Anda di halaman 1dari 9

HOT TAPPING MACHINE

Umum

Mesin Hot Tap bisa bertenaga udara, Hidraulic Fluida, Electricity atau manual (dengan tangan). Harus
dirancang dan dikonstruksi mampu menahan temperatur tekanan dan tegangan material yang mana
mungkin diterima selama operasi.
Pertimbangan

Sebelum digunakan mesin Hot Tap harus diperiksa secara seksama semua peralatan-
peralatannya untuk meyakinkan kondisi dan kemampuannya
/ Min. Working Pressure dan suhu tertinggi / terendahnya.

HOT TAP / WELDING METALLURGY AND DESIGN


Umum

Dua faktor penting utama ketika melakukan pengelasan pada Piping / Equipment pada
keadaan operasi adalah Crack dan Burn Through.
Evaluasi Heat Transfer selama pengelasan guna menentukan Heat Input dan variable-
variable las guna mencegah panas berlebih dan Burn Through.
Evaluasi Cooling Rate lasan untuk menentukan Heat Input yang diperlukan untuk membuat
las-lasan ( daerah HAZ ) bebas dari Crack.
Tebal Metal harus mencukupi untuk tekanan (Vacuum) dan temperatur.
Metallurgy dari material : Las, Hot Tap Fitting dan Elektroda las harus Compatible dengan
Metallurgy dari peralatan yang akan dilas / di Hot Tap (untuk meminimalkan / mengurangi
kemungkinan terjadinya Crack digunakan Low Hydrogen Electrode).

PENCEGAHAN BURN THROUGH


Untuk meminimalkan Burn Through :
Layer las pertama pada Equipment / Piping dengan tebal kurang dari 6,4 mm digunakan
Elektroda las 2,4 mm guna membatasi Heat Input ( Low Heat Input pada baja Carbon tinggi akan
meningkatkan resiko kemungkinan Crack ). Layer las selanjutnya harus dibuat dengan Elektroda 3,2
mm bila tebal Metal tidak melebihi 12,8 mm.
Untuk peralatan atau perpipaan dengan tebal dinding > 12,7 mm Elektroda las dengan
diameter yang lebih besar boleh digunakan, pengelasan berlebih harus dihindarkan.
Flow In Lines.
Mengatur Flow selama Hot Tapping untuk menghindari pemanasan cairan berlebihan, Burn
Through oleh karena temperatur Metal, dan Expansi Thermal cairan (Fluid Thermal Expansion).
Flow yang tinggi akan menaikan Cooling Rate lasan dan resiko retak.
Penggunaan minimum Level of Flow untuk menghindari Burn Through / Crack.
Untuk Metal tebal antara 6,4 mm dan 12,7 mm Flow juga akan menaikan Weld Cooling Rate
dan resiko retak. Meminimalkan Flow Rate akan mengurangi resiko Burn Trough / Crack.
Untuk Metal tebal > 12,8 mm efek daripada Flow boleh di katakan tidak berisiko.
TEBAL METAL
Ketebalan Base Metal peralatan / piping harus bisa menjamin mensuport
percabangan/sambungan baru dan mesin Hot Tapping ( sebagai alternative bisa dipasangi topi
pemerkuat ( Reinforcement Pads ) Support tambahan .
Base Metal harus bebas dari Laminasi, Hydrogen Attack, atau Stress Corrosion Crack.
Segala sesuatu yang mengganggu lasan yang dibuat harus dievaluasi oleh personil yang
berkompeten.
Persyaratan minimal tebal Base Metal harus dicantumkan di dalam dokumen tertulis
pekerjaan.
Rekomendasi minimum tebal Base Metal untuk sebagian besar pelaksanaan Welding dan Hot
Tapping adalah 4,8 mm.
Tebal minimum aktual adalah sebagai fungsi yang diambil untuk tebal persyaratan untuk
kekuatan, ditambah Safety Factor pada umumnya 2,4 mm untuk mencegah Burn Trough. Bila limatasi
persyaratan Metallurgical dan Pressure (Vacuum) oleh perusahaan spesialis yang qualified boleh
menggunakan tebal yang direkomendasikan oleh perusahaan tersebut.
FITTING
Weld Outlet Fitting, Welds End, Split Tees, Saddles and Nozzle.
Personil yang berkualifikasi harus dipilih untuk memasang Fitting secara tepat untuk
persambungan.
Fitting harus pas / sesuai ukuran dengan mesin Hot Tap, yang akan memberi keleluasaan
penetrasi penuh ke dalam bagi Cutter ( pemotong ) didalam batasan travel dari mesin dan juga untuk
mencegah interupsi penutup Valve, ketika Cutter dan potongan hasil pemotongan ditarik keluar.

