Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masyarakat pedesaan di Indonesia umumnya sudah mengenal istilah gotong
royong, hal inilah yang menjadi ciri khas yang biasanya dilakukan masyarakat
pedesaan. Di Indonesia sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan memilih
profesi sebagai petani khususnya di daerah perbukitan, hal ini dikarenakan sudah
menjadi tradisi turun temurun mengingat Indonesia merupakan kaya akan hasil bumi.
Sementara masyarakat pedesaan yang berada di daerah pesisir pantai biasanya
akan memilih profesi sebagai nelayan, karena di laut Indonesia sangatlah kaya akan
sumber daya alamnya baik ikan, udang, trumbu karang dan sebagainya. Selain itu juga
mereka mengembangkan budidaya dengan membuat tambak ikan sehingga hasil yang
didapatkan ini bisa dipasarkan ke luar desa bahkan sampai di eksport ke luar negeri. Ini
dilakukan masyarakat pedesaan yang tinggal di pesisir pantai sebagai sebuah sumber
mata pencarian yang bisa mememnuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Pemerataan ekonomi di Indonesia belum dapat dilaksanakan secara optimal.
Masih terjadi kesenjangan sosial yang tinggi antara masyarakat kota dengan masyarakat
desa. Oleh sebab itu pembangunan pedesaan menjadi prioritas utama bagi pemerintah.
Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang
nantinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian di Indonesia. Untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut pemerintah melaksanakan program pembangunan
Koperasi Unit Desa (KUD).
Maju mundurnya suatu KUD bergantung pada kualitas dari SDM yang
mengelolanya. Keberadaan KUD tentu saja harus dipertahankan mengingat KUD
merupakan salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan pembangunan ekonomi
pedesaan.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka dapat dirumuskan
beberapa permasalahan sebagai berikut:
1) Bagaimanakah keadaan pedesaan di Indonesia?
2) Apakah pengertian dan luasnya pembangunan pedesaan?
3) Bagaimankah peranan KUD dalam pembangunan masyarakat pedesaan?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan latar belakang dan pokok permasalahan di atas, maka tujuan
penulisan makalah ini adalah:
1) Untuk mengetahui keadaan pedesaan di Indonesia.
2) Untuk mengetahui pengertian dan luasnya pembangunan pedesaan.
3) Untuk mengetahui peranan KUD dalam pembangunan masyarakat pedesaaan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Keadaan Pedesaan di Indonesia


Bicara tentang kondisi atau keadaan masyarakat pedesaan di Indonesia kita perlu
mengetahui arti dari desa itu sendiri. Dalam Undang-Undang no. 22 tahun 1999 tentang
pemerintah daerah dalam pasal 1 yang dimaksud dengan desa adalah kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang
diakui dalam sistem pemerintahan nasional dan berada di daerah kabupaten. Sedangkan
desa dalam pengertian umum adalah desa sebagai suatu gejala yang bersifat universal,
dan terdapat dimana pun di dunia ini. Dan desa dalam pengertian khusus adalah
perbedaan-perbedaan yang terdapat pada suatu desa tertentu dari berbagai negara yang
merupakan ciri khusus dari desa tersebut.
Keadaan Pedesaan di Indonesia masih sangat erat kaitannya dengan adat istiadat
yang mereka anut di wilayah masing-masing. Hal ini dikarenakan pedesaan di Indonesia
masih menjungjung tinggi rasa kekeluargaan demi keutuhan adat istiadat yang mereka
punya. Rasa kekeluargaan itu sangatlah penting dilakukan oleh masyarakat pedesaan di
Indonesia, dikarenakan dengan rasa itulah akan timbul kedamaian antar warga
masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Masyarakat pedesaan di Indonesia umumnya sudah mengenal istilah gotong
royong, hal inilah yang menjadi ciri khas yang biasanya dilakukan masyarakat
pedesaan. Gotong royong biasanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan untuk
mencapai tujuan bersama yang sudah direncanakan sebelumnya. Ini dilakukan agar
semua masyarakat ikut terlibat dan pekerjaan yang dilakukan akan menjadi lebih ringan
karena dilakukan bersama. Rasa tanggung jawab dan kekeluargaan sangatlah penting
mengingat kondisi pedesaan di Indonesia saat ini masih menjungjung tinggi adat
istiadatnya sehingga masyarakatnya harus mampu menjaga kekompakan agar
permasalahan-permasalahan yang timbul bisa dibatasi ataupun dikendalikan.
Permasalahan-permasalahan yang timbul di antara masyarakat pedesaan memang bisa
terjadi, permasalahan timbul mungkin dikarenakan keberadaannya sekelompok orang
yang lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan bersama.

