 188
BAGIAN 7 : PRINSIP 9.2.3 Pulse Amplitude Modulation
KOMUNIKASI LISTRIK (PAM) 189
9.3. Modulasi Digital 190
7.1 Pendahuluan 149 9.3.1 Amplitude Shift Keying (ASK) 193
7.2 Proses Komunikasi 151 9.3.2 Frequency Shift Keying (FSK) 195
7.3 Sinyal Bicara dan Musik 152 9.3.3 Phase Shift Keying (PSK) 197
7.4 Respon Telinga Manusia 152 9.3 Rangkuman 198
7.5 Distorsi 154 9.4 Soal Latihan 199
7.6 Sistem Multipleks 154
7.7 Persyaratan Lebar Bidang 155
7.8 Kecepatan Sinyal 156 BAGIAN 10 : SAMBUNGAN
7.9 Sinyal Musik 156 KOMUNIKASI TELEPON
7.10 Kapasitas Kanal 157
7.11 Konsep Komuniksi Elektronika 157 10.1. Sambungan Panggilan
7.12. Penerapan Komuniksi Telepon 201
Elektronika 160 10.2. Jaringan Lokal 202
7.12.1 Telepon 160 10.3. Sambungan Mekanik
7.12.2 Radio 161 dengan Saklar 203
7.12.3 Television 164 10.4. Sambungan Mekanik
7.12.4 Telepon Bergerak 165 dengan Saklar Crossbar 205
7.13. Rangkuman 167 10.5. Fungsi-Fungsi dalam
7.14 Soal Latihan 167 Panggilan Telepon 207
10.6. Transmisi Digital pada
Telepon 208
BAGIAN 8 : DERAU DALAM 10.7. Switching pada Jaringan
SISTEM KOMUNI KASI Telepon 212
10.8. Signaling pada Jaringan
8.1. Pertimbangan Umum 169 Telepon 216
8.2. Thermal Noise 171 10.9. Pengembangan Jaringan 220
8.3. Shot Noise 172 10.10. Pengembangan Menuju

v
Generasi Layanan Terpadu 222 12.2.2. Konsep Circuit Switching 257
10.10. Rangkuman 223 12.2.3. Karakteristik Circuit
10.11. Soal Latihan 223 Switching 258
12.3. Space-Division Switching 258
12.4. M ultistage Switch 259
12.5. Time Division Switching 259
BAGIAN 11 : KOMUNIKASI 12.6. Fungsi Control Signalling 260
BERGERAK 12.7. Control Signal Sequence 261
12.8. Switch to Switch Signaling 261
11.1. Frekuensi Radio Panggil 226 12.9. Lokasi dari Signaling 262
11.2. Sistem Telepon Nirkabel 12.9.1. Kelemahan pada Channel
untuk Rumah 227 Signaling 263
11.3. Sistem Komunikasi Bergerak 12.9.2. Saluran Sinyal yang
Selular 228 bersifat umum 263
11.3.1. Konsep Sistem 12.10. Signaling System
Komunikasi Seluler 228 Number 7 (SS7) 265
11.3.2. Tahap Perkembangan 12.11. Paket Switching 266
Generasi Telepon Seluler 228 12.11.1. Prinsip dari Paket Switching 266
11.3.3. Sel-sel Menggunakan 12.11.2. Kelebihan Paket Switching
Kanal Frekuensi Berulang 230 dibanding "Circuit
11.3.4. Penduplekan dalam Switching" 268
Kawasan Waktu dan 12.11.3. Softswitch Architecture 269
Frekuensi 232 12.11.4. Teknik Switching 269
11.3.5. Perkembangan Sistem 12.11.5. X.25 Protocol 273
Komunikasi Bergerak 232 12.11.6. Ukuran Paket 273
10.3.6. Sistem GSM 235 12.11.7. Operasi Eksternal dan
11.4. Komunikasi Data Nirkabel 238 Internal 275
11.5. Teknologi Menuju 3G 240 12.12. Rangkuman 275
11.5.1 Munculnya Teknologi 1G 240 12.13. Soal Latihan 276
11.5.2 Menuju ke Generasi Kedua
Telekomunikasi Bergerak 242
11.5.3. Menuju Generasi dua-
Setengah 242 BAGIAN 13 : SISTEM COMMON
11.5.4. Teknologi 3G 243 CHANNEL SIGNALING SEVEN
11.5.5. Teknologi 3,5G 247
11.5.6. Teknologi 4G 247 13.1. Pendahuluan 277
11.6 Rangkuman 250 13.2. SS7 279
11.7 Latihan 251 13.3. Arsitektur Protokol SS7 283

13.4. Message Transfer Part (MTP) 284


BAGIAN 12 : SWITCHING DALAM 13.5. ISUP (ISDN User Parts) 287
SISTEM TELEPON 13.6. Rangkuman 289
12.1. Pendahuluan 253 13.7. Soal Latihan 289
12.2. Circuit Switching 254
12.2.1. Aplikasi Circuit Switching 255

vi
BAGIAN 14 : JARINGAN DIGITAL 15.4.1. Jaringan untuk Perusahaan
LAYANAN TERPADU atau Organisasi 317
15.4.2. Jaringan untuk Umum 318
14.1. Pendahuluan 291 15.4.3. Masalah Sosial Jaringan 319
14.2. ISDN 293 15.5. Jenis-jenis Jaringan
14.3. Arsitektur Broadband ISDN Komputer 319
(B-ISDN) 296 15.5.1. Local Area Network (LAN) 319
14.4. Struktur Transmisi 296 15.5.2. Metropolitan Area Network
14.5. Antarmuka Akses Yang (MAN) 321
Tersedia 298 15.5.3. Wide Area Network (WAN) 322
14.6. Model Referensi ISDN 300 15.5.4. Internet 323
14.7. Perangkat Keras (Hardware) 302 15.5.5. Jaringan Tanpa Kabel 325
14.8. Pesawat Telepon Digital 304 15.6. Klasifikasi Jaringan Komputer 328
14.9. Hal yang berkaitan dengan 15.7. Standarisasi Jaringan
ISDN 306 Komputer 329
14.9.1 Number Identification 15.8. Sistem Operasi Jaringan 330
Supplementary Service 306 15.8.1. Jaringan Client-Server 331
14.9.2 Call offering Supplementary 15.8.2. Jaringan Peer To Peer 332
Service 307 15.9. Komponen pada Jaringan
14.9.3 Call completion Komputer (Underlying) 333
Supplementary Service 307 15.10. Media yang Terpandu
14.9.4. Charging Supplementary (Guided) 333
Service 308 15.10.1. Hub 333
14.10. Penerapan ISDN dalam 15.10.2 . Bridge & Switch 334
jaringan LAN 308 15.11. Media yang tidak Terpandu
14.10. Rangkuman 310 (Unguided) 337
14.11. Soal Latihan 311 15.12. Rangkuman 339
15.13. Soal Latihan 339

BAGIAN 15 : JARINGAN DATA


DAN INTERNET BAGIAN 16 : JARINGAN LAN
DAN WAN
15.1. Pendahuluan 313
15.2. Mengapa Jaringan Komputer 16.1. Local Area Network (LAN) 341
Dibutuhkan 315 16.2. Network Interace Card 341
15.3. Tujuan Jaringan Komputer 315 16.3. Ethernet 342
15.3.1. Resource Sharing 316 16.4. Frame Format (format
15.3.2. Reliabilitas Tinggi 316 bingkai) 344
15.3.3. Menghemat Biaya (cost 16.5. Implementasi Pada LAN 345
reduce) 316 16.6. Fast Ethernet 347
15.3.4. Keamanan Data 316 16.7. Token Ring 347
15.3.5. Integritas Data 317 16.8. Fiber Distributed Data
15.3.6. Komunikasi 317 Interface (FDDI) 349
15.3.7. Skalabilitas 317 16.9. Wide Area Network (WAN) 351
15.4. Kegunaan Jaringan 16.10. Connective Device 351
Komputer 317 16.11. Topologi Jaringan Komputer 352

vii
16.12. Topologi BUS 353 17.7. Soal Latihan 379
16.13. Topologi Star 354
16.14. Topologi Ring 355
16.15. Topologi Mesh 356 BAGIAN 18 : TRANSFER CONTROL
16.16. Topologi Pohon 357 PROTOKOL / INTERNET
16.17. Topologi Peer-to-peer PROTOKOL
Network 358
16.18. Protokol Pada Jaringan 358 18.1. Sejarah TCP/IP 381
16.19. Rangkuman 359 18.2. Istilah-Istilah dalam Protokol
16.20. Soal Latihan 359 TCP/IP 382
18.3. Gambaran Protokol TCP/IP 382
18.3.1 Jaringan Koneksi Terendah 383
BAGIAN 17 : PROTOKOL DAN 18.3.2 Pengalamatan 384
STANDAR JARINGAN 18.3.3 Subnets 384
18.3.4 Jalur-Jalur Tak Berarah 384
17.1. Protokol dan Susunan 18.3.5 Masalah Tak Diperiksa 385
Protokol 361 18.3.6 Mengenai Nomor IP 385
17.2. Standar Jaringan 365 18.3.7 Susunan Protokol TCP/IP 386
17.2.1. Organisasi Standar 365 18.4 Protokol TCP/IP 387
17.2.2. Standart Internet 365 18.5 Pengalamatan 389
17.2.3. Admisnistrasi Internet 365 18.6 User Datagram Protocol
17.3. Lapisan Protokol Pada (UDP) 390
Jaringan Komputer 366 18.7 Komunikasi process-to
17.4. Protokol OSI (Open System procces 390
Interconnection) 367 18.8 Nomor port 392
17.4.1. Karakteristik Lapisan OSI 369 18.9 Port-port yang dipakai untuk
17.4.2. Proses Peer-To-Peer 370 UDP 392
17.4.3. Antarmuka Antar Lapisan 18.10 Socket Address
Terdekat 371 (Alamat Soket) 392
17.4.4. Pengorganisasian Lapisan 371 18.11 User Diagram 393
17.5. Lapisan Menurut OSI 372 18.12 Manfaat protokol UDP 394
17.5.1. Physical Layer (Lapisan 18.13 Internet protokol (IP) 395
Fisik) 372 18.14 Datagram 395
17.5.2. Data Link Layer 18.15 Fragmentasi 399
(Lapisan Data Link) 373 18.16 IP Address 403
17.5.3. Network Layer 18.16.1 Notasi Desimal 403
(Lapisan Network) 374 18.16.2 Kelas-Kelas pada Jaringan
17.5.4. Transport Layer Komputer (address IP) 404
(Lapisan Transpor) 375 18.16.3 Alamat Khusus 406
17.5.5. Session Layer 18.16.4 Alamat Jaringan 407
(Lapisan Session) 376 18.16.5 Studi Kasus 409
17.5.6. Presentation Layer 18.17 Subnetting dan
(Lapisan presentasi) 377 Supernetting 410
17.5.7. Application Layer 18.17.1 Subnetting 410
(Lapisan Aplikasi) 378 18.17.2 Masking 412
17.6. Rangkuman 378 18.17.3 Supernetting 413

viii
18.17.4 Supernet Mask 413
18.18 Rangkuman 414
18.19 Soal Latihan 415

LAMPIRAN A

ix
BAGIAN 7
PRINSIP KOMUNIKASI
LISTRIK

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


1. Menyebutkan prinsip umum sinyal bicara dan musik
2. Mengetahui Distorsi
3. Mengetahui tentang tranmisi informasi
4. Mengetahui tentang kapasitas kanal

7.1. Pendahuluan adalah hal-hal yang harus ada


agar komunikasi bisa berlangsung
Dalam setiap komunikasi dengan baik. Menurut Laswell
salah satunya selalu diperlukan komponen-komponen komunikasi
sumber informasi yang penting. adalah:
Ada dua macam sumber infor-
masi, yaitu ide-ide yang bersum- 1. Pengirim atau komunikator
ber dari otak manusia dan (sender) adalah pihak yang
perubahan-perubahan yang ter- mengirimkan pesan kepada
jadi dalam lingkungan fisik sekitar pihak lain.
kita. Informasi mengalir hanya 2. Pesan (message) adalah isi
mungkin bila sumbernya mengha- atau maksud yang akan
silkan keadaan perubahan kon- disampaikan oleh satu pihak
tinyu atau terus menerus. Infor- kepada pihak lain.
masi harus dikodekan atau dipro- 3. Saluran (channel) adalah
ses sebelum ditransmisikan dan media dimana pesan disam-
juga diperlukan piranti pengubah paikan kepada komunikan.
(transducer) yang sesuai dengan dalam komunikasi antar-
sistemnya. Secara umum setiap pribadi (tatap muka) saluran
sistem komunikasi akan membu- dapat berupa udara yang
tuhkan peralatan-peralatan yang mengalirkan getaran nada/
berkaitan dengan pengolahan suara.
informasi. Komponen komunikasi

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 149


4. Penerima atau komunikan telemetri, sistem digital/komputer
(receiver) adalah pihak yang atau sistem telekomunikasi.
menerima pesan dari pihak
lain Secara listrik komunikasi
5. Umpan balik (feedback) ada- itu dapat berlangsung dengan
lah tanggapan dari peneri- baik apabila ada piranti yang
maan pesan atas isi pesan dapat mengubah informasi dalam
yang disampaikannya. bentuk listrik, menyalurkan, dan
mengubah kembali dalam bentuk
Komunikasi terjadi bilamana infor- sinyal semula. Setidaknya sistem
masi ditransmisikan atau dikirim- komunikasi secara listrik meliputi
kan antara sumber informasi dan komponen seperti:
pengguna informasi. Tiga kompo-
nen pokok sistem informasi yaitu
sumber (source), kanal (channel)
sebagai media komunikasi dan
penerima (sink, receiver, user,
distination) menunjukkan satu ke-
seluruhan sistem informasi. Bila
informasi diubah menjadi
bahasa yang dapat dipahami
oleh mesin, maka ia akan
menjadi data. Transmisi data
terjadi bila data dipindahkan
secara elektronika antara dua titik. Gambar 7.1. Pengiriman pesan
Hasil dari sistem informasi dari sumber ke penerima
elektronika dapat berupa sistem

1. Sumber informasi (source),


2. Coder (pembuat kode), atau transduser, untuk mengubah in-
formasi menjadi bentuk-bentuk sinyal yang sesuai untuk
ditransmisikan,
3. Sistem transmisi (channel),
4. Decoder (kebalikan dari coder), atau transducer untuk
menghasilkan kembali sinyal dalam bentuk yang sesuai agar
dapat diterima,
5. Penerima informasi (receiver, sink, listener).

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 150


Dalam sistem radio, peng- pada orang yang dimaksud.
kode dipengaruhi oleh modulasi Pesan yang disampaikan itu
pada bagian pemancar, semen- bisa berupa informasi dalam
tara dekoding akan mengubah bentuk bahasa ataupun lewat
kembali sinyal pada bagian de- simbol-simbol yang bisa di-
modulator sistem penerima. Baik mengerti kedua pihak.
koding maupun dekoding harus 2. Pesan (message) itu disam-
dibedakan untuk sumber-sumber paikan atau dibawa melalui
sinyal yang berbeda. Proses suatu media atau saluran baik
komunikasi semacam ini tentu secara langsung maupun tidak
dengan anggapan bahwa sinyal langsung. Contohnya berbi-
tidak terjadi kecacatan (distorsi) cara langsung melalui telepon,
pada kanal. Di samping itu juga surat, email, atau media
tidak muncul gangguan yang lainnya.
berasal dari luar sistem seperti 3. Komunikan (receiver) meneri-
derau (noise) statik, interferensi ma pesan yang disampaikan
dari sistem kabel daya listrik, ge- dan menerjemahkan isi pesan
rakan acak elektron pada resis- yang diterimanya ke dalam
tor, tabung hampa, transistor dan bahasa yang dimengerti kedua
sebagainya. pihak.
Untuk memahami masalah 4. Komunikan (receiver) membe-
ini, maka pengetahuan tentang rikan umpan balik (feedback)
sinyal sangat diperlukan. Sebagai atau tanggapan atas pesan
contoh untuk komunikasi telepon yang dikirimkan kepadanya,
tentu yang menjadi sumber infor- apakah dia mengerti atau me-
masi adalah suara, untuk sistem mahami pesan yang dimaksud
televisi harus memahami bagai- oleh si pengirim.
mana suara dan gambar sebagai
informasi itu diolah, dalam sistem
radar diperlukan pemahaman
tentang pulsa, dan sebagainya.

7.2. Proses komunikasi

Secara ringkas, proses


berlangsungnya komunikasi bisa
dijabarkan dalam komponen-kom-
ponen yang terpisah seperti
berikut.

1. Komunikator (sender) yang


mempunyai maksud berkomu- Gambar 7.2. Memahami pesan
nikasi dengan orang lain yang disampaikan
mengirimkan suatu pesan ke-

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 151


Gambar 7.3. Mengubah informasi menjadi pesan

7.3. Sinyal bicara dan musik manusia. Batas frekuensi bunyi


yang dapat didengar oleh telinga
Sinyal bicara dan musik manusia kira-kira dari 20 Hz
bunyi atau suara adalah kompresi sampai 20 kHz pada amplitudo
me-kanikal atau gelombang longi- umum dengan berbagai variasi
tudinal yang merambat melalui dalam kurva responsnya. Suara di
medium. Medium atau zat per- atas 20 kHz disebut ultrasonik dan
antara ini dapat berupa zat cair, di bawah 20 Hz disebut infrasonik.
padat, gas. Jadi, gelombang bunyi
dapat merambat misalnya di da- 7.4. Respon telinga manusia
lam air, batu bara, atau udara.
Kebanyakan suara adalah Suatu percobaan yang
merupakan gabungan berbagai dilakukan oleh Fletcher dan
sinyal, tetapi suara murni secara Munson, menetapkan bahwa
teoritis dapat dijelaskan dengan telinga manusia tidak responsif
kecepatan osilasi atau frekuensi secara sama pada semua fre-
yang diukur dalam Hertz (Hz) dan kuensi. Disebutkan pula bahwa
amplitudo atau kenyaringan bunyi dalam pengamatannya telinga
dengan pengukuran dalam manusia tidak ada sensasi untuk
desibel. amplitudo rendah yang disebut
Manusia mendengar bunyi sebagai ambang pendengaran
saat gelombang bunyi, yaitu (threshold audibility). Mengingat
getaran di udara atau medium hal tersebut, para perancang
lain, sampai ke gendang telinga memerlukan pengetahuan yang

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 152


Gambar 7.4. Respon telinga manusia frekuensi 20 Hz-20KHz.

Gambar 7.5. Kondisi telinga manusia menangkap suara

berkaitan tidak hanya level merespon bergantung kepada


tetapi juga tentang frekuensi. frekuensi di mana telinga masih
Suatu metoda yang dapat menangkapnya. Gambar
digunakan dalam memahami res- 7.5 di atas menunjukkan ukuran
pon telinga manusia digunakan A- kuat sinyal yang dapat
weihted. Cara ini diketahui bahwa maempengaruhi respon telinga
telinga manusia sensitif terhadap manusia. Sebagai contoh
frekuensi 20 Hz-20 KHz. Semen- pesawat terbang jet yang terbang
tara itu dengan noise-noise yang di atas ketinggian 300 meter
terjadi telinga manusia dapat mempunyai kuat sinyal 90 dB.

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 153


Gambar 7.6. Kuat sinyal untuk beberapa obyek yang dapat
direspon telinga

7.5. Distorsi Frekuensi-frekuensi yang


tidak dikehendaki seperti adanya
Dengan mempertimbang- distorsi di atas dapat dibetulkan
kan kelayakan secara teknis dan dengan menggunakan rangkaian
ekonomis, dalam sistem komu- ekualisaasi. Sementara itu bila
nikasi harus dijaga bentuk-bentuk distorsi terjadi pada karena piranti
sinyal dan menghindari adanya non linear, maka koreksinya
distorsi. Distorsi dapat dibedakan menggunan tapis (filter).
menjadi :

1. Distorsi frekuensi, ini merupa- 7.6. Sistem multipleks


kan timbulnya perubahan am-
plitudo relatif dari komponen- Ada dua jenis cara kerja
komponen frekuensi yang multi kanal, yaitu sebagai berikut :
berbeda. 1. Sistem pembagian frekuensi
2. Distorsi tunda, ini berkaitan (Frequency devision system),
dengan perubahan waku sistem ini menggunakan ba-
transmisi dari komponen-kom- nyak kelompok sub-pembawa.
ponen frekuensi yang ber- Masing-masing pembawa dipi-
beda. sahkan dengan cara pemodu-
3. Distorsi non-linear, merupakan lasian. Pengelompokan ini
distorsi pada piranti yang tidak berjenjang, semakin banyak
linear. Besar sinyal pada out- kelompok semakin tinggi fre-
put tidak berbanding secara keunsi pembawa yang digu-
langsung tehadap inputnya. nakan.

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 154


2. Sistem pembagian waktu atau Sinyal telegraf gambar mem-
time devision system, masing- punyai prinsip bahwa gambar
masing kanal menerapkan di-scan secara seri mengikuti
bandwidth yang tersedia tetapi garis-garis. Karena itu diper-
untuk waktu sempit. Pada lukan adanya sinkron-isasi
akhirnya keseluruhan spek- dari titik lampu scan pada
trum dialokasikan untuk ma- penerima. Resolusi sepan-
sing-masing kanal. jang garis sering dipersyarat-
kan sama untuk garis demi
garis.
7.7. Persyaratan lebar bidang
3. Sinyal televisi
Persyaratan lebar bidang Pada sinyal televisi prinsipnya
dimak-sudkan untuk memberikan adalah sistem scaning juga.
alokasi bidang frekuensi bagi Untuk menghasilkan gambar
suatu sistem dalam komunikasi. yang baik, maka antara garis-
Lebar bidang yang dipersyaratkan garis yang menyusun gambar
itu di antaranya adalah : harus di scan secara ber-
urutan. Ada dua jenis televisi
1. Sinyal telegraf. yaitu televisi analog dan
Kecepatan telegraf sering televisi digital. Pada prin-
dinyatakan dalam istilah da- sipnya lebar bidang untuk
lam waktu bolak-balik da-lam televisi dialokasikan sbesar
satuan detik. Dalam kaitan 6,5 Mhz, bergantung kepada
signaling kecepatan ini dinya- sistem scanning mana yang
takan dengan istilah Baud. digunakan. Televisi digital
Elemen paling pendek adalah (bahasa Inggris: Digital Tele-
20 milidetik, di mana pada vision, DTV) adalah jenis TV
jarak itu ada dua pulsa positif yang menggunakan modulasi
dan negatif. Untuk itu besar digital dan sistem kompresi
frekuensi dapat dinyatakan untuk menyebarluaskan vi-
dengan: deo, audio, dan signal data ke
pesawat televisi.

Latar belakang pengembangan


1 televisi digital :
f = 3
= 25 Hz
40 x10 Perubahan lingkungan eks-
ternal pasar TV analog yang
sudah jenuh, komplain adanya
Dengan demikian lebar bi- noise, ghost dan lain-lain.
dangnya menjadi 50 Hz, ini Kompetisi dengan sistem
sesuai dengan kecepatan penyiaran satelit dan kabel.
transmisi 50 baud. Perkembangan teknologi pem-
rosesan sinyal digital (digital
2. Sinyal telegraf gambar signal processor), teknologi

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 155


transmisi digital, Teknologi se- kualitas suara yang tinggi,
mikonduktor, Teknologi per- biasanya suara yang dapat
alatan display yang beresolusi dikenali hanya membutuhkan
tinggi. rentang antara 300 Hz sampai
dengan 3400 Hz. Rentang ini
Keunggulan televisi digital setara dengan konversi ke-
cepatan 100 kata/menit. Kece-
1. Gambar halus (High Definition). patan pesan akan menjadi (1/40)
5~6 kali lebih halus dibanding kata/menit/siklus pada sistem
televisi analog lebar bidang 4 Khz.
2. Suara jernih. Kemampuan me-
reproduksi suara seperti sum- 7.9. Sinyal musik
ber aslinya
3. Banyak fungsi. Memberi ke- Instrumen musik mengha-
mampuan untuk merekam dan silkan hormonisa. Jumlah dan
mengedit siaran amplitudo menentukan kulaitas
4. Banyak kanal. sinyal out musik. Untuk memenuhi
tingkat kualitas yang baik, lebar
7.8. Kecepatan sinyal frekuensi disediakan antara 30 Hz
hingga 15 KHz. Dengan lebar
Meskipun lebar bidang bidang ini telinga manusia sudah
disediakan kira-kira 10 Khz merespon sebagai sinyal dengan
sebagai persyaratan untuk kualitas yang baik.

Tabel 7.1. Perbandingan resolusi TV dengan PC

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 156


7.10. Kapasitas kanal 7.11. Konsep komunikasi
elektronika
Dengan mempertimbang-
kan semua kemungkinan multi Hampir semua sistem
level dan teknik encoding multi- komuniksi elektronika mengguna-
phase, Shanon-Hartly menyata- kan gelombang elektromagnet.
kan teorema yang dikenal dengan Gelombang elektromagnet adalah
kapasitas kanal C. suatu perubahan yang terdiri dari
Ini berarti bahwa secara dua komponen gelombang atau
teori sinyal bersih dengan osilasi listrik dan magnet yang
kecepatan untuk sinyal itu data dapat menjalar melaui ruang
dapat dikirimkan dengan daya hampa, udara atau bahan tak
rata-rata sinyal S pada kanal menghantar lainnya. Spektrum
komunikasi analog yang dikaitkan elektromagnet adalah suatu ren-
dengandaya N additive white tang gelombang yang mempu-
Gaussian noise, maka : nyai rentang lebar panjang ge-
lombang dan frekuensi.
S
C = B log 2 1 + Bagian dari spektrum elek-
N tromagnet yang digunakan untuk
komunikasi elektronika adalah :
Di mana:
1. Infra merah
C adalah channel capacity dalam spektrum ini digunakan untuk
bits per second; serat optik dan remote control
B adalah bandwidth kanal dalam yang dipakai pada umumnya.
hertz;
S adalah daya sinyal total pada
lebar bidang, diukur dalam watt
atau volt2;
N adalah daya derau total pada
lebar bidang, diukur dalam watt
atau volt2; dan

S/N adalah signal-to-noise ratio Gambar 7.7. Remote control


(SNR) atau carrier-to-noise ratio
(CNR) dari sinyal komunikasi
terhadap interferensi Gaussian 2. Gelombang mikro
noise dinyatakan sebagai straight Spektrum ini digunakan untuk
power ratio (tidak decibels). komunikasi satelit, dan bebe-
rapa saluran telepon serta
untuk sambungan internet.

