Anda di halaman 1dari 5

REPLIK

KEJAKSAAN NEGERI BENGKULU

UNTUK KEADILAN

REPLIK JAKSA PENUNTUT UMUM


ATAS PEMBELAAN PENASIHAT HUKUM
TERDAKWA UDIN BIN SEDUNIA DAN SAKTI BIN LADEN

Yth. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu

Yth. Saudara Penasihat Hukum


Sebelumnya marilah kita mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan berkat dan rahmatNya pada kita semua, sehingga dapat bertemu di ruang sidang yang
mulia ini dalam keadaan sehat walafiat.
Pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih pada siding majelis hakim Pengadilan Negeri
Bengkulu yang memeriksa dan mengadili perkara ini, yang telah memberikan kesempatan kepada
kami, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, untuk mengajukan tanggapan atas pembelaan saudara
penasehat hukum terdakwa Udin Bin Sedunia dan Sakti Bin Laden yang dihadapkan ke depan
persidangan ini dengan dakwaan melakukan tindak pidana sebagai mana diatur dalam Pasal 285
KUHP.
Setelah kami mempelajari dan mencermati pembelaan saudara penasehat hukum para terdakwa, maka
kami akan mengajukan tanggapan sebagai berikut:
1. Bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan saudara Penasihat Hukum yang dalam
pembelaannya menyatakan bahwa Surat Dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum adalah
tidak jelas dan kabur (Obscuur Libel). Kata yang tidak jelas dan kabur yang dimaksud Penasihat
Hukum adalah dipergunakannya kata Kira-kira dan atau setidak-tidaknya dalam menentukan Locus
dan tempus delicti.
2. Tampaknya Saudara Penasihat Hukum memandang bahwa kata atau setidak-tidaknya yang ditulis
dalam surat dakwaan memberikan kesan ragu-ragu kepada Jaksa Penuntut Umum dalam memberikan
keterangan. Padahal maksud dari kata atau setidak-tidaknya adalah memberikan arti yang luas namun
tetap pada fakta yang terjadi yaitu pada hari Sabtu tanggal 5 November 2016 sekitar jam 02.00 wib.
Kata atau setidak-tidaknya dalam kalimat atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam
bulan November 2016 adalah dimaksudkan agar keterangan waktu yang dituliskan dalam surat
dakwaan tidak melenceng jauh dari perkiraan waktu pada saat terjadinya tindak pidana yang masih
dalam kurun waktu bulan November 2016. Hal

ini dimaksudkan supaya terdakwa tidak bisa lepas begitu saja dari dakwaan hanya karena Jaksa
Penuntut Umum tidak tepat dalam menuliskan waktu kejadian sehingga diperlukan kata atau setidak-
tidaknya dalam tempus delicti.
3. Bahwa kata setidak-tidaknya yang kedua dalam kalimat di desa Sungai Serut,Kota Bengkulu,
setidak-tidaknya pada tempat lain tetapi masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bengkulu
adalah dimaksudkan agar keterangan tempat yang dituliskan dalam surat dakwaan tidak melenceng
jauh dari tempat terjadinya tindak pidana yang masih berada dalam lingkup Sungai Serut, Kota
Bengkulu. Hal ini juga dimaksudkan supaya terdakwa tidak bisa lepas begitu saja dari dakwaan hanya
karena Jaksa Penuntut Umum tidak tepat dalam menuliskan waktu kejadian sehingga diperlukan kata
setidak-tidaknya dalam locus delicti.
Berdasarkan pada hal-hal yang telah kami uraikan di atas, maka kami selaku Jaksa Penuntut Umum
dalam perkara ini berkesimpulan dan berpendapat bahwa penggunaan kata setidak-tidaknya dalam
surat dakwaan adalah sudah tepat dan merupakan hal yang lazim dalam menerapkan kata setidak-
tidaknya untuk memperkirakan waktu dan tempat terjadinya tindak pidana. Bahwa dengan demikian
kami menyatakan tetap pada tuntutan pidana sebagaimana telah kami bacakan pada sidang tanggal
Oktober 2016. Akhirnya, pertimbangan selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada Sidang Majelis
Hakim Pengadilan Negeri Subang yang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Bengkulu, 20 Desember 2016,

JAKSA PENUNTUT UMUM,

SANDRA DEWI,S.H.
JAKSA MUDA/NIP.256758903
DUPLIK

DUPLIK

Terhadap Replik Jaksa Penuntut Umum

Tertanggal 20 Desember 2016

DALAM PERKARA PIDANA DENGAN NOMOR REGISTER

PDM/123/II/2016

Atas Nama Terdakwa : Udin Bin Sedunia dan Sakti Bin Laden

Oleh tim pembela :

Sulaiman Zaini, S.H.,M.H

Rahmawati, S.H.