3
Sementara itu dari segi kualitas kesehatan masyarakat pedesaan di Indonesia
sangatlah menyedihkan, karena dari data yang telah ditemukan angka umur harapan
hidup masyarakat pedesaan sangatlah rendah, selain itu juga disebabkan angka kematian
pada saat melahirkan dan penyakit menular. Juga karena musim hujan yang biasanya
banyak masyarakat terkena demam berdarah. Kualiatas kesehatan rendah diakibatkan
oleh akses berobat yang masih jauh dari pemukiman warga, SDM (dokter, bidan,
perawat) yang masih terbatas di daerah pedesaan terpencil yang memiliki akses dan
medan yang sulit dicapai, tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendang tentang
pentingnya hidup sehat, dan masih kurangnya prasarana penunjang kesehatan misalkan
alat-alat kesehatan, tabung oksigen dan sebagainya, walaupun sebagian desa hal tersebut
sudah ditanggulangi namun masih tidak sebaik apa yang ada diperkotaan. Dengan
melihat kenyataan ini pemerintah Indonesia harus tanggap secara cepat khususnya yang
jadi sorotan adalah Menteri Kesehatan sebagai penanggungjawab atas yang dialami
masyarakat pedesaan di Indonesia.
Di Indonesia sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan memilih
profesi sebagai petani khususnya di daerah perbukitan, hal ini dikarenakan sudah
menjadi tradisi turun temurun mengingat Indonesia merupakan kaya akan hasil bumi.
Maka dengan kesuburan tanah yang dimiliki masyarakat pedesaan akan lebih cocok
mengembangkan pertanian yang mereka anggap akan mampu membantu mereka untuk
bertahan hidup. Sementara masyarakat pedesaan yang berada di daerah pesisir pantai
biasanya akan memilih profesi sebagai nelayan, karena di laut Indonesia sangatlah kaya
akan sumber daya alamnya baik ikan, udang, trumbu karang dan sebagainya. Selain itu
juga mereka mengembangkan budidaya dengan membuat tambak ikan sehingga hasil
yang didapatkan ini bisa dipasarkan ke luar desa bahkan sampai di eksport ke luar
negeri. Ini dilakukan masyarakat pedesaan yang tinggal di pesisir pantai sebagai sebuah
sumber mata pencarian yang bisa mememnuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Namun seiring perkembangan zaman banyak juga yang menfaatkan keahlian sebagai
mata pencaharian contohnya sebagai pengerajin yang masih memanfaatkan alam
tentunya.
Menurut paparan di atas adapun ciri yang menonjol pada masyarakat desa antara
lain pada umumnya kehidupannya tergantung pada alam anggotanya saling mengenal,
sifat gotong royong erat penduduknya sedikit perbedaan penghayatan dalam kehidupan

4
religi lebih kuat. Namun secara lebih rinci adapun ciri masyarakat pedesaan
diantaranya:
1) Antar warga memiliki hubungan yang sangat erat.
2) Kekeluargaan dijadikan sebuah pengikat antar warga dalam kehidupan
berkelompok.
3) Sebagian besar warganya menghasilkan produk yang memanfaatkan alam untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.
4) Kesenjangan sosial yang ada tidak terlalu besar selisihnya.
5) Kesadaran masyarakat untuk mematuhi nilai dan norma yang berlaku di
wilayahnya sangatlah tinggi.

Merujuk pada Undang-Undang no. 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah


adapun ciri fisik pedesaan antara lain:
1) Memiliki sekitar 1000 jumlah penduduk.
2) Kebanyakan tanah di pedesaan digunakan untuk pertanian, kecuali pedesaan
yang berada di daerah pesisir pantai yang berprofesi sebagai nelayan.
3) Di daerah pedesaan sebagian besar jalan batu dan tanah yang menyebabkan
sangat minimnya transportasi darat yang bisa melewati terutama kendaraan roda
empat.
4) Kepadatan penduduk lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan
penduduk kota.