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 157


Gambar 7.8. Parabola untuk
menerima gelombang mikro

Gambar 7.9 Bebera jenis mobile


3. Gelombang radio phone
Spektrum ini digunakan untuk
sistem radio, televisi, telepon
bergerak, jaringan komputer
nirkabel (tanpa kabel)

Gambar 7.10. Piranti telekomunikasi dan spektrum gelombang


elektromagnet

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 158


Kunci konsep komunikasi
elektronika adalah pada modulasi.
Modulasi dapat digambarkan se-
bagai cara-cara bagaimana infor-
masi dipindahkan dari bentuk
sinyal informasi yang frekuensinya
relatif rendah menjadi gelombang
elektromagnetik dengan frekuensi
yang lebih tinggi. Gelombang
elektromagnetik frekuensi tinggi
ini berperan sebagai pembawa
atau carrier.
Gambar 7.11. Sinyal informasi
Ada beberapa cara yang
digital
dapat dilakukan untuk memodu-
lasi sinyal pembawa oleh sinyal
Sinyal informasi analog meng-
informasi. Pada prinsipnya sinyal
hasilkan pembawa yang ber-
pembawa dimodifikasi atau di-
ubah-ubah naik turun mengikuti
ubah oleh sinyal informasi pada
perubahan sinyal analog, yaitu :
bagian sender dan pembawa
yang termodifikasi itu tadi dide-
teksi kembali pada receiver/ 1. Gelombang radio dengan
listener untuk menemukan sinyal amplitudo berubah mengikuti
informasi kembali. perubahan sinyal informasi
analog. Ini disebut sistem
Sinyal informasi yang digu- mo-dulasi amplitudo (AM).
nakan untuk memodulasi pemba- 2. Gelombang radio dengan
wa dapat bebrntuk digital atau frekuensi berubah mengikuti
analog. perubahan sinyal informasi
analog. Ini disebut sistem
modulasi frekuensi (FM).
Sinyal informasi digital mengha-
silkan pembawa dengan salah
satu dari dua kemungkinan,
yaitu :

1. Pulsa atau cahaya


inframerah pada kondisi on
untuk digital 1 dan kondisi
off untuk 0.
2. Gelombang radio untuk
suatu frekuensi mewakili
digital 1 dan frekuensi yang
lain untuk digit 0

Gambar 7.12. Sinyal informasi


analog

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 159


7.12. Penerapan komunikasi
elektronika

7.12.1. Telepon

Sistem komunikasi elek-


tronika ini yang telah lama digu-
nakan dan mempunyai pengaruh
yang luas sebagai alat komunikasi
antar manusia. Awalnya adalah
telepon yang dipakai di rumah-
rumah, dalam perkembangannya
telepon tersebut sudah dapat
dibawa ke mana-mana.
Dasar kerja telepon adalah
sangat sederhana. Blok diagram- Gambar 7.13. Pesawat telepon
nya ditunjukkan seperti di bawah.

Gambar 7.14. Blok diagram sistem komunikasi telepon

Gelombang suara digetarkan dan menjalar melalui udara


Gelombang suara ditangkap oleh mikropon. Mikropon kemudian
mengubah getaran itu menjadi sinyal elektronik analog dengan
frekuensi yang sama seperti getaran suara tadi, dan amplitudo-
nya sebanding dengan amplitudo gelombang suara.

Gambar 7.15. Mikropon mengubah gelombang suara

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 160


Sinyal listrik kemudian ditransmisikan sepanjang kawat
penghantar (bila jarak tidak terlampau jauh)
Pada bagian yang lain, sinyal listrik dikuatkan
Hasil penguatan diumpankan ke loudspeaker (pengeras). Bagian
ini adalah kebalikan dari kerja mikropon, mengubah sinyal listrik
kembali menjadi suara.

Gambar 7.16. Speaker mengubah sinyal listrik

Sistem telepon yang utuh selalu mempunyai bagian pengirim


dan bagian penerima.

Dalam sistem telepon yang 7.12.2. Radio


sesungguhnya, suara yang diha-
silkan pada bagian penerima akan Radio adalah sistem
sama dengan suara saat diki- komunikasi elektronika pertama
rimkan melalui mikropon. Ada dua kali yang memanfaatkan jalur
alasan sehingga penggunaan sis- komunikasi dengan pendengar
tem tersebut tidak menjadi lebih banyak. Perhatikan kembali
kendala: gambar 7.10. pada pemanfaatan
spektrum frekuensi untuk radio
1. Derau (noise) listrik tidak broadcast.
begitu mengganggu
2. Telinga manusia dapat men-
deteksi gelombang suara
dengan frekuensi berkisar
20 Hz 20.000 Hz. Untuk
menyederhanakan sistem,
telepon hanya men-trans-
misikan signal listrik 400 Hz
- 4000 Hz. Dengan rentang
ini suara seseorang sudah
dapat dikenali karena nam- Gambar 7.17. Pesawat radio
pak berbeda.

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 161


Istilah radio dulunya ada- adalah sinyal suara itu mem-
lah merujuk pada gelombang punyai rentang 20 Hz sampai
radio, karena sistem ini meng- 20.000 Hz. Bila semua stasion
gunakan spektrum gelombang pemancar radio menggunakan
radio. Sekarang ini istilah radio rentang frekuensi tersebut, maka
dapat diartikan sebagai gelom- satu stasion akan mengganggu
bang dan sebagai piranti atau stasion yang lainnya.
pesawat yang dapat menangkap
sinyal sauara atau musik. Penyelesaiannya yaitu
Sistem radio dirancang per- dengan cara menempatkan suatu
tama kali menggunakan suatu stasion radio pada frekuensi
prinsip : tertentu yang tidak sama dengan
stasion yang lain. Frekuensi ini
Mengubah snyal suara menjadi adalah frekuensi pembawa sinyal
sinyal listrik yang besarnya lebih tinggi dari
Menguatkan sinyal suara listrik frekuensi yang dapat ditangkap
itu dan memancarkannya mela- oleh telinga manusia. Frekuensi
ui antena pembawa akan membawa sinyal
Mendeteksi gelombang pancar- suara untuk dipancarkan. Proses
an radio dan mengubahnya penumpangan sinyal suara ini
kembali menjadi suara dikatakan sebagai proses
modulasi. Dengan cara ini maka
Dengan prinsip yang apabila ada penalaan radio
dirancang itu sayangnya tidak (tuning), pada dasarnya adalah
dapat dipraktek-kan. Alasannya mengubah frekuensi pembawa.

Gambar 7.18. Blok diagram sistem komunikasi radio

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 162


Gambar 7.19. Sistem blok sistem pemodulasian sinyal suara

Proses modulasi ada dua jenis, yaitu modulasi amplitudo dan


modulasi frekuensi. Perhatikan perbedaan dari gambar sinyal yang
termodulasi berikut ini.

Gambar 7.20. Sinyal termodulasi amplitudo dan termodulasi frekuensi

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 163


suara dibutuhkan speaker seperti
7.12.3. Television pada radio.

Televisi merupakan suatu


piranti elektronika yang secara
luas digunakan sebagai alat untuk
komun ikasi. Sistem televisi ada
pemancaran sinyal gambar dan
suara secara bersamaan pada
lebar bidang yang sama, tetapi
berbeda frekuensi pembawanya.
Pemancaran sinyal pada sistem
televisi hampir mirip dengan pe-
mancaran sinyal radio. Peman-
caran sinyal televisi membutuhkan
kamera untuk mengubah gambar
atau obyek menjadi sinyal listrik
dan mikropon untuk mengubah Gambar 7.21. Pesawat televisi
suara menjadi sinyal listrik. Kedua tahun 1950-an
sinyal secara bersama-sama
dimodulasikan secara amplitudo
(AM) yang selanjutnya dikuatkan
dan baru kemudian dipancarkan.
Pada bagian penerima
terjadi proses yang berlawanan
dengan pemancar. Bagian ini
membutuhkan layar (tabung gam-
bar) untuk menerima sinyal gam-
bar yang kemudian diubah men-
jadi gambar atau obyek sebagai-
mana yang telah ditangkap oleh
kamera. Untuk mendengarkan Gambar 7.22. Pesawat televisi
lebih maju

Gambar 7.23. Proses pengubahan sinyal gambar

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 164


Gambar 7.24. Contoh sinyal modulasi pada sistem televisi

7.12.4. Telepon Bergerak

Piranti telepon bergerak


adalah suatu jenis alat komunikasi
yang kecil dan mudah digunakan.
Sekalipun demikian teknologi
yang dipakai sudah menunjukkan
teknologi yang maju.

Gambar 7.26. Rangkain dalam


Gambar 7.25. Telepon bergerak telepon bergerak

Telepon bergerak meng- radio. Setiap sistem telepon ber-


gunakan frekuensi radio untuk gerak yang dipakai oleh negara-
memindahkan informasi dari tele- negara yang berbeda mempunyai
pon itu menuju ke base station. Ini sistem yang ber-beda.
menunjukkan bahwa komunikasi Kebanyakan sistem yang dipakai
antara base station dengan di banyak negara adalah Global
telepon bergerak diorganisakan System for Mobile communication
begitu juga mengkode sinyal (GSM).
menjadi data pada gelombang

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 165


Banyak pengguna meman- peng-gunaan frekuensi yang
faatkan telepon bergerak sebagai berulang (frequency reuse).
alat komunikasi. Sekalipun demi- Setiap daerah dibagi-bagi dalam
kian, tidak akan pernah terjadi luasan berben-tuk heksagonal
benturan frekuensi ketika telepon dan jarak antar daerah ini dapat
itu digunakan secara bersamaan. beberapa kilo-meter. Pada titik
Pertanyaannya mengapa sinyal tengah heksa-gonal itu di-
radio dari telepon-telepon itu tidak tempatkan base station. Setiap
saling interferesi atau meng- base station di-alokasikan suatu
ganggu satu sama lain? rentang freku-ensi radio yang
dapat digunakan. Antar base
station yang ber-dekatan, tidak
mungkin saling terganggu
(interferensi) karena digunakan
rentang frekuensi yang berbeda.
Pada jarak tertentu dalam
be-berapa kilometer sinyal yang
dipancarkan sudah barang tentu
dayanya akan menjadi lemah dan
akhirnya hilang. Oleh karena itu
perlu ada base stasion lagi. Untuk
itu dapat digunakan frekuensi
yang sama milik base station yang
Gambar 7.27. Heksagonal pada pernah digunakan. Dalam gambar
base station ditandai dengan warna-warna
yang sama.
Salah satu aspek kunci
dalam telepon bergerak adalah

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 166


7.13. Rangkuman

Dalam setiap komunikasi


salah satunya selalu diperlukan 1. Pengirim atau komunikator
sumber informasi yang penting. (sender) adalah pihak yang
Ada dua macam sumber mengirimkan pesan kepada
informasi, yaitu ide-ide yang pihak lain.
bersumber dari otak manusia dan 2. Pesan (message) adalah isi
perubahan-perubahan yang ter- atau maksud yang akan
jadi dalam lingkungan fisik sekitar disampaikan oleh satu pihak
kita. Informasi mengalir hanya kepada pihak lain.
mungkin bila sumbernya meng- 3. Saluran (channel) adalah
hasilkan keadaan perubahan media dimana pesan disam-
kontinyu. Informasi harus dikode- paikan kepada komunikan.
kan atau diproses sebelum dalam komunikasi antar-
ditransmisikan dan juga diperlu- pribadi (tatap muka) saluran
kan piranti pengubah (transducer) dapat berupa udara yang
yang sesuai dengan sistemnya. mengalirkan getaran nada/
Secara umum setiap sistem suara.
komunikasi akan membutuhkan 4. Penerima atau komunikate
peralatan-peralatan yang ber- (receiver) adalah pihak yang
kaitan dengan pengolahan menerima pesan dari pihak
informasi. lain
Komponen komunikasi 5. Umpan balik (feedback) ada-
adalah hal-hal yang harus ada lah tanggapan dari peneri-
agar komunikasi bisa berlangsung maan pesan atas isi pesan
dengan baik. Menurut Laswell yang disampaikannya.
komponen-komponen komunikasi
adalah :

7.14. Soal latihan

Coba kerjakan soal latihan di bawah ini

1. Jika SNR 20 dB, dan bandwith yang tersedia adalah 4 khz,


untuk sebuah pesawat telepon, dengan nilai C = 4 log2(1 +
100) = 4 log2 (101) = 26.63 kbit/s. Buktikan bahwa nilai S/N =
100 adalah ekivalen dengan SNR 20 dB.

Bagian 7 : Prinsip komunikasi listrik 167


BAGIAN 8
DERAU DALAM SISTEM
KOMUNIKASI

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


1. Mengetahui macam-macam derau dalam sistem telekomunikasi.
2. Memahami persamaan derau dalam sistem telekomunikasi.
3. Mengetahui pengaruh derau dalam sistem telekomunikasi.

8.1. Pertimbangan Umum

Derau atau yang sering menyebabkan partikel bergerak


dikenal dengan noise merupakan secara acak (random motion).
sebuah sinyal yang tidak Gerakan acak dari partikel
diinginkan dalam sistem bermuatan, seperti elektron, pada
komuniksi atau sebuah informasi. suatu konduktor menghasilkan
Komponen elektronika pada arus atau tegangan acak yang
dasarnya terbuat dari bahan- menghasilkan thermal noise.
bahan yang memiliki muatan Dengan kata lain, materi
listrik. Muatan listrik ini ada penyusun, perubahan suhu,
karena pergerakan elektron dalam perubahan muatan listrik adalah
komponen. Noise mengacu pada penyebab utama derau.
sinyal listrik acak yang tidak bisa Dalam sistem komunikasi,
diprediksi, yang dihasilkan oleh sinyal selalu mengalami
sumber alam, baik internal degradasi (penurunan) mutu.
maupun eksternal (dari luar Degradasi ini, selain diakibatkan
sistem). Ada satu macam noise oleh noise, juga berasal dari
yang selalu hadir dalam setiap distorsi dan inter-ferensi yang bisa
sistem komunikasi, yaitu thermal mengubah bentuk sinyal.
noise. Thermal noise selalu hadir Walaupun konta-minasi sinyal
dengan alasan bahwa pada suatu bisa terjadi pada tiap elemen
temperatur di atas nol absolut komunikasi, tapi konvensi standar
(0K), energi termal/panas menyatakan bahwa secara

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 169


keseluruhan penyebab itu 3. Meningkatkan perbandingan
ditimpakan pada kanal. Distorsi sinyal dan derau (signal to
adalah gangguan pada bentuk noise ratio)
gelombang karena sistem
memberi respon yang tidak tepat Berdasarkan sumbernya,
terhadap sinyal itu sendiri. noise bisa dibedakan menjadi dua
Distorsi linear bisa diperbaiki katagori :
dengan menggunakan filter 1. Noise internal adalah noise
khusus yang disebut equalizer. yang dibangkitkan oleh
Interferensi adalah kontaminasi komponen-komponen dalam
oleh sinyal lain yang berasal dari sistem komunikasi.
pemancar lain, power lines, 2. Noise eksternal, dihasilkan
switching circuit dan sebagaianya. oleh sumber di luar sistem
Interferensi paling sering terjadi komunikasi. Ada dua macam
dalam sistem radio. Radio noise eksternal yaitu noise
Frequency Interference (RFI) juga buatan manusia (man made
muncul dalam media kabel jika noise) dan noise alami (ekstra
kabel transmisi tersebut atau terrestrial)
rangkaian penerima menangkap
sinyal yang diradiasikan dari Noise yang paling besar
suatu sumber yang dekat. pengaruhnya dalam sistem
Mengapa dalam sistem komunikasi adalah thermal noise.
komunikasi sebuah noise ingin Noise ini selalu menyertai sinyal
dihilangkan? informasi. Noise ini mempunyai
Alasan mengurangi derau distribusi energi yang seragam
antara lain : pada seluruh spektrum frekuensi.
1. Meningkatkan sensitifitas Gambar 8.1 di bawah merupakan
rangkaian untuk mendeteksi gambaran efek noise terhadap
sinyal yang diinginkan dalam sebuah sinyal sinus yang
sebuah penerima (receiver) mengakibatkan sinyal asli menjadi
2. Mengurangi konten harmonis cacat (distorsi).
dan fasa derau dalam
pemancar (transmitter)

Gambar 8.1. sinyal sebelum dan sesudah mendapatkan noise

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 170


8.2. Thermal Noise P = derau termal (watt)
k = konstanta Boltzmann
Thermal noise atau disebut (1,38 x 10-23 Joule/ Kelvin)
juga Johnson Noise merupakan T = temperatur thermal noise (K).
noise tegangan yang dihasilkan B = bandwidth (Hz).
oleh friksi dari arus yang mengalir
pada suatu element resistif Atau hal ini dapat dituliskan dalam
(komponen yang bersifat resistif). persamaan:
Noise termal ini memiliki amplitudo
yang tidak terikat pada frekuensi
tertentu, artinya noise ini terjadi
pada seluruh jangkauan frekuensi.
Besarnya tegangan yang berasal
o
dari noise termal dirumuskan : Pada temperatur ruang,T = 290 K:

P = 1,3803. 10-23 x 290


= -204 dBW / Hz
= -174 dBm / Hz.

Sedangkan daya noise yang


timbul pada suatu bandwidth
dirumuskan sebagai : Untuk sistem noise 2 port
(input-output), daya noise pada
keluaran adalah penjumlahan dari
noise pada input dengan noise
yang dihasilkan oleh sistem.
Tinjauan sebuah penguat dengan
penguatan (gain) G dapat
digambarkan sebagai berikut ini.
Dimana :

G
Si, Ti So
Te, Na

sistem

Gambar 8.2. Sistem noise dengan 2 port

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 171


Jika Si menyatakan daya (Ti + Te). Temperatur Te disebut
sinyal input dan So menyatakan dengan temperatur noise efektif.
daya sinyal output, maka So
adalah perkalian dari daya sinyal
8.3. Shot Noise
input dan penguatan G.
Derau tembakan biasanya
terjadi ketika terjadi perbedaan
potensial. Misalnya sebagai
contoh pada sambungan PN diode
memiliki dinding potensial. Ketika
Sedangkan noise output No electron dan hole menyeberangi
adalah penjumlahan dari noise dinding atau sambungan PN,
input Ni yang dikuatkan oleh derau tembakan dihasilkan. Dioda,
sistem dengan noise Na yang transistor dan tabung vakum akan
dibangkitkan oleh sistem. menghasilkan derau tembakan. Di
sisi lain resistor biasanya tidak
menghasilkan derau tembakan
karena tidak ada dinding potensial
dalam resistor. Arus yang mengalir
melalui resistor tidak akan
Dimana : mengalami fluktuasi. Akan tetapi,
arus yang mengalir melalui dioda
menghasilkan sedikit fluktuasi.
Ketika sejumlah arus
mengalir maka derau tembakan
menghasilkan fluktuasi yang
Sehingga : dirumuskan sebagai berikut :

Dimana :

Dimana:

adalah muatan elektron


Sebuah persamaan diatas
merupakan digambarkan seolah-
olah keluaran noise berasal dari
suatu sumber dengan temperatur

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 172


8.4. Deskripsi Noise = [S in/Nin]/[S

in*G/[G*Nin+Ndut]
Gambaran sebuah derau
didefinisikan sebagai rasio = [G*Nin + Ndut]/[ GNin]
(perbandingan) antara sinyal
terhadap derau di input dengan
output. Dapat dirumuskan :
8.4.1. Suhu derau efektif

Mari kita asumsikan bahwa


Te (Effective Noise Temperature)
adalah suhu derau sebagai hasil
dari Ndut. Maka hubungan antara
Dimana (s/n)I adalah per- Te dan Ndut dirumuskan sebagai
bandingan antara sinyal terhadap berikut:
derau di input, dan (s/n)o adalah
perbandingan sinyal terhadap Ndut = KGB*Te
derau di output. Perlu diingat atau
bahwa s/n di output akan selalu
lebih kecil disbanding s/n di input, Te= Ndut /[KGB]
sehubungan dengan faktanya Kita ketahui bahwa pada suhu
bahwa semua rangkaian hanya kamar,
akan menambah derau, tetapi
tidak akan mengurangi derau pada
system. Nin =KT0B

Substitusi dengan persamaan


diatas, sehingga menjadi :

F=[G*Nin+Ndut]/[GNin] = [T0 + Te]/T0

Atau :
Te = T0(F-1)
F pada persamaan linear disebut
Noise Factor (Faktor Derau).
Dalam persamaan log, F disebut
Noise Figure.

F dB = 10logF

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 173


8.5. Teknik Pengukuran OUT bisa langsung dikoneksikan
dengan Noise Source, kemudian
Noise Figure
melakukan proses kalibrasi.
Gambar 8.4. di bawah ini
Teknik yang digunakan menunjukkan diagram koneksi
untuk mengukur noise figure dengan DUT (Device Under Test/
secara umum yaitu menggunakan alat yang hendak diukur figure
Noise Figure Meter. Untuk meng- noisenya). Pertama, noise figure
gunakan Noise Figure Meter, dikalibrasi sehingga diperoleh
peralatan dikoneksikan seperti kondisi normal, kemudian di-
gambar di bawah ini Sebuah hubungkan dengan DUT seperti
mixer diperlukan bila ingin gambar di bawah ini sampai Gain
mengkonversi sinyal RF menjadi dan Noise Figure dari DUT tampak
sinyal yang lebih rendah (sinyal pada analyzer.
IF). Namun bila rangkaian tidak
memerlukan mixer maka kabel IF

Gambar 8.3. Koneksi antara Noise Source dan RFG

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 174


Gambar 8.4. Seting pengukuran derau

Di samping itu, dimungkin- rendah atau dikatakan kurang


kan juga memasang konektor dari 0,05dB, dimungkinkan
penyesuai atau attenuator se- untuk membutuhkan petunjuk
belum proses pengukuran dilaku- dari pembuat alat tersebut
kan. Hal ini dilakukan dengan khususnya dari piranti ukur
tujuan untuk menyesuaikan range tersebut.
(batas ukur) sehingga tidak mele- 2. Batas waktu dari DUT atau NF
bihi kemampuan Noise Figure analiser. Hal ini dimungkinkan
Analyzer. Dalam beberapa kasus membutuhkan mixer external
penyesuai ataupun atenuator perlu untuk mengukur NF. Dalam
dilakukan proses kalibrasi. beberapa kejadian, pastikan
Faktor-faktor yang perlu bahwa NF analiser men-
dipertimbangkan ketika memilih dukung kemmpuan mixer
peralatan untuk mengukur noise external maupun internal.
figure antara lain : 3. Konektor DUT. Beberapa
1. Noise figure yang diharapkan saat, DUT mungkin mem-
Noise figure analyzer khusus punyai beberapa perbedaan
untuk mengukur Noise figure konektor seperti halnya
ketika sebuah hasil pegukuran gelombang pembawa. Jika hal
sangat kecil atau dikatakan tersebut membutuhkan untuk
kurang dari 10 dB. Jika memperoleh ketepatan seperti
bermaksud untuk mengukur pada gelombang pandu
besaran yang sangat tinggi menuju coaxial adapter.
atau besaran yang terlalu Kebanyakan NF analyzer

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 175


hanya menggunakan sam- 2. Menggunakan metode Y-Factor
bungan konektor coaxial untuk Apa yang dimaksud Y
interkoneksi. faktor
4. Pengukuran Penguat. Pada Keuntungan menggunakan
umumnya untuk mengukur pe- metode Y faktor
nguatan selama mengguna- Kelemahan mengunakan
kan NF, pastikan bahwa NF metode Y faktor
analiser mempunyai kemam-
puan range pengukuran
penguatan DUT yang di- 8.6. Performa Derau dalam
maksudkan.
5. Untuk konversi frekuensi, Sistem Komunikasi
memungkinkan kebutuhan
frekuensi generator sebagai Unjuk kerja (performa) dari
pembangkit frekuensi external suatu sistem komunikasi
dan mixer. dinyatakan sebagai rasio
(perbandingan) sinyal terhadap
Untuk pengukuran lanjut derau (S/N).
seperti dengan melakukan
perubahan frekuensi baik turun s/n (dB) = level sinyal (dBm)
maupun naik dibutuhkan frekuensi level derau (dBm).
generator eksternal dengan tujuan: = 10 Log (S/N)
penyederhanaan pengukuran pe-
nguatan Noise figure, ketelitian Standard untuk s/n berbeda
pengukuran pada nilai NF yang tergantung aplikasi dari sistem
sangat kecil serta NF dapat diukur komunikasi.
sepanjang frekuensi dengan
pencampur (mixer ) eksternal. Suara = 30 dB
Metode pengukuran NF dapat Video = 45 dB
dilakukan dengan beberapa Data = 15 dB.
metode antara lain :
Dalam sistem transmisi
1. Metode penguatan digital, unjuk kerja dinyatakan
Menggunakan rumus dalam propabilitas kesalahan atau
persamaan pengukuran NF -6
(BER-Bit Error Rate). BER 10
Teknik pengukuran
berarti kemungkinan adanya 1 bit
digunakan 6
Mempunyai beberapa data yang salah dari 10 data yang
kelemahan dengan metode dikirim.
ini
Mempunyai beberapa
kelebihan dengan metode
ini

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 176


8.7. Rangkuman

Dari uraian tersebut diatas maka dapat ambil inti pembahasan


pada bagian ini adalah sebagai berikut :
1. Derau atau yang sering dikenal dengan noise merupakan sebuah
sinyal yang tidak diinginkan dalam sistem komuniksi atau sebuah
informasi.
2. Ada satu macam noise yang selalu hadir dalam setiap sistem
komunikasi, yaitu thermal noise. Thermal noise selalu hadir dengan
alasan bahwa pada suatu temperatur di atas nol absolut (0K),
energi termal/panas menyebabkan partikel bergerak secara acak
(random motion)
3. Berdasarkan sumbernya, noise dapat dibedakan menjadi dua
katagori :
Noise internal adalah noise yang dibangkitkan oleh komponen-
komponen dalam sistem komunikasi.
Noise eksternal, dihasilkan oleh sumber di luar sistem
komunikasi. Ada dua macam noise eksternal yaitu noise buatan
manusia (man made noise) dan noise alami (ekstra terrestrial)
4. Thermal noise atau disebut juga Johnson Noise merupakan noise
tegangan yang dihasilkan oleh friksi dari arus yang mengalir pada
suatu element resistif.
5. Derau tembakan biasanya terjadi ketika terjadi perbedaan potensial.
Misalnya pada sambungan PN.
6. Gambaran sebuah derau didefinisikan sebagai rasio (perbandingan)
antara sinyal terhadap derau di input dengan output.

8.8. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar


1. Apa yang dimaksud dengan noise pada sistem telekomunikasi?
2. Mengapa noise dalam sistem telekomunikasi tidak selalu diinginkan?
3. Berdasarkan sumbernya noise dibedakan menjadi dua sebutkan.
4. Sebutkan sifat-sifat noise ekternal dan berikan contoh penyebabnya.
5. Apa yang dimaksud dengan thermal noise?

Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 177


Bagian 8 : Derau dalam sistem komunikasi 178
BAGIAN 9
TEKNIK MODULASI
Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


4. Mengetahui teknik modulasi dalam sistem telekomunikasi.
5. Memahami teknik modulasi analog dan modulasi digital.
6. Memahami modulasi analog beserta sifat-sifatya.
7. Memahami modulasi digital beserta sifat-sifatya.