POST WELD HEAT TREATMENT


Beberapa peralatan dan perpipaan tidak sesuai bagi pengelasan pada waktu operasi, karena Metallurgy
/tebal Metal dan/atau kandungannya disyaratkan PWHT yang secara normal tidak bisa dilakukan selama
peralatan / Piping dalam kondisi operasi atau bertekanan. Bila berkasus demikian, Fitting-Fitting yang
dipasang dipertimbangkan.

METAL TEMPERATURE
Bila temperatur Metal cukup rendah ( di bawah Atmospheric Dew Point ) Weld Area sebelum
dilas dipertimbangkan untuk dipanasi terlebih dahulu, kelembaban pada permukaan Metal.
Pengelasan tidak boleh dilakukan pada Line/Equipment bila Atmospheric Temperaturnya
kurang dari -45 C terkecuali bila ada tindakan-tindakan khusus yang diambil ( dipasangi Temporary
Shelter, Space Header, So Foth ).
Pre-Heating mungkin disyaratkan oleh WPS guna mencegah Crack pada Base Metal Carbon
Ekvivalen tinggi atau kuat tarik tinggi.

HOT TAP CONNECTION AND WELDING DESIGN


Terkecuali bila ditentukan oleh Engineering Review yang bisa diterima, pengelasan atau Hot Tapping
mendekati 18 inch ke Flange atau Treaded Connection atau 3 inch ke Weld Seam ( termasuk Long
Seam Weld Piping ) tidak diperkenankan.

Dipastikan sambungan tepat berada di posisinya sehingga memberi keleluasaan pemasangan,


pengoperasian dan pelepasan mesin Hot Tap. Sambungan Hot Tap dan perbaikan lasan dan Alterations
harus dirancang sesuai code yang diacu seperti halnya di bawah ini :

Bentuk perpipaan didesain dengan ASME B. 31.3 Refer API 570


Bentuk perpipaan didesain dengan ASME B. 31.4/8 Refer to B. 31.4.
Storage Tank yang dikonstruksi sesuai API 650 Refer to Hot Tapping Requirements API 653
Bejana Tekan yang dikostruksi sesuai ASME Sect. VIII Refer API 510
Rancangan harus mencakup spesifikasi Gasket, Valves dan bolts. Reinforcing Pads / Saddle harus
termasuk didalam rancangan sebgaimana yang disyaratkan oleh code yang dipergunakan.

PIPING AND EQUIPMENT CONTENTS


Pengelasan dan HOT Tapping tidak boleh dilakukan pada perpipaan atau peralatan yang mengandung
material material berikut ini :

Uap / Udara atau uap / campuran oxygen atau dalam jangkauan Flamable Explossive.
Hydrogen, terkeculai diperbolehkan secara Enginering yang dilakukan oleh personil yang
telah telah diijinlan melakukan pengelasan.
Carbon dan Feritic Alloy Steel ( Hydrogen attack from High Temperature ).
Peroxide, Clorine atau Chemical sejenis yang akan menimbulkan bahaya karena panas waktu
pengelasan.
Caustic, Amines dan Acids ( HF )yang bisa menimbulkan retak di area las atu Haz dsb yang
dasarnya akan menimbulkan keadaan bahaya selam proses pengelasan Hot Tapping.
PREPARATION
Sebelum pelaksanaan pengelasan dan Hot Tapping, rencana tertulis harus sudah dipersiapkan yang
mana termasuk hal-hal berikut:

Desain sambungan.
Prosedur Hot-Tapping.
Detil prosedur pengelasan tertulis (sesuai dengan kualifikasi code yang digunakan) yang
mendokumentasikan Heat Input.
Health, Safety, Fire Protection, Emergency respon dan Instruksi termasuk Owner dan User
Requirements.