2.2 Pengertian dan Luasnya Pembangunan Pedesaan


Membicarakan tentang pelaksanaan pembangunan masyarakat desa di negara
kita, pembangunan masyarakat desa ini merupakan bagian dari pembangunan nasional
atau pembangunan yang menyeluruh yang sedang digalakkan oleh pemerintah bersama
seluruh rakyatnya. Pembangunan di negara kita dan juga pembangunan di negara-
negara lain, semuanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan
kesejahteraan bangsa.
Dalam ilmu ekonomi telah kita pelajari bahwa kesejahteraan masyarakat/bangsa
mengandung atau meliputi segi-segi yang kompleks (welfare is complex), sehingga
pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah bersama-sama dengan rakyat

5
di negara kita, meliputi pula segi-segi yang kompleks tersebut atau dengan istilah yang
lazim kita pergunakan meliputi segala bidang pembangunan. Karena sifat
pembangunan yang multipurpose ini maka pembangunan masyarakat desa pun akan
bersifat sama, tidak hanya terbatas kepada peningkatan bahan pangan dan sandang saja,
tetapi meliputi segala bidang kebutuhan yang tercakup dalam pengertian kesejahteraan.
Dengan berpedoman pada ilmu ekonomi, kesejahteraan itu pada hakekatnya
diukur dengan kekayaan (penghasilan) yang dimiliki dengan kebutuhan-kebutuhan
(keinginan) yang harus dipenuhi, apabila segala kebutuhan/keinginan telah dapat
dipenuhi dengan kekayaan/penghasilan yang dimilikinya, barulah manusia itu dapat
dikatakan makmur/sejahtera. Kebutuhan jasmani dan rohani dapat terpenuhinya dengan
baik. Kesejahteraan /kebahagiaan/kemakmuran dengan demikian dapat dirumuskan
sebagai berikut: X Kekayaan: X Kebutuhan = Kesejateraan.
Rumus demikian dinyatakan pula oleh Eugene Staley dalam karya tulisnya yang
berjudul The Future of Underdeveloped Countries dimana Eugene menyatakan
Kesejahteraan = Kekayaan : Keinginan. Jadi apabila kekayaan atau penghasilan-
penghasilan seseorang/negara tidak dapat mencukupi kebutuhan-
kebutuhannya/penduduk, baik kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah, maka
kesejahteraan itu belum terjadi, karenanya orang/negara yang bersangkutan harus terus
berjuang melaksanakan pembangunan-pembangunan yang dapat menghasilkan surplus
yang longgar dapat memenuhi segala kebutuhan yang harus dipenuhinya.
Masyarakat sejahtera yang sedang diusahakan oleh segenap bangsa Indonesia
melalui pembangunan-pembangunannya adalah masyarakat sejahtera dalam arti yang
wajar yang sesuai dengan kepribadian dna perikehidupan rakyat Indonesia, jadi
sejahtera tidak dalam arti berlebihlebihan seperti di negara-negara kapitalis, dimana
pemborosan-pemborosan untuk mengejar ambisi sering terjadi. Kita lazim pula
mempergunakan kata Masyarakat yang berkecukupan tercukupi kebutuhan-kebutuhan
jasmani dan rohaninya.
Kembali ke masalah pembangunan masyarakat desa, untuk memudahkan dan
menjelaskan pengertian-pengertiannya, di bawah ini dapat dikemukakan beberapa
pendapat dari para ahli di bidang ini, yaitu:

6
1) T.R BATTEN (Approaches to Community Development, Social Values and
Community Development, edited by Philips R.), menyatakan sebagai berikut:
Bagi perseorangan pembangunan masyarakat desa mempunyai tujuan-tujuan
yang demikian:
(1) Memperbaiki tingkat kehidupannya;
(2) Mendayagunakan sumber alam secara lebih efisien;
(3) Meningkatkan taraf kesehatannya;
(4) Menyelenggarakan pendidikan dan keterampilan yang lebih baik.
Terhadap masyarakat pembangunan masyarakat desa itu mempunyai tujuan
untuk membangkitkan dan memupuk daya cipta dan prakarsa penduduk yang
terdapat dalam masyarakat itu. Dengan cara-cara seperti mengikutsertakan
seluruh penduduk dalam masyarakat agar secara sukarela mau berpartisipasi
bagi tercapainya tujuan pembangunan, dengan masing-masing tergerak untuk
menyumbangkan tenaga ataupun bahan-bahan yang tersedia di lingkungannya.
2) KENNETH L. LITTLE (Social Change in non literate Community) menjelaskan
sebagai berikut:
(1) Suatu kemanfaatan dan tujuan pembangunan adalah untuk mengadakan
perubahan-perubahan yang positif, terutama dalam hal ekonomi yang
tadinya diperlukan untuk mencukupi kebutuhan sendiri menjadi usaha
ekonomi ke bentuk pasar, dampak dari perubahan ini menimbulkan
ukuran-ukuran dan tujuan sosial yang berbeda dengan keadaan asalnya,
yang keadaannya lebih meyakinkan;
(2) Untuk melakukan perubahan yang mampu menghasilkan dampak positif
itu, cara yang baik melakukan pendekatan-pendekatan sebagai berikut:
menjalankan hal-hal yang masuk akal masyarakat, tidak terlalu muluk dan
ajaib; dipelopori dan didorong oleh orang-orang yang berpengaruh di
kalangan masyarakat itu seta memperhatikan leadership yang sejiwa
dengan masyarakat;
(3) Pembangunan haruslah merupakan konsepsi yang dinamis, jika diibaratkan
dengan bola maka sekali bola tersebut digelindingkan akan bergelinding
terus mencapai sasarannya.