9.1. Prinsip Umum

Sebuah sistem komunikasi yang jauh. Contoh lain dari


merupakan suatu sistem dimana komunikasi adalah ketika ada dua
informasi disampaikan dari satu orang sedang diskusi dikebun
tempat ke tempat lain. Komunikasi kemudian mereka berdua
dapat digambarkan seperti gambar bercakap-cakap mendisku-sikan
9.1 di bawah. Misalnya tempat A sesuatu, Secara otomatis
yang terletak ditempat yang tinggi keduanya telah melakukan
berteriak meminta tolong ke komunikasi.
tempat B yang berada di tempat

Gambar 9.1. Sistem komunikasi

Bagian 9 : Teknik Modulasi 179


Selain contoh tersebut di dimana hal tersebut
atas, bentuk komunikasi juga membicarakan tiga bagian sistem
terjadi ketika seorang berbicara komunikasi serta bagaimana
melalui telephone juga dapat mereka bekerja.
dikategorikan komunikasi. Sebe-
Saluran merupakan bagian
narnya apa yang dimaksud
yang sangat penting dalam
dengan komunikasi. Beberapa
telekomunikasi. Saluran ini bisa
contoh tersebut di atas dapat
berupa media saluran guided atau
dikatakan komunikasi jika minimal
unguided. Pada saluran ini sinyal
ada dua titik yang melakukan
informasi dikirimkan dari pengirim
komunikasi yaitu titik pengirim dan
menuju penerima. Sebelum diki-
penerima.
rimkan sinyal informasi harus
Sistem komunikasi apapun
dimodulasi dahulu, sehingga
terdiri dari tiga bagian seperti
sinyal informasi menjadi sinyal
ditunjukkan blok diagram gambar
yang termodulasi.
9.2. Pertama adalah pemancar,
Modulasi merupakan suatu
merupakan bagian dari sistem
proses dimana informasi, baik
komunikasi yang berada pada titik
berupa sinyal audio, video
A. Hal ini meliputi dua materi :
ataupun data diubah menjadi
sumber informasi dan noise.
sinyal dengan frekuensi tinggi
Saluran adalah suatu media
sebelum dikirim-kan. Secara garis
dimana informasi berjalan pada
besar modulasi dibagi menjadi dua
sepanjang titik A dan B. Satu
bagian yaitu sistem modulasi
contoh dari sebuah saluran adalah
analog dan modulasi digital.
kawat tembaga, atau atmospir.
Sistem komunikasi dengan
Terakhir adalah penerima,
modulasi analog adalah
merupakan bagian sistem komu-
komunikasi yang mentransmisikan
nikasi yang berada pada titik B
sinyal-sinyal analog yaitu time
dan mendapatkan semua
signal yang berada pada nilai
informasi dan noise pemancar
kontinu pada interval waktu yang
pada saluran.
terdefinisikan. Sistem komunikasi
Secara sederhana sistem
dengan modulasi analog
komunikasi dapat digambarkan
mentrans-misikan sinyal analog.
seperti blok diagram di bawah ini,

Pengirim Penerima
saluran
A B

Gambar 9.2. Bagian dari komunikasi

Bagian 9 : Teknik Modulasi 180


Sinyal analog merupakan perbedaan kondisi tegangan salah
sinyal yang mempunyai amplitudo satunya tegangan tinggi atau
pada tiap tegangan range rendah. Gambar 9.3 di bawah ini
amplitudonya. Sinyal analog menunjukan bentuk sinyal analog.
berbeda dengan sinyal digital,
yang mana akan terjadi dua

Gambar 9.3. Bentuk gelombang sinyal analog sebagai fungsi waktu

Amplitudo sinyal analog akan satuan Hertz (Hz) dan hubungan


selalu berubah-ubah tergantung antara frekuensi dan periode
dengan waktunya atau bisa juga dapat dituliskan persamaan di
berupa sinyal konstan. Jika bawah ini:
amplitudo berubah-ubah dan
diulang-ulang secara terus-
menerus maka voltase suatu
sinyal akan berubah dari waktu ke
waktu, atau mungkin juga konstan.
Jika amplitudo bervariasi, Sinyal denngan perioda 1
maka akan diulangi pada waktu mS mempunyai frekuensi 1 kHz.
yang tertentu, dalam hal ini sinyal Ada dua macam sinyal yaitu
disebut sinyal periodik. Periode unipolar sinyal dan bipolar sinyal.
adalah interval dari waktu Sinyal unipolar mempunyai
diperlukan oleh pola sinyal untuk komponen tegangan semua positif
mengulanginya. atau semua negatif. Sinyal bipolar
Frekuensi dari sinyal mempunyai tegangan positif dan
tersebut biasanya dihitung negatif.
perdetik. Frekuensi diukur dalam

Bagian 9 : Teknik Modulasi 181


Gambar 8.4. Sinyal Unipolar

Gambar 8.5. Sinyal Bipolar

Jika time signal analog Beberapa sistim bisa


tersebut di atas disample, maka merupakan kombinasi hybrid baik
yang terjadi adalah urutan digital maupun analog. Seperti
bilangan-bilangan (nilai-nilai) yang saat mata menelusuri halaman
harus ditransmisikan. Daftar nilai buku, sistim psikologi akan
ini masih berupa nilai analog yang beroperasi secara analog.
bisa bernilai tak berhingga. Sistim Keuntungan dan kerugian sistim
ini belum digital, atau boleh komunikasi digital dibandingkan
dikatakan masih sebagai sistim dengan sistim analog.
diskrit terhadap waktu (discrete Keuntungan Komunikasi
time) atau sistim tersampel Digital :
(sampled system). Jika nilai-nilai
tersampel tersebut dibuat menjadi 1. Terjadinya interferensi sangat
himpunan diskrit, maka sistim kecil
menjadi digital. 2. Hampir kebal terhadap noise

Gambar 9.6. Bentuk gelombang sinyal digital

Bagian 9 : Teknik Modulasi 182


3. Error hampir selalu dapat noise tambahan yang menyertai di
dikoreksi. sepanjang jalur transmisi tersebut.
4. Mudah sekali menampilkan Pada sistim komunikasi
manipulasi sinyal (seperti digital, amplifier digantikan
encryption). regenerative repeater. Fungsi
5. Range dinamis yang lebih repeater selain menguatkan
besar (perbedaan nilai sinyal, juga menghilangkan noise
terendah terhadap tertinggi) dari sinyal. Pada sinyal unipolar
dapat dimungkinkan baseband, sinyal input hanya
6. Meningkatkan kwalitas sinyal mempunyai dua nilai 0 atau 1.
pengiriman Repeater harus memutuskan,
yang mana dari kedua
Sedangkan beberapa kerugian kemungkinan tersebut yang boleh
pada sistem komunikasi digital ditampilkan pada interval waktu
antara lain : tertentu, untuk menjadi nilai
sesungguhnya disisi penerima.
1. Pada umumnya memerlukan Keuntungan kedua dari
bandwidth yang lebih besar. sistim komunikasi digital adalah
2. Memerlukan sinkronisasi. berhubungan dengan nilai-nilai,
bukan dengan bentuk gelombang.
Gambar 9.7. menunjukkan Nilai-nilai dapat diubah ataupun
hubungan antara sistim dimanipulasi dengan rangkaian
komunikasi analog dan sistim logika, yang biasanya dilakukan
komunikasi digital. Pada sistim dengan mikrokomputer. Operasi-
komunikasi analog, terdapat operasi matematika yang rumit
amplifier di sepanjang jalur bisa secara mudah ditampilkan
transmisi. Setiap amplifier untuk mendapatkan fungsi-fungsi
menghasilkan penguatan, baik pem-rosesan sinyal atau
menguatkan sinyal pesan maupun keamanan dalam transmisi sinyal.

Gambar 9.7. Perbandingan komunikasi Analog dan Digital

Bagian 9 : Teknik Modulasi 183


Keuntungan yang ketiga sebuah kanal suara tunggal dapat
berhubungan dengan range ditransmisikan menggunakan
dinamis. Hal ini dapat Single-Sideband AM dengan
diilustrasikan pada sebuah contoh, bandwidth yang kurang dari 5 kHz.
misalnya perekaman disk piringan Dengan menggunakan sistim
hitam analog mempunyai masalah digital, untuk mentransmisikan
terhadap range dinamik yang sinyal yang sama, diperlukan
terbatas. Suara-suara yang sangat bandwidth hingga empat kali dari
keras memerlukan variasi bentuk sistim analog. Kerugian yang lain
alur yang ekstrim, dan sulit bagi adalah selalu harus tersedia
jarum perekam untuk mengikuti sinkronisasi. Hal ini penting bagi
variasi-variasi tersebut. Sementara sistim untuk mengetahui kapan
perekaman secara digital tidak setiap simbol yang terkirim mulai
mengalami masalah, karena dan kapan berakhir, dan perlu
semua nilai amplitudonya, baik meyakinkan apakah setiap simbol
yang sangat tinggi maupun yang sudah terkirim dengan benar.
sangat rendah, ditransmisikan
menggunakan urutan sinyal
terbatas yang sama. 9.2. Modulasi Analog
Dalam kenyataanya, semua
tidak ada yang ideal, demikian Dalam membahas modulasi
pula pada sistim komunikasi analog yang perlu diketahui
digital. Kerugian sistim digital adalah adanya suatu teori yaitu
dibandingkan dengan sistim Modulation Theorem yang juga
analog adalah, bahwa sistim dikenal dengan sebutan
digital memerlukan bandwidth Frequency Translation.
yang besar. Sebagai contoh,

carrier wave

Frekuensi
0 4 KHz fc

Gambar 9.8. Modulasi Analog

Bagian 9 : Teknik Modulasi 184


Hal ini dikarenakan adanya paling tua. Amplitudo modulasi
shifting atau pergeseran dari sekarang ini sudah sangat luas
spektrum di dalam frequency digunakan untuk pemakaian suara
domain. Adapun fungsi modulasi analog yang memerlukan
adalah untuk merubah atau penerima yang sangat sederhana
menempatkan frekuensi rendah seperti pemancar radio komersial
menjadi frekuensi yang lebih tinggi atau dipancarkan melalui
agar dapat dikirimkan atau propagasi ionosfir yang
ditransmisikan melalui media memerlukan bandwith yang kecil.
transmisi. Gambar 9.8. di atas Sinyal amplitudo modulasi
merupakan bentuk spektrum dapat diilustrasikan dalam bentuk
frekuensi modulasi analog. persamaan sebagai berikut:
Modulasi Analog yang umum
dikenal ada beberapa macam v(t ) = Vm sin m t
bentuk modulasi antara lain :
Persamaan tersebut di atas terdiri
1. Amplitude Modulation (AM)
dari tegangan pembawa dan
2. Frequency Modulation (FM)
tegangan pemodulasi. Gelombang
3. Pulse Amplitude Modulation
tersebut kemudian ditransfor-
(PAM)
masikan ke dalam transformasi
fourier :
9.2.1 Amplitude modulation
(AM)

Modulasi ini adalah modu-


lasi yang paling sederhana,
Selanjutnya tegangan pembawa
dimana frekuensi pembawa atau
dapat ditulis persamaan :
carrier diubah amplitudonya
sesuai dengan signal informasi
atau message signal yang akan
dikirimkan.
Dengan kata lain AM adalah Hasil sebuah sinyal amlitudo
modulasi yang mana amplitudo modulasi dapat ditulis persamaan-
dari signal pembawa (carrier) nya menjadi :
berubah karakteristiknya sesuai
dengan amplitudo signal informasi.
Modulasi ini disebut juga linear
modulation, artinya bahwa
pergeseran frekuensinya bersifat Sedangkan nilai sesaat dari sinyal
linier mengikuti signal informasi amplitudo modulasi adalah
yang akan ditransmisikan. sebagai berikut :
Amplitudo modulasi ini
biasanya digunakan pada stasiun
pemancar radio telegrafi dan
merupakan jenis modulasi yang

Bagian 9 : Teknik Modulasi 185


Dalam persamaan di atas,
m merupakan index modulasi,
dimana m adalah :

Index modulasi bervariasi antara 0


dan 1, jika m > 1 akan
menyebabkan distorsi pada sinyal
AM. Persamaan ini dapat
dituliskan dalam bentuk hubungan
trigono-metri sederhana menjadi :

Dari persamaan di atas,


menunjukan bahwa amplitudo
modulasi terdiri dari tiga
Gambar 9.9. Spetrum gelombang
persamaan yang menunjukan
AM
gelombang pembawa tidak
termodulasi, frekuensi Lower side
Sinyal modulasi termasuk
band (fc-fm) dan Upper side band
gelombang pembawanya mem-
(fc+fm). Karena antara lower side
punyai total daya dalam sinyal
band dan upper side band
termodulasi yang dapat dituliskan
bentuknya sama, sehingga sinyal
dalam bentuk persamaan :
AM membutuhkan bandwith
ganda.
Jika sinyal modulasi bukan
berupa gelombang sinus,
kemudian dimodulasi dan Karena kedua sisi side bandnya
memunculkan dua sinyal sama maka PLSB=PUSB.
baseband frekuensi maka
bandwith yang dibutuhkan 2
kalinya. Spektrum frekuensi AM
dapat digambarkan sebagai
berikut :
Sehingga total dayanya dapat
dituliskan persamaan sebagai
berikut :

Bagian 9 : Teknik Modulasi 186


Sesudah sinyal dimodulasi,
maka ada dua bentuk gelombang
sinyal baseband pada gelombang AM
AM yang disebut dengan band sisi
atas dan sisi bawah (upper and
lower sideband).
Sebagian besar daya dari DSBSC
sinyal modulasi berada pada
gelombang pembawanya, sedang-
kan sinyal informasi hanya berada
pada sidebandnya. Hal inilah yang
menyebabkan gelombang AM SSBSC
sangat tidak efisien. Bentuk
gelombang AM disebut juga
modulasi DSBSC (Double Side-
band Suppressed Carrier). Karena Gambar 9.10. AM dalam bentuk
antara sisi atas dan bawah berisi gelombang DSBSC dan SSBSC
gelombang informasi yang sama
maka salah satu sisinya dapat Amplitudo modulasi banyak
ditindas dengan tujuan mereduksi digunakan pada komunikasi
bandwith. Proses ini sering dikenal mobile seperti handy talky, radio
dengan SSBSC (Single Side Band siaran maupun komunikais HF.
Suppressed Carrier) atau SSB. Alasan utama mengapa amlitudo
Dengan SSB, maka sinyal modulasi masih digunakan karena
yang modulasi hanya membutuh- bentuk gelombang AM mempunyai
kan separo dari bandwith, kelebihan sederhana pada bagian
sehingga daya akan lebih hemat. pembangkitanya dan pada
Proses modulasi AM (DSBSC) penerimanya. Proses modulasi
menjadi gelombang SSBSC dapat antara sinyal informasi dengan
dilihat pada gambar 9.10. sinyal pembawa dapat digambar-
kan seperti pada gambar 9.11.

voltage
voltage
tim tim
Modulatio

Message
Modulated
voltage signal
tim

Carrier

Gambar 9.11. Amplitudo modulasi

Bagian 9 : Teknik Modulasi 187


Digambarkan dalam spektrum frekuensi :

carrier

frekuensi
0 4 KHz fc
Message Modulated
signal signal

Gambar 9.12. Spetrum Frekuensi Amplitudo modulasi

9.2.2 Frequency Modulation


(FM)

Frekuensi dari gelombang


pembawa (carrier wave) diubah-
ubah menurut besarnya amplitudo Dimana tanda subscript c untuk
dari sinyal informasi. Karena noise "carrier", dan subscript "m" untuk
pada umumnya terjadi dalam sinyal modulasi dan merupakan
bentuk perubahan amplitudo, FM index modulation.
lebih tahan terhadap noise Bandwith sinyal FM lebih
dibandingkan dengan AM. besar dibandingkan sinyal AM.
Hubungan antara frekuensi dan Modulasi FM merupakan modulasi
phase sebuah sinyal komunikasi analog yang sangat banyak
FM dapat dirumuskan : digunakan, hal ini dikarenakan
noise yang rendah, tahan terhadap
perubahan amplitudi yang
= berubah-ubah sebagai akibat
t fading.
Penggunaan modulasi FM
Persamaan di atas me- misalnya pada pengiriman siaran
rupakan hubungan antara phase televisi, telephone dan lain-lain.
modulation dan frequency modu- Proses modulasi FM antara sinyal
lation, jika keduanya dalam proses informasi dengan sinyal pembawa
yang sama maka sinyal modulasi dapat digambarkan seperti pada
tersebut dapat ditulis gambar 9.13. di bawah ini :
persamaanya menjadi :

Bagian 9 : Teknik Modulasi 188


voltage voltage
tim tim
Modulatio

Message Modulated
voltage signal
tim

Carrier

Gambar 9.13. Frequency Modulation (FM)

9.2.3 Pulse Amplitude perubahannya mengikuti bentuk


Modulation (PAM) amplitudo dari signal informasi
yang akan dikirimkan ketempat
Konsep dasar PAM adalah tujuan. Sehingga signal informasi
merubah amplitudo signal yang dikirim tidak seluruhnya tapi
pembawa yang masih berupa hanya sampelnya saja (sampling
deretan pulsa (diskrit) dimana signal)

voltage
voltage

time
Modulatio
time
voltage
Message signal
Modulated
signal
time
Carrier

Gambar 9.14. Pulse Amplitude Modulation (PAM)

Bagian 9 : Teknik Modulasi 189


9.3. Modulasi Digital (QAM), yang mana secara ektensif
digunakan pada gelombang micro
Modulasi sinyal digital wave. QAM merupakan kombinasi
dengan gelombang pembawa antara ASK and PSK.
analog akan meningkatkan Sinyal Modulasi pembawa dengan
To Noise Ratio (SNR) jika deretan pulsa ada tiga perbedaan
dibandingkan dengan modulasi jenisnya dimana istilah modulasi
analog. Modulasi gelombang ini disebut sebagai : Pulse
pembawa sinyal digital merupakan amplitude modulation (PAM),
pergeseran kunci, karena hal Pulse duration modulation (PDM)
tersebut disebabkan adanya dan Pulse position modulation
perubahan nilai diskrit dalam (PPM). Ada tipe lain dari modulasi
parameter gelombang pembawa. yang disebutkan di atas yaitu
Ada tiga macam perbedaan Pulse width modulation (PWM),
sistem modulasi digital antara lain: dimana modulasi ini adalah
Amplitude shift keying (ASK), melakukan variasi lebar pulsa
Frequency shift keying (FSK) dan tergantung dari sinyal
Phase shift keying (PSK). Dalam modulasinya. Bentuk modulasi
modulasi digital juga menemui dapat digambarkan seperti di
Quadrature amplitude modulation bawah ini :

Gambar 9.15. Bentuk modulasi digital

Bagian 9 : Teknik Modulasi 190


Untuk lebih jelasnya maka dapat dilihat pada tabel 9.1. di bawah ini:

Table 9.1. Beberapa tipe modulasi digital

Carrier Changing Parameter Analog Digital


Analog Amplitude AM ASK
Frequency FM FSK
Phase PM PSK
Digital Amplitude PAM
Position PPM
Duration PDM

Berbeda dengan modulasi Frequency shift keying (FSK)


analog dimana input signal Phase shift keying (PSK)
berbentuk kontinu. Pada modulasi
digital signal input sudah 2. Varian dari teknik dasar di atas
berbentuk diskrit yang ditandai 4 Pulse Amplitude
oleh dua kondisi yaitu kondisi 0 Modulation (4-PAM)
dan kondisi 1. Signal digital yang Quadrature Phase Shift
mewakili informasi tersebut agar Keying (QPSK)
dapat ditransmisikan harus Quadrature Amplitude
dimodulasi terlebih dahulu dengan Modulation (QAM)
gelombang pembawanya yang
akan membawanya sampai Sistem komunikasi digital
ditujuan, cara perubahan bagi dapat digambarkan seperti pada
sinyal digital ada beberapa teknik Gambar 9.16. Gambar tersebut
antara lain : menunjukkan sistem pengiriman
dan penerimaan digital secara
1. Teknik dasar : umum.
Amplitude shift keying (ASK)

Gambar 9.16. Sistem Pengiriman dan Penerimaan Digital

Bagian 9 : Teknik Modulasi 191


Dari blok diagram tersebut di Sebagai contoh, jika komu-
atas source encoder menerima nikasi menggunakan sebuah
satu atau lebih sinyal analog untuk saluran suara untuk mengirimkan
diubah menjadi urutan symbol- 10101, hal ini bukan berarti harus
simbol. Simbol-simbol ini bisa mengucapkan lima kata tersebut,
berupa biner (1 dan 0) atau karena pengucapan satu kata saja
anggota himpunan yang (misalkan satu sama dengan 1
mempunyai dua atau lebih pada 10101), sama halnya dengan
elemen. Jika kanal digunakan mengirim sebuah urutan sinyal
untuk mengkomunikasikan lebih analog.
dari satu sumber, maka sebuah Kelihatannya ini merupakan
source encoder harus dilengkapi proses yang bersimpangan, dan
dengan multiplexer. Hal yang perlu memang betul demikian. Untuk
di perhatikan adalah bahwa source mengirim sebuah sinyal analog,
encoder mendapatkan input perlu diubah menjadi sinyal digital,
berupa time signal (s(t)). Pada kemudian mengirimkan sinyal
sistem komunikasi data dimulai digital tersebut melalui gelombang
dengan sebuah sinyal digital. analog, mengkonversikan bentuk
Channel Encoder akan gelombang analog yang diterima
menaikkan efisiensi dari sistem menjadi sinyal digital kembali
komunikasi digital. Peralatan ini (pada receiver) dan mengubah
mengurangi error pada saat sinyal digital tersebut kembali
transmisi. Jika ada noise yang menjadi sinyal analog. Proses ini
masuk ke kanal bersama-sama memiliki keuntungan tahan
dengan data, maka akan ada terhadap noise maupun distorsi
kemungkinan sebuah simbol yang dibandingkan sistim analog
sudah terkirim akan diinter- langsung.
pretasikan sebagai simbol yang Encryptor bertugas mem-
lain pada sisi penerima. Pengaruh berikan perlindungan keamanan
dari error ini dapat dikurangi kepada pesan-pesan yang dikirim
dengan menerapkan struktur agar tidak terbaca, atau diterima
redundansi pada sinyal data. oleh penerima yang tidak
Keluaran dari saluran berkepentingan. Dalam hal ini,
encoder adalah sebuah sinyal encryptor menghasilkan sebuah
digital yang dikomposisikan dalam urutan simbol yang hanya dapat
bentuk simbol-simbol. Sebagai dibedakan oleh penerima yang
contoh, dalam sistem biner berkepentingan. Pengamanan
outputnya berupa urutan bit 1 dan tambahan dapat dilakukan dengan
0. Sebuah saluran listrik dapat teknik spread spectrum, yang
mengirimkan sinyal yang hanya bertujuan menghindari pendengar
berbentuk gelombang listrik. yang tidak diijinkan.
Jangan beranggapan bahwa Bagian kedua dari blok
sebuah sinyal digital dapat diagram Gambar 9.16. adalah
ditransmisikan dalam bentuk yang sistim penerima digital. Sistim ini
belum termodifikasi. seperti cermin gambar dari
pemancar. Pada sistim ini

Bagian 9 : Teknik Modulasi 192


dilakukan proses pengembalian dengan amplitude shift keying
dari operasi yang dilaksanakan (ASK), yang secara langsung
pada pemancar. Ada satu bagian menyiratkan arti sebuah
dari pemancar yang dilakukan terminologi yang menggambarkan
proses pengembalian dua kali di suatu teknik modulasi digital
penerima, yaitu carrier modulator. Kedua dengan mengguna-
Pada penerima, proses kan sinyal baseband untuk
pengembalian dari carrier memodulasi amplitudo suatu
modulator dilakukan oleh dua sinyal carrier yang dalam hal ini
bagian yaitu : carrier demodulator merupakan sinyal sinusoida (baik
dan symbol synchronizer. Begitu cos maupun sinus), seringkali ini
bentuk gelombang analog di dikenali sebagai AM analog
terima di sisi penerima, ada satu dengan informasi dalam bentuk
hal yang harus dilakukan, yaitu digital. Hal yang perlu diperhatikan
mempartisi segmen simbol- adalah jangan sampai salah
simbolnya dan pesan-pesan yang persepsi, bahwa kedua teknik ini
dibawanya. Proses partisi ini merupakan pembangkitan
dilakukan oleh symbol gelombang AM yang digunakan
synchronizer. untuk mentransmisikan informasi
digital. Selanjutnya keduanya
ketahui sebagai dua bentuk
9.3.1. Amplitude Shift Keying pembentukan ASK atau lebih kita
(ASK) pahami sebagai AM digital.
Pada situasi tertentu,
Pembangkitan gelombang memungkinkan sinyal baseband
AM dapat dilakukan dengan dua yang ditransmisi memiliki dua
pendekatan berbeda. Pertama kemungkinan nilai informasi yaitu
adalah dengan membangkitkan antara nol (0) dan satu (1). Karena
sinyal AM secara langsung tanpa kemungkinan nilai informasinya
harus dengan membentuk sinyal tersusun dari dua keadaan
baseband. Dalam kasus biner, tersebut maka selanjutnya sistem
generator harus mampu ini kita kenal dengan binary ASK
memformulasikan satu dari dua atau kadang lebih disukai dengan
sinyal gelombang AM yang menyebutnya sebagai BASK yang
mungkin. Teknik ini lebih dikenal

Gambar 9.17. Modulasi ASK

Bagian 9 : Teknik Modulasi 193


merupakan singkatan dari binary dengan nilai V(t) = 0 atau 1 untuk
amplitude shift keying. mengirimkan nilai m informasi
Bentuk sinyal termodulasi biner nol (0) atau satu (1). Dalam
dalam hal ini dapat didekati hal ini V(t) bisa juga bernilai
dengan sebuah persamaan bernilai 1 atau 1, sehingga m
matematik : dapat dipertimbangkan sebagai
data bipolar ternormalisasi. Indek
Vc modulasi (m) dapat bernilai 0 < m
v(t ) = [1 + mvm (t ) cos(2 ct )] < 1. Untuk indek modulasi m = 0,
2 akan mengirimkan sebuah
sinusoida murni seperti pada
Dimana : gambar 9.17.
Jika m bernilai , maka akan
Vc : Amplitudo sinyal carrier mengirimkan sebuah sinusoida
vm : Sinyal pemodulasi yang
dengan dua nilai berbeda. Pada
bernilai 1 atau 0 amplitudo Vc/4 untuk nilai
m : indek modulasi informasi 0 dan amplitudo 3Vc/4
c = 2 fc : frekuensi carrier untuk nilai informasi 1. Untuk lebih
dalam nilai radiant jelas hasilnya dapat anda lihat
Ada dua bentuk sinyal yang seperti pada Gambar 9.18.
dapat dihasilkan disini, yaitu

Gambar 9.18. Bentuk gelombang ASK untuk m = 0

Gambar 9.19. Bentuk gelombang ASK untuk m =

Bagian 9 : Teknik Modulasi 194


Gambar 9.20. Bentuk gelombang ASK untuk m = 1

Pada m=1, dimana modulasi sudut dengan envelope


merupakan indeks modulasi yang konstan yang mirip dengan FM
sering digunakan. Dengan indeks konvensional, kecuali bahwa
modulasi ini akan dapat dalam modulasi FSK, sinyal
mengirmkan sinyal beramplitudo pemodulasi berupa aliran pulsa
nol untuk nilai biner nol (0) dan biner yang bervariasi diantara dua
sinyal beramplitudo Vc untuk nilai level tegangan diskrit sehingga
biner satu (1). Ini diketahui berbeda dengan bentuk
sebagai On-Off Keying (OOK) dan perubahan yang kontinyu pada
dapat dijelaskan dengan Gambar gelombang analog. Ekpresi yang
9.20. umum untuk sebuah sinyal FSK
Ini seperti halnya biner adalah :
memodulasi sebuah carrier
dengan sinyal baseband unipolar. fm(t )
Jika T merupakan perioda dari bit v(t ) = Vc cos c + 2 t
yang ditransmisi, dengan durasi 2
nol (0) dan satu (1) adalah sama,
maka energi rata-rata tiap bitnya Dimana :
dapat dinyatakan dalam v(t): adalah bentuk gelombang
2
persamaan: Eb = Vc T/4. FSK biner
Vc: puncak amplitudo carrier
9.3.2. Frequency Shift Keying tanpa termodulasi
(FSK) wc: carrier frekuensi (dalam
radian)
Frequency shift keying (FSK) fm(t) : frekuensi sinyal digital biner
merupakan sistem modulasi digital pemodulasi
yang relatif sederhana. FSK Dw: beda sinyal pemodulasi
mempunyai kinerja yang kurang (dalam radian)
begitu bagus dibandingkan sistem
modulasi PSK atau QAM. FSK
biner adalah sebuah bentuk

Bagian 9 : Teknik Modulasi 195


Dari persamaan di atas oleh masukan data biner. Hal ini
bahwa dengan FSK biner akan mengakibatkan keluaran
amplitudo carrier Vc tetap konstan. pada modulator FSK biner
Jika output frekuensi carrier merupakan fungsi step pada
(wc) bergeser dengan suatu nilai domain frekuensi. Dengan adanya
sebanding /2 radian, maka perubahan sinyal masukan biner
pergeseran frekuensi (/2) dari suatu logic 0 ke logic 1 atau
adalah sebanding dengan sebaliknya, output FSK bergeser
amplitudo dan polaritas pada diantara dua frekuensi. Dengan
sinyal input biner. Sebagai contoh, FSK biner, maka perubahan
sebuah biner satu akan bernilai +1 frekuensi keluaran akan terjadi
volt dan sebuah biner nol akan setiap adanya perubahan kondisi
bernilai 1 volt, dan akan logic pada sinyal masukan.
menghasilkan pergeseran Sehingga hal ini akan menyebab-
frekuensi pada + /2 dan - /2. kan laju perubahan keluaran
Laju pergeseran frekuensi adalah sebanding dengan laju
tersebut sebanding dengan perubahan masukan. Dalam
setengah laju perubahan sinyal modulasi digital, laju perubahan
input biner fm(t), sehingga masukan pada modulator disebut
pergeseran sinyal output carrier bit rate dan memiliki satuan bit per
diantara c + /2 dan c - /2 second (bps). Laju perubahan
pada laju senilai fm. pada output modulator disebut
Dengan FSK biner, pusat baud atau baud rate dan
pada frekuensi carrier tergeser sebanding.