PROCESS HAZARD MANAGEMENT


Pertimbangan harus diberikan akan kemungkinan adanya bahaya yang timbul pada system proses
sebagai akibat rencana yang digunakan pada penyambungan Hot Tapping . Untuk informasi lebih lanjut
pada persyaratan management Safety Process lihat OSHA 29 CFR 1910.119.( 1 )

PERSONIL QUALIFICATION
Juru las harus berkualifikaasi sesuai dengan spesifikasi dan code yang diterapkan.
Juru las harus benar-benar memahami dengan peralatan las ,Hot Tapping dan prosedur las
yang digunakan.
Hanya personil yang ahli yang diperbolehkan memasang dan mengoperasikan mesin Hot
Tap.
Keahlian ini dapat diperoleh dengan pengalaman kerja, job training atau program training oleh
manufacture mesin Hot Tap.

TOXICYTY CONSIDERATION
Test yang menunjukkan Prolonged atau Repeadted Exposure pada beberapa Fluida
Petroleum atau uap-uap yang mana bisa menyebabkan kerusakan material didalam area dan
terkandung didalam Piping ,peralatan yang akan di Hot Tapping atau di las.
Informasi berkenaan dengan assosiasi Health Risk dengan bagian tahapan selanjutnya
Agency harus dilihat dari ekrup atau supplies dari material tipikal dari MSDS ( Manufacture Safety
Data Sheet ), sebagai tambahan informasi mungkin didapat dari pemerintah ( Safety Health ) atau
Enviromental Agencies.
Asap beracun yang mungkin timbul dari pengelasan dalam Particular Welding pada metal-
metal yang mengandung paduan dari Lead Zinc, Cadanium Barylhium dan kandungan-kandungan
metal lain.
Bila kemungkinan ada paparan berpotensa penyakin control yang sesuai terhadap hal-hal berikut ini :

Penentu level dasri paparan mengukur dan/atau penganalisa.


Minimalkan kontak kulit dan menghirup uap atau asap terhadap engineering atau kontrol
administrasi atau alat proteksi personal.
.. daerah kerja bersih dan berventilasi cukup, bersihkan tumpahan-tumpahan
secara benar.
Gunakan sabun dan air bersih untuk menghilangkan material yang dengan kulit.

SPECIAL CONDITION
Hot Tapping atau Welding On Tanks In Service
Hot Tapping atau welding dengan tangki dalam kondisi operasi, tidak terbatas pada yang berikut :

Tank Venting dengan uap-uap mencapai ekstension area dimana dasar ditempatkan.
Product dengan Tank Rising dan Over Flowing.

Pengelasan pada bagian luar dari tangki dalam kondisi operasi harus tidak boleh dilakukan sampai
pengontrloan telah mapan dan ditempatkan untuk mencegah flammable vapors dari mencapai area
pengelasan.

Pertahankan level cairan sekurang-kurangnya 1 meter di atas batas area dimana dilakukan pekerjaan.

Tidak boleh mencoba untuk Hot Tap atas las di atas batas level cairan ini dalam tangki penimbun
petroleum bertekanan Atmospheric yang akan berpotensi menimbulkan bahaya ledakan di dalam
atmosfer ruang dalam tangki tersebut.

Pengukuran level tangki harus dilakukan Hand Tape Gauge .. verifikasi terhadap akurasi dari
pembaca ukuran secara otomatis atau jarak jauh.

Hot Tapping Or Welding On The Decks Of Floating Roof Tanks


Pengelasan harus tidak diperbolehkan pada deck pada atap Floating tangki dalam kondisi operasi.