7
3) ARTHUR HAZLEWOOD (The Economics Backgorund) memberikan kupasan tentang
latar belakang ekonomi sehubungan dengan beberapa kesulitan yang terjadi di negara
sedang berkembang, antara lain sebagai berikut:
(1) Rakyat di negara sedang berkembang tidak berkemampuan dan terlalu
miskin untuk melakukan penyisihan pendapatannya sebagai simpanan,
tanpa sangat menciutkan kebutuhannya yang tetap;
(2) Secara kenyataan berbagai sumber kekayaan yang terkandung di dalam
buminya belum didayagunakan secara penuh, yang sudah tentu
mengurangi kemungkinan bagi terbentuknya modal;
(3) Pemutakhiran bidang pertanian sudah selayaknya diikuti dengan
pengembangan perindustrian, agar tenaga-tenaga pertanian yang
tersisihkan dapat ditampung di bidang perindustrian;
(4) Usaha bidang pertanian dengan usaha bidang industri harus saling isi-
mengisi;
(5) Kalau hanya usaha bidang pertanian yang dipertahankan sedang usaha-
usaha bidang lainnya tidak diperhatikan celah-celah untuk membantu
pembentukan modal akan tertutup, sehingga kecenderungan untuk tetap
miskin selalu ada, karena tidka adanya pembaharuan di bidang
perekonomian;
(6) Kemajuan-kemajuan hanya akan dapat terwujud dengan adanya
kesungguhan kerja untuk menguasai alam, untk itu rakyatnya harus
dibekali pengetahuan dan keterampilan yang cukup.
Dari kenyataan atau penjelasan beberapa ahli di atas, jelas bahwa pertama-tama
berhasilnya pembangunan masyarakat desa terletak pada penduduk di pedesaan sendiri
yang berhasrat besar untuk mengadakan perubahan-perubahan pada tingkatnya
hidupnya yang tradisional, terutama dalam bidang perekonomian. Perubahan-perubahan
mana hanya mungkin terwujud kalau seluruh penduduk berpartisipasi dengan pihak
pemerintah, secara gotong-royong bantu-membantu, meningkatkan kegairahan kerja,
melakukan usaha secara terorganisasi dipimpin oleh mereka yang memiliki pengetahuan
dan keterampilan yang cukup dan berpengaruh, dengan demikian usaha taninya tidak
hanya sekedar untuk mencukupi kebutuhan hidup sendiri, melainkan ditujukan untuk
pemenuhan pasar. Dengan keberhasilan ini akan diperoleh peningkatan-peningkatan