Bagian 9 : Teknik Modulasi 196


Gambar 9.21. Pembangkit FSK Biner

9.3.3. Phase Shift Keying (PSK) pengertian bahwa fase dari


gelombang tersebut termodulasi
Dalam modulasi analog kita dan mengandung informasi sesuai
sulit membedakan antara modulasi dengan input dari sinyal baseband
frekuensi dengan modulasi fase, pemodulasinya.
sehingga keduanya dikatagorikan Dalam binary phase shift
sebagai hal yang sama karena keying (BPSK), dua fase keluaran
keduanya memiliki pengaruh yang yang mungkin akan keluar dan
sama pada sinyal carrier yaitu membawa informasi. Satu fase
perubahan frekuensi sesuai keluaran mewakili suatu logic 1
dengan variasi amplitudo sinyal dan yang lainnya logic 0. Sesuai
informasi yang memodulirnya. dengan perubahan keadaan sinyal
Dalam kasus modulasi digital masukan digital, fase pada
perbedaan antara frekuensi keluaran carrier bergeser diantara
modulasi dengan fase modulasi dua sudut yang keduanya terpisah
cukup jelas, karena dalam 180. Nama lain untuk BPSK
modulasi digital sinyal informasi adalah phase reversal keying
memiliki bentuk gelombang diskrit. (PRK) dan biphase modulation.
Seperti dalam hal modulasi BPSK adalah suatu bentuk
amplitudo dan modulasi frekuensi, suppresed carrier, square wave
kita memulai dengan sinyal carrier memodulasi suatu sinyal
sinusoida yang memiliki bentuk continuous wave (CW).
dasar Acos[(t)]. Diagram blok sederhana
Dengan adanya proses sebuah modulator BPSK.
modulasi pada fase gelombang Balanced modulator bekerja
carrier tersebut yaitu dengan seperti suatu switch pembalik fase.
sistem phase shift keying (PSK) Tergantung pada kondisi logic
nilai q(t) adalah 2fc + f(t). Dalam pada input digital, carrier yang
hal ini nilai (t) memberikan ditransfer ke output pada kondisi

Bagian 9 : Teknik Modulasi 197


inphase (0) atau bergeser 180
dengan phase carrier oscillator
referensi

Gambar 9.22. Modulator BPSK

9.4. Rangkuman

Dari uraian tersebut di atas maka dapat ambil inti pembahasan


pada bagian ini adalah sebagai berikut :
1. Modulasi merupakan suatu proses dimana informasi, baik berupa
sinyal audio, video ataupun data diubah menjadi sinyal dengan
frekuensi tinggi sebelum dikirimkan.
2. Fungsi modulasi adalah untuk merubah atau menempatkan frekuensi
rendah menjadi frekuensi yang lebih tinggi agar dapat dikirimkan
atau ditransmisikan melalui media transmisi.
3. Secara garis besar modulasi dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem
modulasi analog dan modulasi digital.
4. Sistem komunikasi dengan modulasi analog adalah komunikasi yang
mentransmisikan sinyal-sinyal analog yaitu time signal yang berada
pada nilai kontinu pada interval waktu yang terdefinisikan.
5. Sinyal analog merupakan sinyal yang mempunyai amplitudo pada
tiap tegangan range amplitudonya. Sinyal analog berbeda dengan
sinyal digital, yang mana akan terjadi dua perbedaan kondisi
tegangan salah satunya tegangan tinggi atau rendah.
6. Modulasi Analog yang umum dikenal ada beberapa macam bentuk
modulasi antara lain: Amplitude modulation (AM), Frequency
modulation (FM), Pulse Amplitude Modulation (PAM)
7. Sedangkan pada sistem modulasi digital antara lain: Amplitude shift
keying (ASK), Frequency shift keying (FSK) dan Phase shift keying
(PSK).
8. Dalam modulasi digital juga menemui Quadrature amplitude
modulation (QAM), yang mana secara ektensif digunakan pada
gelombang mikrowave. QAM merupakan kombinasi antara ASK and
PSK.a

Bagian 9 : Teknik Modulasi 198


9.5. Soal latihan

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar

1. Apa yang dimaksud dengan modulasi dalam sistem telekomunikasi?


2. Sistem komunikasi terdiri dari tiga bagian sebutkan.
3. Apa yang dimaksud modulasi analog dan modulasi digital?
4. Sebutkan macam-macam bentuk modulasi analog dan digital.
5. Apa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sistem modulasi
di atas?
6. Sebuah radio siaran yang menggunakan gelombang radio frekuensi
sebesar 108 MHz, jelaskan dan gambarkan sistem modulasi yang
digunakan pada pemancar radio tersebut.

Bagian 9 : Teknik Modulasi 199


Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 200
BAGIAN 10
SAMBUNGAN
KOMUNIKASI TELEPON

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


1. Memahami prinsip switching mekanik pada telepon
2. Memahami prinsip switching elektronik pada telepon
3. Menjelaskan terjadinya sambungan secara mekanik pada telepon
4. Menjelaskan terjadinya sambungan secara digital pada sistem
telepon

10.1. Sambungan Panggilan Telepon

Dalam pengertian yang lebih Komunikasi melalui telepon


luas telekomunikasi diartikan adalah komunikasi timbal balik,
sebagai suatu proses transmisi artinya komunikasi yang
dalam bentuk informasi yang berlangsung dalam dua arah tanpa
dilakukan oleh dua orang atau harus bergantian. Komunikasi
mesin pada suatu tempat dengan yang demikian disebut sebagai
menggunakan perangkat atau sambungan dupleks penuh (full
piranti modern telekomunikasi. duplex). Sambungan telepon
Transmisi sendiri mengandung dalam perkembangannya telah
pengertian penyaluran atau mengalami kemajuan yang sangat
pemancaran informasi yang pesat. Pada awalnya pertukaran
berasal dari pesan-pesan yang informasi suara masih dilakukan
telah diolah. Komunikasi telepon dengan sistem analog, tetapi
merupakan bentuk pertukaran sekarang ini untuk meningkatkan
informasi suara antara dua orang. kualitas layanan suara yang baik
Orang yang satu berperan sebagai telah dilakukan melalaui peng-
pengirim pesan suara (sender) ubahan ke dalam bentuk komu-
sedangkan lainnya bertindak nikasi digital.
sebagai penerima pesan
(receiver).

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 201


Gambar 10.1. Transmisi sinyal suara melalui saluran kabel

10.2. Jaringan Lokal dijumpai lagi saat ini. Semua


pesawat telepon telah dirancang
Pada tingkat yang paling dengan menggunakan catuan
awal dari munculnya sistem betere yang dipusatkan di sentral
telepon, jaringan telah dirancang telepon.
untuk menyediakan sambungan Sambungan telepon yang
pelanggan dengan suatu saluran hanya menghubungkan beberapa
terhadap pelanggan lainnya. Apa pelanggan, dilihat dari sistem
yang perlu dilakukan oleh perkabelannya tidaklah begitu
pelanggan bila menghendaki rumit. Contohnya sambungan di
berlangsungnya suatu pem- kantor-kantor. Kesulitan akan
bicaraan? Pelanggan harus meng- muncul bila jumlah pelanggan
operasikan tombol yang ada pada mengalami kenaikkan, karena
pesawat teleponnya. Meng- secara mengejutkan jumlah
operasikan di sini maksudnya bisa sambungannyapun mengalami
memutar atau menekan tombol kenaikkan yang cukup pesat.
yang berisi angka-angka. Bila Sabagai contoh di sini untuk dua
sambungan tersebut telah terjadi, pelanggan hanya dibutuhkan satu
maka paembicaraan antar kabel sambungan, tiga pelanggan
pelanggan dapat dilangsungkan. tiga kabel sambungan, empat
Awal perkembangan sistem pelanggan enam kabel sambung-
telepon dicatu oleh sebuah batere an dan seterusnya. Hal ini
yang ada pada masing-masing menandakan bahwa semakin
pesawat. Sistem ini dulu dikenal banyak pelanggan, semakin
sebagai sistem lokal batere. banyak dibutuhkan kabel saluran
Sistem semacam ini sudah tidak untuk pelanggan.

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 202


Gambar 10.2. Sambungan telepon antar pelanggan melalui sentral

10.3. Sambungan Mekanik dengan Saklar

Seseorang yang akan seri atau melalaui saklar-saklar


melakukan sambungan bertingkat (stepper switchs)
komunikasi telepon, tentu yang
dilakukan adalah mengangkat
gagang telepon dan memutar
nomor (sistem dial rotary) atau
menekan tombol-tombol angka.
Untuk pesawat telepon dial rotary,
perhatikan gambar 10.2.

Gambar 10.3. Pesawat telepon


dengan sistem rotari (putar)

Sambungan dapat ber- Gambar 10.4. Pesawat telepon


langsung karena rangkaian modern dengan key-set
perkabelan tersambung melalui
serangkaian relai dalam susunan

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 203


Gambar 10.5. Penyaklaran sambungan telepon secara mekanik

Dengan memperhatikan Uraian kerja terjadinya


gambar 10.5, dapat diketahui sambungan telepon dapat
bahwa proses terjadinya dijelaskan sebagai berikut :
sambungan pembicaraan telepon Gagang telepon diangkat oleh
melibatkan banyak rangkaian tidak orang yang akan menelpon.
hanya sekedar berbicara saja. Gagang telepon yang diangkat
Orang yang akan menelpon, ini disebut off-hook. Gagang
pertama kali harus mengangkat telepon yang masih terpasang
gagang selanjutnya memutar atau pada tempatnya disebut on-
menekat tombol angka-angka hook. Penyebutan off dan on ini
(dial), lalu mendengarkan nada terkait dengan putus dan
dering sebagai pertanda panggilan sambungnya saklar pada
dan terakhir berbicara kepada telepon.
orang yang dihubungi. Dalam Pengangkatan gagang telepon
sistem telepon mekanik yang mengakibatkan pencari saluran
sebenarnya sebagaimana terlihat (line finder) pada sentral
pada gambar 10.2, seluruh proses tersambung kepada pesawat
penyambungan dilakukan oleh telepon yang sedang off-hook.
relai yang setelah itu suara dapat Setiap pemutaran angka atau
disalurkan. penekanan tombol angka pada
telepon mengakibatkan stepper
switches mencari nomor yang

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 204


dimaksud. Saklar ini terus 10.4. Sambungan Mekanik
memegang angka yang dengan Saklar Crossbar
diputar atau ditekan tadi.
Proses stepper switches ter- Pada tahun sekitar 1930,
sebut akan melakukan hal yang suatu pabrik pembuat telepon
sama hingga seluruh nomor telah mulai membuat sistem
habis diputar atau ditekan. penyaklaran yang tidak lagi
Akhir dari stepper switches menggunakan prinsip pengaturan
menandakan panggilan suara panggilan dengan cara-cara yang
dapat dilangsungkan. berurutan dengan saklar stepper.
Cara yang dikembangkan adalah
Proses penyambungan mengganti sistem sambungan
panggilan telepon sistem mekanik mekanik dengan sistem saklar
ini, hanya dapat dilakukan untuk telepon crossbar. Nama crossbar
satu pembicaraan. Oleh karena itu menggambarkan adanya sistem
apabila ada sekian banyak pe- matrik relai atau saklar yang diatur
manggil, maka akan ada sekian sedemikian rupa sehingga me-
banyak pula saklar-saklar. Jadi nyerupai garis-garis yang
setiap pelanggan mempunyai satu berpotongan antara arah
kesempatan penyambungan. horisontal dan arah vertikal.
Pada gambar 10.7. dapat
dilihat bahwa dalam sistem ini
panggilan telepon tidak akan
pernah berlangsung bila seorang
pelanggan tidak secara
menyeluruh menekan nomor-
nomor yang dipanggil. Dalam
sistem saklar crossbar, pe-
ngembangan pertama yang dilaku-
kan adalah penambahan sistem
pencatat (register) yang akan
memegang nomor-nomor yang di-
dial.
Seseorang yang sedang
mengangkat gagang telepon (ingat
bahwa perlakuan ini disebut off-
hook), maka berikutnya regiser
yang ada akan tersambung
dengan pesawat telepon dan
pelanggan tersebut akan men-
dengar nada dial.
Gambar 10.6. Stepper switch pada
sistem telepon

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 205


Nomor-nomor yang di-dial Sambungan dalam kerangka
secara keseluruhan akan disimpan matriks ini memungkinkan dapat
pada register. Hingga angka atau berlangsungnya panggilan-
digit terakhir di-dial, selanjutnya panggilan lain secara serentak
register akan menuruskannya ke atau bersamaan (multiple
pengendali (common control). Di simultaneous calls) hanya
sinilah proses pencarian saluran menggunakan kerangka crossbar
yang memungkinkan sambungan tunggal. Sistem telepon Common
telepon dapat berlangsung dila- Control merupakan salah satu
kukan dengan cara men-ganalisis versi sistem komputer yang paling
nomor-nomor yang dimasukkan awal digunakan pada telepon.
dan menghitung pencarian ja- Common Control dapat mencari
ringan untuk disambungkan kepa- nomor-nomor telepon dan sentral
da pesawat telepon lawan. yang ada serta menghitung jalur
Sambungan untuk panggil-an primer (utama) atau alternatif
yang baru saja terjadi ke-mudian (pilihan lain) untuk sambungan
dibuat dalam matriks kerangka panggilan telepon.
crossbar (crossbar frame).

Gambar 10.7. Sistem penyaklaran crossbar

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 206


10.5. Fungsi-Fungsi dalam sambungan serta memberikan
Panggilan Telepon tanda-tanda berlangsungnya
suatu sambungan, seperti
Jaringan telepon dapat pada nada sambung, nada panggil,
dasarnya dapat diwujudkan dalam atau nada sibuk.
tiga fungsi pokok, yaitu :
2. Switching atau penyaklaran
1. Signaling atau pensinyalan Fungsi yang menyediakan
Fungsi ini menyediakan terjadinya sambungan antara
mekanisme atau cara-cara dua telepon dalam jangka
untuk memindahkan nomor- panggilan tertentu yang
nomor telepon melalui dilakukan.
jaringan untuk membentuk

Gambar 10.8. Pensinyalan telepon

Gambar 10.9. Penyaklaran pada sambungan telepon

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 207


3. Transmission / pemancaran dapat dikembangkan tanpa
Fungsi yang menunjukkan mengganggu sistem atau
terjadinya pemindahan atau peralatan yang lain. Dalam
pemancaran sinyal suara dari kenyataannya, perpindahan
suatu telepon terhadap jaringan telepon saat ini; yang
telepon yang lain sehingga membawa informasi panggilan
dapat dimengerti. suara dalam jaringan digital terus-
menerus dikembangkan.
Konsep pencarian fungsi
jaringan dalam bentuk lapis-lapis
fungsi merupakan suatu hal yang 10.6. Transmisi Digital pada
penting karena ini menunjukkan Telepon
adanya keterkaitan dengan
jaringan yang disebut jaringan Penggunaan sistem trans-
digital layanan terpadu. Dalam misi digital dimulai kurang lebih
bahasa Inggrisnya disingkat ISDN pada tahun 1963 di Amerika
(Integrated Service Digital Serikat ketika pabrikan telepon
Network). Dalam jaringan ISDN ini menginstal sistem yang disebut
masing-masing fungsi dipisahkan T1. Penggunaan sistem T1 ini
menjadi sistemnya sendiri-sendiri. untuk menggantikan sistem
Dengan membentuk lapis-lapis transmisi analog yang lama yang
jaringan, maka setiap bagian terhubung pada sentral telepon.

Gambar 10.10. Transmisi atau pemindahan sinyal

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 208


Gambar10.11. Sistem L-carrier antar sentral telepon

Pada gambar 10.11, dapat berbeda untuk setiap versi L-


dilihat bahwa sambungan antara Carrier.
sentral-sentral telepon didasarkan Dalam hal pemeliharaan atau
pada suatu sistem pembawa pengujian, sistem harus dalam
analog yang disebut "L-Carrier." kondisi off-line.
Dalam sistem ini beberapa kanal
suara digabungkan dalam satu Pekerjaan pertama yang
saluran (multipleks) menggunakan perlu dilakukan dalam sistem
teknik Frequency Division transmisi digital adalah mengganti
Multiplexing (FDM). sistem transmisi analog yang telah
digunakan pada sentral switching
L-Carrier memberikan satu telepon. Dalam hal sistem
metoda pada telepon untuk Multipleksing L-Carrier, maka perlu
menempatkan banyak sinyal pada penggantian dengan T1 Channel
satu kabel. Namun dengan cara ini Banks (untuk Amerika) atau E1
ditemukan kelemahan-kelemahan Channel Banks (untuk Europe).
sebagai berikut : Perhatikan gambar 10.12. Channel
Dengan menggunakan teknik bank dapat diartikan sebagai
transmisi analog, maka sistem tempat berkumpulnya susunan
ini sangat peka terhadap derau kanal atau jalur telepon
(noise) sehingga setiap ada
penguatan sinyal akan diikuti
menguatnya derau.
Sistem ini menggunakan kabel
koaksial yang tertentu yang

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 209


Gambar 10.12. T1/E1 Channel Bank pada kantor sentral

Saluran yang berasal dari menghilangkan beberapa kendala


sistem switching dibawa menuju yang ada pada L-Carrier, yakni
T1 Channel bank yang selanjutnya sebagai berikut :
diubah menjadi sinyal digital untuk
ditransmisikan. Dalam sistem T1, Sistem dapat menggunakan
kanal suara sebanyak 24 dibawa kawat tembaga biasa, tidak
oleh aliran data digital sebesar kabel koaksial yang khusus.
1.544 megabit per detik. Sistem transmisi digital dapat
Sementara itu, pada sistem E1 mengurangi pengaruh derau
kanal suara sebanyak 30 dibawa dalam transmisinya.
oleh aliran data digital sebesar Sistem dapat melakukan self-
2.048 megabit per detik. diagnostic (pengecekan sendiri)
Sebagaimana diketahui dan secara otomatis akan
bahwa transmisi digital dapat diarahkan ke back up.

Sistem T1 adalah:
Standar untuk sistem transmisi digital di Amerika Serikat dan
Kanada yang didasarkan pada standar ANSI T1. Standar ini
berasal dari turunan Standar Western Electric Company. T1
merupakan tingkat yang paling rendah dari transmisi yakni 1.544
megabit per detik. Sistem T1 membawa 24 kanal suara.

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 210


Sistem E1 adalah:
Standar untuk sistem transmisi digital di Eropa yang didasarkan
pada standar CEPT, kadangkala disebut Standar E. E1
merupakan tingkat yang paling rendah dari transmisi CEPT yakni
2.048 megabit per detik. Sistem E1 membawa 30 kanal suara,
satu kanal signaling dan satu kanal framing.

Dengan menerapkan telepon didasarkan pada teknik


transmisi digital diperoleh switching analog. Ini bearti bahwa
peningkatan kualitas terutama sinyal telepon harus diubah dari
untuk panggilan jarak jauh. bentuk analog ke bentuk digital
Dengan demikian secara lebih sehingga dapat melewati sistem
luas penerapan transmisi digital switching pada kantor sentral.
jelas lebih menguntungkan Perhatikan gambar 10.13.
dibandingkan dengan penapan Pengubahan dari satu bentuk
transmisi analog. Sebab dengan sinyal ke bentuk yang lain akan
transmisi digital akan dapat menyebabkan terjadinya kekeliru-
dihemat pembiayaan terutama an (error) dalam konversi digital.
yang menyangkut biaya Ini terkait dengan derau yang ikut
pemeliharaan. Hal ini dapat dihitung sebagai sinyal (quan-
dimungkinkan karena sistem dapat tisasi). Kuantisasi derau dibatasi
secara otomatis melakukan oleh jumlah sinyal yang dapat
pengecekan serta keandalannya didigitasi dan diubah kembali
yang cukup tinggi dengan dalam bentuk sinyal analog seperti
penerapan sinyal digital. semula.
Masalah pokok pada
sistem ini adalah bahwa saklar

Gambar 10.13. Pengubahan sinyal digital pada jaringan

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 211


10.7. Switching pada Jaringan sistem digital yang sama
Telepon sebagaimana pada sistem
transmisi T1 dan E1.
Langkah berikutnya yang
perlu diambil oleh pembuat
telepon adalah mengganti sistem
switching analog dengan sistem
switching digital. Dengan peru-
bahan ini, maka suara dapat
dibawa melalui jaringan dalam
bentuk digital sehingga me-
ngurangi pekerjaan pengubahan
sinyal pada bagian switching dan
titik transmisinya.
Masih dapat diingat kembali
ketika sistem switching mekanik
bekerja, suatu relai atau saklar
stepper digunakan untuk
menyambungkan secara fisik Gambar 10.14. Crossbar switch
melalui jaringan. Apa yang terjadi pada sentral telepon
? Tentu dalam hal ini dibutuhkan
suatu kawat yang menghubungkan Ini berarti bahwa saklar-
dari satu telepon ke telepon yang saklar sinyal dikelompokkan
lain. menjadi eki-valensi data delapan
Sistem Switching Digital bit untuk sampel satu suara yang
didasarkan pada penggunaan diambil.
matriks saklar elektronika. Saklar-
saklar ini biasanya menggunakan

Gambar 10.15. Crossbar switch memenuhi seluruh ruangan

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 212


Gambar 10.16 Seorang sedang memeriksa switching digital

Gambar 10.17. Matriks saklar

Pada gambar 10.17. dapat pencacah. Pencacah melakukan


dilihat matriks saklar digital yang fungsi pewaktuan (timing) untuk
mempunyai beberapa saluran slot waktu multiplek digital. Untuk
input dan output dan sebuah penyambungan, saluran input dan

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 213


output ditandai angka atau slot dan pada saat itu saluran input
waktu yang sama. Perhatikan dan output terhubung. Perhatikan
gambar 10.18. Dalam contoh ini gambar 10.19. Sementara waktu
diambil angka 5. dua saluran terhubung, delapan bit
Pencacah yang ada bekerja biner yang mewakili satu sinyal
untuk kemudian dari hasil sampel suara mengalir melalui
cacahannya mencapai angka (5), sambungan.

Gambar 10.18. Penandaan slot waktu

Gambar 10.19. Data mengalir melalui sambungan

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 214


Selanjutnya pencacah setiap detik untuk satu bit sampel
bekerja hingga mencapai angka 5, setiap saat. Dengan demikian
dan pada saat yang sama untuk delapan sampel suara akan
sambungan antara saluran input ada 64.000 bit setiap detik.
dan output akan terjadi. Hasilnya pada matriks harus
Sementara sambungan tetap menyediakan slot waktu untuk
berlangsung delapan bit digit delapan bit setiap 1/8000 detik.
biner atau satu sampel suara akan Untuk membentuk sistem
mengalir melalui matriks. Demikian switching yang lebih besar, maka
pencacah terus berjalan menuju yang dilakukan adalah membuat
angka 6, maka sambungan akan banyak matriks dalam susunan
terputus dan sambungan matriks seri dan paralel. Perhatikan
yang lain akan terjadi. Saat ini gambar 10.18. Pada gambar
kebanyakan switching telepon dapat dilihat saklar matriks saling
dibuat menggunakan teknik terhubung satu sama lain,
switcing yang sama untuk sinyal sehingga kelompok pertama
sampel dengan delapan bit biner. menyaklar digit pertama, kelompok
Teknik ini untuk menyaklar kedua menyaklar digit kedua,
sinyal suara dalam bentuk standar demikian seterusnya. Perlakuan
digital sebagaimana yang ada semacam ini mirip dengan cara-
pada sistem pembawa T1 dan E1. cara yang dilakukan pada saklar
Pada sistem pembawa ini, suara step (stepping switches).
biasanya disampling 8000 kali

Gambar 10.20. Switch crossbar elektromekanik yang paling awal

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 215


Gambar 10.21. Pengelompokkan matrik saklar menjadi sistem switching

10.8. Signaling pada Jaringan dan informasi tentang berlang-


Telepon sungnya suatu panggilan. Oleh
karena itu untuk signaling perlu
Dengan pengubahan sistem diperhatikan :
telepon untuk switching dan Nada-nada yang dapat menun-
transmisi dalam bentuk digital, jukkan kemajuan panggilan,
maka pada bagian yang lain perlu seperti nada panggil, nada
dilakukan pengubahan metoda sibuk, nada panggil dan
penyediaan jaringan signaling. sebagainya.
Signaling merupakan fungsi Pengalihan angka-angka yang
yang memberikan pengendalian didial melalui jaringan.