Floating Roof tank mempunyai Flammability Hazards yang unik di lokasi-lokasi spesifik berikut ini :

1. Bagian dalam Pontoons.


2. Antara dek dan permukaan cairan dekat ruang atap tangki.
3. Dekat Scal Ventilasi atap.
4. Dekat Ventilasi kaki pengangkat atap Floating.
5. Antara Scal pertama dan kedua.
6. Dekat dengan Roof Drain.
Hot Tapping Or Welding Or Below Grade
Provisi harus dibuat untuk memudahkan akses untuk Hot Tap / Welding di atas atau di bawah Grade,
guna memastikan bahwa Atmosphere dalam galian dan ruang-ruang terbatas dalam kondisi aman untuk
dimasuki dan pekerjaan panas. Pengetesan harap dilakukan pada.., uap-uap yang mudah terbakar
dan udara berkandungan racun, dan daftar persyaratan dan persetujuan untuki memasuki ke dalam
Confined Space dan Hot Work.

Bila ada pengurangan kadar Oksigen, Flammable Vapor atau udara berkandungan berbahaya,penggerak
udar atau sesuatu yang lain sebagai ventilasi harus disediakan. Alat pernafasan juga diperlukan untuk
pencegahan Hazardeus Contaminant, Vapor atau Fumes akibat pengelasan. Monitoring udara juga
diperlukan selama aktivitas pekerjaan berlangsung guna menstabilkan kualitas udara dalam batas
pekerjaan aman yang diperlukan.

Safe Work Within Confined Space Refer OSHA 29 CFR 1910 Sub Par Q and 29 CFR 1926 sub par J for
Specific Guidance.

Hot Tapping or Welding on line Piping or Lined Equipment or Cased Lines


Hot Tap dan Welding harus tidak diperbolehkan pada jalur-jalur yang beroperasi atau
peralatan dalam kondisi operasi dengan Cladding atau Glass ,Lead Feractory, Plastic atau Strip
Lining, terkecuali diotorisasi dengan spesifikasi dengan prosedur khusus atau atau diikuti dengan
evaluasi rekayasa.
Bila Hot Tapping atau Welding pada jalur bawah tanah yang melintasi Casing, perhatian
khusus harus dilskukan guna memastikan bahwa semua Annular Space adalah bebas dari gas dan
pekerjaan tersebut dilakukan pada jalur pipa dan bukan pada Casingnya.

Hot Tap Up Stream Equipment And Valves


Dilarang Hot Tapping Upstream dari peralatan-peralatan berputar ( Rotating Equipments ) atau Controll
Valve otomatis , terkecuali bila peralatan tersebut diproteksi dari pemotongan dengan Filter atau Trap.

PROCEDURE
Preliminary Procedure

Selama pelaksanaan hot tapping / welding kondisi-kondisi berikut ini harus sudah dipenuhi

1. Personil-personil yang berkompeten harus hadir selama pekerjaan berlangsung ( Hot-Tapping


).
2. Lokasi dimana sambungan akan dibuat sudah di identifikasi dan ditandai secara fisik.
3. Tebal metal telah di verifikasi dan Metal Imperfection yang mana akan mencegah lasan yang
sesuai telah di evaluasi dan di setujui oleh personil yang berkompeten.
4. Semua pengetesan yang diperlukan untuk uap-uap Flammable, oksigen dan udara
berkandungan berbahaya telah dilaksanakan guna memastikan lingkungannya telah aman.
5. Suatu rencana telah dipersiapkan untuk monitor dan control proses variable berada dalam
batas batas persyaratan selama pelaksanaan Hot Tapping atau Welding.
6. Potensial Safety dan Health Hazards telah sesuai, peralatan proteksi personil telah ada dan
baju tahan panas /api telah yang diperlukan telah tersedia.
7. Ijin masuk ruang terbatas ( Confined Space ) dan ijin pekerjaan panas telah disediakan bila
area dimana Hot Tapping / Welding dilakukan telah di ijinkan.
8. Pengaman kebakaran telah mapan dan diperalati dengan Dry Chemical pemadam kebakaran
yang sesuai atau Hose pemadam bertekanan.
9. Tanda-tanda dan pembatas-pembatas telah disediakan bila diperlukan untuk membatasi area
kerja dan public dan personil yang tidak bersangkutan.
10. Personil telah di training /diberi pengarahan dan sudah meahami Hot-Tap / WPS dan
penggunaan peralatan yang digunakan dan lokasinya.