8
pendapatan dan sebagian pendapatan yang disisihkan (disimpan) selain bermanfaat bagi
keperluan-keperluan hari tua dan anak-anaknya, dapat pula merupakan modal bagi
pelaksanaan pembangunan di lingkungan pedesaannya.
Tentang hal di atas menggambarkan seperti apa yang telah dikelola KUD dewasa
ini, dimana secara kenyataan KUD telah berhasil memadukan potensi penduduk di
pedesaan, untuk bangkit mengadakan perubahan-perubahan taraf hidupnya, KUD telah
mampu meningkatkan kegairahan kerja karena KUD telah berhasil mendekatkan
produsen (para petani) dengan konsumen (pasar), sehingga para petani terangsang untuk
bekerja lebih giat. KUD memang tidak mempunyai atau menyodorkan rencana-rencana
yang muluk, kecuali anjuran-anjuran agar penduduk bergabung untuk secara bersama-
sama berusaha meningkatkan kesejahteraan hidup dan mengubah wajah desa agar serasi
dengan keadaan zaman, sehingga kehidupan di desa agar serasi dengan keadaan zaman,
sehingga kehidupan di desa tidak terlalu jauh ketinggalan daripada kehidupan di
perkotaan. KUD telah dapat mendekati hati penduduk dengan memberikan jasa-jasa
yang bermanfaat, sehingga KUD menjadi andalan dan kepercayaan penduduk dalam
usaha mencapai masyarakat yang mereka idam-idamkan. KUD telah berhasil pula
mengembangkan industri-industri kecil (home industri) penduduk, sehingga produk-
produknya dapat dipasarkan dengan harga yang baik. Produk-produk ini makin
berkembang, baik kualitas maupun kuantitas dan ini berarti telah terserapnya tenaga-
tenaga yang masih menganggur di pedesaan. Dengan demikian usaha penduduk di
pedesaan mulai terjadi perubahan yang meyakinkan, tidak hanya melulu di bidang
pertanian tetapi juga di bidang perindustrian-perindutrian kecil.
Bagi pedesaan-pedesaan yang jarang penduduknya (di luar Jawa) kemungkinan-
kemungkinan untuk melaksanakan pembangunan pertanian masih sangat leluasa,
sehingga pertanian ekstensif pun dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi untuk
menigkatkan kesejahteraan hidup penduduknya. Mengenai pembangunan bidang
pertanian ini (kecuali yang ekstensif) dapat dimanfaatkan para transmigran, yang secara
bergabung dalam KUD pula akan memperoleh keberhasilan dalam usaha taninya. Tetapi
pembangunan pertanian yang ekstensif akan sulit dilaksanakan oleh penduduk, karena
menyangkut masalah permodalan dan tenaga-tenaga ahli. Untuk hal ini pemerintah telah
mengundang kaum modal dalam negeri yang mau menanamkan modalnya (PMDN)

9
dalam bidang agribisnis (usaha tani) dengan ketentuan mereka sanggup membuka
pertanian seluas 300 hektar di daerah yang masih jarang penduduknya.
Memang secara teoritis ada baiknya untuk melaksanakan pembangunan
pertanian yang ekstensif seperti di atas, karena:
1) Memberi kesempatan kepada kaum modal kita untuk mendayagunakan modal
yang dimilikinya;
2) Pertanian tersebut akan merupakan pertanian yang mutakhir, dengan sarana-
sarana pendukungnya yang serba mutakhir;
3) Pertanian tersebut akan merupakan sumbangan besar terhadap pembangunan
daerah, selain pajak (retribusi) juga prasarana-prasarana yang dibangunnya
(jalan-jalan, jembatan, irigasi) sangat membantu memperlancar usaha-usaha
penduduk dan pemerintah;
4) Dengan didirikannya pabrik pengolahan hasil pertanian, dapat mengundang
transmigrasi spontan untuk turut bekerja di lingkungan pertanian tersebut;
5) Dan yang terpenting, kalau pertanian tersebut dibangun berdekatan dengan
daerah transmigrasi, maka dapat dibentuk proyek NES (Nucleuse Estate
Smallholder), di mana pertanian mutakhir tersebut harus menjadi "Bapak
Angkat" bagi para petani kecil (transmigran) yang ada di sekitar lingkungannya.

Mengapa di atas dikatakan secara teoritis, karena kaum modal kita rupanya
belum tertarik untuk melaksanakan pertanian seperti di atas. Tentang pembangunan
pertanian seperti di atas, W.H. BECKETT, menyatakan sebagai berikut:
1) Tiap-tiap perubahan yang besar dalam usaha pertanian akan menyebabkan
terjadinya perubahan-perubahan teknis dan sosial yang cukup besar;
2) Di negara-negara beriklim tropik pada umumnya yang menjadi pelopor adalah
dari pihak luar, yang dengan sendirinya telah memperhitungkan perubahan
teknis dan sosial tersebut;
3) Perluasan usaha (daerah kerja) dengan maksud untuk memanfaatkan atau
mendayagunakan tenaga kerja manusia yang murah akan tidak memungkinkan
lagi;
4) Pemberian upah yang tinggi bagi tenaga kerja manusia dalam suatu usaha yang
dilakukan secara masinal, yang produk-produknya ditujukan untuk dipasarkan,

10
harus memperhitungkan hal-hal sebagai berikut: persediaan makanan harus
terjamin, perencanaan penggunaan tanah agar produksi dapat mencapai titik
optimal, pemborosan sumber alam harus dicegah, berbagai bentuk organisasi
yang dapat/memungkinkan investasi modal harus dapat diciptakan, tanaman
yang dibudidayakan harus seragam, dan pasar terutama di luar lingkungan
proyek pertanian harus dapat diusahakan, agar pelemparan produk secara
kontinyu dan teratur dapat terjamin;
5) Lahan siap olah merupakan kepentingan yang selalu mendesak.