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 216


Kalau dilihat, pada sistem Pada sistem yang baru ini
jaringan model lama dengan signaling telepon dilakukan pada
switching mekanik, signaling kanal terpisah, karena itu
dilakukan pada saluran yang sama dikatakan sebagai signaling "out-
sebagaimana of-band". Berbeda dengan sig-
untuk sinyal suara. Dengan cara naling yang disebutkan diawal
ini pulsa atau nada panggilan akan yang dikatakan sebagai signaling
saling mengalir dalam arah yang in-band.
berlawanan dari pesawat lawan
atau sentral telepon ke pemanggil.
Dalam perkembangannya,
sekitar tahun 1970 perusahaan
telepon mulai memperkenalkan
pengguna-an sistem signaling
yang baru yang disebut "Common
Channel Inter-Office Signaling"
atau "Common Channel
Signaling".

Gambar 10.22. Proses signaling dalam saluran yang sama

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 217


Gambar 10.23. Signaling common channel atau out of band

Berikut ini dijelaskan proses 2. Setelah pemanggil memutar


atau langkah-langkah ber- nomor-nomor, dari pengendali
angsungnya panggilan dengan bersama (common control)
menggunakan Common Channel pada sentral telepon lokal akan
Signaling (CCS). dibangkitkan suatu pesan
ditujukan kepada nomor
1. Pada saat gagang telepon pesawat lawan. Pesan ini
diangkat (off-hook), maka akan mengalir melalui jaringan kanal
terdengar nada dial (panggil) signaling.
dari sistem switching lokal.

Gambar 10.24. Pemanggil mempersiapkan pemanggilan

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 218


3. Pada bagian akhir dari sentral memerin-tahkan saklar lokal
telepon saklar akan mengecek mem-berikan sinyal sibuk.
nomor pesawat lawan, setelah 6. Apabila pesawat telepon
itu memberikan nada dering. lawan menjawab, suatu pesan
4. Saklar pesawatlawan juga akan dikirim untuk mem-
mengembalikan pesan ke beritahukan pada jaringan.
saklar asal. 7. Pesan tersebut akan membe-
5. Pesan tersebut untuk mem- ritahukan bahwa semua saklar
beritahukan saklar asal agar pada jaringan akan tersam-
memberikan sinyal pengebelan bung ke sentral agar dapat
kepada pemanggil. Jika nomor melakukan pembicaraan.
yang dipanggil sedang sibuk, 8. Pembicaraan telepon ber-
maka saklar lawan akan langsung pada saluran sentral.
mengem-balikan pesan yang

Gambar 10.25. Pesawat telepon lawan berdering

Gambar 10.26. Panggilan telah tersambungkan melalui kantor telepon

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 219


CCS digunakan pada
jaringan komunikasi sebagai 10.9. Pengembangan Jaringan
bentuk protokol atas dasar
switching pesan. Hal ini adalah Pengembangan berikutnya
mirip dengan protokol yang yang dapat dilakukan terhadap
digunakan pada jaringan jaringan telepon di antaranya
komputer. Alasanannya adalah meliputi :
bahwa itu merupakan jaringan 1. Perusahaan telekomunikasi
pesan, saklar-saklar telepon tidak khususnya pada bidang tele-
hanya dapat mengirimkan sinyal pon dapat segera melakukan
progres panggilan, tetapi juga pengubahan sistem transmisi
dapat digunakan sebagai jaringan antar sentral telepon yang
pesan untuk pemeliharaan, semula berbasis analog seka-
pengecekan dan diagnostik ter- rang harus diubah dengan
hadap keberadaan saklar telepon. sistem pembawa digital.
Penggunaan CCS pada 2. Sistem switchng telepon yang
jaringan telepon telah mmberikan digunakan pada sambungan
suatu perubahan dalam hal : jarak jauh dan pada kantor
sentral yang paling akhir harus
Pembiayaan, seperti diketahui diubah dari sistem mekanik
bahwa jalur pada sentral telepon dan switching analog menjadi
tidak digunakan bila tidak ada bentuk switching elaktronik
panggilan yang tidak dijawab. Ini digital.
menunjukkan dapat dikuranginya 3. Pemisahan jaringan signaling
jaringan untuk mendukung dengan demikian dapat
layanan. Dengan demikian meningkatkan efisiensi
penghematan dapat dilakukan dan berlangsungnya sambungan
keuntungan dapat diperoleh. pembicaraan telepon.

Waktu Set Up Time, waktu rata- Kalau diperhatikan jaringan


rata saat akhir dari proses dialing telepon yang sekarang terjadi
(menekan nomor-nomor telepon) pemisahan fungsi signaling,
hingga membunyikan nada transmisi dan switching.
panggilan pada pesawat lawan Pemisahan ini tidak lagi menjadi
secara nyata berkurang. Jika persolan, karena jaringan dibentuk
dibandingkan dengan sistem dalam modul-modul, sehingga
signaling yang lama, panggilan setiap bagian dapat diperbaharui
dapat tersambung membutukan atau diperbaiki tanpa mengubah
waktu sepuluh hingga lima belas sistem peralatan atau sistemnya.
detik sebelum nada dering sampai
di pesawat lawan.

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 220


Gambar 10.27. Pengembangan jaringan telepon

Panggilan dan transmisi digit atau nomor-nomor telepon

1. Dari pelanggan ke kantor sentral


Waktu rata-rata yang diperlukan oleh pelanggan pada saat
melaku-kan panggilan dan signaling ke sentral lokal adalah
sebagai berikut:

a. Dengan sistem dial


- waktu reaksi pelanggan dan pemanggilan = 2 detik
- waktu dialiing 6 digit, satu digit butuh 1,5 detk: 6 x 1,5 = 9 detik
Jumlah = 11 detik

Dapat dilihat bahwa saat menggunakan sistem sial, diperlukan


waktu yang bervariasi dari 10-20 detik, bergantung kepada
jumlah digit.

b. Dengan sistem tombol (key set)


- waktu reaksi pelanggan dan pemanggilan = 2 detik
- waktu menekan 6 tombol, satu digit 0,7 detk: 6 x 0,7 = 4,2 detik
Jumlah = 6,2 detik

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 221


Variasi waktu saat menggunakan key set adalah 5-10 detik.
Semakin bagus pesawat telepon yang digunakan tentu akan
semakin pendek waktu yang diperlukan untuk akses ke pesawat
lawan.

2. Dari sentral ke sentral


Waktu yang diperlukan untuk panggilan dan signalling antar sentral
telepon dijaga sependek mungkin. Dengan menggunakan MFC
(Multi Frequency Code), kecepatan transmisi yang dapat dicapai
adalah 6-7 digit tiap detik. Dengan demikian dapat dibayangkan
betapa cepatnya penggunaan transmisi digital dibandingkan dengan
analog biasa.

10.10. Pengembangan Menuju Dalam kenyataannya ja-


Generasi Layanan ringan telepon berbentuk digital
Terpadu terus dikembangkan agar tidak
hanya sistem suara saja yang
Pengembangan berikutnya dapat ditransmisikan dengan
yang akan dihadapi oleh setiap baik. Gambar atau video dan
pelanggan telepon adalah data atau teks serta multimedia
pengubahan menuju transmisi harus bisa pula ditumpangkan
digital. Untuk itu maka dalam jaringan digital tersebut.
diperlukan pengubahan sistem Oleh karena itu perlu dilakukan
yang dapat bekerja pada keterpaduan pelayanan, hingga
lingkungan digital. Langkah akhirnya ditemukan suatu bentuk
pertama yang dilakuka adalah "Integrated Services Digital
menyiapkan perangkat dalam Network" atau "ISDN."
jaringan digital terpadu atau
integrated digita network (IDN).

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 222


10.11. Rangkuman

Dari uraian tersebut di atas maka dapat ambil inti pembahasan


pada bagian ini adalah sebagai berikut :

1. Komunikasi melalui telepon adalah komunikasi timbal balik, artinya


komunikasi yang berlangsung dalam dua arah tanpa harus
bergantian. Komunikasi yang demikian disebut sebagai sambungan
dupleks penuh (full duplex).
2. Uraian kerja terjadinya sambungan telepon dijelaskan sebagai
berikut:
Gagang telepon diangkat oleh orang yang akan menelpon.
Gagang telepon yang diangkat ini disebut off-hook. Gagang
telepon yang masih terpasang pada tempatnya disebut on-hook.
Penyebutan off dan on ini terkait dengan putus dan sambungnya
saklar pada telepon.
Pengangkatan gagang telepon mengakibatkan pencari saluran
(line finder) pada sentral tersambung kepada pesawat telepon
yang sedang off-hook.
Setiap pemutaran angka atau penekanan tombol angka pada
telepon mengakibatkan stepper switches mencari nomor yang
dimaksud. Saklar ini terus memegang angka yang diputar atau
ditekan tadi.
Proses stepper switches tersebut akan melakukan hal yang sama
hingga seluruh nomor habis diputar atau ditekan.

10.12. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar.

1. Ada berapa macam cara penyambungan (switching) pada sistem


telepon ? Coba sebutkan !
2. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan switching
mekanik ?
3. Apa alasan digunakannya saklar crossbar pada penyambungan
sistem telepon ?
4. Apakah keunggulan yang anda ketahui dengan pemilihan saklar
crossbar ?
5. Jelaskan singkat saja tentang common channel signaling ?
6. Pada sistem telepon dikenal putar dial dan tekan tombol,
jelaskan perbedaan dari efisiensi waktunya ?

Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 223


Bagian 10 : Sambungan komunikasi telepon 224
BAGIAN 11
KOMUNIKASI BERGERAK

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


5. Memahami maksud dan tujuan sistem komunikasi bergerak
6. Memahami frekuensi yang digunakan dalam sistem komunikasi
bergerak
7. Menjelaskan evolusi pada sistem komunikasi bergerak
8. Menjelaskan sistem modulasi yang digunakan pada sistem
komunikasi bergerak.

Yang dimaksud dengan kan dengan penggunaan saklar


komunikasi nirkabel adalah sistem atau tombol yang harus ditekan
komunikasi yang dilakukan tanpa untuk bicara, dan harus dile-
mengunakan media kabel antara paskan ketika mendengarkan
pesawat pengirim dan pesawat (push to talk, release to listen).
penerimanya. Dengan definsi Untuk telepon nirkabel dua arah
semacam ini jelas bahwa jenis tanpa bergantian atau full duplex
komunikasinya memilikii beberpa yang sudah sangat lazim dewasa
variasi seperti: radio panggil ini adalah telepon seluler atau
(pager) walkie talky, handy talky ponsel (handphone). Komunikasi
maupun telepon seluler Sistem dua arah tanpa perlu bergantian
komunikasinya dapat dikelom- bisa diwujudkan karena pe-
pokkan menjadi satu arah ngirimannya atau transmisinya
(simplex), dua arah bergantian menggunakan kanal atau saluran
(half-duplex) dan dua arah dalam yang berlainan atau sendiri-sendiri
waktu yang bersamaan (full- ketika menerima suara (kanal
duplex). Contoh komunikasi satu dengar) dan ketika mengirim
arah adalah sistem radio panggil suara (kanal bicara) Kanal trans-
(pager) yang hanya bersifat misi yang digunakan itu dapat
menerima pesan, sedangkan dua terpisah dalam jarak tertentu baik
arah bergantian adalah walky secara frekuensi (disebut
talky dan handy talky yang ciri- pembagian alokasi frekuensi),
cirinya pengoperasiannya dilaku- atau pun dalam kawasan waktu

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 225


(disebut pembagian alokasi 11.1. Frekuensi Radio Panggil
waktu).
Pembagian kanal dalam Agar tidak terjadi tabrakan
kawasan waktu masih tetap dapat frekuensi antara berbagai jenis
dimungkinkan selama laju data di komunikasi sehingga terjadi saling
dalam pengirimannya masih lebih ganggu (jamming atau penum-
cepat jika dibandingkan dengan pukan), maka perlu dilakukan
laju data yang digunakan oleh pembagian alokasi frekuensi.
para penggunanya. Dengan Untuk radio panggil, frekuensi
demikian, walaupun kirim dan yang digunakan bergantung pada
terima dilakukan pada saat yang berbagai faktor seperti protokol
berbeda, pengguna komunikasi radio panggil yang digunakan,
jenis ini tidak akan merasakan pabrik pembuat radio panggil dan
adanya perbedaan tersebut, model atau jenisnya, wilayah
komunikasinya masih dirasakan layanannya, dan alokasi frekuensi
bersifat serentak antara ketika yang ditentukan oleh setiap
bicara dan ketika mendengarkan. negara. Gambar 10.1. di bawah
Ini tidak lain karena pemanfaatan ini menyatakan alokasi frekuensi
teknik digital yang menakjubkan. yang digunakan oleh sistem
komunikasi radio panggil

Gambar 11.1. Alokasi frekuensi pada komunikasi radio panggil

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 226


11.2. Sistem Telepon Nirkabel induknya dalam jarak beberapa
untuk Rumah puluh meter saja. karena pada
awalnya dimak-sudkan hanya
Telepon tanpa kabel sebagai ekstensi bagi sebuah
(cordless telephone) yang banyak pesawat pengirim dan penerima
digunakan di rumah merupakan (transceiver), yang dihubungkan
komunikasi jenis full-duplex. ke jalur kawat pelanggan telepon
Untuk menghubungkan pesawat dari sebuah PSTN yang umumnya
genggamnya dengan pesawat di pakai dalam lingkungan rumah
induknya, saluran transmisinya tangga.
melalui udara, dengan modulasi Untuk menambah jangka-
sinyal secara FM. Sementara itu uannya, pesawat induk generasi
pesawat induknya dihubungkan kedua sudah dapat mencakup
ke jalur telepon kabel dengan wilayah sampai beberapa ratus
nomor telepon yang telah dite- meter. Dengan demikian, telepon
tapkan oleh perusahaan layanan nirkabel generasi kedua ini sudah
telepon untuk masyarakat umum memungkinkan para pelang-
atau yang dikenal dengan Public gannya menggunakan pesawat
Switched Telephone Network genggam di luar rumah, di wilayah
(PSTN) yang di Indonesia padat di kota-kota seperti Jakarta,
sekarang ini adalah PT TELKOM. Surabaya, Medan dan seba-
Telepon nirkabel generasi gainya. Telepon nirkabel modern
pertama yang dibuat tahun 80an, ada yang sudah dilengkapi
pesawat genggamnya hanya dengan fasilitas penerima pesan
mampu bekerja dengan pesawat panggil (pager).

Gambar 11.2. Hubungan antar telepon nirkabel dengan PSTN

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 227


Dengan fasilitas ini biasanya dapat juga berupa tanda angka
para pelanggannya mula-mula yang sama.
menerima pesan panggil,
Pemancar di setiap sel di-
kemudian menjawab pesan itu
sebut stasiun induk (Base
melalui telepon nirkabelnya.
Station), yang sering disingkat
dengan BTS (Base Transceiver
11.3. Sistem Komunikasi
Station) atau RBS (Radio Base
Bergerak Seluler
Station). Pesawat teleponnya
yang dapat ditaruh di saku
sehinga dapat dibawa ke mana-
11.3.1. Konsep Sistem
mana disebut pesawat bergerak
Komunikasi Seluler
mobile station yang disingkat
MS, atau mobile phone, yang
Konsep seluler mulai muncul
istilah populernya di media massa
di akhir tahun 1940-an yang
disebut handphone dengan
digagas oleh perusahaan Bell
singkatan populer HP, Istilah
Telephone di Amerika, yang
lazim untuk di Indonesia adalah
sebelumnya menggunakan pe-
ponsel, singkatan dari telepon
mancar berdaya pancar besar dan
seluler.
ditempatkan di daerah yang tinggi
dengan antena yang menjulang.
diubah menjadi pemancar
berdaya kecil. Setiap pemancar ini 11.3.2. Tahap Perkembangan
dirancang hanya untuk melayani Generasi Telepon
daerah (disebut wilayah cakupan) Seluler
yang kecil saja, sehingga disebut
sel. Dari sini , sistem komunikasi-
nya lalu disebut dengan sistem Sistem seluler generasi
komunikasi seluler (cellular). pertama masih memakai
teknologi analog. Sistem yang
Dalam sistem seluler
dikembangkan di Eropa dan
prinsipnya, kanal-kanal -yang
Jepang bersamaan waktunya
berupa frekuensi- yang sama
dengan yang di Amerika, yakni
dapat digunakan secara berulang-
Advance Mobile Phone Sistem
ulang di sel-sel tertentu pada
(AMPS). Di Inggris dikembangkan
jarak antar sel tertentu pula,
Total Access Communication
melaui pertimbangan yang
Sistem (TACS), di Skandinavia:
matang sehingga pengaruh inter-
Nordic Mobile Telephone Sistem,
ferensinya (saling ganggu ber-
(NMT) di Jepang: Nippon
tumpang tindih) dapat diabaikan.
Advanced Mobile Telephone
Penggunaan frekuensi yang sifat-
Service (NAMTS). Jerman Barat
nya berulang ini dalam sistem
(negara Jerman waktu itu masih
seluler dinyatakan dengan sel
terbagi menjadi dua; Jerman
berbentuk heksagonal yang
Barat dan Jerman Timur) me-
mempunyai tanda huruf atau
ngembangkan NETZ-C (C-450).

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 228


Kemampuan standar yang lebih besar serta tingkat
masing-masing sistem tersebut di kesesuaian (kompatibiltas ) antar
atas relatif sama tetapi spesifikasi beberapa negara.
operasionalnya secara teknik
Sistem seluler generasi
tidak mendunia, karena sistem
kedua yang menggunakan teknik
dipilih dan dikembangkan di
digital secara global ada empat
masing-masing negara untuk
macam, yakni
memenuhi kebutuhan mereka
sendiri, termasuk pilihan fre- 1. di Eropa, yang juga digunakan
kuensinya yang ditentukan oleh secara internasional; Groupe
pita frekuensi radio yang tersedia Speciale Mobile (GSM) yang
di setiap negara secara sendiri- yang kini lebih dikenal dengan
sendiri. Global Sistem for Mobile;
2. di Amerika Utara; North
Walaupun konsep peng-
American Digital Cellular
gunaan sel dalam komunikasi
(NADC) yang dikenal dengan
seluler secara teori memberikan
IS-54.
kapasitas layanan komunikasi
3. di Jepang; Japanese Digital
yang tidak terbatas melalui
Cellular (JDC).
pemecahan sel jika komunikasi di
GSM yang kita kenal
suatu wilayah sudah padat, di
sekarang ini melalui nama
dalam prakteknya, para operator
layanan komunikasi di Indonesia
tetap menghadapi kesulitan sejak
seperti TELKOMSEL dengan
dimulainya penggunaan radio
kartu simpati-nya, dan PT
seluler tahun 1990-an. Logikanya
INDOSAT dengan mentari-nya,
jika komunikasi semakin padat
dan PT EXELCOMINDO dengan
maka harus dibuat sel-sel baru
Pro-XL-nya merupakan sistem
yang ukurannya semakin lama
komunikasi seluler standar
menjadi makin kecil. Akan terjadi
generasi kedua, .yang bertujuan
ganguan interferensi biaya nya
untuk mengatasi masalah sistem
mahal untuk mendirikan BTS di
yang operasionalnya secara
lokasi padat dengan posisi fisik
teknis tidak bersesuaian, yang
yang terbaik.
terjadi pada pada sistem seluler
Selain alasan ini, di Eropa generasi pertama di Eropa, yang
misalnya, dengan banyak negara berlaku Eropa dalam pita 900 Mhz
dan penduduknya sering . di Eropa, GSM pertama kali
bepergian melintas antar negara, diperkenalkan di benua Eropa
tidak akan memungkinkan bagi tahun 1991. Menjelang akhir
mereka menggunakan telepon tahun 1993, beberapa negara
seluler yang sama di negara non-Eropa seperti di Amerika
tetangga yang dilintasi atau Selatan, Asia dan Australia
dikunjunginya. Dari keterbatasn ternyata mengacu ke teknik yang
inilah yang memunculkan digunakan GSM, yakni DCS
komunikasi seluler generasi 1800, yang menangani layanan
kedua, dengan kapasitas layanan komunikasi personal, yang

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 229


disebut Personal Communication bangkan peralatan GSM maupun
Services (PCS) di pita 1,8 GHz menyebarkan layanan sistemnya.
sampai 2,0 GHz. Nota kesepakatan ini merupakan
perjanjian internasional yang
Kemampuan GSM dibanding
memungkinkan terciptanya pem-
sistem yang sudah lebih dulu ada
bagian algoritma kriptografi dan
adalah penggunaan modul
informasi yang menjadi haknya
identitas pelanggan yang disebut
antara negara-negara, dengan
Subscriber Identity Module (SIM-
para operatornya.
card), yang merupakan peranti
Setiap ponsel GSM kan
memori yang menyimpan infor-
diberi nomor identitas khusus
masi seperti nomor identifikasi
yang disebut dengan singkatan
(telepon) pelanggan, jaringan dan
IMEI (International Mobile
negara-negara tempat pelanggan
Equipment Identity) berupa
berhak dilayani, kunci-kunci
deretan angka sepanjang 15
pribadi, dan informasi khusus bagi
digit, atau IMEISV (International
pengguna. SIM yang merupakan
Mobile Equipment Identity and
kartu cerdas berukura sekitar 2 x
Software Version Number) 16
3 cm ini dimasukkan ke dalam
digit. IMEI maupun IMEISV
setiap telepon GSM yang dapat
memiliki sebuah struktur yang
dilepas dan dibawa kemana-
mencakup sandi persetujuan
mana. Setiap ponsel GSM merek
tipenya yang disingkat dengan
apapun tidak dapat dioperasikan
TAC (type approval code) dan
tanpa SIM yang dimasukkan ke
kode perakitan finalnya yang
dalamnya.
disebut FAC (final assembly code)
Kemampuan kedua GSM
yang mengherankan adalah
keraha-siaan di udara yang
11.3.3. Sel-Sel Menggunakan
disediakan oleh sistem. Tidak
Kanal Frekuensi
seperti telepon seluler analog
Berulang
yang bersifat FM, yang dapat
disadap,orang tidak bisa
Karena Sistem radio
menyadap atau turut mendengar-
seluler menerapkan sistem sel
kan transmisi radio GSM.
yang memiliki cakupan wilayah
Kerahasiaan ini dibentuk oleh
layanan yang tidak begitu luas,
teknik yang dienkripsi digital
maka kanal-kanal frekuensi
(diacak dengan kode tertentu) di
transmsinya dapat digunakan
pemancar GSM, sesuai dengan
berulang-ulang pada jarak antar
kunci kriptografi tertentu yang
sel tertentu. Jarak antar sel ini
hanya diketahui oleh operator.
mempertimbangakan batas mini-
Kunci ini dapat diubah-ubah untuk
mum yang diperhitungkan tidak
setiap pengguna. Setiap operator
mungkin akan terjadi antara kanal
dan pabrik pembuat GSM harus
yang berfrekuensi sama. Setiap
menandatangani nota kese-
BTS sebagai pusat dari sebuah
pahaman (memorandum of
sel akan diberi alokasi seke-
understanding) sebelum mengem-
lompok kanal radio

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 230


BTS di sel-sel yang berbatasan gambar 11.3. mengilustrasikan
dengannya akan memperoleh peta perulangan frekuensi, yang
seke-lompok kanal atau frekuensi ditandai dengan pemberian label
lain yang sama sekali berbeda atau penomoran sel-sel dengan
dengan sel-sel yang mengitarinya. label atau nomor sama.
Jatah frekuesi keseluruhan yang Bentuk heksagonal seperti
diberikan oleh pemerintah kepada yang diilustrasikan pada Gambar
sistem (operator) akan dihabiskan 11.3 di bawah untuk menggam-
dengan cara dibagi-bagi dalam barkan sebuah sel merupakan
sekelompok sel yang disebut bentuk penyederhanaan model
cluster. Pada cluster yang saling cakupan radio dari sebuah BTS,
bertetangga ini, sel yang memiliki yang telah umum digunakan untuk
frekuensi kanal yang sama mempermudah analisis secara
disebut co-channel cell. matematik pada sistem seluler.
Persamaan matematika
Analisis tentang peran-
untuk jatah kanal radio yang
cangan, pemilihan dan alokasi
diberikan kepada operator tele-
kelompok-kelompok kanal bagi
komunikasi dinyatakan dengan :
semua BTS yang akan dibangun
oleh operator telekomu-nikasi S = kN
disebut penggunaan ulang
frekuensi atau disingkat dengan
perulangan frekuensi saja. Pada

Gambar 11. 3. Peta perulangan frekuensi menggunakan kode berurut

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 231


Persamaan tersebut menya- rentang pemisahan frekuensi
takan bahwa jatah frekuensi yang antara kanal tuju dan kanal balik
diberikan kepada operator adalah memiliki nilai yang tetap di dalam
jatah kanal frekuensi yang ada di keseluruhan sistemnya, tidak
setiap sel, dikalikan dengan bergantung pada nomor-nomor
jumlah sel dalam satu kelompok, kanal yang digunakan.
ini diasumsikan bahwa setiap sel
memiliki jumlah kanal yang sama. Cara lain untuk mencipta-
Dengan demikian, sekelompok sel kan penduplekan adalah dalam
(nomor sel 1 sampai dengan 7) kawasan waktu, yang disebut
yang yang disebut cluster inilah penduplekan divisi waktu atau
yang secara kolektif meng- disingkat dengan TDD.
gunakan jatah frekuensi kese- Komunikasi dikirim pada waktu
luruhan yang dimiliki oleh yang berbeda, tetapi pada
operator. Dalam penggunaan frekuensi yang sama. Jika waktu
ulang frekuensi, sel yang nomor- pemisahan antara kanal tuju dan
nya sama memiliki kanal frekuensi kanal balik yang menggunakan
yang sama. Inilah yang disebut frekuensi yang sama ini bernilai
penggunaan ulang frekuensi. cukup kecil yang disebut dengan
-slot waktu-, maka pengiriman
dan penerimaan percakapanyang
11.3.4. Penduplekan dalam sudah berupa data digital yang
Kawasan Waktu dan berbentuk bit-bit, akan terdengar
Frekuensi serentak dalam waktu yang
bersamaan oleh para pengguna-
Agar dapat dilakukan nya, perbedaannya tidak terasa.
komunikasi secara duleks penuh,
yakni berbicara dan mendengar 11.3.5. Perkembangan Sistem
secara serentak, dibutuhkan dua Komunikasi Bergerak
saluran atau kanal sekaligus
yang disebut penduplekan Perkembangan teknologi
Penduplekan dengan cara meng- elek-tronika dalam perangkat
gunakan frekuensi yang berbeda keras yang semakin lama menjadi
antara kanal terima dan kanal semakin kecil bentuknya dan
kirim disebut penduplekan divisi semakin canggih bekerjanya
frekuensi atau FDD. Di sini, untuk mendorong perkembangan yang
setiap pengguna disediakan dua pesat pula dalam sistem
pita frekuensi untuk kanal komunikasi bergerak. Dorongan
komunikasinya. Pita tuju (kanal perkembangan komunikasi ber-
kirim) digunakan sebagai kanal gerak juga terkait dengan faktor-
penghubung dari BTS ke faktor seperti : adanya tuntutan
pesawat komunikasi, pita balik dari segi kemudahan berkomuni-
(kanal terima) digunakan sebagai kasi dan kapasitas sistem, tek-
kanal penghubung dari pesawat nologi yang lebih murah, ukuran
komunikasi ke BTS.. Jarak