WELDING
Persyaratan-persyaratan berikut ini diterapkan pada Welding Operation;

1. Pilih dan gunakan prosedur las yang berkualifikasi sesuai spesifikasinya.


2. Pastikan bahwa juru las telah berkualifikasi sesuai prosedur spesifikasinya.
3. Pastikan bahwa Fitting telah diposisikan dan di Support sebelum pengelasan, sehingga
kemelesetan dari mesin Hot Tap tidak terjadi .
4. Lindungi area las selama cleaning, persiapan, pengelasan dan inspeksi, bila Blowing Dirt,
salju atau angin dan hujan ada.

INSPECTING THE WELD

1. Direkomendasikan untuk memeriksa semua lasan dengan DPT, UT atau MPI sebelum mesin
Hot Tap dipasang, bila diberlakukan Hidrostatik Test / Pneumatic Test hal ini tidak berlaku.
2. Bila dispesifikasikan dengan pemerkuat, operator diharapkan untuk melaksanakan Pressure
Test pada Nozzle sebelum Pad pemerkuat dipasang.

INSTALLING HOT-TAPPING MACHINE


Bila memasang mesin Hot-Tap ikuti instruksi pabrik dan atau item-item berikut ini;

1. Hot Tap Valve yang digunakan harus mencukupi ukuran dan ratingnya, Metalurgi cocok dan
Full Opening Valve dan harus ditest sebelum dipasang ( Seat Leakeage ) lihat API 598.
2. Selama pemasangan, Valve harus centre pada Nozzle Flange.
3. Run the Boring Bar melalui bukaan Valve guna memastikan pemotong tidak jam/drag.
4. Kalkulasi secara hati-hati jarak pergerakan ( Travel Distance ) dari pemotong guna
meyakinkan bahwa tap telah komplit sesuai dengan batasan dimensi, pemotong akan berhenti
sebelum pemotong atau pilot drill menyentuh sisi sebalik pipa yang di Tap atau peralatan, dan
pengangkatan potongan kupon dapat diangkat cukup jauh untuk membebani Uninpended Closure dari
Tapping Valve.
5. Konfirmasi bahwa Bleed of Valve akan melepas tekanan dan tidak tertutup ( Plugged )
6. Pastikan perhatian- perhatian telah maksimum untuk Bleed of yang aman dan disposal sari
material dikumpulkasn dimesin diatas Valve Hot Tap.

TESTING THE WELD AND HOT-TAPPING MACHINE


Las pemertaut dan mesin Hot Tap harus diuji guna meyakinkan bahwa sesuai dengan code yang diacu
sebelum dilakukan pemotongan sebagai berikut :

Cek kekencangan baut-baut, Packing, Packing Nuts dan jaliur By Pass dari kemungkinan
kebocoran yang dilarang.
Bila temperatur aliran Current dari jalur atau bejana tekan diperbolehkan, dapat dilakukan
pengetesan Hydrostatic sesuai dengan code yang diterapkan. Temperatur dari Metal harus
dipertimbangkan guna mencegah Brittke Fracture ( getas ). Tekanan tes harus sekurang-kurangnya
sama dengan tekanan operasinya dari jalur / bejana yang akan di Hot Tap. Tetapi tidak boleh Internal
Pressure yang melebihi 10% lebih tinggi untuk mencegah kemungkinan Internal Collaps pada
dinding pipa / vessel. Bila kemungkinan kondisi akan menyebabkan Collaps, tekanan tes boleh
dikurangi ( lihat API Std. 510 For Pressure Testing Precantions ).
Bila temperatur pada HT tidak dapat dipenuhi, udara atau gas Nitrogen dengan larutan sabun
pada lasan boleh digunakan. Pada penaikan temperatur, udara harus digunakan hanya setelah
dievaluasi secara seksama dibuat guna mencegah campuran-campuran berpotensi terbakar.
COMPLETION
Pekerjaan dimulai harus dimulai tanpa interupsi sampai Hot Tap komplit dan Valve ditutup.