Ditinjau dari beberapa segi, terutama para transmigran yang merupakan tenaga-
tenaga yang ampuh yang sanggup melakukan pembangunan pertanian di daerah-daerah
yang masih jarang penduduknyam maka pembangunan pertanian sebaiknya
dilaksanakan sesuai dengan kebiasaan dan pengalaman-pengalaman bertani para
transmigran tersebut di daerah asalnya. Dan bagi kelancaran usaha taninya (agribisnis)
KUD dapat melakukan peranan-peranannya.

2.3 Peranan KUD dalam Pembangunan Masyarakat Pedesaan


Pada umumnya semua koperasi yang didirikan di Indonesia mempunyai tujuan
yang sama, yaitu mensejahterakan para anggota khususnya dan masyarakat luas pada
umumnya. Di Indonesia KUD didirikan oleh pemerintah dengan berbagai macam
sarana. Dana yang didapat dari KUD sama dengan koperasi yang lain yaitu berasal dari
simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela para anggota koperasi
tersebut. Selain para anggota, dana yang didapat dari koperasi itu juga bersumber dari
pemerintah melalui keuangan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Keuntungan pemberdayaan KUD juga akan sama dengan program-program
pemerintah yang diberikan melalui kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani
(Gapoktan). Kelompok tani dibuat menurut program pemerintah apabila program sudah
selesai maka adanya kelompok tani tersebut juga akan berakhir. Setiap digulirkan
program baru oleh pemerintah, maka akan tersusun kelompok tani yang baru pula.
Untuk menaggulangi hal ini, peranan KUD bisa menjadi tempat bagi kelompok tani

11
yang ada sehingga kelompok tani yang disusun akan bersifat permanen dan bisa
terorganisir dengan baik dalam KUD.
Peranan koperasi disini diharapkan bisa membantu para petani desa, dalam hal
ini koperasi melakukan pembelian semua hasil panen para petani untuk dijual kembali
dengan harga yang sama dengan harga pasar. Saat panen tiba, para pedagang sering
masuk ke desa untuk memperdagangkan semua hasil pertanian. Para pedagang membeli
hasil pertanian dengan harga yang sangat rendah, sehingga petani mengalami kerugian.
Peranan koperasi dalam pembangunan masyarakat desa menurut Muslimin
Nasution, yaitu:
1) Peranan primer antara lain:
(1) Meningkatkan efisiensi sektor pertanian sehingga memiliki daya tampung
yang besar bagi lapangan kerja di pedesaan.
(2) Mengurangi kebocoran nilai tambah sektor pertanian, dimana kelemahan
sistem kelembagaan pertanian dapat diminimisasi.
(3) Menghimpun semua daya masyarakat berpendapatan rendah agar mampu
terjun ke dalam bisnis yang bersekala lebih besar.
(4) Memberi jaminan terhadap risiko yang dihadapi oleh anggota masyarakat
berpendaptan rendah.
2) Peranan sekunder antara lain:
(1) Koperasi berfungsi sebagai penghubung atau sebagai lembaga yang
menapung kegiatan antar sektoral di pedesaan yang dimiliki oleh
pengusaha kecil.
(2) Koperasi bertujuan sebagai perangkat penyampaian informasi kepada
masyarakat sampai ke tingkat yang paling bawah.

Eugene Staley berpendapat bahwa pembangunan yang berhasil adalah


pembangunan yang menjamin berkembangnya demokrasi, maka satu-satunya alat
ekonomi dan sosial yang mengadung nilai-nilai kedemokrasian itu adalah koperasi di
pedesaan berkat dorongan dari Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) telah
dibentuk oleh warga desa yaitu KUD.