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 232


fisik sistem dan piranti yang lebih kecil dengan peningkatan
kemampuan komunikasi yang memungkinkan antarmuka data
sedapat mungkin mendekati antara BTS dengan MSC
kemampuan komunikasi yang distandardisasikan sehingga para
menggunakan transmisi kabel, operator dapat menggunakan
yang berdimensi multimedia peralatan MSC maupun BSC
(suara, data, grafik dan gambar). yang berasal dari pabrik pembuat
Evolusi komunikasi nirkabel yang berbeda-beda, sehingga ada
bergerak tampaknya sudah akan pasar bebas untuk bersaing bagi
mulai masuk ke generasi industroi pembuat perangkat
keempat. Pada sistem seluler telekomunikasi bergerak..
generasi pertama, transmisi data Jika pada sistem komunikasi
percakapan analog antara BTS generasi pertama yang terutama
ataubstasiun induk di setiap sel dirancang untuk percakapan,
dengan pengguna ponselnya jaringan-jaringan nirkabel gene-
memiliki laju rendah, dan tidak rasi kedua secara khusus sudah
efisien. Tetapi , penyalurannya dirancang untuk dapat pula
dari BTS ke MSC, (mobile melakukan fungsi radio panggil,
switching center) atau Sentral layanan data lainnya seperti
Telepon. Sinyal-sinyal percakapan faksimil, dan pesan singkat (SMS)
biasanya di-digitalkan meng- Sistem komunikasi bergerak
gunakan format pemulti-plekan generasi ketiga menggunakan
divisi waktu (TDM) yang sudah jaringan digital layanan terpadu
distandarkan, dan selalu ber- berpita lebar (B-ISDN) untuk
bentuk digital dalam penyaluran mengakses jaringan-jaringan
selanjutnya dari MSC ke PSTN. informasi, seperti: internet dan
basis data publik maupun data
Sistem nirkabel pada tahap
pribadi Munculnya berbagai istilah
generasi kedua sudah menerap-
seperti Personal Communication
kan modulasi digital dengan
Sistem (PCS) dan Personal
kemampuan pemrosesan pang-
Communication Network (PCN)
gilan yang telah dikembangkan
menandai munculnya sistem
lagi. Contohnya adalah sistem
generasi ketiga bagi perangkat-
GSM, sistem standar digital
perangkat genggam (ponsel)-nya.
TDMA dan CDMA Amerika
Nama lain dari PCS ini termasuk
Serikat, atau sesuai dengan nama
Future Public Land Mobile
yang diberikan oleh Asosiasi
Telecommunication Sistems
Industri Telekomunikasi Amerika,
(FPLMTS) untuk penggunaan di
yakni IS-54, dan IS-95, sistem
seluruh dunia, yang juga dikenal
CT2 untuk Inggris, Personal
dengan nama International Mobile
Access Communication Sistem
Telecommunication 2000 (IMT
(PACS) dan DECT yang
2000), dan Universal Mobile
merupakan standar Eropa untuk
Telecommunication Sistem
telepon nirkabel maupun
(UMTS). IMT 2000 adalah
perkantoran. Sistem arsitektur
generasi ketiga yang ditetapkan
pada generasi kedua ini telah
oleh ITU (International Tele-

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 233


comunication Union) atau Perseri- masih mengambil beberapa
katan Telekomunkasi Dunia. teknologi yang belum matang
Generasi ketiga mulai benar, karena masih dikem-
dipersiapkan sejak tahun 1992 bangkan. Kunci di antaranya ada-
ketika ITU menetapkannya lah antena BTS yang memilki
dengan nama IMT-2000. Angka karakter dandanan (array) adap-
2000 memiliki tiga arti, yakni tif. Antena yang adaptif ini mampu
menyatakan tahun ketika menyediakan penguatan yang
layanannya mulai tersedia di tinggi sehingga dapat meng-
lapangan, rentang frekuensi optimalkan ukuran ponselnya dan
dalam MHz yang akan digunakan, konsumsi dayanya, serta akan
dan laju data dalam satuan kbps. memperkecil kemungkinan terjadi-
Dalam perkembanganya, meng- nya interferensi dari perangkat-
injak tahun 2002, Amerika di perangkat atau terminal-terminal
bagian utara telah meng-gunakan lain dalam wilayah sel yang sama.
frekuensi yang direkomendasikan Dalam hal kemampuan
bagi IMT 2000 untuk layanan lain, layanannya, ia dapat menye-
dan kecepatan tinggi hanya dapat diakan layanan sistem video yang
disediakan melalui sel-sel yang bergerak secara penuh yang
sangat kecil yang disebut dengan dapat dipasang pada kacamata.
sel piko yang berada di dalam NT DoCoMo, peratr layanan
ruangan maupun di dalam komunikasi yang beroperasi di
bangunan. Dengan begitu Walau- Jepang mengemukakan bahwa
pun ITU telah mendeskripsikan kemampuan komunikasinya
IMT 2000 sebagai sebuah standar begitu luas dan bervariasi ,yang
tunggal yang bersifat mendunia, dapat disingkat dengan kata
tetapi penentu kebijakan bidang MAGIC, yang merupakan
telekomunikasi di beberapa akronim dari rentetan kata yang
negara, pabrik-pabrik pembuat panjang, yakni: Mobile Multimedia
peralatan dan para operator tidak solution available Anytime,
dapat mencapai kesepakatan. Anywhere to Anyone, but which
Akibatnya IMT-2000 memiliki tiga has Global Mobility support, and
mode operasi,yakni code division Integrated wireless solution and
multiple accesss atau CDMA , Customized personal service.
wide code division multiple Kegiatan komunikasi yang dilaku-
accesss atau disingkat WCDMA kan di dalam kendaraan yang
dan time division multiple access bergerak dalam kecepatan tinggi
atau TDMA, yang tidak menjamin memungkinkan sistemnya dapat
telepon dari satu mode akan bekerja dalam kecepatan sampai
dapat dioperasikan pada mode- 2 Mbps.,untuk pengguna yang
mode lainnya. Di Eropa generasi berkomunikasi sambil berjalan
ketiga diberi nama UMTS kaki atau yang berada di rumah,
(Universal Mobile Tele- kecepatannya bisa mencapai 20
communication Sistem) Mbps.
Teknologi sistem komunasi
nirkabel generasi keempat (G4)

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 234


11.3.6. Sistem GSM seluler sebelum GSM tercipta,
seperti pada AMPS misalnya,
Dalam sistem GSM, ponsel pindah kanal (pindah sel atau
pengguna berkomunikasi dengan pindah BTS) yang istilahnya
telepon lainya melalui subsistem disebut hand-off langsung
yang disebut BSS (Base Station ditangani oleh MSC (sentral
Subsystem) . BSS ini merupakan telepon), sehingga MSC memiliki
pengatur jalur transmisi radio pekerjaan terlalu berat. Dari
antara ponsel dengan sentral penjelasan ini diagram blok
telepon GSM yang disebut MSC system GSM dapat diilustrasikan
(Mobile Station Center). BSS seperti Gambar 11.4.
mencakup BTS (Base Transceiver
Apabila subsistem BSS
Station) dan BSC (Base Station
menangani komunikasi jalur radio
Controler) . BSC merupakan
(komunikasi melalui udaraa0
pembantu MSC yang menangani
antara ponsel dengan sentral
ponsel yang akan berpindah kanal
teleponnya yang disebut dengan
dari BTS satu ke BTS lainnya
MSC, maka hubungan selanjutnya
ketika ponsel tersebut bergerak
antara MSC dengan sentral
keluar dari batas jangkauan sel
telepon kabel (misalnya PT
BTS satu ke batas jangkauan sel
TELKOM) atau pun MSC lainnya,
milik BTS lainnya, yakni pindah
baik MSC milik perator yang sama
sel atau pindah kanal frekuensi.
atau milik operator lainnya
Istilahnya disebut hand-over
(misalnya dari MSC milik PT
(pindah penanganan). Dengan
INDOSAT ke MSC milik PT
demikian BSC ini mengendalikan
TELKOMSEL atau PT EXELCO-
beberapa BTS. Ada BTS yang
MINDO, ditangani oleh subsitem
memiliki lokasi fisik yang sama
yang disebut dengan Network
dengan BSC, ada pula BTS yang
Switching Subsystem (NSS).
terpisah jauh dengan BSC-nya.
Perlu diketahui bahwa sistem

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 235


Gambar 11.4. Diagram blok arsitektur GSM

Selain menangani penya- HLR merupakan basis data


kelaran percakapan antara sistem di MSC yang menyimpan
GSM dan jaringan luar lainnya, informasi pelanggan dan informasi
NSS juga menangani BSC dalam setiap pengguna yang berlokasi
subsistem radio, dalam hal tang- dan terdaftar dalam sistem GSM
gung jawabnya untuk meng-atur di kota tempat MSC tersebut
dan menyediakan akses keluar berada. Setiap pelanggan sistem
bagi beberapa basis data GSM memang memiliki sauatu
pelanggan. Jelasnya, MSC me- identitas yang disebut Inter-
rupakan bagian inti di dalam national Mobile Subscriber Identity
NSS, yang mengendalikan lalu atau disingkat dengan IMSI.
lintas komunikasi di antara semua Identitas berbentuk angka-angka
BSC. Ada tiga basis data yang ini digunakan untuk meng-
yang dimiliki NSS, yakni Home identifikasi tempat atau lokasi
Location Register (HLR), Visitor pengguna terdaftar di suatu
Location Register (VLR), dan MSC, misalnya Yogya-karta,
Authentication Center (AUC). Jakarta, Semarang atau kota
lainnya.

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 236


Sementara itu, basis data menangani otentikasi (identitas)
lainnya yang bernama VLR dan kunci-kunci enkripsi (peng-
merupakan basis data yang acakan bit-bit komunikasi untuk
berfungsi menyimpan informasi menghindari penyadapan telepon)
pelanggan yang sifatnya semen- bagi setiap pelang-gannya, baik
tara, dan IMSI setiap pelanggan di HLR maupun VLR. AUC
yang menjelajah dan mengunjungi memiliki berisi sebuah register
wilayah sebuah MSC, yang bukan yang disebut Equipment Identity
MSC tempat ia didaftar pertama Register (EIR) yang meng-
kalinya oleh operator. Contoh pe- identifikasi telepon-telepon geng-
langgan yang tedaftar di MSC di gam yang telah dicuri orang
Jakarta sebagai lokasi rumahnya (berdasar laporan pelangan ke
(home location) ketika bepergian operator teleponnya), maupun
ke Yogyakarta, maka MSC di diubah dengan tidak sah, yang
Yogyakarta akan ber-posisi mengirimkan data identitas yang
sebagai MSC yang di-kunjungi, tidak sesuai dengan informasi
atau dengan kata lain, pelanggan yang telah disimpan dalam HLR
tersebut merupakan pendatang maupun VLR. Dengan cara ini,
bagi MSC di Yogyakarta. maka permintaan komunikasi oleh
sebuah ponsel dapat saja dilayani
VLR ini dihubungkan dengan
atau tidak dilayani oleh operator
beberapa MSC dalam cakupan
karena masuk dalam daftar hitam
wilayah geografi layanan yang
di sistemnya.
dimiliki oleh operator GSM yang
bersangkutan. Ketika seorang Subsistem GSM yang ketiga
pelanggan yang menjelajah atau disebut: Operation Support
bepergian ini tercatat di MSC Subsystem (OSS), sesuai dengan
yang dikunjunginya, maka MSC namanya, yakni system operasi
tersebut akan mengirim informasi pendukung layanan. Setiap OSS
yang diperlukan ke HLR pe- menangani satu atau beberapa
langgan yang sedang me- pemeliharaan operasi atau
ngunjunginya. Dampaknya adalah Operation Maintenance Center
setiap percakapan ke ponsel (OMC) yang digunakan untuk
yang sedang menjelajah dapat memantau dan memelihara
dirutekan secara tepat melalui kinerja setiap ponsel (MS), BS,
PSTN, oleh HLR pesawat BSC dan MSC . fungsi OMC ini di
tersebut, sehingga perhitungan antaranya adalah untuk :
tarif teleponnya dapat dise-
Menangani kerja /memelihara
suaikan. Semakin jauh me-
perangkat keras
ninggalkan rumahnya,semakin
telekomunikasi dan operasi
tinggi tarif percakapannya, kecuali
jaringan;
operator memprogram lain.
Mengatur semua prosedur
Basis data yang ketiga penghitungan biaya
dinamai AuC, yakni basis data telekomunikasi (billing system);
yang benar-benar dilindungi oleh Mengatur semua ponsel yang
operator, karena ia dipakai untuk berada dalam sistem.

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 237


Dalam setiap sistem GSM, Adanya standar ini akan
OMC-lah memiliki kewenangan memper-mudah perancangan
untuk mengatur berbagai para- yang produk barangnya dapat
meter BTS dan prosedur penghi- bersaing secara bebeas di pasar.
tungan biaya percakapannya, juga dan terjadinya ketidaksesuaian
memberikan kemampuan kepada kerja produk dari berbagai pabrik
operatornya untuk menentukan pembuat pun dapat dihindari.
kinerja dan kemampuan setiap Sekarang ini, sebagian produk
ponsel milik para pelanggan atau nirkabel yang berwilayah lokal
penggunanya. beroperasi pada pita frekuensi
tanpa lisensi 2,4 GHz, yang
memiliki keterbatasan, yakni lebar
11.4. Komunikasi Data pitanya hanya 80 MHz, dan
Nirkabel anjurkan untuk menggunakan
teknologi spektrum tersebar, serta
piranti pengguna LAN nirkabel
Kebutuhan komunikasi data harus tidak menginterferensi
nirkabel didorong oleh masalah berbagai sistem milik para
yang berkaitan dengan keprak- pemegang ijin frekuensi.
tisan, karena keruwetan peng- Adanya keterbatasan pada
gunaan kabel dapat dihin-dari. frekuensi 2,4 GHz ini
Komputer (desktop maupun menyebabkan badan pemberi
laptop) dapat dihubung ke printer lisensi frekuensi di beberapa
maupun jaringan local yang negara tertentu kemudian meng-
dikenal dengan LAN tanpa alokasikan spektrum frekuensi
menggunakan kabel. Para pe- pada pita yang lebih tinggi lagi,
ngguna komputer dapat terhu- yakni 5 GHz. Berbagai nama
bung ke LAN dengan mudah layanan komunikasi da nirkabelini
melalui media frekuensi radio (RF) misalnya adalah: IEEE 802.11,
ataupun sinar merah infra (IR). IEEE 802.11a, IEEE 80211b,
HiperLAN1, Bluetooth dan masih
Sejak tahun 1991, standar banyak lagi.
komunikasi LAN nirkabel dibahas
oleh komite Institusi perekayasa
elektro dan elektronika, yang
bernama Institute of Electrical
and Electronic Engineers (IEEE),
yang dikenal dengan IEEE
802.11. Hal-hal yang distandarkan
mencakup karakteristik jangkau-
an, persyaratan throughput, pro-
sedur dan media transmisinya.

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 238


Gambar 11.5. Sistem nirkabel pita lebar (broadband)

Gambar 11.6. Kompleksitas hubungan suara dan data nirkabel

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 239


11.5. Teknologi Menuju 3G lurkan kemampuan kapabilitas
kecepatan data yang lebih tinggi
Apa itu 3G? Untuk terhadap piranti komunikasi
menjawab itu kita ingat yang bergerak pada luasan secara
namanya komunikasi nirkabael geografi lebih luas. Kecepatan
(wireless). 3G adalah merujuk data di atas 2 Mega bits per detik
pada komunikasi nirkabel gene- akan memadai pada beberapa
rasi berikutnya, yang membawa daerah. Di samping itu tujuan 3G
nama dari sesuatu dari teknologi adalah menjadikan piranti ini
dengan piranti komunikasi memiliki keseragaman dalam hal
bergerak. mobilitasnya, sehingga di mana-
Tujuan dari 3G atau third pun piranti itu di bawa tetap
generation adalah untuk menya- memberikan kualitas yang baik.

Gambar 11.7. Perkembangan 3G di negara maju

11.5.1 Munculnya Teknologi 1G Teknologi komunikasi ber-


gerak muncul pertama kali

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 240


dengan sistem analog. Teknologi frekuensi yang digunakan. Setiap
ini dikenal dengan sistem AMPS pengguna menggunakan kanal
(Advanced Mobile Phone sebesar 30 KHz. Ini berarti tidak
System). AMPS digolongkan boleh ada dua pengguna yang
dalam generasi pertama teknologi menggunakan kanal yang sama
telekomunikasi bergerak yang baik dalam satu sel maupun sel
menggunakan teknologi analog tetangganya. Oleh karena itu
dimana AMPS bekerja pada band AMPS akan membutuhkan alokasi
frekuensi 800 Mhz dan frekuensi yang besar. Saat itu kita
menggunakan metode akses sudah memakai handphone tetapi
FDMA (Frequency Division masih dalam ukuran yang relatif
Multiple Access). besar dan baterai yang besar
karena membutuhkan daya yang
Pada sistem FDMA, besar.
pengguna dibedakan berdasarkan

Gambar 11.8 Evolusi fitur 3G

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 241


Gambar 11.9. Diagram evolusi perkembangan munuju 3G

11.5.2. Menuju ke Generasi frekuensi yang digunakan dengan


Kedua Telekomunikasi lebar pita 25 KHz Pada band
Bergerak frekuensi 900 Mhz. Pita frekuensi
25 KHz ini kemudian dibagi
GSM(Global System for menjadi 124 carrier frekuensi
Mobile Communications) mulai yang terdiri dari 200 KHz setiap
menggeser AMPS diawal tahun carrier. Carrier frekuensi 200 KHz
1995, GSM menggunakan ini kemudian dibagi menjadi 8
teknologi digital. Ada beberapa time slot dimana setiap user akan
keunggulan menggunakan tekno- melakukan dan menerima
logi digital dibandingkan dengan panggilan dalam satu time slot
analog seperti kapasitas yang berdasarkan pengaturan waktu.
besar,sistem security yang lebih
baik dan layanan yang lebih
beragam. GSM menggunakan 11.5.3. Menuju Generasi Dua-
teknologi akses gabungan antara Setengah
FDMA (Frequency Division
Multiple Access) dan TDMA (Time Pada awalanya akses data
Division Multiple Access) yang yang dipakai dalam GSM sangat
awalnya bekerja pada frekuensi kecil hanya sekitar 9.6 kbps
900 Mhz dan ini merupakan karena memang tidak
standard yang pelopori oleh ETSI dimaksudkan untuk akses data
(The European Telecommuni- kecepatan tinggi. Teknologi yang
cation Standard Institute) dimana digunakan GSM dalam akses data

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 242


pada awalnya adalah WAP Perkembangan teknologi nirkabel
(Wireless Application protocol) dapat dirangkum sebagai berikut :
tetapi tidak mendapat sambutan
yang baik dari pasar. Kemudian 1. Generasi pertama: analog,
diperkenalkan teknologi GPRS kecepatan rendah (low-speed),
(General Packet Data Radio cukup untuk suara. Contoh:
Services) pada tahun 2001 di NMT (Nordic Mobile
Indonesia. Secara teoritis Telephone) dan AMPS (Analog
kecepatan akses data yang Mobile Phone System)
dicapai dengan menggunakan 2. Generasi kedua: digital,
GPRS adalah sebesar 115 Kbps kecepatan rendah - menengah.
dengan throughput yang didapat Contoh: GSM dan CDMA2000
hanya 20-30 kbps. GPRS juga 1xRTT
memungkinkan untuk dapat 3. Generasi ketiga: digital,
berkirim MMS (Mobile Multimedia kecepatan tinggi (high-speed),
Message) dan juga menikmati untuk pita lebar (broadband).
berita langusng dari Hand Phone Contoh: W-CDMA (atau dikenal
secara real time.Pemakaian juga dengan UMTS) dan
GPRS lebih ditujukan untuk akses CDMA2000 1xEV-DO.
internet yang lebih flexibel dimana
saja,kapan saja, kita dapat Antara generasi kedua dan
melakukannya asalkan masih ada generasi ke-3, sering disisipkan
sinyal GPRS. Generasi 2,5, yaitu digital,
kecepatan menengah (hingga 150
Kbps). Teknologi yang masuk
11.5.4. Teknologi 3G kategori 2,5G adalah layanan
berbasis data seperti GPRS
Teknologi 3G (dibaca : triji) (General Packet Radio Service) &
adalah singkatan dari istilah EDGE (Enhance Data rate for
dalam bahasa Inggris : third- GSM Evolution) pada domain
generation technology. Istilah ini GSM dan PDN (Packet Data
umumnya digunakan mengacu Network) pada domain CDMA.
kepada perkembangan teknologi
telepon nirkabel (wireless).

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 243


Gambar 11.10. Salah satu contoh telepon bergerak 3G

Gambar 11.11. Layanan 3G pada sel yang menyediakan fasilitas dan


tidak menyediakan fasilitas

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 244


Secara umum, ITU-T, 3GPP2 lebih mudah dalam
sebagaimana dikutip oleh FCC upgrade ke 3G karena berbagai
mendefinisikan 3G sebagai network element nya sudah
sebuah solusi nirkabel yang bisa didesain untuk ke arah layanan
memberikan kecepatan akses : nirkabel pita lebar (broadband
1. Sebesar 144 Kbps untuk wireless). Layanan 3G juga telah
kondisi bergerak cepat digembar-gemborkan namun
(mobile). pada kenyataannya, banyak
2. Sebesar 384 Kbps untuk ditemui kegagalan. Negara
kondisi berjalan (pedestrian). Jepang dan Korea Selatan adalah
3. Sebesar 2 Mbps untuk kondisi contoh dimana layanan 3G
statik di suatu tempat. berhasil. Hal ini sangat mungkin
disebabkan oleh beberapa faktor :
Pada saat ini ada dua
cabang dari pengembangan 3G, 1. Dukungan pemerintah.
yaitu dari sisi GSM (Global Pemerintah Jepang tidak me-
System for Mobile Communi- ngenakan biaya di muka
cation) yang dipelopori oleh 3G (upfront fee) atas penggunaan
Partnership Project dan CDMA lisensi spektrum 3G atas
(Code Division Multiple Access) operator-operator di Jepang
yang dipelopori oleh 3G (ada tiga operator: NTT
Partnership Project 2 (3GPP2). Docomo, KDDI dan
Kedua teknologi tidak kompatibel Vodafone). Sedangkan peme-
dan sesungguhnya saling ber- rintah Korea Selatan, walau
kompetisi. pun mengenakan biaya di
Salah satu alasan me-ngapa muka, memberikan insentif
layanan 3G dapat membe-rikan dan bantuan dalam pengem-
throughput yang lebih besar bangan nirkabel pita lebar
adalah karena penggunaan (Korea Selatan adalah negara
teknologi spektrum tersebar yang yang menggunakan Cisco
memungkinkan data masukan Gigabit Switch Router
yang hendak ditransimisikan terbanyak di dunia) sebagai
disebar di seluruh spektrum fre- bagian dalam strategi pe-
kuensi. Selain mendapatkan pita ngembangan infrastruktur.
lebar yang lebih besar, layanan 2. Kultur masyarakatnya.
berbasis spektrum tersebar jauh Layanan video call, yang
lebih aman daripada timeslot diramal menjadi killer
dan/atau frequency slot. application tidak terlalu banyak
Jaringan 3G tidak digunakan di kedua negara
merupakan upgrade dari 2G; tersebut. Namun, layanan
operator 2G yang berafiliasi seperti download music dan
dengan 3GPP perlu untuk akses Internet sangat dige-
mengganti banyak komponen mari. Operator seperti NTT
untuk bisa memberikan layanan Docomo (Jepang) membe-
3G. Sedangkan operator 2G yang rikan layanan Chaku Uta untuk
berafiliasi dengan teknologi download music. Sedangkan

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 245


di Korea, layanan web pengguna, kebutuhan akan
presence seperti Cyworld nirkabel mereka tidak terpenuhi.
yang diberikan oleh SK Tel, "2.5G" (Dan juga 2,75G)
sangat digemari. Dengan adalah teknologi seperti
layanan ini, pelanggan bisa pelayanan data i-mode, telepon
mengambil foto dari handset berkamera, pertukaran rangkaian
dan langsung memuatnya ke data berkecepatan tinggi (atau
web portal miliknya di disebut juga High-Speed Circuit-
Cyworld. Layanan ini Switched Data atau disingkat
kemudian ditiru oleh Flickr HSCSD) dan Pelayanan paket
dengan handset N73. radio umum (atau dikenal dengan
3. Keragaman layanan konten. General Packet Radio Service
Docomo dan SKTel tidak atau GPRS)diciptakan untuk
menggunakan WAP standar menyediakan beberapa funsi
sebagai layanan konten nya. utama seperti jaringan 3G, tapi
Docomo mengembangkan tanpa transisi penuh ke jaringan
aplikasi browser yang disebut 3G. Pelayanan-Pelayanan ini
iMode, sedangkan SKTel diciptakan untuk memperkenalkan
mempunyai June dan Nate. kemungkinan dari penerapan
teknologi nirkabel untuk pengguna
Jaringan Telepon Tele- dan penigkatan permintaan untuk
komunikasi selular telah pelayanan 3G.
meningkat menuju penggunaan Ada beberapa pemahaman
layanan 3G dari 1999 hingga yang salah tentang 3G di dalam
2010. Jepang adalah negara masyarakat umum.
pertama yang mem-perkenalkan 1. Layanan 3G tidak bisa tanpa
3G secara nasional dan transisi ada cakupan layanan 3G dari
menuju 3G di Jepang sudah operator. Hanya membeli
dicapai pada tahun 2006. Setelah sebuah handset 3G, tidak
itu Korea menjadi pengadopsi berarti bahwa layanan 3G
jaringan 3G pertama dan transisi dapat dinikmati. Handset
telah dicapai pada awal tahun dapat secara otomatis pindah
2004, memimpin dunia dalam jaringan 3G bila, pelanggan
bidang telekomunikasi. tidak menerima cakupan 3G.
Operator dan jaringan UMTS Sehingga bila sedang
Pada tahun 2005, evolusi jaringan bergerak dan menggunakan
3G sedang dijalankan untuk layanan video call, kemudian
beberapa tahun dika-renakan terpaksa berpindah ke
kapasitas yang terbatas dari jaringan 2G, maka layanan
jaringan 2G yang ada. Jaringan video call akan putus.
2G diciptakan dengan tujuan 2. Layanan 3G berada pada
utama adalah data suara dan frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T
transmisi yang lambat. memang mendefinisikan
Dikarenakan cepatnya arus layanan 3G untuk GSM pada
perubahan pada permintaan frekuensi 1.900 Mhz dengan
lebar pita 60 Mhz. Pada