Untuk mengetahui pemotongan telah komplit dengan adanya pengurangan tahanan terhadap
Hand Crankink atau bila Drive Motor kecepatannya naik.
Instruksi dari Manufacture harus diikuti ketika mengangkat Bore dan menutup Valve. Jika
Blank atau Coupon hilang tidak boleh mencoba, harus dilakukan untuk mengangkatnya dengan mesin
Hot Tap. Jika Recorvery daripada Blank atau Coupon dibutuhkan, mungkin dibutuhkan Shutting Down
( mematikan ) peralatan dan pembebasan tekanan dan membuka jalur.
Provisi harus dibuat untuk meyakinkan kecukupan Containment mampu mengontrol Fluida
dan uap terperangkap di dalam mesin Hot Tap yang mana akan dilepas tergantung pelepasan dari
mesin setelah pekerjaan komplit.

SUGGESTED HOT TAP CHECK LIST

Location
Date
Job
Prepared By.
Before starting the Hot Tap.
Before Welding.
Before removing the Hot Tapping machine.
After removing the Hot Tapping machine.

HOT TAP CALCULATION

Internal Pressure Calculation During Welding

O D : Out side Diameter


O D cor : Out Side Diameter Correction
Pd : Design Pressure
S : Specified Yield Strength
F : Design Factor
T : Temperatur Derating Factor
E : Weld Joint Factor
t act : Actual wall thickness
t haz : HAZ thickness
t rem : Remaining Wall Thickness
Material API 5 L Gr B

MAOP DURING WELDING

MAOP during welding is determined by depth of HAZ


ANSI B 31-8

t rem = t act t haz


OD cor = O D 2x t rem
Pressure Test Cor.
2 x S x t rem

Pt cor = - X F E T

O D Cor

Hoop Stress rem.


( Pt cor x O D cor )

Hs =

2 x t rem

MAX Hoop Stress


Grade A 25 = 60 %

Grade A = 2. 3/8 in 60 %

Grade B = 2. 3/8 in 60 %

Grade X 42 s/d X 80

5 9/16 in = 60 % 10 s/d 18 in = 85 %

6 5/8 s/d 8 5/8 in = 75 % 20 in = 90 %

KESIMPULAN
H s Maximum = 35 000 Psi
H s Mininmum = 21 000 Psi

Result Acceptable

YIELDING I
Untuk pipe line Tensile Hoop stress ( QY ) yang dikarenakan perbedaan tekanan luar dan dalam harus
tidak melebihi dari nilai yang diiijinkan QY p dibawah ini :

QYp = Hoop stress yang diijinkan

QYp = h .Q.f .K1 Qf = SMYS

h = Usage factor

K1 = Temperatur derating factor


Temperatur Derating Factor

Untuk temperature material < 120 = 1.0


Untuk temperature material > 120 = tergantung dengan jenis material
Usage Factor

Zone 1 Loading Condition 0,72 / o,96


Zone 2 Loading condition 0,5 / 0,67

YIELDING II

Bila metode diatas tidak akurat ,digunakan formula berikut sebagai pembanding

Pi =Internal pressure

Pe =Eksternal pressure

QYp = ( Pi Pe ) D : 2 t D = Nominal Out side Pipa

t = Nominal wall thickness

Sepanjang bagian dari pipa yang sdelanjutnya mempunyai D , t dan material properties ynag
konstan dan yang mana akan di testtekanan dalam serta dengan operasi sama (Pi Pe ) max
difference ( Pi max Pe max )
Pi max. tidak diambillebih kecil dari tekanan berikut ynag terbesar pada considered point
Maximum Stredy State Operaion Pressure
Pe min tidak diambil lebih tinngi dari tekanan air pada point yang dipertimbanhgkan
sehubugan dengan Low Tide