Majelis Hakim Yang kami Muliakan ;

Yang Terhormat Saudara Jaksa Penuntut Umum;

Serta Hadirin Sidang Pengadilan Negeri Bengkulu Yang Kami Hormati.

Bahwa apa yang akan kami sampaikan dalam Duplik ini, merupakan upaya kami untuk menjawab
tanggapan jaksa penuntut umum (Replik) dalam persidangan minggu lalu tertanggal 20 Desember
2016.

Bahwa jaksa penuntut umum dalam Repliknya dimuka persidangan pada tanggal 20 Desember 2016
berkesimpulan sebagai berikut :

1. Bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat dengan saudara Penasihat Hukum yang dalam
pembelaannya menyatakan bahwa Surat Dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum adalah
tidak jelas dan kabur (Obscuur Libel). Kata yang tidak jelas dan kabur yang dimaksud Penasihat
Hukum adalah dipergunakannya kata Kira-kira dan atau setidak-tidaknya dalam menentukan Locus
dan tempus delicti.
2. Tampaknya Saudara Penasihat Hukum memandang bahwa kata atau setidak-tidaknya yang ditulis
dalam surat dakwaan memberikan kesan ragu-ragu kepada Jaksa Penuntut Umum dalam memberikan
keterangan. Padahal maksud dari kata atau setidak-tidaknya adalah memberikan arti yang luas namun
tetap pada fakta yang terjadi yaitu pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011 sekitar jam 20.00 wib. Kata
atau setidak-tidaknya dalam kalimat atau setidak-tidaknya pada waktu lain tetapi masih dalam bulan
Maret 2011 adalah dimaksudkan agar keterangan waktu yang dituliskan dalam surat dakwaan tidak
melenceng jauh dari perkiraan waktu pada saat terjadinya tindak pidana yang masih dalam kurun
waktu bulan Maret 2011. Hal

ini dimaksudkan supaya terdakwa tidak bisa lepas begitu saja dari dakwaan hanya karena Jaksa
Penuntut Umum tidak tepat dalam menuliskan waktu kejadian sehingga diperlukan kata atau setidak-
tidaknya dalam tempus delicti.
3. Bahwa kata setidak-tidaknya yang kedua dalam kalimat di desa Ciater, Subang, setidak-tidaknya
pada tempat lain tetapi masih dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Bengkulu adalah
dimaksudkan agar keterangan tempat yang dituliskan dalam surat dakwaan tidak melenceng jauh dari
tempat terjadinya tindak pidana yang masih berada dalam lingkup Sungai Serut, Kota Bengkulu. Hal
ini juga dimaksudkan supaya terdakwa tidak bisa lepas begitu saja dari dakwaan hanya karena Jaksa
Penuntut Umum tidak tepat dalam menuliskan waktu kejadian sehingga diperlukan kata setidak-
tidaknya dalam locus delicti.

Terhadap kesimpulan jaksa penuntut umum tersebut diatas, maka kami tim penasehat hukum
terdakwa Udin Bin Sedunia dan Sakti Bin Laden memberikan jawaban (Duplik) sebagai berikut :

1. Bahwa jaksa penuntut umum telah plin-plan dalam tanggapan poin 1. Hal ini dikarenakan pada
surat dakwaan sebelumnya, jaksa penuntut umum mendakwa terdakwa Udin Bin Sedunia dan Sakti
Bin Laden dengan dakwaan tindak pidana .. sebagaimana di atur dalam pasal 362 KUHP, Sedangkan
dalam tanggapannya (Replik) poin ke 1 jaksa penuntut umum menjelaskan bahwa dalam perkara ini
murni tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana di atur dalam pasal 363 KUHP.

2. Bahwa tanggapan (Replik) saudara jaksa penuntut umum telah nyata-nyata tidak jelas dan
mengandung kekaburan.

Berdasarkan uraian diatas, maka kami tim penasehat hukum terdakwa Mukhsin bin Abdullah
menyatakan tetap pada pembelaan sebagaimana telah kami bacakan pada sidang tanggal 21 maret
2016. Kami memohon kepada hakim agar dapat memutus perkara ini dengan seadil-adilnya.

Demikian jawaban kami terhadap Replik jaksa penuntut umum.

Hormat Kami,

Tim Penasihat Hukum Terdakwa

Bengkulu, 21 Desember 2016

Kantor Advokat S.R and Associates

Sulaiman Zaini, S.H.,M.H Rahmawati, S.H.