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 246


umumnya, teknologi berbasis kecepatan tinggi, sambil tetap
CDMA 2000 menggunakan melakukan video call dengan
spektrum frekuensi 800 Mhz, mulus tanpa terganggu proses
atau dikenal sebagai transfer datanya.
spektrum PCS (Personal 3,5G berbasis HSPDA
Communication System) dikembangkan dari W-CDMA
(Wideband CDMA) dan mem-
berikan jalur evolusi untuk
11.5.5. Teknologi 3,5G jaringan Universal Mobile Tele-
communications System (UMTS).
3,5 adalah teknologi mobile Dikatakan demikian, karena
broadband yang berbasis HSDPA melalui HSDPA terbe-ntuklah
(High-Speed Downlink Packet saluran W-CDMA yang baru, yaitu
Access) yang mampu high-speed downlink shared
mentransmisikan data dengan channel (HS-DSCH) yang hanya
kecepatan (initial data trans- digunakan untuk transmisi
mission speed) hampir sepuluh beragam informasi arah bawah
kali lipat dari kecepatan teknologi menuju ponsel. Berikut
3G. Akses data melalui jaringan perbandingan kecepatan antara
3G hanya mampu menyediakan 3,5G dengan teknologi mobile
kecepatan mak-simal 384 Kilobit broadband lainnya.
per second (KBps), sedangkan
teknologi HSDPA menawarkan
akses dengan kecepatan 11.5.6. Teknologi 4G
maksimal hingga 3,6 Megabit per
second (mbps). 4G adalah singkatan dari
3,5G merupakan penyem- istilah dalam bahasa Inggris:
purna teknologi sebelumnya, yaitu fourth-generation technology.
3G, karena 3,5G menutupi semua Istilah ini umumnya digunakan
keterbatasan 3G. Misalnya, mengacu kepada pengembangan
menggunakan layanan video call teknologi telepon seluler. 4G
berbasis 3,5G tidak akan lagi merupakan pengembangan dari
terjadi delay suara maupun delay teknologi 3G. Nama resmi dari
pada tayangan wajah lawan teknologi 4G ini menurut IEEE
bicara di layar ponsel seperti di (Institute of Electrical and
jaringan 3G, sehingga ber-video Electronics Engineers) adalah "3G
call melalui jaringan 3,5G jauh and beyond". Teknologi 4G
lebih terkesan live. Selain itu, adalah istilah serapan dari bahasa
teknologi ini juga memungkinkan Inggris : fourth-generation tech-
penggunanya untuk mendownload nology. Istilah ini umumnya
beragam sajian multimedia, digunakan untuk menjelaskan
seperti streaming video, streaming pengembangan teknologi telepon
musik, mobile TV, online game, seluler.
download karaoke dengan

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 247


Perkembangan teknologi beyond". Sebelum 4G, High-
nirkabel dapat dirangkum sebagai Speed Downlink Packet Access
berikut : (HSDPA) yang kadangkala
Generasi pertama: hampir disebut sebagai teknologi 3,5G
seluruh sistem pada generasi telah dikembangkan oleh WCDMA
ini merupakan sistem analog sama seperti EV-DO mengem-
dengan kecepatan rendah bangkan CDMA2000. HSDPA
(low-speed) dan suara adalah sebuah protokol telepon
sebagai objek utama. Contoh: genggam yang memberikan jalur
NMT (Nordic Mobile evolusi untuk jaringan Universal
Telephone) dan AMPS Mobile Telecommunications
(Analog Mobile Phone System (UMTS) yang akan dapat
System). memberikan kapasitas data yang
Generasi kedua: dijadikan lebih besar (sampai 14,4
standar komersial dengan Mbit/detik arah turun).
format digital, kecepatan Sistem 4G akan dapat
rendah - menengah. Contoh: menyediakan solusi IP yang
GSM dan CDMA2000 1xRTT. komprehensif dimana suara, data,
Generasi ketiga: digital, dan arus multimedia dapat sampai
mampu mentransfer data kepada pengguna kapan saja dan
dengan kecepatan tinggi dimana saja, pada rata-rata data
(high-speed) dan aplikasi lebih tinggi dari generasi
multimedia, untuk pita lebar sebelumnya. Belum ada definisi
(broadband). Contoh: W- formal untuk 4G. Bagaimanapun,
CDMA (atau dikenal juga terdapat beberapa pendapat yang
dengan UMTS) dan ditujukan untuk 4G, yakni: 4G
CDMA2000 1xEV-DO. akan merupakan sistem berbasis
IP terintegrasi penuh. Ini akan
Antara generasi kedua dan dicapai setelah teknologi kabel
generasi ketiga, sering disisipkan dan nirkabel dapat dikenversikan
Generasi 2,5 yaitu digital, dan mampu menghasilkan
kecepatan menengah (hingga 150 kecepatan 100Mb/detik dan
Kbps). Teknologi yang masuk 1Gb/detik baik dalam maupun luar
kategori 2,5 G adalah layanan ruang dengan kualitas premium
berbasis data seperti GPRS dan keamanan tinggi.
(General Packet Radio Service) 4G akan menawarkan
dan EDGE (Enhance Data rate for segala jenis layanan dengan
GSM Evolution) pada domain harga yang terjangkau. Setiap
GSM dan PDN (Packet Data handset 4G akan langsung
Network) pada domain CDMA. mempunyai nomor IP v6 di-
4G merupakan pengem- lengkapi dengan kemampuan
bangan dari teknologi 3G. Nama untuk berinteraksi internet
resmi dari teknologi 4G ini telephony yang berbasis Session
menurut IEEE (Institute of Initiation Protocol (SIP). Semua
Electrical and Electronics jenis radio transmisi seperti GSM,
Engineers) adalah "3G and TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 248


akan dapat digunakan, dan dapat telephony memungkinkan pem-
berintegrasi dengan mudah bangun infrastruktur telekomu-
dengan radio yang di operasikan nikasi rakyat secara swa-daya
tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 masyarakat (tanpa Bank Dunia,
di frekuensi 2.4GHz & 5-5.8Ghz, IMF maupun ADB) bahkan
bluetooth dan selular. Integrasi mungkin tanpa kontrol pemerintah
voice dan data dalam channel sama sekali. Dengan teknologi
yang sama. Integrasi voice dan SIP dalam 4G, nomor telepon
data aplikasi SIP-enabled. PSTN hanyalah sebagian kecil
Secara sederhana, dapat dari identifikasi telepon. Bagian
diartikan bahwa teknologi 1G besarnya akan dilakukan
adalah telepon analog/PSTN yang menggunakan URL. Kita tidak lagi
menggunakan seluler. Sementara perlu bergantung pada nomor
teknologi 2G, 2.5G, dan 3G telepon yang dikendalikan oleh
merupakan ISDN. Indonesia pemerintah untuk berkomunikasi
secara umum pada saat ini baru via internet-telepon. Infrastruktr
memasuki tahap 2.5G. Berkaitan internet telephony memungkinkan
dengan teknologi 4G, SIP adalah kita untuk menyelenggarakan
protokol inti dalam internet sendiri banyak hal tanpa
telephony[1] yang merupakan tergantung lisensi pemerintah dan
evolusi terkini dari Voice over tidak melanggar hukum. Teknologi
Internet Protocol maupun 4G juga akan menyebabkan
Telephony over Internet Protocol. kemunduran bagi teknologi
Teknologi tersebut banyak di Inernet Network (IN) yang saat ini
perdebatkan oleh operator, merupakan infrastruktur teleko-
pemerintah dan DPR belakangan munikasi yang digunakan berba-
ini. Tidak lama lagi internet gai provider. Hal tersebut
telephony akan menjadi tulang disebabkan terbukanya jalur arus
punggung utama infrastruktur bawah yang dapat didownload
telekomunikasi. Teknologi internet dan diakses gratis dari internet.

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 249


11.6. Rangkuman

Beberapa poin penting yang dapat diutarakan kembali di sini


yaitu sebagai berikut :
1. Komunikasi nirkabel adalah sistem komunikasi yang dilakukan
tanpa mengunakan media kabel antara pesawat pengirim dan
pesawat penerimanya.
2. Sistem komunikasinya dapat dikelompokkan menjadi satu arah
(simplex), dua arah bergantian (half-duplex) dan dua arah dalam
waktu yang bersamaan (full-duplex).
3. Telepon nirkabel dua arah tanpa bergantian atau full duplex yang
sudah sangat lazim dewasa ini adalah telepon seluler atau ponsel
(handphone atau tepatnya mobilephone).
4. Pemancar di setiap sel disebut stasiun induk (Base Station), yang
sering disingkat dengan BTS (Base Transceiver Station) atau RBS
(Radio Base Station).
5. Sistem radio seluler menerapkan sistem sel yang memiliki
cakupan wilayah layanan yang tidak begitu luas, maka kanal-
kanal frekuensi transmsinya dapat digunakan berulang-ulang pada
jarak antar sel tertentu.
6. Komunikasi secara duleks penuh yaitu berbicara dan mendengar
secara serentak, dibutuhkan dua saluran atau kanal sekaligus
yang disebut penduplekan. Penduplekan dengan cara
menggunakan frekuensi yang berbeda antara kanal terima dan
kanal kirim disebut penduplekan divisi frekuensi atau FDD.
7. Dalam sistem GSM, ponsel pengguna berkomunikasi dengan
telepon lainya melalui subsistem yang disebut BSS (Base Station
Subsystem).
8. Sistem 3G adalah merujuk pada komunikasi nirkabel generasi
berikutnya, yang membawa nama dari sesuatu dari teknologi
dengan piranti komunikasi bergerak.Tujuan dari 3G atau third
generation adalah untuk menyalurkan kemampuan kapabilitas
kecepatan data yang lebih tinggi terhadap piranti komunikasi
bergerak pada luasan secara geografi lebih luas.

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 250


11.7. Soal Latihan

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik dan benar


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan komunikasi nirkabel !
2. Bagaimana mengelompokkan sistem komunikasi pada
umumnya ? Sebutkan dan beri penjelasan secukupnya !
3. Apa beda telepon nirkabel dan seluler ? Di manakah letak
perbedaannya ?
4. Perangkat apa saja yang diperlukan pada sistem telepon
seluler ?
5. Bagaimanakah frekuensi berulang pada sistem seluler
diterapkan ? Pola apakah yang diterapkan ?
6. Jelaskan secara singkat tentang komunikasi 3 G !
7. Adakah hubungan antara perkembangan teknologi 3G dengan
jaringan telekomunikasi ?

Bagian 11 : Komunikasi bergerak 251


Bagian 11 : Komunikasi bergerak 252
BAGIAN 12
SWITCHING DALAM
SISTEM TELEPON

Tujuan

Setelah mempelajari bagian ini diharapkan dapat:


9. Memahami proses switching dalam sistem telepon
10. Memahami rangkaian switching yang digunakan dalam sistem
komunikasi telepon
11. Menjelaskan aplikasi dan konsep swicting dalam sistem telepon

12.1. Pendahuluan 3. TSO (Time Stage Outgoing)


Menghubungkan antara swit-
Proses switching adalah ching network ke jalur out-
proses penyambungan jalur going demultiplexer (meng-
incoming dari pelanggan antrikan time slot-time slot
pemanggil ke jalur outging, untuk yang berasal dari output space
menuju pelanggan tujuan pada stage ke jalur outgoingnya).
Sentral digital, proses switching Sistem switching terdiri atas
dilakukan oleh : sistem switching manual dan
1. TSI (Time Stage incoming) otomatis. Sebelum muncul
Menghubungkan antara jalur sistem switching maka tele-
multiplexer incoming ke komunikasi pada zaman
switching network (meng- dahulu menggunakan sistem
antrikan time slot-time slot FCN (Fully Connected
yang berasal dari jalur Network) yaitu sistem yang
incoming menuju space stage semua pelanggannya terhu-
untuk disambungkan) bung penuh.
2. SS (Space Stage)
Menyambungkan jalur-jalur
incoming ke jalur outgoing
secara fisik.

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 253


12.2. Circuit Switching
3. Disconnect Circuit
Untuk komunikasi melalui Setelah beberapa periode
circuit switching disediakan jalur transfer data, koneksi dihen-
komunikasi yang ditempatkan tikan, yang biasanya dilakukan
diantara dua station. Jalur oleh salah satu station.
tersebut berupa rangkaian jalur
yang saling dihubungkan satu Hal penting yang juga harus
sama lain di antara simpul diperhatikan adalah kapasitas
jaringan. Komunikasi melalui channel harus disediakan diatara
circuit switching meliputi tiga masing-masing pasangan simpul
tahap, yaitu : di dalam jalur, dan masing-masing
simpul tersebut harus memiliki
1. Pembangunan Circuit kapasitas switching internal untuk
Sebelum suatu data ditrans- mengendalikan koneksi yang
misikan, harus dibuat terlebih diminta. Switch harus memiliki
dahulu suatu circuit dari ujung kemampuan untuk menyusun
ke ujung. alokasi ini, serta menyediakan
jalur sepanjang jaringan.
2. Transfer Data
Data yang ditransfer dapat
berupa analog maupun digital,
tergantung pada sifat jaringan.

Gambar 12.1. Circuit switching pada telepon

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 254


12.2.1. Aplikasi Circuit untuk menghubungkan perangkat
Switching pengolahan digital untuk
menghubungkan terminal dan
Circuit Switching bisa komputer.
menjadi tidak efisien karena Dalam Public Ciruit Switched
kapasitas channel mempengaruhi Network, suatu jaringan tele-
waktu koneksi, sehingga saat komunikasi public bisa digam-
tidak ada data yang dikirim, barkan menggunakan empat kom-
kapasitas menjadi sia-sia. Dalam ponen arsitektural umum, yaitu :
hal kinerja, ketidakefisienan ini 1. Pesawat (Subscriber)
terjadi saat terjadinya suatu Perangkat yang berkaitan de-
penundaan yang berkaitan ngan jaringan, salah satu
dengan transfer sinyal untuk contohnya adalah telepon,
pembentukan panggilan. Bebe- namun saat ini sudah banyak
rapa hal yang menggunakan berkembang.
Circuit Switching ini adalah 2. Jalur Pesawat (Subscriber
jaringan telepon umum, PBX Line/ Subscriber Loop/ Local
(Public Branch Exchange), Loop)
jaringan swasta yang juga Jalur yang menghubungkan
menggunakan sistem PBX di pesawat dan jaringan, yang
dalamnya. Selain itu, juga ada panjangnya beberapa kilometer
Data Switch yang mirip dengan atau lebih.
PBX namun dirancang khusus

Gambar 12.2. Public Circuit Switched Network

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 255


3. Pertukaran (Exchange) mereka dengan cara yang sama
Merupakan pusat switching di seperti yang digambarkan sebe-
dalam jaringan. lumnya. Bila dua pesawat terhu-
4. Trunks bung ke office yang berbeda,
Cabang-cabang diantara per- rangkaian yang ada di antara
tukaran yang membawa circuit mereka akan berisikan rangkaian
frekuensi suara multiple baik circuit sepanjang satu kantor
menggunakan TDM maupun perantara atau lebih.
FDM. Dalam gambar tersebut,
koneksi dibangun diantara jalur a
Perhatikan gambar 12.3 di dan b yang secara sederhana
bawah ini. Pesawat terhubung membentuk koneksi dalam office.
secara langsung dengan office, di Sedangkan koneksi diantara c
mana pesawat itu sendiri melaku- dan d lebih kompleks lagi. Pada
kan switching terhadap lalu lintas office c, koneksi dibangun di an-
antar pesawat juga dengan per- tara jalur c dan satu channel pada
tukaran lainnya. Pertukaran lain- trunk TDM menuju switch peng-
nya bertanggung jawab dalam hal hubung. Pada switch per-antara,
routing dan lalu lintas switching channel tersebut dihubungkan
diantara office. Untuk menghu- dengan channel pada trunk TDM
bungkan dua pesawat yang ter- menuju kontrol d. Pada office itu,
pasang pada office yang sama, channel dihubungkan ke jalur d.
dibangun sebuah circuit diantara

Gambar 12.3. Penyambungan rangkaian

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 256


Gambar 12.4. Blok sambungan perantara

12.2.2. Konsep Circuit Unit kontrol memiliki 3 task yang


Switching umum, yaitu :
1. Membangun koneksi
Teknologi Circuit Switching Dalam hal ini, unit kontrol
merupakan salah satu sistem harus mampu mengendalikan
yang sudah maju menggunakan dan membalas permintaan,
saklar digital untuk menyediakan menentukan apakah tujuan
jalur sinyal yang jelas di antara yang dimaksud dalam kondisi
sepasang perangkat yang ter bebas, serta menyusun jalur
pasang. Elemen interface jaringan sepanjang switch.
adalah hardware yang diperlukan 2. Memelihara koneksi
untuk menghubungkan perangkat 3. Memutuskan koneksi
digital, seperti perangkat peng (Disconnect)
olahan data dan telepon digital.

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 257


12.2.3. Karakteristik Circuit tapi hanya beberapa yang
Switching digunakan (Berlaku Non-
Blocking)
1. Blocking
Terjadi bila jaringan tidak Pada gambar 12.5 di bawah,
mampu menghubungkan ke- digambarkan matriks crossbar se-
dua station karena semua derhana dengan jalur 10 jalur I/O
jalur yang tersedia diantara full-duplex. Matriks memiliki 10
mereka yang sedang diper- input dan 10 output, dimana
gunakan. Hal ini biasa masing-masing station terhubung
diberlakukan dalam sistem ke matriks melalui salah satu input
suara. atau salah satu jalur output.
2. Non-Blocking Interkoneksi terjadi diantara dua
Mengizinkan semua station jalur dengan mengaktifkan per-
untuk dihubungkan (dalam simbangan yang sesuai. Dalam
bentuk pasangan) sekaligus hal ini diperlukan total 100 titik
dan menjamin seluruh per- persimpangan. Switch crossbar
mintaan yang ada se-panjang memiliki sejumlah keterbatasan,
pihak yang dipanggil dalam diantaranya :
keadaan bebas. Bisa digu-
nakan untuk koneksi data. 1. Jumlah titik persimpangan
berkembang seiring perkem-
bangan jumlah station yang
12.3. Space Division terpasang. Untuk switch yang
Switching besar memakan lebih benyak
biaya.
Dikembangkan untuk per- 2. Hilangnya titik persimpangan
alatan analog guna memisahkan menghalangi koneksi antara
jalur fisik di sepanjang switch kedua perangkat yang ja-
untuk mentransfer sinyal diantara lurnya melintang di titik
kedua titik akhir. Dalam switch persimpangan tersebut.
silang (crossbar Switch) memiliki 3. Titik persimpangan tidak bisa
sejumlah keterbatasan di anta- dipergunakan secara efisien,
ranya : bahkan bila semua perangkat
1. Jumlah persimpangan (cross- yang terpasang dalam kondisi
point) bertambah sebanyak n aktif, hanya sebagian kecil
kuadrat dari jumlah stasiun saja dari titik persimpangan
2. Hilangnya crosspoint dapat yang akan dicapai.
mencegah terjadinya koneksi
3. Penggunaan crosspoint yang
tidak efisien karena meskipun
semua stasiun terhubung,

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 258


Gambar 12.5. Space Division Switching

12.4. Multistage Switch bersandar pada kendali kecer-


dasan dari space dan time
Dikembangkan untuk me- division elemen. Di dalamnya
ngurangi jumlah dari crosspoint menggunakan teknik digital time
sehingga lebih dari satu alur yang division untuk men-set up dan
melalui jaringan. Dengan begitu, merawat virtual circuit. Selain itu,
diharapkan mampu untuk Time Division Switching juga
meningkatkan kehandalan dalam mampu mempartisi bit stream
transmisi data. Namun, memiliki berkecepatan rendah menjadi
kelemahan yaitu memerlukan beberapa bagian yang terbagi
kendali yang lebih rumit dan me- menjadi stream berkecepatan
mungkinkan terjadinya blocking. tinggi.

12.5. Time Division Switching

Time Division Switching


merupakan sistem digital yang

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 259


Gambar 12.6. Tiga Langkah Space Division Switch

12.6. Fungsi Control Signaling 4. Transmisi informasi diantara


switchmenunjukkan bahwa
Sifat kendali atau control sebuah panggilan telah
mempengaruhi beberapa aspek berakhir dan jalur tidak lagi
yaitu : sifat jaringan, termasuk dikoneksikan.
layanan jaringan yang tersedia 5. Sinyal membuat telepon
buat pelanggan serta mekanisme berdering.
internal. Saat jaringan mulai 6. Transmisi informasi untuk hal-
menjadi semakin rumit, sejumlah hal yang berkaitan dengan
fungsi-fungsi ditampilkan oleh tagihan-tagihan.
pensinyalan kendali sesuai yang 7. Transmisi informasi menu-
diperlukan Fungsi-fungsi berikut njukkan status paralatan atau
ini adalah beberapa fungsi trunk dalam jaringan. Infor-
terpenting : masi ini dipergunakan untuk
1. Komunikasi yang terdengar hal-hal yang berkenaan
oleh pelanggan, meliputi dengan routing dan pemeliha-
bunyi dial, bunyi dering, sinyal raan.
sibuk, dan sebagainya. 8. Transmisi informasi dipergu-
2. Transmisi nomor-nomor yang nakan untuk mendiagnosa
ditekan untuk kantor yang dan mengisolasi kegagalan
akan berupaya melengkapi sistem.
koneksi. 9. Kontrol dari peralatan khusus
3. Transmisi informasi diantara semacam peralatan channel
switch menunujukkan bahwa satelit.
sebuah panggilan tidak bisa
dilengkapi.

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 260


12.7. Control Signal Sequence Bila panggilan tidak le-
ngkap, switch mengirim
Proses pengontrolan suatu pesan reorder ke
sinyal secara berkala yang pemanggil.
dilakukan oleh switching terjadi 6. Pihak yang dipanggil me-
sebagai berikut : nerima panggilan dengan
1. Berkaitan dengan panggilan, mengangkat gagang telepon,
kedua telepon sedang tidak yang secara otomatis di-
dipergunakan (onhook). sinyalkan ke switch.
Panggilan dimulai bila suatu 7. Switch menghentikan sinyal
pesawat telepon diangkat dering dan bunyi dering, serta
gagangnya, yang secara oto- menetapkan koneksi dintara
matis disinyalkan ke switch dua pesawat.
kantor. 8. Koneksi dihentikan bila kedua
2. Switch memberi respon me- pelanggan meletakkan ga-
lalui bunyi dial yang gang telepon.
terdengar, memberi tanda
pada pesawat bahwa nomor-
nomor tertentu bisa ditekan. 12.8. Switch to Switch
3. Pemanggil menekan nomor, Signaling
yang dikomunikasikan seba-
gai alamat yang dipanggil Bila pesawat yang dipanggil
kepada switch. terpasang pada switch yang
4. Bila pesawat yang dipanggil berbeda dan bukannya pada
tidak sibuk, switch menyi- pesawat pemanggil, maka
agakan pesawat akan adanya diperlukan fungsi-fungsi pensi-
panggilan yang datang de- nyalan trunk switch ke switch
ngan cara mengirim sinyal berikut ini :
dering, sehingga telepon 1. Switch utama mencari trunk
berdering. interswitch yang idle, me-
5. Feedback disediakaan untuk ngirim tanda tidak sibuk
pesawat pemanggil oleh kepada trunk, dan meminta
switch, dengan proses : register digit pada ujung yang
Bila pesawat yang di- terjauh, sehinnga alamat
panggil tidak sibuk, switch yang dituju bisa dikomuni-
mengembalikan bu-nyi kasikan.
dering yang terdengar oleh 2. Switch ujung mengirim sinyal
pemanggil sementara si- tidak sibuk, yang disebut juga
nyal dering dikirim ke denganwink (kedipan). Ini
pesawat yang dipanggil. menunjukkan bahwa register
Bila pesawat yang di- dalam keadaan siap.
panggil sedang sibuk, 3. Switch utama mengirim digit
switch mengirimkan sinyal alamat ke switch ujung.
sibuk ke pemanggil.
4.