12
Adapun peran KUD dalam membantu perekonomian desa adalah sebagai
berikut:
1) Peran KUD dalam rangka pembangunan pertanian
Aktivitas KUD merupakan program pemerintah dalam mewujudkan
swasembada beras, meliputi pemberian kredit pada petani melalui unit desa, penyaluran
saprodi melalui KUD serta pengolahan hasil dan pemasaran. Kegiatan percobaan untuk
menghasilkan teknologi baru dan penyuluhan pada petani dijalankan oleh pemerintah.
Cara atau jalan yang ditempuh KUD adalah cara atau jalan yang memberi kemudahan
kepada masyarakat petani, yaitu:
(1) Mendekatkan pasar dengan para produsen (para petani), KUD
menyatakan kemampuannya untuk menampung produk-produk pertanian
dengan pemberian harga yang layak. Pasar demikian memang yang sangat
diharap-harapkan oleh masyarakat petani;
(2) Dengan adanya fasilitas pemasaran produk yang dekat dan diperolehnya
harga yang layak, maka para petani mulai bergairah untuk meningkatkan
produksinya dengan memperhatikan kualitas produk, karena produk yang
mulus akan memperoleh penilaian yang lebih baik (ingat value system);
(3) Toko KUD memberikan servis yang baik dengan harga yang layak atas
setiap barang yang dibeli oleh para petani anggotanya dan dengan
meningkatnya pendapatan daya beli para petani menjadi meningkat pula,
sehingga pertokoannya lebih dilengkapi dengan berbagai barang yang
diperlukan masyarakat petani khususnya dan masyarakat pedesaan
umumnya;
(4) Sub unit kredit melayani pual pemberian pinjaman kepada para
anggotanya, baik bentuk uang untuk modal kerja maupun pupuk dan obat-
obatan, yang kesemuanya diatur harus dikembalikan setelah masa panen;
(5) Beberapa sub unit diadakan untuk melayani petani peternak, petani
perikanan dan penduduk desa yang mengusahakan kerajinan/industri kecil
(home industry);
(6) KUD dengan bekerjasama dengan beberapa petugas lapangan dari
instansi pemerintah aktif melakukan bimbingan, pemyuluhan-penyuluhan

13
untuk meningkatkan keterampilan usaha para petani dan warga desa
umumnya;
(7) Dalam menghadapi beberapa kesulitan, KUD aktif melakukan
musyawarah dan mufakat dengan segenap anggotanya, demikian pula
dalam pengarahan-pengarahan produksi.
2) Peran KUD membangkitkan rakyat sejahtera
Saat ini perekonomian nasional yang pertumbuhannya masih lambat bisa segera
diatasi dengan dimulai dari desa mengingat perekonomian desa meningkat maka
perekonomian kota akan meningkat pula dan semua kebutuhan tercukupi dengan harga
yang terjangkau yang akhirnya tidak memerlukan impor barang dari luar negri namun
bahkan akhirnya negri kaya raya ini akan bisa mengekspor barang ke luar negeri.
Cara peningkatan perekonomian desa untuk meningkatkan perekonomian
nasional:
(1) Bentuk koperasi disetiap desa, anggota semua warga desa, pendirian sesuai
dengan prinsip koperasi yang sebenarnya, sesuai yang disarankan Bung
Hatta yaitu modal dari anggota dan kemakmuran untuk anggota. Bentuk
koperasi serba usaha baik untuk pupuk, sembako, material, dan lain-lain;
(2) Jangan membuka koperasi hanya untuk simpan pinjam karena memiliki
risiko yang lebih besar, bila salah penggunaan uang maka berakibat macet
dikemudian hari;
(3) Perlu dilakukan penyuluhan bagaimana menangani koperasi secara
profesional;
(4) Perlu penyuluhan bagaimana cara meningkatkan hasil pertanian, beternak
atau perkebunan jika ada
(5) Arahkan warga desa untuk tidak selalu menggunakan pupuk kimia.
Arahkan warga untuk menggunakan pupuk organik.
(6) Semua warga dibina untuk tidak selalu membeli barang yang sifatnya
konsumtif, arahkan warga dalam pembelian barang kanya karena
kebutuhan dan bukan karena ketertarikan yang disebabkan oleh iklan baik
di TV, majalah atau koran.

2.3.1 Mengoptimalkan Peran KUD

14
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan anggota
koperasi pada khususnya, adalah dengan mengoptimalkan KUD semaksimal mungkin.
Koperasi sebagai badan usaha yang sekaligus sebagai bentuk gerakan ekonomi
kerakyatan, bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada
umumnya. Serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju. Agar koperasi dapat melakukan fungsi dan
peranannya secara efektif, maka butuh suatu dukungan dari semua pihak, sehingga
koperasi benar-benar memiliki peranan penting dan berkembang secara optimal.

2.3.2 Upaya mempertahankan KUD


Bukan penyelesaian yang mudah untuk menjadikan KUD sebagai unjung
tombak peningkatan keejahteraan petani. Ketersediaan pupuk dan sarana produksi
pertanian terjamin dengan harga yang kompetitif. Kondisi yang harus diperhatikan
untuk meningkatkan kesejahteraan petani
1) Modal
Langkah yang paling mungkin untuk mendapatkan dana murah adalah adanya
dukungan modal dari pemerintah melalui APBD dan APBN. Pemerintah daerah
mapun pusat dapat mengalokasikan dalam bentuk dana bergulir.
2) Pengurus dan Manajer yang terlatih
Pengurus dan manajer koperasi unit desa harus jujur, bijaksana dan harus
memiliki jiwa kewirausahaan. Dan harus ada manajer yang terlatih bila ada
dukungan dana yang kuat.
3) Kemitraan yang terus berlanjut
KUD harus menjalin kemitraan untuk berkelanjutan program-programnya.
Disini KUD harus menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak perbankan
sebagai penyedia dana, dengan pabrik/gudang pupuk untuk mendapatkah harga
yang lebih murah, menjalin hubungan dengan Bulog untuk pembelian beras.
4) Dukungan dari pemerintah
Pemerintah juga harus memberikan dukungan yang kuat dari sisi permodalan
KUD dan kebijakan. Pemerintah bisa mengalokasikan dana murah melalui
APBD dan APBN (bukan subsidi). Kebijakan yang dilakukan pemerintah dapat

15
melakukan kerjasama dengan pabrik pupuk untuk memberikan akses kepada
KUD untuk mendapatkan pasokan lansung.
5) Dukungan dari anggota
Anggota KUD sebaiknya mendukung program KUD untuk mewujudkan
kesejahteraan mereka sendiri. Dengan kemampuan KUD membeli gabah petani
dengan harga pantas dan penyediaan pupuk dengan harga bersaing, maka
anggota dengan sendiri akan bertransaksi dengan KUD.
6) Mengutamakan pelayanan kebutuhan anggota
Pelayanan yang diberikan KUD kepada anggota seharusnya disesuaikan dengan
kebutuhan anggota. Misalnya mayoritas anggota adalah petani maka seharusnya
penyediaan pupuk dan pembelian gabah menjadi bisnis utamanya.

16
BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
KUD adalah suatu organisasi ekonomi yang berasaskan kekeluargaan dan
merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan
yang diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat itu sendiri. Aktivitas KUD pada waktu
itu merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras, meliputi
pemberian kredit pada petani melalui unit desa, penyaluran sarana produksi melalui
KUD serta pengolahan hasil dan pemasaran. Untuk mendukung pengelolaan KUD,
perlu adanya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkecimpung
dalam KUD melalui pelatihan-pelatihan manajemen koperasi. Secara organisasi dan
kelembagaan, KUD memililki potensi untuk diberdayakan dalam rangka mendukung
pembangunan pertanian dan mendorong KUD melaksanakan aktivitas sesuai kebutuhan
anggota.

3.2 Saran
Sudah sepatutnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk melakukan
pemerataan ekonomi di Indonesia. Karena, kunci dari kesejahteraan rakyat terletak pada
kesenjangan ekonomi yang merata. Hal itu dapat dilakukan dengan cara pemerhatian
tiap-tiap desa tentang sumber daya manusianya. Sehingga masyarakat di pedesaan pun
tidak kalah saing dengan perkotaan yang selalu meningkat.

17
Daftar Rujukan

http://dokumen.tips/documents/keadaan-pedesaan-di-indonesia-rmk.html
https://id.scribd.com/doc/190887151/Keadaan-Pedesaan-Di-Indonesia-Rmk
http://suharscorpioo.blogspot.co.id/2016/11/ekonomi-koperasi.html
http://syabiladj.blogspot.co.id/2012/11/koperasi-unit-desa-kud-dan.html
https://novaarinda.wordpress.com/2013/01/18/tugas-kelompok-1-koperasi-
unit-desa/
https://id.scribd.com/doc/112282515/Peranan-Koperasi-Unit-Desa-Bagi-
Masyarakat-Desa-contoh-Makalah
http://ekonomisajalah.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-luasnya-
pembangunan.html

18
19