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 261


12.9. Lokasi dari Signaling membawa panggilan ke
sinyal-sinyal kendali yang
Pensinyalan control harus berhubungan. Pensinyalan
dipertimbangkan berdasarkan dua semacam ini pada pesawat
konteks yang beroperasi secara utama dan mengikuti jalur
berlainan, yaitu : yang sama halnya dengan
panggilan itu sendiri. Ini
o Pelanggan ke jaringan menunjukkan bahwa tidak
o Dalam jaringan ada fasilitas-fasilitas transmisi
tambahan yang dipergunakan
Pensinyalan diantara pe- untuk pensinyalan, fasilitas-
rangkat telepon atau perangkat fasilitas untuk transmisi suara
pesawat lainnya dengan switching sudah dibagi dengan pen-
kantor dimana perangkat tersebut sinyalan kendali.
terpasang, untuk taraf yang 2. Pensinyalan Inband
semakin luas ditentukan oleh Menggunakan jalur dan
karakteristik-karakteristik perang- frekuensi yang sama dengan
kat pesawat serta kebutuhan user. sinyal suara. Karena sinyal-
Sinyal-sinyal di dalam jaringan sinyal kontrolnya memiliki
sepenuhnya berupa computer ke sifat-sifat elektromagnetik
computer. Pensinyalan internal yang sama dengan sinyal
tidak hanya berkaitan dengan suara, sehingga dapat pergi
pengaturan panggilan pesawat kemana saja seperti sinyal
namun juga dengan pengaturan suara. Selain itu, dalam
jaringan itu sendiri. Jadi, untuk pensinyalan ini tidak mungkin
pensinyalan internal diperlukan men-set up panggilan pada
daftar perintah-perintah yang jalur suara yang salah.
kompleks, respons, serta susunan 3. Pensinyalan Out of band
parameter itu. Dalam pensinyalan ini, sinyal
Karena menggunakan dua suara tidak menggunakan
teknik pensinyalan berbeda sepenuhnya bandwidth 4kHz
switching kantor lokal dimana dan yang tidak terpakai akan
pesawat yang terpasang harus digunakan untuk mengontrol
menyediakan sutu pemetaan sinyal.keuntungannya adalah
diantara teknik pensinyalan yang dapat dilakuka kendali dan
tidak terlalu kompleks oleh pengawasan terhadap kendali
pesawat serta teknik yang lebih sinyal yang sudah dikirim
kompleks yang dipergunakan di atau sinyal suara yang masih
dalam jaringan. Signaling dalam berda pada saluran. Namun
Channel : pada pensinyalan ini, diperlu-
1. Pensinyalan satu channel kan elektronik ekstra untuk
Dipergunakan chanel yang mengendalikan band pen-
sama untuk membawa sinyal- sinyalan dan rate pen-
sinyal kontrol sebagaimana sinyalan menjadi lebih rendah
yang dipergunakan untuk karena sinyal telah dibatasi

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 262


menjadi bandwidth yang terbatas.
12.9.1. Kelemahan pada dikonfigurasikan dengan band-
Channel Signaling width yang diperlukan untuk
membawa sinyal-sinyal kontrol
Laju transfer rate yang terbatas agar fungsinya semakin ber-
Delay antara memasukkan variasi. Jadi, protocol pensinyalan
nomor (dialing) dan connection dan bentuk jaringan yang
Mengatasi dengan menggu- diperlukan untuk mendukung
nakan common channel protocol tersebut sangatlah kom-
signaling pleks bila dibanding dengan
pensinyalan se-channel.
Terdapat dua model operasi
12.9.2. Saluran Sinyal yang yang dipergunakan dalam pen-
Bersifat Umum sinyalan channel umum, yaitu :

Sinyal kontrol membawa Mode Asosiasi (Associated)


beberapa jalur yang bersifat Channel umum jalurnya
bebas pada saluran suara dekat, di sepanjang jalur, dan
Satu kontrol saluran sinyal kelompok trunk interswitch
dapat membawa sal;uran yang tersedia terletak
sinyal untuk pada saluran diantara titik ujung. Sinyak-
subscriber sinyal kendali berada pada
channel yang berbeda dari
Prinsip pensinyalan kanal sinyal pesawat, serta ada di
umum ini adalah jalur sinyal untuk dalam switch dimana sinyal-
pensinyalan channel umum sinyal kendali diarahkan
secara fisik terpisah dari jalur langsung ke processor sinyal
untuk suara atau sinyal pesawat kendali.
lainnya. Channel yang umum bisa

a. In-channel

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 263


b. Common channel

Gambar 12.7. Pensinyalan chanel umum untuk satu channel

Mode Tak Asosiasi (Dia- melayani pangilan-panggilan


ssociated). pesawat. Manajemen pesa-
Jaringan diperbanyak melalui wat biasa dilakukan dengan
simpul-simpul tambahan yang mudah dalam mode tak
disebut dengan titik-titik asosiasi karena kanal-kanal
pengalih sinyal. Tidak ada lagi kendali ditetapkan secara jauh
penetapan channel kendali lebih fleksibel untuk
tertentu yang sederhana untuk melakukan fungsinya. Selain
kelompok trunk. Akibatnya, itu, dengan mode tak asosiasi,
muncul dua jaringan terpisah bias dibentuk satu atau lebih
dengan jalur-jalur yang titik-titik kendali pusat. Mode
terdapat di antara mereka ini biasa digunakan dalam
sehingga begitu kendali dari ISDN.
jaringan dapat melakukan Kedua mode ini dijelaskan seperti
pengen-dalian sepanjang pada gambar di bawah ini :
simpul-simpul switching yang

a. Associated

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 264


b. Disassociated

Gambar 12.8. Simpul-simpul jaringan

12.10. Signaling System dalam digital, dengan meng-


Number 7 (SS7) gunakan channel digital 64
kbps.
SS7 dirancang sebagai 2. Dirancang untuk memenuhi
suatu standar pensinyalan persyaratan pengalihan infor-
channel umum ujung terbuka masi baik saat ini maupun di
yang bisa dipergunakan untuk masa mendatang terutama
berbagai jenis jaringan circuit untuk kendali panggilan,
switched digital. Lebih jauh, SS7 kendali dari jauh, manajemen
dirancang khusus untuk dan pemeliharaan.
dipergunakan dalam ISDN. SS7 3. Dirancang sebagai alat yang
merupakan mekanisme yang handal untuk pengalihan
menyediakan kendali internal informasi dalam suatu
serta kecanggihan jaringan yang rangkaian deretan yang benar
paling utama untuk suatu ISDN. dan tidak sampai hilang atau
:Secara keseluruhan, SS7 adalah terduplikasi.
untuk menyediakan system 4. Sesuai untuk operasi se-
pensinyalan channel umum untuk panjang channel analog serta
tujuan-tujuan umum dengan pada kecepatan di bawah 62
standar internasional yang kbps.
memiliki karakteristik-karakteristik 5. Sesuai digunakan untuk
utama sebagai berikut : jaringan ujung ke ujung dan
1. Dioptimalkan untuk diguna- jaringan satelit.
kan dalam jaringan teleko-
munikasi digital bersama
dengan pertukaran program Elemen Jaringan Pensinyalan :
kendali yang juga tersimpan

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 265


o Titik Pensinyalan (TS) artinya dikoneksikan pada sedikitnya
Suatu poin dalam jaringan dua TPS.
yang dapat menangani kon- Keterkaitan dalam TPS dila-
trol pesan SS7 kukan selengkap mungkin
o Titik-titik pengalih pensinyalan
(TPS) artinya Sebuah sig- Dalam jaringan pensinyalan
naling point yang dapat hierarki dengan dua level TPS :
menjadi routing control Setiap TS bukanlah TPS
messages pada waktu yang sama, yang
o Jalur Pensinyalan artinya dikoneksikan pada sedikitnya
Jalur data yang menghu- dua TPS pada level yang
bungkan titik pensinyalan lebih rendah.
Masing-masing TPS pada
Dalam Signaling Network level yang lebih rendah
Structures ada beberapa para- dikoneksikan pada sedikitnya
meter yang dapat mempengaruhi dua TPS pada level yang
keputusan-keputusan yang ber- lebih tinggi.
kaitan dengan rancangan jaringan TPS pada level yang lebih
serta jumlah level yang harus tinggi saling terkait scara
diterapkan diantaranya : penuh.
a. Kapasitas TPS : meliputi
jumlahjalur pensinyalan Desain hierarki TPS dua level
yang bias dikendalikan oleh biasanya dirancang sede-mikian
TPS, waktu pengalihan rupa sehinnga level yang lebih
pesan pen-sinyalan, serta rendah bisa dimaksudkan untuk
pesan kapa-sitas laju lalu lintas dalam wilayah geografis
penyelesaian. tertentu dalam jaringan,
b. Kinerja Jaringan : meliputi sedangkan level yang lebih tinggi
jumlah TS dan penundaan mengendalikan lalu lintas antar
pensinyalan. wilayah.
c. Ketersediaan dan Kean-
dalan mengukur kemam-
puan jaringan dalam menye- 12.11. Paket Switching
diakan layanan saat terjadi
kegagalan TPS.
12.11.1. Prinsip dari Paket
Saat mengamati keter- Switching
batasan jaringan dalam hal
kinerja, bisa dipilih salah satu Jaringan telekomunikasi
level TPS. Berikut ini petunjuk- circuit-switching long-haul awal-
petunjuk yang disarankan: nya dirancang untuk mengen-
Dalam jaringan pensinyalan dalikan lalu lintas suara, dan
hierarki dengan level TPS mayoritas lalu lintas pada ja-
tunggal: ringan-jaringan ini untuk dite-
Setiap TS bukanlah TPS ruskan menjadi suara. Karak-
pada waktu yang sama, yang

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 266


teristik dasar dari jaringan circuit panjanngnya 1000 octet (byte).
switching adalah sumber daya Bila sumber memiliki pesan yang
yang berada di dalam jaringan lebih panjang untuk dikirim,
yang dimaksudkan untuk pesan-pesan tersebut terpecah
panggilan tertentu. Untuk koneksi menjadi deretan Paket (gambar
suara circuit yang dihasilkan 12.9). masing-masing Paket
sangat besar manfaatnya karena berisikan sebagian (atau semua
hampir disebagian waktu hanya untuk pesan pendek). Data
salah satu pihak yang berbicara. memakai plus beberapa informasi
Meskipun begitu, saat kendali. Informasi kendali, pada
jaringan circuit switching mulai jumlah minimum, mencakup
semakin sering digunakan untuk informasi jaringan agar mampu
koneksi data ada dua hal yang mengarahkan Paket disepanjang
semakin jelas yakni untuk jaringan dan menmgirimkannya ke
beberapa koneksi data pemakai / tujuan yang dimaksud. Pada
host (misalnya, computer pribadi masing-masing simpul dalam rute
pe-makai yang dihubungkan ke Paket diterima. Disimpan se-
server database) sebagian besar mentara, dan diarahkan menujuj
waktunya berada pada saluran di simpul berikutnya. Sekarang kita
dalam status idle. Sehingga, kembali ke gambar 9.1. namun
dengan koneksi data, pendekatan sekarang kita mengasumsikan
circuit switching menjadi tidak gambar tersebut merupakan
efisien. sebuah jaringan Paket switching
Dalam jaringan circuit sederhana.
switching koneksi yang terjadi Amati Paket yang dikirim
memungkinkan dilakukannya dari stasion A ke stasion E. Paket
transmisi pada rate data yang tersebut terdiri dari informasi
konstan. Jadi, masing-masing dari kendali yang me-nunjukkan
dua perangkat yang dihubungkan bahwa tujuan yang di maksud
harus saling mentransmisikan dan adalah E. Paket dikirim dari
menerima pada rate data yang stasion A ke siimpul 4. Simpul 4
sama. Hal ini membatasi menyimpan Paket dan,
kegunaan jaringan dalam inter- menentukan rute berikutnya
koneksi berbagai jenis computer (katakanlah 5), serta meng-
host dan workstation. antrikan Paket keluar pada jalur
Untuk memahami bagai- tersebut (jalur 4-5). Bila jalurnya
mana Paket switching menga- sudah tersedia, Paket ditrans-
rahkan masalah ini kita lihat misikan kesimpul 5, yang
secara singkat gambaran operasi mentransmisikan Paket ke simpul
Paket switching. Data ditrans- 6, akhirnya sampai ke stasion E.
misikan dalam bentuk Paket
pendek. Batas pada Paket

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 267


Pendekatan ini memiliki penundaan dibanding Paket yang
beberapa kelebihan disbanding prioritasnya lebih rendah.
circuit-switching, yakni : Jakur
efisiensi yang lebih besar, karena
jalur simpul-ke-simpul tunggal 12.11.2. Kelebihan Paket
dapat dibagi secara dinamik oleh Switching dibanding
paket sebanyak-banyaknya "Circuit Switching"
sepanjang waktu. Paket diantrikan
dan dittransmisikan secepat 1. Jalur efisiensi yang lebih besar,
mungkin sepanjang jaringan. karena jalur simpul-ke-simpul
Sebaliknya, dengan circuit- tunggal dapat dibagi secara
switching, waktu pada jalur simpul dinamik oleh Paket sebanyak-
ke simpul dialokasikan meng- banyaknya sepanjang waktu.
gunakan time-division Multiplexing Paket diantrikan dan ditrans-
synchronous. Hamper disebagian misikan secepat mungkin se-
besar waktunya, jalur seperti itu panjang jaringan. Seba-liknya,
berada dalam kondisi idle karena dengan circuit-switching, waktu
sebagian waktunya dihabiskan pada jalur simpul-ke-simpul di-
untuk koneksi yang statusnya juga alokasikan menggunakan time
idle. Jaringan Paket switching division Multiplexing syn-
mampu menampilkan konversi chronous (serempak). Hampir
rate data. Dua station pada rate di sebagian besar waktunya,
date yang berbeda mampu jalur seperti itu berada dalam
mengubah Paketnya karena kondisi idle karena sebagian
masing-masing dikoneksikan ke- waktunya dihabiskan untuk
simpulnya pada rate data yang koneksi yang statusnya juga
sesuai. Saat lalu lintas pada idle.
jaringan circuit switching mulai 2. Jaringan Paket switching
penuh, beberapa panggilan yang mampu menampilkan konversi
dilakukan dibloking; maksudnya, rate data. Dua station pada
jaringan menolak menerima rate date yang berbeda mampu
permintaan koneksi tambahan mengubah Paketnya karena
sampai muatan pada jaringan masing-masing dikoneksikan
berkurang. kesimpulnya pada rate data
Pada jaringan Paket yang sesuai.
switching, Paket-Paket masih bisa 3. Saat lalu lintas pada jaringan
diterima, namun terjadi pening- circuit switching mulai penuh,
katan penundaan pengiriman. beberapa panggilan yang
Diberlakukannya skala prioritas. dilakukan dibloking. Maksud-
Jadi, bila sebuah simpul memiliki nya, jaringan menolak mene-
sejumlah Paket yang mengantri rima permintaan koneksi
untuk ditransmisikan Paket yang tambahan sampai muatan
memiliki prioritas yang lebih tinggi pada jaringan berkurang. Pada
terlebih dahulu. Sehingga Paket- jaringan Paket switching,
Paket ini hanya mengalami sedikit Paket-Paket masih bisa di-

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 268


terima, namun terjadi pening- 12.11.4. Teknik Switching
katan penundaan pengiriman.
4. Diberlakukannya skala prio- 1. Stasiun memecah pesan
ritas. Jadi, bila sebuah simpul panjang menjadi paket-paket
memiliki sejumlah Paket yang Bila sebuah station memiliki
mengantri untuk ditransmisikan sebuah pesan untuk dikirim
Paket yang memiliki prioritas melalui jaringan paket
yang lebih tinggi terlebih switching yang panjangnya
dahulu. Sehingga Paket-Paket lebih besar dibanding ukuran
ini hanya mengalami sedikit paket maksimum, ia akan
penundaan disbanding Paket memecah pesan tersebut
yang prioritasnya lebih rendah. menjadi bentuk paket dan
mengirimkan paket-paket ini
sekaligus pada jaringan.
12.11.3. Softswitch Architecture Pertanyaan yang muncul
adalah bagaimana jaringan
Tujuan utama computer run- manangani rantaian paket ini
ning software untuk men- dan berupaya menyalurkan
jadikannya sebuah smart mereka sepanjang jaringan
phone switch serta mengirimkannya ke
Biaya yang lebih rendah tujuan yang dimaksud. Dalam
Fungsi yang lebih besar hal ini terdapat dua pendekatan
o Paket data suara yang yang dipergunakan dalam
terdigitasi jaringan, yakni : datagram dan
o Dapat mengirimkan suara circuit virtual.
melalui IP (VoIP)
Bagian yang paling kompleks 2. Paket dihandle dalam dua cara
dari telephone network switch
adalah software controlling a. Datagram
call process Data pendekatan datagram,
o Call routing masing-masing paket diper-
o Call processing logic lakukan secara terpisah, tanpa
o Prosesor utana yang biasa tanpa dikaitkan dengan paket
dijalankan yang sudah lewat sebelumnya.
Separate call processing from Kita amati aplikasi pendekatan ini.
hardware function of switch Anggap saja station A pada
Physical switching done by gambar 12.9. memiliki sebuah
media gateway pesan tiga paket untuk dikirim ke
Call processing done by station E. yang ditransmisikan
media gateway adalah Paket 1-2-3, menuju
simpul 4. setiap paket berisikan
alamat tujuan, dalam hal ini
adalah station E. Untuk masing-
masing paket, simpul 4 harus
membuat sebuah keputusan

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 269


untuk menentukan jalurnya. Paket lah yang mendeteksi untuk
1 harus tiba di E. hilangnya paket tersebut
Simpul 4 dapat saja kemudian menetapkan cara untuk
mengarahkan paket-paket ini baik mengatasinya. Dalam teknik ini,
melalui simpul 5 atau 7. Dalam hal setiap Paket diperlukan secara
ini, simpul 4 menunjukkan antrian terpisah, disebut sebagai data-
paket untuk simpul 5 lebih pendek gram. Dalam pendekatan virtual
dibanding untuk simpul 7, circuit, rute yang telah direncana-
sehingga yang dipilih adalah kan sebelumnya ditetapkan
antrian untuk simpul 5. Hal yang sebelum paket-paket dikirim.
yang sama terjadi utuk Paket 2. Sebagai contoh, anggap saja
namun pada paket 3, simpul 4 station A memiliki satu pesan atau
menentukan bahwa antriannya lebih untuk dikirim ke stasion E.
untuk simpul 7 sekarang menjadi Yang pertama dikirim adalah
lebih pendek dan begitu juga pada suatu paket khusus, yang disebut
antrian paket 3 untuk simpul paket permintaan panggilan.
tersebut. Paket tersebut dikirim kesimpul 4,
Begitu juga hal yang terjadi dan meminta koneksi logic
dengan paket, masing-masing menuju koneksi E, simpul 4
paket dengan alamat tujuan yang memutuskan untuk mengirim-kan
sama tidak semua mengikuti rute permintaan tersebut dan seluruh
yang sama. Sehingga akibatnya, paket yang berdekstan menuju
paket 3 akan sampai sebelum simpul 5, yang kemudian
paket 2 dan bahkan paket 1 disalurkan ke simpul 6, barulah
menuju simpul 6. Jadi, sangatlah simpul 6 mengirimkan ke station
mungkin paket-paket tersebut E.
akan dikirim ke station E dalam Bila station E sudah siap
urutan yang berbeda dengan menerima koneksi ia mengirim
urutan saat mereka dikirim. sebuah paket penerima pangilan
Terserah pada station E untuk kesimpul 6. Paket ini dilintaskan
menetapkan bagaimana memberi kembali pada melalui simpul 5
perintah pada mereka kembali. dan 4 menuju station A, dan
Selain itu kemungkinan pula paket station E dan A sudah mulai bisa
terdapat rusak didalam jaringan melakukan pertukaran data
sebagai contoh. sepanjang rute yang sudah
Bila sebuah simpul paket ditetapkan.
switching kemudian bertabrakan,
seluruh paket-paket yang 1. Setiap paket diperlakukan
melakukan antrian dapat hilang. secara independent
Bila ini terjadi pada salah satu 2. Paket dapat mengambil
paket dalam contoh yang kita setiap rute praktis
gambarkan, simpul 6 tidak dapat 3. Paket mungkin datang tidak
mengetahui bahwa dalam salah sesuai urutan
satu paket dalam paket-paketnya
telah hilang. Sekali lagi, station E

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 270


4. Paket mungkin dapat 3. Masing-masing paket
menghilang terdiri dari sebuah
5. Tergantung pada receiver pengenal virtual circuit
untuk mengurutkan paket bukan sebuah alamat
dan mengembalikan paket tujuan
yang hilang. 4. Tidak ada keputusan
routing yang diperlukan
b. Virtual untuk setiap paket
5. Mengosongkan
1. Membangun perencanaan permintaan untuk meng-
rute sebelum mengirimkan gagalkan circuit
paket 6. Bukan sebuah jalur yang
2. Panggilan permintaan dan bersifat dedicated
panggilan penerimaan
paket membangun koneksi
(hand-shake)

Gambar 12.9. Pengiriman data berdasarkan paket

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 271


Gambar 12.10. Jalur data dan sinyal yang terpisah

Perbandingan Datagram vs nyebabkan hilangnya selu-


Virtual ruh circuit yang melaluinya
Virtual circuits :
Jaringan dapat menyedia- Datagram :
kan sequencing dan kontrol Tidak memerlukan fase call
error setup sehingga lebih baik
Paket diteruskan lebih cepat jika paketnya sedikit
ssehingga tidak perlu Lebih flexible karena routing
membuat keputusan routing dapat digunakan untuk
Kurang reliable karena menghindari tabrakan dalam
hilangnya sebuah node me- jaringan

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 272


12.11.5. X.25 Protocol d) X.25 Levels
- Data user lewat sampai
X.25 adalah protocol standar X.25 level 3
untuk interface di antara suatu - X.25 menambahkan infor-
ujung dengan jaringan switching. masi kontrol
Disekitar tahun 1970, dimulai Header
penelitian mengenai bentuk Penjaelasan virtual
arsitektur baru untuk komuniksi circuit
data digital jarak jauh yaitu : Paket menyediakan sequence
switching. Meskipun teknologi numbers untukaliran dan
Paket switching telah berkembang kontrol error
secara substansial sejak saat itu, - Paket X.25 diturunkan ke
ditendai dengan adanya (1) LAPB entity
teknologi data Paket switching - LAPB menambahkan
secara fundamental saat inni informasi kontrol yang
sama dengan jaringan diawal lebih banyak
tahun 70-an, dan (2) Paket
switching menyisakan salah satu
dari sedikit teknologi-teknologi 12.11.6 Ukuran Paket
yang efektif untuk komunikasi
jarak jauh. Untuk circuit switching, ter-
a) X.25 - Physical dapat sejumlah penundaan
- Interface antara stasiun tertentu sebelum pesan dapat
yang terhubung dan link ke dikirim.pertama sinyal permintaan
node panggilan dikirim sepanjang
- Data terminal equipment jaringan, untuk menyusun koneksi
DTE (user equipment) dengan station tujuan. Bila station
- Data circuit terminating tujuan tidak dalam keadaan sibuk,
equipment DCE (node) sinyal penerima panggilan kem-
- Menggunakan -physical bali. Perlu dicatat bahwa penun-
layer specification X.21 daan pengolahan terjadi pada
- Reliable transfer across setiap pengolahan simpul selama
physical link permintaan panggilan dilakukan.
- Sequence of frames Saat kembali proses ini tidak
b) X.25 Link diperlukan karena koneksi sudah
- Link Access Protocol Ba- dibangun. Setelah pem-bangunan
lanced (LAPB) koneksi, pesan dikirim dalam
Subset dari HDLC bentuk blok tunggal, tanpa
c) X.25 Paket penundaan yang nyata pada
- Virtual circuit Eksternal simpul-simpul switching.
- Logical connections
(virtual circuits) antara
subscribers

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 273


Gambar 12.11. Deretan Paket

Gambar 12. 12. Pewaktuan untuk circuit-switching dan paket switching

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 274


Paket switching circuit dimensi dari karakteristik ini,pada
virtual muncul dalam bentuk yang interface di antara suatu station
sama pada circuit switching. dan sebuah simpul, Jaringan
Sebuah circuit virtual bisa diminta dapat menyedia-kan baik layanan
dengan menggunakan peket yang berorientasi koneksi atau
permintaan panggilan, yang layanan yang tanpa koneksi
mengakibatkan penundaan pada dengan layanan yang berorientasi
setiap simpul, circuit virtual koneksi, dengan layanan yang
diterima dengan Paket penerima berorientasi koneksi, suatu station
panggilan, berbeda dengan yang mengeluarkan sebuah permintaan
terjadi dengan yang terjadi pada panggilan untuk menyusun
Paket virtual switching, penerima koneksi logic dengan station yang
panggilan juga mengalami pe- lain. Semua paket yang ditam-
nundan simpul, meskipun rute pilkan untuk jaringan diidentifi-
circuit virtual saat ini sudah kasikan sebagai milik koneksi
ditetapkan. Alasannya adalah logic tertentu serta diberi nomor
kere-na Paket ini mengantri pada yang berurutan. Jaringan ber-
setiap simpul dan harus me- usaha untuk mengirimkan paket-
nunggu gilirannya untuk transmisi, paket sesuai dengan nomor
sekali circuit virtual ditetapkan, urutannya, koneksi logic biasanya
pesan ditransmisikan. ditunjukkan sebagai suatu sirkuit
virtual, sedangkan layanan yang
berorientsi koneksi disebut
12.11.7 Operasi Eksternal dan sebagai external virtual sircuit
Internal service sayangnya layanan ini
benar-benar berbeda dengan
Salah satu karakteristik ter- konsep internal virtual circuit
penting dari jaringan paket operation, salah satu contoh
switching adalah apakah me- penting mengenai layanan eks-
nggunakan datagram atau sircuit ternal ini adalah X.25.
virtual.sebenarnya terdapat dua

12.12. Rangkuman

Dari uraian yang talah diutarakan pada bagian ini, beberapa hal
penting yang dapat diungkap kembali diantaranya :

1. Proses Switching adalah proses penyambungan jalur incoming


dari pelanggan pemanggil ke jalur outging, untuk menuju
pelanggan tujuan pada Sentral digital.
2. Komunikasi melalui circuit switching disediakan suatu jalur
komunikasi yang ditempatkan di antara dua station. Jalur tersebut
berupa rangkaian jalur yang saling dihubungkan satu sama lain di
antara simpul jaringan.

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 275


3. Komunikasi melalui circuit switching meliputi tiga tahap, yaitu:
a. Pembangunan Circuit
Sebelum suatu data ditrans-misikan, harus dibuat terlebih
dahulu suatu circuit dari ujung ke ujung.
b. Transfer Data
Data yang ditransfer dapat berupa analog maupun digital,
tergantung pada sifat jaringan.
c. Disconnect Circuit
Setelah beberapa periode transfer data, koneksi dihen-tikan,
yang biasanya dilakukan oleh salah satu station.
4. Circuit Switching banyak diaplikasikan atau diterapkan pada
jaringan telepon umum, PBX (Public Branch Exchange), jaringan
swasta yang juga menggunakan sistem PBX. Selain itu, juga pada
Data Switch yang mirip dengan PBX namun dirancang khusus
untuk menghubungkan perangkat pengolahan digital untuk
menghubungkan terminal dan komputer.
5. Paket switching merupakan pengiriman data dalam bentuk paket.
Gambaran operasi Paket switching adalah : Data ditransmisikan
dalam bentuk paket pendek. Batas pada Paket panjangnya 1000
octet (byte). Bila sumber memiliki pesan yang lebih panjang untuk
dikirim, pesan-pesan tersebut terpecah menjadi deretan Paket.
Masing-masing Paket berisikan sebagian (atau semua untuk
pesan pendek).
6. Paket switching mempunyai keunggulan terhadap circuit switching.

12.13. Soal latihan

Kerjakan soal-soal dibawah ini dengan baik dan benar


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan proses switching ?
2. Komunikasi melalui circuit switching meliputi tiga tahap, sebutkan
dan berilah penjelasan secukupnya !
3. Di manakah saluran circuit switching sering diterapkan ?
4. Cobalah deskripsikan bagaimana paket switching dapat
berlangsung ?
5. Apakah keunggulan paket switching dibandingkan dengan circuity
switching ?

Bagian 12 : Switching dalam sistem telepon 276


LAMPIRAN. A
Lampiran 1:

Kode-kode Morse untuk Huruf dan Angka

Kode-kode ini dipakai untuk komunikasi telegraf dan komunikasi


elektrik lainnya yang menggunakan dua perubahan

A J S

B K T

C L U

D M V

E N W

F O X

G P Y

H Q Z

I R

1 6
2 7
3 8
4 9
5 0

Sumber :
101science.com/amateurradio.htm
www.ibiblio.org/obp/electricCircuits/AC/AC_7.html
Lampiran 2:

Tabel Pembagian kanal dan alokasi frekuensi gambar dan suara


pada televisi
Lampiran 3 :

Tabel Spektrum frekuensi yang sering


digunakan dalam sistem komunikasi
Lampiran 4:
Pita frekuensi untuk radio amatir di Amerika Serikat
Lampiran 5:

Alokasi Frekuensi untuk Radio Navigasi Satelit